Kamis, 31 Maret 2016

Tri Rilis 4G, Terakhir Asal Stabil


Tri, operator di bawah Hutchison Tri Indonesia akhirnya meluncurkan layanan 4G LTE. Meski terlambat dibanding dengan operator yang lain, Tri memang memiliki ambisi untuk membawa Indonesia terkoneksi dengan jaringan yang lebih cepat dan stabil. Peluncuran itu bertepatakn pula dengan acara ulang tahun Tri yang ke-9 30 Maret 2016, di Jakarta.

Selama 9 tahun kiprahnya mewarnai industri telekomunikasi di Indonesia, Tri telah memiliki 55,5 juta pelanggan yang memanfaatkan jaringan 39.000 BTS di 86 persen wilayah Jawa, SUmatera, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Dengan banyaknya pelanggan ini, Tri menjadi operator ketiga terbesar berdasarkan traffic data yang dipakai di Indonesia.

Teknologi 4G hadir di Indonesia sejak Juni 2010. Saat itu teknologi 4G yang lebih dulu ada adalah 4G WiMAX yang dipasarkan oleh PT FirstMedia dengan merek dagang Sitra WiMAX. Namun entah karena sebab apa, layanan ini dihentikan sepihak oleh FirstMedia tiga tahun setelahnya. Kemudian muncul teknologi 4G LTE atau fourth-generation technology long term evolution setelah WiMAX dihentikan oleh FirstMedia. 4G LTE pertama kali dipasarkan oleh PT.Internux dengan merek dagang Bolt Super 4G LTE. Hingga sekarang, seluruh operator memakai 4G LTE, termasuk FirstMedia yang dulu memakai WiMAX.

Sebab penghentian WiMAX alias Worldwide Interoperability for Microwave Access memang disebabkan teknologi ini kalah oleh LTE. WiMAX yang asal Korea, oleh para pakar telekomunikasi, lebih tepat disebut dengan 3.9G. Sehingga ketika LTE hadir dari Swedia, yang belakangan diketahui penemu teknologi dasarnya adalah Khoirul Anwar, WiMAX mulai sekarat dan ditinggalkan. Ini disebabkan kecepatan dan kestabilan data WiMAX kalah oleh LTE. WiMAX hanya mampu melakukan transfer data pada kecepatan 70 Mbps, sementara LTE bisa mencapai 100 MBps. Pun dengan kestabilan yang telah teruji.

Jika diurut, Tri memang terakhir memakai teknologi 4G. Telkomsel telah memakainya pada 2013, saat APEC Bali berlangsung. Meski saat itu baru uji coba. Sementara Bolt menyusul sebulan kemudian di tahun yang sama. Setahun kemudian, yakni 2014, XL dan Indosat mewarnai langit Indonesia dengan 4G LTE juga. Dan giliran berikutnya Smartfren menyusul.

Layanan 4G di Indonesia memang belum mencakup keseluruhan wilayah. Cakupannya hanya di kota-kota besar saja. Tri, yang baru diluncurkan kemarin pun, masih merahasiakan kota mana saja yang tercakup 4G LTE-nya. Meski sebelumnya telah mengungkapkan ada enam kota yang diuji coba jaringan 4G LTE, yakni Jakarta, Bandung, Bali, Batam, Pontianak, dan Makassar, namun dalam peluncurannya justru pihak Tri belum membuka sepenuhnya kota mana saja yang dicakupnya. Pihak Tri sendiri hanya mengklaim bahwa jaringannya bakal lebih baik dan stabil.

Lalu, bagaimana sinyal Tri di kota kamu?

Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.


EmoticonEmoticon