Minggu, 24 April 2016

Antara Google Adwords dan Facebook Ads, Manakah yang Lebih Murah dan Efektif?

Sekitar Jum'at sore, 22 April 2016, saya memperoleh kode verifikasi untuk Google Bisnisku. Saya kira Google tak seserius itu untuk melakukan pengecekan tentang realitas akun yang didaftarkan. Sebelumnya, saya memang pernah mendapatkan kartu pos juga dari Google, tapi untuk verifikasi PIN Adsense. Ya, saya pikir wajar karena untuk Adsense, setiap orang terlibat dan bekerja sama dengan Google dalam menciptakan ekosistem periklanan yang baik. Jadi orang-orangnya mesti riil. Tapi ini mengenai Google Bisnisku, yang mana bisa cukup dilakukan lewat telepon saja, bisa 'kan?

Antara Google Adwords dan Facebook Ads, Manakah yang Lebih Murah dan Efektif?

Asumsi saya kemudian dijawab oleh Google. Setelah kode verifikasi saya submit ke google.com/verifymybusiness, ternyata prosesnya tak berhenti disitu saja. Saya diarahkan untuk mengenalkan bisnis tersebut kepada pengunjung Google melalui Adwords Express. Tahu, dong, siapa pengunjung Google? Pengunjung Google adalah mereka yang menggunakan mesin pencari Google. Hitungannya hanya sampai disitu. Jadi Google tak menghitung pengunjung yang membuka situs dari media sosial. Hanya organic visitor. (Hmmm...pantas Google cukup rewel soal share ke media sosial ya). Dan angka-angka itu yang dipakai untuk perhitungan statistik Google dalam Adwords.

Antara Google Adwords dan Facebook Ads, Manakah yang Lebih Murah dan Efektif?

Saya diperlihatkan sebuah potensi angka hasil olahan Google. Disitu tertera bahwa 65 kilometer melingkar dari tempat tinggal saya, ada sekitar 94.218 pengunjung yang menggunakan mesin pencari Google setiap bulannya. Dari jumlah angka tersebut, bakal ada sekitar 4732 - 7887 setiap bulan (angka ini akan melejit apabila banyak pengguna internet di wilayah tersebut) yang berpotensi mengklik iklan yang saya pasang, dengan budget maksimal Rp.4.000.000,- per bulan. Mengapa ada kata maksimal? Karena angka itu berpatokan pada mekanisme iklan berbasis PPC alias pay per click. Jadi, kalau ada yang melakukan klik, pengiklan baru membayar. Kalau tak ada, ya berarti tidak bayar.

Dengan begitu, iklan yang dipasang bakal berpotensi dilihat oleh sekitar 262 orang setiap harinya. Nah, kalau cuma dilihat doang, tentu nggak bayar, bukan? Karena angka Rp.4.000.000,- yang tertera merupakan angka maksimal budget kampanye kita. Ingat, angka maksimal, bukan angka pasti yang akan kita bayarkan. Karena pembayaran hanya dihitung dari iklan yang diklik oleh pengunjung. Yang sering bermain Adsense pasti paham.

Facebook Ads

Hal ini berbeda dengan sistem periklanan yang dikelola Facebook. Di media sosial umat sedunia ini, mekanisme periklanannya menggunakan PPD, pay per display, bayar sekali tampil. Ini mirip-mirip dengan iklan di surat kabar. Memang jangkauannya lumayan besar. Dengan budget Rp.267.069 saja, diperkirakan ada 33.643 - 88.696 orang yang bisa kita jangkau setiap harinya di lingkaran 70 kilometer dari tempat tinggal saya sekarang. Mengapa lebih besar? karena ada cukup banyak pengguna Facebook di lingkaran tersebut.


Biasanya, potensi keterlihatan iklan kita di Facebook memang cukup bagus, karena iklan-iklan tersebut ditata oleh pihak Facebook di lini masa secara langsung. Sementara ada juga yang di side bar untuk versi desktop. Tapi itu tak menutup kemungkinan untuk terlihat juga oleh pengguna Facebook. Pintar-pintar membuat iklan saja.

Murah Mana?

Pertanyaannya, manakah yang lebih murah antara Google Adwords dengan Facebook Ads? Kalau dihitung-hitung, tentu murah yang memakai PPC, pay per click, yakni Adwords. Sebabnya jelas, iklan kita masih tetap tampil, meski tak ada yang melakukan klik. Namun perlu diketahui, ada settingan keyword dimana hanya pada keywords tertentu saja yang bakal memunculkan iklan kita di Adwords ini. Diluar itu, tentu tak akan muncul meski kita menargetkan lingkar 65 kilometer dari tempat tinggal tersebut.

Ini tentu berbeda dengan Facebook. Facebook memegang setiap data penggunanya, seperti kota tempat tinggal, jenis kelamin, usia, minat dan lainnya. Jadi kalau menargetkan sesuatu, Facebook mampu melakukannya secara spesifik berdasarkan pengguna. Bukan berdasar kata kunci sebagaimana yang dilakukan oleh Google. Begitu pun untuk mengikuti Adwords yang lebih kompleks, misalnya ikut memajang banner di blog-blog. Tetap yang dipakai adalah kata kunci.

Efektif yang mana?

Kalau ditanya murah, tentu jauh lebih murah Adwords, akan tetapi soal efektifitas kampanye, memang masih lebih unggul berkampanye di Facebook.

Nah, tunggu dulu jangan terburu-buru memasang iklan di Facebook. Coba perhatikan dengan seksama, jangkauan yang didapatkan oleh Facebook Ads. Bisa tidak dengan jangkauan itu, atau paling tidak di bawahnya, dilakukan oleh Facebook Fanpage? Jawabnya, tentu bisa. Asal kita punya fan base lebih dari seratus ribu. Jadi kemungkinan untuk menjangkau banyak orang terbuka lebar meski tanpa memasang iklan di Facebook. Sssst... untuk mendapat banyak penggemar di Fanpage banyak caranya, loh.


Tapi ini tak berlaku di Google. Dengan perbaikan algoritmanya, Google terus berupaya menyajikan hasil pencarian yang relevan dan bermanfaat bagi penggunanya. Dan ini meski dengan SEO tingkat dewa, kita mungkin pernah menang di satu-dua kata kunci, tapi tak semua kata kunci yang berkaitan dengan bisnis kita akan selalu berada di halaman pertama pencarian Google. Nah, inilah keunggulan beriklan di Adwords.

Penutup

Bingung? Mudah-mudahan tidak. Kita bisa memasang di kedua platform iklan tersebut. Tapi, tentu saja, sesuaikan dengan budget yang dimiliki. Tidak memasang iklan pun tak apa-apa, tiada yang melarang. Asal kita memang punya konsumen yang loyal dan produk kita pun bagus. Iklan hanya sarana untuk mengenalkan saja. Saya pun belum memasang iklan sama sekali di kedua platform periklanan itu, karena jenis usaha saya masih usaha rumahan hehehe. Saat ini baru dalam tahap melihat-lihat dan mempelajari. Nanti kalau sudah besar, insya Allah, dan bisa menjangkau banyak orang (paling tidak sejarak 65-70 kilometer tadi) saya bakal pasang iklan. Berikut ini usaha yang kemarin saya daftarkan di Google Bisnisku *iklan* :D



Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.

2 comments

saya sudah berhenti buat fb ads, kerana sudah kurang berkesan dan mahal. Sudah setahun bt ujikaji antara adwords n fb ads. Rupa-rupanya customer yg dtg ramai dari adwords, selepas pause iklan satu-satu untuk lihat customer sbnrnya dtg dr ads yg mana. Sekarang sedang bt ujikaji antara adwords n bing ads pula..harap tahun ini dpt tgk hasilnya..

Iya, FB ads memang mahal, udah gitu pengunjung mudah teralihkan kalau pakai iklan Facebook ini.

Bing Ads sepertinya masih kalah sama Adwords, karena Yahoo Search Engine kalah segala2nya dibanding Google. Tapi selamat mencoba pak, kabari kita hasil uji kajinya.


EmoticonEmoticon