Minggu, 10 April 2016

Impersonation Checkpoint, Cara Facebook Melacak Duplikasi Akun

Perbuatan menduplikasi akun Facebook memang kerap dilakukan. Motifnya macam-macam, ada yang motif penipuan, motif iseng-iseng, ada juga yang memang karena namanya sama. Motif penipuan yang paling sering terjadi. Motifnya biasanya meminjam uang, lalu dikirimkan ke rekening tertentu dan kerugian materil terjadi. Jika iseng-iseng biasanya menimpa akun selebriti, yang memang pelakunya berupaya mengambil manfaat dengan cara jual-beli like, iklan, dan lain sebagainya. Nah, yang agak susah jika nama aslinya benar-benar sama.

Impersonation Checkpoint, Cara Facebook Melacak Duplikasi Akun

Impersonation Checkpoint merupakan cara yang ditempuh oleh Facebook untuk mendeteksi secara otomatis apabila ada akun yang meniru akun kita. Facebook bakal memberitahu akun yang diduplikat secara otomatis. Awal tahun 2016, ada banyak sekali peringatan dari Facebook yang menimpa beberapa friends list di Facebook saya. Misalnya akun Toko Buku Buruh Membaca, yang diberi peringatan dan berganti ke nama pengurusnya. Dan beberapa nama lain yang beralih wujud ke nama aslinya. Ini sebagai bentuk peningkatan keamanan yang dilakukan oleh Facebook. Sekaligus sebagai wujud dari langkah Facebook agar meminimalisir akun-akun yang duplikat.

Fitur ini sebenarnya sudah diujicoba sejak November 2015, namun dalam jangkauan yang terbatas. Wajar karena saat itu hanya uji coba saja. Sementara hingga saat ini, sebagaimana dilaporkan banyak media, Facebook telah menjangkau 75 % penggunanya di seluruh dunia untuk aplikasi Impersonation Checkpoint. Apakah di Indonesia fitur ini sudah berlaku? Hmm..sepertinya belum, soalnya sekitar dua minggu yang lalu, ada jaringan teman saya yang berhasil diduplikasi akunnya. Motifnya diduga penipuan, karena ia meminta pinjaman uang dan dikirimkan ke rekening yang bukan milik pemilik akun tersebut.

Facebook tidak merilis secara resmi wilayah mana saja yang sudah bisa menikmati fitur ini. Namun melihat ada beberapa duplikasi akun yang terjadi sepertinya Indonesia belum dicakup oleh Impersonation Checkpoint. Cuma dengan melihat proses yang berlangsung, seperti peringatan bagi beberapa pemilik akun yang diminta mengganti ke nama asli, maka tinggal menunggu waktu bagi kita untuk menikmati fitur keamanan milik Facebook ini.

Lalu tanpa Impersonation Checkpoint, bagaimana jika kita menemukan akun yang mirip dengan kita bahkan menduplikasi akun kita? Nah, meski akun tersebut tanpa disertai motif-motif jahat, kita bisa melaporkannya ke Facebook untuk mendapat ulasan. Langsung saja buka laman bantuan Facebook disini. Selain kita bisa melaporkan akun duplikasi, kita pun bakal mendapatkan informasi tentang pembuatnya. Mungkin identitas minimalnya adalah email dan nomor telepon. Di halaman bantuan tersebut pun kita bakal diberikan cara memulihkan dan mengamankan akun kita. Karena biasanya, akun duplikat bakal disertai aksi peretasan untuk menghindari klarifikasi dari pemilik akun yang asli.

Eh, tapi bagaimana jika ada dua atau lebih akun yang memang namanya benar-benar sama? Jawabannya ternyata tidak serumit ang dikira, karena Facebook tak cuma mendeteksi nama akun saja, tapi sekaligus juga foto, identitas yang disertakan, serta jaringan pertemanan. Meski namanya sama, tapi tak mungkin ketiga hal itu sama, bukan? Kalau memang sama, pastikan bahwa akun tersebut adalah akun duplikat. Tandai saja, tandai! Eh, maksudnya laporkan.

Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.


EmoticonEmoticon