Kamis, 14 April 2016

Mengapa Google Rewel Sekali Soal Job Review Blogger?

PERINGATAN GOOGLE ATAS JOB REVIEW BLOGGER

Setelah peringatan terhadap blogger yang me-review produk dirilis, Blogger memang menanti-nanti hukuman apa yang bakal diberikan atas artikel-artikel job review-nya. Sebagai penguasa jagat maya yang dimanifestasikan lewat mesin pencarinya, Google memang menjadi semacam pembuat aturan lalu lintas internet. Ini nggak bisa dibantah sama sekali. Lalu, hukuman seperti apakah yang diberikan Google?

Baca: Peringatan Google Bagi Blogger Yang Suka Mengulas Produk

Google Webmaster Trends Analys, John Mueller, dalam beberapa komentarnya di forum-forum internet menjelaskan bahwa hukuman yang bakal diberikan oleh Google adalah menganggap blog yang melanggar peringatan tersebut sebagai spam. Alhasil, blog yang dimaksud bakal terkena deindeks. Mengerikan? Nggak juga, jika sumber lalu lintas blog kamu berasal dari social media.

Untuk lebih lengkapnya, berikut salah satu komentar John Mueller:

In particular, if a post was made because of a free product (or free service, or just paid, etc.), then any links placed there because of that need to have a rel=nofollow attached to them. This includes links to the product itself, any sales pages (such as on Amazon), affiliate links, social media profiles, etc. that are associated with that post. Additionally, I imagine your readers would also appreciate it if those posts were labeled appropriately. It’s fine to keep these kinds of posts up, sometimes there’s a lot of useful information in them! However, the links in those posts specifically need to be modified so that they don’t pass PageRank (by using the rel=nofollow).

Once these links are cleaned up appropriately, feel free to submit a reconsideration request, so that the webspam team can double-check and remove the manual action.

Mengapa Google Rewel Sekali?

Iya, saya juga bertanya seperti itu. Mengapa kog Google rewel soal job review yang diterima blogger? Ada beberapa dugaan yang mampir ke kepala saya. Setidaknya, bisa jadi dugaan tersebut benar, bisa jadi pula saya keliru. Tapi setidaknya ada dugaan saya yang memang berasal dari pernyataan Google sendiri.

Pertama, Google menginginkan artikel yang berkualitas, alias konten yang baik dan bermanfaat. Maksudnya, konten tersebut benar-benar jujur dan mengungkapkan kenyataan apa adanya. Iya juga, sih, soalnya dalam job review tentu kita bakal mengulas yang baik-baik saja dari produk tersebut. Google tak menginginkan hal ini. Makanya kalau memang konten tersebut bersponsor, tinggal ditulis saja bahwa konten tersebut bersponsor, sehingga pembaca tahu apa yang sedang dibacanya bukanlah konten murni, tapi sudah menjadi semacam iklan.

Nah, ini tentu saja bermanfaat bagi Google untuk memperbaiki kualitas mesin pencarinya. Jadi ketika ada pengguna yang mencari konten di Google, si mesin pencari itu henya memberikan konten terbaik di halaman pertama pencariannya. Makanya untuk mencari Blogger yang tidak mengindahkan peringatan tersebut, Google bakal melakukannya secara manual. Iya, dilakukan secara manual oleh tim webspam Google.

Saya pun bertanya-tanya bagaimana dengan link produk yang telah diberikan link rel="dofollow" sebelumnya? Kalau nggak diganti, tentu bakal berimbas kepada blogger dan tautan produk tersebut. Eh, pada dua-duanya? Iya, pada blog milik blogger tersebut dan pada website milik perusahaan pemberi job review itu. Karena membeli tautan untuk mempengaruhi PageRank adalah tindakan pelanggaran dalam Panduan Webmaster Google.

Kedua, merupakan asumsi pribadi saya. Google mungkin berharap agar ekosistemnya tetap berjalan dengan baik. Maksudnya, kalau mau beriklan nggak usah langsung ke blogger, silakan ke Google AdWords. Nah nanti dari AdWords, Google bakal mendistribusikan ke blogger lewat Adsense. Ekosistem ini yang diharapkan oleh Google agar terus berlangsung dengan baik.

Tapi yang kedua ini hanya asumsi saya pribadi. Google tentu saja tak memperoleh pendapatannya hanya dari AdWords saja, tapi melihat kecilnya pendapatan yang didapat publisher Adsense akhir-akhir ini, terutama di Indonesia, boleh jadi ekosistem yang dimaksud tidak berjalan dengan baik. Artinya jumlah publisher mungkin tak sebanding dengan advertiser yang ada.

Apakah dengan kerewelan Google ini bakal membuat Blogger peduli? Bisa jadi tidak. Karena bisa jadi traffic yang diperoleh bukan dari mesin pencari Google saja. Ada banyak mesin pencari, juga ada social media yang bisa membantu Blogger mendapatkan traffic. Tapi berkenaan dengan Google yang masih merajai internet saat ini, saya jadi merasa was-was. Eh, selama panduannya diikuti, rasa was-was itu lama-lama hilang sendiri kog. Dan Google pun berisi manusia, dimana ketika blog kita terkena deindeks, dideteksi sebagai spam, dan sebagainya, ada klausul untuk mengajukan cek ulang.

Itu, saja, happy blogging.

Sumber: http://searchengineland.com/googles-manual-action-penalty-weekend-free-product-reviews-247122

Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.


EmoticonEmoticon