Selasa, 05 Juli 2016

Facebook Bakal Jadi Marketplace?

Facebook telah meluncurkan sistem pembayaran yang bisa dilakukan langsung lewat Facebook Messenger pada Maret kemarin. Sistem pembayaran ini memungkinkan pengguna Facebook untuk melakukan transfer uang hanya dengan mengetikkan jumlahnya di Messenger. Ya, mengirim uang hanya semudah mengirimkan pesan di Messenger. Dengan keberadaan Add Shop Section di Fanpage, bukan tidak mungkin dengan fitur ini Facebook bakal membuka diri untuk menjadi marketplace.

Saat ini Facebook memang sudah menjadi marketplace. Namun itu hanya imbas positif dari sifat jejaring sosial yang dibawa oleh Facebook saja. Jejaring sosial merupakan komunitas masyarakat yang berada di internet. Maka wajar ketika di dalamnya ada yang bertindak sebagai politisi, agamawan, maupun pedagang. Facebook hanya menyediakan lahan, dan semuanya bebas berekspresi sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ada.



Dengan adanya sistem transfer uang dengan mengetikkan angka di Facebook Messenger, Facebook sepertinya sedang menyiapkan infrastruktur untuk marketplace. Sempat ada Shopify yang melakukan integrasi dengan Facebook Fanpage untuk menggelar lapak. Namun kini Facebook sendiri yang mengambil alih dengan menyediakan Add Shop Section di Fanpage. Dan kini transfer uang lewat Messenger? Silakan tebak.


Jika Facebook membuat infrastruktur untuk kehadiran marketplace, maka boleh jadi marketplace yang dibangun adalah marketplace di internet yang paling besar di dunia ini karena beranggotakan 1,6 Milyar pengguna di seluruh dunia. Sementara di Indonesia saja ada 38 persen dari populasi seluruh penduduk, atau sekitar 95 juta orang, yang menggunakan internet. Mereka tahu dan mengenal Facebook. Bisa jadi mereka pun menjadi pengguna Facebook atau hanya sekedar tahu saja. Namun dari angka-angka itu, silakan bandingkan dengan jumlah pengguna marketplace yang ada di Indonesia saja.

Sepengetahuan saya, hampir semua yang kenal internet pasti punya akun Facebook. Namun tidak semua yang kenal internet dan menggunakan Facebook, punya akun di marketplace seperti Tokopedia dan lainnya. Ini berarti jika kelak Facebook menjadi marketplace, maka di Indonesia saja jejaring sosial milik Mark Zuckerberg ini bakal menjadi marketplace yang terbesar.

Oh iya, sebelumnya sudah paham apa itu marketplace, e-commerce, maupun online shop? FYI, marketplace adalah pasar yang mempertemukan antara berbagai macam penjual dengan pembeli secara daring, yang transaksinya ada yang diatur oleh marketplace tersebut, ada juga yang terjadi karena kesepakatan antara penjual dan pembelinya. E-commerce merupakan toko online yang menjual berbagai macam barang dari berbagai macam penjual namun dikelola oleh satu pihak, sementara sebutan online shop adalah e-commerce yang dikelola secara sederhana.

Kalau Facebook menjadi marketplace, apakah Tokopedia, Bukalapak, OLX, atau bahkan FJB Kaskus meski khawatir? Di berita manapun, tak ada yang khawatir dengan peluncuran fitur-fitur Facebook yang mirip-mirip dengan marketplace. Dan inilah alasan mengapa para pemain marketplace itu tak khawatir:

1. Facebook sebenarnya sudah menjadi marketplace, 'kan? Apakah selama itu omset marketplace seperti Tokopedia dan kawan-kawan menurun? Tidak. Bahkan cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Sekarang ditambah etalase (fitur Add Shop) dan fasilitas pembayaran, apakah bakal berpengaruh besar? Saya pikir tidak banyak pengaruhnya. Karena jika terjadi transaksi di Facebook, alih-alih mengirim uang ke Facebook lebih dulu untuk saldo, lebih baik dikirimkan langsung ke penjualnya lewat rekening bank. Jika pun memakai kartu kredit, berapa banyak dari pengguna internet di Indonesia yang punya kartu kredit?

Satu hal yang terdengar sangat menarik adalah, fitur penambahan pembayaran dari Facebook ini justru bisa dimanfaatkan oleh marketplace yang ada. Jadi ketika seseorang memiliki saldo yang lumayan di Facebook, entah untuk bayar Facebook Ads atau Game, dan tak bisa withdrawal, opsi pembayaran via Facebook Messenger jadi jalan keluar.

2. Algoritma Facebook tidak mendukung untuk terjadinya interaksi antar pengguna yang lebih besar. Ini kendala yang cukup susah dikendalikan oleh penjual yang komitmen berjualan di Facebook. Jika pun harus membuat Fanpage, berapa lama sampai laman tersebut tumbuh besar dan banyak yang follow (like)? Ditambah pula fitur pencarian atas barang tidak bisa spesifik layaknya marketplace dengan platform website. Sementara itu, di marketplace, contohnya Tokopedia, ada fitur berbayar agar barang yang dijual bisa ditempatkan di fitur Promote. Facebook memang ada, tapi biayanya jadi lebih mahal.

3. Fitur pembayaran lewat Facebook Messenger ini baru tersedia di Amerika Serikat saja. Sedangkan untuk penerapannya di Indonesia, belum ada kabar resmi. Dan ketika fitur ini diresmikan pada Maret kemarin di negeri Paman Sam, tak ada kekhawatiran akan persoalan penurunan laba dari marketplace di sana. Mereka menganggap bahwa Facebook (marketplace) hanyalah alternatif. Ya, namanya juga alternatif, hanya dilakukan ketika yang mainstream tidak lagi mendapat tempat.


Tapi jika anda adalah pegiat online shop, tak ada salahnya untuk bersiap diri. Karena dibanding harus membangun website untuk online shop anda, lebih baik membuat sendiri Fanpage untuk menggelar lapak. Karena saya yakin, membuat Fanpage jauh lebih mudah daripada membuat website, meski hanya blogspot gratisan.

Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.


EmoticonEmoticon