Jumat, 15 Juli 2016

Perjalanan Pulang Dibalik Foto-Foto Indramayu.asia

Sejauh apapun kita mengembara, maka perjalanan paling jauh adalah pulang. Semakin jauh kembara, maka rindu pun akan semakin menggebu. Tapi pernahkah engkau mengutarakan tanya kepada mereka yang tak pernah pergi. Apakah perjalanan terjauh mereka? Atau apakah mereka merasakan rindu yang sama menggebunya dengan mereka yang mengembara jauh? Dan kalau engkau bingung bertanya kepada siapa, boleh tanya kepada saya.

Sejak lahir, Indramayu adalah satu-satunya kota yang saya miliki. Tak ada kota kedua, tak ada kota muda, apalagi selingkuhan. Abaikan yang muda dan selingkuhan, nggak baik jika kita beri perhatian. Jadi, saya menjadi mereka yang tak pergi kemana-mana. Sekolah selama belasan tahun dihabiskan di kota penghasil mangga ini. Lepas sarjana, kerja pun di kota ini. Dapat istri pun asli orang sini. Segalanya disini, tak kesana tak pula kesitu. Jadi saya adalah mereka, yang tak pernah menempuh pulang, dan tak jua mengeram rindu. Tapi benarkah begitu?

Menjadi warga di kota dengan wilayah yang besar, namun berkategori kota kecil adalah tantangan tersendiri. Tak ada hiburan semacam bioskop disini. Layar tancap pun gulung tikar akibat masifnya piringan putar dan situs gratis pengunduh gambar hidup. Atau jika mau bermain-main air, di Indramayu cukup dipuaskan dengan pantai yang ukuran panjangnya lebih besar dari jalan tol Cikampek. Jika warga disini bosan dan butuh hiburan, maka kita bersyukur punya Kota Cirebon yang lebih diperhatikan oleh pebisnis. Maka perjalanan jauh yang saya miliki adalah membunuh kebosanan itu dan menguburnya dalam-dalam di timbunan kebanggaan akan kota sendiri.

City Blogging

Tapi sialnya, ketika Googling, ada banyak konten negatif yang terkait dengan Indramayu. Sebenarnya kota lain pun banyak, tapi sepertinya tak sebanyak kota di pantura ini. Ada banyak related search yang kadang buat minder. Ada begitu banyak suggested search yang bikin jengkel. Tapi apa boleh dikata, realitanya seperti itu. Dan perjalanan itu pun semakin jauh, karena sudah pun bosan ditambah juga dengan minder dan jengkel.

Maka, perjalanan jauh itu pun saya mulai. Saya ingin berkontribusi menghapus citra negatif ini. Pelan-pelan saya pun membuat blog Indramayu.asia. Sebuah pemilihan domain yang sedikit terpaksa, tapi demi masih memakai kata "Indramayu", apa boleh buat. Saya mulai mengumpulkan foto-foto jaman dulu, mengorek-ngorek pengetahuan tentang kuliner, budaya, tempat, tokoh, dan segala hal tentang kota ini. Namun hambatan besarnya memang ada pada foto, dimana ponsel yang saya gunakan tidak bagus-bagus amat. Ya, kameranya masih 1.3 MP. Kasihan sekali. Saya masih ingat waktu itu ada foto kue blengep dan cimplo yang saya temukan.

Blengep.
Cimplo.

Tapi ketika ada nuansa emosional yang muncul, maka sejelek apapun foto yang dihasilkan, ternyata responnya tetap baik. Engkau bisa bayangkan, bagaimana sosok kue cimplo yang sering teronggok di meja tanpa ada yang mau menyentuhnya kecuali tak ada makanan lain, tiba-tiba muncul di internet? Atau kue blengep yang dari namanya saja kesan kampungan dari makanan ini sungguh melegenda. Tapi ketika ada di internet, semua orang hype.

Ada banyak yang merespon bagus. Terutama mereka yang --ya itu tadi--, sedang mengembara jauh, yang sedang rindu menggebu. Ya, banyak dari mereka yang bahkan ketika orang tercintanya meninggal pun hanya bisa menangis lewat video call. Sedih 'kan? Maka blengep, cimplo, dan aneka makanan yang mungkin ketika di kampung pun tak juga mereka makan, bermetamorfosis menjadi kue lezat yang melantunkan senandung tentang rindu secantik Isyana.

Akhirnya, saya memang butuh ponsel yang berkamera bagus. Jika ditambah dengan performa gahar, tentu bakal lebih banyak bersyukur. Dan alhamdulillah, kebaikan senantiasa menemukan jalan. Setahun lalu, ada rejeki untuk membeli salah satu varian Asus Zenfone. Kameranya 8 MP, dengan kemampuan auto fokus yang aduhai. Ditambah RAM 2GB yang memungkinkan performa multitasking yang mumpuni. Tampilannya pun cukup lebar, yakni 5" dengan layar dibalut Gorilla Glass sehingga berkemampuan anti gores yang menakjubkan. Ah, sudahlah pokoknya top. Coba tengok hasil foto-fotonya:

Bakso bakar Kang Asep.

Kedai Indramayu Ethnic.

Kafe Bajri.

Es dawet dan tahu gejrot di depan alun-alun. 

Martabak KUMIIS.

Maka hari demi hari, telah banyak terkumpul foto-foto dari sudut-sudut Indramayu. Namun entah sengaja atau tidak, sepertinya saya lebih banyak mengumpulkan foto-foto tentang makanan dan tempat makan di banding seni, budaya, maupun landmark yang legendaris dari kota ini. Mohon maaf ya atas hal ini. Ke depan mudah-mudahan lebih banyak lagi foto-foto yang bisa saya kumpulkan dengan Asus Zenfone itu. Itu artinya saya harus lebih banyak makan-makan, eh jalan-jalan keliling kota Indramayu, dari ujung timur di perbatasan Cirebon, ujung selatan yang berbatasan dengan Sumedang dan Majalengka, hingga ujung barat di perbatasan dengan Subang.

Dan Indramayu.asia adalah perjalanan saya. Sebuah kembara yang saya lakukan. Dan setiap pengembaraan tentu membubuhkan rasa rindu dalam setiap jejaknya. Rindu akan sepinya konten negatif tentang kota ini. Rindu akan dikenalnya wisata kota ini. Dan rindu akan Asus Zenfone yang ada di give away-nya Mbak Uniek Kaswarganti. Hehe. Dan setiap perjalanan pasti menemukan titik akhir, yakni pulang. Dan itu entah kapan.

Tulisan ini diikutsertakan pada 'Giveaway Aku dan Kamera Ponsel by uniekkaswarganti.com'


Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.

10 comments

Dari kamera ponsel itu bisa menghasilkan sebuah poto makro yg juga ga kalah bagus sama yg pake DSLR. :D
cakep kameranya ^_^

Iya, fokus makronya baguz. Tapi ya gak nge bokeh se bagus DSLR pastinya. :)

Bagus nih kata kata pertama nya :) btw itu knpa ya namanya kue blengep ?

Dinamai blengep karena sekali lep mungkin :)

Terima kasih sudah ikutan GA Aku dan #KameraPonsel. Good luck.

Siap mbak, terima kasih udah ngadain event kece.

bener banget bang doel, senasib dengan diriku :D

lagi nyari kamera high resolusi juga nih buat motoin semua sudut indramayu..

Eh, kalo saya lagi nyari duitnya om, belum ketemu dari tahun kapan hehe
Btw, blognya bagus, om. Kalo mau, ini mah kalo mau, kalo ada yang mau diambil, boleh ambil dari blog Indramayu.asia, ya asal ada backlink-nya aja :)

oke sip bang doel, TOS nya ada di halaman /p/about-us.html
setiap foto yang ditayangkan selalu ada nama kontributor.

untuk pasang banner bisa pakai gambar ini: https://4.bp.blogspot.com/-yN8tmCc5iqU/V-C_0jA0ozI/AAAAAAAAAUk/2z3PfDj-7KYd-vMBqnGwTOJR3KhqTSaLgCLcB/s1600/bannerindramayutop.png

maaf saya mendahului, banner+link indramayu.asia sudah saya pasang di indramayu.top

Wah mantep om. Makasih. Nanti tek pasang ya.


EmoticonEmoticon