Sabtu, 30 Juli 2016

Tips Meluaskan Jangkauan pada Algoritma Baru Facebook

Algoritma Facebook berubah lagi tahun 2016 ini. Sebagaimana postingan di News Room-nya bulan lalu, Facebook dengan algoritma terbarunya ini bertujuan untuk 'menghadirkan news feed yang lebih baik'. News feed yang lebih baik yang dimaksud Facebook adalah yang mengunggulkan postingan dari orang-orang terdekat dan mengeliminir mereka yang jarang berinteraksi dengan kita. Artinya bakal ada begitu banyak informasi yang akan terbuang --meski itu penting-- dikarenakan algoritma ini.

Sebagai contoh, katakanlah kita punya teman 1500, ada berapa banyak yang bakal berinteraksi paling sering dengan kita? Facebook menghitungnya tak lebih dari 10 persen. Selain ini sebagai upaya Facebook mengurangi 'sampah' informasi, news feed kita pun bakal lebih 'dekat dan terhubung' karena hanya orang-orang yang kenal dengan kita saja yang berseliweran di beranda.


Saya pernah menyarankan agar setiap orang yang punya aktifitas jualan atau mempromokan sesuatu memakai fanpage Facebook. Ternyata setelah muncul algoritma ini, fanpage tidak berarti banyak. Ya, karena fanpage adalah salah satu hal yang paling terimbas dari keberadaan algoritma Facebook yang tak bernama ini. Sebulan ini, fanpage saya yang jumlah likers-nya ada ribuan, dengan pola posting yang sama, hanya mendapat jangkauan 10 persen saja dari jumlah penggemar tersebut. Perlu dicatat, hanya 10 persen. Akhirnya pertanyaan ini yang mesti dijawab: bagaimana menjangkau yang 90 persen lagi?

Facebook Ads

Mau berkilah sehalus apapun, algoritma Facebook ini menjadi alat Mark Zuckerberg mendulang pendapatan. Karena sebagaimana diketahui, pendapatan Facebook dari sektor iklan menunjukkan grafik penurunan pertumbuhan yang gradual sejak 2014 meski penerimaan dari sektor iklannya naik. Loh, maksudnya? Penerimaan iklan Facebook memang naik, tapi kebutuhan perusahaan juga bertambah sehingga mengakibatkan angka pertumbuhan menurun. Algoritma ini jawaban agar potensi pertumbuhan Facebook Ads semakin bersemi.


Silakan lihat di fanpage masing-masing, betapa banyaknya bertebaran tombol 'boost post' atau 'promosikan kiriman'. Atau biasanya juga berbunyi senada ini 'Kiriman ini berkinerja baik, pasang iklan dengan Rp.100.000 untuk menjangkau 10.000 - 20.000 orang'. Dan ketika merasa bahwa kirimannya hanya menjangkau sedikit orang, brand dengan budget besar pasti memilih membeli iklan tersebut.

Tapi bagaimana dengan fanpage yang hanya bermodal semangat untuk menginformasikan, atau pegiat online shop dengan budget minim?

Tetap Aktif dengan Akun Personal

Facebook memang berkata, algoritma ini akan berdampak secara variatif terhadap fanpage. Nah, hanya fanpage yang mendapat interaksi yang bagus dari penggemarnya saja yang bakal dimunculkan di news feed. Sekedar informasi, interaksi di Facebook yang dimaksud adalah komentar, like, dan share. Tapi apakah berarti Facebook menyuburkan praktik spamming seperti 'klik like, share, dan ketik amiin biar masuk surga'? Ya begitulah. Makanya banyak sekali konten-konten semacam itu muncul di beranda kita, apabila jaringan teman kita ikut berinteraksi dengan akun penyebar spam tersebut.

Untuk fanpage yang biasa-biasa saja, yang menjadi kepanjangan tangan dari web, blog, dan apapun yang berupaya mendulang traffic dari Facebook memang sedang waktunya gigit jari. Pasalnya, --karena permusuhan Facebook dengan Google-- Facebook telah mengeliminir konten di luar Facebook untuk tampil secara maksimal di news feed. Tak peduli berapa banyak penggemarnya. Ya, kecuali interaksi dengan penggemar dari share content tersebut bagus.

Untuk itulah, ada baiknya kembali memfungsikan akun personal sebagaimana mestinya: memberi like, berkomentar, dan share content. Saya sudah mencontohkan terhadap fanpage saya yang baru, yang jumlah like-nya hanya 11 biji. Postingan fanpage ini setelah saya share, jumlah jangkauannya bisa mendapatkan 200-an jangkauan. Jauh lebih banyak dibanding jumlah penggemarnya. Jumlah itu bakal bertambah apabila bukan hanya akun personal saya yang melakukan share.

Kiriman ini dibagikan 1 kali, namun menjangkau 204 orang. Sementara jumlah like hanya 11 orang.

Fanpage memang mesti dipertahankan, dengan alasan itu merupakan perwakilan brand kita, tapi mesti dibantu juga dengan akun personal. Kalau mau lebih banyak jangkauan, ya kita mesti juga membuat akun lain dengan jaringan teman yang berbeda. Tapi apakah itu menjamin traffic meningkat atau ada konversi terhadap jualan kita? Jangkauan meningkat, iya, tapi untuk konversi saya kira belum tentu. Karena semakin kenal seseorang dengan kita, tingkat kepercayaan pun semakin baik. Kecuali, untuk publisher, konten kita unik dan mengundang orang untuk meng-klik-nya.

Diluar rejeki yang telah diatur oleh Tuhan, menyikapi perubahan algoritma Facebook ini memang mesti arif. Artinya, kita pun tak ikut-ikutan menyebar spam meski kita pun butuh interaksi yang jauh lebih banyak dari sebelumnya. Percayalah, menyebar spam, memang akan mendulang banyak jangkauan, tapi alih-alih berpotensi berkembang, justru akan menjatuhkan kita di masa depan.

Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.

2 comments

Setuju banget sama kalimat penutupnya bg. Soalnya penggunaan Fb Ads emang bakalan menaikkan visit/day, tapi kenyataan temen-temenku merasakan cukup kecewa bahwa statistiknya hanya bertahan selama masa iklan belum habis. Jika sudah, seperti terjadinya terjun bebas yang luar biasa.

Suka bingung sih, lebih penting mana antara interaksi dan jangkauan. Tapi, menurutku yg masih belajar ini, kesetiaan adalah poin paling dicari dan berusaha membuat kesan terbaik untuk setiap pembaca yang mampir..

Btw, makasih sharingnya bg.

Interaksi dan jangkauan sekarang jadi penting, mas. Adanya interaksi ternyata meluaskan jangkauan dari posting fanpage kita.

Nah, kalau interaksinya positif, menurut pengalaman para teman-teman yang sudah makan asam garam FB marketing, loyalti terhadap brand kita akan terbangun lewat fanpage itu. Begitu kira-kira.

Terima kasih sudah mampir.


EmoticonEmoticon