Selasa, 26 Juli 2016

Pelajaran Dari Kecilnya Harga Yahoo

Yahoo telah dibeli oleh Verizon dengan harga $4.83 Milyar atau sekitar Rp.65 Trilyun. Kesepakatan ini telah terjalin kemarin (25/7), dan membuat Yahoo menjadi bagian dari perusahaan telekomunikasi tersebut. Namun harga yang fantastis tersebut justru terbilang kecil untuk untuk ukuran akuisisi perusahaan di bidang teknologi. Linkedin contohnya, mereka membukukan pembelian $26.2 Milyar ketika Microsoft tertarik untuk meminangnya. Jauh diatas harga yang ditawarkan oleh Verizon atas Yahoo. Tapi apakah ini memang sebanding?

Yahoo pernah jaya, namun hanya pada masanya. Sekitar tahun 2000-an, perusahaan yang didirikan oleh Jerry Yang dan David Filo ini bernilai $125 Milyar. Bahkan ketika Microsoft berniat meminangnya dengan harga $44 Milyar pada 2008, Yahoo menolak. Kini kita tahu harga terakhir yang dimiliki oleh perusahaan yang bermarkas di Sunnyvale, California, AS ini. Ada beberapa hal mengapa harga Yahoo cenderung menurun.


Yahoo memang pernah berjaya, karena pada masa itu web portal dengan segala macam tautan yang menyertainya masih diperlukan. Beragam konten diberikan oleh Yahoo dengan jajaran tautan yang dibenamkan di halaman utamanya. Tapi peluncuran iPhone pada 2007 mengubah segalanya. Orang-orang ternyata lebih memilih membuka aplikasi yang fokus dengan kontennya masing-masing di ponsel mobile, bukan di desktop. Disamping itu, hegemoni Google sebagai mesin pencari dengan algoritmanya yang canggih telah jauh mengungguli Yahoo. Sekarang, siapa yang masih mencari informasi lewat mesin pecari milik Yahoo?

Yahoo mencoba mengikuti perkembangan jaman dengan membeli Snip.it, Flickr, Tumblr, dan Hulu. Namun keempat aplikasi berbasis web yang mencerminkan keingingan Yahoo bergerak di media sosial, konten foto, blog, dan video tersebut tak juga meraja. Ya, karena setiap bidang tersebut punya rajanya masing-masing. Siapa yang bisa menundukkan hegemoni Facebook, Blogger dan Wordpress, serta Youtube? Mungkin Flickr dan Tumblr yang masih bisa bersaing. Tapi dengan pembelian selanjutnya, yakni pembelian situs di bidang travel Jepang, Ikyu, pada tahun 2015 Yahoo cenderung mengikuti tren saja. Dan itu pun terkesan terlambat.

Kini banyak perusahaan teknologi yang membeli teknologi maupun perusahaan lain demi mengembangkan layanannya. Seperti Google yang membeli 'kecerdasan buatan' milik DeepMind, juga Facebook yang membeli Oculus untuk memantapkan teknologi Virtual Reality dan Augmented Reality-nya. Uber juga telah mencoba taksi yang menyetir sendiri, disamping Amazon memberikan Echo untuk mengembangkan layanannya. Nah, terlihat betapa ketinggalannya posisi Yahoo.

Yahoo terkesan kalah bersaing di industri mobile. Karena kita tahu, mayoritas pengguna internet mengakses dunia maya lewat smartphone-nya masing-masing. Alih-alih memberikan layanan yang mudah bagi pengguna mobile, Yahoo terseok-seok di belantara persaingan tersebut. Yahoo telah kalah sekalah-kalahnya dalam bidang ini. Ia tak mampu bangkit sebenarnya, meski Marissa Mayer eks Google menjadi CEO-nya sejak 2012. Untunglah Verizon telah datang dan mendatangkan sedikit angin segar bagi Yahoo.

Inilah penghasilan bersih Yahoo sejak 2000.

Nilai Yahoo di Mata Verizon

Lantas apa yang dibeli Verizon dari Yahoo? Konon kabarnya ketertarikan Verizon terhadap Yahoo adalah jaringan iklan yang dimilikinya. Jaringan yang kelak bakal dioptimasi oleh Verizon. Ini berarti pelanggan Verizon akan 'menikmati' iklan-iklan yang berasal dari jejaring periklanan milik Yahoo. Disamping itu, ini juga menambah nilai tawar Yahoo di mata para pengiklan. Pun sebagaimana diketahui, Verizon telah membeli AOL dengan harga yang hampir sama, yakni $4.4 Milyar. Kelak Yahoo akan digabungkan dengan AOL yang telah mapan dengan bisnis kontennya.

Jadi Verizon sebagai raksasa telekomunikasi telah melebarkan sayap ke industri periklanan dan konten dengan modal hampir $9 Milyar. Apakah modal sebesar ini bakal sepadan dengan penghasilan yang didapat? Mungkin. Jika melihat penghasilan AOL pada 2014, modal itu mungkin bakal kembali. Karena AOL pernah mendapat keuntungan sebesar $5.62 Milyar pada tahun 2014. Keuntungan AOL didapatkan dari layanann portal medianya seperti The Huffington Post, TechCrunch, Endgadget dan lain-lain.

Tapi tak ada yang akan mengalami nasib buruk selamanya, juga tak ada yang akan mengalami kejayaan sepanjang hidupnya. Roda terus berputar, dan nasib akan terus dipergilirkan oleh Tuhan. Kesalahan-kesalahan apa yang telah diperbuat sehingga Yahoo mengalami nasib buruk dari perusahaan teknologi kelas wahid menjadi perusahaan yang dikangkangi oleh portal yang dimulai dari asrama mahasiswa, biar menjadi sejarah. Namun catatan sejarah itu akan dibaca oleh generasi masa depan dan dicari lewat Google, di sebarkan melalui Twitter dan Facebook, tetap bukan melalui Yahoo.

Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.

4 comments

Memang mas dulu Yahoo bisa dibilang raja dalam banyak hal salah satunya email.... dulu waktu masih mengeyam bangku sekolah, belajar buat email menggunakan yahoo, search engine juga yahoo...pusat berita juga yahoo... ya memang inilah dunia adakalanya diatas dan suatu saat akan jatuh juga . :D

Begitulah roda kehidupan kadang dibawah dan diatas, mungkin juga karena kesombongan ya, merasa hebat, pdhal di dunia ini tdk ada yg sempurna, makanya saling menyempurnakan. Krn itulah perlu adanya generasi penerus yg mampu mengembangkan teknologi, dan bekerja tersistem.
Kini tersedia Jam digital masjid, teknologi jadwal sholat otomatis, info lengkap produk di www.jamdigitalmasjidjogja.blogspot.com

Begitulah roda kehidupan kadang dibawah dan diatas, mungkin juga karena kesombongan ya, merasa hebat, pdhal di dunia ini tdk ada yg sempurna, makanya saling menyempurnakan. Krn itulah perlu adanya generasi penerus yg mampu mengembangkan teknologi, dan bekerja tersistem.
Kini tersedia Jam digital masjid, teknologi jadwal sholat otomatis, info lengkap produk di www.jamdigitalmasjidjogja.blogspot.com


EmoticonEmoticon