Sabtu, 13 Agustus 2016

Empat Alasan Orang Menyebarkan Hoax

Hoax merupakan kebohongan yang sengaja dibuat untuk disamarkan sebagai kebenaran. Setidaknya itulah makna hoax yang ditafsirkan oleh situs Wikipedia. Sementara itu jika mengambil makna dari Cambridge Dictionary, maka hoax bisa berarti dua hal, bisa kata benda dan kata kerja. Jika kata benda, maka hoax berarti sebuah rencana untuk mengelabui seseorang. Dan jika hoax adalah kata kerja, maka maksudnya adalah untuk menipu seseorang.

Menurut ahli bahasa Inggris, Robert Nares (1753-1829) hoax berasal dari kata hocus yang berarti 'to cheat' alias menipu. Bahkan hocus sendiri merupakan kependekan dari mantra sihir hocus pocus, yang tenar pada abad pertengahan. Istilah hoax jika ditelusuri memang segelap artinya. hoax memiliki akar yang panjang seiring dengan cakupan akibatnya yang cukup buruk pada publik luas. Dan di jaman dimana informasi tersebar dengan begitu mudahnya, hoax pun dengan begitu mudah tersebar.

Empat Alasan Orang Menyebar Hoax


Lalu mengapa orang-orang sering sekali menyebarkan berita, informasi, rumor, atau apapun saja yang mengandung hoax? Mari kita telusuri alasannya.

1. Reaktif

Bagi orang-orang yang reaktif, apapun memang bisa jadi buruk. Mereka gampang tersulut emosinya tanpa memikirkan akibat yang akan didapat dari perbuatan reaktifnya tersebut. Ketika mendapati informasi hoax, maka orang-orang reaktif ini muncul dalam beberapa reaksi, yakni bisa jadi mereka memang panik, bisa jadi pula mereka ingin tampil serba tahu. Alhasil, kecanggihan media sosial yang hanya membutuhkan tombol share untuk menyebarkan hoax itu menjadi jalan paling cepat untuk membuktikan bahwa ada begitu banyak orang yang reaktif di dunia ini. Dan akibatnya tentu saja hoax itu tersebar dengan begitu cepat.

Reaktif biasanya terjadi ketika hoax itu bersinggungan dengan isu-isu SARA. Hal semacam ini terjadi lebih masif di negeri ini setelah Indonesia terbelah menjadi dua kubu pendukung Pilpres. hoax yang tersebar seringkali bersinggungan dengan ras dan agama. Misalnya hoax tentang Jokowi yang beragama Kristen, padahal yang bersangkutan baru saja pulang umroh. Atau hoax yang terakhir soal atlit judo Mesir yang enggan bertanding dengan pejudo Israel.

Empat Alasan Orang Menyebar Hoax
Bukan tidak bertanding, tapi atlet Mesir ini sempat bertanding
tapi kalah.


2. Tidak tahu

Tidak tahu memang menjadi alasan yang masuk akal bagi kesalahan seseorang. Jika seseorang mengaku tidak tahu bahwa informasi yang dibagikannya adalah hoax, memang masih bisa dimaklumi. Tidak tahu tentu berbeda dengan reaktif. Reaktif lebih pada soal cara menanggapi informasi, sementara tidak tahu adalah berbicara tentang kapasitas pengetahuan yang dimiliki. Untuk alasan ini, seseorang bisa dengan mudah insaf dari jalan penyebar hoax, asal ia mau mencari tahu kebenarannya.

Untuk contohnya, mungkin pisang yang bervirus HIV menjadi salah satu contoh yang pas. Karena seseorang tak paham tentang isu kesehatan terutama berkenaan dengan virus, maka pisang yang berdaging merah di tengah ini diisukan telah disuntik dengan virus HIV. Sontak hoax ini banyak disebarkan oleh orang-orang yang tidak tahu. Jika mengatakan mereka reaktif sebenarnya kurang tepat, tapi lebih kepada peduli pada sesama agar jangan tertular virus HIV. Padahal isu pisang ini hoax.

Empat Alasan Orang Menyebar Hoax
Hoax pisang yang terinfeksi virus HIV.


3. Malas mencari tahu

Ini sebenarnya kelanjutan dari tidak tahu. Saat ini sudah tersedia Google yang banyak membantu kita mencari tahu segala macam informasi. Jika sekali waktu seseorang tidak tahu bahwa apa yang disebarnya merupakan hoax, itu bisa dimaklumi. Namun untuk kedua kali ia melakukan hal yang sama, bisa jadi ia reaktif. Tapi ketika ia merasa senang dengan ketidaktahuannya, ia bukanlah reaktif, tapi memang malas mencari tahu.

Hanya bermaksud membagikan informasi tanpa melakukan klarifikasi memang membuat orang-orang semacam ini bisa disebut bebal. Ia begitu polos, namun di sisi lain kepolosannya membuatnya menjadi bodoh. Sudah tahu ia pernah terjerumus dalam lubang hoax, pun kedua kalinya ia jatuh pada lubang yang sama.

Ini saya temukan dalam hoax undian di beberapa halaman Facebook. Ya, saya sebut beberapa karena kejadiannya tak hanya sekali saja. Awal mula saya tahu motif untuk menaikkan angka LIKE dan SHARE sebuah fanpage ini ketika sebuah fanpage yang mengatasnamakan Ford Indonesia. Kemudian menyusul pula Toyota Sienta, lalu iPhone 6, dan terakhir motor Honda CBR 250 RR. Menggiurkan memang, karena hanya bermodal LIKE dan SHARE, seseorang punya kesempatan mendapatkan barang-barang tersebut. Sementara pemilik fanpage mendapatkan LIKE melimpah secara instan.

Empat Alasan Orang Menyebar Hoax
Hoax undian palsu mengatasnamakan Astra Honda Motor.

Padahal jika saja mencari tahu bahwa halaman fanpage tersebut palsu, maka seseorang tak turut serta menyebarkan informasi yang menyesatkan itu. Cari tahunya 'kan gampang, karena masing-masing brand besar punya fanpage resmi yang biasanya bercentang biru atau verified, baik di Facebook maupun Twitter. Apalagi Apple, mereka tidak punya akun resmi di Indonesia.

4. Iseng dan jahil

Kalau sudah pada taraf iseng dan jahil, kita mesti mengenyahkan pemberian maaf. Karena orang-orang yang iseng dan jahil dalam perbuatannya menyebarkan hoax, tentu sudah melewati tahap reaktif, tidak tahu, dan malas untuk mencari tahu. Mereka tentu saja tidak reaktif, tahu, dan paham sekali bahwa itu hoax, tapi karena ingin di-like, daya jangkau halaman Facebook-nya banyak, atau hanya ingin terkenal, maka menyebarkan informasi yang hoax menjadi jalan pintas.

Ada pula para pembuat situs yang memang kerjanya banyak memposting hal-hal yang berjudul bombastis, dan salah satunya hoax. Jika banyak yang mengklarifikasi, bahkan mencemooh, mereka tinggal menghapusnya dari data base postingan. Seolah-olah mereka sudah lepas dari dosa menyebarkan informasi palsu, padahal efek dari hoax itu sangat berbahaya. hoax isu SARA misalnya, akan membuat orang yang tidak tahu bakal memendam kebencian yang cukup lama. Benci terhadap sesuatu akibat informasi yang keliru, harus menyalahkan siapa, jika bukan menyalahkan pembuat berita hoax?

Ada alasan lain mengapa orang-orang suka menyebarkan hoax? Sebenarnya ada alasan lain, yakni menyebarkan hoax untuk tujuan mengeruhkan suasana. Ini dilakukan biasanya oleh agen spionase, propagandis, atau sebangsanya, yang bertujuan untuk melancarkan misinya.

Jadi daripada dituduh yang macam-macam, atau terlihat bodoh, lebih baik berhenti menyebarkan sesuatu yang kita tak tahu jelas kebenarannya.

Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.

1 comments so far

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.


EmoticonEmoticon