Sabtu, 20 Agustus 2016

Inilah Yang Harus Diperhatikan Ketika Beli Gadget Refurbish

Membeli gadget refurbish memang bisa menolong dompet dari kehilangan banyak budget. Ini pilihan yang cerdas, tentu saja. Tapi alih-alih menolong pendanaan, membeli gadget refurbish jadi semacam berjudi, yang kita tak akan tahu apakah bakal menang atau kalah. Ya, kita tak tahu apakah barang yang akan kita beli bakal memberikan keuntungan atau malah merugikan kita nantinya.

Eh, ngomong-ngomong, sebelum berlanjut ke paragraf selanjutnya, sudah pada tahu refurbish 'kan ya? Nah, refurbish ini sebenarnya barang kembalian dari toko kepada vendor karena beberapa alasan. Alasan yang paling sering terjadi ya tidak berjalan normal. Oleh vendor barang ini diperbaiki dan dikirimkan kembali ke toko untuk dijual. Ada beberapa toko yang nakal mungkin bilangnya barang refurbish ini barang baru. Padahal garansi resminya tidak ada.

Inilah Yang Harus Diperhatikan Ketika Beli Gadget Refurbish

Dan jangan tertukar pula dengan istilah rekondisi. Memang agak mirip-mirip sih. Refurbish sebenarnya adalah rekondisi juga, tapi dikerjakan oleh vendor yang resmi. Jadi barangnya tetap baru dan rekam jejaknya biasanya bisa dilacak. Sementara kalau rekondisi lebih mengarah ke servis gadget yang tidak resmi terhadap barang-barang bekas pakai. Paham bedanya, ya.

Kondisi Terkini

Gadget refurbish memiliki banyak kemungkinan ketika pasca produksinya. Bisa jadi hardware-nya bermasalah, casing-nya rusak, atau kesalahan produksi lain. Sehingga menyebabkan gadget refurbish tadi memiliki kemungkinan yang bermacam-macam juga. Tapi yang perlu dicatat, gadget refurbish memang belum pernah ada yang memakainya, kecuali oleh para teknisi untuk sekedar melakukan tes. Tapi bagaimanapun, barang refurbish adalah barang rekondisi juga. Artinya kita sudah tahu bahwa barang tersebut pernah rusak. Sekali lagi, barang itu pernah rusak. Tapi bagaimanakah kondisinya sekarang?

Jika membeli barang refurbish secara langsung, alias offline, kita memang bisa melihat-lihat kondisi barang yang sebenarnya. Tapi bagaimana jika gadget yang ingin kita beli hanya tersedia via online? Maka penting bagi pembeli untuk mengenali sistem dan rekam jejak toko online itu. Apakah pengurusan garansinya mudah? Apakah pengembalian barangnya bisa dilakukan jika barang yang diterima tidak sesuai dengan pesanan? Jika tidak, tahan dulu keinginan kita untuk memiliki gadget refurbish.

Kenali Teknisi dan Garansinya

Ya kali, nggak perlu minta nomor hape dan akun Facebook sama teknisinya. Kita cukup tahu dari mana pihak yang membetulkan gadget yang akan kita beli ini. Lebih baik kalau yang membetulkannya adalah vendornya sendiri. Namun jika pihak ketiga yang ditunjuk untuk me-refurbish gadget tersebut, pastikan juga ada sistem garansi yang bisa diklaim dengan baik. Garansi standar biasanya 14 hari sejak barang itu diterima. Maka cobalah gadget selama jangka waktu garansi itu, dan pastikan bahwa seluk-beluk barang itu telah dicoba semuanya.

Mengetahui kebijakan garansi itu penting untuk ketenangan kita dalam membeli gadget refurbish. Semakin panjang garansi yang diberikan sebenarnya semakin bagus untuk kualitas teknisi yang bersangkutan. Tapi boleh jadi ketika garansi yang diberikan adalah enam bulan, misalnya, maka gadget itu memang hanya bisa bertahan selama enam bulan. Jadi teliti terhadap barang, teknisi, dan garansinya sangat penting untuk menentukan apakah kelak gadget yang kita miliki mampu membuat kita hemat, atau justru malah menguras dompet.

Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.

6 comments

Saya baru tahu gadget atau barang refurbish itu seperti apa, pasti sebagian juga ada toko yang nakal yang menyebut barang tersebut baru padahal refurbish. kita harus lebih teliti dan pintar agar tidak tertipu dengan hal semacam itu :)

wah saya bru tau yg ginian mas. istilahnya yg bkin gak tau artinya sih, hehe.
klo gtu, mantan bekas pun bisa refurbish/rekondisi ya mas :D hahaha

Belinya di tempat yg terpercaya aja. Kalo gak gitu, kita gambling

Hehehe iya, mantannya di refurbish aja, siapa tau lebih baikan, trus jadian lagi, trus ah sudahlah :D

Gadget refurbish? saya baru tau setelah baca artikel ini..
saya si bukan orang yang gonta ganti hape ya, karena kondisi keuangan, hehe

apakah refurbish ini sama dengan hape hape yang dijual yang biasa orang orang sebut rekondisi?
karena ada teman yang jual dan harganya jauh lebih murah dari yang dijual di toko gadget, ketika di tanya apakah original, katanya original tetapi rekondisi. #bingungg...

Bedanya sih antara resmi dan nggak resmi aja. Kalo refurbish mah resmi, barang retur dari toko itu bakal diperbaiki oleh vendor dan dijual lagi tanpa garansi pabrik, tapi garansi refurbish.

Sementara rekondisi dikerjakan oleh pihak ketiga yang nggak resmi. Artinya bisa jadi suku cadang dll yang dipakai tidak sama lagi dgn pabrikan. Atau bisa jadi hardware yg tadinya baru malah diganti dgn yg lama. Rekondisi agak susah utk dipercaya hehe


EmoticonEmoticon