Jumat, 02 September 2016

Google Hilangkan Label Mobile Friendly di Pencarian

Jika kita mencari kata kunci di Google, lalu situs kita kemudian muncul tapi tak ada label mobile friendly di bawahnya, jangan panik. Google memang telah menghilangkan label mobile friendly dari mesin pencarinya. Sehingga setiap situs yang muncul di hasil pencarian, meski situs tersebut punya laman yang mobile friendly, label tersebut tetap tidak muncul. Pada pekan ketiga bulan Agustus 2016, Google secara resmi mengubah algoritma mobile friendly ini. Dan pada pekan inilah imbasnya baru dirasakan.


Penghapusan ini bukan berarti algoritma mobile friendly atau yang disebut sebagai mobilegeddon telah hilang dari mesin pencari Google. Perusahaan yang berbasis di Palo Alto ini hanya menghapus labelnya saja, dan tetap mempertahankan algoritma mobile friendly-nya. Buat yang belum tahu, algoritma ini bakal mengunggulkan situs yang memiliki tampilan mobile friendly, terlebih ketika diakses di smartphone.

Lalu, mengapa Google menghapusnya? Dalam keterangan yang saya kutip di berbagai media, Google bilang kalau 85% situs yang beredar di mesin pencariannya merupakan situs yang mobile friendly. Jadi Google tak lagi memerlukan label tersebut untuk menandakan mana yang mobile friendly dan mana yang tidak. Sama halnya soal makanan, yang kita butuhkan adalah sertifikat haram, karena yang halal begitu banyak di sekitar kita.

Bagaimana dengan situs anda?

Pertanyaan itu kemudian mengemuka sebagai refleksi. Sudah mobile friendly-kah situs kita? Untuk mengetahuinya, mari kita cek bersama-sama di https://www.google.com/webmasters/tools/mobile-friendly dan untuk menguji apakah ada kesalahan perayapan laman seluler, silakan rujuk kesini https://www.google.com/webmasters/tools/mobile-usability dan pilih situs yang anda punya.

Kenapa mesti repot-repot untuk mengetahui apakah situs kita sudah mobile friendly atau tidak? Perlu diketahui bahwa elemen SEO saat ini bukan lagi soal permainan kata kunci di artikel, meski itu pun masih ada pengaruhnya hingga saat ini. Tapi kecepatan loading situs pun menentukan kemunculan situs kita di halaman pencarian Google. Maka itulah mengapa Google meluncurkan algoritma Mobilegeddon sejak November 2014 silam. Lalu, bagaimana menyiasati agar situs kita tetap ringan untuk diakses?

1. Template

Kita bersyukur para pembuat template saat ini sudah memperhatikan soal fleksibiltas akses situs di perangkat apapun. Artinya jika sudah begini, maka setiap situs yang memiliki template mobile friendly, maka kesempatan untuk muncul di mesin pencari, terutama Google, bakal lebih terbuka. Saran saya juga, gunakan template yang premium agar kecepatan loading situs bisa lebih maksimal. Percayalah, selalu ada perbedaan loading antara template free, dengan template premium.

2. Gambar

Kecuali media sosial yang secara otomatis mengecilkan ukuran gambar, Blogger, Wordpress maupun penyedia situs secara umum akan tetap mempertahankan ukuran gambar sesuai dengan aslinya. Jika yang kita unggah adalah gambar yang lumayan besar, misalnya memiliki ukuran 1 MB, maka jika ditambah artikel, halaman tersebut setidaknya punya ukuran 1,5 MB. Berat, bukan? Maka pastikan bahwa ukuran gambar yang kita unggah memiliki ukuran kurang dari 80 kb. Resikonya memang pecah pikselnya. Tapi jika kita bukan situs penyedia hasil fotografi, maka piksel yang sedikit pecah tak usah dirisaukan.

3. Hindari pemakaian konten pihak ketiga

Pemakaian widget yang berasal dari luar, alias pihak ketiga, sangat bisa memperlambat loading situs. Pasalnya untuk 'memanggil' penyedia konten tersebut dan tampil di situs kita pasti membutuhkan waktu. Sehingga loading situs kita pun terpengaruh. Apakah iklan dari pihak ketiga pun berpengaruh? Pasti. Bahkan bagi situs yang memakai hosting Google, alias blogspot, dan mempunyai Adsense di situsnya, loadingnya bakal terpengaruh.

4. Manfaatkan AMP dan Instant Article

Ini kerjanya website developer. AMP alias Accelerated Mobile Pages merupakan aplikasi yang dimiliki oleh Google untuk mempercepat loading situs. Jadi sebuah situs pun bisa mempunyai dua jenis cara akses, cara bisa dan cara AMP. Begitu pun dengan Instant Articles. Bedanya, IA dimiliki oleh Facebook, dan hanya bisa diakses di aplikasi Facebook di smartphone. Keduanya bekerja pada tipe yang sama, yakni untuk meringankan loading sebuah situs. Dan keduanya memang sangat efektif untuk meringankan loading situs. Untuk lebih mengetahui AMP bisa kesini: https://www.ampproject.org/, dan untuk tahu lebih jauh mengenai Instant Article, bisa kesini: https://instantarticles.fb.com/.

Lalu, mengapa setelah seluruh upaya agar situs saya lebih enteng untuk diakses, ternyata selama beberapa menit tak jua bisa dibuka? Coba cek barangkali kuotanya habis.

Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.

4 comments

Bro cara setting AMP untuk blogspot gimana ya? tlong djawab ya

Bukan cuma setting bro, ente kudu bikin template versi lain untuk akses situs ente dengan domain yg sama.

Wah pantesan saya browsing dalam beberapa hari terakhir tidak tampak lebel mobile friendly, dan akhirnya saya cari-cari informasinya akhirnya saya menemukan artikel ini ternyata simbah telah menghapus lebel tersebut ya. Thanks mas akhirnya rasa penasaran saya sudah terbayar dengan membaca artikel ini. Thank and gdluck mas Admin :)

Sama-sama mas. Sukses terus ya... :)


EmoticonEmoticon