Minggu, 11 September 2016

Google Larang Tautan Hidup di Widget Blog

Google kembali memberi peringatan. Lagi-lagi peringatannya soal tautan. Kali ini bukan lagi di badan artikel, tapi di widget, baik sidebar, header, maupun footer. Pokoknya widget, kata Google dalam blognya.

Pada bulan Maret 2016 kemarin, Google menghendaki agar sebuah situs tidak membubuhkan tautan do-follow pada badan artikel. Dan secara spesifik, Google memang merujuk pada blogger yang menerima job review dari sebuah brand. Dengan alasan agar pembaca artikel menerima ulasan jujur, Google memberikan kelonggaran agar artikel yang bersponsor memang selayaknya ditulis bersponsor. Sehingga pembaca bisa membedakan mana ulasan pribadi, dan mana ulasan yang dipesan.


Kali ini alasannya lain, meski masih soal tautan. Google menghendaki agar tautan yang berada di blog tidak dipasang secara 'paksa'. Karena banyak pemilik widget yang memasangi widget-nya dengan tautan balik miliknya. Google mencontohkan sebagai berikut:



Google bilang itu menyalahi aturan Google. Tim Google webspam bakal melakukan tindakan manual pada tautan yang tidak alami ini. Sekarang coba cek apakah ada peringatan buat kita di Webmaster. Jika ada, sebaiknya turuti saja daripada blog kita terdeteksi sebagai spam. Bahaya nggak kalau blog kita terdeteksi sebagai spam? Entahlah, kalau kamu menganggap bahwa Google bakal menghapus blog dari pencarian bahkan menghapusnya sama sekali itu tidak berbahaya, ya nggak usah diikuti apa kata Google ini.

Buat kita yang mau mematuhi ketentuan Google, dan terlanjur mendapatkan peringatan di Webmaster itu, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Hapus saja widget-nya, atau jika kita masih membutuhkan widget itu ada di blog, berikan rel="nofollow" kepada tautan itu. Hampir sama penyelesaiannya dengan kasus job review itu.

Maksud dari rel="nofollow" ini adalah kita memberi tahu robot perayap agar tidak merayapi tautan ini, sehingga tautan ini tidak terbaca sebagai tautan balik. Tautan balik yang alami bakal digunakan Google untuk menentukan peringkat sebuah situs dan sebagai bahan pertimbangan dalam menempatkan situs tersebut di halaman pencarian.

Maksudnya bagaimana sih ini?

Baiklah, kita fokus lagi. Coba cek dulu apakah ada tautan balik di widget dalam blog kita. Jika ada, coba dibongkar apakah bisa ditempatkan rel="nofollow" di dalamnya. Namun jika tidak, ya mending dihapus saja. Cari widget yang aman buat Google. Dan kalau melihat contoh yang dikemukakan oleh Google, widget itu menempatkan rich text alias keyword yang diberi tautan. Nah itu yang disebut tautan yang tidak alami. Jika widget yang kita punya memang memiliki tautan pembuatnya saja, misalnya Feedburner dengan umpan feed-nya, ya nggak apa-apa. Paham ya maksudnya.


Bagaimana dengan widget iklan yang mirip dengan iklan tautan Adsense? Seperti yang sering ditemukan pada iklan Infolinks. Nah, itu yang belum dijelaskan oleh Google dan saya tak berwenang untuk menjawabnya. Pada intinya, jika kita memasang iklan dengan rich text semacam Infolinks, Bidvertiser, Chitika dan non-Adsense lainnya, silakan cek secara berkala laman Webmaster-nya.

Nah, bagaimana dengan widget VivaLog yang dipasang oleh banyak blogger di Indonesia? Hmmm... rasanya kog nggak mirip seperti yang dituduhkan Google ya. Tapi ternyata, menurut banyak sumber, iframe bakal dibaca oleh Google sebagai Index, Follow. Jadi, kalau kita memasang widget VivaLog, itu berarti widget dofollow. Semoga saja kasusnya serupa Feedburner.

Jika ditemukan ada peringatan, ya apa boleh buat untuk segera mencopotnya. Namun jika tidak ada, just go on.

Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.

1 comments so far

If you're looking for an excellent contextual advertising network, I suggest that you check out Chitika.


EmoticonEmoticon