Sabtu, 17 September 2016

Samsung Galaxy Note 7 Meledak, Samsung Minta Maaf

Samsung Galaxy Note 7 memang sempat digadang-gadang menjadi flagship dari pabrikan asal Korea ini. Tapi alih-alih menjadi produk unggulan, Note 7 akhirnya gagal di pasaran. Produk ini meledak, dalam arti yang sebenarnya. Baterai Note 7 diduga menjadi biang kerok bagi petaka ini. Ada ratusan perangkat di seluruh dunia yang dilaporkan meledak saat di-charge, ada juga yang sedang dipegang dan meledak di tangan.


Menurut Samsung, ada 35 kasus di Amerika Serikat yang terlaporkan dari jumlah perangkat sebanyak 1 juta unit yang telah dipasarkan. Sementara itu, Samsung sudah memproduksi 2.5 juta unit untuk seluruh dunia. Angka kasus ini tak bisa ditoleransi, tersebab dari 1 juta unit, jika memang 'harus' ada yang meledak hanya 1 unit saja. Dan dengan jumlah unit yang telah diproduksi tersebut, setidaknya 3-5 buah saja yang semestinya memiliki kasus. Dan dengan jumlah yang telah dilaporkan, maka sudah sewajarnya Samsung segera menarik produk tersebut dan membuat program penukaran.


Menurut Donal Finegan, seorang ahli kimia dari University College London, sebagaimana dikutip oleh Forbes, mengungkapkan kegagalan baterai sebenarnya hal yang teramat jarang terjadi. Sebagaimana gawai yang lain, Note 7 memakai baterai dengan sel lithium-ion yang sanggup bekerja baik, tahan panas, dan awet dalam memberikan daya bagi perangkat. Namun apa yang terjadi pada Note 7 ini sejatinya disebabkan oleh kelebihan beban panas dari 'sistem manajemen baterai'. Jadi menurut Finegan, meledaknya Note 7 bukan karena baterainya.

Namun, apapun rasionalisasi dan argumentasi yang muncul, konsumen hanya tahu bahwa gawai nan canggih ini bisa berubah jadi petasan. Oleh karenanya,  Federal Aviation Administration (FAA) selaku badan pengendali penerbangan Amerika Serikat, dan juga Consumer Product Safety Commission (CPSC) selaku regulator keamanan produk di negara yang sama, melarang keberadaan Note 7 yang nyala. Dan untuk penerbangan, di Indonesia pun mengikuti kebijakan tersebut, untuk tidak membawa Note 7 di dalam bagasi pesawat. Menyedihkan memang.

Kerugian dan Permintaan Maaf Samsung

Berapa kerugian yang dialami oleh Samsung? Di situs Fortune, beberapa analis menyebut kerugian yang dialami oleh Samsung mendekati USD 5 Milyar atau setara dengan Rp.66 Trilyun. Namun untuk bab rugi ini, Samsung memilih bungkam dan melanjutkan kerjanya untuk menarik produk gagal tersebut. Meski bungkam, secara personal, Presiden Samsung Electronics America yang juga merangkap sebagai Chief Operating Officer, Tim Baxter, secara personal meminta maaf. Berikut videonya:



Secara singkat Tim Baxter meminta maaf dan meminta agar pemilik Samsung Galaxy Note 7 segera mematikan perangkatnya. Karena menurutnya, CPSC (lembaga konsumen Amerika) telah menyelidiki kejadian Note 7 ini dan memutuskan untuk melindungi konsumen. Pihaknya bakal mengganti secara bertahap perangkat yang sudah terlanjur berada di pasaran. Dan lebih dari sejuta perangkat Note 7 ada di pasaran Amerika. Apa berarti perangkat baru ini merupakan gadget refurbish? Bukan ya. Barang recall dan diganti yang baru bukan refurbish.

Menurut Baxter, perangkat baru yang akan menggantikan perangkat yang telah ditarik, telah diganti baterainya. Jadi Note 7 yang menggantikannya tidak bakal punya potensi untuk meledak. Aman, katanya dalam video itu. Dan untuk pemilik Note 7 yang belum menukarkan Note 7-nya, Baxter sambil memohon, matikan dan segera tukarkan pada outlet Samsung terdekat.

Dengan kejadian ini, nilai USD 5 Milyar mungkin tak menjadikan Samsung bangkrut. Sebabnya jelas, Samsung masih digdaya di pasaran sebagai pesaing Apple dalam meluncurkan produk-produk gawai premium. Hanya saja, pasca kejadian ini, tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk Samsung mungkin bakal menurun. Samsung memang mengantisipasi penurunan kepercayaan ini dengan membuat program penukaran yang sistematis.

Untunglah Samsung Galaxy Note 7 ini baru tersedia secara pre-order di Indonesia. Samsung sebelumnya menjanjikan awal September Note 7 sudah ada di tanah air, tapi menyusul terjadinya kasus meledaknya perangkat ini di luar negeri, maka mereka menunda hingga pertengahan September. Ada kompensasi yang bakal diterima akibat keterlambatan ini. Namun tak ada keterangan resmi apakah Note 7 jadi dijual dan tetap dikirim ke pemesan, ataukah penjualannya bakal dihentikan. Kita tunggu saja.

Update: 13/10/2016

Sayangnya, setelah dilakukan replacement untuk Note 7 yang pertama, ada laporan bahwa perangkat hasil penukaran ini pun meledak juga. Bahkan kali ini Samsung pun kehilangan sentuhan marketing-nya dengan menanggapi secara sinis laporan peledakan ini.

Daaann...resmi, Samsung menghentikan produksi Samsung Galaxy Note 7. Dan menarik semua produk yang beredar di pasaran.

Ini benar-benar tahun yang buruk untuk Samsung.

Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.

2 comments

Produk gadget kelas bawah malah gak pernah terdenga adanya laporan meledak ya? Apa karena gak ada yang melapor?
Bertahun tahun sering memakai gadget sembari di cash Alhamdulillah aman aman saja

Mungkin gak ada yang melapor mas. Kalau dihitung-hitung sih, banyak juga gadget kelas sejuta dua juta yang meledak. Tapi memang kejadiannya nggak sebanyak dalam satu tipe dan baru diluncurkan kaya samsung note 7 ini.


EmoticonEmoticon