4 November 2017

Ponsel Spesial Untuk Para Pendamping Sosial: Infinix Note 4

Hadirnya aplikasi e-PKH membuat sebagian teman-teman saya agak galau. Pasalnya, selain mesti menyesuaikan dengan pemakaian aplikasi, juga dituntut dengan kebutuhan perangkat yang cukup andal.

Oh iya, sebelumnya perkenalkan saya bekerja sebagai Pendamping Sosial PKH Kementerian Sosial RI. Program ini sudah hadir sejak 2007 dan coverage-nya sudah menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Secara umum, pekerjaan kami adalah mendampingi keluarga penerima manfaat untuk mendapatkan akses kesehatan dan pendidikan yang lebih baik. Dan untuk lebih mempermudah mekanisme kerja kami, tim IT PKH Pusat membuat aplikasi e-PKH tersebut.


Dari sisi kebutuhan spesifikasi, e-PKH terbilang cukup sederhana. Aplikasi ini bisa dijalankan dengan perangkat Android 3.0 Honeycomb, RAM 1 GB, dan ruang memori 4 GB saja. Nah, bukankah saat ini pemakai Honeycomb sudah langka? Tapi tetap saja e-PKH bikin galau sebagian teman saya.

Pasalnya dalam beberapa uji coba dengan data dummy, seringkali muncul banyak masalah. Misalnya akses folder yang tidak sama untuk setiap perangkat, aplikasi terhenti dengan keterangan 'memori anda habis', tampilan yang kurang responsive, sampai crash dan membuat ponsel mengalami hang. Masalah ini terjadi secara umum, dengan ponsel Android yang berbeda-beda versi dan merek, yang ironisnya dengan spesifikasi lebih tinggi daripada spesifikasi minimum.

Ya, hari ini siapa yang masih memakai perangkat Android Honeycomb? Siapa pula yang bertahan dengan ponsel Android yang dibelinya sejak lima hingga enam tahun silam? Hampir enggak ada. Sehingga ponsel-ponsel yang memakai Android JellyBean keatas yang mereka punya sebetulnya sudah mumpuni untuk menjalankan aplikasi e-PKH. Sayangnya, tak semua ponsel itu dalam kondisi prima, baik dari segi hardware maupun software. Dan saran saya yang paling pamungkas kepada teman-teman adalah membeli ponsel yang baru.

"Jadi ponsel apa sih yang paling pas untuk aplikasi ini Mas Doel?" pertanyaan seperti inilah yang kemudian terlontar.

Ponsel yang Paling Pas untuk Pendamping PKH

Biasanya saya menjawab pertanyaan semacam itu dengan kalimat "ponsel yang paling cocok adalah ponsel yang sesuai budget". Tapi kali ini, karena berhubungan dengan pekerjaan, maka budget pun bakal diupayakan. Maka sebelum menjawab, saya berupaya menganalisa pekerjaan saya sendiri sebagai Pendamping Sosial PKH dan kaitannya dengan aplikasi e-PKH.


Aplikasi e-PKH memang tidak membutuhkan ponsel dengan spesifikasi gahar layaknya ponsel flagship. Tapi karena ponsel ini akan senantiasa dibawa bekerja seharian penuh, maka hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah soal baterai. Saran saya, tolong lupakanlah power bank. Sebab dalam pemakaian jangka panjang, benda ini kurang bersahabat buat baterai. Carilah ponsel yang minimalnya bisa terus menyala sejak pagi hingga menjelang maghrib tanpa diinterupsi oleh charging. Ini hanya bisa dilakukan ponsel yang baterainya diatas 3500mAh.

Kasus lain yang saya temukan, ada teman yang sering salah memencet tombol pada aplikasi. Jarinya tergolong besar, sementara ponsel yang dipakainya memiliki layar 4 inci. Artinya untuk menjalankan e-PKH ternyata membutuhkan ponsel dengan layar yang cukup lebar. Ya mungkin setara phablet atau ponsel dengan ukuran layar paling tidak 5,5 inci.

Baterai 3500mAh dan layar 5,5 inci didominasi oleh ponsel middle level. Ponsel di kelas ini biasanya memiliki chipset kelas menengah seperti Snapdragon 435 atau Mediatek MT6753 dengan RAM 3 GB dan memori di 16 GB atau 32 GB. Soal kamera, ponsel di kelas ini sangat variatif, tapi rata-rata sudah cukup bagus. Sayangnya budget untuk meminang ponsel dengan spesifikasi ini cukup tinggi, berkisar di angka Rp.3 jutaan. Budget ini setara dengan satu bulan gaji Pendamping PKH plus sedikit uang tabungan.

Inilah Ponsel yang Paling Cocok



Dari beberapa uraian diatas, Infinix Note 4 sangat layak dipertimbangkan. Pertama, spesifikasinya sangat memadai sesuai kebutuhan diatas, bahkan mungkin lebih. Kedua, desainnya cukup mewah. Dan ketiga, harganya yang tergolong low-budget.

Pabrikan ponsel asal Hongkong ini memang masih mengandalkan chipset legendaris Mediatek yang sudah menemani Infinix seri-seri sebelumnya. Dan untuk Infinix Note 4 sudah menggunakan Mediatek MT6753 Octa-core Cortex 1,3 GHz. Dengan dukungan grafis dari Mali-T720 MP3 450 MHz dan RAM yang sudah 3 GB, Infinix Note 4 mampu memainkan game-game yang sedang hits semacam Mobile Legends maupun Arena of Valor tanpa hambatan. Jadi kalau aplikasi e-PKH saja sih rasanya bisa sambil merem.

Desain Infinix Note 4 pun banyak mendapat respon positif dari para pengulas gadget. Alasannya, meski kembali ke bahan plastik, desain belakang yang glossy mengesankan kalau ponsel ini enggak murahan. Apalagi ditunjang dengan layar IPS berukuran 5,7 inci Full HD 1920x1080p. Sudah terbayang 'kan menggunakan aplikasi e-PKH dengan layar selebar ini?

Hal yang paling menyenangkan dari Infinix Note 4 ada pada baterai yang berkapasitas besar, yakni 4300mAh. Menurut beberapa pengulas, baterai ini bisa bertahan selama kurang lebih 9 jam karena cukup terkuras akibat penggunaan layar yang 5,7 inci Full HD. Tapi untungnya, ada fasilitas fast charging yang mampu mengisi daya 45% dalam waktu 30 menit saja. Kita bakal #LupaCharger kalau begini.

Bagaimana dengan harganya? Infinix Note 4 dibanderol dengan harga Rp.2.049.000,00 saja. Jadi harganya bisa satu kali gaji dan masih memiliki sisa yang lumayan banyak. Dan kabar gembiranya, ada harga #SuperDiskon untuk pembelian di Lazada pada event khusus 11.11 dan 12.12. Ditunggu saja, ya. Demikian #CeritaInfinix dari saya. Terima kasih.


Tag: #lupacharger, #superdiskon, #ceritainfinix

Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.


EmoticonEmoticon