7 Desember 2016

Inilah Penyebab Penghasilan Adsense Di Indonesia Kecil


Menjadi publisher Google Adsense memang gampang-gampang susah. Gampangnya memang kalau kita punya blog yang berbahasa Inggris. Karena diperkirakan sumber traffic berasal dari luar negeri. Namun menjadi publisher Adsense boleh jadi susahnya minta ampun ketika kita punya blog berbahasa Indonesia dan traffic-nya pun pas-pasan. Itu pun yang sudah punya akun di Adsense. Bagaimana dengan mereka yang belum memilikinya sama sekali?

Pekan kemarin, ada beberapa teman yang sering bertanya. Mereka menanyakan betapa sulitnya mendaftar akun Adsense akhir-akhir ini. Padahal apa yang diinginkan oleh Adsense sudah dipenuhinya dengan baik. Namun hingga saat ini, jalan rejeki dari ekosistem periklanan milik raksasa mesin pencari ini masih belum didapat mereka. Ini tentu saja berbeda dengan pengalaman saya sekitar tiga tahunan lalu. Meski sering terkena banned, dan sering pula suspend, tapi ya begitulah dukanya jadi publisher Adsense.

Dulu, menjadi publisher Adsense itu persis seperti menjadi publisher di periklanan gurem. Saya tinggal daftar, diminta merevisi beberapa halaman, dan diterima. Kemudian saya bisa memasang kode iklan di blog dan iklannya langsung muncul begitu saja. Tapi sekarang kalau sudah diterima menjadi publisher pun, dan kode iklan sudah terpasang dengan baik, iklannya belum tentu langsung muncul.

Saya sering bertanya-tanya perihal ini di beberapa forum internet, baik forum berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa Inggris. Dan jawaban yang saya dapat sebenarnya tidak memuaskan, sebab katanya, setiap orang punya kondisi yang berbeda-beda soal Adsense. Namun ada jawaban yang bisa saya bagi disini berkenaan dengan kondisi yang dialami secara umum oleh publisher di Indonesia.

Adsense Adalah Biro Iklan

Lupakan bahwa Google adalah raksasa internet dan banyak duitnya. Sebanyak-banyaknya duit Google, pastilah ia butuh pemasukan dari kegiatannya. Dan menjadi tidak logis apabila kita menganggap Google dengan sukarela bagi-bagi duit untuk para publisher yang dengan sukarela meramaikan jagat konten di internet. Google tetap butuh pemasukan, dan pemasukan salah satunya tentu saja dari Adsense.

Pun tak usah berpikir bahwa Adsense adalah dinas sosial yang akan dengan sukarela membagi-bagikan bantuan. Tidak. Adsense adalah sebuah tools yang dikreasi oleh Google untuk menciptakan ekosistem periklanan. Catat ya frase ini: ekosistem periklanan.

Dalam ilmu biologi, yang dimaksud ekosistem adalah adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Kalau kita berkaca pada istilah tersebut, maka ada sebuah kata kunci yang bisa kita catat yakni hubungan timbal balik.

Mengenal Ekosistem periklanan google

Eksosistem periklanan Adsense sama seperti ekosistem periklanan secara umum. Katakanlah Adsense adalah biro iklan. Ia akan berjalan apabila ada yang memasang iklan melalui layanannya. Bagaimana jika tak ada satu pun yang akan memasang iklan di Adsense? Ya tentu saja ekosistem di dalamnya nggak akan berjalan. Begitu pun jika tak ada satu pun publisher yang mendaftar di ekosistem tersebut, sama juga tak akan berjalan. Disinilah yang dimaksud dengan hubungan timbal balik tersebut. Ekosistem Adsense akan tetap berjalan apabila ada publisher, advertiser, dan tentu saja Adsense itu sendiri yang menjaga agar ekosistem tetap bekerja.

Adsense Tak Bekerja Sendiri

Sayangnya saya sebagai publisher kadang selalu egois, yakni hanya memikirkan dapur sendiri tanpa peduli dengan ekosistem periklanan Google. Saya melupakan Adwords yang dikreasikan oleh Google untuk menjaring pengiklan. Adwords ibarat sisi lain dari Adsense dalam menjaga agar ekosistem periklanan itu tetap berjalan.

Saya hanya berpikir bagaimana caranya earning dari Adsense saya optimal. Mulai dari optimasi SEO, tata letak iklan, hingga beternak blog sebanyak mungkin. Cara daftar Adsense, peningkatan earning, maupun optimasi blog saya tulis banyak-banyak di berbagai kesempatan posting baik blog maupun social media. Terkadang, karena pengen banyak posting tentang niche tersebut, saya pun melakukan salin-tempel dari blog lain dengan mengubah sedikit kontennya.

Baca juga



Akhirnya postingan tersebut melimpah dan menyebabkan banyak orang menggandakan konten yang serupa. Padahal konten yang sama bisa ditemukan di blog resmi Adsense, tapi karena banyak orang ingin menjadi publisher, maka duplikasi konten semacam ini jadi niche yang menggiurkan. Salah? Nggak. Tapi mari kita simak yang terjadi.

Ekosistem, sekali lagi, merupakan hubungan timbal balik. Namun hubungan tersebut akan tetap berjalan dengan baik manakala sistem ekologi berjalan juga dengan baik. Artinya jika ekosistem itu merupakan rantai makanan, maka ketersediaan pemakan dan yang dimakan itu sepadan. Jika yang dimakan atau pemakannya justru jauh lebih banyak, maka akan terjadi ketimpangan dalam ekosistem itu.

Maka seperti itulah yang terjadi dengan Adsense. Jika ada yang mengeluh karena earning dalam beberapa klik hanya IDR 1k, dan ada juga yang kesulitan diterima jadi publisher Adsense meski blognya memenuhi syarat, ada juga yang di suspend kaya blog ini, bahkan ada pula banned massal, maka seharusnya kejadian-kejadian ini bisa kita baca sebagai cara Adsense dalam menyeimbangkan ekosistemnya.

Ketimpangan ekosistem yang (mungkin) terjadi pada Adsense disebabkan karena banyaknya publisher tapi jumlah advertiser sedikit. Hal ini menyebabkan sebaran iklan oleh Adsense kepada publisher menjadi ber-CPC kecil. Tahu 'kan ya CPC, itu loh cost per click, atau biaya per klik. Misalnya begini, seorang advertiser memiliki budget iklan IDR 100k. Maka oleh Adsense, iklan ini disebar sesuai dengan teknis yang didaftarkan advertiser di Adwords. Karena banyaknya publisher, maka Adsense akan membagi nilai iklan tersebut dengan adil. Maksudnya adil adalah setiap blog akan mendapatkan nilai CPC-nya masing-masing sesuai optimasi. Jadi antara blog yang satu dengan yang lain bisa jadi tak akan sama. Tapi, ketika jumlah publisher-nya banyak, tentu saja nilai CPC tersebut akan kecil. Bahkan bisa jadi sebuah blog akan mendapat nilai CPC nol.

Kalau sudah tahu begitu, kita tentu bisa menjawab mengapa blog di luar negeri bisa mendapatkan earning yang besar? Sebenarnya bukan karena bahasa Inggris-nya, tapi karena keseimbangan ekosistem tadi.

Nah, itulah salah satu imbas dari ketimpangan yang terjadi dalam ekosistem Adsense. Bagaimana caranya agar ekosistem ini seimbang kembali?

Bantulah Adwords

Adsense sudah dibantu oleh Adwords. Saudaranya Adsense ini sudah malang melintang melakukan promosi kemana-mana dalam menjaring advertiser. Saya pernah membuat postingan yang menyinggung tentang Adwords ini dan perbandingannya dengan Facebook Ads. Yang saya baca, Adwords memang berupaya menyasar lebih banyak pelaku usaha, terutama sektor UMKM.

Jadi kalau saya sih ingin melepaskan diri dari membuat postingan 'how to' soal Adsense. Selain tidak mahir soal itu, saya ingin memperbanyak postingan 'how to' tentang Adwords. Biar banyak pelaku usaha yang tertarik memasarkan usahanya lewat Adwords, sehingga Adsense kebanjiran iklan. Kalau pengiklannya banyak, apakah Google saja yang senang? Saya juga senang, CPC-nya jadi naik.

Tapi kalau kita bukan termasuk blogger yang mengandalkan iklan dari Adsense, atau ekosistem periklanan apapun, sebagaimana jenis dan tipe blogger yang sudah saya posting sebelumnya, ya silakan. Tapi kalau saya, yang job review saja jarang dapat, ikut kontes tapi jarang menang, replacement article jarang mampir, undangan liputan juga terkendala jarak, ya cuma Adsense lah pelipur laranya. Maka buat saya, penting untuk menyeimbangkan ekosistem Adsense ini alih-alih memberi pemanis pembaca untuk terjun dalam bisnis Adsense. Begitulah kira-kira.

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

11 comments

mungkin bisa dibilang sejak badai 2012 lalu, cpc indo jadi kecil om. . .

sekecil-kecilnya cpc kalo trafficnya dah gede ya alhamdulillah bisa gajian tiap bulan om hehehe

saya sekarang ngerti kenapa susahnya diterima adsense.
berarti semakin banyak yang pasang iklan diadwors maka semakin besar ya mas kemungkinan kita diterima adsense?

Begitulah mas...
Coba pake alternatif Adsense dulu aja. Atau affiliate.

Thank You!

Jika hanya fokus kepada NOMINAL ruiah, maka kegiatan blogging akan terasa berat dan sulit. Beda halnya dengan mereka yang melakukan kegiatan blogging atas dasar hobi dan ingin berbagi ilmu, selain mendapatkan kepuasan batin, mereka juga dibalas dengan HADIAH berupa nominal yang tidak disangka-sangka (BESAR/KECIL itu relatif) yang terpenting kinta bisa berbagi.

Betul mas Hamdani. Tapi tentu setiap orang ingin point of return yang bagus dari kegiatannya. Salah satu poi itu tentu saja materi.

wah saya juga lagi nyoba buat daftar adsense sih
udah sekali ketolak sih , terus sekarang berenti dulu buat perbaiki semuanya , bagus artikelnya broo :D

semangat mas biar diterima jd publisher adsense (y)

Wah bener banget kadang nilai bpk saya juga kecil banget bahkan rata2 cuman 400perak,buar beli kopi aj gak cukup

Semangat MiminEblek .com =p~

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon