17 Desember 2016

'Selamat Tinggal' Blackberry


Blackberry sudah terseok-seok menghadapi kerasnya persaingan bisnis smartphone. Pada kuartal kedua yang jatuh pada 31 Agustus 2016 lalu, Blackberry merugi Rp.4,8 Triliun. Dan setelah memberi keputusan yang mengejutkan, yakni hanya akan menjadi pengembang perangkat lunak saja, kini kabar lebih mengejutkan lagi datang dari pabrikan asal Kanada ini. Hak paten secara global atas hampir semua perangkat smartphone dari Blackberry kini telah jatuh ke tangan TCL.

Telephone Communication Limited (TCL) Corporation telah mengakuisisi hak paten dari hampir seluruh perangkat Blackberry di seluruh dunia. Ya, hampir. Karena Blackberry terlebih dulu menjalin kerjasama pembuatan smartphone dengan pabrikan lokal di Indonesia dan India. Jadi hak paten untuk Blackberry yang telah dikerjasamakan di dua negara tersebut tidak bisa diambil-alih oleh TCL.


Dalam nota persetujuan antara TCL dan Blackberry, disebutkan bahwa pabrikan asal China ini punya hak untuk mendesain, membuat, menjual, dan menyediakan layanan pelanggan bagi perangkat Blackberry di seluruh dunia. Meski pemberlakuannya secara global, tetap saja Indonesia dan India tak termasuk, karena sebab diatas. Bahkan pabrikan yang bekerjasama dengan Blackberry di India telah memperluas cakupannya ke Nepal, Bangladesh, dan Sri Lanka.

Baca juga:

Sebenarnya akuisisi ini sudah ditebak sejak peluncuran DTEK50, dan bahkan hingga peluncuran suksesornya, yakni DTEK60. Kedua smartphone ini sudah memakai jeroan dari Alcatel, sebuah lini mobile dari TCL. Bahkan desainnya pun mirip dengan Alcatel Idol 4.

Peluncuran DTEK50 dan DTEK60 itu pun dianggap terlambat. Selain harganya terlampau mahal untuk smartphone dengan spesifikasi semacam itu, Blackberry pun sudah dianggap bukan perusahaan teknologi kelas atas lagi. Konsumen tak begitu meliriknya. Maka kejatuhan Blackbery pun semakin mendekat.

Apa Yang Akan Dilakukan TCL?

Pada 6 Januari 2015, TCL pernah mengakuisisi Palm dari Hewlett Packard (HP). Namun semenjak pengakuisisian tersebut, tidak ada perubahan berarti yang dilakukan oleh TCL terhadap Palm. Agaknya kondisi yang sama pun bakal berlaku bagi hak paten yang telah didapat dari Blackberry ini.

Meski telah mendapatkan hak atas penggunaan hak intelektual dan properti dari Balckberry, mulai dari teknologi hingga layanan pasca produksi, agaknya Blackberry sudah berat untuk terangkat. Nama Blackberry telah menguap seiring dengan kedigdayaan Samsung, Apple, Asus, dan lainnya. Apalagi campur tangan Alcatel pada DTEK50 dan DTEK60 pun sudah terbukti tidak berhasil.

Jadi patut kah mengucapkan selamat tinggal terus menerus pada smartphone Blackberry? Pasalnya, Blackberry sendiri sebagai perusahaan telah menyerah membuat smartphone dengan mengalihkan sumber dayanya ke pengembangan perangkat lunak saja. Dan kita patut menyebutnya sebagai strategi bertahan hidup yang lumayan bagus dari pabrikan Kanada ini.

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

3 comments

dulu pengen banget beli bb, 2012 kalau gak salah, alasannya biar dapet info cepet soal kuliah karena semua informasi di share di grup bbm hahaha

Iya, banyak orang alasannya juga gitu. Sekarang eksklusivitasnya sudah hilang semenjak muncul di Android. Bagus buat aplikasi BBM, tapi ternyata nggak bagus buat perangkat BB.

Sebenernya aplikasinya lebih berjaya, lambang bbm selalu muncul di pojok kiri atas smartphone android maupun ios..bener tak??

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon