23 Januari 2017

3 Hal Yang Bakal Hilang Apabila Google Diblokir


Google tersangkut persoalan pajak yang sepertinya cukup serius. Bukan cuma di negara kita, di Inggris, Australia, Italia, dan Spanyol, raksasa internet ini pun tersangkut pada persoalan yang sama. Google dianggap bermain dengan celah-celah yang bisa dimanipulasi agar mereka bisa mengelak dari kewajibannya.

Google memakai taktik 'double Irish with a Dutch sandwich' yang mana memanfaatkan fasilitas tax haven dari dua negara tersebut, Irlandia dan Belanda. Jadi meskipun markas Google berada di Amerika Serikat, namun penghasilan Google di berbagai negara tidak langsung ditransfer ke Paman Sam. Namun ditransit dulu ke negara asal Pierce Brosnan tersebut.

google diblokir

Irlandia tak punya regulasi untuk mengatur soal kewajiban pajak sebagaimana Indonesia. Di sana, wajib pajak hanya dikenakan pajak penuh ketika perusahaan induknya memang berada di negara tersebut. Hal ini ditambah lagi dengan langkah Google yang melakukan oper penghasilan ke negara lain yang punya tax haven serupa. Hingga akhirnya setelah semuanya selesai, pajaknya telah dibayarkan, penghasilan bersihnya ditaruh di markas besarnya, di Mountain View, California, AS.

Langkah ini, menurut para ahli, sebenarnya langkah yang legal. Namun sejauh regulasi yang terus berubah menyesuaikan kondisi, Google bisa dijerat dengan kasus penunggakan pajak seperti terjadi di Indonesia. Dan dalam jangka yang tak begitu panjang, pemerintah bisa mengambil langkah konkrit untuk memblokir Google untuk beredar di jaringan internet tanah air.

Loh, kalau begitu pemerintah lebih mementingkan uang dibanding pengetahuan yang didapatkan oleh rakyatnya atas bantuan Google. Tapi sejak kapan fasilitas belajar jauh lebih penting dibandingkan pajak? Apalagi alternatif Google sebagai mesin pencari bisa digantikan oleh yang lainnya, seperti Bing, Yahoo Search, dan lainnya. Tapi apakah cuma itu masalahnya apabila Google diblokir?

Pemblokiran Google bukan sekedar memblokir mesin pencarian saja. Google adalah entitas raksasa yang menguasai jagat internet. Maka jika Google diblokir, otomatis pemerintah bakal mematikan seluruh layanan yang dipunyai oleh Google, dan tentu saja dipakai oleh masyarakat. Setidaknya inilah yang bakal terjadi apabila Google diblokir oleh pemerintah.

1. Kehilangan Mesin Pencari Dengan Algoritma Terbaik

Memang mudah berbicara alternatif, tapi apakah alternatif itu akan sebagus yang digantikannya? Belum tentu. Sebab ada begitu banyak alasan orang masih setia memakai Google sebagai mesin pencari. Dan salah satu alasannya adalah ketepatan Google dalam menyodorkan hasil pencarian.

Google bukan cuma menukil kata demi kata dalam proses pencariannya, tapi juga mengorek lebih dalam tentang posisi penggunanya, histori pencariannya, cookies,  bahkan hingga data pribadi penggunanya yang disetorkan ke Google saat membuat akun. Inilah yang membuat hasil pencarian dari Google lebih tepat dibandingkan yang lainnya.

2. Kehilangan Banyak Fasilitas Gratis Di Internet

Mari kita hitung ada berapa fasilitas yang kita gunakan secara cuma-cuma yang disediakan oleh Google. Mulai dari fasilitas email GMail, penyimpanan di Google Drive, media sosial Google Plus, dan fasilitas percakapan di Google Allo.

Tak cuma itu, aplikasi peramban Chrome yang sering kita gunakan pun akan kehilangan pembaruannya. Sementara untuk Android sendiri sepertinya masih aman-aman saja, sebab pembaruannya bakal dilempar ke produsen smartphone masing-masing.

3. Ada Yang Banyak Kehilangan Mata Pencaharian

Kita tahu ada cukup banyak publisher dan developer di Indonesia. Apabila Google diblokir, maka Blogger, YouTube, Adsense, dan Play Store pun ikut-ikutan diblokir. Ini jelas bakal memangkas mata pencaharian orang-orang yang bergelut di bidang tersebut. Ya meskipun pada akhirnya mereka pun akan mengunggah karyanya di tempat lain, tapi bukan di fasilitas milik Google, bukan?

Saat ini, yang menjadi penantang serius dari Google adalah Facebook. Dengan segala macam sumber daya yang dimilikinya, Facebook sudah bisa sejajar dengan Google dalam banyak hal. Satu hal yang belum dilakukan Facebook adalah membuat smartphone dan sistem operasinya sendiri. Namun boleh jadi, ketika Google diblokir, namun Facebook tidak, pertarungan internet marketing yang semula memakai cara SEO akan memaksimalkan fungsi Facebook.

Para content maker pun akan beralih ke situs-situs agregasi yang menjanjikan pundi-pundi dollar yang biasa mereka dapatkan ketika bergabung dengan bisnis Adsense, Youtube maupun Blogger. Saat ini pun sudah tersedia situs-situs semacam itu, seperti UC News, Babe, dan lainnya.

Sementara bagi pengguna internet atau pencari informasi pada umumnya, mereka mesti sering-sering melakukan bookmark situs-situs langganan. Atau berlangganan secara tetap di kanal-kanal media sosialnya untuk mendapatkan update. Untuk pertama kali, hal-hal semacam ini memang agak keki, tapi lambat laun pasti terbiasa. Jadi, sudah siap jika kehilangan Google? Cina sudah membuktikan mereka bisa 'hidup' tanpa Google. Eh, Cina lagi.

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

2 comments

Nomor 3 ini yg pling ngeri. Hehehe

Berhubungan dengan pundi-pundi selalu bikin ngeri ya hehe

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon