31 Januari 2017

4 Proses Kreatif Yang Mesti Dilakoni Seorang Blogger


Kalau ada yang bilang blogger adalah sekedar penulis semata, maka dipastikan ia tak memahami apapun soal dunia blogging. Pasalnya, blogger adalah seorang pemasar. Jika ia tak punya produk fisik apapun untuk dipasarkan, paling tidak ia memasarkan idenya agar dibaca oleh orang banyak.

Proses membuat ide agar dibaca banyak orang ini memang butuh alat. Alat yang menjadikan ide tersebut menarik. Komputer dengan spesifikasi, ya paling tidak Intel  Core i3 Processor cukup layak untuk hal ini. Sebab menyikapi tuntutan pembuatan konten kreatif, spesifikasi prosesor sebesar itu bisa banyak membantu. Selain bisa mempercepat pemrosesan data, juga menambah performa visual yang dihasilkan layar.


Namun tentu saja, slogan the man behind the gun mesti dipegang baik-baik. Untuk itu, dari beberapa saran para master blogger dan pengalaman saya sendiri dalam membuat konten, setidaknya ada beberapa hal yang mesti dijadikan pertimbangan agar bisa maksimal sebagai blogger.

Berikut proses kreatif agar maksimal dalam urusan blogging:

1. Kreativitas yang mewujud dalam tulisan

Mau nggak mau, jadi blogger nggak bisa terlepas dari pembuatan tulisan. Ya meskipun mungkin tulisannya hanya digunakan sebagai pengantar dalam sebuah foto, infografis, maupun narasi video, proses menulis tetap ada.

Banyak yang bilang menulis itu susah. Padahal sejak tingkat sekolah dasar sudah ada pelajaran mengarang. Berlanjut ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi ketika menyusun skripsi, juga kemudahan akses informasi lewat internet, seharusnya lebih memahirkan seseorang dalam membuat tulisan. Ya paling tidak tulisan-tulisan sederhana dan nggak muluk-muluk menyamai hasil kreasi Budiarto Shambazy maupun Pepih Nugraha.

2. Kemampuan memotret dan mengolah gambar lewat perangkat lunak

Sebuah gambar mewakili ribuan kata-kata. Demikian bunyi sebuah ungkapan yang berlaku di dunia fotografi. Hal yang sama memang berlaku juga bagi blogger.

Ketika pengguna internet sering kelelahan membaca tulisan nan panjang, maka katakan saja sebagiannya lewat gambar. Maka alih-alih menuntaskan ratusan karakter hanya untuk mengulas sebuah kue yang bentuknya lucu, maka sekali jepretan foto yang cantik akan mewakili ratusan kata-kata itu. Pembaca senang, blogger pun riang.

Potret lewat kamera hanya berguna jika seorang blogger melakukan liputan langsung. Sebab untuk hal-hal yang cenderung teoritis, yang dibutuhkan justru kemampuan mengolah gambar. Bisa olahan dalam bentuk animasi sederhana, vector, sampai pada pembuatan infografis yang cukup rumit.

Maka menu wajib bagi proses kreatif yang satu ini adalah pemahaman atas beberapa perangkat lunak yang berkaitan dengan pengolahan gambar.

3. Kreativitas merekam video dan pengolahannya

Memang tidak semua postingan butuh video, namun proses membuat konten yang satu ini mesti dilewati juga. Paling tidak, ketika ada sumber tebuka yang tidak terkait hak cipta, kita bisa menggunakannya demi menguatkan isi konten kita. Maka melakukan kurasi gambar-gambar bergerak menjadi sebuah kewajiban. Ya, cara satu-satunya adalah bisa melakukan olah video.

4. Sedikit paham tentang coding

Inilah uniknya jadi blogger. Apapun latar belakang pendidikanmu, persoalan coding tak boleh dilewatkan. Ya nggak usah rumit-rumit juga. Nggak mesti menyusun semuanya dari nol, misalnya bikin template website hingga pengembangannya. Tapi paling tidak hal-hal kecil yang terjadi dengan blog, kita bisa menyelesaikannya sendiri.

Tutorial bab ini cukup banyak. Banyak blogger yang niche-nya membahas soal ini. Jadi nggak usah khawatir kehabisan sumber. Cari saja mana yang paling cocok untuk kebutuhan blog kita. Misalnya bagaimana menempatkan iklan di atas postingan. Bagaimana pula ketika menempatkan kode html di widget. Hal-hal itu butuh pengetahuan kita -- meski masih dalam taraf paling sederhana --, tentang coding. Betul?


Dari keempat proses tersebut, saya terbiasa memakai komputer desktop dengan spesifikasi prosesor Intel Pentium CPU G2010 2,80GHz, RAM 4 GB, dan harddisk yang cukup kecil, yakni hanya 150 GB. Soal harddisk memang tidak disarankan dengan kapasitas sekecil ini. Sebab dulu pun saya pakai yang 500 GB, namun karena rusak dan belum ada budget untuk mengganti dengan yang berkapasitas sepadan, maka apa boleh buat.

Dengan komputer berkapasitas seperti ini, saya masih bisa melakukan olah gambar, video dan apalagi cuma menulis. Tapi kelemahannya untuk olah video dan gambar saya masih memakai perangkat lunak yang standar, sebab saya tak punya kartu grafis yang mendukung untuk memakai perangkat lunak yang lebih baik.

Untunglah komputer tersebut masih bisa mendukung penyambungan kabel internet bulanan dengan tarif paling murah yang sudah berjalan sekitar empat bulan ini.

Spesifikasi perangkat itu menjadi kelemahan saya yang kedua. Kelemahan yang pertama adalah bakat saya dalam membuat konten tak sebagus blogger-blogger langganan jawara kontes. Dan ditambah pula ada kelemahan saya selanjutnya, yakni tidak punya laptop atau notebook.

Yang saya punya satu-satunya adalah Asus Zenfone Max ZC550KL. Jadi ketika ada inspirasi tiba-tiba lewat, saya bisa menyimpannya di perangkat tersebut.  Tentu saja pertimbangan saya memilih Asus berbaterai monster ini, sebab harganya cukup terjangkau. Maksudnya dengan spesifikasi berkualitas semacam itu, Asus Zenfone Max memang lebih dari sepadan dibanding harga yang ditawarkan. Oh iya, buat review singkat Asus Zenfone Max, bisa dibaca di artikel ini.

Asus Zenfone Max yang setia menemani saya.

Lalu biar kegiatan blogging-nya maksimal mesti pakai apa?

Empat hal diatas memang bisa maksimal jika punya komputer desktop yang mumpuni. Jadi jika punya budget lebih, beberapa komponen yang ada mesti di-upgrade dan ada penambahan untuk komponen yang belum ada.

Hanya saja pertanyaan lainnya muncul, bagaimana jika ada kegiatan di luar kota? Misalnya, sekali lagi misalnya, diundang event launching product oleh Asus. Demi kemudahan pembuatan review, tentu saja butuh kegiatan menulis secara langsung di tempat agar penayangannya di blog tidak basi. Dan tentu kita paham apa yang sebenarnya dibutuhkan. Ya, notebook.

Dalam mencari notebook, selain faktor spesifikasi, yang perlu diperhatikan juga adalah faktor berat perangkat. Spesifikasi oke, berat juga nggak terlalu membebani pundak. Ingat ya, kenapa kita butuh notebook, sebab kita butuh komputer yang bisa dibawa kemana-mana.

Dari beberapa referensi produk, saya tertarik dengan ASUSPRO P2430UA. Ya memang sih kalau melihat segmentasinya agak terlalu berat diongkos kalau notebook yang satu ini. Sebab segmentasinya untuk kelas korporat. Namun yang perlu jadi catatan, notebook ini memang buat mereka yang mobilitasnya cukup tinggi tapi tetap mengutamakan kehandalan performa.

Spesifikasi ASUSPRO P2430UA memang mendukung untuk keempat kemampuan yang dibutuhkan oleh blogger diatas. Coba dibaca lagi, lalu bandingkan dengan spesifikasi yang ditawarkan oleh produk Asus yang satu ini.



1. Pembuatan Tulisan

Untuk soal ini, bahkan dengan notebook entri level saja bisa dilakukan. Apalagi dengan ASUSPRO P2430UA. Dijamin dengan prosesornya yang sudah mendukung hingga Intel® Core™ i7 6500U bakal membuat aktivitas mengetikmu jadi semakin menggairahkan. Ciee... menggairahkan.

2. Mengolah Gambar

ASUSPRO P2430UA punya layar 14.0" 16:9 HD (1366x768) anti-glare dan didukung pula dengan HD Graphics 520 NVIDIA® GeForce® 920M bakal membuat software editor gambar minta naik ke versinya yang paling baru.

3. Mengolah Video

Kadang-kadang sepsifikasi perangkat lunak untuk mengolah gambar dan mengolah video itu tak beda jauh. Tapi kebutuhan spesifikasi perangkat lunak untuk mengolah video biasanya sedikit diatas dari mengolah gambar.

Namun jangan khawatir, kartu grafis diatas sudah masuk kategori spesifikasi yang cukup tinggi, ditambah lagi dengan dua slot RAM tersisa yang bisa ditambah hingga 16 GB. Saat ini notebook ini ‘cuma’ memiliki 4 GB RAM.
  
4. Coding

Dalam pembuatan kode html maupun javascript yang dibutuhkan untuk blog, bisa dilihat dari kebutuhannya. Tapi biasanya coding yang dilakukan seringkali bersifat online. Dan dengan ASUSPRO P2430UA tidak akan ada lagi lag di browser atau aplikasi coding online, kecuali paket internetnya memang nggak ada.

Selain itu, ASUSPRO P2430UA punya fitur lain yang memanjakan kita yang betul-betul peduli pada privasi dan keamanan. Sebab melalui ASUS Business Manager kita bisa mengatur tingkat keamanan perangkat ini. Mulai dari pemindai sidik jari hingga fitur pengunci data agar tidak bisa disalin perangkat lain. Keren ‘kan?

Jadi notebook bagus dan stylish memang bukan soal gaya semata, namun lebih kepada kebutuhan agar menapak ke jenjang yang lebih profesional. Tsaah... Demikian terima kasih sudah membaca.



Disclaimer: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Asus yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Asus Indonesia.

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

14 comments

Sayangnya, nggak semua orang bisa coding ya. Jadi kudu gimana dong? :-)

Mantap bro, trims tuk Tips-nya

Mau dong jadi Blogger mas Doel 8-)

Bertahap aja sih mbak... tutorialnya banyak kog, google aja

Jadi blogger emang kudu kreatif, gak cuma mikir konten, tapi bagaimana masarin konten itu agar dibaca secara luas oleh netizen. mantap mas artikelnya.

Bang tanya dong, temen2 mau bikin media online, apakah bisa berbasis blogger?

terima kasih udah mampir om

bisa aja sih mas, tapi kelihatannya kurang kredibel aja sih

Blogger itu emang kudu kreatif ya

Kunjungi balik om: http://airindramayu.blogspot.co.id/

kesuwun.

eh ada bos galon, thanks udah mampir hihi

terima kasih sudah mampir.

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon