25 Januari 2017

Hati-Hati, Aplikasi Edit Foto Ini Bakal Akses Privasimu


Hasil foto yang menawan memang dambaan setiap orang. Sebab tak semua orang terlahir dengan muka fotogenik. Untuk itulah aplikasi edit foto begitu digemari belakangan ini. Bahkan beberapa produsen smartphone membuat pre-installed app untuk hal ini bagi perangkat keluaran terbarunya.

Namun berhati-hatilah memilih aplikasi untuk mengedit hasil foto. Sebab, meski banyak orang yang mengulas dan hasilnya rata-rata bagus, bukan menjadi jaminan bahwa aplikasi tersebut aman untuk digunakan.


Kamu pernah mendengar Meitu? Mungkin pernah mendengarnya di Instagram dengan tanda pagar #meitu. Jika kamu belum pernah mendengarnya, cobalah cari tanda pagar tersebut dan lihat apa yang ditunjukkannya. Ia akan menunjukkan hasil pencarian berupa deretan wajah-wajah manusia serupa yang sekali dengan boneka. Jangan kaget, memang itulah hasil dari aplikasi Meitu.

Siapa yang nggak tertarik dengan hasil yang cukup mengagumkan itu? Meitu memang populer di Cina sejak beberapa tahun belakangan ini. Namun aplikasi ini baru benar-benar cepat tersebar setelah Meitu go public di Hongkong bulan Desember 2016 lalu. Dan baru hits pula pada minggu-minggu ini.

Namun sayangnya, kemudahan pengguna dalam melakukan perubahan pada hasil fotonya agar lebih baik ternyata harus dibayar cukup mahal. Meski aplikasi ini, baik di Play Store maupun App Store, tergolong gratis, tapi ada harga yang harus dibayar oleh penggunanya. Ya, harga yang tidak dinilai oleh uang, sebab pengguna mesti merelakan smartphone-nya diobok-obok oleh aplikasi ini.

Hal ini bermula saat seorang pakar keamanan internet, Greg Linares, mengunggah sebuah tweet yang berisi gambar 'pemberian ijin' dari aplikasi Meitu. Kamu bisa melihatnya juga di bagian Permission dalam Play Store.


Pada bagian ini, Meitu dituding mengakses apa yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh sebuah aplikasi edit foto. Sewajarnya, sebuah aplikasi semacam ini bakal mengakses kamera, galeri foto, dan juga konektivitas. Namun Meitu malah melebarkan pengaksesan pada daftar kontak pengguna, penyimpanan USB, sampai nomor IMEI.

Para ahli keamanan internet pun menuduh bahwa Meitu bakal melakukan analisa penggunanya untuk kepentingan tertentu. Sebab Meitu melakukan pengiriman data-data yang dikumpulkan dari penggunanya ke beberapa server di negara asalnya, Cina. Beberapa pihak menuding Meitu 'menjual' data tersebut kepada para pengiklan.

Setelah dikonfirmasi, Meitu tidak melakukan apapun yang dituduhkan terkait data tersebut. Mereka hanya memakai data tersebut untuk mengombinasikannya dengan sistem pelacakan data yang ada di dalam negeri Cina. Juga, data tersebut dikumpulkan dan dikirim secara aman, menggunakan enkripsi berlapis, dengan server yang dilindungi firewall mumpuni, perlindungan IDS dan IPS untuk menahan serangan dari luar.

Namun siapa peduli dengan pengaksesan privasi tersebut? Sebab terlihat cantik jauh lebih penting dibanding privasi, bukan? Eh, iya nggak sih?


Sumber: TechCrunch, Mashable, CNET

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

2 comments

Untungnya nggak punya smartphone :D
Aplikasi yang banyak digandrungi cewek2 nih keknya :D

punyanya cleverphone apa mas? :)
Iya betul, ini aplikasi favorit kaum hawa.

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon