27 Februari 2017

Tiga Fakta Unik Dibalik Jatuh-Bangun Nokia dan Blackberry


Saat ini, perhelatan Mobile World Congress 2017 di Barcelona sedang dihangatkan oleh kembalinya dua brand besar, yakni Nokia dan Blackberry. Nokia kembali dengan tiga smartphone Android dan satu ponsel nostalgia Nokia 3310. Dan Blackberry meluncur dengan smartphone yang pernah dirilis bernama Blackberry Mercury, dan kini berganti menjadi Blackberry KeyOne.

Namun dibalik itu ada beberapa fakta yang mungkin diantara kamu ada yang belum tahu. Ya, fakta tentang dua brand besar yang pernah merajai pasaran ponsel tanah air dan dunia ini memang menarik untuk diperbincangkan kembali. Apa saja fakta yang perlu diketahui itu? Ini dia beberapa diantaranya.



1. Sama-sama jatuh tergilas putaran roda bisnis

Nokia pernah berjaya setidaknya selama kurun dua dekade, antara tahun 1998 hingga satu dekade setelah awal milenium ketiga. Dan lonceng kematian Nokia telah ditabuh saat Microsoft mengakuisinya pada 2014. Apa yang menyebabkan Nokia gagal di pasaran?

Penyebabnya adalah kemunculan gawai nan eksklusif saat itu, yakni Blackberry, yang telah merintis usahanya sejak 1999. Ponsel buatan pabrikan asal Kanada, RIM, ini punya big data sendiri, ia terkenal dengan aplikasi percakapannya yang, lagi-lagi saat itu, begitu fenomenal. Blackberry Messenger menjadi pemantik banyak orang untuk latah membeli perangkat demi perangkat dan secara cepat meninggalkan Nokia yang tersuruk ke jurang kebangkrutan.

Tapi, Blackberry pun tak begitu lama menikmati masa jayanya setelah serbuan perangkat iPhone. Kemewahan dan eksklusivitas Blackberry dihajar habis-habisan oleh gawai-gawai Steve Jobs. Dan Blackberry kemudian benar-benar K.O pasca Google merilis sistem operasi Android pada 2008. Blackberry OS dan perangkatnya pun harus mengibarkan bendera putih satu dekade setelah kemunculan Android.

Meski jatuhnya Nokia dan Blakberry pun disebabkan oleh faktor-faktor lain, seperti kemunculan ponsel murah asal China, tapi kebangkrutan keduanya tak bisa lepas dari faktor-faktor diatas.

2. Bangkit dengan nostalgia dan bendera yang berbeda

Nokia memang banyak dilirik brand besar untuk diambil alih sumber dayanya maupun dihidupkan kembali namanya. Mulai dari Microsoft yang berupaya membangkitkan kembali nama Nokia dengan sistem operasi Windows Phone, dan kini oleh HMD, sebuah perusahaan teknologi yang setanah air dengan Nokia. DI HMD, Nokia sepertinya, ya sepertinya, akan kembali sedikit mengais-ngais masa jayanya kembali.

Masa jaya Nokia itu sepertinya terlihat setelah peluncuran Nokia 6. Smartphone Android pertama dari Nokia tersebut, meski hanya dirilis di China saja, telah dipesan 1 juta unit selama sepekan saja. Bahkan dalam 24 jam pertama, ada 250 ribu pesanan untuk Nokia 6. Catat sekali lagi, pesanan itu hanya di China saja.

Dan kini Nokia kembali menggetarkan jagat internet setelah HMD merilis secara resmi ponsel nostalgia Nokia 3310. Ya, ponsel yang pernah terjual sebanyak 16 juta unit ini telah dimodernisasi dan siap dipasarkan pada kuartal kedua tahun 2017. Ya, Nokia rupanya bergeliat dengan benderanya yang baru, HMD Global Oy.

Satu nasib dengan Nokia, Blackberry pun hendak bergeliat dengan mengambil nuansa nostalgia lewat kehadiran Blackberry KeyOne. Perangkat yang pernah diumumkan bernama Balckberry Mercury ini sepertinya ditujukan untuk mereka yang kangen dengan keyboard fisik dan body Blackberry yang dibalut grip yang berpori seperti Blackberry Dakota.

Namun upaya membangkitkan kembali kejayaan nama Blackberry ini pun tak lagi diperjuangkan oleh RIM. Sebab perusahaan asal Kanada itu telah beralih usaha ke bidang perangkat lunak. Blackberry kali ini berada di bawah kendali TCL Corporations, sebuah perusahaan teknologi asal China.

3. Sama-sama bangkit lewat sistem operasi Android

Nah, inilah yang menjadi pertanyaan banyak orang, mengapa Nokia dan Blackberry tidak memakai sistem operasi Android sejak dulu? Ya siapa juga yang menyangka bakal terhempas begitu pahit. Sebab pada masa jaya, siapa yang akan menyangka kesuksesan Symbian bakal terhenti, dan eksklusivitas Blackberry OS bakal dengan mudah dikangkangi? Tapi begitulah, nasib baik sedang berpihak dengan Android, setidaknya hingga dua dekade ini.

Dan pada akhirnya, Nokia dan Blackberry harus sepakat dengan sebuah kalimat masyhur dari Ibnu Khaldun. Kalimat itu berbunyi "Bangsa yang kalah selalu ingin mengikuti bangsa yang menang". Smartphone terbaru dari Nokia dan Blackberry kini punya sistem operasi berbasis Android.

Apakah kembalinya Nokia dan Blackberry bakal langgeng? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon