18 Maret 2017

Memantau Anak Dalam Menggunakan Smartphone Lewat Google Family Link


Maraknya penggunaan smartphone di kalangan anak-anak usia SD hingga SMP sering membuat para orang tua pun dimintai hal serupa. Anak-anak mereka pun ingin ikutan tren tersebut. Dan biasanya setelah anak cemberut berhari-hari, orang tua pun merelakan setengah atau satu gaji bulanannya untuk membelikan smartphone bagi buah hatinya.

Tantangan selanjutnya tak cuma budget yang telah keluar. Bahkan tantangan sesungguhnya justru baru dimulai. Yakni bagaimana mengawasi penggunaan smartphone yang mereka pegang. Sementara perangkat tersebut ada di tangan mereka seharian, dengan akses terhadap sumber daya informasi yang sangat terbuka lebar. Bagaimana cara memantau anak dalam menggunakan smartphone ini?



Akhirnya, raksasa internet Google pun turun tangan. Ini untuk pertama kalinya Google menyasar pengguna smartphone di bawah usia 13 tahun. Sebab akun Google reguler membatasi usia pendaftarnya untuk mereka yang sudah berusia 13 tahun keatas. Kini mereka yang berusia 13 tahun ke bawah diperkenankan untuk membuat akun Google, namun tetap harus dibimbing oleh orang tuanya. Dan tentu saja ada aplikasi khusus yang menyertai program Google ini, yakni Google Family Link.

Lewat Google Family Link, para orang tua memungkinkan untuk terus memantau penggunaan smartphone anaknya melalui perangkatnya sendiri. Maksudnya, orang tua tidak mesti melihat smartphone anaknya secara fisik. Sebab lewat Google Family Link ini, para orang tua bisa terus memantau smartphone anaknya lewat aplikasi ini. Ya mirip-mirip aplikasi sejenis spy sih, tapi tentu saja keunggulan ekosistem Google bakal memberikan nilai positif aplikasi ini.

Perangkat yang dibutuhkan

Pertama kali sebelum menginstal aplikasi ini, smartphone anda minimal mesti memakai sistem operasi Android 4.4 Kitkat. Dan sayangnya, smartphone yang akan dipantau, maksudnya smartphone sang anak, mesti memakai Android 7.0 Nougat. Ya kali memang sedang musim kalau smartphone anak lebih bagus dibanding smartphone orang tua. Dan memang itulah yang dibutuhkan untuk melakukan instalasi Google Family Link.


Seperti biasa, langkah yang pertama kali dilakukan adalah mengunjungi Play Store untuk mengunduh Google Family Link. Eh, tapi untuk saat ini sistemnya hanya undangan saja, bukan langsung ke Play Store. Kemudian kita akan diarahkan untuk membuat grup keluarga, dimana dalam satu grup bisa dihuni sampai empat orang. Jika pembuatan grup ini sudah selesai, aplikasi akan mengarahkan untuk membuat akun Google untuk anak.


Dalam pembuatan akun Google untuk anak di bawah usia 13 tahun ini, Google mengharapkan agar orang tuanya yang melakukannya. Sehingga verifikasi dengan kartu kredit pun dibutuhkan. Padahal tak semua orang tua punya kartu kredit, tapi karena anak usia dibawah 13 tahun pasti tak punya kartu kredit, maka cara ini dilakukan oleh Google. Verifikasi ini akan melakukan pemotongan saldo di kartu kredit sebesar 30 cent atau USD 0,3 per akun yang dibuat. Tapi tenang saja, saldo itu akan dikembalikan pasca pendaftaran telah selesai.


Kemudian masuk ke bagian yang pentingnya, yakni menyambungkan smartphone orang tua dan smartphone anak. Jika smartphone anak ini merupakan smartphone lama kita, maka log out akun Google yang ada di dalamnya. Sebab untuk menginstal Google Family Link di smartphone anak ini, harus dilakukan dengan akun Google milik sang anak yang telah dibuat di perangkat sebelumnya. Jika selesai mendaftar dengan akun Google anak, maka secara otomatis smartphone sebelumnya akan mengenali proses instalasi di perangkat baru ini. Dan kedua smartphone akan terhubung apabila instalasi sudah selesai.


Penggunaan Google Family Link

Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh orang tua setelah proses instalasi Google Family Link. Perangkat milik orang tua bisa mengatur layanan lokasi, aktivitas instalasi dan penggunaan aplikasi, bunyi dering, pemblokiran situs di Chrome, bahkan menyaring hasil pencarian di Google Search.


Smartphone orang tua bakal dipenuhi notifikasi apabila banyak aktivitas yang dilakukan oleh sang anak dengan smartphone-nya. Misalnya sang anak mengunduh aplikasi via Play Store, maka di perangkat orang tuanya akan muncul notifikasi persetujuan untuk melanjutkan unduhan tersebut. Bahkan ketika sudah disetujui pun, aplikasi yang telah diunduh lewat ekosistem Google Family Link, akan masuk ke dasbor grup keluarga yang telah dibuat sebelumnya.


Apakah itu cukup? Tentu tidak. Google Family Link mampu membatasi penggunaan smartphone sang anak. Sehingga tak perlu rebutan smartphone lagi untuk memaksa anak agar menghentikan aktivitasnya dengan perangkat tersebut. Lewat Google Family Link, orang tua bisa mengatur kapan sang anak bisa menggunakan smartphone. Jika waktunya telah habis, ada notifikasi di smartphone sang anak yang secara otomatis menutup layar dan menghentikan aktivitas apapun di dalam perangkat tersebut. Namun meski ditutup dan terkunci, smartphone sang anak masih tetap bisa membuat dan menerima panggilan darurat.

Ya, mungkin ini yang ditunggu oleh para orang tua yang kesal setiap kali rebutan smartphone dengan anaknya. Aplikasi yang ditunggu oleh para orang tua yang mesti berteriak-teriak setiap kali waktunya belajar, mandi, maupun makan, namun sang anak masih asyik dengan smartphone mereka. Namun sayangnya, kekesalan orang tua pun harus bertahan lebih lama sebab aplikasi Google Family Link baru tersedia di Amerika Serikat saja. Itu pun dengan sistem undangan di halaman berikut ini: https://families.google.com/familylink/.


Sumber Gambar: Greenbot.com

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

2 comments

Bahagianya anak sekarang kalau bermain gadget, bahagianya angkatan 80-an kalau mandi di kali bareng-bareng haha

kemudian ibu dateng sambil ngacungin gagang sapu :)

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon