Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memantau Anak Dalam Menggunakan Smartphone Lewat Google Family Link

Maraknya penggunaan smartphone di kalangan anak-anak usia SMP bahkan SD membuat para orang tua khawatir. Anak-anak ini masih belum mampu memilah dan memilih apa yang harus dilakukan di dunia digital. Untuk itulah Google membuat Google Family Link.

Apa Itu Google Family Link?

Google Family Link adalah sebuah aplikasi buatan Google yang memungkinkan para orang tua untuk melakukan pemantauan ponsel anaknya. Aplikasi ini berfungsi sebagai pengendali izin dari ponsel sang anak.

Family Link dibuat dan dikembangkan sejak 2017. Saat ini aplikasinya sudah diinstal lebih dari 10 juta kali. Di Play Store, aplikasi ini mendapat 4,3 bintang dari 5 bintang yang tersedia.

Soal bintang yang didapatkan aplikasi ini, ternyata banyak juga pemberi bintang dibawah 2. Ulasan negatif ini setelah ditelusuri berasal dari anak-anak yang kesal karena ponselnya dipantau orang tua.

Melihat ulasan negatif tersebut, sepertinya Family Link memang berhasil membantu para orang tua untuk memantau penggunaan ponsel anaknya secara ketat.

Perangkat yang dibutuhkan

Untuk memantau ponsel anak, ponsel orang tua paling tidak sudah menggunakan Android versi 5.0 atau Lollipop. Sementara itu, ponsel sang anak yang dipantau tadi mesti menggunakan Android 7.0 atau Nougat. Ya, ponsel anak mesti lebih tinggi. Sudah biasa.

Cara Memasang Google Family Link

google family link

Seperti biasa, langkah yang pertama kali dilakukan adalah mengunjungi Play Store atau App Store buat pengguna Apple untuk mengunduh Google Family Link.

Kemudian Anda akan diarahkan untuk membuat grup keluarga, dimana dalam satu grup bisa dihuni sampai empat orang. Jika pembuatan grup ini sudah selesai, aplikasi akan mengarahkan untuk membuat akun Google untuk anak.


Dalam pembuatan akun Google untuk anak di bawah usia 13 tahun ini, Google mengharapkan agar orang tuanya yang melakukannya. Sehingga verifikasi dengan kartu kredit pun dibutuhkan. Padahal tak semua orang tua punya kartu kredit, tapi karena anak usia dibawah 13 tahun pasti tak punya kartu kredit, maka cara ini dilakukan oleh Google.

Verifikasi ini akan melakukan pemotongan saldo di kartu kredit sebesar 30 cent atau USD 0,3 per akun yang dibuat. Tapi tenang saja, saldo itu akan dikembalikan pasca pendaftaran telah selesai.

Update: Saat ini verifikasi sudah tidak memerlukan kartu kredit.


Kemudian masuk ke bagian yang pentingnya, yakni menyambungkan smartphone orang tua dan smartphone anak. Jika smartphone anak ini merupakan smartphone lama kita, maka log out akun Google yang ada di dalamnya. Sebab untuk menginstal Google Family Link di smartphone anak ini, harus dilakukan dengan akun Google milik sang anak yang telah dibuat di perangkat sebelumnya. Jika selesai mendaftar dengan akun Google anak, maka secara otomatis smartphone sebelumnya akan mengenali proses instalasi di perangkat baru ini. Dan kedua smartphone akan terhubung apabila instalasi sudah selesai.


Penggunaan Google Family Link

Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh orang tua setelah proses instalasi Google Family Link. Perangkat milik orang tua bisa mengatur layanan lokasi, aktivitas instalasi dan penggunaan aplikasi, bunyi dering, pemblokiran situs di Chrome, bahkan menyaring hasil pencarian di Google Search.


Smartphone orang tua bakal dipenuhi notifikasi apabila banyak aktivitas yang dilakukan oleh sang anak dengan smartphone-nya. Misalnya sang anak mengunduh aplikasi via Play Store, maka di perangkat orang tuanya akan muncul notifikasi persetujuan untuk melanjutkan unduhan tersebut. Bahkan ketika sudah disetujui pun, aplikasi yang telah diunduh lewat ekosistem Google Family Link, akan masuk ke dasbor grup keluarga yang telah dibuat sebelumnya.

Apakah itu cukup? Tentu tidak. Google Family Link mampu membatasi penggunaan smartphone sang anak. Sehingga tak perlu rebutan smartphone lagi untuk memaksa anak agar menghentikan aktivitasnya dengan perangkat tersebut. Lewat Google Family Link, orang tua bisa mengatur kapan sang anak bisa menggunakan smartphone. Jika waktunya telah habis, ada notifikasi di smartphone sang anak yang secara otomatis menutup layar dan menghentikan aktivitas apapun di dalam perangkat tersebut. Namun meski ditutup dan terkunci, smartphone sang anak masih tetap bisa membuat dan menerima panggilan darurat.

Ya, mungkin ini yang ditunggu oleh para orang tua yang kesal setiap kali rebutan smartphone dengan anaknya. Aplikasi yang ditunggu oleh para orang tua yang mesti berteriak-teriak setiap kali waktunya belajar, mandi, maupun makan, namun sang anak masih asyik dengan smartphone mereka.

3 komentar untuk "Memantau Anak Dalam Menggunakan Smartphone Lewat Google Family Link"

  1. Bahagianya anak sekarang kalau bermain gadget, bahagianya angkatan 80-an kalau mandi di kali bareng-bareng haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. kemudian ibu dateng sambil ngacungin gagang sapu :)

      Hapus
  2. anak2 udah lebih cerdas bang Doel Masak ortunya diblock dari semua sosmednya. Kadang kalo merajuk left dari grup wa keluarga hehehe

    BalasHapus