14 April 2017

Misteri Tiada Angka 4 Pada Oppo, Vivo, dan OnePlus


Kabar bakal meluncurnya OnePlus 5 membuat pangsa pasar smartphone kelas premium kembali panas. Smartphone flagship dari pabrikan asal China ini memang dihuni fitur yang mumpuni. Namun selain banyak yang menunggu, ada saja yang bertanya mengapa dari OnePlus 3 dan 3T langsung melompat ke OnePlus 5?

Sebenarnya suka-suka OnePlus juga sih, mau lompat langsung ke 5 atau ke 9 sekalipun. Tapi kesannya jadi nggak menarik ya, sob. Sebab tentu saja ada alasan mengapa OnePlus nggak buat OnePlus 4 sebagai suksesor OnePlus 3 itu. Hanya saja studi kasusnya tidak komprehensif jika mengacu pada pabrikan yang bermarkas di Shenzhen, Guangdong, China ini. Sebab jumlah produksi smartphone-nya masih sedikit.


Baiklah, kita pindah ke Vivo. Pabrikan yang bermarkas di Dongguan, China ini pun tak punya smartphone dengan nama yang berunsur angka 4. Silakan teliti mulai dari peluncuran Vivo Y15 pada tahun 2013, hingga Y25 yang baru pada Maret 2017 lalu dirilis. Tak ada Vivo V4, misalnya. Padahal sudah ada 39 tipe smartphone yang sudah diproduksi oleh Vivo.

Masih kurang? Baiklah kita tengok Oppo. Brand yang sedang menjadi raja di China dan menduduki posisi runner-up di Indonesia untuk kategori market share ini ternyata tidak memiliki smartphone dengan unsur angka 4 didalamnya. Silakan tengok pertama kali peluncuran Oppo U701 Ulike pada tahun 2012 silam hingga smartphone unggula mereka, F3 Plus yang masih kinyis-kinyis sebab baru saja dirilis April 2017. Tak ada angka 4 dari 54 tipe smartphone yang pernah diproduksi oleh Oppo.

Nah, sudah bertanya-tanya sekarang?

Pertama yang mesti diketahui adalah Oppo, Vivo, dan OnePlus memiliki induk semang yang sama. Mereka sama-sama berasal dari sebuah konsorsium besar para investor di negeri Tiongkok. Konsorsium ini ada yang mendirikan BBK Electronics yang dikhususkan untuk membuat produk-produk elektronik diluar smartphone. Para pendiri BBK pun mendirikan Oppo Guandong Telecommunication (Oppo) pada 2004 untuk membuat dan memasarkan smartphone diluar negeri tirai bambu.

Kemudian BBK pun secara khusus mendirikan Vivo pada 2009 yang dimaksudkan untuk membuat dan memasarkan smartphone di dalam negeri. Sementara OnePlus dibuat oleh perusahaan investor yang juga mendirikan BBK dan Oppo. Ya katakanlah semacam penopang Oppo di pasar internasional. Jadi kalau dibilang ketika brand ini berasal dari satu perusahaan, sebenarnya kurang tepat. Tapi kalau dibilang mereka berasal dari satu pihak, ya cukup adil juga.

Oleh karenanya dalam rangka menghindari angka 4 dalam setiap produknya mereka pun kompak. Sebab petinggi-petingginya saling terkait dan ada di ketiga brand tersebut.

Sebenarnya bukan cuma OnePlus, Oppo dan Vivo saja sih. Di beberapa gedung di negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara, kita tak akan pernah menemukan angka 4 dalam lift. Ya, dalam beberapa gedung, yang dimiliki oleh orang China, tak ada lantai 4. Duh, panjang sekali basa-basinya. Lantas mengapa bisa seperti itu?

Dalam bahasa China, menyebut 'empat' sama saja menyebut 'mati'. Bahasa China untuk 'empat' adalah '四' atau 'sì', dan 'mati' adalah '死' atau dilafalkan juga dengan 'sǐ'. Nah, jika OnePlus kemudian menamai perangkat terbarunya dengan OnePlus 4, maka bunyinya bakal terdengar seperti OnePlus Mati.

Mungkin, mungkin loh ya, petinggi ketiga perusahaan tersebut adalah para pengidap Tetraphobia, sebuah ketakutan akan angka 4. Sebab kalau tidak dikatakan phobia, mengapa Xiaomi, Huawei, Meizu yang notabene berasal dari rumpun kultur yang sama tetap menyertakan angka 4 di dalam tipe smartphone mereka?

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon