5 April 2017

Xiaomi Redmi Note 4 dan Redmi 4X Resmi Meluncur Tanpa Hunger Marketing


Xiaomi sedang membidik secara serius pasar Indonesia. Pasalnya, setelah meluncur di China pada awal Maret kemarin, produk teranyar mereka yakni Xiaomi Redmi 4X akhirnya hadir di Indonesia. Kehadirannya memang disiapkan sebagai kejutan setelah gema perilisan hanya untuk Redmi Note 4. Perangkat terakhir ini bukanlah barang baru di dunia gadget, sebab sudah hadir pada Agustus 2016 di negeri asalnya. Dua gadget ini meluncur saat ajang Mi Fan Fest 2017 yang dihelat pabrikan asa China ini di Jakarta, pada Rabu (5/4).

Kenapa Xiaomi dianggap serius untuk menggarap Indonesia? Sebab setelah China, Indonesia menjadi tempat kedua dari meluncurnya Redmi 4X. Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pun telah dipenuhi oleh perusahaan yang belum lama ditinggalkan Hugo Barra ini. Jadi ada beberapa sebutan 'Made in Indonesia' yang disampaikan oleh Director of Product Management and Marketing, Donovan Sung, yang mengenalkan Xiaomi Redmi Note 4 dan Redmi 4X.


Redmi Note 4

Redmi Note 4 hadir dengan spesifikasi yang cukup gahar namun harganya tak membuat kantong jebol. Bayangkan hanya dengan Rp.2.399.999,- anda sudah mendapatkan sebuah smartphone dengan layar 5,5 inchi, ditambah 2.5D curved glass. Pun dengan dapur pacu yang mumpuni untuk menjalankan aplikasi yang berat, sebab telah dipasang Snapdragon 625, 14nm FinFET. Tak cuma itu, ada RAM 3GB yang didukung oleh daya simpan sebesar 32GB. Dan terakhir, perangkat ini telah dibekali dengan kamera 13 MP.

Donovan mengatakan smartphone dengan baterai 4100 mAH ini sudah dijual di Erafone dan outlet distributor resmi TAM di seluruh Indonesia.




Redmi 4X

Seperti telah disinggung diatas, Redmi 4X menjadi tamu spesial yang dikenalkan Donovan Sung kepada khalayak. Bersama Redmi Note 4, Redmi 4X merupakan andalan Xiaomi untuk menyasar pengguna middle-level. Sebab dengan harga yang dikenalkan, Redmi 4X layak menjadi andalan dari para pencari 'smartphone 2-jutaan'. Sebab spesifikasi yang ditawarkan sudah tingkat dewa -berbanding dengan harga segitu.

Donovan langsung menantang Samsung Galaxy J5 perihal keunggulan baterai dari Redmi 4X. Ia sesumbar kalau perangkatnya lebih efisien sebesar 32 % dari varian Samsung Galaxy yang berharga diatas 600 ribuan dibanding Redmi 4X. Terlebih jika dibandingkan soal spesifikasi dan harga, Redmi 4X tentu menang. Sebab hanya dengan Rp.2.099.000, pembeli bisa mendapatkan spesifikasi Redmi 4X yang cukup menawan.

Bahkan Donovan sendiri membandingkan Redmi 4X dengan Samsung Galaxy J5 dan Asus Zenfone 3 Max. Sebab kedua smartphone buatan Korea dan Taiwan itu hanya memiliki Ram 2 GB dan daya simpan 16 GB. Nah, dengan harga yang sudah disebutkan, Redmi 4X mampu menawarkan RAM 3 GB dan penyimpanan 32 GB. Pilih mana?

Jika melihat spesifikasi yang ditawarkan, tentu akan semakin mengukuhkan anggapan bahwa Xiaomi ingin terus menancapkan kukunya di Indonesia. Sebab perang harga sepertinya telah ditabuh Xiaomi untuk menantang produsen lain yang lebih dulu mapan di sini. Redmi 4X dibekali dengan Snapdragon 435 octa-core, ditambah kamera belakang 13 MP dan kamera depan 5 MP. Redmi 4X baru dipasarkan pada akhir April 2017. Silakan rujuk ke gambar untuk melihat spesifikasi lengkapnya.



Hunger Marketing Xiaomi

Apa hal yang paling menarik dari ajang Mi Fan Fest 2017 yang sekaligus sebagai peluncuran Redmi Note 4 dan Redmi 4X. Xiaomi tak lagi mengabarkan sebuah informasi bombastis seolah-olah produknya merupakan barang yang dibutuhkan dan laris. Bayangkan, Xiaomi pada tahun 2014 pernah berujar kalau 30.000 produknya laku dalam waktu satu menit. Dalam ilmu marketing, strategi semacam ini disebut dengan 'hunger marketing'.

Hunger marketing yang telah diterapkan Xiaomi memang tidak dominan dilakukan oleh pabrikan asal China ini saja. Apple pun pernah, dan saat ini sedang dilakukan Google dengan Pixel-nya. Apakah Xiaomi sukses? Tentu saja marketing Xiaomi sempat ditiru oleh brand lain meski gagal. Tapi bagi Xiaomi, meski tidak menduduki jajaran lima besar brand smartphone terlaris di Indonesia, Xiaomi sudah menciptakan fanatisme pengguna lewat Mi Fans.

Loyalitas Mi Fans telah terbukti dengan kehadiran mereka pada ajang Mi Fan Fest. Itulah mengapa, Xiaomi lebih menganakemaskan Mi Fans ketimbang para blogger layaknya yang telah dijalankan Asus. Daya jangkau Mi Fans mungkin tak sama dengan para Buzzer, tapi ada nilai lebih ketika menjalin hubungan yang lebih baik antara produsen dengan konsumen sebagaimana dengan apa yang Xiaomi lakukan.

Xiaomi telah menjalani proses untuk mengukuhkan diri di pasar Indonesia. Selayaknya kehidupan, maka hasil biasanya tak akan membohongi proses yang telah dilalui. Sehingga setelah antusiasme pasar sudah cukup baik, kita nantikan apakah pada kuartal kedua dan seterusnya Xiaomi akan bertengger di lima besar smartphone terlaris di Indonesia?


Sumber gambar: event.c.mi.com

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon