22 Desember 2017

Asyiknya Metode Pembayaran Satu Atap Lewat KUDO


Saat ini aplikasi pembayaran iuran kebutuhan rumah tangga, seperti listrik, air, telepon, tiket, kredit motor, dan lain-lain memang lumayan banyak. Mulai dari yang gratis hingga berbayar bisa langsung diunduh lewat gadget kesayangan. Salah satu aplikasi yang menyediakan fasilitas pembayaran semacam ini adalah KUDO.

KUDO merupakan sebuah startup yang didirikan pada Juli 2014 oleh Albert Lucius dan Agung Nugroho. Kedua orang ini pun masih memimpin KUDO, dimana Albert sebagai CEO, dan Agung menjabat COO. Keduanya memang berpengalaman dalam menjalankan perusahaan setelah empat tahun bekerja di bawah naungan perusahaan konsultasi bisnis, The Boston Consulting Group.

cara daftar KUDO


KUDO dan Grab

Maka tidak heran kalau dalam perjalanannya, KUDO banyak diminati untuk kerjasama. Hingga sebuah perusahaan aplikasi transportasi asal Malaysia yang cukup menjadi raja di Asia Tenggara, yakni Grab, kepincut untuk meminang KUDO. Menurut Reuters, Grab mengucurkan dana segar hingga US$ 10 juta kepada KUDO. Meskipun menurut beberapa sumber Grab dan KUDO, angkanya kurang dari itu, tapi kerjasama itu membuka banyak hal bagi perjalanan keduanya. Dan fix, Grab telah bekerjasama dengan KUDO pada April 2017.

Bagi Grab sendiri, akuisisi ini sangat bermanfaat bagi ekosistem pembayaran yang dimilikinya, GrabPay. Pengguna ponsel yang telah menginstal KUDO cukup banyak di Indonesia, bahkan hingga menjangkau pedesaan. Sehingga penetrasi GrabPay bisa langsung masuk tanpa menunggu waktu yang lama. Grab memang mengincar Indonesia. Dengan masterplan-nya yang telah tersusun hingga 2020 yang bernama 'Grab 4 Indonesia', Grab telah menyediakan US$ 700 juta atau sekitar Rp.9,2 Triliun. Dan yang pasti 14% dari nominal investasi itu telah masuk ke KUDO.

Kerjasama dengan Grab itu memang membuat perubahan di KUDO. Yang paling kentara adalah setiap agen KUDO bisa menerima pendaftaran driver Grab dan menyediakan top up bagi driver. Tapi apa yang paling penting?

KUDO tetap Gratis

Perbedaan yang paling mendasar dari berjualan secara offline dan online, adalah soal lapak. Kalau offline lapaknya (biasanya) bayar, namun online tidak. Kalau ada kios online yang berbayar, berarti kios yang luar biasa. Enggak semua yang luar biasa itu positif, sebab 'kejadian luar biasa' berarti bencana. Nah, KUDO yang berarti Kios Untuk Dagang Online menjaga agar kios online itu betul-betul gratis.

Setiap orang yang menggunakan KUDO, secara otomatis dia menjadi agen KUDO. Menjadi agen KUDO pun sama halnya seperti melakukan instalasi aplikasi KUDO, gratis. Biaya baru dibutuhkan ketika kita melakukan top up. Mengapa perlu biaya ketika top up? Ya iyalah, pulsa, listrik, tiket, dan lain-lain itu 'kan bukan punya KUDO. Listrik dimiliki oleh PLN, pulsa punya provider, air punya PDAM, tiket punya KAI dan maskapai, dan KUDO hanya punya aplikasi yang diberikan secara gratis. Masih kurang?

Yang perlu diingat adalah dalam KUDO tidak ada istilah 'hak berdagang', 'uang masuk', atau 'biaya administrasi'. Kalau kita melakukan top up Rp.250.000,- yang masuk ke saldo agen KUDO ya tetap segitu. Saldo itu bakal berkurang kalau digunakan untuk melakukan transaksi, itu pun akan digantikan dengan uang tunai dari konsumen. Kalau pembayaran itu untuk sendiri berarti diganti dengan pulsa, listrik, atau apa saja yang dibayarkan lewat KUDO.

Bayar-bayar di KUDO, Murah!

Ini yang membuat saya kepincut. Sebab melakukan pembayaran di KUDO banyak murahnya. Tapi sebelum terkecoh dengan propaganda promosi ala saya kemudian menyesal di kemudian hari, lebih baik saya beri penjelasan.

Harga dasar pembayaran di KUDO memang sama dengan harga dasar di keagenan lain. Misalnya harga dasar pulsa 5.000, maka harga dasarnya Rp.5.600. Harga ini kalau dijual di konsumen bisa mencapai Rp.6.500 hingga Rp.7.000. Nah, asyiknya melakukan pembayaran di KUDO adalah banyak bonus yang tersedia. Misalnya ada kupon-kupon tertentu yang bisa ditukarkan dengan barang atau uang saldo tunai. Dengan catatan nominal transaksi agen kita sudah mencapai poin tertentu.

Kalau dihitung-hitung tentu lebih murah. Ya, kalaupun kamu berat untuk mengatakan lebih murah, maka saya katakan harga pembayaran di KUDO jelas lebih bersaing daripada lapak sebelah hehehe. Silakan bandingkan.

Cara Jadi Agen KUDO

Cara menjadi agen KUDO sangat mudah. Ikuti petunjuknya di bawah ini.


  1. Silakan unduh aplikasi KUDO di Play Store.
  2. Daftar melalui aplikasi atau disini. Jangan lupa masukkan kode referal agar bisa dapat bonus: A1psfg3.
  3. Isi saldo KUDO. Isi saldo ini bisa melalui virtual account, di merchant semisal Alfamart, maupun tramsfer ATM.
  4. Dan mulailah berjualan.

Seperti namanya, KUDO memang diperuntukkan bagi mereka yang ingin punya kios tapi terbatas tempat. Sehingga buat yang hanya menggunakannya bagi keperluan pribadi alias bukan untuk berjualan, keuntungan-keuntungan yang ditawarkan KUDO bakal lambat diperoleh.

Yuk, jadi agen KUDO.

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

2 comments

Baru tau aku bang soal kudo ini, hahaha kudet banget ya?
Istilahnya Kudo ini tempat buat kita2 jualan ya Bang? Lumayan juga nih..
btw contohnya pake jualan pulsa jadi inget jaman SMA dan kuliah jualan pulsa buat uang jajan

Iya, baru nengok KUDO sekarang padahal hype nya udah lama hiihi

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon