14 Maret 2018

Cara Mengetahui Sebuah Foto Asli atau Editan


Kecanggihan aplikasi editor gambar semakin hari semakin hebat saja. Banyak sisi positif yang bisa diambil dari kehebatan tersebut, namun tentu akan selalu ada sisi negatif yang muncul. Salah satu sisi negatif dari kehebatan aplikasi editor gambar adalah munculnya beragam gambar editan yang dibuat untuk mendukung informasi palsu atau yang lumrah disebut hoax.


Gambar editan yang dikesankan sebagai gambar asli memang tidak semuanya bertujuan menyebarkan hoax, ada juga yang cuma bersenang-senang. Misalnya editan foto yang dilakukan oleh seniman luar negeri Average Rob, maupun dari dalam negeri Syahril Ramadhan yang foto-foto editannya cukup viral di tanah air. Keduanya kocak, tapi untuk soal ini saya lebih suka dengan editannya Indra Hakim.

Baik Average Rob, Syahrial Ramadhan, maupun Indra Hakim tentu memiliki disclaimer kalau karyanya bertujuan menghibur. Kalau ada yang terlanjur menganggapnya sebagai sesuatu yang serius bagaimana? Ini menjadi masalah. Sebab foto-foto editan seringkali ditujukan hanya sebagai sarana hiburan pada awalnya, namun tersebar dan dianggap mewakili sesuatu yang nyata.

Cinta Laura dan Syahril Ramadhan. / Sumber: SR Design Art.
Bruno Mars narik becak? / Sumber: Indra Hakim
Taylor Swift dan Average Rob. / Sumber: Average Rob
Masalah lainnya, editan foto semacamnya memang ditujukan sejak awal sebagai foto hoax dengan tujuan-tujuan tertentu. Nah, bagaimana mendeteksinya agar paling tidak dari diri sendiri bisa melakukan semacam analisis agar hoax itu tak semakin menyebar? Salah satu cara adalah berkunjung ke situs fotoforensics.com.

Melakukan analisis forensik atas sebuah foto

Ya, dari namanya situs ini melakukan analisis forensik atas sebuah foto. Situs ini melakukannya dengan cara mengubah foto tersebut menjadi gambar dengan menyoroti perbedaan pada tingkat kompresi JPEG.

FotoForensics menyebutnya sebagai Error Level Analysis (ELA), yakni sebuah algoritma yang menjabarkan perbedaan antara tekstur, permukaan, dan pinggiran yang berbeda dalam sebuah gambar yang luput dari mata telanjang. Hal ini memang cukup rumit, sebab dalam situs ini tidak ada jawaban YA atau TIDAK atas sebuah gambar yang dianalisis. Namun paling tidak, situs ini sangat membantu untuk menganalisis sebuah foto dan membantu pengambilan keputusan atas kesahihan sebuah foto.
Hasil analisis FotoForensics.com terhadap gambar Kim Jong Un memegang floppy disk. / Sumber: FotoForensics.com
Cara menggunakan FotoForensic cukup mudah. Pertama, silakan kunjungi situsnya: http://fotoforensics.com. Kedua masukkan foto yang akan dianalisis, baik lewat alamat URL-nya maupun unggahan file secara langsung. Ketiga, situs akan memunculkan hasilnya dan secara default memang langsung menampilkan opsi analisis ELA.

Sekali lagi, tidak ada jawaban YA atau TIDAK dalam situs ini. Makanya sebelum menganalisis foto yang ditemukan di luar sana, alangkah lebih baik membaca tutorialnya dan melakukan latihan yang telah disediakan oleh FotoForensics di tautan berikut ini.

Masalah dalam menganalisis foto viral yang sudah terlanjur menyebar adalah banyaknya reproduksi terhadap foto tersebut. Hal ini mengakibatkan ELA dalam FotoForensics tidak berjalan dengan baik, sehingga sedikit menyulitkan untuk melakukan analisis keaslian sebuah foto. Untuk itulah dibutuhkan kemampuan lainnya, seperti menganalisis informasi terkait foto, media penyebar, dan opini yang membahas masalah yang sama. Demikian, semoga bermanfaat.

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon