3 Mei 2018

Mending Asus Zenfone Max Pro M1 atau Xiaomi Redmi Note 5?


Dua tahun belakangan ini, Asus tampaknya cukup sempoyongan untuk bersaing dengan merek ponsel lain. Pabrikan asal Taiwan ini tampak mencari momentum untuk bangkit mengejar ketertinggalan. Dan saat itu akhirnya tiba. Asus merilis Zenfone Max Pro M1 di India dan Indonesia pada 23 April 2018 secara bersamaan. Ponsel ini disebut-sebut bakal mengatrol Asus kembali ke panggung persaingan.

Sebelumnya, seri Zenfone M1 sudah mbrojol terlebih dulu dengan Zenfone Max Plus M1 yang memakai dapur pacu Mediatek. Sayangnya, respon pasar masih embuh sama ponsel yang dibanderol dengan harga sekitar Rp2,7 juta itu. Entah Asus gagal membaca pasar, atau ponsel ini hanya sekedar tes pasar sebelum pada akhirnya Zenfone Max Pro M1 hadir.

Zenfone Max Pro M1 hadir tidak sendirian. Selain varian Zenfone Max M1, hadir pula Zenfone 5Q yang secara global disebut sebagai Zenfone 5 Lite. Tapi sorotan fokus tampaknya lebih terarah pada Zenfone Max Pro M1. Sebabnya jelas, setelah diserang dari darat dan udara oleh berbagai merek, Asus akhirnya berani ngegas berkat ponsel yang satu ini.


Akun media sosial Asus sering diisi dengan komentar 'setrikaan'. Ya, tentu saja komentar semacam ini hadir disebabkan 'kesalahan' masa lalu Asus yang memakai chipset Intel. Tampaknya, netijen yang berkomentar semacam itu ibarat seseorang yang gagal move on ketika mantannya jalan dengan orang lain. Tapi Asus tidak bisa berkelit ketika komentar yang datang dibanjiri dengan tanda pagar #MendingXiaomi.

Sebabnya tanda pagar semacam itu diiringi dengan komparasi spesifikasi yang membuat (admin) Asus mati kutu. Apalagi baru-baru ini ketika pabrikan asal China itu merilis Redmi Note 5. Dengan didukung chipset Snapdragon 636, RAM 3 GB, dan Memori 32 GB, Redmi Note 5 dibanderol dengan harga Rp2,5 juta. Banyak yang yakin merek lain tidak bisa menyaingi banderol tersebut, namun tidak dengan admin medsos Asus yang kali ini berani ngegas dan membuka ruang engagement (baca: berantem antar fans).

Keberanian itu pun baru diketahui setelah Asus merilis Zenfone Max Pro M1. Ponsel yang hadir dengan spesifikasi yang mirip dengan Redmi Note 5 ini memang berulang kali dalam event rilis itu dibandingkan dengan Vivo V9, Samsung Galaxy A8, serta Oppo F7 yang sudah dirilis lebih dahulu. Nah, perbandingannya kog sama tiga ponsel itu, jangan-jangan Asus main drama? Hingga pada akhirnya pada satu slide, Zenfone Max Pro M1 ini berani head to head dengan Redmi Note 5. Siapa yang menang?


#LebihMendingZenfone

Tanda pagar inilah yang menjadi pilihan Asus untuk menantang #MendingXiaomi. Kehadiran Zenfone Max Pro M1 membuat Asus jauh lebih pede untuk bertarung di ponsel kelas menengah yang disebut-sebut dikuasai oleh Xiaomi.

Zenfone Max Pro M1 hadir dengan chipset kekinian Snapdragon 636 yang dibuat dengan fabrikasi 14nm, CPU Kryo 260, dan GPU Adreno 509. Chipset ini dibuat dengan arsitektur yang mirip dengan Snapdragon seri 800, chipset yang dipakai oleh ponsel kelas flagship. Jadi pengaruhnya terhadap ponsel tentu selain lebih powerful, juga lebih irit konsumsi daya.

Layar Zenfone Max Pro M1 dibuat lebih besar, yakni 6 inci full view Full HD+. Namun tenang saja layar sebesar ini dibalut dalam body yang sama dengan 5,5 inci. Layar yang lebar ini membuat sensor sidik jari harus mengalah ke belakang menemani dual camera yang diletakkan membujur ke bawah mirip, eh maaf, terinspirasi dari iPhone X. Dual camera-nya sendiri beresolusi 13MP dan 16MP dengan bukaan hingga f2.0. Sementara kamera depan cukup dibekali dengan resolusi 5MP saja, karena ponsel ini tidak dibuat untuk segmen selfie.

Yang paling menarik dari Zenfone Max Pro M1 ini tentu saja kapasitas catu daya yang jumbo. Asus membenamkan baterai sebesar 5000mAh pada Zenfone Max Pro M1. Tapi kehadiran Snapdragon 636 tentu mengubah penilaian sebelumnya. Asus menjamin Zenfone Max Pro M1 ini bisa dipakai untuk bermain Mobile Legend hingga 11 jam lebih atau game biasa selama 12 jam. Dan untuk mengisi baterai sebesar ini hanya perlu waktu hingga 2 jam 30 menit saja. Ini jauh lebih cepat dibandingkan Zenfone 4 Max Pro dengan Snapdragon 425 yang harus memakan waktu charging hingga hampir 4 jam.

Kejutan lain yang dibawa Zenfone Max Pro M1 adalah ini pertama kalinya ponsel Asus tidak memakai ZenUI, sebuah kustomisasi Asus terhadap Android. Ponsel ini memakai Android 8.1 murni alias Android stock.

Lalu, sudahkah membandingkan spesifikasinya dengan Redmi Note 5? Ya, spesifikasinya memang hampir sama kecuali dari sisi baterai. Bagaimana dengan harganya?

Zenfone Max Pro M1 memang layak disebut best-budget saat ini. Sebab dua varian lagi, yakni RAM 4GB dan memori 64 GB dibanderol dengan harga Rp2,8 juta, dan varian tertinggi RAM 6 GB serta memori 64 GB dibanderol dengan harga Rp3,3 juta, bisa dibilang harga yang menggiurkan untuk merek ponsel ternama. Ini tentu cukup untuk ngegas di media sosial dengan tanda pagar #LebihMendingZenfone 'kan?

Atau anda tergolong mereka yang enggak peduli dengan tanda pagar itu dan memilih untuk bersorak gembira dengan perang harga ponsel tanah air? Yak sip, kita ternyata punya persamaan. Yakni kita memang sama-sama kismin.

---
Artikel ini pernah dipublikasikan di Mojok.co

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

6 comments

Milih merk gadget ini ataupun itu memang penting, terlebih dengan speknya, tapi aku sendiri kembali lagi ke soal kebutuhan dan besarnya budget, Mas :)

Hehe iya kadang pas punya budget juga malah tambah bingung mau beli yang mana. Makanya ya banyak artikel kayak gini.

dua-duanya bagus bro, bingung mau pilih yang mana, punya sisi kelebihan dan kekurangannya masing-masing...

tergantung kebutuhan aja mas, kalo prefer ke kemera, pilihannya ke Redmi Note 5 aja. Tapi kalo gaming ya ke Zenone Max Pro M1. Beda tipis sih, tapi ya ttep ada bedanya.

Kalau cukup duitnya milih yang kameranya bisa di setting buat foto milky way Mz hihi

Aduh.. jadi bingung nih, pilih yang mana yaa.. dua-duanya keren punya.. jangan sampai gagal move on seperti susahnya lupain mantan, hihihi...

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon