24 Juni 2018

Asus Zenfone 4 Max Pro ZC554 KL Jelang Setahun, Masih Layak?


Asus Zenfone 4 Max Pro dirilis pada September 2017 di Indonesia, sebulan setelah perilisannya di Taiwan. Ponsel ini dikenal dengan baterainya yang bongsor, sebab termasuk seri Zenfone Max. Setelah hampir satu tahun ponsel itu beredar di pasaran, apakah masih layak untuk dibeli?

Saat dirilis, harga Asus Zenfone 4 Max Pro dibanderol di angka Rp2.999.000. Saat ini, harga resminya berada di angka Rp2.699.000. Penurunan harga ini merupakan hal yang wajar dari setiap seri ponsel dari merek apapun. Penurunan ini biasanya dilakukan untuk menyesuaikan harga dengan ponsel seri baru yang bakal turun selanjutnya.

Zenfone 4 Max Pro. (Foto: dokumen pribadi)
Jualan Asus Zenfone 4 Max Pro berada di kapasitas baterainya yang lumayan jumbo. Ya iya lah, namanya juga seri Zenfone Max. Zenfone 4 Max Pro punya baterai sebesar 5000mAh yang diklaim bertahan sekitar 46 hari waktu standby. Dalam penggunaan normal, misalnya media sosial, internet, chatting, kadang-kadang juga YouTube, main Mobile Legend, dengan akses Wi-Fi dan cahaya layar normal, maka daya tahannya dari 100% turun ke 2% membutuhkan waktu sekitar 23 jam.

Daya tahan itu bisa ditingkatkan dengan memakai fitur Power Saving ataupun Super Saving untuk waktu penghematan yang lebih banyak. Sayangnya, untuk seri Max, rata-rata charging dari 0% ke 100% membutuhkan waktu sampai 3,5 jam. Ya, Zenfone 4 Max Pro belum mendukung fast-charging tersebab spesifikasinya yang masih tergolong medioker.


Spesifikasi Zenfone 4 Max Pro memang medioker untuk ukuran harga segitu dan dirilis pada saat itu. Ponsel ini diotaki oleh Snapdragon 430 octa-core dengan kecepatan 1,4 GHz, yang ditopang dengan RAM 3 GB dan memori 32 GB. Sistem operasinya menggunakan Android 7.1.1 dengan kustomisasi ZenUI 4. Hasil benchmark menggunakan AnTuTu, ponsel ini mendapatkan skor 43,453.

Ditilik dari sisi depan, Zenfone 4 Max Pro masih memakai layar HD dengan bentang layar 5,5 inci, rasio 16:9. Meski bezel kiri dan kanannya cukup tipis tapi dagunya masih lebar, sebab disitu ada tombol recent apps dan back yang mengapit finger print sensor yang merangkap tombol home. Dahinya pun masih lebar, karena ada kamera depan, flash dan proximity sensor. Ya sih, saat itu poni dan layar 18:9 belum se-ngetren sekarang.

Ngomong-ngomong soal kamera, Asus memberikan tiga kamera pada Zenfone 4 Max Pro ini. Satu kamera ada di depan dengan resolusi 16MP dengan ukuran sensor 18mm, bukaan f/2.0 dengan LED flash, sementara dua kamera lagi berada di belakang. Dua kamera belakang ini memiliki jenis yang berbeda, sebab pertama kamera biasa dengan resolusi 16MP, ukuran sensor 26mm, bukaan f/2.0, yang dilengkapi dengan LED flash. Dan kamera satunya lagi difungsikan sebagai kamera sudut lebar (wide) yang bisa mengambil gambar dengan luas pandang 120 derajat.

Untuk hasil fotonya, silakan dinilai sendiri.

Ini untuk hasil foto cahaya normal:

Ini untuk hasil foto kondisi sore (low light):

Hasil foto kamera depan, dengan cahaya yang cukup:

Hasil foto kamera depan, dengan kondisi minim cahaya (low light):

Hasil foto lensa wide dalam kondisi cahaya cukup:

Hasil foto lensa wide dalam kondisi minim cahaya (low light):

Kalau pakai lampu flash, fotonya begini:

Berikut hasil videonya:


Nah, pertanyaannya, apakah Zenfone 4 Max Pro masih layak dibeli? Di rentang harga resminya yang sudah Rp2.699.000, Zenfone 4 Max Pro sudah memiliki banyak pesaing terutama berasal dari seri Max Asus sendiri. Setelah Zenfone 4 Max Pro dirilis, Asus merilis Asus Zenfone Max Plus M1 dengan harga Rp2.799.000. Kalau boleh dibilang kelemahan, Zenfone Max Plus memakai MediaTek MT6750T yang setara dengan Snapdragon 430 milik Asus Zenfone 4 Max Pro, serta baterainya yang 'cuma' 4130mAh. Namun dari sisi layar, Zenfone Max Plus sudah kekinian dengan memakai rasio 18:9.

Zenfone 4 Max Pro dan Zenfone Max Plus M1 ternyata belum juga membuat Asus kembali pada treknya seperti semula. Hingga pada akhirnya, bersamaan dengan perilisan Zenfone 5, Asus merilis Zenfone Max Pro M1. Ponsel dengan chipset Snapdragon 636 ini membuat nama Asus kembali terdongkrak. Meskipun ponselnya sulit didapatkan, tapi paling tidak hype merek Asus menjadi ramai kembali setelah beberapa tahun belakangan tenggelam.

Kembali kepada pertanyaan diatas, dengan beberapa perilisan ponsel terbaru dari Asus, sebetulnya Zenfone 4 Max Pro masih cukup layak dipinang untuk kebutuhan baterai yang besar. Ya, ini sih dengan syarat kalau anda gagal terus di flash sale Zenfone Max Pro M1. Sebab dibandingkan membeli Zenfone Max Plus, ya lebih baik mundur lagi ke belakang untuk meminang Zenfone 4 Max Pro.

Pada rentang harga ini, persaingannya memang sangat panas. Hampir semua merek merilis ponsel di rentang harga dua-jutaan, ada Xiaomi Mi A1, Xiaomi Redmi Note 5, Oppo A83, Vivo V5, Huawei Nova 2 Lite, Samsung J7 Core, dan Honor 9 Lite. Lalu, mau pilih yang mana? Masih #LebihMendingZenfone atau tergoda ke merek yang lain?

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

6 comments

Harganya masih mahal juga yaa, sudah setaun padahal.

Harga resminya 2,7, tapi beberapa konter ada yg ngejual di bawah itu sih, dibundling juga sama barang lain.

kalau gratis ane mau bro, diterima dengan senang hati :P

Hehe siap, gratis tapi ongkirnya Rp2,7 juta :)

Yang seri terbarunya aja mas, lebih layak dipinang: Zenfone Max Pro M1, tapi gaib hehe

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon