2 Juni 2018

Asus Zenfone 5z: Jeroan Sultan dengan Banderol Merakyat


Banyak merek yang sepertinya bakal meeting mendadak saat Asus merilis ponsel terbarunya di Indonesia pada Kamis (17/5) lalu. Asus merilis Zenfone Live L1, Zenfone 5 dan Zenfone 5z. Meski banyak pihak mencibir kalau Asus Zenfone Live L1 akan menjadi ponsel ghoib, menyusul salah satu cara pemasarannya via jalur flash sale, tapi tidak dengan kehadiran Asus Zenfone 5z.


Kalau mengingat soal seri Zenfone 5, banyak orang serasa mengenang mantan. Ya kalau tak punya mantan, bayangkan saja punya deh. Zenfone 5 pernah hadir pada tahun 2014, yang saat itu diotaki oleh Intel Atom Z2580. Kalau dipakai lama-lama, Zenfone seri ini bakal mengeluarkan panas yang subhanallah. Fans sebelah menyebutnya hape setrikaan. Namun Asus masih mendominasi pasar ponsel tanah air saat itu. Sehingga Zenfone 5 ini mirip mantan yang lumayan sulit dilupakan bagi sebagian orang.

Setelah penamaan seri Zenfone di-restart sejak Zenfone 3, kini mantan itu kembali, lebih cantik dan menarik. Apalagi Zenfone 5z yang digolongkan sebagai ponsel kelas flagship. Ia datang dengan julukan yang cukup mentereng: ponsel resmi pertama di Indonesia dengan chipset Snapdragon 845.

Snapdragon 845 merupakan chipset mobile kelas wahid yang dibuat Qualcomm. Dirilis pada Desember 2017 silam, chipset ini diproduksi dengan proses manufaktur 10nm. Proses manufaktur ini memang serupa dengan pendahulunya, Snapdragon 835, namun ada perombakan arsitektur sehingga Snapdragon 845 menghasilkan kinerja 30% lebih baik dengan kebutuhan daya yang lebih rendah.

Dalam chipset Snapdragon 845 ini, sokongan kinerja untuk grafis diserahkan pada Adreno 630, manajemen daya diatur oleh Kryo 385, dan salah satu fitur unggulan Zenfone 5z yakni fitur AI bakal diurus oleh DSP Hexagon 685. Fitur AI (Artificial Intelligence) alias kecerdasan buatan ini akan mengomandoi kinerja ponsel secara keseluruhan, terutama di sektor kamera, sehingga nyaman dipakai dan tentu bakal lebih bertenaga.

Performa tertinggi Zenfone 5z diperoleh saat pengguna mengaktifkan fitur "AI Boost". Fitur ini akan meningkatkan kinerja perangkat untuk sementara waktu. Bahkan saat fitur ini aktif, skor AnTuTu Benchmark bisa terdongkrak hingga 10.000 poin. Skor tertinggi yang diklaim Asus mencapai 274.000 poin. Jika saat ini skor tertinggi dipegang Samsung Galaxy S9+ dengan 264.638, maka Zenfone 5z dengan fitur AI Boost sudah mengunggulinya. Sayangnya kalau fitur ini diaktifkan, konsumsi daya jadi lebih boros.

Body Zenfone 5z ini sama saja dengan Zenfone 5. Mereka berdua merupakan saudara kembar yang cuma beda jeroan. Dari sisi tampilan, fans berat Asus yang sering mem-bully ponsel-merek-buah-buahan sepertinya harus menanggung bully-an balik. Pasalnya Zenfone 5z ini memiliki poni, takik, atau notch kalau mau keminggris. Meski poninya tergolong lebih kecil, ya tetap saja meniru, eh maaf, terinspirasi. Untungnya, poni ini bisa dihilangkan.

Meski punya layar 6,2 inci, dengan rasio layar 19:9, body-nya hampir sama dengan ponsel berlayar 5,5 inci, sehingga pas di genggaman. Untuk yang suka dengan kesan mewah, Zenfone 5z ini cocok digunakan. Sebab balutan body aluminum di bagian belakang dipoles cukup mentereng dengan pola serupa sinar matahari. Cakep!

Di sektor kamera, Zenfone 5z menorehkan skor DxOMark 93 untuk foto, dan 86 untuk video. Skor ini memang hanya disebut-sebut untuk kamera milik Zenfone 5 saja. Sepertinya untuk soal ini Asus sedang bermain gimmick. Asus ingin mengatakan kalau ponsel mid-range mereka bisa menyodok skor yang dihuni oleh ponsel level flagship. Sebab kamera Zenfone 5z yang notabene flagship kok disamain? Mbok ya ditingkatkan sampai skornya mendekati Huawei P20 Pro yang mencapai 109 dong. Bagaimana, Asus?

Kamera Zenfone 5z memakai sensor milik Sony, yakni IMX363 dengan ukuran 1.4μm. Meski mendukung kamera ganda di bagian belakang, sayangnya sensor Sony ini hanya dipakai oleh salah satu kamera saja dengan resolusi 12 MP dan bukaan f1.8. Sementara kamera belakang satu lagi berfungsi sebagai wide-lens dengan resolusi 8MP dan bukaan f2.2. Sepertinya Zenfone 5z ini tidak dibuat untuk mereka yang gemar swafoto, sebab dilihat dari resolusi kamera depan hanya 8MP dengan bukaan f2.0.

Fitur lain yang tidak ketinggalan adalah keberadaan Zenimoji. Ya, lagi-lagi fitur ini oleh dikata meniru terinspirasi dari ponsel-merek-buah-buahan. Zenimoji ini merupakan animoji yang bisa dikustomisasi sesuai dengan penggunanya. Pengguna bisa membuat avatar menggunakan suara dan ekspresi wajah sendiri, yang bisa digunakan untuk chatting serta live-streaming.

Untuk spesifikasi lebih jelas Asus Zenfone 5z, bisa dilihat pada gambar berikut:


Ada alasan mengapa Asus Zenfone 5z hanya mendongkrak sisi chipset saja. Sementara mereka bermain aman dengan menyamakan spesifikasi lain dengan versi di bawahnya. Kemungkinan alasan yang paling masuk akal adalah soal banderol yang bakal dipasang. Asus Zenfone 5z dipasang di harga Rp6.499.000 untuk versi RAM 6 GB dan memori 128 GB, sementara untuk versi RAM 8 GB dan memori 256 GB dibanderol dengan harga Rp7.499.000. Coba bandingkan dengan Zenfone 5 yang 'hanya' Rp4.299.000.

Cukup jelas dengan pembanderolan ini? Asus memasarkan keunggulan Zenfone 5Z di sektor chipset, sehingga daya tawarnya akan dipadankan dengan ponsel lain dengan chipset serupa yang banderolnya berada diatasnya. Asus ingin berkata, Zenfone 5z ini punya jeroan sultan dengan harga yang cukup merakyat. Sementara untuk Zenfone 5, Asus bakal mendongkrak skor DxOMark yang mencapai 93 poin itu. Sebab selevel ponsel mid-range, skor sebesar itu cukup jadi kebanggaan tersendiri.



Artikel ini pertama kali tayang di Mojok.co


Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon