28 Juli 2018

Vivo V9 6GB: Gaharnya Upgrade dari Vivo V9


Banyak yang bilang kalau Vivo tidak kreatif dalam menamai varian terbaru dari V9. Ketika ada upgrade spesifikasi, pabrikan asal China ini hanya menambahkan 6GB di belakang V9 guna menandai kalau ponsel teranyar ini memakai RAM 6GB. Padahal upgrade-nya bukan cuma itu.
Sebelumnya, Vivo V9 dirilis di tanah air pada 29 Maret 2018.


Vivo membenamkan Snapdragon 450 octa-core dengan kecepatan maksimum sebesar 1,8 GHz pada ponsel high-end itu. Asal tahu saja, V9 tersebut merupakan downgrade kalau dibandingkan V9 yang dirilis di India. Di negeri yang dipimpin Narendra Modi itu, V9 memakai Snapdragon 626 dengan kecepatan 2,2 GHZ.

Alasan pihak Vivo melakukan downgrade pada V9 yang dirilis di Indonesia tentu sudah pada tahu 'kan? Mereka menganggap kalau pengguna V9 di Indonesia, hanya cukup dengan Snapdragon 450. Tepatnya bukan anggapan sih, tapi menurut hasil riset.

Belum genap sebulan, hype perilisan Vivo V9 di Candi Borobudur yang besar-besaran itu tenggelam oleh geger Xiaomi Redmi Note 5 dan Asus Zenfone Max Pro M1 yang dirilis pada 18 dan 23 April 2018.

Satu hal yang menarik dari dua ponsel pesaing itu adalah faktor chipset-nya. Baik Redmi Note 5 dan Zenfone Max Pro M1 memakai Snapdragon 636 yang diklaim sedikit lebih baik dibanding Snapdragon 450 milik V9.

Terlebih buat para jama'ah Antutudiyah, skor kedua chipset tersebut cukup jomplang meski dengan besaran RAM yang seimbang. Snapdragon 636 mendapat rata-rata skor diatas 110.000-an, sementara Snapdragon 450 hanya mendapat 63.000-an.

Skor AnTuTu-nya gede, harganya murah, makanya barangnya jadi gaib.

Namun hype ini rupanya ditangkap oleh pihak Vivo. Bahwa ada ceruk pengguna ponsel di tanah air yang membutuhkan spesifikasi lebih tinggi dari Snapdragon 450.

Pertimbangan ini yang mungkin membuat Vivo pada akhirnya berani merilis V9 6GB. Peningkatan V9 6GB bukan soal RAM saja, akan tetapi dibekali dengan chipset Snapdragon 660 AIE. Chipset ini menurut Qualcomm sendiri bisa memiliki kecepatan maksimum hingga 2,2 GHz. Sehingga wajar kalau Vivo V9 6GB kemudian memiliki skor AnTuTu yang bisa dibanggakan, yakni berada di rata-rata 140.000-an. Ya iyalah, RAM 6GB gitu loh~

Kalau embel-embel AIE di belakang nama chipset tersebut merupakan tanda kalau Vivo V9 6GB sudah mendukung kecerdasan buatan. Kepanjangan AIE sendiri adalah Artificial Intelligence Engine. Berdasarkan rilis dari Qualcomm, chipset Snapdragon yang sudah mendukung machine learning ini adalah 845, 835, 821, 820 dan 660. Sehingga tanpa embel-embel AIE pun sebetulnya Snapdragon 660 sudah mendukung penggunaan AI secara default.

Vivo menerapkan AI ini pada beberapa fitur unggulan dari V9 6GB. Fitur unggulan Vivo tentu saja sektor kamera depan yang memiliki resolusi 12MP. Eh, iya betul ukuran resolusinya segitu, mengalami penurunan dibanding V9 yang memiliki 24 MP. Akan tetapi meskipun megapikselnya menurun, tak akan mempengaruhi kualitas gambar. Baca lagi deh artikel Mojok soal megapiksel kamera.

Kamera depan ini ditingkatkan melalui keberadaan Dual Pixel, yang bermakna sensor lensanya memiliki 2PD alias dua dioda foto yang terpisah dan ada 24 juta unit fotografis. Peningkatan ini memungkinkan fokus saat pengambilan gambar secara otomatis bekerja lebih cepat meskipun objek sedang bergerak. Kamera depan ini didukung AI yang membuat pengolahan gambar menjadi lebih baik.

Kamera belakang pun begitu, meskipun megapikselnya masih tetap sama, yakni kamera ganda dengan masing-masing 13 MP dan 2 MP, akan tetapi sudah mengalami peningkatan. Peningkatannya kira-kira sama dengan kamera depan, yakni keberadaan AI yang kali ini lebih pada keinginan untuk menyaingi DSLR dengan bokeh-nya.

Fitur AI selanjutnya ada pada peningkatan sektor performa. V9 6GB dianggap memiliki kemampuan multitasking yang jauh lebih baik dibanding pendahulunya. Terbukti dengan skor AnTuTu diatas, serta beberapa fitur yang terbilang canggih untuk ponsel kelas menengah. Misalnya game mode yang memungkinkan game terus berlanjut meskipun ada telepon masuk. Juga beberapa printilan fitur keamanan seperti face-unlock dan face app-lock.

Oh iya, salah satu musabab mengapa Vivo dianggap tidak kreatif dalam melakukan upgrade V9 ke V9 6GB bukan cuma soal nama. Desain V9 6GB pun masih sama pl├ęk dengan V9 pendahulunya. Dimensinya sama, ukuran dan jenis layarnya sama, bahkan aksen garis penguat desainnya pun masih sama. Berponi juga.

Dari sisi baterai pun, V9 dan V9 6GB masih sama, yakni 3260mAh. Dan yang disayangkan adalah, memori internal yang masih sama 64 GB serta balutan body plastik yang masih dipakai sebagai cover belakang.

Yang berbeda adalah ketersediaan warna, dimana V9 6GB hanya ada warna merah dan hitam saja. Dimana V9 memiliki pilihan warna yang lebih beragam, seperti hitam, emas, merah, dan biru.

Meskipun kehadiran V9 6GB ini terbilang telat, akan tetapi jangan remehkan kemampuan sales Vivo di tataran grassroot. Terbukti meskipun digempur sana-sini oleh ponsel pesaing, Vivo tetap mengklaim penjualan V9 tetap moncer. Sehingga Vivo optimis kalau penjualan V9 6GB ini pun bakal bernasib serupa. Apalagi Vivo menawarkan V9 6GB hanya Rp4.299.000, terpaut Rp500.000 saja dibanding V9.

Jadi, buat siapakah Vivo V9 6GB ini? Ya tentu saja buat kamu yang punya duit doyan main game dan multitasking tapi ingin terlihat tetap menawan ketika tampil di media sosial. Dan satu lagi, V9 6GB ini cocok buat kamu yang tergabung dalam komunitas BASAH-GALE alias BArisan SAkit Hati GAgal fLash salE. He-he~


___
Artikel ini pertama kali tayang di Mojok.co

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon