30 Oktober 2018

Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro: Flagship Huawei Terbaru dengan Chipset dan Kamera ‘Monster’


Huawei terus menabalkan diri sebagai salah satu pimpinan pasar smartphone global. Setelah sukses menggeser Apple pada kuartal kedua tahun 2018, pabrikan asal Cina ini tidak tinggal diam setelah Apple merilis iPhone terbarunya.

Huawei pun menyindir Apple tersebab iPhone terbaru itu hampir serupa dengan iPhone sebelumnya. Sindiran itu ditutup dengan pesan "sampai jumpa di London”. Nah, apa yang terjadi kemudian di London telah sama-sama disaksikan pada Selasa (16/10/2018) sore waktu setempat. Ya tentu saya enggak terbang ke London dan hadir di ExCel Center sih, tapi 'kan ada streaming yang disediakan oleh Huawei.


Para pecinta gajet kemudian dibuat cukup terperangah dengan keberanian Huawei dalam membuat desain suksesor Mate 10 ini. Dari venue tersebut, Huawei menampilkan empat varian dari Huawei Mate 20 yang memiliki keunikan di bagian belakangnya. Ya, keunikan ini sebetulnya telah terungkap dari berbagai bocoran yang muncul di internet. Namun tentu saja bocoran tetaplah bocoran, sehingga ketika yang asli sudah mewujud resmi, yang bocoran tetiba fana. Halahhh.

Empat varian tersebut terdiri atas Huawei Mate 20, Huawei Mate 20 Pro, Huawei Mate 20 X, dan Huawei Mate 20 RS Porsche Design. Meski memiliki banyak perbedaan di beberapa aspek, keempatnya sama-sama memakai chipset Kirin 980. Chipset ini merupakan varian tertinggi dari chipset in-house Huawei.

Sebetulnya seri Mate 20 ini sudah ada yang dikenalkan sejak Agustus kemarin, yakni Huawei Mate 20 Lite. Ya setiap yang diberi imbuhan Lite, selalu tidak setara varian flagship. Itulah makanya smartphone ini dihadirkan terpisah. Kalau disandingkan, Huawei Mate 20 Lite hampir sejajar dengan Huawei Nova 3i yang telah hadir resmi di tanah air.

Nah ngomong-ngomong soal hadir secara resmi di tanah air, kabar yang santer beredar adalah tidak seluruh varian Mate 20 akan diboyong Huawei kesini. Huawei Mate 20 Lite sudah dipastikan tidak hadir karena secara spesifikasi sudah diwakili Nova 3i tadi. Huawei Mate 20 X dan Mate 20 RS Porsche Design pun bakal mengalami nasib yang sama. Makanya biar pembaca Mojok tidak dituduh penyuka barang impor kemudian dituduh antek asing, kita ngomongin yang bakal resmi saja: Huawei Mate 20 dan Huawei Mate 20 Pro.

Dari segi tampilan, Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro memiliki perbedaan cukup siginifikan. Perbedaan ini terletak di bagian depan, dimana Mate 20 memiliki poni yang disebut waterdrop notch, sementara Mate 20 Pro masih memakai poni jadul seperti iPhone X pertama. Poni pada Huawei Mate 20 menjadi tempat kamera selfie beresolusi 24 MP sekaligus untuk sensor face unlock. Sementara itu Mate 20 Pro memakai kamera selfie dengan resolusi yang sama, namun dipergunakan untuk 3D Face Unlock dan 3D Live Object.

Masih dari tampilan depan, Huawei Mate 20 ternyata memiliki layar yang sedikit lebar dibandingkan Mate 20 Pro. Iya sedikit, sebab perbedaannya hanya 0,14 inci saja. Huawei Mate 20 memiliki bentang layar sebesar 6,53 inci sementara Mate 20 Pro terpasang layar 6,39 inci. Namun soal bentang inipun bukan perbedaan satu-satunya, sebab keduanya memakai jenis layar yang berbeda.

Huawei Mate 20 memakai layar berjenis IPS LCD sedangkan Mate 20 Pro dipasangi layar OLED. Layar OLED pada Mate 20 Pro ini membuatnya bisa memiliki desain curved di sisi kiri dan kanannya. Menariknya, layar OLED pada Mate 20 Pro ini ternyata bukan diproduksi Samsung sebagaimana Mate 10 Pro, namun berasal dari pabrikan lokal Cina, BOE Technology. Kabarnya kerjasama Huawei dengan BOE ini terus berlanjut untuk menciptakan smartphone lipat yang konsepnya sudah tersiar kemana-mana.

Di bagian belakang, perbedaan yang siginifikan pun terlihat. Meski sama-sama memiliki konfigurasi tiga kamera yang desainnya tidak biasa, yakni ketiganya disusun dalam bentuk persegi, namun desain ini memiliki perbedaan antara Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro. Letak perbedaannya ada pada penempatan ketiga kameranya. Untuk menandai yang mana Mate 20 dan yang mana Mate 20 Pro, Huawei membedakannya dengan peletakkan lampu flash.

Pada Huawei Mate 20, posisi flash diletakkan pada sebelah kanan atas. Kalau dirunut searah jarum jam, maka peletakkan kameranya sebagai berikut. Pertama ada kamera dengan lensa telephoto dengan resolusi 8 MP, kemudian kamera dengan lensa ultra-wide angle dengan resolusi 12 MP, dan terakhir ada kamera dengan lensa wide angle dengan resolusi 16 MP.

Huawei Mate 20 Pro berbeda. Flash-nya terletak di sebelah kiri atas. Sehingga kalau dirunut searah jarum jam, maka di sebelah kanannya ada kamera berlensa wide angle dengan resolusi 40 MP, kemudian kamera dengan lensa ultra wide angle dengan resolusi 20 MP, dan terakhir di bawah flash ada kamera telephoto dengan resolusi 8 MP.

Seluruh kamera pada keduanya, baik kamera belakang maupun kamera depan, dibuat oleh Leica. Hasil jepretannya memang mencengangkan. Kalau dilihat sekilas, mungkin banyak yang tidak percaya kalau foto-foto tersebut dijepret 'hanya' dengan kamera smartphone. Tapi buat yang pernah melihat sebagus apa hasil dari Huawei P20 Pro, maka pikirkan saja kalau Huawei seri flagship Mate 20 ini sedikit diatasnya.


Kembali lagi buat yang masih tetap pusing membedakan Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro berdasarkan flash, maka lihat saja apakah ada bulatan fingerprint scanner di bawah modular kamera itu. Kalau ada bulatan fingerprint scanner, itu berarti Huawei Mate 20. Sebab Huawei Mate 20 Pro tidak memilikinya, karena diganti dengan in-screen fingerprint alias pemindai sidik jari di dalam layar. Keren sih, tapi monmaap ya duluan Vivo.

Fitur keamanan tambahan bagi keduanya berada pada bagian depan, yakni face unlock. Huawei Mate 20 Pro diklaim lebih canggih dari Mate 20 sebab sudah memakai 3D Face Unlock. Namun sebuah media di Jerman memberitakan bahwa kemungkinan ada celah didalam software-nya sehingga dua orang dengan potongan muka yang sama bisa membuka kunci face unlock ini. Mungkin bakal diatasi Huawei dengan update software periode selanjutnya.

Jeroan Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro memiliki banyak kesamaan. Keduanya sama-sama memakai chipset in-house Huawei yakni Kirin 980 yang dibuat dengan fabrikasi 7nm yang diklaim 20 % lebih baik performanya, 40 % lebih irit daya, dan peningkatan efisiensi sebesar 58 % dibandingkan chipset dengan proses fabrikasi 10nm. Dan lebih menariknya lagi ada dual-core NPU (Neural Processing Unit) yang memungkinkan pemrosesan AI lebih cepat 120 % dibandingkan chipset lainnya.

Huawei Mate 20 memiliki dua varian RAM, yakni 4 GB dan 6 GB, entah yang mana dari keduanya yang dibawa ke Indonesia. Untuk Huawei Mate 20 Pro hanya memiliki varian RAM 6 GB. Keduanya punya kapasitas penyimpanan 128 GB yang bisa ditambahkan dengan memori eksternal berjenis nano memori. Untuk masalah daya, Huawei Mate 20 memiliki baterai berdaya 4.000 mAh dengan fitur Super Charge 22,5W. Sementara Huawei Mate 20 Pro memakai baterai dengan daya 4.200 mAh dengan fitur Super Charge 40W, 15 W wireless charging, dan reverse wireless charging.

Oh iya satu lagi buat netijen Indonesia yang belinya kagak tapi suka mengeluh "sayang enggak ada NFC-nya", kedua Huawei Mate 20 ini ada NFC-nya. Meski banyak pabrikan mengakui berdasarkan hasil riset NFC ini jarang dipakai, namun untuk smartphone kelas flagship, rasanya kok gimana gitu kalau tak ada fitur yang satu ini.

Itulah sekelumit fitur yang ada pada Huawei Mate 20 dan Huawei Mate 20 Pro. Buat kamu yang tertarik, silakan tunggu saja Huawei memboyong keduanya kesini. Yang pasti, siapkan saja budget sekitar Rp14 jutaan untuk meminang Huawei Mate 20 versi RAM 4 GB dan memori 128 GB, Rp15 jutaan untuk RAM 6 GB dan memori 128 GB, dan siapkan lebih banyak hingga Rp18 jutaan kalau mau Huawei Mate 20 Pro. Harga tersebut merupakan konversi dari harga resmi di Eropa, kalau diboyong ke Indonesia, biasanya lebih murah Rp2 jutaan.

Bagaimana, siap punya smartphone 'upgrade' dari Huawei P20 Pro yang tersohor itu?


Artikel yang hampir sama pernah dimuat di Mojok.co

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

2 comments

Ya Allah pingin banget yang Huawei Pro itu, spec cameranya 40 dan 20 MP. ulalalala bagus banget buat travelling... ahhhh

Sabar belum dirilis di Indonesia hehe bentar lagi kayaknya

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon