7 Oktober 2018

Mengintip Fitur Tiga Kamera pada Samsung Galaxy A7


Kamera ganda pada smartphone sepertinya bakal menjadi masa lalu. Sebab kamera belakang dengan tiga lensa mulai diproduksi oleh beberapa pabrikan. Tren ini diawali oleh Huawei P20 Pro yang memikat banyak orang, pun dipastikan Oppo R17 Pro dan LG V40 bakal menyusulnya. Sebelum kedua merek terakhir mewujudkannya, pemilik pasar smartphone terbesar secara global, Samsung, telah merealisasikannya melalui Galaxy A7.


Samsung Galaxy A7 telah dirilis secara global di India pada Selasa (25/09/2018) kemarin. Sebelumnya, Samsung telah mengenalkannya ke publik beberapa hari sebelumnya. Smartphone ini merupakan kelanjutan dari seri A yang dipasang Samsung di kelas menengah. Dan sebagaimana judul artikel ini, daya tarik Galaxy A7 terletak pada konfigurasi kamera belakangnya yang terdiri dari tiga buah kamera.

Oke, baiklah, mungkin ada yang sedikit bertanya-tanya soal Galaxy A7. Pasalnya smartphone dengan nama yang sama pernah meluncur pada tahun 2017 silam. Bahkan bukan hanya tahun kemarin, sejak 2015 smartphone ini pernah dirilis dengan dapur pacu Exynos 5430 dan Android KitKat. Kemudian Samsung pun menghidupkannya lagi setahun kemudian dengan nama yang sama dan beberapa upgrade.

Agar tidak menjadi judul sinetron ‘smartphone yang tertukar’, Samsung kemudian menambahkan tahun di belakangnya kemudian diberi tanda kurung. Misalnya, Samsung Galaxy A7 (2017) untuk membedakannya dengan Samsung Galaxy A7 (2016) dan Galaxy A7 (2015). Cuma untuk Galaxy A7 kali ini tak ada tahun, meskipun kalau tahun depan rilis Galaxy A7 yang baru, kayanya Galaxy A7 yang sekarang akan menjadi Galaxy A7 (2018). Ya sudahlah, suka-suka Samsung saja...

Perbedaan paling mencolok dari Galaxy A7 sekarang dengan lineup Galaxy seri A sebelumnya adalah tiga kamera ini. Fitur ini sekaligus menjadi yang pertama bukan hanya di seri A saja, namun dari keseluruhan smartphone yang pernah diproduksi Samsung.

Tiga kamera belakang ini dihuni oleh masing-masing lensa kamera yang memiliki tugas berbeda. Dimulai dari atas, ada kamera dengan resolusi 5 megapiksel dengan bukaan f/2.2 yang bertugas untuk membuat bokeh. Kemudian bergeser ke kamera di tengah yang memiliki resolusi 24 megapiksel dengan bukaan f/1.7 yang berguna buat mencari titik fokus dalam sebuah jepretan. Dan paling bawah ada kamera dengan resolusi 8 megapiksel dengan bukaan f/2.4. Kamera yang terakhir ini memiliki sudut 120 derajat, sehingga Samsung menyebutnya lensa Ultra Wide.

Konfigurasi tiga kamera ini berbeda dengan Huawei P20 Pro. Smartphone flagship ini memiliki lensa RGB, telephoto, dan monochrome yang membuat hasil fotonya mampu bersaing dengan DSLR. Cuma ya namanya juga flagship, tentu Galaxy A7 tak sebanding kalau disetarakan.


Hanya saja buat yang sedang atau pernah memakai smartphone Samsung, terutama di seri mid-range, kamera dari pabrikan asal Korea ini memang jempolan. Warnanya natural, fokusnya tajam, tetap bagus saat low-light, serta bokeh-nya dapet. Hal yang sama pun berlaku buat Galaxy A7 ini. Dengan konfigurasi tiga kamera tersebut, ada banyak gaya pemotretan yang bisa diterapkan tanpa takut kehilangan kualitas foto. Cuma buat yang berharap lensa lebar tadi mirip dengan kamera sekelas Go-Pro agaknya mesti menuai kekecewaan.

Karena dari beberapa hasil foto di situs gadget India, kualitas foto dengan lensa biasa memang sesuai dengan nama besar Samsung di ranah kamera smartphone. Namun ketika melakukan jepretan dengan lensa lebar, gambar yang dihasilkan memang tak terlalu bisa dibanggakan.

Namun kekecewaan itu semestinya bisa diobati, sebab kamera Galaxy A7 mampu merekam video slow-motion ala Galaxy S9, juga fitur pembuatan timelapse, pro lightning, dan scene optimizer dari kamera belakang tadi. Meski Samsung tidak pernah menyebutkan adanya fitur kecerdasan buatan alias AI pada kameranya, namun fitur dan konfigurasi ketiga kamera tadi semestinya terdengar menjanjikan.

Tiga kamera ini ditempatkan secara vertikal di sudut kanan atas. Di bawah tiga kamera tadi ada LED flash yang berguna membantu penerangan saat memotret. Sementara di sekelilingnya merupakan permukaan kaca yang menutup keseluruhan bodi belakang. Desainnya simpel, sebab hanya ada tulisan Samsung saja di bagian ini.

Kemudian sebaliknya, ada layar 6 inci dengan panel Super AMOLED dengan resolusi 1080x2220 piksel dan rasio 18,5:9. Meski mengklaim layar ini sebagai infinity display, Galaxy A7 tetap memiliki dagu dan dahi yang lebar. Sehingga penempatan kamera depan, yang punya resolusi 24 megapiksel dengan bukaan f/2.0, dan beberapa sensor tampak leluasa di bagian atas layar. Ya, smartphone Samsung selalu menjadi pilihan buat mereka yang alergi poni, baik poni lebar maupun poni tetesan air.

Dimanakah letak fingerprint Galaxy A7 ini? Tenang, ia tak meniru Vivo V11 Pro yang menaruh sensor sidik jari di layar, atau menghilangkannya sama sekali dan menggantinya dengan facial recognition seperti iPhone XS. Galaxy A7 masih memakai sidik jari fisik, cuma penempatannya di sisi sebelah kanan yang berfungsi juga sebagai tombol power. Menarik pun bosque...

Untuk dapur pacu Galaxy A7, Samsung memasanginya dengan Exynos 7885 dengan kecepatan prosesor sebesar 2,2 GHz. Chipset ini memiliki dua opsi sokongan, yakni RAM 4 GB dan memori internal 64 atau RAM 6 GB dan memori internal 128 GB. Dapur pacu ini ditopang daya sebesar 3300mAh tanpa fitur pengisian cepat. Dari sisi software, Galaxy A7 sudah memakai Android 8.0 Oreo.

Buat yang berminat, sayangnya belum ada kabar kapan Galaxy A7 ini dipasarkan di tanah air. Cuma berdasarkan kebiasaan, kalau di India dipasarkan, biasanya di Indonesia pun bakal dipasarkan juga dengan harga yang mirip meski dengan chipset berbeda.

Samsung membanderol Galaxy A7 di India dengan harga Rs23,990 atau setara dengan Rp4,9 juta untuk 4GB + 64GB, sementara untuk 6GB + 128GB dibanderol Rs.28,990 atau setara dengan Rp5,9 juta.

Tenang saja, Samsung merupakan brand anti-ghoib club. Jadi buat yang mau beli, tinggal siapkan uangnya, kalau enggak ya sudah jangan nyinyir biar tak kelihatan kerenya.

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

1 comments so far

Teknologi yang semakin menarik. Jadi penasaran buat mencoba tiga kameranya

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon