19 Oktober 2018

Empat Alasan Tak Usah Beli iPhone XS dan iPhone XS Max


Ratusan orang berjubel di depan Apple Orchad Road, Singapura sejak Kamis (20/09/2018) sore. Mereka bermaksud menjadi barisan pertama yang memiliki iPhone terbaru di Asia Tenggara. Sebab di tempat yang baru berusia setahun itulah Apple melego iPhone terbaru yang dirilis sembilan hari sebelumnya.

Pemandangan yang sama terjadi di beberapa kota di 11 negara lain yang mana Apple memasarkan iPhone XS dan XS Max untuk pertama kalinya secara global. Meski hal yang sama tidak terjadi di negeri asal Apple sendiri, serta ada opsi pemesanan lewat daring yang mestinya mencegah antrian semacam ini terjadi. Namun antrian tetap ada, sebab beginilah setiap iPhone baru diperlakukan. Sebegitu worthed-kah?


Seperti diketahui, iPhone bukanlah sekedar perangkat teknologi biasa. Ia telah mengejawantah kedalam perangkat lifestyle yang mendongkrak pemakainya beberapa tingkat di kancah pergaulan sosial. Maka tak heran kalau ponsel buatan pabrikan ponsel dengan nilai valuasi tertinggi di dunia ini selalu diantri oleh banyak orang.

Antrian tersebut disebut oleh media CNET sebagai sebuah art form, dengan ukuran keunggulan adalah siapa yang lebih lama mengantri. Para pengantri ini adalah mereka yang rata-rata membeli untuk pemakaian sendiri dan keluarga, tak lebih dari itu. Sebab Apple Retail Store yang baru membuka penjualan serentak pada Jum'at (21/09/2018) pukul 09.00 pagi waktu setempat, hanya membolehkan setiap pengantri membeli dua perangkat saja.

Ya mungkin diantaranya ada reseller yang menjualnya lagi dengan harga yang lebih tinggi, tapi menurut beberapa media setempat, rata-rata mereka antri membeli hanya untuk pemakaian pribadi.

Sebagaimana diketahui, Apple sebetulnya merilis tiga iPhone baru, yakni iPhone XS, iPhone XS Max, dan iPhone XR. Namun Apple akan melego iPhone XR yang harganya paling rendah pada 21 Oktober mendatang atau 50 hari setelah perilisan. Alasan tanggal penjualan yang berbeda ini menurut beberapa media bisnis adalah guna menjaring pembeli dengan budget terbaik dulu.

Orang-orang yang menginginkan iPhone terbaru untuk pertama kalinya, tentu mau tak mau mesti merogoh kocek yang lebih dalam untuk iPhone XS dan iPhone XS Max. Buat pemilik budget rendah, yang hanya sanggup membeli Xiaomi iPhone XR mesti menunggu lebih lama. Kelompok ini boleh jadi bakal tergoda berisiknya para pengguna iPhone XS maupun XS Max, sehingga akan meningkatkan budget-nya untuk meminang salah satu dari dua itu. Cerdas nian kau Apple.

Namun buat orang-orang yang tidak akan membeli iPhone terbaru tadi dan membutuhkan alasan untuk menangkis agar tidak dicap miskin, sini saya bantu menyusun argumentasinya. Dan karena yang terbit duluan iPhone XS dan iPhone XS Max, maka obrolan kita ini tentu tentang dua perangkat tersebut.

Desain yang mirip dengan iPhone seri sebelumnya

Jangka waktu setahun, setidaknya ada lebih dari sepuluh ponsel dikenalkan. Ponsel baru ini hadir dengan desain, dapur pacu, dan layanan yang diperbaiki dari seri sebelumnya. Hal yang langsung terlihat adalah sisi desain. Sisi ini akan membuat ponsel yang lama cenderung terlihat jadul. Namun apa jadinya kalau ponsel yang baru terlihat mirip dengan ponsel yang lama?

Setidaknya itulah yang terjadi dengan iPhone XS dan iPhone XS Max. Antara iPhone X dan iPhone XS terlihat kembar. Dan meski layarnya lebih lebar, iPhone XS Max pun desainnya sama saja dengan iPhone X. Wicis, kata anak Jaksel, kalau dilihat sekilas kedua iPhone baru ini bakal sulit dibedakan dengan iPhone X. Ibarat pacaran, kenapa mesti cari yang baru kalau tampangnya sama. Eh, bener gak sih?

Orang-orang bakal mengira kita masih memakai iPhone X, barang diskontinu. Jadi, kebutuhan buat nampangnya berkurang banyak. Jadi sudahlah, enggak usah beli.

Dapur pacu yang sok-sok misterius

Buat yang menonton Apple Event, Tim Cook dan timnya tidak menjabarkan spesifikasi detail tentang isi di dalam iPhone. Ya biasanya 'kan kalau spesifikasi ponsel selalu menyertakan chipset, RAM, GPU, memori internal, sampai baterai. Nah, penjelasan tentang besaran RAM dan baterai tidak diungkapkan pada ajang perilisan tersebut.

Apple memang menjelaskan chipset A12 Bionic secara jelas. Penerus A11 ini merupakan chipset dengan pabrikasi 7nm yang 15% lebih cepat daya prosesnya dan 50% lebih efisien dalam mengonsumsi daya baterai dibandingkan pendahulunya. Dan mungkin dengan penjelasan chipset tersebut, penjelasan spesifikasi tentang RAM tak begitu penting. Begitu pula dengan baterai. Baterai tiga iPhone baru itu hanya dijelaskan lebih memiliki daya tahan beberapa jam dibandingkan baterai yang dipakai pendahulunya.

Meski kemudian spesifikasi RAM dan baterai itu terungkap, yakni masing-masing 4 GB untuk iPhone XS dan XS Max, baterainya 2.658 mAh untuk iPhone XS dan 3.174 mAh untuk iPhone XS Max. Namun terungkapnya spesifikasi tersebut bukan oleh Apple sendiri selaku pabrikan, tapi dari pengembang software penguji benchmark, Geekbench. Jadi perilaku misterius Apple ini membuat kita ibarat beli kucing dalam karung. Mahal pulak kucingnya! Jangan beli, ya.

Inovasi yang minim kebaruan

Setiap tahunnya, ketika orang-orang menggelontorkan banyak uang dan rela berdesakan demi membeli iPhone, alasan paling kuat darinya adalah keberadaan inovasi yang dihadirkan pabrikan ini. Lalu, apakah inovasi tersebut hadir di tahun ini?

Setelah memakai desain tahun lalu, iPhone XS dan XS Max selaku varian tertinggi hampir tak punya inovasi yang bisa menjadi trendsetter teknologi, sebagaimana biasa. Banyak orang agak kesusahan untuk me-notice, kata anak Jaksel lagi, inovasi terbaru di industri perponselan dalam ajang Apple Event itu. Ya memang sih, banyak hal baru dari Apple yang dibenamkan di iPhone terbarunya itu. Tapi apakah itu betul-betul baru?

Apple bilang iPhone kali ini mendukung dual SIM, meski yang satunya memakai e-SIM. Namun soal dual SIM, ponsel China yang membuat Nokia babak-belur pun telah memakainya. Pun ketika Apple bilang aperture dalam kamera iPhone ini bisa diatur selayaknya DSLR. Maka pinjamilah Tim Cook untuk mencicipi Samsung Galaxy S9. Jadi, ya enggak usah beli.

Harganya yang mahal

Apple Retail Store di Orchad Road Singapura membanderol iPhone XS termurah di angka $1,649 atau sekitar Rp24,5 juta (kurs $1=Rp14.800). Dan iPhone XS Max versi paling tinggi dibanderol $2,349 atau setara dengan Rp34,8 juta. Harga setinggi ini bakal merangkak naik ketika hadir di Indonesia melalui jalur non-resmi.

Sekedar perbandingan, varian tertinggi Samsung Galaxy Note 9 ada di angka Rp17 jutaan. Ponsel tersebut merupakan varian tertinggi dan selalu menjadi panutan ponsel Android untuk bertanding dengan iPhone. Artinya ketika dibandingkan dengan iPhone XS termurah pun, Note 9 ini masih mendapat kembalian Asus Zenfone 5z maupun Xiaomi BlackShark.

Namun Apple tetaplah Apple dengan segala eksklusivitasnya. Ia tak pernah bisa apple-to-apple dengan perangkat Android. Makanya keterpisahan perangkat Apple dengan iOS-nya tentu tak selalu bisa disamakan dengan perangkat Android. Sehingga untuk yang punya duit, empat alasan itu tak relevan.

Jadi, alasan diatas hanya pas untuk yang terbiasa menunggu flash sale, sebab ponselnya jadi lebih murah beberapa ratus ribu daripada harga di konter. Dan ya monmaap nih, Apple memang tak melirik segmen pembeli macam ini.

Tulisan yang sama pernah dimuat di Mojok.co

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon