11 November 2018

Saat Pocophone Membandingkan Diri Dengan OnePlus 6T


Dari gedung serbaguna Pier 36 di New York City pada Senin (29/11/2018), OnePlus merilis secara global smartphone flagship teranyarnya, OnePlus 6T. Pabrikan asal Cina ini cukup digemari oleh publik di Eropa dan Amerika tersebab mampu menghadirkan ponsel premium dengan harga minimalis.

Harga yang minimum dengan spesifikasi minimalis memang bukan domain OnePlus semata. Itulah kenapa ketika OnePlus merilis OnePlus 6T di India sehari setelah event New York itu, kompetitor utamanya langsung 'pasang tanduk'. Pesaing dengan segmentasi harga minimalis dan spesifikasi maksimalis di India dimiliki Poco F1 atau Pocophone kalau disini.


Troll pun diciptakan oleh Poco F1. Tajuknya 'Do The Ma+h' dengan simbol '+' yang dibaca 't', sehingga kurang lebih artinya 'ayo dihitung'. Simbol '+' dengan warna merah pun merupakan logo OnePlus. Sehingga semakin terang benderang pesan dari troll ini buat siapa.

Aktualisasi dari troll ini, pihak Poco F1 langsung merangsek ke KDJW Stadium di New Delhi saat OnePlus 6T dirilis. Mereka membagi-bagikan kalkulator kepada pengunjung sebagai bagian dari penyebaran pesan 'do the ma+h' tadi.



Di media sosial, Poco F1 menjelaskan maknanya. ‘Do the math’ dan kalkulator merupakan pesan agar pecinta gajet mampu menghitung mana yang lebih menawarkan harga terjangkau dengan spesifikasi bagus. Ya tentu, troll tadi berupaya memberikan citra agar Poco F1 lebih unggul dibanding OnePlus 6T. Tapi apa iya begitu? Nanti dulu.

Kegelisahan Poco F1 wabil khusus bapaknya, Xiaomi, di India cukup beralasan. Pasalnya, pada kuartal kedua tahun 2018 ini, OnePlus telah mengungguli Samsung dan Apple di negara tersebut. Keunggulan ini terletak pada pangsa pasar smartphone premium yang dicatat oleh Counterpoint Research, dimana OnePlus mendapat angka 40 %, Samsung 34 %, dan Apple 14 %. Pertumbuhan OnePlus di pasar premium melejit sebesar 446 %.

Itulah mengapa OnePlus 6T harus diantisipasi kedatangannya oleh kompetitor. Ya kebetulan Poco F1 yang langsung membuka ruang seteru. Lantas Apple dan Samsung, seperti biasa, sok kalem saja.

OnePlus 6T hadir sebagai upgrade dari OnePlus 5T yang dirilis November 2017. Meskipun tidak banyak perbedaan dengan OnePlus 6 yang telah dirilis Mei lalu, nyatanya OnePlus 6T menjadi unggulan dari pabrikan yang satu almamater dengan Oppo dan Vivo ini. Smartphone ini hadir dengan chipset versi tertinggi buatan Qualcomm, yakni Snapdragon 845.

Chipset dengan fabrikasi 10nm tersebut bukan satu-satunya penanda bahwa OnePlus 6T merupakan smartphone flagship. Tampak dari luar pun, layar dengan ukuran 6,41 inci langsung terlihat kejernihannya sebab memakai panel AMOLED. Panel ini memungkinkan OnePlus 6T dipasangi In Display Fingerpint Sensor.

Layar tersebut dilindungi oleh kaca yang terbuat dari Corning Gorilla Glass 6, yang notabene versi tertinggi dari produsen kaca pelindung layar smartphone yang paling banyak dipakai. Oh iya, ada poni kecil yang manis yang disebut waterdrop notch di atas layar tersebut.

Sentuhan kaca pun bukan hanya di bagian depan saja, di bodi belakang pun diberi sentuhan yang sama. Sehingga kilaunya asli, bukan kilau imitasi dari plastik. Buat yang khawatir dengan ringkihnya bodi kaca tadi, OnePlus memasang frame metal pada tepiannya sehingga kesan kokoh tetap didapat ketika dipegang.

Untuk konfigurasi kamera sendiri, OnePlus 6T punya dua kamera utama dengan resolusi 16 megapiksel dengan f/1.7 dan 20 megapiksel dengan bukaan yang sama. Keduanya sudah memiliki fitur penstabil gambar (OIS) untuk mencegah foto blur akibat sedikit goncangan tangan. Sementara di bagian depan, yang ditempatkan di dalam poni kecil itu, terdapat kamera dengan resolusi 16 megapiksel dengan bukaan f/2.0.

Untuk perekaman video sendiri, kamera belakang OnePlus 6T mampu merekam gambar hingga 2160 piksel dengan frame rate 60 fps. Sementara pada kamera depan hanya sanggup merekam dengan resolusi 1080 piksel dengan frame rate 30 fps. Kamera depan dan belakang sudah dipasangi fitur penstabil gambar elektronik (gyro-EIS). Buat yang suka slow motion, OnePlus 6T sudah bisa melakukannya, namun hanya terbatas pada 1080 piksel pada 240 fps dan 720 piksel pada 480 fps.

OnePlus 6T beroperasi dengan Android 9.0 atau Android Pie dengan kustomisasi OxygenOS ala OnePlus. Catu daya untuk keseluruhan pengoperasian smartphone ini dipasangi baterai sebesar 3700 mAh.

Dengan pilihan warna Mirror Black dan Midnight Black, OnePlus 6T dijual dengan harga yang bervariasi. Harga terendah dimulai dari OnePlus 6T dengan RAM 6 GB dan penyimpanan 128 GB yang dibanderol di angka USD549 atau setara dengan Rp8,3 juta. Sementara itu untuk versi 8 GB RAM dan penyimpanan 128 GB dibanderol dengan harga USD579 dollar atau setara dengan Rp8,8 juta. Terakhir, varian harga yang paling tinggi dipegang varian RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB dengan harga USD629 dollar atau setara dengan Rp 9,5 juta.

Buat yang punya duit dan ingin meminang OnePlus 6T, sayangnya tidak ada cara lain selain mengimpornya. Atau tunggu saja beberapa pekan lagi, sebab bakal banyak yang menjualnya di marketplace lokal. Sebab smartphone ini tidak resmi dijual di Indonesia. Pernah resmi sih, tapi hengkang akibat penguasaan pasar yang kecil.

Untuk itulah harga diatas bakal lebih mahal lagi barang lima ratusan ribu hingga satu juta rupiah kalau smartphone ini dijual di tanah air. Tapi kalau ada perbandingan harga resmi antara OnePlus 6T dengan Poco F1, ya memang kalau pakainya kalkulator, Poco F1 bakalan menang. Tapi monmaap nih, hari gini masih melakukan komparasi pakai kalkulator? Memangnya tak ada Google?

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon