9 Maret 2019

Domain Authority 2.0, Haruskah Blogger Khawatir?

Sejak 5 Maret 2019, para blogger mengeluhkan skor DA dan PA mereka yang menurun secara drastis. Angka penurunannya cukup signifikan, sebab ada yang hingga 20 poin.

Keluhan itu tertangkap di beranda media sosial, dimana sebagiannya ada yang me-mention pakar SEO ihwal kejadian ini. Kebanyakan tidak mendapatkan jawaban yang pasti. Sebab soal DA dan PA ini memang suka-suka MOZ saja.


Sebelum berlanjut ke fenomena penurunan ini, barangkali ada yang belum memahami soal DA dan PA, maka izinkan saya menjelaskannya sepintas terlebih dahulu.

DA atau Domain Authority merupakan sebuah metrik untuk memprediksi posisi sebuah domain di hasil pencarian mesin pencari. Metrik ini memakai ukuran angka 0-100, dimana angka yang lebih besar lebih bagus.

PA merupakan Page Authority. PA sendiri sama dengan DA, namun bukan mengukur sebuah domain, tetapi halaman tertentu dalam domain tersebut. Pola pengukurannya sama dari 0-100.

Algoritma matrikulasi yang menghasilkan skor DA dan PA atas sebuah situs ini diciptakan oleh MOZ. Metrik dari perusahaan internet yang bermarkas di Seattle ini mengukur kualitas dan kuantitas link eksternal atau biasa disebut backlink yang menautkan situs yang diukur.

Sebenarnya bukan MOZ saja yang memiliki skor semacam ini, namun Ahrefs juga punya DR alias Domain Rating (DR). Ahrefs merupakan perusahaan saingan MOZ, namun dalam banyak kesempatan, DA lebih banyak dipakai.

Itulah kenapa setiap kali ada tawaran job buat blogger, yang ditanya setelah statistik visitor biasanya skor DA. Skor ini pun bisa dicek secara mandiri oleh siapapun di laman MOZ.

Nah, karena kaitannya dengan penghasilan, maka penurunan skor DA dan PA yang dialami oleh blogger cukup membuat resah.

Kabarnya MOZ sedang melakukan pembaruan algoritma agar skor DA dan PA yang dihasilkan jauh lebih baik. Hasil pembaruan ini membuat DA kemudian disebut Domain Authority 2.0.

Kenapa MOZ melakukan pembaruan algoritma DA ini? Ya karena subjek dimana skor ini dinisbatkan juga selalu memperbarui dirinya. Ya, subjeknya adalah mesin pencari, dan yang terbesar bernama Google. Si raksasa ini, sebagaimana kita tahu, sering memperbarui algoritmanya 'kan?

Pembaruan ini dilakukan MOZ agar lebih cocok disinkronisasi dengan pembaruan dari Google.

Tapi buat para blogger yang skor DA-nya mengalami penurunan, sebetulnya tidak usah khawatir.

Pertama, metrik DA yang diciptakan MOZ secanggih apapun posisinya hanyalah aplikasi pihak ketiga. Sebab sekali lagi, subjek utama dari semuanya adalah Google. Jadi perubahan ini tidak berpengaruh terhadap situs di mata Google.

Jadi daripada galau melihat penurunan DA dan PA, alangkah bijak kalau membuka situs Google Analytics. Silakan lihat di alat tersebut, situs anda sehat atau tidak, visitor-nya jatuh atau stabil, dan sumber backlink-nya berkualitas atau tidak, dan seterusnya.

Hal itu bakal jauh bermanfaat dan bisa terasa langsung pengaruhnya dibandingkan mengecek DA dan PA di situs MOZ.

DA dan PA hanyalah alat ukur yang berguna untuk mengetahui posisi situs sendiri dibandingkan posisi situs pesaing.

Kedua, kalau kaitannya dengan job blogger, ya tinggal dijelaskan saja kalau DA dan PA sedang mengalami pembaruan. Toh, pada akhirnya yang dinilai dari sebuah situs adalah kontennya. Kalau kontennya bagus dan punya nilai lebih, job biasanya mengikuti.

Ya memang sih, untuk menjelaskan ke agency soal penurunan skor ini ibarat kejadian saat pembubuhan disclosure pada konten bersponsor. Memang banyak agency yang paham, tapi lebih banyak juga yang tak paham.

Situs ini sendiri tidak terpengaruh oleh perubahan algoritma MOZ terkait DA dan PA ini, masih bertahan di angka DA 21 dan PA 29. Akan tetapi buat yang terpengaruh, terutama mereka yang skornya turun, setidaknya ada dua hal yang menjadi penyebabnya.

Penyebab pertama adalah konten yang miskin. Konten yang dimaksud merupakan konten yang hanya penuh dengan kode HTML alih-alih teks. Satu halaman sebaiknya memiliki rasio teks hingga 75% dibanding HTML.

Google kurang menyukai konten semacam ini.Oleh karenanya pastikan agar situs kita memiliki rasio yang cukup tinggi sebelum diindeks oleh Google.

Itulah sebabnya situs-situs jual-beli yang banyak terdampak dari penurunan skor DA dan PA ini. Sebab situs jenis ini lebih banyak menonjolkan HTML daripada konten yang banyak. Kalau Google tidak suka, tentu MOZ mesti menyesuaikannya.

Penyebab kedua adalah backlink yang tidak berkualitas. Backlink yang dimaksud biasanya dibaca oleh Google sebagai spam. Kemudian backlink yang tidak berkualitas selanjutnya berasal dari situs sembarangan. Maksudnya begini, situs sembarangan ini merupakan situs yang tidak relevan dengan situs anda. Orang-orang menyebutnya backlink yang tidak kontekstual.

Nah, intinya jangan khawatir meskipun skor DA dan PA turun. Kembalikan semangat ngeblog dengan meniatkan kembali tujuan membuat situs sebagai tempat berbagi informasi. Insya Allah, badai pasti berlalu. Amiin...

Seorang pekerja sosial yang suka dengan gadget dan dunia digital.

24 komentar:

  1. Kata-kata terakhir dalam artikel ini yang saya suka, tetap semangat ngblog dan niat untuk tujuan ngblog.. Yups apalagi blog saya masih unyu-unyu mas jadi sangat tidak mungkin mengharap nilai DA PA naik. Tetap ngblog aja dulu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak apa2 unyu-unyu, yang penting lucu mas... hehe

      Hapus
  2. Cukup mengkuatirkan karena ada kolerasinya, saya kutip penggalan dari artikel mirip statemen ini:
    "Sebab situs jenis ini lebih banyak menonjolkan HTML daripada konten yang banyak. Kalau Google tidak suka, tentu MOZ mesti menyesuaikannya."

    Naik turunnya DA PA adalah cerminan perlakuan dan tolo ukur Google itu sendiri.

    Sama halnya ketika pelaku bisnis mau mengabaikan alat ukur Alexa ketika Google pagerank sudah mati, namun ternyata pengaruh bisnis Amazone sang pemilik Alexa itu sendiri memiliki nilai yang sangat tinggi dalam beberapa hal dibanding Google sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi perbaikan konten dalam menyikapi DA 2.0 ini penting dan harus jadi prioritas ya Pak Sofyan.

      Hapus
  3. Wahhhh harus dikurangin nih mendesain blog hahaha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lanjut dong mas Andrie mendesain templatenya, yang penting kontennya tetap jos.

      Hapus
  4. Wah hebat tetap 21 saya dari 38 ke 28 kayaknya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih hebat yang 28 daripada 21 dong hehe

      Hapus
  5. Heeemmm....DA/PA ini untuk sebagian blogger menjadi problem tersendiri,
    Menurutku DA/PA yang di filter oleh MOZ ini cenderung fluaktif, artinya tidak pasti,

    Menurut analisa saya, tidak ada data yang pasti atau kiat kiat yang bisa mempengaruhi agar DA/PA bisa melejit naik ke angka diatas 50.

    saya sendiri pernah melakukan serangkaian uji coba dengan mengambil sampel URL website populer, namun apa yang terlihat ..? ternyata hasilnya tidak jauh beda dengan hasil DA/PA website saya. seketika itu hasil DA/PA dari MOZ ini tidak menjadikan sesuatu yang dominan bagi saya untuk mengelola sebuah blog.

    itulah sedikit masukkan dari nya Mas, kurang lebihnya harap maklum.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masalahnya DA ini jadi indikator yang ditanyakan ketika blogger mendapat tawaran job.

      Dan memang gak ada cara yang pasti buat naikin skor DA, sebab MOZ sendiri cuma pihak ketiga dari ekosistem internet antara search engine sama blogger.

      Hapus
  6. Kalau saya sih, yang penting ngeblog dulu aja. Sambil berjalan, baru dipikirkan tentang DA dan PA ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Persis paragraf terakhir artikel ini.

      Hapus
  7. DA nyungsep? Santai saja, toh jalan jalan tetep lanjuttttttt.......😁😁😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah...ini mantap, jalan-jalan terus.

      Hapus
  8. makasih infonya, bermanfaat untuk newbie seperti saya,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama kotanopan.com, terima kasih sudah berkunjung.

      Hapus
  9. Kalimat 'Backlink dari situs yang tidak relevan dengan situs anda' ... itu menarik keingintahuanku, maksudnya gimana itu mas ?.
    Apa maksudnya : backlink yang diperoleh dari blog yang tidak se-niche atau gimana ?.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas Himawan, backlink yang diperoleh mesti setipe.

      Hapus
    2. Oh begitu, mas.
      Sepengetahuanku dan menurut cerita beberapa teman, pemilik blog se-niche jarang yang mau berbagi backlink.
      Alasannya takut tersaingi.
      Entah benar tidaknya aku ngga paham soal itu.

      Hapus
    3. wah saya nggak tahu kalo itu mas. kalo saya liatnya spam score aja.

      Hapus
  10. wah baru tahu ane gan ttg domain authority ini, makasih banyak suhu atas informasi nya, sangat bermanfaat bagi ane yang masih newbi ini ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh suhu panas apa suhu dingin ini?

      Hapus
  11. Akhirnya tercerahkan setelah baca ini, DA saya turun 7 poin, dari 28 menajdi 21.
    namun PA nya masih tetap sama seperti dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan bisa naik lagi skor DA-nya.

      Hapus