Tersesat Karena Google Maps, Begini Cara Mengatasinya

Saat ini sudah sedemikian banyak orang yang sedikit tenang ketika bepergian ke tempat yang belum pernah dijamahnya. Pikiran "Ah, tenang ada Google Maps" selalu menjadi salah satu alasan paling masuk akal hilangnya kekhawatiran bepergian ke tempat tersebut.

Google Maps juga banyak membantu munculnya aplikasi-aplikasi yang berbasis peta. Seperti aplikasi ojek online maupun layanan booking hotel. Mereka memakai API dari aplikasi peta milik Google tersebut untuk dikaitkan dengan aplikasinya sendiri.

Konektivitas yang dilakukan pengembang aplikasi tadi dengan API milik Google Maps tersebut membuat penggunaan peta tersebut cukup aplikatif. Misalnya pada aplikasi ojek online, bisa ditambahkan dengan penunjuk ketersediaan pengemudi yang paling dekat.

Pada layanan antar makanan juga sama. Titik-titik bisnis lokal yang terdapat di Google Maps dipertahankan dan tinggal dihubungkan dengan data base merchant pada aplikasi tersebut. Semuanya memudahkan pengguna dan pengembang untuk bisnis yang saling menguntungkan.

Namun pernahkah anda merasa dikerjai oleh Google Maps? Misalnya anda ingin menuju ke tempat A yang belum pernah didatangi. Anda kesana dengan mengendarai mobil. Kemudian anda memilih tombol "Petunjuk Arah" pada aplikasi. Sejurus kemudian aplikasi ini menunjukkan jalan yang menurutnya tercepat untuk ke tempat A. Misalnya harus melalui Jalan Nomor 234.

Sayangnya Jalan 234 ini merupakan jalan sempit yang hanya bisa dilewati kendaraan motor. Apabila dipaksakan, maka motor dari lawan arah tidak bisa masuk karena keberadaan mobil anda. Kalau di ujung jalan tersebut ada rambu 'mobil dilarang masuk' maka habislah anda dikerjai Google Maps.

ojek online

Hal yang mirip-mirip juga sering dikeluhkan oleh pengemudi ojek online, baik yang memakai mobil maupun motor.

Di depan rumah saya ada fasilitas umum yang dipakai para ojek online untuk menunggu penumpang. Salah satu masalah yang kerap mereka temui adalah pintu gerbang yang dibuka hanya pada jam-jam tertentu. Hal ini terjadi apabila mereka mengambil penumpang di Perumahan Bumi Patra milik Pertamina UP IV Balongan.

Pintu gerbang belakang perumahan itu jarang dibuka. Seingat saya memang hanya dibuka pada Solat Jumat saja dan perayaan tertentu. Namun ketika ada penumpang yang berasal dari perumahan tersebut dan posisi pengemudi atau merchant ada di wilayah Kepandean, Pasar Mambo, Sindang, dan sekitarnya, maka aplikasi akan menghitung jarak 'menembus' pagar yang ditutup tersebut. Google Maps menganggap tidak ada gerbang disitu.

Tentu saja kesalahan ini merugikan ojek online. Sebab mereka mesti memutar ke pintu gerbang depan untuk menjemput atau mengantarkan penumpang atau makanan. Sementara perhitungan tarif memakai ongkos rute yang terdekat.

Saya belum tahu apakah ada kejadian serupa di perumahan yang lain. Cuma yang pasti pemilihan rute terdekat ini memang dimaksudkan Google untuk memudahkan pengguna. Google menggunakan algoritma tersebut agar pengguna bisa menghemat waktu perjalanan.

Sayangnya pembaruan algoritma ini tidak seperti pendeteksian kepadatan lalu-lintas yang bisa dilakukan secara real-time. Misalnya kalau kondisi jalan sedang lancar, maka ada tanda hijau pada jalur tersebut. Kemudian kuning apabila ramai lancar, dan merah kalau padat dan macet.

Posisi jalan dua arah juga bisa dideteksi dengan cepat. Misalnya Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Murah Nara di Indramayu yang kini menjadi jalan searah dan merupakan kawasan tertib lalu-lintas. Ketiga jalan itu akan ditunjukkan oleh anak panah yang searah. Hal ini memang bisa diperoleh oleh Google Maps dari rute para pengguna jalan yang GPS-nya aktif.

Algoritma ini pada akhirnya tidak bisa diubah oleh pengguna. Namun nama jalan dan informasi rute yang menyertainya bisa diubah sesuai dengan kondisi di lapangan.

Mengubah Jalan yang Salah Nama atau Ditutup

Ini saatnya para Local Guides beraksi. Nama jalan yang salah, jalan yang ditutup permanen, petunjuk arah lalu lintas, dan lain-lain ternyata bisa diubah. Jadi peta itu sebetulnya tidak permanen. Semakin banyak yang berkontribusi, maka semakin sempurna peta tersebut dan semakin bermanfaat bagi banyak orang.

Google sudah menyediakan fasilitasnya, kini saatnya para penggunanya memperbaiki untuk kemanfaatan mereka sendiri. Dan inilah cara memperbaikinya.

Pertama kalinya anda mesti membuka Google Maps di komputer. Kemudian klik menu hamburger atau tumpukan tiga garis pada peta tersebut. Lalu pilih saja 'Kirim Masukan'.

Ada lima pilihan pada menu 'Kirim Masukan' tersebut. Pilih 'Informasi salah' untuk mengubah nama jalan dan informasi terkait jalan tersebut. Lalu pada peta, pilihlah titik mana yang ingin diubah. Pilih salah satu opsi perubahan yang diinginkan.

Mengubah Nama Jalan di Google Maps

Google bakal mengirimkan email notifikasi peninjauan. Apabila disetujui maka informasi di peta tersebut bakal berubah sesuai saran dari anda.

Kalau peta tersebut sudah diperbaiki, maka algoritma pun bakal ikut menyesuaikan. Misalnya ia tak akan lagi menyarankan ke jalan yang sering ditutup.

Yuk, ikut memperbaiki peta agar pengguna jalan bisa mendapat kemudahan dari kontribusi kita. Kalau bertanya apa yang didapat dari memperbaiki Google Maps, saya sudah menuliskan manfaatnya disini. Terima kasih sudah membaca. Selamat beraktivitas.
Artikel Terkait:

5 Komentar untuk "Tersesat Karena Google Maps, Begini Cara Mengatasinya"

  1. berarti yang ngerjai bukan algoritmanya n_n

    BalasHapus
  2. saya suka menu sarankan edit ut tempat2 yang dobel di map. Kadangkan 1 tempat banyak yang ngetag lokasi

    BalasHapus
  3. Paling sebel kalau tersesat gara-gara google maps. Minggu lalu ketika sedang mencari suatu tempat di Surabaya, diarahkan ke jalan kecil. Ya bisa sih dilewati mobil, cuma karena lagi di Surabaya, jadi lebih berhati-hati aja. Jadi ragu kalau lewat jalan kecil seperti itu.

    BalasHapus
  4. Algoritma google bekerja karena alamat yg salah tulis dari orang awam, jadi kita sebagai local guides ini yg hrs membenarkan, saya juga sudah coba bang biar gak banyak yg kesasar :D

    BalasHapus

Silakan sampaikan pendapatnya ya. Maaf dimoderasi buat menghindari spam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel