Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Misi Berat Menjaga Data Penerima Manfaat Bersama ASUS ExpertBook P2451

Seorang ibu mempersilakan saya duduk di sebuah dipan di depan rumahnya. Ia terlihat sungkan sebab dipan tersebut tampak cukup rapuh.

Sambil pamit meminta izin untuk mencari salinan dokumen yang saya minta, ia juga meminta maaf atas kondisi rumahnya yang jauh dari layak. Saya hanya bisa tersenyum memakluminya.

Rumahnya memang sederhana dengan kondisi tembok yang sudah usang. Gentengnya juga mungkin bakal bocor ketika hujan tiba. Dan sepengamatan saya, lantainya belum tersentuh pengerasan, masih alami dari tanah liat.

Inilah kondisi salah satu dari 320 keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan, sebuah program bantuan sosial dari pemerintah. Saya ditugasi Kementerian Sosial untuk mendampinginya mengakses bantuan tersebut.

"Alhamdulillah, pak, surat-suratnya ketemu. Ini salinannya," katanya setelah sekitar sepuluh menit mencarinya didalam rumahnya sendiri.

"Baik, terima kasih, Bu. Saya minta izin untuk memotret Ibu beserta rumah ini," saya meminta izinnya terlebih dahulu.

Akhir tahun ini saya memang disibukkan dengan pembuatan buku induk. Salah satu tahapannya adalah mengumpulkan salinan dokumen kependudukan dan keterangan lainnya sambil mengecek dokumennya yang asli. Ditambah melakukan pemotretan terhadap kondisi rumah untuk kebutuhan dokumentasi.

Empat kali potret, yakni potret rumah bagian depan, bagian dalam, dapur, dan kamar mandi, sudah tuntas diambil. Setelah memastikan semua foto tersimpan di memori ponsel dan dokumen yang diminta terbawa, sayapun pamit untuk mengunjungi ratusan rumah yang lain.

Pengumpulan Data

Ada 320 keluarga penerima manfaat yang saya dampingi, dan itu berarti ada 320 bundel data yang saya kumpulkan. Jika satu keluarga memiliki empat anggota rumah tangga, maka sudah ada 1.280 data dalam genggaman saya.

Sementara itu dalam satu bundel dokumen ada lima jenis salinan data. Yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), kartu kepesertaan BPJS atau Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan terakhir buku rekening beserta kartu ATM-nya.

Dari salinan data fisik itu, saya mesti menyalinnya kedalam format buku induk yang tersedia. Sebagiannya memang sudah terisi dari data base di aplikasi e-PKH. Tapi saya mesti menyortirnya agar tidak ada yang terlewat. Jadi selain ada data fisik, juga ada data berupa softfile.

Yang cukup mengagetkan dari format buku induk itu adalah sebagian data masing-masing penerima manfaat sudah terisi. Dan seluruh kecamatan dalam satu kabupetan ada semua. Total keseluruhan ada 70-ribuan data. Kalau masing-masingnya ada empat anggota rumah tangga, maka dalam data tersebut sudah ada 280ribu data berupa nomor KK, KTP, BPJS, nomor rekening, dan nama ibu kandung.

Nah, apakah yang menjadi beban saya dalam melakukan pekerjaan ini? Ya, yang menjadi beban kekhawatiran saya tentu soal menjaga data itu.

Masifnya Penyalahgunaan Data

Kebetulan pada Minggu, 6 Desember 2020, kemarin saya mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) dan ASUS Indonesia. Tajuknya soal keamanan dan perlindungan data.

Webinar yang berjudul 'Secure Your Business with ExpertBook Series' itu berjalan cukup seru. Selain menghadirkan Rifan Fernando dari ASUS ID Commercial FAE dan Dr. Budi Sulistyo, seorang Expert Consultant di PT. Sharing Vision Indonesia, banyak insight menarik soal data dan perlindungannya. Selain itu informasi yang didapatkan juga cukup mengerikan, sebab betapa mudahnya data pribadi diambil melalui peretasan langsung maupun lewat social engineering.

Menurut Pak Budi, ada tiga jenis data yang diincar oleh para pelaku kejahatan. Yang pertama adalah data perbankan seperti password e-banking dan e-wallet, OTP, dan data kartu kredit. Kedua data marketplace yang meliputi data login dan data personal pemiliknya. Yang ketiga adalah data pribadi seperti nama sendiri dan pasangan, nama ibu kandung, alamat, dan nomor kependudukan.

Untuk social engineering ini juga bukan barang yang susah ditemui. Di media sosial banyak yang membagikan postingan dirinya atau temannya yang menjadi korban dari metode pengambilan data ini. Kejahatan ini merupakan semacam modifikasi canggih dari 'mama minta pulsa' yang melegenda.

Untuk jenis peretasan, caranya juga bermacam-macam. Dalam webinar itu, Pak Budi memberikan saran agar menghindari penggunaan Wi-Fi publik seperti di kafe, restoran, atau tempat berkumpul lainnya. Sebab dari situ para peretas bisa memasuki perangkat dan mengambil data-data penting didalamnya.

Itulah mengapa saya cukup khawatir dengan banyaknya data yang saya pegang. Belum lagi ditambah titipan data dari rekan sekecamatan karena saya merupakan divisi data yang bertugas mengumpulkan softfile hasil pekerjaan untuk dikirim ke sekretariat tingkat kabupaten. Jadi tak lagi ada 320, sebab totalnya melonjak jadi 1.892 data penerima manfaat yang sudah lengkap.

Bagaimana jika saya lengah dan tak mengindahkan pencegahan seperti yang diutarakan Pak Budi dalam webinar itu? Misalnya saya sembrono membuka laptop dan memakai Wi-Fi publik di tempat umum. Akibatnya bisa jadi beberapa waktu kemudian, data-data dari penerima manfaat itu kemudian disalahgunakan untuk melakukan berbagai aksi kejahatan.

Jika hal itu terjadi, saya mungkin bukan hanya kehilangan pekerjaan, tapi juga dikenai sanksi pidana. Lantas, apa yang harus saya lakukan?

Misi Menjaga Data

Data pribadi saat ini merupakan jenis komoditas baru yang nilainya sudah melampaui minyak bumi. Pasalnya di era digital ini, ada banyak pihak yang berkepentingan untuk memanfaatkan data. Ya, data siapapun. Bahkan data dari orang-orang yang terpinggirkan seperti penerima manfaat yang saya dampingi.

Oleh karena itu dari saran Pak Budi dalam webinar diatas, maka sebisa mungkin saya menghindari penggunaan Wi-Fi publik atau gratisan, menjaga baik-baik perangkat saya agar tidak ada yang mengakses, menghindari link mencurigakan di internet agar terhindar phising, dan mungkin yang paling praktis adalah mengganti perangkat dengan ASUS ExpertBook P2451.

ASUS ExpertBook P2451

ASUS ExpertBook P2451

ASUS mengeluarkan ExpertBook Series yang menjadi lini bagi kehadiran produk-produk yang mengutamakan keamanan perangkat, ketahanan fisik, dan kecanggihan dapur pacu. Lini ini dibagi menjadi tiga segmentasi sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Ada lini Premium yang ditandai dengan tipe Expertbook B, lini Advanced dengan Expertbook P3, P4, dan P5, serta lini Essential dengan Expertbook P1 dan P2.

Sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi yang ditawarkan, pekerja sosial macam saya rasanya membutuhkan ASUS ExpertBook P2451. Ya, tentu pertimbangan ini disesuaikan dengan kebutuhan dan isi kantong. Namun yang pasti laptop ini bisa menghilangkan kekhawatiran saya soal pencurian data yang semakin marak belakangan ini.

Yuk, kita ulas sama-sama mengapa ASUS ExpertBook P2451 jadi pilihan saya dalam menjaga data mereka.

Keamanan

Keamanan yang ditawarkan ASUS ExpertBook P2451 sudah pada tahapan Enterprise-Grade Security. Sebuah tahapan keamanan yang biasanya dipakai oleh perusahaan-perusahaan besar. Sebab laptop ini memiliki dua jenis perlindungan yakni perlindungan terhadap data digital dan perangkat keras.

Mari kita mulai dari perlindungan terhadap perangkat keras. ASUS menyertakan Kensington Security Slot pada laptop ini. Ya sebuah slot untuk menaruh Kensington Lock alias gembok untuk mengunci laptop pada kaki meja atau apa saja yang sekiranya bisa mengunci laptop dari pencurian secara fisik.

Untuk pencegahan pencurian secara digital, ASUS sudah memberikan enam fitur perlindungan yang bisa dipergunakan untuk mencegah terjadinya pencurian data digital. Yang pertama ada Fingerprint Sensor, Windows Hello Facial Recognition, dan BIOS/HDD Password. Ketiga fitur ini merupakan langkah pertama dalam pencegahan agar orang tidak bisa mengakses perangkat.

Tiga fitur lagi yakni USB Storage Block yang bisa dipergunakan untuk mencegah adanya penyalinan data lewat flashdisk, kemudian Secure File Shredder yang mencegah adanya recovery data yang sudah dihapus, dan terakhir ada Webcam Privacy Shield yang melindungi privasi pengguna dari peretas yang mengakses kamera laptop.

Untuk manajemen perlindungan data digital itu diatur secara komprehensif oleh ASUS Control Center sebab pada laptop ini ada Intel vPro. Buat yang belum tahu, Intel vPro ini disertakan oleh pabrikan pada prosesor Intel Core i3 keatas. Fungsinya bisa sebagai pengendali otorisasi perangkat, bahkan bisa dari jarak jauh.

Yang terakhir dari fitur keamanan ASUS ExpertBook P2451 adalah Trusted Platform Module (TPM) 2.0. Perangkat keras yang dipasang pada motherboard ini menjadi alat untuk menyimpan dan mengenkripsi kata sandi. Sehingga kata sandi yang tersimpan dalam perangkat tidak akan mudah dibaca.

Inilah yang membuat kekhawatiran saya menghilang jika membawa data penerima manfaat dengan laptop ASUS ExpertBook P2451. Sebab dengan skenario ketika menggunakan laptop di tempat umum, maka orang yang akan mengambil laptop tersebut terhalang di awal berkat adanya Kensington Lock.

Jika penjahat itu memaksa, maka data itu akan tetap aman sebab kata sandinya telah saya enkripsi. Ia pun tak bisa menyalin data didalamnya karena ada USB Storage Block. Dan pertahanan terakhir adalah saya akan menggunakan fasilitas ASUS Control Center untuk melakukan kunci otorisasi dari jarak jauh meskipun laptop itu dimatikan. Canggih 'kan?

Soal salinan data, saya agak sedikit tenang. Sebab saya memiliki kebiasaan untuk mengunggah data-data penting ke cloud storage. Dan sepengalaman saya, ASUS juga menyediakan fitur ASUS Webstorage dengan batas penyimpanan hingga 5 GB. Saya pikir penyimpanan tersebut lebih dari cukup untuk menyimpan ratusan file Excel.

Kalau mau menyimpan file yang lebih besar dari itu, tinggal bayar mulai dari £19.99 atau sekitar Rp400ribu pertahun untuk memperoleh batas penyimpanan hingga 200 GB. Biaya yang murah daripada harus kehilangan data-data penting akibat tindak pencurian atau kehilangan laptop.

Ketahanan

Hal kedua yang membuat saya tertarik pada ASUS ExpertBook P2451 adalah keberadaan MIL-STD 810G. Kode tersebut merupakan sebuah standar paling tinggi yang dibuat oleh militer Amerika Serikat untuk menguji sebuah perangkat. Jadi sebelum memakai sebuah perangkat elektronik dalam medan tempur, mereka mengujinya dengan standar tersebut.

Dalam standar tersebut ada tujuh kategori pengujian. Yang pertama diuji dengan 18 kali uji benturan dengan kecepatan 40G/11ms dengan posisi laptop menyala. Kedua diuji dengan uji getaran yang dimulai dari 5Hz hingga 500Hz dalam tiga arah selama 30 menit. Ketiga uji kelembapan dengan ukuran 95% RH.

Keempat, laptop ini diuji dengan getaran mekanis yang dicontohkan dengan getaran kapal laut dengan nilai getaran 4 Hz hingga 33 Hz dalam waktu dua jam. Kelima dan keenam merupakan uji temperatur. Laptop ini diuji dengan temperatur rendah senilai -25°C hingga -33°C selama tujuh hari tujuh malam, dan temperatur tinggi senilai 30°C hingga 43°C dalam waktu yang sama.

Yang terakhir adalah uji ketinggian dimana laptop ini mampu bertahan dalam ketinggian tekanan kabin ketika pesawat mencapai tinggi 15.000 kaki atau sekitar 4,5 km. Jadi laptop ini aman ketika dipergunakan di gunung setinggi itu.

Meski sudah mendapatkan sertifikasi terstandar MIL-STD 810G, ASUS tetap menguji secara internal laptop ini. Dalam hasil pengujiannya, laptop ini juga telah lulus berbagai uji ketahanan. Misalnya keyboard diperciki air untuk menguji apakah perangkat ini tahan ketika terkena cipratan kopi akibat kecerobohan penggunanya.

Setiap tombol pada keyboard itu juga telah ditekan sebanyak 10 juta kali untuk mengetahui ketahanannya. Kemudian ASUS juga menguji ketahanan colokan dengan memakainya sebanyak 5.000 kali. Buat yang sering menaruh laptopnya di lantai, sekarang mungkin tak akan lagi khawatir, karena ASUS ExpertBook P2451 tahan beban hingga 25 kg.

Engsel laptop ini juga telah dites dengan membuka dan menutupnya selama 30 ribu kali. Dan terakhir uji kejut dengan kecepatan 120G/3ms.

Dengan beragam ketahanan yang ditawarkan ASUS ExpertBook P2451, maka pekerja lapangan seperti saya bakal bertambah aman ketika membawa laptop ini keliling kampung, melompati parit di sawah, atau berlarian ketika dikejar sekumpulan angsa. Lantas bagaimana dengan dapur pacunya?

Dapur Pacu dan Desain

Dapur pacu ASUS ExpertBook P2451 tampaknya memang overpowered buat pekerjaan saya dalam mengolah data semata. Tapi siapa tahu kedepan ada tugas-tugas tertentu buat membuat laporan dalam platform audio-visual seperti tahun kemarin membuat video ini, atau bisa juga kedepan ada aplikasi olah data dengan kebutuhan spesifikasi yang tinggi. Sehingga 10th Gen Intel Core i7 yang ada pada laptop ini bisa lebih bermanfaat.

Saat ini kebutuhan akan prosesor tersebut memang hanya diperlukan untuk menopang keberadaan Intel vPro sebagai bagian dari pengamanan perangkat. Namun tentu saja siapa yang menolak seandainya mengelola data pada aplikasi browser e-PKH dengan prosesor kelas tinggi, RAM mencapai 8GB dan bisa ditingkatkan hingga 32GB, penyimpanan ganda yakni HDD dengan kapasitas mulai dari 500GB dan SSD mulai dari 256GB, serta kartu grafis NVIDIA GeForce MX110. Rasanya untuk membuka file Excel yang berisikan data satu kabupaten itu hanya butuh waktu sedetik saja.

Yang perlu dicatat adalah dapur pacu setinggi ini memang mengoptimalkan fitur keamanan diatas, sehingga kita tidak bisa hanya mengambil sistem keamanannya saja tanpa menyertakan spesifikasi yang tinggi. Kecuali untuk Kensington Lock.

Laptop ini juga sangat mendukung Work From Home semasa pandemi. Yakni dengan keberadaan dual array microphone dengan teknologi 360° Noise-canceling yang mampu mengisolasi suara. Kemudian ada suara jernih yang dihasilkan dari teknologi speaker milik SonicMaster. Dan yang terakhir ada webcam yang menghasilkan resolusi HD 720p dengan sensor CMOS module. Yang kesemuanya tentu mendukung rapat-rapat online.

Satu hal yang menarik dari ASUS ExpertBook P2451 adalah desainnya yang tetap khas ASUS, yakni elegan, simpel, tipis, kokoh, dan fungsional. Meskipun laptop ini mendapat sertifikasi MIL-STD 810G, namun tentu saja bentuknya bukan menyerupai laptop yang ditemui di film-film militer.

Layar laptop ini merupakan panel IPS LED dengan ukuran 14 inci yang memiliki teknologi backlit anti-glare. Dan berkat adanya teknologi NanoEdge Display dari ASUS, layar sebesar itu mampu terpasang dalam sasis 13 inci. Sehingga kamu hanya mendapati bezel tipis yang menciptakan sudut pandang lebih lega.

Beralih kebawah, ada engsel yang menyambungkan antara bagian layar dan cover depan dengan bagian bawah yang berisi dapur pacu dan keyboard. Nah, uniknya engsel ini ternyata bisa terbuka hingga 180°. Manfaat dari laptop dengan engsel bisa dilebarkan hingga lurus seperti ini adalah bisa melakukan presentasi layaknya memakai kertas lurus tanpa tertekuk.

Keyboard ASUS ExpertBook P2451 layaknya laptop ASUS yang lain, yakni empuk, jaraknya renggang, dan kali ini ada 'mouse' di tengah keyboard yang disebut SensePoint. Diatas juga sudah saya jelaskan kalau keyboard ini tahan terhadap percikan dan siraman air. Buat yang sering gelap-gelapan, tenang saja ada backlit sebagai pemandu di seluruh tombolnya.

Spesifikasi ASUS ExpertBook P2451 ini saya tutup dengan melihat betapa lengkapnya laptop ini mendukung input. Silakan kamu sebut input apa yang akan dimasukkan dalam sebuah laptop, maka ASUS ExpertBook P2451 bisa menampungnya lewat slot yang tersedia. Mulai dari COMBO audio jack, Type-C USB 3.2 (Gen 2), Type-A USB 3.2 (Gen 1), Type-A USB2.0, RJ45 LAN jack, HDMI, Fingerprint reader, AC adapter plug, dan micro SD card.

Berikut spesifikasi dari ASUS ExpertBook P2451:

Penutup

Akhirnya kita sudah sampai pada penghujung artikel yang menjelaskan mengapa saya memilih ASUS ExpertBook P2451. Jika ada yang bertanya, "Mengapa tidak langsung ke ASUS ExpertBook B9450?", maka saya hanya menjawab kalau saya sadar dan berupaya mengukur diri. ASUS ExpertBook P2451 juga sudah mewah buat saya dan insya Allah banyak manfaatnya.

Satu hal lagi, ASUS ExpertBook P2451 memang sudah saya incar sejak lama. Ketika butuh laptop yang mampu melindungi data-data penerima manfaat yang saya dampingi, maka situs ASUS Indonesia selalu saya buka. Sebab bagaimanapun juga saya yang telah memilih amanah ini dan mesti saya jaga sebisa mungkin. Tapi ya begitulah, sampai tulisan ini dibuat tabungan saya belum cukup saja untuk membelinya.

Oh iya, buat kamu yang mau mengintip spesifikasi dan harga laptop ASUS ExpertBook P2451 lebih lengkap silakan pantau situs resmi ASUS di: https://www.asus.com/id/Laptops/ASUS-ExpertBook-P2451FB/.

Terima kasih sudah membaca hingga selesai. Sampai jumpa di artikel berikutnya. Salam.

15 komentar untuk "Misi Berat Menjaga Data Penerima Manfaat Bersama ASUS ExpertBook P2451"

  1. Suka banget dengan Asus ExpertBook. Banyak fitur pengaman yang disematkan. Tentu cocok sekali untuk para pebisnis ataupun mereka yang bekerja di pemerintahan karena selalu berkaitan dengan data. Desain notebooknya juga kuat karena standar uji militer.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, Mas Amir, fitur security ASUS Expertbook ini emang kece badai.

      Hapus
  2. Woo harus hari-hati nih dengan keamanan data kita kalo pake sharing wifi di tempat umum. Untung keamanan yang ditawarkan ASUS ExpertBook P2451 sudah pada tahapan Enterprise-Grade Security. Harus nabung extra nih buat kekepin Asus ini wkwkkw.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, kak Lintang. Peluk erat-erat laptopnya kalau gak pake ASUS Expertbook P2451.

      Hapus
  3. Keren nih ASUS ExpertBook P2451, dilengkapi dengan perangkat pencurian baik secara fisik dengan Kensington Lock, maupun juga data-data yang ada di dalamnya. Cocok banget memang bagi yang mengurusi data banyak orang agar data-data yang dipercayakan padanya tetap aman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Btw, Kensington Lock juga ada di laptop ASUS yang ada dibawah ini, mbak. Tapi ya memang lebih aman pake seri Expertbook sih.

      Hapus
  4. Mantap ya ada ASUS Expert book series terbaru ini. Bisa menyimpan banyak data2 penting tanpa bisa dicuri2 oleh orang jahat....keren dapur pacu laptop ini, jadi nguilerrr deh :)

    BalasHapus
  5. Impian banget punya asus expertbook inii. Kemarin pas ikut webinarnya juga auto itung2an, investasi keren lah ini yaa.
    Cocok juga untuk kerjaan suami.

    BalasHapus
  6. Bang Doel laptop nya kece badai nihh. Dan ku terpana melihat harganya haha tapi worth it si ya dengan beragam fitur premium yang di tawarkan :)

    BalasHapus
  7. Asus mah dari dulu juara. Zaman masih kuliah ampe sekarang kayaknya brand ini kagak ada matinya. Terus berinovasi tanpa henti

    BalasHapus
  8. Asusku Asus lama. Laptop biasa type K55A. Sekarang mudah ngambekan minta ganti kayake.
    Ngintip harga Asus sekarang bikin gak wani melek. 😂😂😂

    BalasHapus
  9. Sepertinya yang paling mentereng dari ASUS ExpertBook series adalah keamanannya ya, Bang. Memang bahaya banget kalau kehilangan data, apalagi data yang diamanahkan ke kita. Kalau pakai ExpertBook P2451 ini, bisa lebih tenang kalau keamanannya tingkat tinggi

    BalasHapus
  10. Dari dulu aku setia banget pake ASUS karena nilai plus di bodinya yang kokoh. Sekarang malah ada varian ASUS sekeren ini level proteksinya. Sepertinya harus upgrade nih. Hayuk mari kerja keras bagai kuda kejar cuan, hehe.

    BalasHapus
  11. Aku pengguna ASUS alhamdulillah aman data"ku but asu expertbook p2451 ini sangat bagus banget yaa saya liat cocok untuk kerjaan di kantor dan dimanapun

    BalasHapus
  12. wah ada sistem penguncian data ya bang. keren dong buat ngamanin data data penting. ASUS memang dari dulu jempolan soal sistem di dalamnya ya. jadi pengen juga nih saya. hehe

    BalasHapus