20 Juni 2017

3 Alasan Mengapa Samsung Galaxy Note 8 Tidak Perlu Ditunggu

Samsung Galaxy Note 8 akan menjadi pelipur lara bagi Samsung. Ya, sebab pabrikan asal Korea ini telah dihantam habis oleh petaka yang dipicu meledaknya baterai Note 7. Sebuah petaka yang, meski tak membuat bangkrut, cukup menyita anggaran, perhatian, dan tentu saja kredibilitas Samsung sebagai pimpinan pasar ponsel Android. Lalu, dengan merilis Samsung Galaxy Note 8 tentu membawa secercah harapan agar ponsel premium ini tetap menjadi raja di pasaran.

Samsung Galaxy S8 dan S8+ setidaknya cukup menjadi pelipur lara Samsung, atau boleh jadi sebagai bahan move on dari petaka yang sudah terjadi sebelumnya. Dan kini sepertinya pabrikan Korea ini berupaya lebih mempercepat penyakit amnesia publik terhadap mengepulnya asap baterai Note 7 itu. Tapi masalahnya, apakah Samsung Galaxy Note 8 bisa menjadi penerus flagship di ranah phablet setelah dirilisnya seri S8?

Banyak yang menyangsikan turunnya kredibilitas Samsung pasca petaka itu bisa direhabilitasi dalam waktu singkat. Galaxy S8 pun ditemukan memiliki kelemahan dimana layarnya bisa merah sendiri. Kalau fanboy Samsung keberatan untuk menyebutnya cacat, layar merah yang disebut sebagai reddish tint dalam forum online ini layak disebut apa? Ya tetap saja disebut sebagai cacat. Sehingga beban berat memang diampu Samsung Galaxy Note 8 yang menurut media-media Korea, bakal dirilis pada 26 Agustus 2017 mendatang di New York, Amerika. Namun layakkah phablet ini dinantikan? Menurut saya tidak layak dinantikan, dan inilah alasannya.


Ilustrasi Samsung Galaxy Note 8 (Gambar: Trustedreviews.com)

1. Body Nggak Banyak Berubah

Samsung memang punya body yang tak begitu pasaran. Ya dibandingkan dengan produk kelas menengah ponsel-ponsel China di pasaran yang kebanyakan mirip dengan iPhone. Samsung memang lebih punya desain sendiri pasca gugatan kemiripan desain yang dilayangkan Apple terhadap pabrikan Korea ini. Dan kelanjutan kompetisi keduanya terus berlangsung yang menjadi wakil dari pertarungan antara ponsel Android dan iOS.

Meski begitu, desain yang tidak pasaran dari ponsel Samsung tidak menjadikannya istimewa. Apalagi berdasarkan banyak bocoran, Galaxy Note 8 bakal mengadopsi bentuk body serupa seri Galaxy S8. Hanya saja layar yang dibenamkan bakal sedikit lebih besar. Namun jika flash back ke Note 7 yang punya layar 5,7 inci, layar Note 8 akan meningkat sekitar 0,6 inci alias 6,3 inci. Layar ini sedikit lebih besar dibanding S8+ dengan layar 6,2 incinya.

Jadi kalau boleh disingkat, perubahan body meniru S8+ tapi dengan ciri khas Samsung Galaxy Note, yakni ada S-Pen.

2. Spesifikasi Nggak Banyak Peningkatan

Dari dapur pacu, kecuali ada kejutan Qualcomm atau Exynos menelurkan chipset terbaru dan langsung dibenamkan ke Note 8 sebelum tanggal rilisnya, maka ponsel ini akan memakai chipset yang lebih tinggi dari seri S8. Namun jika tanggal rilisnya di bulan Agustus, maka kemungkinan tersebut akan terkikis. Sebab saat ini, baik Exynos maupun Qualcomm, hanya memiliki chipset seri tertinggi sebagaimana yang terpasang di seri S8 saja. Begitu juga dengan RAM yang menyertainya, yang tidak berbeda dari seri S8. Note 8 bakal memiliki RAM 4 atau 6 GB serupa dengan S8.

Lalu apalagi? Kamera? Sama. Seri Android? Android O belum dirilis 'kan? Silakan sebut spesifikasi teknis dari Note 8, pasti nggak beda dengan S8.

3. Samsung Selalu Over Priced

Samsung selalu memberikan harga yang terlampau tinggi bagi ponselnya, terutama yang seri flagship. IHS Markit pernah merilis harga-harga dari komponen S8, dimana hasil penjumlahan keseluruhannya diperoleh nominal harga sebesar $300 saja. Sementara Samsung membanderol Galaxy S8 sebesar $720. Jadi ada margin untung yang cukup besar. Sehingga banyak orang yang menganggap Samsung terlalu over-price.

Nah, dengan rumor harga dari Note 8 yang berkisar antara $850-an, dan melihat spesifikasi yang tak banyak berubah kecuali layar sedikit besar dan S-Pen, maka sudah bisa ditebak kalau Samsung Galaxy Note S8 bakal terlampau mahal lagi.

Tapi ketiga alasan diatas pastinya bisa berubah, sebab basis informasi yang dipakai masih sebatas rumor. Sebab Samsung belum resmi melepas Galaxy Note 8 di pasaran dan bahkan tak ada informasi resmi yang dikeluarkan oleh pabrikan Korea ini. Kalau kamu punya pendapat berbeda, silakan kemukakan di kolom komentar. Dan jika nggak sepakat dan mau menantikan Samsung Galaxy Note 8 dan membelinya, itupun sangat dipersilakan.

14 Juni 2017

Dilematika Judul Clickbait Bagi Blogger

Bagi banyak orang, clickbait adalah sampah digital yang mesti dibuang jauh-jauh. Namun jauh lebih banyak orang yang masih terpedaya dengan judul-judul clickbait, sehingga mereka memberikan kliknya terhadap judul tersebut. Dan dilema pun terjadi.

Clickbait adalah sebuah trik untuk memancing orang agar melakukan klik terhadap tautan yang disediakan. Alat pancingnya berupa judul yang membuat penasaran. Kadang-kadang dibuat sebombastis mungkin agar daya pancingnya betul-betul mantap. Lalu, mengapa mesti dilema?

Jurnalistik

Buat yang selalu bertahan dengan kaidah kepenulisan ala jurnalistik, maka judul clickbait ini memang penyakit dalam dunia kepenulisan. Sebab sebuah judul yang baik, dalam kaidah jurnalistik, wajib mengandung informasi yang mewakili tulisan secara keseluruhan. Sementara clickbait justru menyimpan misteri, bahkan kadang-kadang dibuat melenceng dari isi tulisan demi menggiring pengguna internet untuk melihat isinya.


Mari kita ambil contoh sebuah tulisan tentang perjalanan Jokowi melintasi Trans Papua. Dalam judul dengan standar baku jurnalistik, akan tertulis 'Jokowi Lintasi Trans Papua Pertama Kali'. Sementara dalam judul clickbait biasanya ditulis 'Wow! Jokowi Lakukan Hal Menakjubkan Saat di Papua'. Contoh lain bisa diambil dari artikel olahraga.

Misalnya setelah pertandingan di Liga Inggris, Chelsea menang atas lawannya. Pelatih Chelsea, Antonio Conte kemudian memeluk salah satu pemain sebagai ungkapan kegembiraan atas gol yang dihasilkan pemain tersebut. Dalam judul dengan standar baku akan ditulis 'Chelsea Menang, Conte Ucapkan Terima Kasih Pada Pemain'. Sementara itu ada lagi judul lain yang memakai clickbait 'Pasca Chelsea Menang, Conte Langsung Peluk Islam'. Eh, serius judul clickbait itu memang betul, meski anda bakal mengalami kejengkelan ketika membaca isinya. Sebab Conte tidak mengubah agamanya menjadi Islam, tapi memang ia memeluk seorang pemain Chelsea yang bernama Islam Feruz.

Dilematika

Nah, persoalan dilemanya kemudian ada pada pilihan antara mempertahankan standar penulisan jurnalistik yang baku, dengan pemenuhan harapan agar situs yang dikelolanya terus dibanjiri dengan traffic.

Dalam beberapa kali percobaan menggunakan clickbait, sebuah artikel yang saya buat ternyata memang memperoleh traffic yang lumayan dibandingkan dengan judul yang memenuhi standar baku jurnalistik. Percobaan ini saya lakukan baik di blog sendiri, maupun ketika menulis untuk beberapa situs kurasi. Bahkan sebuah situs kurasi memang mensyaratkan adanya judul clickbait dalam setiap artikel yang dibuat.

Namun jika dikembalikan pada ada sebagian orang yang menganggap sebuah judul clickbait adalah sampah, maka terlalu banyak menggunakan judul clickbait menjadi bumerang juga. Alih-alih mendulang traffic, orang-orang justru menuduh situs kita sebagai biang spam. Lantas bagaimana agar dilematika judul clickbait ini tidak bisa disikapi dengan arif? Berikut beberapa kiat yang bisa dilakukan.

1. Kenali calon pembaca

Mengetahui segmentasi pembaca bisa jadi langkah awal untuk membuat sebuah judul tulisan yang clickbait atau tidak. Kalau memang belum tahu, sebaiknya lakukan dulu riset kecil-kecilan. Misalnya pada satu waktu buatlah artikel dengan judul yang tidak clickbait, dan waktu yang lain buatlah judul yang clickbait. Lihatlah mana yang lebih baik traffic-nya. Jika memang traffic-nya lebih bagus yang clickbait, ya apa boleh buat. Tapi jika tidak, maka jangan buat judul clickbait.

Oh iya, percobaan ini hanya bisa dilakukan pada calon pembaca di media sosial. Sebab dalam pencarian Google, justu yang non-clickbait malah lebih mudah dirayapi oleh Robot Google.

2. Buatlah clickbait hanya ketika pembaca sudah tahu penulis dan situsnya

Pada kasus sebuah postingan tautan di media sosial dilaporkan sebagai spam, itu ketika orang-orang tidak mengetahui siapa yang membagikannya. Dalam hal ini si pembagi masih anonim. Sehingga orang-orang menaruh curiga bahwa clickbait yang dibuat disangka menyimpan malware, isinya tidak bagus, dan lain sebagainya.

Hanya saja, buatlah clickbait hanya sesekali saja, sebab judul semacam ini seringkali menjatuhkan kredibilitas penulisnya.

3. Pakai clickbait hanya pada tempatnya

Dalam beberapa situs kurasi, dimana penulis menulis di situs orang lain, judul clickbait cukup dianjurkan. Sebut saja UC News maupun Babe. Kalau di aplikasi situs tersebut, memang hanya tersaji judul-judul dan gambar sisipan saja untuk menarik perhatian. Sehingga setiap penulis atau kurator memang dianjurkan untuk membuat judul yang semenarik mungkin agar bisa bersaing dengan judul yang dibuat penulis lainnya.

Jika memang dianjurkan, maka pakailah clickbait di sini, di tempat yang memang ditentukan. Sebab traffic bagi situs-situs semacam ini adalah nyawa, dan semakin tinggi lonjakan traffic-nya, maka penulisnya pun akan kecipratan berkahnya. More clickabe a writing, more money is coming.

Saat ini, clickbait memang sudah menjadi senyawa yang sukar dipisahkan dari media sosial, dan internet secara umum. Meski Google dan Facebook berkomitmen melakukan razia konten clickbait, pada kenyataannya setiap hari jumlah clickbait terus muncul tak kenal waktu. Namun buat yang merasa kesal dengan konten clickbait, boleh bergabung di laman Facebook Stop Clickbait. Tapi jangan laporkan blog ini ya.

31 Mei 2017

Mengenal Essential, Smartphone Pertama dari Pencipta Android

Andy Rubin adalah sosok penting dibalik sistem operasi sejuta umat, Android. Sebab pria berusia 54 tahun ini menjadi pencipta dari sistem operasi ponsel pintar yang paling banyak dipakai ini. Lewat Android Inc. Andy mendapatkan 17 paten dari penemuannya. Kemudian Google datang pada 2005, mengakuisisi Android Inc. dan menjadikan lulusan Utica College New York ini sebagai orang penting di bidang mobile dan digital content Google.

Google mencopot Andy Rubin dari jabatan tersebut dan menggantinya dengan Sundar Pichai, yang kini jadi orang nomor satu di situ. Andy dilempar ke bagian robotika, sebuah divisi yang memang baru dimulai oleh Google. Namun setahun kemudian, Andy Rubin resmi hengkang dari Google setelah sembilan tahun mengabdi. Ia pun mandiri, memulai segalanya dari awal sejak 2014, dengan mendirikan perusahaan rintisan alias start-up bernama Essential Products.

Andy Rubin, sang pencipta Android dan ponsel ciptaannya, Essential.

Essential Phone

Meski berjuluk start-up, Essential itu dimulai oleh pembuat Android. Sosok yang jauh dari kesan newbie. Tiga tahun setelahnya, start-up ini mampu membuat ponsel pintar yang kini sedang trending. Ya, Essential Phone namanya. Sebuah ponsel yang sempat dibocorkan di Twitter Andy Rubin sendiri, dan kini hadir secara nyata dengan spesifikasi dan harganya.

Essential Phone mengadopsi ekosistem modular, sebuah konsep yang membuat komponen ponsel bisa dibongkar-pasang. Selain itu ponsel yang dibuat secara ambisius tersebut memiliki tampilan yang mencolok sebab lain dari desain yang ada di pasaran.

Kalau melihat sekilas, maka akan tampak sebuah layar yang hampir tanpa bezel. Bahkan layar ini sangat unik, sebab ia menerabas ruang yang sedianya diperuntukkan bagi kamera depan. Sehingga kamera depan ini terlihat bak teluk dalam istilah maritim. Essential betul-betul memaksimalkan ruang display, sehingga di sisi kiri dan kanan yang agak kosong, dipakai untuk ikon notifikasi. Cerdas.

Dengan lebar display 5,7 inci, Essential melindunginya dengan Gorilla Glass 5. Layar tersebut tentu oleh pabrikannya diklaim tahan jatuh dari ketinggian 1 meter. Namun tak cukup sampai disitu, Essential memberinya bodi titanium. Ya, logam yang diklaim paling keras yang tersedia di pasaran saat ini akan menjadi casing bawaan Essential. Sehingga akan membuat ponsel ini mampu bertahan ketika terjadi benturan.

Alasan mengapa bagian luar perlu diproteksi dengan baik adalah jeroannya yang memang aduhai. Sebab dihuni oleh Snapdragon 835 dengan Adreno 540 sebagai otak grafis dan RAM 4 GB. Untuk bagian penyimpanan, Essential memberinya kapasitas yang besar yakni 128 GB. Kapasitas dan spesifikasi ini memang dibangun sedemikian rupa, sebab ada fitur-fitur unggulan yang perlu didukung oleh jeroan yang terbilang jagoan.

Sebab ponsel ini mampu merekam video 4K yang tentu saja akan menghasilkan hasil yang berkapasitas jumbo. Dan ditambah pula daya jepret yang juga aduhai. Karena kedua fitur ini dimiliki oleh kamera depan 8M dan bagian belakang ada dual-camera yang masing-masing punya sensor sebesar 13 MP dengan f/1,85, mirip dengan yang dimiliki Huawei P9. Jika kamera bawaannya kurang besar, Essential menambahkan dengan kamera modular, yakni kamera 360 derajat yang mampu merekam dengan jenis video UHD (3840 x 1920) dengan kemampuan rekam 30 fps.

Dengan fitur yang dimiliki ini, Essential menjamin penggunanya tidak akan kehabisan daya, sebab meski mengusung jeroan yang premium ponsel ini punya baterai 3,040 mAH. Untuk pengisiannya, disediakan USB Type-C, yang selain berfungsi mengisi daya juga tersedia untuk adaptor sound, sebab tak ada headphone jack yang disediakan olehnya.

Kalau melihat spesifikasi dan desain yang diberikan, sekilas memang tak ada yang istimewa meski ponsel ini diciptakan oleh 'sang Bapak Android'. Namun boleh jadi keistimewaannya justru ketika ponsel ini sudah dipakai. Sebab Andy Rubin adalah kreator Android, dan selayaknya pula ia tahu persis apa yang cocok dan yang perlu dipasang untuk menghasilkan performa terbaik bagi ponsel yang memakai sistem operasi ciptaannya ini.

Ponsel yang meluncur dengan sistem operasi Android 7.1.1 ini, menurut The Verge, akan diluncurkan beberapa bulan ke depan. Namun ponsel ini sudah bisa dipesan sekarang di situs Essential dengan harga $699 dan $749 jika dengan kamera 360 tambahan. Oh iya, tersedia empat pilihan warna, yakni Black Moon, Stellar Grey, Pure White, dan Ocean Depths. Namun saat ini hanya tersedia hitam dan putih saja.

25 Mei 2017

3 Fakta Pengguna Media Sosial Juga Membantu Terorisme

Ledakan bom terjadi di Kampung Melayu, Jakarta, pada Rabu (24/5) malam. Menurut pihak kepolisian, sebagaimana dikutip dari beberapa laman berita, ada 15 orang yang menjadi korban. Lima diantaranya meninggal dunia, dan sepuluh lainnya kini dirawat di rumah sakit.

Sampai saat ini, belum ada konfirmasi soal siapa yang berada dibalik bom yang diduga merupakan 'bom bunuh diri' di Kampung Melayu itu. Namun yang jelas, pelakunya adalah teroris. Sebab dalam Kamus Bahasa Indonesia (versi Kemendikbud) disebutkan kalau usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan disebut teror. Dan pelakunya disebut teroris.

bom kampung melayu

Teroris senantiasa bertujuan menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman, apapun caranya. Dan terdistribusi secara masif pesan-pesan ketakutan itu merupakan salah satu tujuan dari aktivitas terorisme. Dan dengan sadar maupun tidak sadar, kita pun ikut serta dalam kegiatan mendistribusikan kegiatan terorisme tersebut. Benarkah?

Ingat lagi kata kunci dari kegiatan terorisme, yakni takut, ngeri, dan kejam. Maka siapapun yang ikut serta menyebarkan pesan-pesan yang mengandung tiga kata kunci itu, secara tak langsung ia pun turut menyebarkan pesan-pesan terorisme. Dan di era media sosial ini, partisipasi penyebaran pun semakin bertambah masif pula. Mari kita simak beberapa alasan mengapa semakin banyak orang yang ikut serta menyebarkan terorisme.

bom kampung melayu
Aparat kepolisian sedang melakukan olah TKP / Gambar: BBC.com/indonesia

1. Menyebarkan Foto Korban dan Pelaku Yang Mengandung Unsur Sadisme

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan melayangkan sanksi bagi televisi yang menayangkan adegan sadisme. Bahkan merahnya darah pun mesti disensor untuk mencegah kondisi traumatik bagi sebagian orang.

Untuk soal liputan televisi, media-media Indonesia memang mesti meniru media-media besar di Amerika Serikat. Sebab ketika ada kejadian terorisme, kecelakaan, dan bencana alam, tak ada tayangan darah apalagi mayat bergelimpangan. Yang ada hanyalah kesdihan, responsifnya aparat terkait dalam menangani kejadian, dan birokrat yang segera mengambil langkah-langkah tertentu. Sehingga di akhir tayangan, yang muncul adalah rasa simpati, kepedulian, dan semangat untuk segera melanjutkan jatah usia yang tersisa.

Televisi dan media di Indonesia pun pelan tapi pasti mengikuti teknik pemberitaan yang disebut oleh Jacob Oetama sebagai insight journalism itu. Namun di saat yang sama, ketika media-media melakukan sensor, justru muncul jurnalisme warga yang tidak bertanggung jawab. Sebab mereka dengan gampangnya mengunggah foto-foto sadisme di media sosial.

Ketika simpati dan kepedulian digaungkan oleh media massa arus utama, namun ketakutan dan kengerian sebagai bagian dari terorisme malah disebar oleh oknum pengguna gadget lewat media sosialnya. Mereka dengan bangganya menyebarkan foto-foto jasad dari korban maupun pelaku yang mengandung sadisme. Tanpa sadar, ketakutan dan kengerian yang menjadi bagian dari terorisme, telah disebar secara masif.

Selain itu, tidak menyebarkan konten sadisme dari jasad tersebut adalah merupakan bagian dari menghormati jasad manusia.

2. Meneruskan Pesan Berantai yang Berpotensi Hoax

"Hati-hati bom akan kembali meledak di tempat X," dan pesan-pesan sejenis mungkin akan membombardir gadget kita. Untuk itu segeralah berhenti di kotak masuk kita dan jangan biarkan orang lain ikut panik. Sebab yang berhak untuk menginformasikan adalah pihak kepolisian, bukan teman kita apalagi nomor yang sama sekali asing di kontak telepon kita.

Pesan berantai ini sangat sering terjadi setelah sebuah tindakan terorisme terjadi. Dan bisa saja tersebar saat tidak terjadi apa-apa. Tujuannya ya cuma satu, menciptakan ketakutan sebagaimana tujuan terorisme. Pesan tersebut bisa saja terjadi, namun sepanjang sejarahnya, pesan-pesan berantai semacam itu hanya berupa ancaman kosong belaka. Jika pun benar, maka aparat kepolisian akan selalu melakukan langkah-langkah terkait.

3. Menyebarkan Teori Konspirasi

Teori konspirasi terkait sebuah tindakan terorisme memang sangat marak dicetuskan oleh seseorang. Padahal dia bukan pengamat terorisme, bukan pula pakar di bidang penanggulangan terorisme, namun hanya punya gadget dan sedikit informasi perihal kejadian teror yang berlangsung. Dan di media sosialnya ia tulis panjang lebar mengenai persoalan yang terjadi dengan menggunakan unsur cocoklogi.

Punya pemikiran tentang terorisme boleh-boleh saja. Namun menyebarkan hal-hal yang berpotensi menimbulkan konflik lain, bahkan menjurus pada fitnah kepada kelompok tertentu sangat tidak disarankan. Sebab itulah juga yang menjadi tujuan dari terorisme.

Maka ada baiknya untuk menjaga diri, baik secara fisik di lingkungan masyarakat, serta menjaga lisan dan tulisan agar tidak mudah mengumbar dan ikut menyebarkan teori konspirasi yang tidak jelas kebenarannya. Berikan kesempatan agar pihak kepolisian melakukan tugasnya, dan kritisi kinerja mereka secara berimbang.

Penutup

Aksi terorisme memang dilakukan secara fisik. Tapi secara psikis, aksi ini bisa menyasar secara global. Sebab pesan-pesan berupa ketakutan dan kecemasan yang menyertainya bisa didistribusikan oleh siapapun, terutama di jaman digital ini. Maka hentikanlah di tangan kita sebisa mungkin konten-konten yang turut menyebarkan bagian dari pesan-pesan terorisme. Ikuti informasi dari sumber-sumber resmi secara kritis, tetap peduli kepada sesama, dan jaga keutuhan bangsa.

#KamiTidakTakut #PrayForIndonesia

19 Mei 2017

Umidigi Crystal, Ponsel Premium Harga Diskon

Umidigi adalah buah persaingan ketat industri ponsel pintar di China. Di negeri tirai bambu ini, mereka yang bertahan adalah para pejuang tangguh. Sebab menyingkirkan puluhan pesaing, yang saban tahun terus muncul sungguh tak mudah. Apalagi bisa melebarkan sayap hingga ke mancanegara. Dan Umidigi menjadi salah satunya.

Umidigi merupakan rebranding dari UMi. Brand ini terlahir di Shenzhen, China, lima tahun silam. Sejak kehadirannya, dan masih bernama UMi itu, Umidigi kerap membuat gebrakan. Pertama kali mereka membuat UMi X1, yang merupakan ponsel pintar pertama yang memakai Android Ice Cream Sandwich alias Android 4.0. Kemudian berlanjut pada 2014 yang membuat ponsel dua kartu paling tipis di dunia. Dan masih banyak deretan julukan 'ponsel pertama' yang dikalungkan ke UMi.


Hingga berganti nama menjadi Umidigi, merek ini senantiasa memberikan sensasi pada pengguna ponsel pintar. Dan kini saatnya kamu pun dibuat terkejut dengan manuver Umidigi yang baru. Sebab mereka telah membuat Umidigi Crystal yang tak cuma mengejutkanmu. Sebab dengan spesifikasi yang ditawarkan, kamu tak akan percaya dengan harga yang ditawarkan.

Umidigi telah merilis Umidigi Crystal. Sebuah ponsel pintar yang memang secara desain bukan lagi yang pertama. Sebab ada beberapa ponsel yang serupa dengannya. Tak usah disebut, sebab nanti mereka merasa besar kepala. Yang jelas, Umidigi Crystal ini merupakan ponsel flagship yang ditawarkan harga yang paling rendah. Ya, murah tapi tentu sangat tidak murahan. Mari kita lihat spesifikasinya.

Ups... sebelum berbicara spesifikasi, ada baiknya mengetahui kalau Umidigi membuat Crystal tak hanya satu tapi dua, yakni Full-Metal Edition dan Lumia Edition. Untuk Lumia sendiri diberi warna hitam dan biru, sementara Full-Metal diberi warna Hitam dan Merah. Jadi masing-masing punya dua warna pilihan, sehingga ada empat pilihan warna bagi Umidigi Crystal. Pilihan warna dan spesifikasi tersebut didasarkan pada polling yang berlangsung di situs Umidigi beberapa waktu sebelum tanggal rilis.



Persamaan Full-Metal dan Lumia

Keduanya betul-betul dibuat berdasarkan hasil polling. Sebab Umidigi sadar kalau mereka yang ikut polling, sangat besar kemungkinannya tertarik dengan produk dari Umidigi, terlebih Umdigi Crystal yang akan meluncur nanti.

Oleh karenanya, kedua jenis Umdigi Crystal pun dibuat beda. Selain pada warna, perbedaan yang terlihat jelas adalah pada kamera belakang, dimana Lumia punya kamera ganda, sementara Full-Metal hanya satu saja. Menurut rumor yang beredar, Lumia akan dibekali dengan Snapdragon 835, sementara Full-Metal bakal diotaki oleh MediaTek MT6757T Helio P25.

Belum ada kejelasan soal dapur pacu ini, namun di situsnya, Umidigi mengklaim kalau kedua perangkat akan dipasangi dengan RAM 4GB dan daya memori internal sebesar 64GB.

Simak video perkenalan tentang tampilan andalan dari Umidigi Crystal ini. Tampilan yang tanpa sisi, cantik, anggun, dan melihat dengan lebih luas.


Video perkenalan itu, mempertegas ponsel yang memang memiliki display 5,5 inci dengan bezel yang sangat tipis di ketiga sisinya ini. Sementara bezel tebal hanya di bagian bawah saja untuk mempermudah akses tombol home. Dan ada fitur layar lengkung 2.5D yang membersamai fitur bezel-less di ketiga sisi layar itu. Kalau Umidigi betul-betul komitmen terhadap hasil polling, maka pelindung layar ini akan dibekali dengan Gorilla Glass, yang tentu saja diharapkan tipe terakhir, Gorilla Glass 5.


Lalu, bagian mana yang mencengangkan, membuat terkejut, dan bahkan membuat tidak percaya itu? Ya apalagi jika bukan soal harga. Sebab Umidigi telah memajang banderol sebesar $99 saja di situsnya. Itu berarti jika dirupiahkan hanya Rp.1,3 juta saja. Murah? Banget.

Tapi, ya itu tadi. Harga murah tentu banyak yang antri. Oleh karenanya, Umidigi tak sembarangan mengumbar produk. Hanya mereka yang memesan saja yang kelak diladeni. caranya? Silakan ke www.umidigi.com, dan disana ada tahapan untuk memesannya.

Akhir kata...

Sepertinya China sedang kembali ke tren ponsel murah. Namun bedanya kali ini mereka telah menemukan teknologinya, setelah sekian lama menjadi buruh kasar yang membuat ponsel-ponsel Finlandia, Amerika, dan Korea. Mereka memukul balik negara-negara yang pernah menjadi 'penjajah' di negerinya. Dan Umidigi adalah salah satu amunisi untuk melawannya. Selamat, China!

17 Mei 2017

Tentang Matinya MP3 yang Perlu Kamu Tahu

Pasca berakhirnya masa pita kaset, prosesi mendengarkan musik memang menjadi lebih mudah. Sebab hal itu menandakan era digital mulai berjaya. Dan sebagai penggantinya, telah tersedia format MP3 yang sangat fleksibel dan efisien.

MP3 bisa dipindahkan dari pemutar musik satu ke pemutar musik yang lain. Lewat perangkat tertentu, seperti ponsel, MP3 Player, laptop, dan lainnya yang mampu merekam suara, seseorang bisa juga dengan mudahnya membuat file MP3 mereka sendiri. Namun kabar pun beredar, kalau MP3 kini dimatikan. Benarkah demikian?


Sebelum menjawab pertanyaan semacam itu, ada baiknya kita tengok sejarah MP3. Pada tahun 1988, sekelompok teknisi di Jerman menghadapi kesulitan dengan file audio yang mereka punya, dan memang ada pada saat itu. Satu file audio yang berisi beberapa kalimat bisa memakan porsi penyimpanan hingga beberapa kilobyte. Saat itu, bahkan media penyimpanan pun tidak memiliki daya simpan yang besar, meski memiliki bentuk yang besar.

Akhirnya kesulitan itu pun diatasi oleh para insinyur di Fraunhofer-Institut für Integrierte Schaltungen (Fraunhofer IIS) yang menemukan algoritma yang mampu melakukan kompresi. Kompresi ini mampu membuat file audio memiliki ukuran yang lebih kecil tanpa kehilangan kualitas suaranya. Algoritma ini berguna untuk menghilangkan suara-suara yang sebetulnya tidak didengarkan oleh telinga manusia, namun ada di file tersebut dan membuatnya ukurannya jadi besar.

Algoritma ini pada akhirnya menjadi format MP3 yang kita kenal sekarang. MP3 memungkinkan penikmat musik bisa menyimpan ribuan file alih-alih hanya mampu menyimpan ratusan saja sebelumnya. Hanya saja yang mungkin kurang diketahui adalah, diluar mendengarkan lagu yang memang harus membayar royalti, format MP3 ini sebenarnya tidak gratis. Produsen dari alat pemutar MP3 yang dipakai saat ini, sebelumnya telah membayar lisensi untuk Franhoufer. Sebab institut yang ada di Jerman itu telah mematenkan algoritma MP3, sehingga setiap produsen yang ingin software yang bisa memutar MP3 wajib membayarnya.

Setiap hak paten punya masa kadaluarsa. Begitu pun dengan hak paten dari MP3 yang dimiliki Franhoufer IIS ini. Dan pada tahun 2017 ini, hak paten itu pun berakhir. Sehingga banyak orang berpendapat bahwa MP3 telah berakhir, MP3 telah mati. Padahal tidak begitu.

Sebuah hak paten yang sudah kadaluarsa, bukan membuat barang yang dipatenkan itu mati atau tidak dilanjutkan. Malah semua orang bisa memakai algoritmanya dengan gratis tanpa takut melanggar hukum. Begitulah yang terjadi dengan MP3. Jenis file ini masih digunakan hingga sekarang, oleh semua perangkat.

Nah, kenapa sampai disebut MP3 telah mati? Sebabnya cuma satu: Fraunhofer tidak melanjutkan pengembangan dari jenis file audio ini. Hal ini pun mirip dengan matinya gambar dengan format GIF, yang lisensinya sudah berakhir pada 2003 silam. Apakah kita sudah tidak lagi melihat gambar GIF di komputer? Nggak juga. Contoh lain adalah anjuran Microsoft untuk meninggalkan Microsoft Windows XP yang sudah tidak dikembangkan lagi. Tapi masih banyak orang-orang yang tetap memakainya, bahkan masih ada juga yang memakai sistem operasi Windows di bawah itu.

Pengganti

Franhoufer memilih untuk tidak melanjutkan pengembangan MP3 disebabkan ada format file audio baru yang lebih baik. Saat ini sudah ada Advanced Audio Coding (AAC) yang diklaim lebih baik. AAC sebetulnya telah dikembangkan sejak 1997. Namun pada saat itu MP3 sudah terlanjur menjadi format yang populer, dan entah hingga kapan kepopuleran itu akan berakhir. Pelan-pelan, AAC menggantikan MP3, sebab saat ini jamannya live-streaming. AAC diklaim lebih ringan sehingga transmisi antar perangkat tidak memakan kuota data yang besar.

Jika kemudian AAC mendominasi tempat penyimpanan digital kita, yakinkan saja kalau MP3 tetap dihati. Sebab format MP3 merupakan tonggak sejarah tentang bagaimana manusia lebih mudah mendengarkan suara-suara nan merdu orang yang digemarinya.

16 Mei 2017

Unboxing Oppo F3, Ponsel Kamera Ganda Harga 4 Juta

Oppo F3 telah memecahkan rekor penjualan Oppo di Indonesia. Sebab sejak digelar pre-order pada awal Mei lalu, F3 telah terjual sebanyak 30.000 unit. Pabrikan asal China ini mencatat jumlah itu benar-benar untuk Oppo F3 saja, bukan F3 Plus yang memang diluncurkan bersamaan.

Ponsel yang bertajuk selfie expert ini memang membuat penasaran ketika dikenalkan. Sebab ponsel ini dilengkapi dengan spesifikasi kamera ganda yang hampir serupa dengan kakaknya, Oppo F3 Plus. Namun kenapa orang-orang lebih melirik Oppo F3? Mungkin tawaran harganya lebih bersaing. Sebab perbedaan harganya cukup siginifikan. Oppo F3 berada di angka Rp.4.399.000 sementara Oppo F3 Plus Rp.6.499.000.

oppo f3, harga dan spesifikasi

Spesifikasi yang ditawarkan Oppo F3 berada di entry-level. Dengan mengusung chipset dari Mediatek MT6750T, Oppo F3 mendapatkan skor AnTuTu sebesar 41.625. Prosesor Mediatek tipe ini, menurut situs Versus.com, hanya kalah sedikit dari Snapdragon 435, namun diatas Snapdragon 425. Tapi ketika ditunjang dengan GPU Mali-T860MP2, RAM sebesar 4GB, dan ROM 64GB, Oppo F3 melenggang dengan baik saat membuka Color OS 3.0 yang berbasis Android 6.0 ini.

Spesifikasi semacam ini memang sangat menunjang dengan kebutuhan penggunanya untuk berselfie ria. Sebab dengan begitu, Oppo memastikan dua kamera di depan, yang punya kapasitas 16MP dan 8MP, punya shutter lag yang singkat. Apalagi ditunjang dengan lebar lensa yang mampu mengambil gambar dengan sudut 120 derajat, yang membuat sesi foto bersama kawan-kawan jadi lebih menarik. Jadi, ponsel ini betul-betul selfie expert.

Bodi metal yang membalut pinggiran Oppo F3 memberi kesan yang cukup mewah. Sayangnya, meski dijuluki dengan selfie expert, desain ponsel yang memang banyak dipakai di pasaran ini kurang ramah terhadap genggaman. Sebab dengan desain yang tipis, ponsel ini rentan merosot dari tangan. Untunglah sebagaimana biasanya, Oppo memberikan soft-case bawaan untuk sekedar memberi kesan grip pada genggaman tangan.

Atau jangan-jangan Oppo memang sengaja memberikan bodi seperti itu. Sebab di layar 5,5 inci LCD IPS yang berada di depannya memang sudah dilindungi oleh Gorilla Glass 5, yang merupakan tipe terbaru yang cukup tahan terhadap goncangan dan tahan jatuh dari ketinggian satu meter. Kalau melihat bodi bagian belakang memang punya kesan yang kokoh, namun di bagian depan, kekokohan tadi betul-betul hilang berganti dengan kelembutan khas ponsel Oppo.

Sayangnya baterai yang ditawarkan bukan tipikal daya monster. Namun dengan daya 3200mAH, Oppo F3 bisa menjadi jaminan bahwa spesifikasi yang ditawarkan oleh ponsel yang satu ini bisa dinikmati jauh lebih lama.

Berikut hasil Unboxing saya pada Oppo F3. Mohon maaf apabila sedikit kurang cahaya, lampu studionya kurang maksimal hehe

Asus Zenfone Live ZB501KL, Jawaban Asus Buat Penggemar Selfie dan Live Streaming

Asus Zenfone Live ZB501KL merupakan ponsel yang diklaim sebagai video selfie expert. Sebab selfie expert saja, mungkin, terlampau mainstream. Ponsel yang diluncurkan pada Selasa (16/5/2017) di Jakarta ini telah menjadi jawaban atas tren ponsel yang dibuat khusus untuk memaksimalkan penggunaan kamera depan. Ya, tren ponsel khusus selfie.

Pada ponsel selfie biasa, fitur pemercantik hasil pemotretan biasanya hanya dilakukan setelah sesi foto berakhir. Nah, uniknya Asus Zenfone Live terletak pada fitur beautification yang dipasang saat proses pemotretan berjalan. Jadi tak butuh proses editing setelah sesi foto selesai. Tak cuma itu, ini yang sangat luar biasa dari ponsel Asus ini, yakni real-time beautification yang dijalankan saat proses live streaming. Wow! Ya iya juga sih, kalo nggak real-time, mana ada post-editing pada live-streaming?

Asus Zenfone Live ZB501KL

Ponsel Khusus Live Streaming, Pertama di Dunia!

Pihak Asus sendiri pun pada akhirnya berani mengklaim bahwa fitur real-time beautification atau yang diberi nama dengan Asus BeautyLive ini merupakan yang pertama di dunia. Fitur ini makin yahud sebab didukung oleh kamera depan dengan sensor berukuran 1.4 µm yang punya sensitifitas cahaya dua kali lebih baik dari kamera ponsel biasa. Kamera ini berukuran 5MP, dengan bukaan f/2.2, dan sudut pengambilan gambar yang mencapai 82˚, lumayan besar untuk foto wefie. Dan jika kurang cahaya, di kamera depan pun terpasang soft-light LED untuk kebutuhan selfie flash pada kamera.

Sementara untuk kamera belakang, Asus memberikan fitur-fitur yang serupa dengan kamera depannya. Namun dengan piksel yang lebih besar, yakni 13MP, dengan bukaan f/2.0. Dan buat kamu semua yang masih bingung dari pabrikan mana kamera di ponsel khusus selfie yang ada di pasaran, tenang saja sebab tidak berlaku untuk Asus. Pabrikan asal Taiwan ini punya lensa kamera buatan Largan. Ya, Largan Precision, sebuah pabrikan lensa yang juga menyuplai brand dengan logo apel asal Amerika Serikat.

Spesifikasi tersebut memang terasa kurang jika mengacu pada kebutuhan live-streaming, oleh karenanya Asus memberikan spesifikasi audio yang mantap. Zenfone Live punya sepasang mikrofon jenis MEMS yang sangat sensitif untuk mengurangi kebisingan lingkungan. Jadi meskipun kamu berada di tempat ramai, suara kamu tetap akan terdengar saat live streaming. Uniknya lagi, jika fans yang sedang menonton live streaming kamu ini butuh suara-suara di sekitar, mikrofon ini pun bisa diatur.

Dan terakhir, dukungan live streaming ini tak main-main. Sebab pengguna akan semakin mudah melakukan live di social media masing-masing, seperti Facebook dan Youtube, dengan menggunakan tombol sekali klik. Ya, langsung terhubung begitu saja tanpa pengaturan yang rumit.

Asus Zenfone Live ZB501KL


Dapur Pacu

Untuk membekali fitur-fitur kamera dan live streaming yang mumpuni, tentu Asus pun membekali dapur pacu yang powerful. Asus memasang chipset Qualcomm MSM8916 Snapdragon 410, CPU Quad-core 1.2 Cortex-A53, dan GPU Adreno 306. Jeroan ini pun didukung pula dengan RAM 2GB dengan dua pilihan memori yakni 16 dan 32 GB. Jika kurang besar, Asus pun menyediakan Google Drive sebesar 100GB gratis selama 2 tahun. Menarik sekali tawarannya.

Untuk tampilan sendiri, Asus Zenfone Live memiliki user interface ZenUI 3.0 yang berbasis Android 6.0 alias Marshmallow. Dan di bagian luar, kamu bisa melihat karakteristik tampilan Asus ini lewat layar 5 inci dengan kualitas gambar 1.280 x 720 piksel.

Sayangnya, untuk urusan bodi, Asus tidak melakukan body-reborn Asus Zenfone Selfie yang cukup sukses di pasaran. Terlebih bodi yang dipakai perangkat Asus pendahulu selfie tersebut cukup bagus, menurut saya. Sepertinya ini sangat terkait dengan selera. Namun tetap saja, bodi Asus Zenfone Live tidak memiliki keunikan yang khas. Bodinya serupa dengan perangkat yang lain, bahkan serupa pula dengan desain ponsel yang ada di pasaran.

Nah, berapa harganya? Dengan harga dan spesifikasi yang ditawarkan, Asus Zenfone Live ZB501KL ini masuk ke entry-level. Ponsel ini akan dibanderol sebesar Rp.1.799.000,00 dan siap dipasarkan dalam waktu dekat. Namun meski masuk ke tingkat pemula, ponsel ini akan memberi kamu tampilan dan kemampuan yang maksimal khas Asus.


Sumber gambar: Asus