Selasa, 23 Agustus 2016

Perjalanan Yang Sehat Dan Nyaman Picu Kebahagiaan

Dale Carnegie bilang kebahagiaan kadang bukan terletak pada tujuan, tapi perjalanan mencapai tujuan tersebut. Bunga bakung di tepian sungai, pohon dan rerumputan di tepian jalan, serta aneka ragam penjaja makanan yang luput dipandang karena kita fokus pada tujuan. Selalu berpatokan pada tujuan atau hasil akhir sering mengabaikan bahwa ada proses yang mesti dijalani, yakni perjalanan itu sendiri. Maka nikmati perjalanannya, nikmati apa yang ada di sepanjang jalan tersebut. Itulah inti kebahagiaan yang sesungguhnya. Nikmati prosesnya, bukan hasil akhir, katanya.


Tapi Carnegie 'kan hidup di jaman yang berbeda dengan kita saat ini? Ia hidup saat polusi belum menjadi momok menakutkan di jalan raya. Ia berkendara saat jalan raya masih ditumbuhi pepohonan rindang. Pokoknya situasi jalanan dimana Carnegie hidup, mungkin, masih menyenangkan. Dan kita boleh bilang hidup saat ini tak sesuai dengan motivasinya Mario Teguh Dale Carnegie. Tapi benarkah pendapat demikian?

Saya punya cerita. Sekitar tiga bulan silam, saya pernah menemani seorang kawan menempuh perjalanan delapan jam pulang pergi Indramayu-Bandung. Mobil yang kami kendarai berperforma bagus, karena baru diservis. Ia dengan lincah bermanuver di jalanan naik-turun dan berkelok di sekitaran Cadas Pangeran. Namun sayangnya, beberapa kali ada banyak bau yang tidak enak berasal dari dasbor. Bau ini muncul ketika mobil kami diasapi kendaraan di depan. Untung saja, perjalanan kami ke Bandung tidak disalip oleh truk pengangkut ternak. Tapi bau demi bau yang mengendap di mobil kami membuat perjalanan empat jam ke Bandung menjadi mimpi yang menyeramkan.


Sesampainya di Bandung, mobil itu diperiksakan ke tempat servis untuk dicek kondisi mesinnya. Apakah ada masalah? Mesinnya ternyata baik-baik saja, bahkan cukup prima. Masalahnya ternyata ada pada filter udara di kabin yang luput diganti. Ya, filter alias saringan udara yang berada di bawah dasbor mobil ternyata tidak berfungsi normal. Bentuknya kecil, tapi ketika rusak sangat berpotensi membahayakan pengendara dan seluruh penumpangnya.

Kerusakan filter di mobil sangat berbahaya bagi pengendara. Coba sebutkan ada berapa jenis kandungan dari udara yang ada di jalan raya? Saya bantu menyebutkannya. Udara bebas di jalan raya setidaknya mengandung virus, bakteri, jamur, dan gas monoksida. Apakah itu tidak cukup berbahaya bagi anda? Tidak? Atau setidaknya bakal membuat penciuman anda terganggu selama perjalanan? Yang paling sering terjadi, partikel yang terkandung dalam udara bebas itu bisa membuat kita stres selama perjalanan. Stres, sebagaimana kita ketahui sering menjadi biang dari segala macam penyakit.

Anda tentu masih ingat tragedi yang merenggut 12 nyawa (Detik.com) pemudik di jalan tol Pejagan-Pemalang? Di dekat pintu keluar tol Brebes Timur terjadi macet parah yang menyebabkan banyak nyawa melayang. Tanpa bermaksud mengusik duka para keluarga korban, saya hanya ingin mengutip kembali sebab meninggalnya para korban itu. Sebab yang sering dikemukakan selain kesiapan infrastruktur adalah faktor kelelahan. Para pemudik telah menempuh perjalanan panjang dari Jakarta menuju jalur tol tersebut.


Dari jarak tempuh itu pun sudah cukup menguras tenaga, ditambah pula macet yang berjam-jam melanda. Lelah dan stres pada akhirnya menerpa. Mengapa stres selalu disebut-sebut? Ya karena memang harapan cepat sampai berbanding terbalik dengan kondisi perjalanan. Harapan bertemu sanak saudara secepatnya, dengan ekspektasi jalur tol yang baru, ternyata malah menemui kenyataan macet horor. Akibatnya paduan fisik dan psikis yang lelah memicu kondisi tubuh yang tidak sehat. Balik lagi ke teori Dale Carnegie? Entahlah, saya hanya kembali mengingat perjalanan ke Bandung dengan filter yang bocor itu.

Sebelum filter di kabin diganti, untuk bernafas saja kami harus membuka jendela mobil, yang berimplikasi debu dan sampah masuk ke dalam. Boro-boro bisa menikmati perjalanan, karena dalam waktu empat jam itu, kalau tidak menutup hidung atas bau yang tiba-tiba menyengat, maka kedua tangan ini kami gunakan untuk menutup mata karena debu dari jendela. Maka darimana kami bisa menikmati saran dari Carnegie?

Maka kesimpulan saya, untuk perjalanan yang sehat dan nyaman, selain cek kondisi dan tekanan angin di keempat ban dan cadangannya, performa mesin, selain tentu saja isi dompet, jangan lupa juga untuk melihat kondisi filter udara yang ada di kabin ini. Siapa tahu kondisi dari filter ini kurang bagus. Para teknisi menyarankan agar filter ini diganti setiap jarak tempuh sekitar 15.000 km dan kelipatannya. Lalu seperti apa filter yang baik?

Seperti telah disinggung diatas, dalam udara bebas setidaknya terkandung beragam partikel mikroskopik yang berbahaya. Sebuah penelitian dan juga di beberapa blog menyebutkan bahwa paparan udara yang berpolusi sangat berbahaya bagi kesehatan pernafasan, dan bakal berpengaruh terhadap psikis pengendara dan tentu saja penumpang yang dibawanya. Partikel tersebut secara umum terdiri atas partikel hidup (virus, bakteri, penyebab alergi), partikel gas (karbonmonoksida), dan partikel mikroskopik (debu). Ketiga jenis partikel ini semestinya bisa ditangkal hanya dengan satu filter yang memang dibuat khusus untuk menangkal tiga jenis partikel tersebut. Salah satu contohnya adalah Filter Sakura.

Filter Sakura
filter sakura
Filter Sakura dibuat dengan Triple layer filtration yang berarti ada tiga tingkatan penyaringan. Yang pertama disebut dengan Bio-Guard Layer yang berfungsi menyaring partikel hidup seperti virus dan bakteri juga penyebab alergi. Lapisan kedua disebut Carbon layer, yang bertugas menyerap partikel gas berbahaya yang dikandung oleh udara. Dan ketiga, Filter Sakura memiliki Protective Layer yang bekerja untuk mencegah partikel mikroskopik yang memiliki kemungkinan lolos dari dua saringan sebelumnya. Dan pada ujungnya udara yang kita nikmati bakal bersih dan bebas dari partikel yang berbahaya bagi pernafasan.

filter sakura

filter sakura

Meski sepertinya eksklusif, Filter Sakura yang diberi nama Sakura Bio-Guard Cabin Air Filter ini bisa dengan mudah didapatkan dimana-mana, salah satunya di Tokopedia secara daring. Harganya pun relatif terjangkau, yakni mulai dari Rp.100.000-an. Jika dihitung-hitung, maka per 1 km anda menghabiskan biaya hanya Rp.6,66. Murah? Sekali lagi itu relatif. Tergantung dari kepedulian kita terhadap kondisi udara di kabin mobil. Jika kita ingin melindungi diri sendiri, serta para penumpang yang notabene adalah keluarga sendiri, kerabat dekat, dan teman-teman, maka harga sebesar itu tak perlu dirisaukan.

Karena kondisi kabin yang nyaman, yang bermula dari kondisi udara yang bersih, bakal membuat perjalanan jadi hal yang menyenangkan. Ini artinya kita bisa kembali lagi pada nasehat Dale Carnegie, bahwa letak kebahagiaan ada pada bagaimana kita menikmati perjalanan itu. Perjalanan yang menyenangkan membuat papan reklame ibarat pohon rindang, tumpukan sampah ibarat rerumputan, dan kubangan air ibarat danau yang ditingkahi katak dan burung bangau. Ini butuh perpektif positif dalam perjalanan. Dan itu hanya bisa dihasilkan dengan perjalanan yang sehat dan nyaman.

filter sakura

Sumber gambar: Pixabay.com, Flickr.com

Sabtu, 20 Agustus 2016

Inilah Yang Harus Diperhatikan Ketika Beli Gadget Refurbish

Membeli gadget refurbish memang bisa menolong dompet dari kehilangan banyak budget. Ini pilihan yang cerdas, tentu saja. Tapi alih-alih menolong pendanaan, membeli gadget refurbish jadi semacam berjudi, yang kita tak akan tahu apakah bakal menang atau kalah. Ya, kita tak tahu apakah barang yang akan kita beli bakal memberikan keuntungan atau malah merugikan kita nantinya.

Eh, ngomong-ngomong, sebelum berlanjut ke paragraf selanjutnya, sudah pada tahu refurbish 'kan ya? Nah, refurbish ini sebenarnya barang kembalian dari toko kepada vendor karena beberapa alasan. Alasan yang paling sering terjadi ya tidak berjalan normal. Oleh vendor barang ini diperbaiki dan dikirimkan kembali ke toko untuk dijual. Ada beberapa toko yang nakal mungkin bilangnya barang refurbish ini barang baru. Padahal garansi resminya tidak ada.

Inilah Yang Harus Diperhatikan Ketika Beli Gadget Refurbish

Dan jangan tertukar pula dengan istilah rekondisi. Memang agak mirip-mirip sih. Refurbish sebenarnya adalah rekondisi juga, tapi dikerjakan oleh vendor yang resmi. Jadi barangnya tetap baru dan rekam jejaknya biasanya bisa dilacak. Sementara kalau rekondisi lebih mengarah ke servis gadget yang tidak resmi terhadap barang-barang bekas pakai. Paham bedanya, ya.

Kondisi Terkini

Gadget refurbish memiliki banyak kemungkinan ketika pasca produksinya. Bisa jadi hardware-nya bermasalah, casing-nya rusak, atau kesalahan produksi lain. Sehingga menyebabkan gadget refurbish tadi memiliki kemungkinan yang bermacam-macam juga. Tapi yang perlu dicatat, gadget refurbish memang belum pernah ada yang memakainya, kecuali oleh para teknisi untuk sekedar melakukan tes. Tapi bagaimanapun, barang refurbish adalah barang rekondisi juga. Artinya kita sudah tahu bahwa barang tersebut pernah rusak. Sekali lagi, barang itu pernah rusak. Tapi bagaimanakah kondisinya sekarang?

Jika membeli barang refurbish secara langsung, alias offline, kita memang bisa melihat-lihat kondisi barang yang sebenarnya. Tapi bagaimana jika gadget yang ingin kita beli hanya tersedia via online? Maka penting bagi pembeli untuk mengenali sistem dan rekam jejak toko online itu. Apakah pengurusan garansinya mudah? Apakah pengembalian barangnya bisa dilakukan jika barang yang diterima tidak sesuai dengan pesanan? Jika tidak, tahan dulu keinginan kita untuk memiliki gadget refurbish.

Kenali Teknisi dan Garansinya

Ya kali, nggak perlu minta nomor hape dan akun Facebook sama teknisinya. Kita cukup tahu dari mana pihak yang membetulkan gadget yang akan kita beli ini. Lebih baik kalau yang membetulkannya adalah vendornya sendiri. Namun jika pihak ketiga yang ditunjuk untuk me-refurbish gadget tersebut, pastikan juga ada sistem garansi yang bisa diklaim dengan baik. Garansi standar biasanya 14 hari sejak barang itu diterima. Maka cobalah gadget selama jangka waktu garansi itu, dan pastikan bahwa seluk-beluk barang itu telah dicoba semuanya.

Mengetahui kebijakan garansi itu penting untuk ketenangan kita dalam membeli gadget refurbish. Semakin panjang garansi yang diberikan sebenarnya semakin bagus untuk kualitas teknisi yang bersangkutan. Tapi boleh jadi ketika garansi yang diberikan adalah enam bulan, misalnya, maka gadget itu memang hanya bisa bertahan selama enam bulan. Jadi teliti terhadap barang, teknisi, dan garansinya sangat penting untuk menentukan apakah kelak gadget yang kita miliki mampu membuat kita hemat, atau justru malah menguras dompet.

Sabtu, 13 Agustus 2016

Empat Alasan Orang Menyebarkan Hoax

Hoax merupakan kebohongan yang sengaja dibuat untuk disamarkan sebagai kebenaran. Setidaknya itulah makna hoax yang ditafsirkan oleh situs Wikipedia. Sementara itu jika mengambil makna dari Cambridge Dictionary, maka hoax bisa berarti dua hal, bisa kata benda dan kata kerja. Jika kata benda, maka hoax berarti sebuah rencana untuk mengelabui seseorang. Dan jika hoax adalah kata kerja, maka maksudnya adalah untuk menipu seseorang.

Menurut ahli bahasa Inggris, Robert Nares (1753-1829) hoax berasal dari kata hocus yang berarti 'to cheat' alias menipu. Bahkan hocus sendiri merupakan kependekan dari mantra sihir hocus pocus, yang tenar pada abad pertengahan. Istilah hoax jika ditelusuri memang segelap artinya. hoax memiliki akar yang panjang seiring dengan cakupan akibatnya yang cukup buruk pada publik luas. Dan di jaman dimana informasi tersebar dengan begitu mudahnya, hoax pun dengan begitu mudah tersebar.

Empat Alasan Orang Menyebar Hoax


Lalu mengapa orang-orang sering sekali menyebarkan berita, informasi, rumor, atau apapun saja yang mengandung hoax? Mari kita telusuri alasannya.

1. Reaktif

Bagi orang-orang yang reaktif, apapun memang bisa jadi buruk. Mereka gampang tersulut emosinya tanpa memikirkan akibat yang akan didapat dari perbuatan reaktifnya tersebut. Ketika mendapati informasi hoax, maka orang-orang reaktif ini muncul dalam beberapa reaksi, yakni bisa jadi mereka memang panik, bisa jadi pula mereka ingin tampil serba tahu. Alhasil, kecanggihan media sosial yang hanya membutuhkan tombol share untuk menyebarkan hoax itu menjadi jalan paling cepat untuk membuktikan bahwa ada begitu banyak orang yang reaktif di dunia ini. Dan akibatnya tentu saja hoax itu tersebar dengan begitu cepat.

Reaktif biasanya terjadi ketika hoax itu bersinggungan dengan isu-isu SARA. Hal semacam ini terjadi lebih masif di negeri ini setelah Indonesia terbelah menjadi dua kubu pendukung Pilpres. hoax yang tersebar seringkali bersinggungan dengan ras dan agama. Misalnya hoax tentang Jokowi yang beragama Kristen, padahal yang bersangkutan baru saja pulang umroh. Atau hoax yang terakhir soal atlit judo Mesir yang enggan bertanding dengan pejudo Israel.

Empat Alasan Orang Menyebar Hoax
Bukan tidak bertanding, tapi atlet Mesir ini sempat bertanding
tapi kalah.


2. Tidak tahu

Tidak tahu memang menjadi alasan yang masuk akal bagi kesalahan seseorang. Jika seseorang mengaku tidak tahu bahwa informasi yang dibagikannya adalah hoax, memang masih bisa dimaklumi. Tidak tahu tentu berbeda dengan reaktif. Reaktif lebih pada soal cara menanggapi informasi, sementara tidak tahu adalah berbicara tentang kapasitas pengetahuan yang dimiliki. Untuk alasan ini, seseorang bisa dengan mudah insaf dari jalan penyebar hoax, asal ia mau mencari tahu kebenarannya.

Untuk contohnya, mungkin pisang yang bervirus HIV menjadi salah satu contoh yang pas. Karena seseorang tak paham tentang isu kesehatan terutama berkenaan dengan virus, maka pisang yang berdaging merah di tengah ini diisukan telah disuntik dengan virus HIV. Sontak hoax ini banyak disebarkan oleh orang-orang yang tidak tahu. Jika mengatakan mereka reaktif sebenarnya kurang tepat, tapi lebih kepada peduli pada sesama agar jangan tertular virus HIV. Padahal isu pisang ini hoax.

Empat Alasan Orang Menyebar Hoax
Hoax pisang yang terinfeksi virus HIV.


3. Malas mencari tahu

Ini sebenarnya kelanjutan dari tidak tahu. Saat ini sudah tersedia Google yang banyak membantu kita mencari tahu segala macam informasi. Jika sekali waktu seseorang tidak tahu bahwa apa yang disebarnya merupakan hoax, itu bisa dimaklumi. Namun untuk kedua kali ia melakukan hal yang sama, bisa jadi ia reaktif. Tapi ketika ia merasa senang dengan ketidaktahuannya, ia bukanlah reaktif, tapi memang malas mencari tahu.

Hanya bermaksud membagikan informasi tanpa melakukan klarifikasi memang membuat orang-orang semacam ini bisa disebut bebal. Ia begitu polos, namun di sisi lain kepolosannya membuatnya menjadi bodoh. Sudah tahu ia pernah terjerumus dalam lubang hoax, pun kedua kalinya ia jatuh pada lubang yang sama.

Ini saya temukan dalam hoax undian di beberapa halaman Facebook. Ya, saya sebut beberapa karena kejadiannya tak hanya sekali saja. Awal mula saya tahu motif untuk menaikkan angka LIKE dan SHARE sebuah fanpage ini ketika sebuah fanpage yang mengatasnamakan Ford Indonesia. Kemudian menyusul pula Toyota Sienta, lalu iPhone 6, dan terakhir motor Honda CBR 250 RR. Menggiurkan memang, karena hanya bermodal LIKE dan SHARE, seseorang punya kesempatan mendapatkan barang-barang tersebut. Sementara pemilik fanpage mendapatkan LIKE melimpah secara instan.

Empat Alasan Orang Menyebar Hoax
Hoax undian palsu mengatasnamakan Astra Honda Motor.

Padahal jika saja mencari tahu bahwa halaman fanpage tersebut palsu, maka seseorang tak turut serta menyebarkan informasi yang menyesatkan itu. Cari tahunya 'kan gampang, karena masing-masing brand besar punya fanpage resmi yang biasanya bercentang biru atau verified, baik di Facebook maupun Twitter. Apalagi Apple, mereka tidak punya akun resmi di Indonesia.

4. Iseng dan jahil

Kalau sudah pada taraf iseng dan jahil, kita mesti mengenyahkan pemberian maaf. Karena orang-orang yang iseng dan jahil dalam perbuatannya menyebarkan hoax, tentu sudah melewati tahap reaktif, tidak tahu, dan malas untuk mencari tahu. Mereka tentu saja tidak reaktif, tahu, dan paham sekali bahwa itu hoax, tapi karena ingin di-like, daya jangkau halaman Facebook-nya banyak, atau hanya ingin terkenal, maka menyebarkan informasi yang hoax menjadi jalan pintas.

Ada pula para pembuat situs yang memang kerjanya banyak memposting hal-hal yang berjudul bombastis, dan salah satunya hoax. Jika banyak yang mengklarifikasi, bahkan mencemooh, mereka tinggal menghapusnya dari data base postingan. Seolah-olah mereka sudah lepas dari dosa menyebarkan informasi palsu, padahal efek dari hoax itu sangat berbahaya. hoax isu SARA misalnya, akan membuat orang yang tidak tahu bakal memendam kebencian yang cukup lama. Benci terhadap sesuatu akibat informasi yang keliru, harus menyalahkan siapa, jika bukan menyalahkan pembuat berita hoax?

Ada alasan lain mengapa orang-orang suka menyebarkan hoax? Sebenarnya ada alasan lain, yakni menyebarkan hoax untuk tujuan mengeruhkan suasana. Ini dilakukan biasanya oleh agen spionase, propagandis, atau sebangsanya, yang bertujuan untuk melancarkan misinya.

Jadi daripada dituduh yang macam-macam, atau terlihat bodoh, lebih baik berhenti menyebarkan sesuatu yang kita tak tahu jelas kebenarannya.

Jumat, 12 Agustus 2016

Mengenal Augmented Reality

Augmented reality bukanlah teknologi yang baru. Namun teknologi ini sepertinya sedang booming karena Pokemon GO. Apa dan bagaimana teknologi augmented reality ini bekerja? Yuk kita cari tahu.

Etimologi

Sebelum berlanjut, mari kita cari tahu dulu makna dari augmented reality. 'Augmented' artinya tambahan, atau membuat sesuatu yang cukup kompleks dengan menambahkan sesuatu di sekitarnya. 'Reality' artinya realitas, yang maksudnya kenyataan yang terlihat oleh mata di sekitar kita.

Augmented reality sebenarnya sering dilihat dalam keseharian. Lagi-lagi, saat Pokemon GO belum mewabah. Contohnya ada pada animasi-animasi yang ada di tambahkan ketika pertandingan olahraga berlangsung. Augmented reality itu bisa berupa logo klub maupun tanda pemandu pertandingan. Tapi, sebelumnya, ada berapa banyak orang yang membahas augmented reality ini secara publik?

Penerapan augmented reality dalam olahraga.

Cara Kerja

Jika kita memakai smartphone, kerja augmented reality akan memakai kamera kita sebagai 'penanda'. Maksudnya 'penanda' disini adalah ia merekam realitas (reality) di sekitar kita untuk dijadikan tanda, dimana aplikasi yang berteknologi augmented reality akan meletakkan objek 3D yang ditambahkan (augmented), bisa berupa tulisan, benda dan lainnya, ke dalam 'tanda' yang telah dibuat itu. Jika 'tanda' dan 'objek tambahan' telah menyatu, dan seseorang berjalan melewatinya, maka augmented reality itu telah berhasil. Lihat lagi pertandingan-pertandingan sepakbola yang memakai gambar superimposed. Gambar atau simbol pertandingan secara alami menyatu dengan lapangan rumput, tanpa terganggu oleh lalu lalang pemain. Tapi jangan lihat contohnya di film Iron Man, ya. Pokoknya jangan. Kenapa? Itu cuma fiksi.

Penerapan augmented reality dalam arsitektur (Sumber Inition Ltd.)

Dan yang terjadi dalam Pokemon GO sejatinya bukanlah augmented reality yang canggih. Game tersebut hanya menempatkan objek monster Pokemon di depan kamera dengan kedalaman tertentu. Sehingga ini memicu pemain melihatnya menempel di realitas sekitarnya. Jadi jika ada seseorang atau benda bergerak diluar monster Pokemon itu berada dalam frame, maka objek augmented tadi bakal terlihat hanya menempel di depan kamera, bukan berpijak di tanah.

Pokemon GO bukanlah prototype yang baik sebagai contoh dalam mengetahui aplikasi augmented reality. Untuk tahu lebih jauh, sebaiknya kita melihat Google Tango maupun Microsoft Hololens. Tango telah dibenamkan dalam smartphone Phab2 Pro dari Lenovo. Dan dalam blog ini pun saya telah menulis sedikitnya tujuh manfaat dari Google Tango ini. Beberapa manfaat diantaranya yakni mengukur ruangan dalam rumah dan navigasi ruangan.


Pengembangan Augmented Reality

Android Studio telah mengembangkan Unity, sebuah engine untuk membuat aplikasi yang berformat augmented reality. Tapi ini juga tergantung dari Software Development Kit (SDK) apa yang bakal dipakai. Saat ini ada beberapa SDK yang mendukung augmented reality, yakni Vuforia dari Qualcomm, ARLab, dan DroidAR. Masing-masing punya kelebihannya sendiri.

Jika tertarik untuk membuat augmented reality versi kamu. Misalnya menempatkan tulisan NAMA KAMU dalam bentuk 3D ke realitas yang nanti akan didapatkan setelah aplikasinya jadi, coba gunakan Unity. Saya tidak jadi membuat aplikasinya setelah mesti mengunduh aplikasi versi gratisnya yang mencapai 13 GB. Ya iyalah, berat di kuota. Lalu setelah itu, kita pun mesti mengunduh salah satu dari SDK diatas, ambil contoh Vuforia. Jika sudah, silakan bereksperimen. Aplikasinya mirip After Effect dan sejenisnya.

Tertarik lebih lanjut dengan augmented reality? Yuk, belajar bareng-bareng. Kamu bareng temen kamu, saya bareng cemilan dan kopi. Kamu pinter, saya kenyang. Alhamdulillah.

Gandeng Google, Disney Luncurkan Game Berformat Augmented Reality

Pernah menyaksikan film yang menceritakan naga yang hidup di tengah-tengah manusia? Cerita naga dan manusia mungkin banyak difilmkan. Tapi ada satu film yang kini dihidupkan kembali. Saat itu formatnya merupakan film life-action yang dengan teknologi pada masanya, naga itu dihadirkan dalam bentuk kartun. Mungkin seusia kita belum lahir saat film itu dirilis, karena Pete's Dragon baru rilis pada 1977. Film musikal yang menceritakan kisah hidup Pete bersama sang naga yang diberi nama Elliot itu dihidupkan kembali oleh rumah produksinya, Disney.

Dan Disney benar-benar menghidupkan kembali Pete's Dragon. Tak cuma dalam format layar lebar yang rilis pada 12 Agustus (rilis di AS) saja, tapi juga dalam format game. Nah, menariknya, game yang mengeksplorasi sang naga ini bakal diusung dalam format augmented reality. Menarik bukan? Jika sampai hari ini orang-orang masih dibuat heboh dengan Pokemon GO, maka tak ada salahnya mencoba game yang juga berformat sama ini. Seperti apa game-nya?


Disney menggandeng Google untuk membuat Elliot jadi nyata. Dengan teknologi Cloud Vision yang dimiliki Google, pemain bakal dibawa ke dunia augmented reality yang bakal memunculkan sang naga di tengah-tengah benda-benda di sekitarnya. Teknologi ini telah dipakai oleh Google untuk mendeteksi emosi seseorang dari fotonya saja, mengidentifikasi bahasa, dan beberapa manfaat lain. Cloud Vision merupakan kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh Google, dan kini dipakai dalam game yang diberi nama Dragon Spotting ini.


Jika melihat cara kerja Cloud Vision yang ada pada game Dragon Spotting, maka kecerdasan buatan ini 'merekam' benda-benda di lingkungan sekitar pemain, seperti kursi, pohon dan lainnya, menjadi citra dalam augmented reality. Kemudian dari citra buatan itu game ini akan menempatkan Elliot di tempat yang sesuai dengan algoritma game-nya. Ya, kita bakal diminta untuk mencari tahu dimana letak Elliot. Mirip filmnya memang, tapi juga mirip Pokemon GO meski tanpa Pokeball.

Meski bekerjasama dengan Google, game ini tak ada di Play Store. Buat kamu yang ingin bermain game ini, silakan mengunjungi www.dragonspotting.com/desktop untuk yang mengaksesnya lewat komputer. Bisa juga ke www.dragonspotting.com secara langsung di browser mobile untuk yang mengaksesnya lewat smartphone. Jika mengaksesnya lewat komputer, kita pun bakal disuguhi dengan trailer Pete's Dragon, namun untuk mengakses game-nya kita tetap butuh smartphone dengan aplikasi QR Code. Tak perlu instalasi, hanya saja lambat atau cepatnya akses menuju game-nya disesuaikan dengan kemampuan smartphone. Tentu saja spesifikasi smartphone yang lebih tinggi jauh lebih baik.

Untuk pemakai iOS, fitur-fitur Cloud Vision bakal tampil minim. Karena Cloud Vision hanya berjalan maksimal di platform sistem operasi Android. Untuk itu, jika anda pemakai produk Apple maka lebih baik buat saya saja, tak disarankan untuk memainkan game ini.

Jika dibandingkan dengan game Pokemon GO, mungkin Dragon Spotting tak mampu menyamai. Tapi sebagai sarana promosi dari sebuah film yang menggabungkan antara naga hasil olah digital dengan dunia manusia pada umumnya, game ini cukup bisa diandalkan. Yuk, dicoba.

Kamis, 11 Agustus 2016

Menghapus Autobot Spam SiapaLihat.com dan Sejenisnya di Facebook

Sejak kemarin, banyak postingan dan komentar di Facebook yang menyatakan bahwa sebuah aplikasi bisa membuat seseorang bisa mengetahui siapa yang mengintip profile-nya. Ketahuilah, Facebook sebenarnya punya fitur mirip jamannya Friendster ini, namun akibat isu privasi yang coba ditekankan oleh Facebook, maka fitur ini dihilangkan sejak awal. Tak cuma dihilangkan, bahkan seluruh aplikasi yang berupaya membuat fitur ini aktif pun bakal diblokir oleh Facebook.

Salah satu aplikasi yang mengaku, catat ya 'mengaku', bisa membuat seseorang mengintip profil orang lain adalah www .siapalihat. com. Penulisannya sengaja dipisah begitu, karena mungkin biar tak dideteksi oleh Facebook sebagai penyebar spam. SiapaLihat ini memanfaatkan celah keamanan pada aplikasi milik HTC Sense. Jadi postingan yang bakal muncul akan terdeteksi berasal dari HTC Sense.


Loh, kenapa HTC Sense bisa mengirim sesuatu atas nama akun kita? Tak cuma HTC Sense sebenarnya, tapi semua aplikasi dimana kita menggunakan Facebook sebagai sarana login-nya, bakal memiliki kemampuan untuk melakukan segala macam, kecuali melihat password. Berhubung ada celah keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh si jahil terhadap aplikasi HTC Sense, maka aplikasi yang ada di fanpage smartphone asal Taiwan inilah yang dipakai. Tujuannya, mungkin, hanya untuk mempromosikan website saja.

Cuma mempromosikan? Iya sepertinya begitu, tapi itu tahap awal saja. Mereka pun tak mau jika domain yang mereka miliki diblokir oleh Facebook, karena menyebarkan spam. Itulah mengapa penulisan www. siapalihat. com dipisah-pisah begini. Harapannya, setiap orang yang penasaran, seperti saya, menuliskannya secara langsung di browser, tanpa melewati Facebook terlebih dulu. Dan hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Tampilan website di awal.
Tampilan setelah pop up pertama di close. Ada iklan Adsense-nya.

Dua pilihan yang ujungnya sama.

Inilah aplikasi pancingan hasil klik dua pilihan diatas.

Pop Up hasil tekan TOMBOL INI yang pertama.

Pop-up dari tekan TOMBOL INI yang kedua.


Tampak website yang cukup sederhana, dengan tampilan pop-up yang langsung menawarkan kita untuk memilih melanjutkan ke tahap selanjutnya. Karena penasaran dengan website ini, akhirnya saya coba memilih melanjutkan dan klik di tombol LANJUTKAN. Ternyata tak langsung ke tampilan website-nya. Kita dihadapkan pada pop-up kedua yang memunculkan iklan Adsense. Nah, sampai disini saya menebak motif dari pembuat bot ini: penghasilan Adsense. Karena selanjutnya, kita bakal diarahkan pada proses debugging di Facebook Developer, dan dari situ kita pun diarahkan untuk memasukkan Token milik kita untuk dicopy ke website SiapaLihat. Mereka memanfaatkan Token akun Facebook kita yang ada di HTC Sense. Lihat lagi gambarnya. Inilah awal mula spam autobot HTC Sense mulai diakali oleh SiapaLihat dan mengarahkan akun kita untuk memposting dan memberikan komentar seperti diatas.


Jadi motif awalnya memang promosi situs, tapi tujuan utamanya setelah promosi, ternyata meraup pundi-pundi dollar dari sistem periklanan Adsense. Saya nggak tahu mengapa Google Adsense masih membiarkan situs-situs semacam ini bekerja sama dengan mereka. Mungkin Google belum tahu saja, dan begitu pun dengan Facebook. Yang paling penting dari itu semua adalah, bagaimana menghapus agar bot spam itu hilang dari akun Facebook kita?

Karena bot penyebar spam ini memakai jalur aplikasi HTC Sense, maka jalan satu-satunya adalah menghapus aplikasi itu dari akun Facebook kita. Caranya sebagai berikut

  1. Login ke Facebook kita.
  2. Masuk ke menu Setting atau Pengaturan, lalu silakan ke Apps atau Aplikasi. Agar lebih cepat, silakan berkunjung kesini https://www.facebook.com/settings?tab=applications
  3. Di menu Aplikasi ini ada deretan aplikasi yang pernah kita pakai untuk login ke situs lain, game, kuis dan sejenisnya memakai Facebook. Cari sampai ketemu aplikasi HTC Sense, atau lihat Show All.
  4. Jika sudah cari tombol Hapus atau Remove sampai ketemu. Kalau di desktop biasanya muncul dengan tombol silang (x), sementara di aplikasi Android maupun iOS, muncul dengan tombol Hapus atau Remove secara langsung.

Jika sudah terhapus, sebenarnya tak ada jaminan anda bakal terbebas dari spam yang sama. Karena si jahil akan terus memanfaatkan celah yang bisa mereka manfaatkan untuk mengeruk keuntungan. Tapi karena SiapaLihat ini memakai aplikasi HTC Sense, selamat anda seudah terbebas dari bot spam yang mengganggu. Oh iya, spam itu tak ada hubungannya dengan HTC ya. Demikian, semoga berhasil.

Minggu, 07 Agustus 2016

Berusia 25 Tahun, Inilah Situs Internet Yang Pertama Kali Online

Situs yang pertama kali online di internet telah menggenapi usianya yang ke-25. Sebuah situs yang menjadi tonggak sejarah bagaimana masifnya informasi didistribusikan itu bahkan hingga kini masih ada dan bisa diakses. Dibuat pada 6 Agustus 1991 oleh Berners-Lee, tentu saja situs itu tak memiliki tampilan seperti situs-situs jaman sekarang yang memiliki aneka ragam gambar dan tombol share media sosial.

Berners-Lee telah merancang situs ini sejak 1989. Pada saat itu, situs internet belum se-mendunia saat ini. Bentuknya hampir mirip jejaring lokal serupa intranet. Baru kemudian Lee membuat sebuah halaman menggunakan jaringan internet secara global, dan membuat halaman hosting, agar semua orang bisa mengaksesnya. Mungkin kalau sekarang kedengarannya biasa saja, tapi pada jaman itu, ide Lee tersebut begitu inovatif.

Pada bulan Oktober 1990, Berners-Lee menulis kode HTML (HyperText Markup Language) berbasis website, HTTP (Hyopertext Transfer Protocol) standar yang memungkinkan komunikasi data antar website terjalin, dan alamat URI (Uniform Resource Identifier) yang memungkinkan sebuah situs memiliki URL-nya sendiri. Mimpi yang dimulai pria kelahiran Inggris ini sejak Maret 1989 telah menemukan titik terang.

Akhir 1990, situs yang dibuat Lee memang telah siap tayang. Namun baru pada 6 Agustus 1991, situs tersebut online secara global. Situs itu telah 'keluar' dari jaringan internal dimana Lee bekerja. Ya, pria yang telah memberikan sumbangsih cukup besar bagi kemudahan penyebaran informasi ini bekerja di lembaga penelitian nuklir Eropa alias Conseil Européen pour la Recherche Nucléaire dalam bahasa Swiss dan disingkat dengan CERN.

Inilah tampilan situs internet yang pertama kali online.

Situs yang pertama kali tampil online di internet itu memiliki domain .ch, kode dari top level domain dari Swiss. Tak ada template apapun disana, hanya tulisan-tulisan saja yang menjelaskan bahwa itu merupakan website pertama. Dan sebagaimana telah disinggung di paragraf awal, situs ini masih eksis hingga sekarang. Silakan ke http://info.cern.ch/hypertext/WWW/TheProject.html untuk yang mau melihat situs internet yang pertama kali online.

Sementara itu, CERN sendiri memiliki domain pribadi, yang jika kita ingin berkunjung ke situsnya, cukup ketik home.cern, dan silakan eksplorasi lembaga yang menelurkan website pertama kali ini. Yang perlu diingat adalah, institusi yang mengglobalkan situs internet adalah lembaga nuklir, bukan Facebook, bukan pula Google, meski pada akhirnya kita berterima kasih pada manfaat yang diberikan semuanya.

Sabtu, 06 Agustus 2016

Clickbait di Facebook dan Cara Menghindarinya

Sering menemukan judul artikel dengan kalimat-kalimat bombastis? Misalnya, "Pria Ini Main Pokemon GO Sambil Menyetir, Yang Terjadi Selanjutnya Membuat Terkejut", "Wanita Ini Memakai Kosmetik Alami, Lihat Yang Terjadi Pada Wajahnya Kemudian", "Astaghfirullah! Inilah Daftar Keburukan Koruptor, Nomor 5 Nggak Banget". Judul-judul semacam itu disebut dengan clickbait, atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan 'pancingan terhadap klik'.

Ya, sebutan pancingan terhadap klik memang layak disematkan kepada judul artikel semacam itu. Karena clickbait hanya muncul pada jaman media sosial, dimana untuk membaca sesuatu kita mesti melakukan klik terlebih dahulu. Dan ada begitu banyak publisher yang berharap agar share mereka di media sosial mendapatkan kunjungan melalui tautan yang dibagikan disana. Sehingga judul semacam itu menjadi salah satu trik agar jaringan di media sosialnya tertarik (baca: terpancing) untuk melakukan klik. Klik berarti traffic, dan semakin tinggi traffic, maka semakin tinggi pula nilai situs tersebut di mata pengiklan. Ya, ujung-ujungnya seringkali materi.



Facebook dan Clickbait

Tak ayal lagi, Facebook menjadi tempat persemaian tautan-tautan clickbait. Masifnya penyebaran konten dengan judul clickbait yang dibagikan kepada media sosial terbesar di dunia ini menjadikan Facebook sebagai tempat yang tidak nyaman. Setidaknya itu tercermin dari banyaknya feedback yang masuk ke Facebook soal clickbait ini. Dan ini telah dipikirkan oleh  Alex Peysakhovich dan Kristin Hendrix, dua peneliti Facebook yang khusus membidangi user experience Facebook.

Facebook pun pada akhirnya melancarkan perang terhadap clickbait. Lewat News Room-nya, Facebook menjelaskan bahwa ada begitu banyak pengguna Facebook yang menemukan judul clickbait di news feed mereka. Clickbait hanya memancing orang untuk melakukan klik, tanpa menyediakan artikel yang relevan yang diperlukan oleh penggunanya. Dan untuk mengatasinya, Facebook memperbaharui algoritma untuk mengurangi kemunculan artikel clickbait di news feed pengguna Facebook.


Karena pembaruan algoritma ini berkaitan dengan pembaruan sebelumnya tentang fanpage, maka soal clickbait ini dikaitkan pula dengan pembaruan sebelumnya. Facebook tak cuma membatasi kemunculan domain situs yang menjadi sumber clickbait, tapi juga fanpage yang menyebarkannya. Jika sekali-dua kali sebuah fanpage menyebarkan sebuah artikel clickbait, mungkin (mungkin, loh ya) Facebook masih melakukan toleransi. Tapi jika terus menerus menyebarkan hal yang sama, maka Facebook akan meminimalisir kemunculan fanpage dan domain sumbernya dari news feed. Mirip-mirip Google Sandbox.

Metode Facebook Menghalau Clickbait

Yang perlu dipahami kemudian bagi publisher adalah tentang bagaimana Facebook melakukan identifikasi atas sebuah judul artikel yang mengandung clickbait. Dalam News Room-nya itu, Facebook memberikan penjelasan:

  1. Jika sebuah judul artikel menahan informasi yang seharusnya disampaikan, maka judul artikel ini tergolong sebagai clickbait.
  2. Jika judul artikel membuat makna yang menyimpang dari informasi yang sebenarnya, alias mengecoh pembaca, maka judul artikel ini tergolong sebagai clickbait.

Untuk lebih jelasnya, Facebook memberi contoh: "Kamu Tak Akan Percaya Siapa Yang Terpeleset dan Jatuh di Karpet Merah..." Judul semacam ini berupaya menahan informasi tentang 'apa yang terjadi?' dan 'siapa yang terpeleset?'. Kemudian contoh selanjutnya adalah "Buah Apel Sangat Buruk Untuk Kamu". Judul tersebut sangat mengecoh pembaca karena apa yang dimaksud dengan buah apel disini? Apel yang beracun 'kah? Atau apa? Dan tim Facebook menentukan kriteria judul artikel yang mengandung clickbait dari kedua hal itu.

Menghindari Clickbait

Untuk pembaca, telah disediakan pilihan apakah mau melakukan klik atau tidak. Judul artikel yang semacam diatas sudah dipastikan tergolong clickbait. Dan jika menemukan judul lain yang setipe dengan itu pun, seperti tidak informatif dan informasi yang disampaikan menyimpang, waspadalah bahwa itu merupakan clickbait juga. Dan tentu saja sebaiknya tak usah di klik. Karena dalam clickbait, kalau beruntung kita memang bakal disuguhi konten yang bagus, tapi kalau apes, maka perangkat kita bakal disusupi malware yang merugikan. Jadi, kalau saya lebih memilih untuk tidak melakukan klik terhadap judul artikel yang mengandung clickbait, dan jika ada waktu saya akan report ke Facebook untuk ditanggapi.

Kemudian untuk publisher, Facebook memang bukan segalanya dalam menyumbang traffic situs. Tapi kalau domain dan fanpage kita tercatat sebagai pelaku clickbait, saya cuma khawatir ke depannya bakal terkena imbas negatif. Untuk itu, buat yang khawatir seperti saya, sebaiknya judul artikel yang mengandung clickbait layak dihindari. Caranya?

Yang perlu dipahami sejak awal adalah dalam membuat konten, secara tidak langsung kita semua adalah jurnalis. Jadi untuk membuat judulnya pun mesti memenuhi kaidah jurnalistik. Kaidah yang dimaksud adalah untuk membuat judul yang baik harus memenuhi unsur informatif. Dalam judul itu harus sudah memuat informasi yang dibutuhkan oleh pembaca. Misalnya contoh judul-judul clickbait diatas seharusnya seperti ini:

  1. Clickbait = Pria Ini Main Pokemon GO Sambil Menyetir, Yang Terjadi Selanjutnya Membuat Terkejut | Bukan clickbait = Akibat Sopirnya Bermain Pokemon Go, Sebuah Minibus Menabrak Warung
  2. Clickbait = Wanita Ini Memakai Kosmetik Alami, Lihat Yang Terjadi Pada Wajahnya Kemudian | Bukan clickbait = Kulit Wanita Ini Mulus Karena Pakai Masker Bengkoang
  3. Clickbait = Astaghfirullah! Inilah Daftar Keburukan Koruptor, Nomor 5 Nggak Banget | Bukan clickbait = Sepuluh Dampak Buruk Korupsi
  4. Clickbait = Kamu Tak Akan Percaya Siapa Yang Terpeleset dan Jatuh di Karpet Merah... | Bukan Clickbait = Pakai Gaun Panjang, Madonna Terpeleset di Red Carpet Grammy Awards
  5. Clickbait = Buah Apel Sangat Buruk Untuk Kamu | Bukan clickbait = BPOM: Hati-Hati Dampak Buruk Apel Berpengawet


Penutup

Pada akhirnya semuanya dikembalikan kepada pembaca dan publisher atau pembuat konten itu sendiri. Untuk pembaca kita memang sudah diberi kesempatan untuk mengetahui bahwa sebuah judul artikel mengandung clickbait, dan sebagaimana umumnya, isi konten dari clickbait biasanya hanya mengejar klik tanpa memperhatikan unsur kualitas konten. Jadi kalau masih terpancing dengan judul-judul yang mengandung clickbait, berarti bukan salah siapa-siapa kecuali kita sendiri.

Sementara itu, untuk publisher atau pembuat konten, membuat artikel dengan judul clickbait memang sering mengundang klik dan kunjungan yang lumayan banyak ke situs kita. Tapi jika imbasnya kurang bagus, buat apa dilanjutkan? Jika pun tanpa algoritma Facebook semacam ini, sebenarnya pegiat clickbait pun, menurut saya, sudah kehilangan integritas sebagai pembuat konten. Mereka tak punya kepercayaan diri bahwa artikelnya bakal dibaca oleh orang lain. Dan paling parahnya mereka punya niat jahat untuk menyebarkan malware merugikan dibalik judul clickbait itu.

Jumat, 05 Agustus 2016

Harga, Spesifikasi, dan Pre-Order Samsung Galaxy Note7

Samsung Galaxy Note7 kini siap meluncur ke pasaran. Suksesor Samsung Galaxy Note 5 ini telah dirilis pada 2 Agustus 2016 kemarin di New York, AS. Ya, langsung lompat, tak ada Samsung Galaxy Note6. Ini karena Samsung ingin menyejajarkan dengan flagship seri S yang telah menapaki angka 7 juga. Kita jadi bertanya-tanya, sehebat apa spesifikasi yang ditawarkan oleh Samsung dari Galaxy Note mereka yang terbaru ini?

Harga, Spesifikasi, dan Pre-Order Samsung Galaxy Note7

Desain

Samsung Galaxy Note7 memang mirip dengan S7 Edge. Desain lebih melengkung dan memiliki bezel yang tipis, atau bahkan terbilang tak ada. Dengan layar 5.7 inchi, dan dimensi 153.5 x 73.9 x 7.9mm Samsung Galaxy Note7 lebih runcing 2.2mm dibanding pendahulunya. Ini berarti, Samsung menghadirkan produk baru yang lebih nyaman digenggam. Apalagi frame alumunium yang lebih tebal bagi casing-nya membuat smartphone ini tampil lebih modern dan tentu saja lebih stylish.

Prosesor

Anda tinggal dimana? Jika di Indonesia, Samsung memasarkan Note7 ini dengan prosesor Exynos 8890. Sementara jika anda tinggal di AS, China, maupun Jepang atau kebetulan membelinya di tiga negara tersebut, maka Snapdragon 820 yang akan menjadi dapur pacunya. Dengan dibantu RAM 4GB dan memori bawaan 64GB (bisa ditambah dengan microSD hingga 256GB), prosesor yang bertipe octa core itu akan dengan mudah melakukan multitasking.

Android 6.0.1

Karena Android Nougat belum bisa diunduh, Samsung Galaxy Note7 masih memakai Marshmallow. Namun tenang saja, TouchWiz selaku user interface yang dipakai Samsung telah terbukti mujarab untuk mengoperasikan sistem operasi Android dengan lebih baik. TouchWiz telah teruji di ponsel-ponsel Samsung yang terdahulu.

Fitur Kunci

Apa yang membuat Samsung Galaxy Note7 istimewa dan pantas dimiliki, selain anti air dan fitur off-screen-nya adalah konsentrasinya di fitur pengamanan perangkat. Ketika fitur sidik jari menemui banyak kelemahan, apalagi bisa dijebol dengan begitu mudahnya, Samsung menawarkan scan retina. Dengan mekanisme pola matematis, Samsung Galaxy Note7 menggunakan scan kamera depan yang khusus untuk mendeteksi retina pengguna. Bahkan kita pun tak perlu menyodorkan mata layaknya di film-film untuk di-scan retinanya.

Teknologi scan retina ini hanya memungkinkan perangkat tersebut digunakan oleh satu orang. Jadi benar-benar aman, meski 'berpindah tangan'. Bahkan setelah perangkat ini terbuka pun, beberapa folder penting maupun aplikasi yang sensitif bisa dikunci dengan menggunakan fitur ini.

Untuk mengembangkan jangkauan, Samsung telah memberikan Samsung Pass. Fitur ini merupakan sebuah alat login ke Samsung Internet Browser dengan menggunakan otentifikasi biometrik (scan retina tadi) tanpa memasukkan username dan password.

Berapa Harganya?

Sayangnya Samsung Galaxy Note7 belum tersedia. Tapi telah dibuka pre-order-nya di Lazada dengan bonus diskon dan barang yang sangat menggiurkan. Ada ekstra potongan yang cukup besar, yakni Rp.800.000,- dengan syarat tertentu, ditambah Fast Charging Battery Pack dengan harga Rp.950.000,- tanpa syarat apapun. Jadi, sebelum dipotong diskon dan ditambah dengan FastCharging tadi, berapa harga Samsung Galaxy Note7? Yuk, intip di link berikut. Buruan, hanya 5-21 Agustus 2016 saja.

Sabtu, 30 Juli 2016

Tips Meluaskan Jangkauan pada Algoritma Baru Facebook

Algoritma Facebook berubah lagi tahun 2016 ini. Sebagaimana postingan di News Room-nya bulan lalu, Facebook dengan algoritma terbarunya ini bertujuan untuk 'menghadirkan news feed yang lebih baik'. News feed yang lebih baik yang dimaksud Facebook adalah yang mengunggulkan postingan dari orang-orang terdekat dan mengeliminir mereka yang jarang berinteraksi dengan kita. Artinya bakal ada begitu banyak informasi yang akan terbuang --meski itu penting-- dikarenakan algoritma ini.

Sebagai contoh, katakanlah kita punya teman 1500, ada berapa banyak yang bakal berinteraksi paling sering dengan kita? Facebook menghitungnya tak lebih dari 10 persen. Selain ini sebagai upaya Facebook mengurangi 'sampah' informasi, news feed kita pun bakal lebih 'dekat dan terhubung' karena hanya orang-orang yang kenal dengan kita saja yang berseliweran di beranda.


Saya pernah menyarankan agar setiap orang yang punya aktifitas jualan atau mempromokan sesuatu memakai fanpage Facebook. Ternyata setelah muncul algoritma ini, fanpage tidak berarti banyak. Ya, karena fanpage adalah salah satu hal yang paling terimbas dari keberadaan algoritma Facebook yang tak bernama ini. Sebulan ini, fanpage saya yang jumlah likers-nya ada ribuan, dengan pola posting yang sama, hanya mendapat jangkauan 10 persen saja dari jumlah penggemar tersebut. Perlu dicatat, hanya 10 persen. Akhirnya pertanyaan ini yang mesti dijawab: bagaimana menjangkau yang 90 persen lagi?

Facebook Ads

Mau berkilah sehalus apapun, algoritma Facebook ini menjadi alat Mark Zuckerberg mendulang pendapatan. Karena sebagaimana diketahui, pendapatan Facebook dari sektor iklan menunjukkan grafik penurunan pertumbuhan yang gradual sejak 2014 meski penerimaan dari sektor iklannya naik. Loh, maksudnya? Penerimaan iklan Facebook memang naik, tapi kebutuhan perusahaan juga bertambah sehingga mengakibatkan angka pertumbuhan menurun. Algoritma ini jawaban agar potensi pertumbuhan Facebook Ads semakin bersemi.


Silakan lihat di fanpage masing-masing, betapa banyaknya bertebaran tombol 'boost post' atau 'promosikan kiriman'. Atau biasanya juga berbunyi senada ini 'Kiriman ini berkinerja baik, pasang iklan dengan Rp.100.000 untuk menjangkau 10.000 - 20.000 orang'. Dan ketika merasa bahwa kirimannya hanya menjangkau sedikit orang, brand dengan budget besar pasti memilih membeli iklan tersebut.

Tapi bagaimana dengan fanpage yang hanya bermodal semangat untuk menginformasikan, atau pegiat online shop dengan budget minim?

Tetap Aktif dengan Akun Personal

Facebook memang berkata, algoritma ini akan berdampak secara variatif terhadap fanpage. Nah, hanya fanpage yang mendapat interaksi yang bagus dari penggemarnya saja yang bakal dimunculkan di news feed. Sekedar informasi, interaksi di Facebook yang dimaksud adalah komentar, like, dan share. Tapi apakah berarti Facebook menyuburkan praktik spamming seperti 'klik like, share, dan ketik amiin biar masuk surga'? Ya begitulah. Makanya banyak sekali konten-konten semacam itu muncul di beranda kita, apabila jaringan teman kita ikut berinteraksi dengan akun penyebar spam tersebut.

Untuk fanpage yang biasa-biasa saja, yang menjadi kepanjangan tangan dari web, blog, dan apapun yang berupaya mendulang traffic dari Facebook memang sedang waktunya gigit jari. Pasalnya, --karena permusuhan Facebook dengan Google-- Facebook telah mengeliminir konten di luar Facebook untuk tampil secara maksimal di news feed. Tak peduli berapa banyak penggemarnya. Ya, kecuali interaksi dengan penggemar dari share content tersebut bagus.

Untuk itulah, ada baiknya kembali memfungsikan akun personal sebagaimana mestinya: memberi like, berkomentar, dan share content. Saya sudah mencontohkan terhadap fanpage saya yang baru, yang jumlah like-nya hanya 11 biji. Postingan fanpage ini setelah saya share, jumlah jangkauannya bisa mendapatkan 200-an jangkauan. Jauh lebih banyak dibanding jumlah penggemarnya. Jumlah itu bakal bertambah apabila bukan hanya akun personal saya yang melakukan share.

Kiriman ini dibagikan 1 kali, namun menjangkau 204 orang. Sementara jumlah like hanya 11 orang.

Fanpage memang mesti dipertahankan, dengan alasan itu merupakan perwakilan brand kita, tapi mesti dibantu juga dengan akun personal. Kalau mau lebih banyak jangkauan, ya kita mesti juga membuat akun lain dengan jaringan teman yang berbeda. Tapi apakah itu menjamin traffic meningkat atau ada konversi terhadap jualan kita? Jangkauan meningkat, iya, tapi untuk konversi saya kira belum tentu. Karena semakin kenal seseorang dengan kita, tingkat kepercayaan pun semakin baik. Kecuali, untuk publisher, konten kita unik dan mengundang orang untuk meng-klik-nya.

Diluar rejeki yang telah diatur oleh Tuhan, menyikapi perubahan algoritma Facebook ini memang mesti arif. Artinya, kita pun tak ikut-ikutan menyebar spam meski kita pun butuh interaksi yang jauh lebih banyak dari sebelumnya. Percayalah, menyebar spam, memang akan mendulang banyak jangkauan, tapi alih-alih berpotensi berkembang, justru akan menjatuhkan kita di masa depan.

Kamis, 28 Juli 2016

Blackberry DTEK50, Smartphone Android Murah dan Paling Aman Sedunia

Setelah Priv, Blackberry meluncurkan DTEK50. Brand yang sempat terseok-seok karena kegagalan mengadaptasi kencangnya perkembangan smartphone ini, memilih berpaling ke sistem operasi Android untuk kedua smartphone mutakhirnya itu. Priv meluncur lebih awal, namun dengan desain berbeda, DTEK50 kemudian hadir melengkapi koleksi Blackberry atas smartphone berbasis Android dengan label 'secure smartphone'.

Secara spesifikasi, DTEK50 berada di bawah Priv. Namun dengan desain yang lebih 'umum' dan harga yang lebih terjangkau, DTEK50 diharapkan mampu menjawab tantangan pasar smartphone yang dinamis. Ketika Priv masih memiliki desain lama Blackberry yang memiliki layar sliding dan tombol fisik qwerty, DTEK50 merupakan produksi Blackberry yang pertama atas fully touchscreen Android smartphone.

Sepertinya Blackberry berupaya mengikuti perkembangan pengguna smartphone yang sering mengeluhkan banyaknya malware di sistem operasi Android. Sehingga keunggulan DTEK50 dibanding smartphone sekelasnya berada di fitur keamanan yang sudah pre-loaded. DTEK50 mengenkripsi semua data di perangkat termasuk gambar, video dan kontak. Tak hanya itu, perlindungan terhadap malware pun sudah terinstal, dan kemampuan standar keamanan lain seperti back-up, wipe, dan restore data sudah dimiliki oleh DTEK50.

DTEK50 benar-benar mengikuti desain smartphone Android pada umumnya yang hanya menyisakan layar di bagian depan tanpa tombol keyboard fisik. Ini tentu berbeda sama sekali dengan Priv yang masih menyediakan tombol fisik layaknya desain smartphone Blackberry sebelumnya. DTEK50 mengganti tombol fisik itu dengan Blackberry Intelligent Keyboard yang sudah hadir bersama Android Marshmallow 6.0. Blackberry rupanya masih menyertakan banyak perangkat lunaknya untuk menyesuaikan dengan sistem operasi Android ini, seperti Blackberry Hub dan Blackberry Convenience Key.

Dapur pacu DTEK50 dihuni oleh Snapdragon 617 processor dari Qualcomm yang dipasangkan dengan grafis dari Adreno 405 dan RAM berkapasitas 3GB. Daya simpan internal DTEK50 adalah 16GB. Namun ini pun bisa diperbesar dengan tambahan slot microSD. Namun sayang baterai DTEK50 hanya 2610mAH.

Kamera DTEK50 di bagian depan berkemampuan 13 megapiksel dengan bukaan f/2.0, ditambah optical image stabilisation (OIS) dan phase auto detection focus (PDAF). Sementara di bagian depan tertempel kamera dengan kemampuan 8 megapiksel yang memiliki bukaan f/2.2. Kedua kamera yang dimiliki DTEK50 bisa berubah menjadi perekam video dengan kemampuan rekam 30fps dan berukuran 1080p.

Soal harga, Blackberry membanderol DTEK50 dengan nominal $299 atau sekitar Rp.3.913.910,00 jika kursnya Rp.13.090,00 per $1. Status penjualan di situs Blackberry pun masih pre-order. Belum diketahui apakah Blackberry DTEK50 bakal masuk ke Indonesia atau tidak. Kita nantikan saja.

Inilah spesifikasi lengkapnya:




Desain Ukuran Tinggi 147 mm / 5.79 in
Lebar 72.5 mm / 2.85 in
Ketebalan 7.4 mm / 0.29 in

Berat 135g / 4.76 oz
Tampilan Resolusi 424 PPI
1920 x 1080 resolution
24-bit colour depth

Ukuran Layar 5.2” diagonal
16:9 aspect ratio
Performa Prosesor Qualcomm 8952 dengan 64 bit Quad-core 1.5 GHz Cortex-A53 dan Quad-core 1.2 GHz Cortex-A53 (Snapdragon 617 Octa-Core, 64 bit)
Adreno 405, 550MHz GPU

Memori RAM 3GB
Flash drive 16GB
Daya Baterai 2610 mAh 4.4V non-removable Lithium Ion battery QC2.0 Enabled – 50% charge dalam 51 menit

Ketahanan Baterai 17 jam pemakaian biasa
17 jam waktu bicara
24 hari waktu standby
40 jam memutar musik
8 jam memutar video
Jaringan dan Konektifitas Jaringan FD-LTE 1, 2, 3, 7, 8, 20, 28A (2100/1900/1800/2600/900/800/700 MHz)
TD-LTE 38, 40, 41 (2600/2300/2500 MHz)
HSPA+ 1, 2, 5/6, 8 (2100/1900/850/900 MHz)
Quad band GSM/GPRS/EDGE (850/900/1800/1900 MHz)

Konektifitas WiFi (4G mobile hotspot) Bluetooth 4.2, GPS 
Aplikasi Pre-loaded Aplikasi Blackberry:
BlackBerry® Keyboard, BlackBerry® Hub, BlackBerry Calendar, Contacts by BlackBerry, Notes by BlackBerry, Tasks by BlackBerry, BlackBerry Camera, BBM®, DTEK™ by BlackBerry®, BlackBerry Device Search, BlackBerry Launcher, BlackBerry Services, BlackBerry Help, BlackBerry Password Keeper, Microsoft exFAT Technology for BlackBerry, BlackBerry Content Transfer, Yahoo!® Finance


Aplikasi Google:
Gmail™, Hangouts™, Google Chrome™, Google Drive™, Google Maps™, YouTube®, Google Play™, Google Photos, Messenger (SMS), Android Device Manager
Sistem Operasi Android Android Marshmallow 6.0