25 Mei 2017

3 Fakta Pengguna Media Sosial Juga Membantu Terorisme

Ledakan bom terjadi di Kampung Melayu, Jakarta, pada Rabu (24/5) malam. Menurut pihak kepolisian, sebagaimana dikutip dari beberapa laman berita, ada 15 orang yang menjadi korban. Lima diantaranya meninggal dunia, dan sepuluh lainnya kini dirawat di rumah sakit.

Sampai saat ini, belum ada konfirmasi soal siapa yang berada dibalik bom yang diduga merupakan 'bom bunuh diri' di Kampung Melayu itu. Namun yang jelas, pelakunya adalah teroris. Sebab dalam Kamus Bahasa Indonesia (versi Kemendikbud) disebutkan kalau usaha menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan disebut teror. Dan pelakunya disebut teroris.

bom kampung melayu

Teroris senantiasa bertujuan menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman, apapun caranya. Dan terdistribusi secara masif pesan-pesan ketakutan itu merupakan salah satu tujuan dari aktivitas terorisme. Dan dengan sadar maupun tidak sadar, kita pun ikut serta dalam kegiatan mendistribusikan kegiatan terorisme tersebut. Benarkah?

Ingat lagi kata kunci dari kegiatan terorisme, yakni takut, ngeri, dan kejam. Maka siapapun yang ikut serta menyebarkan pesan-pesan yang mengandung tiga kata kunci itu, secara tak langsung ia pun turut menyebarkan pesan-pesan terorisme. Dan di era media sosial ini, partisipasi penyebaran pun semakin bertambah masif pula. Mari kita simak beberapa alasan mengapa semakin banyak orang yang ikut serta menyebarkan terorisme.

bom kampung melayu
Aparat kepolisian sedang melakukan olah TKP / Gambar: BBC.com/indonesia

1. Menyebarkan Foto Korban dan Pelaku Yang Mengandung Unsur Sadisme

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan melayangkan sanksi bagi televisi yang menayangkan adegan sadisme. Bahkan merahnya darah pun mesti disensor untuk mencegah kondisi traumatik bagi sebagian orang.

Untuk soal liputan televisi, media-media Indonesia memang mesti meniru media-media besar di Amerika Serikat. Sebab ketika ada kejadian terorisme, kecelakaan, dan bencana alam, tak ada tayangan darah apalagi mayat bergelimpangan. Yang ada hanyalah kesdihan, responsifnya aparat terkait dalam menangani kejadian, dan birokrat yang segera mengambil langkah-langkah tertentu. Sehingga di akhir tayangan, yang muncul adalah rasa simpati, kepedulian, dan semangat untuk segera melanjutkan jatah usia yang tersisa.

Televisi dan media di Indonesia pun pelan tapi pasti mengikuti teknik pemberitaan yang disebut oleh Jacob Oetama sebagai insight journalism itu. Namun di saat yang sama, ketika media-media melakukan sensor, justru muncul jurnalisme warga yang tidak bertanggung jawab. Sebab mereka dengan gampangnya mengunggah foto-foto sadisme di media sosial.

Ketika simpati dan kepedulian digaungkan oleh media massa arus utama, namun ketakutan dan kengerian sebagai bagian dari terorisme malah disebar oleh oknum pengguna gadget lewat media sosialnya. Mereka dengan bangganya menyebarkan foto-foto jasad dari korban maupun pelaku yang mengandung sadisme. Tanpa sadar, ketakutan dan kengerian yang menjadi bagian dari terorisme, telah disebar secara masif.

Selain itu, tidak menyebarkan konten sadisme dari jasad tersebut adalah merupakan bagian dari menghormati jasad manusia.

2. Meneruskan Pesan Berantai yang Berpotensi Hoax

"Hati-hati bom akan kembali meledak di tempat X," dan pesan-pesan sejenis mungkin akan membombardir gadget kita. Untuk itu segeralah berhenti di kotak masuk kita dan jangan biarkan orang lain ikut panik. Sebab yang berhak untuk menginformasikan adalah pihak kepolisian, bukan teman kita apalagi nomor yang sama sekali asing di kontak telepon kita.

Pesan berantai ini sangat sering terjadi setelah sebuah tindakan terorisme terjadi. Dan bisa saja tersebar saat tidak terjadi apa-apa. Tujuannya ya cuma satu, menciptakan ketakutan sebagaimana tujuan terorisme. Pesan tersebut bisa saja terjadi, namun sepanjang sejarahnya, pesan-pesan berantai semacam itu hanya berupa ancaman kosong belaka. Jika pun benar, maka aparat kepolisian akan selalu melakukan langkah-langkah terkait.

3. Menyebarkan Teori Konspirasi

Teori konspirasi terkait sebuah tindakan terorisme memang sangat marak dicetuskan oleh seseorang. Padahal dia bukan pengamat terorisme, bukan pula pakar di bidang penanggulangan terorisme, namun hanya punya gadget dan sedikit informasi perihal kejadian teror yang berlangsung. Dan di media sosialnya ia tulis panjang lebar mengenai persoalan yang terjadi dengan menggunakan unsur cocoklogi.

Punya pemikiran tentang terorisme boleh-boleh saja. Namun menyebarkan hal-hal yang berpotensi menimbulkan konflik lain, bahkan menjurus pada fitnah kepada kelompok tertentu sangat tidak disarankan. Sebab itulah juga yang menjadi tujuan dari terorisme.

Maka ada baiknya untuk menjaga diri, baik secara fisik di lingkungan masyarakat, serta menjaga lisan dan tulisan agar tidak mudah mengumbar dan ikut menyebarkan teori konspirasi yang tidak jelas kebenarannya. Berikan kesempatan agar pihak kepolisian melakukan tugasnya, dan kritisi kinerja mereka secara berimbang.

Penutup

Aksi terorisme memang dilakukan secara fisik. Tapi secara psikis, aksi ini bisa menyasar secara global. Sebab pesan-pesan berupa ketakutan dan kecemasan yang menyertainya bisa didistribusikan oleh siapapun, terutama di jaman digital ini. Maka hentikanlah di tangan kita sebisa mungkin konten-konten yang turut menyebarkan bagian dari pesan-pesan terorisme. Ikuti informasi dari sumber-sumber resmi secara kritis, tetap peduli kepada sesama, dan jaga keutuhan bangsa.

#KamiTidakTakut #PrayForIndonesia

19 Mei 2017

Umidigi Crystal, Ponsel Premium Harga Diskon

Umidigi adalah buah persaingan ketat industri ponsel pintar di China. Di negeri tirai bambu ini, mereka yang bertahan adalah para pejuang tangguh. Sebab menyingkirkan puluhan pesaing, yang saban tahun terus muncul sungguh tak mudah. Apalagi bisa melebarkan sayap hingga ke mancanegara. Dan Umidigi menjadi salah satunya.

Umidigi merupakan rebranding dari UMi. Brand ini terlahir di Shenzhen, China, lima tahun silam. Sejak kehadirannya, dan masih bernama UMi itu, Umidigi kerap membuat gebrakan. Pertama kali mereka membuat UMi X1, yang merupakan ponsel pintar pertama yang memakai Android Ice Cream Sandwich alias Android 4.0. Kemudian berlanjut pada 2014 yang membuat ponsel dua kartu paling tipis di dunia. Dan masih banyak deretan julukan 'ponsel pertama' yang dikalungkan ke UMi.


Hingga berganti nama menjadi Umidigi, merek ini senantiasa memberikan sensasi pada pengguna ponsel pintar. Dan kini saatnya kamu pun dibuat terkejut dengan manuver Umidigi yang baru. Sebab mereka telah membuat Umidigi Crystal yang tak cuma mengejutkanmu. Sebab dengan spesifikasi yang ditawarkan, kamu tak akan percaya dengan harga yang ditawarkan.

Umidigi telah merilis Umidigi Crystal. Sebuah ponsel pintar yang memang secara desain bukan lagi yang pertama. Sebab ada beberapa ponsel yang serupa dengannya. Tak usah disebut, sebab nanti mereka merasa besar kepala. Yang jelas, Umidigi Crystal ini merupakan ponsel flagship yang ditawarkan harga yang paling rendah. Ya, murah tapi tentu sangat tidak murahan. Mari kita lihat spesifikasinya.

Ups... sebelum berbicara spesifikasi, ada baiknya mengetahui kalau Umidigi membuat Crystal tak hanya satu tapi dua, yakni Full-Metal Edition dan Lumia Edition. Untuk Lumia sendiri diberi warna hitam dan biru, sementara Full-Metal diberi warna Hitam dan Merah. Jadi masing-masing punya dua warna pilihan, sehingga ada empat pilihan warna bagi Umidigi Crystal. Pilihan warna dan spesifikasi tersebut didasarkan pada polling yang berlangsung di situs Umidigi beberapa waktu sebelum tanggal rilis.



Persamaan Full-Metal dan Lumia

Keduanya betul-betul dibuat berdasarkan hasil polling. Sebab Umidigi sadar kalau mereka yang ikut polling, sangat besar kemungkinannya tertarik dengan produk dari Umidigi, terlebih Umdigi Crystal yang akan meluncur nanti.

Oleh karenanya, kedua jenis Umdigi Crystal pun dibuat beda. Selain pada warna, perbedaan yang terlihat jelas adalah pada kamera belakang, dimana Lumia punya kamera ganda, sementara Full-Metal hanya satu saja. Menurut rumor yang beredar, Lumia akan dibekali dengan Snapdragon 835, sementara Full-Metal bakal diotaki oleh MediaTek MT6757T Helio P25.

Belum ada kejelasan soal dapur pacu ini, namun di situsnya, Umidigi mengklaim kalau kedua perangkat akan dipasangi dengan RAM 4GB dan daya memori internal sebesar 64GB.

Simak video perkenalan tentang tampilan andalan dari Umidigi Crystal ini. Tampilan yang tanpa sisi, cantik, anggun, dan melihat dengan lebih luas.


Video perkenalan itu, mempertegas ponsel yang memang memiliki display 5,5 inci dengan bezel yang sangat tipis di ketiga sisinya ini. Sementara bezel tebal hanya di bagian bawah saja untuk mempermudah akses tombol home. Dan ada fitur layar lengkung 2.5D yang membersamai fitur bezel-less di ketiga sisi layar itu. Kalau Umidigi betul-betul komitmen terhadap hasil polling, maka pelindung layar ini akan dibekali dengan Gorilla Glass, yang tentu saja diharapkan tipe terakhir, Gorilla Glass 5.


Lalu, bagian mana yang mencengangkan, membuat terkejut, dan bahkan membuat tidak percaya itu? Ya apalagi jika bukan soal harga. Sebab Umidigi telah memajang banderol sebesar $99 saja di situsnya. Itu berarti jika dirupiahkan hanya Rp.1,3 juta saja. Murah? Banget.

Tapi, ya itu tadi. Harga murah tentu banyak yang antri. Oleh karenanya, Umidigi tak sembarangan mengumbar produk. Hanya mereka yang memesan saja yang kelak diladeni. caranya? Silakan ke www.umidigi.com, dan disana ada tahapan untuk memesannya.

Akhir kata...

Sepertinya China sedang kembali ke tren ponsel murah. Namun bedanya kali ini mereka telah menemukan teknologinya, setelah sekian lama menjadi buruh kasar yang membuat ponsel-ponsel Finlandia, Amerika, dan Korea. Mereka memukul balik negara-negara yang pernah menjadi 'penjajah' di negerinya. Dan Umidigi adalah salah satu amunisi untuk melawannya. Selamat, China!

17 Mei 2017

Tentang Matinya MP3 yang Perlu Kamu Tahu

Pasca berakhirnya masa pita kaset, prosesi mendengarkan musik memang menjadi lebih mudah. Sebab hal itu menandakan era digital mulai berjaya. Dan sebagai penggantinya, telah tersedia format MP3 yang sangat fleksibel dan efisien.

MP3 bisa dipindahkan dari pemutar musik satu ke pemutar musik yang lain. Lewat perangkat tertentu, seperti ponsel, MP3 Player, laptop, dan lainnya yang mampu merekam suara, seseorang bisa juga dengan mudahnya membuat file MP3 mereka sendiri. Namun kabar pun beredar, kalau MP3 kini dimatikan. Benarkah demikian?


Sebelum menjawab pertanyaan semacam itu, ada baiknya kita tengok sejarah MP3. Pada tahun 1988, sekelompok teknisi di Jerman menghadapi kesulitan dengan file audio yang mereka punya, dan memang ada pada saat itu. Satu file audio yang berisi beberapa kalimat bisa memakan porsi penyimpanan hingga beberapa kilobyte. Saat itu, bahkan media penyimpanan pun tidak memiliki daya simpan yang besar, meski memiliki bentuk yang besar.

Akhirnya kesulitan itu pun diatasi oleh para insinyur di Fraunhofer-Institut für Integrierte Schaltungen (Fraunhofer IIS) yang menemukan algoritma yang mampu melakukan kompresi. Kompresi ini mampu membuat file audio memiliki ukuran yang lebih kecil tanpa kehilangan kualitas suaranya. Algoritma ini berguna untuk menghilangkan suara-suara yang sebetulnya tidak didengarkan oleh telinga manusia, namun ada di file tersebut dan membuatnya ukurannya jadi besar.

Algoritma ini pada akhirnya menjadi format MP3 yang kita kenal sekarang. MP3 memungkinkan penikmat musik bisa menyimpan ribuan file alih-alih hanya mampu menyimpan ratusan saja sebelumnya. Hanya saja yang mungkin kurang diketahui adalah, diluar mendengarkan lagu yang memang harus membayar royalti, format MP3 ini sebenarnya tidak gratis. Produsen dari alat pemutar MP3 yang dipakai saat ini, sebelumnya telah membayar lisensi untuk Franhoufer. Sebab institut yang ada di Jerman itu telah mematenkan algoritma MP3, sehingga setiap produsen yang ingin software yang bisa memutar MP3 wajib membayarnya.

Setiap hak paten punya masa kadaluarsa. Begitu pun dengan hak paten dari MP3 yang dimiliki Franhoufer IIS ini. Dan pada tahun 2017 ini, hak paten itu pun berakhir. Sehingga banyak orang berpendapat bahwa MP3 telah berakhir, MP3 telah mati. Padahal tidak begitu.

Sebuah hak paten yang sudah kadaluarsa, bukan membuat barang yang dipatenkan itu mati atau tidak dilanjutkan. Malah semua orang bisa memakai algoritmanya dengan gratis tanpa takut melanggar hukum. Begitulah yang terjadi dengan MP3. Jenis file ini masih digunakan hingga sekarang, oleh semua perangkat.

Nah, kenapa sampai disebut MP3 telah mati? Sebabnya cuma satu: Fraunhofer tidak melanjutkan pengembangan dari jenis file audio ini. Hal ini pun mirip dengan matinya gambar dengan format GIF, yang lisensinya sudah berakhir pada 2003 silam. Apakah kita sudah tidak lagi melihat gambar GIF di komputer? Nggak juga. Contoh lain adalah anjuran Microsoft untuk meninggalkan Microsoft Windows XP yang sudah tidak dikembangkan lagi. Tapi masih banyak orang-orang yang tetap memakainya, bahkan masih ada juga yang memakai sistem operasi Windows di bawah itu.

Pengganti

Franhoufer memilih untuk tidak melanjutkan pengembangan MP3 disebabkan ada format file audio baru yang lebih baik. Saat ini sudah ada Advanced Audio Coding (AAC) yang diklaim lebih baik. AAC sebetulnya telah dikembangkan sejak 1997. Namun pada saat itu MP3 sudah terlanjur menjadi format yang populer, dan entah hingga kapan kepopuleran itu akan berakhir. Pelan-pelan, AAC menggantikan MP3, sebab saat ini jamannya live-streaming. AAC diklaim lebih ringan sehingga transmisi antar perangkat tidak memakan kuota data yang besar.

Jika kemudian AAC mendominasi tempat penyimpanan digital kita, yakinkan saja kalau MP3 tetap dihati. Sebab format MP3 merupakan tonggak sejarah tentang bagaimana manusia lebih mudah mendengarkan suara-suara nan merdu orang yang digemarinya.

16 Mei 2017

Unboxing Oppo F3, Ponsel Kamera Ganda Harga 4 Juta

Oppo F3 telah memecahkan rekor penjualan Oppo di Indonesia. Sebab sejak digelar pre-order pada awal Mei lalu, F3 telah terjual sebanyak 30.000 unit. Pabrikan asal China ini mencatat jumlah itu benar-benar untuk Oppo F3 saja, bukan F3 Plus yang memang diluncurkan bersamaan.

Ponsel yang bertajuk selfie expert ini memang membuat penasaran ketika dikenalkan. Sebab ponsel ini dilengkapi dengan spesifikasi kamera ganda yang hampir serupa dengan kakaknya, Oppo F3 Plus. Namun kenapa orang-orang lebih melirik Oppo F3? Mungkin tawaran harganya lebih bersaing. Sebab perbedaan harganya cukup siginifikan. Oppo F3 berada di angka Rp.4.399.000 sementara Oppo F3 Plus Rp.6.499.000.

oppo f3, harga dan spesifikasi

Spesifikasi yang ditawarkan Oppo F3 berada di entry-level. Dengan mengusung chipset dari Mediatek MT6750T, Oppo F3 mendapatkan skor AnTuTu sebesar 41.625. Prosesor Mediatek tipe ini, menurut situs Versus.com, hanya kalah sedikit dari Snapdragon 435, namun diatas Snapdragon 425. Tapi ketika ditunjang dengan GPU Mali-T860MP2, RAM sebesar 4GB, dan ROM 64GB, Oppo F3 melenggang dengan baik saat membuka Color OS 3.0 yang berbasis Android 6.0 ini.

Spesifikasi semacam ini memang sangat menunjang dengan kebutuhan penggunanya untuk berselfie ria. Sebab dengan begitu, Oppo memastikan dua kamera di depan, yang punya kapasitas 16MP dan 8MP, punya shutter lag yang singkat. Apalagi ditunjang dengan lebar lensa yang mampu mengambil gambar dengan sudut 120 derajat, yang membuat sesi foto bersama kawan-kawan jadi lebih menarik. Jadi, ponsel ini betul-betul selfie expert.

Bodi metal yang membalut pinggiran Oppo F3 memberi kesan yang cukup mewah. Sayangnya, meski dijuluki dengan selfie expert, desain ponsel yang memang banyak dipakai di pasaran ini kurang ramah terhadap genggaman. Sebab dengan desain yang tipis, ponsel ini rentan merosot dari tangan. Untunglah sebagaimana biasanya, Oppo memberikan soft-case bawaan untuk sekedar memberi kesan grip pada genggaman tangan.

Atau jangan-jangan Oppo memang sengaja memberikan bodi seperti itu. Sebab di layar 5,5 inci LCD IPS yang berada di depannya memang sudah dilindungi oleh Gorilla Glass 5, yang merupakan tipe terbaru yang cukup tahan terhadap goncangan dan tahan jatuh dari ketinggian satu meter. Kalau melihat bodi bagian belakang memang punya kesan yang kokoh, namun di bagian depan, kekokohan tadi betul-betul hilang berganti dengan kelembutan khas ponsel Oppo.

Sayangnya baterai yang ditawarkan bukan tipikal daya monster. Namun dengan daya 3200mAH, Oppo F3 bisa menjadi jaminan bahwa spesifikasi yang ditawarkan oleh ponsel yang satu ini bisa dinikmati jauh lebih lama.

Berikut hasil Unboxing saya pada Oppo F3. Mohon maaf apabila sedikit kurang cahaya, lampu studionya kurang maksimal hehe

Asus Zenfone Live ZB501KL, Jawaban Asus Buat Penggemar Selfie dan Live Streaming

Asus Zenfone Live ZB501KL merupakan ponsel yang diklaim sebagai video selfie expert. Sebab selfie expert saja, mungkin, terlampau mainstream. Ponsel yang diluncurkan pada Selasa (16/5/2017) di Jakarta ini telah menjadi jawaban atas tren ponsel yang dibuat khusus untuk memaksimalkan penggunaan kamera depan. Ya, tren ponsel khusus selfie.

Pada ponsel selfie biasa, fitur pemercantik hasil pemotretan biasanya hanya dilakukan setelah sesi foto berakhir. Nah, uniknya Asus Zenfone Live terletak pada fitur beautification yang dipasang saat proses pemotretan berjalan. Jadi tak butuh proses editing setelah sesi foto selesai. Tak cuma itu, ini yang sangat luar biasa dari ponsel Asus ini, yakni real-time beautification yang dijalankan saat proses live streaming. Wow! Ya iya juga sih, kalo nggak real-time, mana ada post-editing pada live-streaming?

Asus Zenfone Live ZB501KL

Ponsel Khusus Live Streaming, Pertama di Dunia!

Pihak Asus sendiri pun pada akhirnya berani mengklaim bahwa fitur real-time beautification atau yang diberi nama dengan Asus BeautyLive ini merupakan yang pertama di dunia. Fitur ini makin yahud sebab didukung oleh kamera depan dengan sensor berukuran 1.4 µm yang punya sensitifitas cahaya dua kali lebih baik dari kamera ponsel biasa. Kamera ini berukuran 5MP, dengan bukaan f/2.2, dan sudut pengambilan gambar yang mencapai 82˚, lumayan besar untuk foto wefie. Dan jika kurang cahaya, di kamera depan pun terpasang soft-light LED untuk kebutuhan selfie flash pada kamera.

Sementara untuk kamera belakang, Asus memberikan fitur-fitur yang serupa dengan kamera depannya. Namun dengan piksel yang lebih besar, yakni 13MP, dengan bukaan f/2.0. Dan buat kamu semua yang masih bingung dari pabrikan mana kamera di ponsel khusus selfie yang ada di pasaran, tenang saja sebab tidak berlaku untuk Asus. Pabrikan asal Taiwan ini punya lensa kamera buatan Largan. Ya, Largan Precision, sebuah pabrikan lensa yang juga menyuplai brand dengan logo apel asal Amerika Serikat.

Spesifikasi tersebut memang terasa kurang jika mengacu pada kebutuhan live-streaming, oleh karenanya Asus memberikan spesifikasi audio yang mantap. Zenfone Live punya sepasang mikrofon jenis MEMS yang sangat sensitif untuk mengurangi kebisingan lingkungan. Jadi meskipun kamu berada di tempat ramai, suara kamu tetap akan terdengar saat live streaming. Uniknya lagi, jika fans yang sedang menonton live streaming kamu ini butuh suara-suara di sekitar, mikrofon ini pun bisa diatur.

Dan terakhir, dukungan live streaming ini tak main-main. Sebab pengguna akan semakin mudah melakukan live di social media masing-masing, seperti Facebook dan Youtube, dengan menggunakan tombol sekali klik. Ya, langsung terhubung begitu saja tanpa pengaturan yang rumit.

Asus Zenfone Live ZB501KL


Dapur Pacu

Untuk membekali fitur-fitur kamera dan live streaming yang mumpuni, tentu Asus pun membekali dapur pacu yang powerful. Asus memasang chipset Qualcomm MSM8916 Snapdragon 410, CPU Quad-core 1.2 Cortex-A53, dan GPU Adreno 306. Jeroan ini pun didukung pula dengan RAM 2GB dengan dua pilihan memori yakni 16 dan 32 GB. Jika kurang besar, Asus pun menyediakan Google Drive sebesar 100GB gratis selama 2 tahun. Menarik sekali tawarannya.

Untuk tampilan sendiri, Asus Zenfone Live memiliki user interface ZenUI 3.0 yang berbasis Android 6.0 alias Marshmallow. Dan di bagian luar, kamu bisa melihat karakteristik tampilan Asus ini lewat layar 5 inci dengan kualitas gambar 1.280 x 720 piksel.

Sayangnya, untuk urusan bodi, Asus tidak melakukan body-reborn Asus Zenfone Selfie yang cukup sukses di pasaran. Terlebih bodi yang dipakai perangkat Asus pendahulu selfie tersebut cukup bagus, menurut saya. Sepertinya ini sangat terkait dengan selera. Namun tetap saja, bodi Asus Zenfone Live tidak memiliki keunikan yang khas. Bodinya serupa dengan perangkat yang lain, bahkan serupa pula dengan desain ponsel yang ada di pasaran.

Nah, berapa harganya? Dengan harga dan spesifikasi yang ditawarkan, Asus Zenfone Live ZB501KL ini masuk ke entry-level. Ponsel ini akan dibanderol sebesar Rp.1.799.000,00 dan siap dipasarkan dalam waktu dekat. Namun meski masuk ke tingkat pemula, ponsel ini akan memberi kamu tampilan dan kemampuan yang maksimal khas Asus.


Sumber gambar: Asus

15 Mei 2017

Lima Fakta Terkait Malware Ransomware Wannacry

Sejak Jum'at (12/5) kemarin, serangan siber telah menjangkiti 150 negara dengan lebih dari 200.000 komputer yang telah menjadi korban. Malware yang akan melumpuhkan arsip di komputer ini dikhawatirkan akan memakan banyak korban, sebab serangannya dimulai jelang akhir pekan.

Dilansir dari berbagai media, pihak kepolisian Uni Eropa (Europol) bilang sedang melakukan pelacakan terhadap virus yang telah menyerang bank dan rumah sakit di beberapa negara, termasuk Indonesia ini. Europol yang juga bekerjasama dengan FBI pun yakin bahwa malware ini tidak dilakukan oleh individu. Saat ini seluruh divisi kriminal siber telah dikerahkan untuk melacak sumber serangan ini.

Lima Fakta Terkait Malware Ransomware Wannacry
Tampilan komputer yang jadi korban WannaCRY / Gambar: cnn.com

Hingga hari ini malware Ransomware berjenis WannaCRY tersebut belum bisa dilacak sebab pelakunya lihai dalam menyembunyikan sumber serangan. Para penyerang yang sudah dicap sebagai teroris siber sebab menyasar sumber daya penting di berbagai negara ini cukup canggih dalam menghilangkan jejak mereka di internet.

Lalu apa sajakah fakta-fakta yang menyertai serangan malware ini? Berikut saya coba rangkum dari berbagai sumber.

1. Korban phising

Ransomware menginfeksi komputer korban melalui file yang terinstal di perangkat tersebut. Biasanya pengguna melakukan klik terhadap tautan yang mencurigakan atau attachment di email yang diunduh dan langsung diinstal. Email ini bukan hanya email yang mencurigakan saja, bahkan pengirim Ransomware mampu mengelabui pengguna dengan tampilan email dari pengirim resmi. Ya, korban Ransomware pertama merupakan korban phising juga.

2. Jenis baru

Sebenarnya malware Ransomware bukan barang baru. Sebab beberapa tahun silam malware ini pun pernah menyebar dan sudah bisa diatasi. Namun jenis baru dari Ransomware, yakni WannaCRY, telah memiliki kemampuan yang baru. WannaCRY jauh lebih cepat dan eskalasinya sangat luas. Sehingga telah mengkhawatirkan para pakar keamanan internet.

3. Korbannya pemakai Windows

Dari sekian banyak korban yang terekspos Ransomware, rata-rata merupakan pemakai Windows 8 ke bawah. Mayoritas korban memakai Windows Server 2003 ke bawah, dan sistem operasinya Windows XP ke bawah. Tentu saja tipe Windows itu sangat rentan, sebab Microsoft tak lagi memberikan dukungan keamanan terhadap perangkat yang memakai sistem operasi yang sudah discontinued tersebut.

4. Pelaku meminta tebusan

Setelah terinfeksi, komputer korban akan menampilkan layar yang memperlihatkan perangkat tersebut tidak bisa diakses. Tak hanya itu, di situ tertulis kalau pelaku Ransomware meminta tebusan berupa Bitcoin yang kalau dinilai sebanyak $300 - $400 agar korban mendapatkan akses terhadap datanya kembali. Namun para pakar melarang membayar tebusan ini, sebab arsip yang menjadi korban malware ini tak bisa kembali.

5. Pelakunya belum terdeteksi

National Security Agency (NSA) pernah menemukan sebuah tanda di sistem operasi Microsoft Windows yang memungkinkan untuk disusupi malware. Namun informasi dan tool yang mampu menjebol celah dalam sistem operasi buatan perusahaan milik Bill Gates itu dicuri oleh Shadow Broker. Bahkan kelompok peretas ini pun telah mempublikasikannya pada bulan April kemarin. Namun perihal siapa penyerang yang menggunakan WannCRY ini memang belum diketahui secara pasti.

Itulah lima fakta terkait Ransomware. Hingga hari ini belum ada yang bisa mencegah penyebaran Ransomware. Sehingga satu-satunya cara agar malware ini tidak menginfeksi komputer kamu, adalah melakukan pembaruan terhadap patch security Windows. Silakan akses di alamat ini untuk mendapatkan patch Windows yang baru https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx.

10 Mei 2017

Cara Menerima Pembayaran Payoneer di UC News

Cara menerima pembayaran Payoneer di UC News sebenarnya terbilang mudah. Sebab Payoneer itu ibarat kamu punya rekening internasional, jadi transfer antar banknya lebih mudah. Apalagi untuk UC News yang menyarankan agar para penulisnya memakai akun Payoneer untuk menerima pembayaran. Nah, bagaimanakah menerima pembayaran di Payoneer terutama untuk penulis di UC News?

Sebelumnya, apakah kamu sudah punya akun Payoneer? Jika belum silakan daftar dulu saja. Kalau langsung berkunjung ke laman Payoneer.com, saya pastikan kamu nggak dapat apa-apa. Tapi kalau melalui referensi, kamu lebih diuntungkan sebab nanti akan mendapatkan $25 secara cuma-cuma. Pilih mana? Tentu memilih referensi 'kan?

Makanya kalau belum mendaftar di Payoneer, saya berikan tautan referensinya, sekaligus tahapan mendaftar di Payoneer.

Mendaftar di Payoneer

Pertama silakan kunjungi tautan referensi saya untuk mendaftar di Payoneer. Tautannya ada disini www.payoneer.com. Paling enak sih pakai komputer desktop, bukan pakai ponsel, biar layarnya lebih lebar. Nah, nanti kalau sudah termuat di peramban atau browser akan tampak gambar seperti di bawah ini.

Cara Menerima Pembayaran Payoneer di UC News


Klik Sign Up & Earn $25. Kamu akan dibawa ke laman isian. Di bagian pertama ini kamu diminta mengisi pilihan apakah kamu membuatnya atas nama pribadi, atau perusahaan. Apabila pribadi, silakan klik individual. Kalau untuk Company atau perusahaan, klik di bagian itu. Nah, disini saya mengisi pendaftaran untuk individu. Nanti akan muncul daftar isian nama, email, dan tanggal lahir. Untuk kamu yang namanya hanya satu kata, bisa diisi dua kali, misalnya Warjo Warjo. Atau diisi Warjo Ganteng juga boleh. Tahap isian pertama akan terlihat seperti ini.

Cara Menerima Pembayaran Payoneer di UC News


Pastikan isian terisi semua dengan baik, sehingga tombol NEXT yang tadinya berwarna abu-abu berubah jadi warna orange. Kemudian klik tombol NEXT yang sudah berubah warna itu.

Tahap selanjutnya kamu akan diminta mengisi data alamat. Data ini dimulai dari negara, alamat jalan, kelurahan/desa, kota, PO BOX, dan nomor telepon. Gambarnya seperti terlihat di bawah ini. Kalau terisi semua dengan benar, kolom NEXT akan berubah warna lagi. Klik tombol NEXT yang berwarna orange.

Cara Menerima Pembayaran Payoneer di UC News


Tahap terakhir dari pendaftaran Payoneer, kita diminta membuat password, pertanyaan keamanan, dan nomor identitas yang berlaku, baik KTP, SIM, maupun paspor. Kemudian daftar itu akan terbuka isian rekening bank. Penampakan daftar isian ini bisa dilihat di gambar berikut.

Cara Menerima Pembayaran Payoneer di UC News

Jika tombol NEXT yang sudah berwarna orange itu kamu klik, maka akan tampil ucapan selamat dari Payoneer bahwa kamu telah sukses memberikan data isian. Dan Payoneer akan melakukan ulasan atau review atas permohonan akun kamu. Lama pengulasan ini biasanya memakan waktu satu hari atau lebih tergantung kesibukan dan jam kerja. Jika sudah selesai tahap pengulasan dan kamu diterima, maka kartu Payoneer akan langsung dikirim untuk melakukan aktivasi akun Payoneer kamu.

Cara Menerima Pembayaran Payoneer di UC News

Kartu Payoneer ini merupakan kartu debit, sehingga disebut sebagai Payoneer Prepaid Debit MasterCard®. Biasanya, kartu akan sampai dalam waktu satu bulan, tergantung pada jasa ekspedisi dan negara. Jika tidak diterima pada tanggal yang tertulis dalam email, kartu mungkin tidak sampai. Kamu bisa melakukan pengajuan kartu kembali dan menunggu lagi hingga waktu yang telah ditentukan.

Kartu ini kelak bisa digunakan untuk pengambilan di kartu ATM apa saja yang berlogo MasterCard. Ya tentu saja selama saldonya ada. Hitungan saldonya akan langsung dikalkulasi sesuai dengan kurs yang berlaku pada waktu penarikan.

Menerima Pembayaran Payoneer di UC News

Sekarang anggap saja kamu sudah diterima dan punya akun Payoneer. Ada yang bertanya, bagaimana kalau kartunya belum diterima? Apakah Payoneer ini sudah bisa digunakan? Jawabannya bisa, dan bisa ditarik pula ke rekening bank yang didaftarkan dengan minimal penarikan sebesar $50. Saya punya pengalaman ini ketika menerima pembayaran dari Guru.com. Waktu itu kartu pertama tidak sampai, sehingga saya menarik uang lewat rekening bank, dan sukses.

Kembali ke UC News. Kamu sudah punya akun di UC News 'kan? Kalau belum silakan ke artikel saya yang ini: Cara Mendaftar dan Menulis di UC News serta Untung Ruginya. Jika sudah, silakan lompat ke bagian pembayaran.

Caranya begini:

  1. Kunjungi laman ini https://wm.ucweb.com/dashboard/account/payment
  2. Isi semua Informasi Dasar yang masih kosong. Bagian ini harus terisi dengan detail, mulai dari identitas sampai tanggal lahir jangan sampai ada kesalahan.
  3. Cara Menerima Pembayaran Payoneer di UC News
  4. Untuk isian Informasi Pembayaran, pilih Metode Pembayaran lewat Payoneer. Di bawahnya akan muncul isian Akun Pembayaran. Di bagian ini isikan dengan alamat email yang digunakan saat login ke Payoneer. Lalu isikan sekali lagi email tersebut di kolom Masukan akun Payoneer sekali lagi. Kalau sudah selesai, tekan KIRIM.
  5. Cara Menerima Pembayaran Payoneer di UC News

Keuntungan memakai Payoneer dibanding lewat rekening bank, yakni pertama verifikasinya lebih mudah, kedua minimal penarikannya bisa lebih cepat sebab di UC News ada batasan penarikan untuk Payoneer $50 dan untuk bank $100, dan ketiga proses kirimnya lebih cepat dan tanpa biaya transfer antar bank. Catat sekali lagi ya, itu antara UC News dan kamu sebagai penerima pembayaran. Nah, penggunaan Payoneer sendiri tentu saja ada biaya sendiri. Lihat di tautan ini untuk biaya-biaya yang dibebankan di Payoneer.

Begitu saja ya kawan-kawan sharing saya soal pembayaran dari UC News lewat Payoneer ini. Nah buat menambah semangat saja, nggak ada niat sedikit pun untuk pamer, saya kasih tangkapan layar pembayaran yang baru mendarat di akun Payoneer saya.

Cara Menerima Pembayaran Payoneer di UC News

Cara Menerima Pembayaran Payoneer di UC News
Kalau ada yang mau ditanyakan, silakan di kolom komentar saja ya.

Infinix S2 Pro, Ponsel Berkamera Ganda dengan Harga 2 Jutaan Saja

Tahun 2017 adalah tahunnya selfie. Sebab beragam merek telah merilis varian ponsel yang memanjakan para penikmat selfie. Mulai dari yang kamera depannya bermegapiksel tinggi, hingga bagian depannya dipasang dua kamera. Sayangnya, harganya masih belum ramah di kantong.

Buat yang anggarannya tipis, tapi tetap ingin bergaya di media sosial dengan ragam wajah terang dan menawan, maka saya sarankan Infinix S2 Pro. Merek ponsel asal Hong Kong ini kini sedang memasuki tahap fashionable, setelah melewati beberapa tahap sejak dibangun pada 2013. Dan jawaban dari tahap fashionable inilah muncul Infinix S2 Pro yang kebetulan bertepatan dengan tahun selfie di 2017.


Untuk itu Infinix S2 Pro memiliki keunggulan di bagian kamera depan yang ditawarkan. Jadi target pasar yang disasar Infinix adalah mereka yang menggemari unggahan foto wajah diri di berbagai media sosial. Kamera depan punya Infinix S2 Pro dibekali dua kamera yang mumpuni untuk melakukan selfie. Sebab selain megapiksel yang besar, yakni 13MP da 8MP, ditunjang pula dengan sudut pengambilan gambar sebesar 135°. Nah dengan sudut yang cukup lebar ini, kamu bisa melupakan tongkat narsis yang cukup meribetkan itu.

Spesifikasi

Menilik dapur pacunya memang sedikit mengecewakan para hardline Snapdragon, sebab Infinix S2 Pro membenamkan SoC Mediatek sebagai otak dibalik ponsel nan menawan ini. Ya, ada MediaTek MT6753 yang menjadi dapur pacu Infinix S2 Pro dengan Octa Core 1.3 Ghz Cortex-A53. Ponsel ini didukung pula oleh grafis dari Mali-T720.

Buat yang khawatir akan performa MediaTek MT6753, situs Versus.com menyamakan MediaTek versi ini dengan Snapdragon 412. Memang secara keseluruhan ada kekalahan 17 poin, dimana MediaTek memiliki skor 141 sementara SNapdragon 158. Tapi Mediatek unggul secara siginifikan di clock speed, baik prosesor maupun grafis.

Infinix S2 Pro pun semakin mengurangi kekhawatiran di ranah performa, sebab ada dukungan RAM 3GB yang menyertai SoC MediaTek tersebut. Ditambah pula ruang penyimpanan 32GB yang mumpuni untuk menampung hasil foto selfie itu. Daya dukung otak itu pun akan semakin mantap ketika Infinix memberinya baterai sebesar 3000 mAH sebagai tenaga. Sehingga selain mantap performa, pun bisa dipakai sepanjang hari.

Dukungan Android Marshmallow pun ada dibalik cantiknya tampilan sistem operasi ubahsuai yang dimiliki Infinix, yakni XOS. Sistem operasi Android khusus ponsel Infinix ini bisa terlihat dari layar 5,2" 1280x720 piksel yang dibalut oleh Dragontraill Glass dengan fitur 2.5D. Hey, kabar baiknya buat kamu para secret admirer, Infinix S2 Pro dengan XOS-nya ini mendukung dual account loh, artinya, kamu bakal punya dua WhatsApp, dua Facebook, dua Twitter, dan lain-lain pada saat yang bersamaan. Keren ya.

Untuk yang mencari desain lain daripada yang lain agaknya kecewa melihat desain ponsel Infinix S2 Pro. Sebab ponsel yang hadir akhir-akhir ini terlihat memiliki desain yang seragam, dan hanya berbeda di letak tombol volume, power, slot MicroSD dan SIMCard saja. Selain body alumunium yang membalut Infinix S2 Pro, desain tampilan body ini terbilang umum di pasaran. Tapi kalau body memang soal selera, seperti kamu yang lebih suka cowok six-pack sementara cowok six-pack lebih suka sesama mereka nggak suka kamu, eh maaf.

Tapi apapun kekecewaan kamu, sebaiknya tengok harga yang ditawarkan. Sebab Infinix S2 Pro punya harga yang tentu nggak akan membuatmu kecewa. Dengan spesifikasi yang mungkin hanya ditemui di ponsel seharga 3 jutaan keatas, Infinix hanya membanderol S2 Pro ini dengan harga Rp.2.450.000,00 saja. Tersedia dua jenis warna yakni Quartz Black dan Topaz Blue.