24 April 2017

Cara Mendaftar dan Menulis di UC News serta Untung Ruginya

Cara Mendaftar dan Menulis di UC News serta Untung Ruginya -- UC News merupakan aplikasi ponsel pintar yang berisi informasi dari berbagai pilihan kategori. UC News merupakan platform terbuka yang mengikutsertakan para penulis di tanah air untuk menjadi pengisi kontennya. Sindikasi dengan media-media besar pun dilakukan UC News untuk menjadikan aplikasi ini padat dengan informasi dengan ragam kategori itu.

Kadang-kadang, UC News tertukar dengan UC Browser, padahal jelas berbeda meski sama-sama berasal dari Alibaba. Perusahaan milik Jack Ma ini memang memiliki empat jenis usaha dalam bidang produksi konten. Yang pertama UC News, kedua UC Browser, yang ketiga 9Apps, dan keempat UC Unions. UC News sudah disebut diatas. Sementara UC Browser sebagaimana namanya merupakan alat peramban internet. 9Apps merupakan platform unduhan games Android. Dan yang terakhir UC Unions adalah agen periklanan online milik Alibaba. Penjelasan lebih detil nanti di lain kesempatan.


Pada kesempatan kali ini saya hanya ingin berbagi mengenai bagaimana cara mendaftarkan diri di platform UC News, menulis artikel bersama dengan penulis lainnya, dan yang terakhir untung-rugi dari mengikuti program ini.

Mendaftar di platform UC News

Banyak keluhan, UC News semakin selektif dalam menyaring penulis-penulis baru yang mendaftar. Tapi jangan kecil hati, hal ini bukan karena selektifnya UC News, tapi lebih kepada semakin banyaknya penulis yang bergabung di platform ini. Nanti selektifnya kalau sudah diterima, hehe.
  • Jika sudah masuk ke laman pendaftaran, silakan cari tombol DAFTAR di kolom seperti ini.
  • Setelah itu, laman yang berisi formulir pendaftaran akan dibuka. Isi sesuai dengan data sebenarnya. Nah, sebaiknya tulis kode undangan agar bisa mendapatkan bonus Rp.60.000,- yang dimasukkan ke saldo monetisasi. Ini kode undangan saya: 8c9682.
  • Sebelum mengakhiri form pendaftaran ini, masukkan kode verifikasi yang berwarna biru ke dalam kolom di sebelah kirinya. Terakhir, ceklis 'Saya telah membaca dan menerima Persyaratan dan Ketentuan'. Dan klik KIRIM.
  • Di tab browser yang lain, silakan buka email yang tadi digunakan untuk pendaftaran. Pertama ada email yang memberitahukan bahwa akun sedang ditinjau. Kemudian jika tinjauan itu sudah selesai, dan diterima, akun UC News sudah bisa digunakan.





Membuat tulisan di UC News

UC News sebenarnya mengharapkan setiap penulis punya spesialisasi tulisan. Katakanlah semacam niche yang wajib dimiliki. Hanya saja, UC News pun sering tidak konsisten atas anjurannya sendiri. Sebab seringkali UC News mengajak setiap penulis untuk ikut serta dalam lomba-lomba dalam rangka meramaikan kegiatan tertentu. Misalnya seperti Pilkada DKI.

Pada akhirnya niche jadi tidak penting bagi sebagian penulis. Sehingga kadang-kadang yang dikejar adalah konten-konten yang sedang viral maupun yang bakal hits, dan mendapatkan rekomendasi dari UC untuk dimunculkan sebagai notifikasi di ponsel pengguna. Dan disinilah seninya. Tapi sebelum itu, mari berkenalan dengan teknik mengirim tulisan di UC News.
  • Pertama silakan login atau masuk dengan akun UC News yang sudah dibuat. Nanti akan diarahkan ke laman utama akun masing-masing yang beralamat disini https://wm.ucweb.com/dashboard/home.

  • Disamping foto profil akun kita, ada tulisan TULIS ARTIKEL berwarna putih dengan tombol berwarna kuning khas UC News. Klik tombol kuning ini dan kita akan diarahkan menuju dasbor kiriman artikel. Kalau untuk pertama kali, dasbor ini pasti masih kosong dari tulisan. Klik lagi Tulis Artikel dan silakan mulai menulis. Kemudian jangan lupa SIMPAN dulu agar jadi draft, dan jika sudah yakin untuk diterbitkan, klik TERBITKAN.



Ada beberapa aturan yang mesti dipatuhi oleh penulis agar tulisannya bisa dimuat UC News. Pertama dan paling utama, tidak boleh melakukan plagiat tulisan orang. Kedua, setiap tulisan dan gambar wajib dicantumkan sumber berupa link mati. Dan ketiga, buatlah judul yang memancing rasa penasaran calon pembaca, dan buatlah konten semenarik mungkin.

Konten-konten yang sedang viral, hits, dan trending serta disajikan dengan judul yang memancing pembaca untuk melakukan klik, biasanya akan cepat diterbitkan dan mendapat rekomendasi. Tak ada waktu yang pasti bagi terbitnya artikel ini. Ada yang 5 menit, 10 menit bahkan kadang-kadang setengah hari baru bisa terbit.

Nah sekarang kita beralih ke untung dan ruginya menjadi penulis di UC News.

Keuntungan

Monetisasi menjadi pemicu banyaknya pendaftar platform UC News dari berbagai blogger maupun non-blogger di Indonesia. Ketika artikelnya punya view yang cukup banyak, misalnya sehari bisa mencapai ratusan ribu, maka pada hari Rabu, dimana hitungan monetisasi akan diberikan, saldo penghasilan akan meningkat drastis. Ada yang mencapai $50 per minggunya.

Jika dihitung-hitung dengan penghasilan ngeblog, jarang yang bisa mendapatkan penghasilan sebesar itu. Kalau seminggu sebesar itu, maka setiap bulan penulis UC Media bisa gajian. Sebab setiap $100 bisa dilakukan penarikan penghasilan ke rekening bank, dan $80 bisa ditarik ke akun Payoneer. Banyak kisah sukses yang menyertai hadirnya platform UC News di Indonesia.

Kerugian

Ada untung ada pula rugi, dua sisi yang selalu ada dalam kehidupan. Dan setelah keuntungannya perihal monetisasi, maka kerugiannya pun sama tentang monetisasi juga. Untuk yang pernah mengikuti platform penulisan semacam ini, maka setiap kali tulisan tersebut diterbitkan maka saldonya akan naik. One post one pay.

UC News tidak begitu. Platformnya mirip kita ngeblog sebagaimana biasa. Penghasilan sering dihitung dengan tayangan yang didapatkan per artikel, tapi UC News pun tak transparan dalam hal ini. Misalnya artikel kita performanya 1000 tayangan, namun dalam angka tersebut tak pasti berapa dollar saldo kita akan meningkat. Ya, tidak pasti.

Namun diluar untung dan rugi mengikuti program dari UC News, pilihan untuk bergabung tetap berada di tangan kita. Ada banyak yang serius dan belajar terus menerus meningkatkan dirinya, ia pun akan mendapatkan rejeki sesuai dengan usahanya. Pun ada yang hanya main-main, ia pun akan mendapatkan apa yang diupayakannya. Hasil tak akan mengkhianati proses.

Lalu, yuk action, daftar disini: http://tz.ucweb.com/4_1PA1r

22 April 2017

5 Alasan Mengapa Beli Xiaomi Jadi Pilihan

Saat Nokia runtuh, mau tak mau kita mesti menyebut serbuan ponsel China yang masif menjadi salah satu penyebabnya. Dari peristiwa itu, kita pun jadi tahu betapa industri ponsel China mampu melakukan imitasi yang baik sehingga mampu menghadirkan ponsel yang lebih murah di pasaran. Tapi ponsel yang murah tadi berimbas pula pada kualitas yang diberikan.

Citra ponsel murah kualitas rendah itu pun masih berdampak pada ponsel-ponsel pintar buatan China yang hadir belakangan. Puluhan produsen China mau tidak mau berupaya menghilangkan citra ini dengan melakukan promosi yang cukup kencang. Bahkan beberapa diantaranya mesti mengubah ciri khas China yang menempel di namanya.


Tapi tiga tahun belakangan ini, pasar telekomunikasi dikejutkan dengan hadirnya Xiaomi. Produk China yang satu ini seolah-olah menerabas citra yang melekat tersebut. Bersama Huawei, mereka tetap memakai nama berunsur China. Xiaomi yang dibaca Shao-mi berarti padi kecil dalam bahasa China. Dan tentu saja yang paling menyenangkan adalah mereka tetap memberikan harga yang murah.

Oleh karenanya, Xiaomi bisa menjadi pertimbangan untuk ponsel pintar yang patut dibeli. Untuk mendukung hal tersebut, berikut beberapa alasan yang bisa saya sampaikan. Oh iya, artikel ini bukan sponsored post ya.

1. Murah

Alasan bahwa Xiaomi berharga murah tentu jadi yang pertama. Tapi pertanyaannya kemudian, mengapa Xiaomi bisa semurah yang ditawarkan sekarang? Mari saya ingatkan dengan perkataan Donovan Sung pada peluncuran Redmi Note 4 dan Redmi 4X di Jakarta awal April 2017. Donovan berkata, menghamburkan uang untuk iklan bukanlah gaya Xiaomi.

Promosi Xiaomi beredar dari mulut ke mulut, memaksimalkan situs resmi, media sosial, dan tentu saja komunitas Mi Fans.

2. Kualitas Terjaga

Harga yang murah dari ponsel Xiaomi ternyata tidak membuatnya menurunkan kualitas. Sebab murahnya harga yang ditawarkan Xiaomi telah terjawab di poin pertama tadi. Xiaomi tetap memakai Snapdragon yang sama dengan ponsel lain, bahkan ketika SoC yang dipakainya bukan buatan AS itu, dan harganya lebih murah, Xiaomi pun akan menurunkan harganya lagi.

3. Software lebih fleksibel

Pernah menemukan aplikasi yang tak bisa dihapus di ponsel yang baru dibeli? Nah, di Xiaomi memang banyak aplikasi pre-installed, tapi semuanya bisa dikostumisasi. Ini semua berkat keberadaan OS Android MIUMI yang dikembangkan Xiaomi. OS ini sangat fleksibel, dan lebih ringan dari OS Android satu versinya.

4. Root tanpa merusak garansi

Ya mungkin Xiaomi adalah satu-satunya pabrikan yang membolehkan perangkatnya di-root dan garansi pun tak hilang. Asal Android itu di-root dengan tetap mempertahankan MIUMI-nya. Hal ini bertujuan agar memancing developer untuk lebih banyak mengembangkan aplikasi bersama MIUMI.

5. Kamera lebih baik

Kamera milik Xiaomi bisa diadu dengan milik ponsel lain yang harganya sama, dan bahkan mega-pikselnya sama. Ini kembali lagi pada soal harga dan kualitas yang sudah diulas di poin pertama dan kedua.

Lantas, ponsel Xiaomi apa yang mesti anda beli? Yang mana saja sebenarnya, sebab semuanya masih dalam satu pabrikan. Hanya saja pertimbangan untuk membeli smartphone, akan selalu sama yaitu jangan tergiur promosi, kenali spesifikasi, dan yang paling penting banyaknya uang di dompet.

21 April 2017

16 Perempuan Paling Berpengaruh di Bidang Teknologi

Hari Kartini tak cuma diperingati sebagai hari lahirnya perempuan kelahiran Jepara itu. Ada hal yang jauh lebih besar dibanding seremonial memakai kebaya dan meniru tampilan dari RA Kartini pada masanya, yakni berkebaya.

Sebab Kartini berbicara emansipasi, dimana kaum perempuan punya hak dan kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk maju dan berkembang. Oleh karenanya, saat ini perempuan telah diberikan jalan untuk meniti karir yang sama dengan laki-laki.


Sebagai contoh, berikut ini beberapa perempuan yang kini menduduki posisi strategis di perusahaan teknologi. Mereka menjadi orang-orang penting, bahkan founder, dari berbagai perusahaan teknologi kelas dunia. Dikutip dari Forbes, berikut datanya.

16. Jenny Lee (Managing Partner, GGV Capital)

Jenny merupakan seorang venture capital investor dari China. Bersama GGV Capital, ia mengakuisisi enam perusahaan pada tahun 2016, termasuk China Takent Group, sebuah layanan SDM, game publisher Gamespedia, dan aplikasi kartu kredit U51. Sebelumnya Jenny pun telah banyak melakukan investasi besar di sektor teknologi seperti robotik, aplikasi fitnes, dan aplikasi pendidikan.

15. Mary Meeker (General Partner, Kleiner Perkins Caufield & Byers)

Meeker merupakan sosok pembaca pergerakan pasar yang ulung. Mantan managing director di Morgan Stanley ini, punya saham untuk mendongkrak banyak aplikasi seperti JD.com, Square, Spotify, Airbnb, Houzz, bahkan Facebook. Perusahaan teknologi lain yang tak luput dari investasinya adalah LegalZoom, TWitter, Instacart, SLack, dan Stance.

14. Solina Chau (Cofounder, Horizons Ventures)

Solina lebih menitikberatkan investasi di perusahaan teknologi yang bergerak di bidang lingkungan global dan makanan, wabah penyakit, kecerdasan buatan, dan virtual reality. Perusahaan venture-nya, Horizon, telah berinvestasi $420 juta ke banyak perusahaan teknologi.

13. Zhou Qunfei (Founder dan CEO, Lens Technology)

Zhou pernah dinobatkan pada 2015 sebagai perempuan paling kaya di dunia berdasarkan usahanya sendiri. Melalui Lens Technology, Zhou membuat pelindung layar untuk ponsel dan tablet.

12. Marissa Mayer (CEO, Yahoo)

Meskipun Yahoo sudah diakuisisi oleh Verizon, namun Marissa Mayer tetap ada di pucuk pimpinan perusahaan tersebut. Sejak 2012, Mayer telah menahkodai Yahoo yang sebenarnya mulai melambat perkembangannya. Namun perjalanan Mayer, dan pundi-pundi kekayaannya, telah dimulai sejak hampir dua dekade sebelumnya ketika ia berada di Google.

11. Laurene Powell Jobs (President, Emerson Collective)

Nama Jobs di belakang Laurene memang menjadi tanda bahwa perempuan ini adalah janda dari mendiang Steve Jobs. Saat Jobs membesarkan Apple, Laurene justru membesarkan Emerson Collective, sebuah lembaga pemberdayaan yang membantu para pelajar yang kurang mampu. Pundi-pundi harta Laurene hadir dari usahanya di bidang sekuritas bersama The Laurene Powell Jobs Trust.

10. Amy Hood (CFO, Microsoft)

AMy Hood merupakan sosok di balik layar yang mendongkrak pendapatan Microsoft hingga mencapai $93,6 miliar pada tahun fiskal 2015. Meskipun saat ini sedang kesulitan menjual PC, Microsoft tetap tumbuh sebagai perusahaan teknologi yang disegani.

9. Lucy Peng (CEO, Ant Financial Services, Alibaba Group)

Lucy Peng merupakan eksekutif di Alibaba Group, sebuah perusahaan teknologi raksasa asal negeri tirai bambu. Kini ia menangani Ant Financial Services, sebuah layanan keuangan online milik grup yang dimiliki Jack Ma itu.

8. Ursula Burns (Chair-CEO, Xerox)

Xerox merupakan perusahaan yang kita kenal sebagai pemimpin di ranah kertas copy. Namun setelah perusahaan ini dibagi menjadi dua sebagai perusahaan terbuka di bidang perdagangan, Ursula pelan-pelan ingin pensiun. Namun pengaruhnya masih dirasakan hingga ia masuk di daftar ini.

7. Ruth Porat (CFO Alphabet)

Perusahaan induk Google ini memang tangguh di ranah venture. Dan salah satu sosok yang berada dibalik kedigdayaan Alphabet adalah Ruth Porat, mantan petinggi Morgan Stanley. Di Alphabet, Ruth mendapatkan $70 juta pada dua tahun pertamanya di sini.

6. Safra Catz (Co-CEO, Oracle)

Catz telah menjadi co-CEO Oracle sejak 2014. Penghasilannya pada 2015 mencapai $53,2 juta. Ia terkenal dengan strategi mengakuisinya yang cukup agresif, sehingga ada 85 akuisisi yang dilakukannya sejak 5 tahun terakhir.

5. Angela Ahrendts (SVP, Retail, Apple)

Ahrendts adalah perempuan eksekutif pertama di bawah kepemimpinan Tim Cook. Ia adalah sosok dibalik sentuhan-sentuhan Apple yang lebih menitikberatkan seni dibanding pendekatan komputer pada tampilan-tampilan Apple, baik di toko maupun pada promosi.

4. Ginni Rometty (CEO, IBM)

Ginni telah berkarir selama 35 tahun, dan baru empat tahun menjabat posisi CEO. Ia berupaya mengejawantahkan misinya untuk mentransformasi IBM menjadi platform yang semakin hidup di dunia digital.

3. Meg Whitman (CEO, Hewlett-Packard)

Meg merupakan sosok dibalik beberapa rombakan besar HP. Ia menggabungkan firma Computer Science Corp. dan menjual Mphasis. Meg kemudian memfokuskan HP menjadi data center dan infrastruktur cloud setelah melihat peluang dan tantangan di industri layanan teknologi.

2. Susan Wojcicki (CEO, YouTube, Google)

Susan berhasil membawa YouTube memiliki 1 miliar kunjungan unik setiap bulan saat ini. Dan kini tugas berat diemban Susan untuk mengembalikan kepercayaan para pengiklan di YouTube. Kebijakan iklan yang tampil setelah 10.000 tayangan merupakan salah satu diantaranya.

1. Sheryl Sandberg (COO, Facebook)

Seiring dengan semakin digdayanya Facebook di ranah teknologi, maka orang-orang yang berada di baliknya pun melejit menjadi sosok yang diperhitungkan. Dan jika sosok prianya tentu saja adalah sang CEO, Mark Zuckerberg, maka di sosok perempuan publik mengenal Sheryl Sandberg. Bahkan kepopuleran dan daya kritisnya pada Trump, menghantarkan sebuah rumor bahwa ia bakal mencalonkan diri sebagai presiden AS pada 2020.

20 April 2017

8 Teknologi Canggih yang Dikenalkan di Acara F8 Facebook

Facebook telah meraksasa, baik kapasitasnya sebagai perusahaan teknologi maupun platform media sosial. Fakta bahwa 1,86 penggunanya tak bisa dibantah siapa saja. Besar dan tak terkejar. Dan lewat F8, selaku agenda tahunan, semua mata memandang tajam, menyeksamai langkah, dan meniru gerak hingga berupaya mengimitasi suksesnya.

F8 bertempat di San Jose, California, AS. Acara yang dihelat pada tanggal 18 dan 19 April 2017 ini, selalu menarik untuk diamati sebab disinilah seluruh pengembang jempolan yang memakai platform Facebook hadir. Mereka menyaksikan visi dan pengejawantahan dari sang pendirinya, Mark Zuckerberg, terhadap dunia teknologi.


Alhasil, F8 menyuguhkan hal-hal yang fantastis, yang selalu membuat decak kagum. Namun tentu saja di sisi yang lain, teknologi yang telah mereka kerjakan dan sedang mereka kembangkan senantiasa bermanfaat bagi umat manusia.

Dan inilah delapan teknologi yang dikenalkan dalam F8.

1. Mengetik dengan Pikiran

Telepati kelak bukan khayalan lagi. Namun telepati ini hanya bisa digunakan untuk mengetik saja. Sebab Facebook sedang mengembangkan teknologi yang memungkinkan seseorang bisa mengetik dengan pikirannya sendiri. Ya, telepati untuk mengetik.

Dua tahun kedepan, kata Regina Dugan, kepala riset Facebook, sebuah sistem yang memungkinkan seseorang bisa mengetik 100 kata per menit hanya dengan pikirannya sedang dikembangkan. Tujuannya, lanjut Dugan, adalah menghadirkan pikiran manusia di layar monitor dalam bentuk tulisan.

2. Platform Augmented Reality

Facebook akan membuat kamera pengguna terintegrasi dengan fitur augmented reality (AR) di situs jejaring sosial ini. Sehingga ketika pengguna Facebook memotret, efek-efek tertentu --yang mirip Snapchat-- akan bisa digunakan dan menjadi hiasan dalam foto tersebut. Tak hanya memotret, bahkan ketika mengabil video, baik live streaming dan video messenger, maupun menyimpannya dalam bentuk GIF, pengguna bisa tetap memakai efek --mirip Snapchat-- tersebut.

Nah, fitur AR berguna dalam pemetaan untuk membuat penempelan efek tersebut di wajah jadi lebih baik. Katakanlah semacam kamera yang cerdas dalam membaca objeknya.

3. Messenger Bots

Lewat Messenger Bots, fitur perpesanan Facebook bakal semakin kaya. Sejak dulu, sebenarnya Facebook sudah punya fitur-fitur tersembunyi di Messenger-nya, misalnya fitur permainan. Nah, lewat Bots ini, Facebook akan lebih mengeksplorasi kegunaan Messenger. Jadi laman-laman bisnis bakal leluasa bertransaksi secara personal di Messenger.

4. Virtual Assitant M

M ini mirip kerja dari digital assitant yang sudah ada, misal Google Assistant, Cortana, dan Siri. Jadi ketika sering menggunakan M, maka virtual assistant ini bakal semakin paham dengan pengguna tersebut.

Khusus untuk pemilik Facebook page, M bisa ditambahkan dengan API tertentu untuk bisa menjawab pertanyaan yang sering ditanyakan (FAQ).

5. Workplace

Facebook Workplace memang sudah diluncurkan tahun kemarin. Namun acara F8 kali ini berupaya menambahkan fitur-fitur yang belum ada di Workplace sebelumnya, misalnya file-sharing, fitur keamanan, dan lainnya.

6. Open source Artificial Intelligence

Ini sesuai dengan harapan Mark Zuckerberg, dimana kecerdasan buatan akan mendominasi aktivitas Facebook di masa yang akan datang. Oleh karenanya kode-kode AI akan dijadikan open-source untuk para pengembang yang bekerja sama dengan Facebook.

7. Perubahan Fitur Gaming

Facebook kini memberikan keleluasaan kepada pengembang game yang memakai Facebook sebagai fitur login-nya. Ketika dulu, fitur ini memiliki tampilan baku, sekarang Facebook membebaskan pengembang untuk melakukan penyesuaian sesuai dengan gya masing-masing.

8. Penyempurnaan Camera 360

Camera 360 saja sebenarnya sudah canggih. Namun Facebook membuatnya semakin canggih, yakni dengan memberikannya teknologi untuk mampu memprediksi ke arah mana seseorang bakal melihat. Sehingga kamera ini akan dengan mudah mendeteksi wajah dan membua video jadi lebih baik.

Demikian delapan teknologi yang telah di ungkapkan oleh Facebook pada acara F8 kemarin. Sebenarnya masih banyak teknologi dari Facebook yang dikenalkan secara khusus, namun delapan hal itu saja sudah cukup untuk memberi gambaran bahwa F8 menjadi agenda Facebook untuk menunjukkan kedigdayaannya di sektor teknologi.

Sharp Kenalkan Aquos R, Ponsel dengan Snapdragon 835 dan AI

Sharp memang tak banyak berbicara di ranah industri ponsel. Market share pabrikan asal Jepang ini sering dihitung sebagai 'others' dalam statistik finansial. Itu berarti nilai market share-nya sering tidak siginifikan. Namun bukan berarti pabrikan yang pernah menelurkan 45 ponsel sepanjang karirnya ini putus inovasi.

Kali ini Sharp turun di kelas flagship, dengan mengenalkan ponsel ke-46 yang diberi nama Aquos R. Untuk sekelas ponsel premium rasanya pengenalan Aquos R ini tak begitu gegap gempita, terlebih jika dibandingkan dengan Samsung. Dan bahkan dengan Xiaomi yang meluncurkan Mi 6 pada hari yang bersamaan, serasa kalah gaung. Tapi begitulah Sharp.


Spesifikasi

Aquos R hadir dengan spesifikasi yang siap bertarung di kancah ponsel kelas wahid. Hal ini ditandai dengan pembenaman SoC Qualcomm MSM8998 Snapdragon 835 Octa-core dengan clockspeed 8x2.45GHz Kryo 280, dan grafis yang didukung oleh Adreno 540. Aquos R masih bertahan dengan RAm 4 GB, sementara ponsel flagship lain mulai bertahap di angka 6 GB.

Tampilan

Beralih ke tampilan, Aquos R dibekali dengan layar 5,3 inci 2K HDR IGZO yang berpendar di 120Hz. Sebuah body metal yang melengkung di sisinya pun membalut ponsel kebanggaan rakyat Jepang ini. Di sudut kiri bagian belakang terpampang kamera 22.6MP dengan bukaan f/1.9 dan didukung oleh OIS yang merupakan sebuah teknologi auto-fokus. Tak lupa pula, kamera depan pun mendapatkan porsi sensor yang cukup besar, yakni 16,3 MP.

Artificial Intelligence

Selain sensor sidik jari, baterai 3160 mAH dengan Quick Charge 3.0, dan Nougat 7.1, Aquos R punya fitur unggulan lain yang membuatnya layak bersaing di arena premium. Sharp telah mengembangkan asisten pribadi yang disebut Emopa. Kecerdasan buatan ini mampu menyediakan berita secara detail dan laporan cuaca berdasarkan lokasi pengguna. Kemudian Emopa akan membaca kebiasaan pengguna sebagaimana layaknya kecerdasan buatan lainnya. Dan Emopa tentu telah diinstal di Aquos R.

Emopa ini bukan satu-satunya hal yang menarik perhatian dari Aquos R. Ada lagi yang disebut dengan Robokuru, yakni sebuah fitur charging dock untuk. Robokuru akan berputar dan mengenali pemilik ponsel ketika ada panggilan masuk saat ponsel sedang diisi dayanya. Kalau mau mengaktifkan Emopa saat ponsel berada di Robokuru, pengguna cukup mengucapkan "Hello Emopa".

Ada fitur lainnya? Tentu saja, masih ada. Aquos R punya sertifikat IPX8 yang membuatnya tahan air dan IP6X yang membuatnya tahan debu. Sayangnya, belum ada banderol untuk ponsel canggih dari Sharp ini. Apalagi soal kabar bakal masuk Indonesia atau tidak. Tapi kita nantikan saja, dan tentu menyiapkan budgetnya jika berminat.

19 April 2017

Xiaomi Rilis Mi 6, Smartphone Premium dengan Harga Minimalis

Setelah beberapa bulan selalu mengundang tanya dengan hadirnya berbagai bocoran, kini Xiaomi Mi 6 resmi dirilis pada Rabu (19/04) di aula Beijing University of Technology Gymnasium. Ratusan Mi Fans dari berbagai penjuru China memadati tempat yang pernah jadi venue Olimpiade Beijing 2008 ini.

Xiaomi merilis Mi 6 di saat pasar sudah menyambut beberapa perangkat flagship dari produsen lainnya. Pasar telah dikenalkan dengan Galaxy S8 dan S8 Plus, kemudian ada LG G6, dan lain-lain.

Namun ada sebab mengapa Mi 6 layak ditunggu, baik oleh Mi Fans sendiri maupun para pengguna gadget yang ingin mengganti perangkat lamanya. Sebab Mi 6 meski turun di kelas flagship, tapi tetap sesuai ciri khas Xiaomi yang mengedepankan harga terjangkau.


Mi 6 diotaki oleh Qualcomm Snapdragon 835. Sebagaimana diketahui, System on Chip (SoC) ini dimiliki pula oleh Galaxy S8. Selain dengan spesifikasi SoC CPU octa-core di arsitektur 64-bit, All-new Kryo 280 dengan clockspeed 2,45GHz, Mi 6 dibekali pula dengan GPU Adreno 540 yang mendukung dual Wi-Fi.

Jadi selain bakal punya grafis yahud, kita tak akan mudah kehilangan sinyal Wi-Fi dengan fitur ini. Oh iya, Xiaomi menemani prosesor yang mantap ini pun dengan RAM yang besar, 6 GB!

Buat para jama'ah Antutudiyyah pun, maksudnya orang-orang yang gandrung terhadap skor AnTuTu, maka Mi 6 menjadi perangkat yang membanggakan. Sebabnya skor AnTuTu dari Mi 6 cukup signifikan mengungguli Galaxy S8.

Mengapa perbandingannya Galaxy S8? Sebab perangkat itulah yang saat ini memegang rekor tertinggi dibanding perangkat Android yang ada. Skor Mi 6 berada di angka 184,292, melesat jauh meninggalkan Galaxy S8 yang hanya 164,095.

Mari kita lihat tampilan luar dari Mi 6. Sekilas tak ada yang istimewa dengan tampilannya. Namun ini mengingatkan kita akan mengilapnya perangkat iPhone 7 versi jet black yang hitam legam tapi mengerling genit.

Nah, kurang lebih begitu pun dengan Mi 6. Sebabnya ada 40 langkah dalam 12 hari untuk memoles body tersebut. Sebuah body yang dibekali dengan dukungan 3D glass yang akan membuat cantik lengkungan bezel di keempat sisinya. Sayangnya, buat penggemar game yang butuh layar besar, Mi 6 kurang memadai. Tapi dibandingkan iPhone 7 yang hanya 4,7 inci, layar Mi 6 yang 5,15 inci masih menang jauh.

Keistimewaan lain dari Mi 6 adalah soal fitur dual-camera dan flash yang ada di belakangnya. Kamera ini terdiri atas 12 MP wide-lens dan 12 MP telephoto lens. Kalau kamera ini memang menyerupai kecanggihan pada iPhone 7 Plus, dimana dua kamera akan menghasilkan satu gambar yang kelak memiliki DoF yang aduhai.

Soal sumber daya, Mi 6 memang terbilang kecil, sebab hanya 3350 mAH. Tapi, lagi-lagi, jika dibandingkan dengan ponsel flagship lainnya, katakanlah iPhone 7 (1960mAH), Huawei P10 (3200mAH), dan Galaxy S8 (3250mAH), tentu Mi 6 masih menang.

Harga

Yang paling menarik tentu adalah harga yang ditawarkan. Skema harga Mi 6 dibagi menjadi tiga macam, yakni dibagi berdasarkan besaran daya simpan. Harganya dimulai dari RMB 2499 atau sekitar Rp.4,8 juta untuk Mi 6 dengan memori 84 GB, RMB 2899 atau sekitar Rp.5,6 juta untuk memori 128 GB, dan RMB 2999 atau sekitar Rp.5,8 juta untuk memori 128 Ceramic Edition.

Nah, Ceramic Edition ini merupakan edisi khusus Mi 6 yang akan memberikan tampilan body lebih mengilap dan kekerasan yang lebih baik di casing-nya.

Sayangnya, Mi 6 belum bisa dipasarkan dalam waktu dekat ini di tanah air. Sebabnya, di negeri tirai bambu saja, Mi 6 baru dipasarkan pada akhir April nanti.

Inikah Senjakala Televisi Kita?

Judul artikel ini memang mirip dengan tulisan Bre Redana di Kompas edisi 28 Desember 2015. Tulisan yang berjudul 'Inikah Senjakala Kami...' tersebut memang mengupas teknologi yang hadir menggusur media konvensional yang selama ini dipakai media cetak. Dan lebih penting lagi, kupasannya lebih pada soal etika jurnalistik yang semakin terkikis dengan kehadiran teknologi tersebut.

Tulisan Bre itu cukup menuai kontroversi. Tak kurang banyak yang menyanggahnya, termasuk almarhum Mojok.co pun pernah menulis balasannya. Hanya saja banyak pula yang sepakat bahwa media cetak memang sedang bertemu dengan senjakala. Tapi sebabnya bukan karena wartawannya yang instan dalam emncari berita, tapi karena fasilitas baru telah merenggut kedigdayaan media cetak, yakni internet.

Dengan separuh populasi penduduk yang sudah melek internet, Indonesia memang menjadi pasar potensial bagi konten digital. Data dari Kompas yang menyebut ada 132 juta jiwa pengguna internet tersebut bahkan tercatat masih di tahun 2016. Sementara tren setiap tahun akan selalu mengalami lonjakan yang cukup banyak.

Meski punya ceruk pelanggan sendiri, media cetak pantas untuk ketar-ketir. Tirto.id mencatat ada penurunan oplah yang signifikan setiap tahunnya, misalnya menurut data SPS yang mengatakan oplah media cetak melorot hingga 8,9% pada 2015. Dan hal ini pun mengikuti tren penurunan pemasang iklan di media cetak yang terus menurun jumlahnya sejak 2011. Sederhananya, silakan kunjungi agen koran di kota anda masing-masing. Mereka pasti mengalami kepahitan yang sama dengan media cetak.

Sebenarnya tidak apple to apple jika membandingkan antara senjakala media cetak dengan televisi yang masih kokoh berdiri. Sebab belanja iklan di televisi masih terus tumbuh. Setidaknya, menurut data dari Kontan, masih ada Rp. 97 triliun nilai iklan yang digelontorkan kepada televisi pada tahun 2016. Nilai tersebut naik 14% dibanding tahun sebelumnya. Dan angka itu cukup meyakinkan bahwa pemirsa televisi masih cukup banyak.

Oh, iya televisi yang dimaksud adalah media siar yang ditayangkan oleh sebuah lembaga penyiaran sesuai aturan yang berlaku, dan diterima siarannya melalui pesawat televisi. Kebakuan ini kemudian tidak menghilangkan substansi ketika alat untuk menyiarkannya berpindah dari layanan kabel maupun antena menjadi layanan internet. Sebab sebuah media televisi bisa mengadaptasi dirinya sendiri menjadi layanan digital.

Tren yang mengemuka kemudian, adanya para pesaing yang senantiasa muncul dengan format-format yang menarik. Sejak tahun 2016, menurut Mix.co.id ada 3 juta orang yang sudah meninggalkan televisi terestrial dan beralih ke televisi berbayar. Meski begitu trennya pun kurang begitu bagus, terlebih banyak teknisi parabola yang menyediakan layanan televisi berbayar hanya dengan bayar satu paket pemasangan alat.

Acara televisi memang masih diminati, terlebih sejenis sinetron dan live music. Itulah mengapa TV One rela menggadaikan formatnya sebagai televisi berita dan menjadi penayang telenovela. Bisnis hiburan mungkin lebih menjanjikan. Namun sepertinya ada banyak orang yang tidak sepakat dengan keputusan TV One

Faktor Pendukung

Internet yang semakin agresif menyasar penduduk negeri ini, menjadikan hiburan sudah berada di genggaman. Alih-alih menantikan jadwal tayang sebuah serial di televisi, banyak orang lebih memilih layanan streaming maupun layanan unduh di internet untuk menyaksikan tayangan yang mereka gemari. Bahkan mereka pun rela membayar untuk mendapatkan tayangan hiburan berkualitas dibanding sinetron kejar tayang yang setiap hari wara-wiri di layar televisi.

Oleh karenanya tidak begitu mengejutkan ketika Netflix menjadi aplikasi non-game yang paling banyak meraup untung pada kuartal 1 tahun 2017 (TheNextWeb.com). Mereka mendapatkan $133 juta pada awal tahun 2017, dan menandakan kenaikan sebesar 286% dari tahun kemarin yang hanya $34,6 juta.

CEO Youtube TV, Susan Wojicki sedang menjelaskan layanan baru dari Youtube ini di YouTube Space LA, AS. (28/2). (Gambar: TubeFilter.com) 

Lalu YouTube pun tergiur di bisnis ini dengan meluncurkan YouTube TV pada 5 April 2017 kemarin. Meski beda format dengan Netflix, namun YouTube melihat semakin banyak orang yang menyaksikan televisi di gadget mereka. Dan begitulah kemudian bisnis bekerja ketika melihat potensi pasar yang melimpah. Meski berbayar $35/bulan dan belum masuk ke Indonesia, YouTube TV punya kans yang bagus untuk menggeser pemirsa televisi konvensional.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi layanan semacam ini akan diminati oleh pemirsa Indonesia. Pertama adalah jaringan internet yang semakin baik dari waktu ke waktu. Meski diklaim belum siap betul dengan layanan 4G, pada kenyataannya migrasi layanan dari 3G ke 4G terus dipaksakan oleh provider dan produsen gadget. Faktor kedua, bonus demografi yang dimiliki Inodonesia di tahun-tahun mendatang. Bonus demografi ini merupakan jumlah penduduk di usia produktif yang mendominasi populasi. Dan di sisi yang lain, usia produktif dihuni oleh generasi milenial yang sangat erat dengan gadget dan internet.

Tapi apakah hal-hal tersebut akan membuat televisi menemui senjakalanya? Tergantung beberapa hal juga, dan kebanyakan berasal dari internal televisi itu sendiri. Hal yang dimaksud adalah kemampuan televisi dalam beradaptasi dengan internet, dan kedua layanan yang berkualitas baik hiburan maupun suguhan jurnalistik. Jika kualitasnya terjaga, maka senajakala itu akan menjauh dengan sendirinya.

14 April 2017

Mengaktifkan Fitur Dark Mode dan Gaming Pada YouTube

YouTube yang baru saja memperbarui kebijakan periklanannya, ternyata punya fitur tersembunyi. Memang fiturnya, mungkin, nggak penting-penting amat sih. Tapi buat yang nggak nyaman melihat video YouTube karena terganggu dengan putihnya latar belakang di situs berbagi video itu bisa mengaktifkan fitur ini. Sebab fitur ini memang mengubah latar belakang YouTube dari putih menjadi hitam. Istilah yang biasa untuk menyebut fitur semacam ini adalah fitur 'dark mode'.

Fitur rahasia ini ditemukan oleh seorang pengguna Reddit. Dan tampaknya hanya bisa berjalan di browser desktop saja. Sekali teraplikasi di salah satu laman, maka di seluruh video dan laman-laman Youtube lainnya fitur ini akan tetap berjalan.

Fitur Dark Mode



Cara untuk mengaktifkan fitur dark mode adalah sebagai berikut:
  1. Buka Chrome, kunjungi www.youtube.com, lalu buka developer tools tab-nya. Caranya tekan Ctrl + Shift + I untuk Windows. Sementara pengguna Mac bisa menekan Option + Cmd + I.
  2. Di developer tab, pilih Console. Lalu ketikkan teks berikut document.cookie='VISITOR_INFO1_LIVE=fPQ4jCL6EiE' di bagian yang kosong. Tekan enter di keyboard.
  3. Tutup tab developer dan refresh laman YouTube. Jika berhasil, tampilan YouTube akan sedikit berubah.
  4. Klik bagian profil dan silakan cari 'Dark Mode' dan aktifkan.
Bukan hanya Chrome, browser lain seperti Mozilla dan Microsoft Edge pun bisa melakukannya. Perbedaan prosesnya hanya pada membuka developer tool saja di masing-masing browser.

Fitur Gaming



Para YouTubers yang berkonsentrasi di niche gaming patut berbahagia, sebab YouTube ternyata punya fitur lain yang mengumpulkan video-video gaming dalam satu laman. Nah, uniknya fitur ini punya sub-domain tersendiri di YouTube.

Kita hanya perlu mengaktifkannya dengan cara mengetikkan kata 'gaming' sebelum 'youtube.com'. Jadi nanti akan tertulis gaming.youtube.com. Dan simak perubahan besar dalam laman YouTube. Lihat juga video-video yang ada di laman tersebut. Seluruh videonya tentang gaming, baik ulasan, video recording, maupun liputan yang seluruhnya tentang gaming. Asik ya.

Demikianlah dua fitur tersembunyi YouTube yang bisa kita terapkan. Selamat mencoba.