Kamis, 10 Maret 2016

Pilih Facebook Editor atau Local Guides-nya Google?

Facebook dan Google telah menelurkan dua aplikasi yang bertujuan membantu pengguna dalam menjelajah wilayah. Yang pertama dari Facebook memang masih terus dikembangkan agar tercipta akurasi yang bagus dan mencakup tempat-tempat di seluruh dunia. Meski jarang dipakai sebagai alat navigasi, keberadaan fitur yang sering disebut Facebook Place ini cukup bermanfaat untuk menandai tempat-tempat tertentu, misalnya fanpage wilayah, perkantoran, pusat bisnis dan tempat lain yang stand by. Adapun milik Google memang sudah dikenal dengan baik sebagai alat bantu navigasi yang sangat terkenal. Ya, Google Maps memang menjadi primadona bagi peta digital di internet.

Facebook Editor, Local Guides

Akan tetapi, baik Facebook Place maupun Google Maps pastinya memiliki kendala soal akurasi. Karena bisa dibayangkan betapa sulitnya melakukan pengakuratan tempat-tempat di seluruh dunia. Bayangkan saja, ketika kantor Google --katakanlah perwakilannya di Jakarta--, harus mengakurasi, misalnya, tempat jualan pecel milik Bu Darwijem di pelosok Wanantara, Sindang, Indramayu.

Ya, mana tahu Google dan Facebook ada penjual pecel seenak Bu Darwijem? Kasihan, sih. Apakah kamu mulai berpikir kenapa Google dan Facebook tak menyewa satelit penginderaan saja? Tak semudah itu, bung! Satelit hanya berguna untuk memetakan gambarnya saja, tidak sampai mendetail nama per tempatnya. Nah, makanya pelan tapi pasti, mereka membuat semacam program untuk mengukur akurasi tempat-tempat di seluruh dunia ini.

Sebenarnya, baik Google maupun Facebook, telah cukup lama menawarkan pengaturan penyuntingan layanan mereka soal peta ini. Akan tetapi, pengguna tentu saja mengacuhkan tawaran tersebut, mengingat tak penting-penting amat memperbaiki peta semacam itu. Sementara kalau tersesat di jalan, kebiasaan kita tentu saja bertanya, bukan?

Nah, tentu saja Facebook dan Google punya orang-orang kreatif yang memikirkan hal-hal semacam ini. Alhasil, terciptalah Facebook Editor di pihak Facebook, serta Local Guides di sisi Google. Seperti apa keduanya bekerja?

1. Facebook Editor

Saya baru mencoba aplikasi Facebook Editor. Ya, sangat baru. Bahkan di antara jejaring teman-teman Facebook saya, saya baru urutan 2 dengan 24 poin. Sementara urutan pertama sudah 240-an poin. Jadi yang di depan sekaligus ketinggalan cukup jauh untuk March Mission.

Facebook Editor merupakan aplikasi yang diciptakan untuk penyuntingan halaman-halaman yang tercipta otomatis maupun sengaja dari pengguna Facebook di seluruh dunia. Misalnya, kita melakukan check in di 'Rumbah Pecel Bu Darwijem'. Nah, 'Rumbah Pecel Bu Darwijem' ini secara otomatis disimpan oleh Facebook menjadi halaman otomatis. Karena Bu Darwijem mungkin tak pernah bersinggungan dengan Facebook, namun ada begitu banyak pengguna yang menyukai dan check in di sini, maka lambat laun 'Rumbah Pecel Bu Darwijem' menjadi halaman yang dikenal oleh banyak pengguna Facebook.

Facebook pada akhirnya butuh akurasi agar 'Rumbah Pecel Bu Darwijem' benar-benar milik Bu Darwijem dan tempatnya memang disitu dengan deskripsi yang representatif. Apakah Facebook langsung meninjau ke Bu Darwijem? Tentu tidak. Disinilah Facebook Editor mulai bekerja. Facebook membuat semacam sayembara, yang kebetulan di bulan Maret ini disebut dengan March Mission. Sayembara ini punya mekanisme mengumpulkan dua jenis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan Facebook terkait tempat-tempat tadi. Misalnya, apakah 'Rumbah Pecel Bu Darwijem' berada di sini? Facebook memberikan beberapa pilihan. Pilihan ini dibuat juga oleh para pengguna facebook yang pernah mampir ke rumbah pecel itu secara otomatis. Misalnya ada yang check ini di 'Rumbah Pecel Bu Darwijem' namun alamatnya hanya 'Sindang'. Adapula yang menuliskan 'Jalan irigasi Wanantara, Sindang, Indramayu, Jawa Barat'. Ada pula yang menuliskan 'samping pacar saya'. Lalu mana yang dipilih?

Kelemahannya menurut saya, kalau ada begitu banyak orang yang memilih 'samping pacar saya', maka selamanya alamat 'Rumbah Pecel Bu Darwijem' akan tertulis di 'samping pacar saya'. Tapi sepertinya ini jarang terjadi. Jika seluruh jawaban peserta sayembara Facebook Editor itu komplit, dan ia menjadi yang tertinggi diantara pengguna Facebook lainnya, maka ia berhak atas hadiah rahasia dari Facebook itu. Sebagai informasi, pemenang bulan kemarin memperoleh poin mencapai 15.000 poin. Itu artinya, ia menyunting 500 tempat dalam satu hari! Bahkan lebih dari 500 jika ternyata suntingan itu dianggap tidak akurat oleh Facebook.

2. Local Guides

Tak seperti Facebook yang informasinya datang tak sengaja, saya mendapat email dari Google terkait Local Guides ini. Saya tertarik dengan Local Guides karena, ya itu tadi, Google Maps paling banyak dipakai sebagai alat navigasi dibanding Facebook Place. Apalagi dengan embel-embel lokal yang menyertainya. Artinya saya tak harus jadi traveler keliling Indonesia demi lencana Local Guides. Karena apa? Peta di lingkungan saya pun masih banyak yang perlu disunting. 'Kan agak janggal ketika ATM Bank tertentu alamatnya di Cirebon tapi pointer-nya ada di dekat alun-alun Indramayu. Nah, selain menyunting pointer, dengan menjadi Local Guidess, kita pun bebas menyunting kesalahan tempat, menambahkan tempat serta menghapus tempat yang sudah tidak terpakai atau pindah. Untuk suntingan ini, tentu saja nantinya akan ada otorisasi dari Google sendiri dan dikirim langsung ke email kita.

Bagaimanakah Google mengakurasi tempat, sementara mereka sendiri bertanya pada Local Guidess? Google percaya kepada Local Guidess, oleh karenanya hampir seluruh tempat yang saya sunting selalu masuk dan diterima. Mungkin Google melihat aktifitas internet saya yang tak jauh-jauh dari keyword Indramayu. Jika pun Google bingung, mereka tak langsung menolaknya, tapi ditunda dulu. Penundaan ini mungkin dikaitkan dengan pendapat Local Guidess lain yang barangkali melakukan penyuntingan untuk tempat yang sama.

Sama seperti Facebook Editor, menjadi Local Guides pun ada tingkatannya. Fasilitas dan rewards yang ditawarkan Google pun mungkin tak sebagus Facebook, namun tingkat persaingannya sepertinya cukup fair. Mengingat dalam Local Guides ada indikator poin yang menunjukkan tingkat tersebut, sementara di Facebook dilakukan sayembara untuk menentukan pemenang. Dalam Local Guides semua orang punya kesempatan yang sama untuk mendapat akses layanan-layanan baru Google lebih dulu, mengikuti events Google, dan tentu saja ada manfaat lain dari Local Guides ini. Apa itu?

Saya punya blog tentang Indramayu dimana ada beberapa review tempat-tempat, restoran serta apapun saja yang saya temui dan menarik dari kota ini. Nah, ketika dikaitkan dengan Google Maps, sebagaimana yang telah saya sunting melalui Local Guides, orang-orang yang mencari tempat tersebut akan diarahkan ke blog tersebut. Ini pun berguna buat pemilik bisnis lokal yang terbantu ketika pencarian keyword tertentu yang mengarah pada usahanya. Karena tak cuma halaman website yang terdeteksi, pun peta yang memuat informasi alamat dan foto-foto sekaligus review-nya bakal muncul di atas pencarian.

Lalu mana yang kita pilih? Tergantung siapa kita. Jika kita punya usaha, maka praktekkan dua-duanya. Buat fanpage Facebook hingga lolos verifikasi (cirinya punya ceklis setelah nama fanpage-nya). Lalu sunting data tempat usaha kita di Google Maps, lengkapi betul datanya dan kasih review yang oke. Dan untuk itu, tak perlu lah menjadi Facebook Editor maupun Local Guides. Urus saja bisnismu dengan baik.

Sementara buat yang jadi Facebook geeks, agaknya pilihan main-main dengan Facebook Editor jadi sarana seru buat senam jempol. Sementara Local Guides biarlah diurus oleh mereka yang konsentrasi di dunia blogger. Nggak bisa dua-duanya, ya? Bisa, kalau kamu nggak punya kerjaan.


Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.

This Is The Oldest Page


EmoticonEmoticon