Selasa, 07 Juni 2016

IPA, Ekstensi Browser Anti-Pornografi Buatan Anak Negeri



Integrated Porn Autocensor (IPA) merupakan ekstensi yang bekerja di browser baik Google Chrome, Mozilla Firefox, serta Opera. Fungsi dari ekstensi ini membantu pengunjung internet untuk melakukan sensor atas citra dan teks porno secara otomatis. Ini sangat berguna untuk melakukan sensor secara mandiri serta mencegah anak-anak di bawah umur mengakses sesuatu yang belum boleh mereka akses.

IPA merupakan hasil karya dari Tim Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terdiri atas Ilham Satyabudi, Yuandri Trisaputra dan Gusti Bimo Marlawanto, dan bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). IPA ini baru dibuat bulan April silam, dan diluncurkan pada Juni ini, namun keberadaannya memang tak se-booming Paris Hilton komentar di Instagram Syahrini.

Menurut Ilham Satyabudi di laman Facebooknya, ekstensi ini dibuat atas keprihatinan tim terhadap berbagai kasus kekerasan seksual yang berujung pembunuhan. Ia beranggapan, pemicu awal dari berbagai kasus semacam itu adalah akses yang hampir tidak terbatas atas konten-konten pornografi di internet. Untuk itulah dibuat IPA.

Integrated Porn Autocensor bekerja dengan merayapi setiap kode laman yang di-browsing oleh pengguna internet. Dan setiap menemukan keyword yang menjurus pada pornografi, maka secara otomatis ekstensi ini mengubahnya dengan tanda bintang (****). Namun jika ekstensi ini membaca ada gambar yang menjurus kepada hal-hal yang berbau pornografi, maka secara otomatis gambarnya akan diubah ke dalam gambar animasi keluarga yang sedang mengaji.

Kelemahan

Namun tak ada gading yang tak retak. Ekstensi ini layaknya program anti-virus yang mampu mendeteksi file .exe mencurigakan. Hanya saja, tidak setiap .exe berbahaya dan harus dideteksi sebagai virus, bukan? Nah, disinilah kelemahan dari ekstensi IPA. Alih-alih melakukan sensor terhadap konten-konten pornografi, ekstensi ini malah mengubah tampilan gambar yang tak ada hubungannya dengan pornografi. Dan loading agar tampilan laman disensor oleh IPA pun memakan waktu yang tidak sebentar, bahkan mesti dilakukan refresh. Saya pun mencoba mengunjungi beberapa situs yang terindikasi banyak mengandung konten pornografi, baik kata maupun gambar. Dan ternyata IPA belum berjalan sesuai yang diharapkan. Ekstensi ini memang belum sakti.

Blog Moviest.xyz yang kena sensor.
Hanya saja, IPA justru melakukan sensor terhadap sesuatu yang tidak perlu disensor. Saya mencontohkan blog saya sendiri. Ada beberapa kata kunci yang mungkin menjurus ke pornografi. Mungkin. Seperti 'Pakai Celana Sangat Pendek, Wanita Ini Dilarang Naik Pesawat', dan gambarnya yang sudah saya sensor malah kena sensor lagi. Tapi itu saya maklumi. Tapi tidak untuk yang lain. Artinya ada beberapa gambar yang baik-baik saja, misalnya soal Kampus Google dan iPhone justru kena sensor. Dan saya tak sendiri, bahkan website VivaLog pun terkena imbas yang cukup banyak. Konten yang baik-baik saja malah banyak kena sensor di bagian gambar. Jujur, ini cukup mengganggu.

Tampilan website VivaLog pada Selasa (7/6) pagi yang terkena sensor IPA.
Mudah-mudahan tim pengembang mampu memperbaiki ekstensi ini dengan lebih baik lagi. Agar apa yang seharusnya kena sensor, memang tidak boleh diberi kesempatan untuk muncul di internet, atau setidaknya diakses oleh adik-adik kita. Namun apa yang seharusnya tidak kena sensor pun seharusnya dibiarkan apa adanya, sehingga kesannya tidak mengganggu, dan menganggap ekstensi ini masih belum siap meluncur karena masih banyak bugs. Tapi mungkin tim pengembang IPA ini masih butuh banyak dukungan, baik dari pemerintah maupun dari masyarakat untuk lebih mengembangkan karyanya. Dan cukup disebut mendukung, ketika kita memakai karya mereka di browser kita. Yuk, unduh di Ayo Sensor dan pasang ekstensinya.


Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.


EmoticonEmoticon