Jumat, 03 Juni 2016

Review Obi Worldphone SJ1.5



Disclosure: This content sponsored by LAZADA.co.id

Obi Worldphone merupakan vendor smartphone yang diperuntukkan untuk emerging country. Entah emerging country mana yang dimaksud oleh John Sculley, karena mau tak mau, daripada terkubur lagi oleh hingar-bingar dunia teknologi, Obi Worldphone mesti berbenah dan menyasar semua negara sebisa mungkin. Termasuk penetrasinya ke Indonesia secara pelan-pelan.

Baca juga: Obi Worldphone Smartphone Canggih dan Murah untuk 'Emerging Country'

Alhamdulillah, setelah mendapat konfirmasi dari Lazada lewat mas Andri Parulian, akhirnya saya berkesempatan mencicipi teknologi eks punggawa Apple ini. Meski setelah nomor resi masuk, saya dua kali bertanya ke mas Andri. Saya agak was-was dengan pengiriman disini. Bukan apa-apa, seluruh barang dari Jakarta meski transit ke Cirebon dulu untuk --entah apa namanya-- semacam pengecekan lagi, baru dikirim ke Indramayu, tempat tinggal saya. For your information, Jakarta ke Cirebon itu lewat Indramayu dulu, kenapa harus melalui Cirebon? Jadi, paket reguler bisa sampai seminggu, bahkan bisa dibalikin lagi. Yang lebih was-was lagi, resinya bahkan belum masuk ke sistem dan tak bisa dicek setelah empat hari! Duh, mohon maaf mas Andri.

Tapi syukurlah, setelah negara api menyerang setelah Obi Worldphone SJ1.5 yang dijanjikan saya jemput sendiri ke logistik, kondisinya aman sentosa. Kini, saya sudah melepas smartphone yang telah menemani saya setahun ini dan menggantinya dengan Obi Worldphone SJ1.5. Pertama, sekalian uji coba dan menuntaskan rasa penasaran, dan kedua karena smartphone yang lama baterainya sudah minta diganti, sih. Hehehe.

Pertama membuka Obi, saya cukup terkesan dengan wadahnya yang cukup mewah. Jadi meski bungkus luarnya hanya karton biasa, polos, dan hanya bertuliskan OBI dengan warna merah, tapi setelah dibuka ada semacam kotak kaca yang berisi smartphone, buku petunjuk dan charger. Biasanya 'kan kalau bungkus hanya mengandalkan kotak karton yang sedikit tebal, lantas disegel. Kalau Obi segelnya berada di kotak kaca tadi.



Desain

Saya mendapatkan Obi yang warna hitam dipadu dengan silver di tulisan Obi dan bagian atas ponsel yang menjadi tempat bernaung jack headphone. Cukup elegan memang, tapi setelah saya perhatikan, desain dari Obi Worldphone SJ1.5 ini mirip mainan. Di bagian atasnya flat dengan mengandalkan penutup yang diberi warna berbeda dari body, lalu bagian bawah yang menjadi pegangan dibuat curve. Mirip ponsel anu pada jaman dulu.

Review Obi Worldphone SJ1.5


Desainnya tak terlampau istimewa, tapi keunggulan Obi Worldphone SJ1.5 memiliki ketipisan yang cukup baik dibanding smartphone yang lain. Untuk membuat desain yang tipis ini, Obi mesti merelakan pelindung baterai tanam hanya berupa cover belakang yang tak begitu tebal. Jadi untuk memasang micro-SIM dan kartu memori eksternal, cover belakang ini dicopot dan langsung memperlihatkan baterai Obi.

Layar

Layar yang membenamkan Corning® Gorilla® Glass 3 dengan besar 5" HD IPS memungkinkan smartphone ini anti-gores dan layar sentuh yang bagus. Tapi secara fisik, Gorilla Glass yang dipakai Obi Worldphone SJ1.5 ini tidak rata. Entah karena sengaja atau memang alasan lain, antara layar dengan body sedikit tidak menyatu. Bahkan di beberapa sisi, kalau layarnya dimatikan, dan layar luarnya dipakai untuk bercermin, maka sangat kentara tidak ratanya. Tapi mungkin ini Obi yang saya pakai saja, yang lain tidak.

Performa

Dengan mengandalkan RAM 1 GB, Obi Worldphone SJ1.5 ini saya paksa main Clash of Clans. Sukses tampil, tapi sedikit tidak lancar. Semacam ada lag, tapi memang tidak banyak berpengaruh. Hanya saja kapasitas RAM ini cukup berpengaruh pada keseluruhan performa smartphone. Ya, meski kapasitas memori internalnya cukup besar, 16 GB, saya rasa pengaruhnya tidak banyak untuk performa smartphone ini.

Apalagi versi Android yang dipakai sudah Android 5.1 alias Lollipop. Sehingga memungkinkan kapasitas performa yang mengandalkan RAM 1 GB, dan bahkan teknologi semi-konduktor Mediatek MT6580 dengan 1,3 GHz Quad-Core tak banyak bermanfaat. Jadi anggap saja multitasking dengan Obi Worldphone SJ1.5 kurang begitu disarankan.

Untuk dukungan software pun, Obi Worldphone banyak mengandalkan pihak ketiga. Misalnya cleaner sampah yang disediakan dari AVG. Keyboard yang berasal dari Swiftkey dan lainnya. Di satu sisi, ini bagus untuk ladang kreatifitas pengguna, tapi di sisi yang lain kita melihat Obi sebagai perusahaan yang tidak begitu besar karena dukungan software-nya belum dipunyai sendiri.

Kamera

Apa yang bisa diandalkan dengan kamera 8 MP? Kerapatan pikselnya memang kurang bagus, tapi untuk soal auto-fokus, kamera Obi Worldphone SJ1.5 sudah bisa diandalkan, cukup cepat dalam menentukan titik fokus. Apalagi didukung dengan LED flash. Dengan kamera depan yang berkapasitas 5 MP, urusan selfie pun bisa diandalkan.

Daya

Satu-satunya alasan saya memilih Obi Worldphone SJ1.5 adalah daya baterainya yang lumayan besar, 3000 mAH. Jadi ketika saya charge pagi, maka hingga malam hari baru smartphone ini bertemu dengan charger lagi. Jika smartphone saya yang lama, tak sampai jam 14.00 baterainya sudah menunjukkan zona merah. Padahal saya memakainya dengan perlakuan yang sama. Ya iya sih, yang dulu baterainya cuma 2110 mAH. Serius, daya baterai yang cukup besar mesti dipertimbangkan dalam membeli smartphone, merk apapun.

Harga

Lazada Indonesia pernah mengungkapkan bahwa Obi Worldphone SJ1.5 akan dipasarkan dengan harga sekitar Rp.1.299.000,00. Namun sampai sekarang, smartphone ini belum mejeng di website e-commerce yang kemarin dibeli Jack Ma di region Indonesia ini. Entah karena menentukan harga yang pas untuk dipasarkan di Indonesia, atau persoalan ijin dagang yang belum keluar. Namun saya lebih mengira alasan yang pertama yang sedang terjadi, karena dengan harga sebesar itu, di pasaran kita sudah mendapatkan smartphone dengan kapasitas RAM yang sudah 2 GB.

Semoga saja harga sebesar itu bisa diturunkan lagi, karena saya khawatir, orang-orang tak pernah melihat siapa dibalik Obi Worldphone, tapi apa produk yang dihasilkan dan perbandingan harganya dengan produk yang lain. Pasar memang kejam. Tapi itulah kenyataannya. Jangan sampai Obi Worldphone tenggelam lagi setelah sempat hilang dari peredaran sesaat setelah muncul pertama kalinya meramaikan industri smartphone.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, smartphone ini cukup baik digunakan. Karena gratis? Bukan. Jika penggunaannya tidak terlampau berat, seperti bermain game-game yang menyita kapasitas memori dan kuota internet, maka smartphone ini bisa diandalkan. Apalagi kapasitas baterainya yang lumayan besar. Jadi untuk kebutuhan sehari-hari, Obi Worldphone SJ1.5 bisa menjadi andalan.

Beberapa hari saya pakai, saya install AnTuTu Benchmark dan mulai menguji Obi SJ1.5 ini untuk mengetahui berapa skornya. Dan ternyata inilah ranking AnTuTu yang dimiliki smartphone ini.



Spesifikasi

  • Jaringan: GSM: 850/900/1800/1900 MHz; WCDMA: 900/2100 MHz
  • Layar: 5" HD IPS dengan Curve Touch Panel, Corning® Gorilla® Glass 3 & Oleophobic Coating
  • Android 5.1 Lollipop; Mediatek MT6580; 1.3 GHz Quad-Core CPU
  • Kamera belakang 8 MP AF OV8865 dengan LED flash; bukaan f/2.2; kamera depan 5 MP
  • RAM 1GB, memori internal 16GB (bisa ditingkatkan hingga 32 GB dengan memori eksternal)
  • Baterai 3000 mAH Li-Po; charger 5.0V DC, 2.0A
  • Konektifitas: Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct; Bluetooth v4.0; GPS

Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.

2 comments

Iya, kebanyakan tenggelam nih vendor. Di Indonesia aja belum dipasarin.


EmoticonEmoticon