Sabtu, 09 Juli 2016

Dua Alasan Jangan Unduh Pokémon GO Sekarang

Disclaimer: Sebelum membaca terlampau jauh atas artikel ini, saya memberi catatan bahwa artikel ini merupakan asumsi awal ketika terjadi rumor pemblokiran di Filipina. Jadi daripada misuh-misuh karena perkembanganya berbeda, lebih baik di close saja.

Update game Pokémon GO di Indonesia sukar diprediksi, karena meski masih belum legal, pada kenyataannya banyak yang mempertanyakan mengapa di Indonesia game ini bisa dijalankan secara maksimal.

Baca-baca ini dulu, deh:

Dua Cara Hindari Malware dari Pokemon Go

Tiga Smartphone Murah Untuk Pokemon Go

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Apa jadinya jika kita, yang ada di Indonesia, mengunduh Pokémon GO sekarang? Karena mungkin ada yang tak sabar ingin mencicipi bagaimana menjadi trainer Pokémon. Dari mulai mencarinya, menangkap, kemudian menanti makhluk-makhluk lucu itu berevolusi. Tapi semestinya kita yang ada di Indonesia patut bersabar, karena Pokemon GO belum dirilis untuk penggemarnya disini. Tapi, sekali lagi, apa jadinya jika kita sudah mengunduhnya?

Pokémon GO merupakan sebuah permainan augmented reality yang dikembangkan oleh Niantic untuk pengguna iOS dan Android. Sekedar informasi, augmented reality adalah realitas tambahan dimana realitas yang kita lihat sebenarnya ditambahkan dengan efek (dalam hal ini efek game) buatan. Pokémon GO diluncurkan 6 Juli kemarin, dan hanya Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, dan kemungkinan negara asalnya, yakni Jepang yang beruntung untuk memainkan game ini pertama kali. Resminya hanya tiga negara saja, minus Jepang.

Namun sebelum versi globalnya meluncur, beberapa negara yang pertama kali mendapatkan tautan unduhan baik di Play Store maupun App Store hanyalah versi beta saja. Sebagaimana kita ketahui, versi beta merupakan versi yang diluncurkan oleh pengembang untuk mengetahui kemampuan programnya dan dukungan mereka atas program tersebut pertama kali. Sayangnya, alih-alih uji coba, android application package (APK) dari Pokémon GO muncul juga dari situs unduhan APK diluar Play Store. Seperti disini.

Situs pihak ketiga yang tentu saja diluar koordinasi (baca: ilegal) dengan Niantic selaku pihak pengembang, apalagi dengan The Pokémon Company selaku pemilik hak cipta atas karakter-karakter Pokémon, memungkinkan game ini bisa dimainkan di luar tiga negara tadi. Mungkin ini menyenangkan, karena kita pun merasa kekinian dengan memainkan game yang sedang hits ini. Tapi, tentu saja semua ada resikonya. Mari kita lihat dua kerugian yang didapatkan.



1. Game Bajakan

Menikmati program tidak resmi sama seperti menonton film bajakan. Saya tak hendak menyandingkan norma hukum dan etika terkait soal bajakan ini. Tapi silakan bandingkan antara menonton film yang baru rilis di bioskop dengan menyaksikannya saat bajakan itu keluar bersamaan. Pasti berbeda, yang satu versi blu-ray bahkan 3D, yang satu lagi hanya hasil sorotan kamera seseorang yang jahil saja. Jika pun film terebut menuai kebocoran sejak awal dari bagian produksinya, gambarnya tak akan sebagus ketika ditonton di bioskop.

Begitu pun dengan Pokémon GO ini. Niantic hanya mendukung tiga negara saja untuk sekarang. Itu berarti kemampuan server dan game support hanya diberikan untuk tiga negara itu saja. Kalau sudah terlanjur mengunduh APK Pokémon GO dari APKMirror, misalnya, silakan mainkan saja untuk uji coba. Ada berapa Pokémon yang didapat? Paling hanya Pikachu, Bulbasaur, Charmander dan Squirtle saja yang ditemukan. Fiturnya banyak berkurang, dan ada satu lagi yang perlu dikhawatirkan dari mengunduh diluar tautan resmi, yakni...

2. Bayang-Bayang Blokir Permanen

Tempo hari beredar rumor kalau Filipina diblokir oleh Niantic karena banyaknya pemain Pokémon GO di negara ini. Namun rumor itu tidak benar, Niantic hanya mengalami overload server saja. Tak ada negara dan pengguna yang diblokir dari Pokémon GO. Ya sih, Pokémon GO 'kan game gratis, jika orang lain mengunduhnya lewat tautan diluar Play Store dan App Store seharusnya tidak ada masalah. Benarkah tidak masalah?

Untuk APK-nya sendiri mungkin memang tidak ada masalah. Tapi ini terkait dengan dukungan server yang menjaga agar game ini tetap bisa dimainkan. Niantic telah memperhitungkan kapasitas server dengan jumlah pengguna yang bakal memainkan game ini. Jika penggunanya melebihi kapasitas, maka seperti kasus yang terjadi sekarang, server itu akan down dan tak ada yang bisa memainkannya lagi dimanapun sampai server itu normal kembali. Akibatnya iklim bisnis positif yang semestinya didapatkan oleh pengembang, justru harus dialokasikan untuk menanggulangi masalah server.

Jika terus-terusan terjadi seperti ini, dikhawatirkan rumor yang berkembang saat ini bakal menjadi nyata. Karena iklim bisnis Niantic bakal terganggu akibat banyaknya pemain Pokémon GO diluar negara yang resmi. Untuk itulah sebaiknya tidak usah memainkan Pokémon GO saat ini, tunggu saja game ini dirilis secara resmi di Indonesia. Simpan rasa penasarannya, daripada kelak berakibat negara ini tak bisa disambangi karakter-karakter yang lucu itu selamanya.

Demikianlah artikel tentang Pokémon GO di blog ini. Pokémon GO merupakan game hasil pengembangan Niantic, sebuah perusahaan 'spinoff' Google/Alphabet yang bekerjasama dengan Nintendo dan The Pokémon Company.

Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.