Jumat, 23 September 2016

Suka Piknik? Yuk Coba Google Trips

Google Trips memang nama yang sudah tidak asing buat para pegiat Local Guides. Pasalnya, Local Guides merupakan orang-orang yang diberikan beta test bagi aplikasi buat traveler ini. Dan akhirnya setelah menjalani penyesuaian fitur berdasarkan feedback dari para Local Guides, aplikasi yang dikenalkan pada Mei silam ini, secara resmi kini diluncurkan. Apa keunggulannya dan kapan tersedia secara resmi di Indonesia, mari kita simak ulasannya.


Saya termasuk yang mendapat kesempatan untuk mencicipi Google Trips ini pertama kali. Dan pengalaman ini sudah saya bocorkan sedikit di artikel Google Trips Sebuah Beta Test Terbatas. Keunggulan yang langsung memikat saya adalah aplikasi ini sangat ringan, dan tentu saja terintegrasi dengan Android. Nah, bagaimana dengan iOS? Aplikasi ini memang tersedia untuk pengguna Apple, namun integrasi penuh tetap harus menggunakan akun Google.

Secara garis besar, berdasarkan masukan dari pengguna beta tersebut, Google Trips meningkatkan beberapa hal. Google meningkatkan kualitas saran dalam fitur Things to do dalam Google Trips ini. Juga ada tambahan points of interest serta jam buka dan jarak dari tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi atau berdasarkan saran pencarian itu.

Tapi Google Trips menambahkan fitur yang baru yang tidak ada dalam versi beta. Fitur ini disebut dengan Day Plans yang bakal menjadi teman perencana perjalanan yang baik. Dalam fitur ini, kita bakal merencanakan perjalanan semudah mengambil brosur itinerary di hotel. Lewat Day Plans, Google Trips berupaya melakukan personalisasi itinerary dalam perjalanan kita. Kelak ketika sampai harinya, perangkat kita bakal memberi tahu apa yang harus kita lakukan berdasarkan rencana tadi.

Fitur Day Plans memang menjadi titik fokus perbaikan dari Google Trips. Sebabnya jelas, pada mulanya, fitur Google Trips sangat miskin pencarian. Dan kini lewat fitur ini, Google membenamkan fitur pencariannya secara langsung di aplikasi ini. Kenal Google Search 'kan? Nah Google Trips langsung terintegrasi dengan mesin pencari itu, sehingga ketika kita mengetik Semarang, misalnya, maka bakal muncul banyak opsi. Semarang yang mana yang bakal kita tuju? Dari sinilah saran untuk fitur-fitur selanjutnya dalam Google Trips bakal bekerja.

Setelah kita selesai merencanakan semuanya, maka ada opsi lanjutan untuk mengirimkan hasil perencanaan tersebut ke email kita. Sayangnya, ini yang masih dikeluhkan sampai sekarang, Google Trips hanya terintegrasi dengan Gmail. Namun dibalik kekurangannya ini, Google Trips punya kelebihan lain, yakni bisa digunakan tanpa koneksi internet. Ya, asal semua rencana kita sudah terintegrasi semua. Kalau mau merencanakan dari awal, memang nggak bisa offline.

Google masih terus mengembangkan aplikasi ini. Memang fiturnya menjanjikan untuk dijadikan pegangan utama dalam perjalanan, tapi karena Google Trips merupakan 'pemain baru', maka masih butuh banyak masukan dari penggunanya untuk menjadi aplikasi nomor wahid. Tapi tak ada salahnya mencoba.

Menurut email yang saya terima, Google Trips bakal tersedia pada Senin (26/09) di PlayStore dan AppStore di Indonesia. Dan kabar baiknya, setelah diisukan berbayar, aplikasi ini ternyata gratis. Untuk melihat iklannya, silakan simak videonya disini:





Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.


EmoticonEmoticon