19 Juni 2018

Mengenal VAR, Teknologi Yang Membantu Wasit Piala Dunia 2018

Video Assistant Referee atau cukup disebut VAR merupakan sebuah teknologi yang baru digunakan secara resmi pada Piala Dunia. Teknologinya sudah dikenal lama, sebab hanya merupakan pemanfaatan perekaman video. Namun karena baru kali ini digunakan secara resmi di pertandingan paling akbar antar negara, ini jadi menarik.

Ya, VAR sendiri baru disahkan pada Maret 2018 oleh Football Association Board FIFA di Zurich. Keputusan itu menghasilkan teknologi VAR bakal digunakan secara permanen pada Piala Dunia 2018 dan setelahnya. Ini kali kedua teknologi 'menginvasi' keputusan wasit di lapangan hijau.

VAR membantu keputusan wasit. (Sumber: Goal.com)
Sebelumnya, ada teknologi garis gawang yang membantu keputusan wasit untuk menentukan apakah bola sudah melewati garis gawang atau belum. Meski telah dipakai di berbagai level kompetisi, teknologi garis gawang baru disahkan penggunaannya pada Piala Dunia 2014 di Brazil. Dan Piala Dunia 2018 di Rusia ini menjadi giliran VAR untuk 'unjuk gigi'.

VAR secara resmi bakal membantu setiap keputusan wasit secara lebih luas dibandingkan teknologi garis gawang. Penggunaan teknologi ini sudah diuji coba di FA Cup, Carabao Cup, Liga Italia, serta Liga Jerman pada musim kemarin. Informasi yang cukup menarik ternyata datang dari Liga Italia terkait VAR.

Adalah seorang eks Presiden FIGC, Carlo Tavecchio, yang mengajukan proposal penggunaan VAR ke FIFA. Hal ini selain untuk mengurangi krisis kepercayaan wasit di liganya, juga berupaya menggerus citra kotor yang melekat akibat Calciopoli.

Namun tentu saja FIFA tidak merujuk pada proposal Tavecchio semata, sebab penggunaan VAR merupakan sebuah keniscayaan untuk membuat keputusan wasit tetap adil dan berpihak pada kebenaran. Lantas, bagaimana VAR bekerja dan seperti apa? Ini dia fakta-faktanya.

1. Petugas VAR terpisah dari lapangan hijau.
Petugas VAR. (Sumber: Scroll.in)
VAR terdiri atas berbagai monitor dan komputer untuk menyimak pertandingan, memutarnya kembali, dan memberikan hasil analisisnya kepada wasit di lapangan hijau melalui alat komunikasi. Makanya untuk mengamankan peralatan yang digunakan, petugas yang memonitor VAR dipisahkan dari lapangan hijau. Mereka ditempatkan di ruang kendali yang terpisah sendiri.

Meskipun terpisah, dari ruangan VAR ini petugas bisa mengamati jalannya pertandingan secara lebih mendetail karena memiliki akses terhadap kamera yang ada di lapangan hijau dari beragam sudut pandang. Tetapi meskipun terpisah dari lapangan hijau, petugas VAR tetap berada di stadion, kok.

2. Alat komunikasi berupa earpiece dan layar di pinggir lapangan.
Wasit dengan earpiece dan monitor VAR. (Sumber: refereeingworld.blogspot.com)
Petugas VAR bakal menginformasikan hasil analisisnya ke wasit yang bertugas dalam pertandingan. Petugas bakal memberitahunya melalui earpiece yang dipasang di telinga wasit. Kemudian jika diperlukan, wasit bisa melihat hasil analisis tersebut di layar monitor yang disediakan di pinggir lapangan.

Pertandingan bakal dihentikan sejenak demi menunggu wasit mengambil keputusan dengan melihat layar monitor tadi. Kalau ada kejadian semacam ini, penonton bakal diberitahu melalui layar monitor besar di dalam stadion kalau teknologi VAR sedang digunakan.

3. VAR bukanlah teknologi baru, tapi tak semua bisa memakainya.
Alat bantu yang cukup mahal. (Sumber: Goal.com)
VAR memang bukan teknologi yang baru. VAR menggunakan teknologi yang sebetulnya sudah lazim dipergunakan di industri pertelevisian. Teknologi perekaman, transmisi elektronik berupa gambar dan suara, tayang ulang siaran televisi, serta telekomunikasi inter-personal, yang mana sudah puluhan tahun dipergunakan untuk merekam pertandingan sepakbola. Namun tentu saja baru bisa diputuskan untuk dipakai dalam menunjang keputusan wasit pada Piala Dunia 2018 ini.

Sebabnya jelas, penggunaan teknologi VAR pada mulanya belum diterima sepenuhnya oleh berbagai insan sepakbola. Pertama adalah soal biaya, dimana pemasangan VAR setidaknya membutuhkan biaya 2 juta euro atau setara dengan 3,2 miliar rupiah. Untuk liga-liga di negara berkembang, meski masih lebih murah dibandingkan teknologi garis gawang, rasanya biaya sebesar itu masih cukup mahal.

Kalau bukan soal biaya, maka ada faktor kedua, yakni penggunaan VAR banyak ditolak karena menghilangkan sisi humanisme dalam sepakbola. Ya, sebuah kesalahan dalam pertandingan olahraga adalah manusiawi. Sehingga penggunaan VAR berpotensi merusak jalannya laga.

4. VAR potensial merusak laga sepakbola.
VAR mengurangi kenikmatan selebrasi. (Sumber: Telegraph.co.uk) 
Meskipun diklaim oleh FIFA tingkat akurasinya mendekati 99%, VAR tetaplah sebuah sistem yang memiliki kekurangan. Sistem ini sebagaimana sudah disebut, berpotensi merusak asyiknya menontont sepakbola.

Keputusan wasit biasanya spontanitas. Ia mengawal pertandingan, melihat dengan mata kepalanya sendiri, dan memutuskan berdasarkan pengamatannya. Hal ini terjadi sepersekian detik setelah ada insiden. Namun ketika seorang wasit membutuhkan bantuan VAR untuk memutuskan, jeda antara insiden dan keputusan biasanya berlangsung selama lima hingga enam menit.

Nah, bayangkan sebuah selebrasi tim, yang dilakukan lima menit setelah salah satu pemainnya melesakkan bola ke gawang. Menurut saya sih, bakal ada selebrasi yang garing. Dan, percayalah, itu kurang asyik buat penikmat sepakbola, terutama mereka yang menyaksikan secara langsung. Hal ini berlaku juga dengan keputusan yang lain.

5. Meski potensial merusak, VAR mesti diambil sisi positifnya.
Demi mendekati tepatnya keputusan. (Sumber: cnnindonesia.com)
Akurasi keputusan, meski lambat, tetap bisa memuaskan semua pihak. Sebab VAR bakal menjadi 'teman' wasit dalam mengambil keputusan-keputusan yang krusial dalam sebuah pertandingan. Apabila keputusannya tepat, sebuah pertandingan tidak dicederei oleh keputusan wasit.

VAR sebetulnya bukan mengeliminir sisi manusiawi seorang pengadil lapangan hijau alias wasit, akan tetapi hanya sebagai alat bantu semata. Artinya, hasil analisis dari VAR tetap membutuhkan interpretasi lanjutan dari seorang wasit. Dan tentu saja sisi manusiawi itu bakal tetap muncul ke permukaan.

Itulah tadi beberapa fakta yang muncul dari kehadiran teknologi VAR dalam pertandingan sepakbola. Yang perlu diperhatikan adalah, teknologi hanyalah sebuah alat bantu, sementara sepakbola merupakan olahraga yang menuntut sebuah kerja-kerja humanis yang tidak bisa digantikan oleh teknologi secanggih apapun.

12 Juni 2018

Salurkan Zakat Fitrah Secara Online di Enam Tempat Ini

Pada sisa akhir ramadan, fokus kegiatan biasanya terbagi kedalam tiga hal. Yang pertama bagi mereka yang merantau, biasanya fokus untuk urusan mudik. Bagi mereka yang suka belanja, jelang akhir ramadan biasanya terlena pada aktivitas membeli kebutuhan berlebaran yang sering dibanjiri diskon. Yang terakhir, banyak yang mengisi waktunya dengan beriktikaf di masjid.

Apapun kesibukannya, mobilitas jelang akhir ramadan biasanya sedang tinggi-tingginya dibandingkan pada pertengahan apalagi di awal bulan. Padahal ada satu lagi kewajiban bagi umat Islam yang sedang menyambut hari kemenangan, yakni membayar zakat fitrah. Karena kesibukan itulah, kewajiban yang satu ini seringkali terlupakan, meski pada akhirnya dibayarkan dengan tergesa-gesa dan di tenggat waktu paling akhir.

Untunglah di era digital saat ini, beberapa lembaga filantropi membuka layanan zakat yang kekinian. Mereka beradaptasi dengan mobilitas manusia yang kian hari kian tinggi, namun tak pernah melepaskan diri dari gawai. Oleh karenanya, lembaga-lembaga tersebut memanfaatkan kedekatan manusia kekinian dengan dunia digital dengan membuat layanan zakat fitrah online. Buat yang belum tahu, berikut ini beberapa lembaga yang membukanya.

BAZNAS: Muzaki Corner
Sinergi BAZNAS dengan salah satu ecommerce. (Gambar: Republika)
Siapa yang tak kenal BAZNAS atau Badan Amil Zakat Nasional? Lembaga negara yang mengkhususkan diri untuk menghimpun dan mengelola zakat, infak, dan sedekah secara nasional ini telah didirikan sejak tahun 2001. Lembaga ini memang tidak termasuk ke dalam struktur pemerintahan, sehingga melaksanakan pekerjaannya secara mandiri, namun tetap berada dibawah koordinasi dengan Presiden melalui Menteri Agama.

Dalam melayani dinamika zaman yang serba digital, BAZNAS telah membuka Muzaki Corner. Layanan ini merupakan fasilitas online untuk melayani para pembayar zakat melalui aplikasi Android dan website. Anda bisa membuka layanan itu di http://muzaki.baznas.go.id/ atau di Play Store.

Untuk wilayah Jabodetabek, pada awal Juni 2018, BAZNAS sudah merilis M-Cash, sebuah mesin yang melayani pembayaran beberapa kebutuhan rumah dan pembayaran zakat. Ada 700 pusat perbelanjaan di wilayah Jabodetabek yang sudah terpasang mesin ini. Melalui M-Cash, masyarakat bisa memilih untuk membayar zakatnya dengan uang elektronik maupun tunai.

Lazismu: Layanan Donasi Online
Kegiatan Lazismu Lhokseumawe (Gambar: Lazismu)
Lazismu merupakan lembaga filantropi yang didirikan oleh ormas Muhammadiyah pada tahun 2002. Peranannya di masyarakat memang bisa diidentifikasi persis dengan peran Muhammadiyah yang terbagi kedalam tiga poin: 1) Pendidikan dan kesehatan; 2) Ekonomi; 3) kemanusiaan, dakwah, dan sosial.

Saat ini, Lazismu sudah membuka Layanan Donasi Online di sini https://www.lazismu.org/paket-donasi. Metode layanan zakat ini bisa dilakukan melalui proses transfer ATM maupun di teller. Meski begitu Lazismu menyediakan sepuluh rekening yang bisa disesuaikan dengan pembayar zakat.

NU Care Lazisnu: Go-ZIS
Koin NU. (Gambar: RMOL)
Kalau dilihat dari namanya, anda mesti tahu lembaga ini dibentuk oleh siapa. Ya, lembaga ini berada dibawah naungan ormas Nahdlatul Ulama. NU Care merupakan sebuah rebranding dari Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) yang sudah berdiri sejak 2004. Garis kerjanya ya memang serupa dengan apa yang dikerjakan oleh NU, yakni pendidikan dan kepesantrenan, layanan kesehatan, pengembangan ekonomi, dan kebencanaan.

Sayangnya, NU Care ini belum mengoptimalkan fasilitas digital yang saat ini masif digunakan. Meski begitu, ada layanan Go-ZIS yang selain memanfaatkan saluran telepon dan SMS konvensional, juga mengoptimalkan layanan WhatsApp. Dengan jaringan NU yang masif dan Lazisnu yang ada di setiap daerah, optimalisasi Go-ZIS ini sepertinya bisa melayani kebutuhan penyaluran zakat anda. Silakan ke laman ini untuk lebih jelasnya https://www.nucare.id/go-zis.

Dompet Dhuafa: Donasi Online
Dapur umum Dompet Dhuafa. (Gambar: ddhongkong.org)
Lembaga yang satu ini merupakan metamorfosa dari lembaga filantropi para jurnalis Republika yang bernama sama. Lambat laun, perkembangannya yang semakin pesat sejak didirikan pada April 1993, membuat Dompet Dhuafa mampu berdiri sendiri dan sedikit terlepas dari manajemen lama yang menaunginya.

Dompet Dhuafa membuka layanan donasi secara online yang ada di laman donasi.dompetdhuafa.org. Ada empat jenis sumbangan yang dilayani pada laman ini, yang pertama Zakat dengan beragam jenisnya termasuk zakat fitrah, infak dan sedekah, wakaf, dan sumbangan kemanusiaan. Metode pembayaran yang dipakai ada enam, yakni transfer bank, Mandiri Clickpay, CIMB Clicks, kartu kedit MasterCard dan Visa, Mandiri e-Cash, dan Internet Banking (IB) Muamalat.

Rumah Zakat: Sharing Happiness
Relawan Rumah Zakat membantu korban banjir. (Gambar: Republika)
Dulu, Rumah Zakat bernama Dompet Sosial Ummul Quro (DSUQ) yang berdiri pada 1998. Lembaga ini berkonsentrasi pada penggalangan dana kemanusiaan. Pada 2003, perkembangan zaman yang dinamis menuntut DSUQ untuk bertranformasi. Dan lewat keputusan Mendagri pada waktu tahun 2003, DSUQ secara resmi menjadi Lembaga Amil Zakat Nasional, hingga setahun kemudian berubah nama menjadi Rumah Zakat.

Untuk memisahkan antara program pemberdayaan yang menjadi peran utamanya, Rumah Zakat membuat program Sharing Happines yang merupakan program penggalangan dananya. Melalui program ini pula, layanan zakat bisa dilakukan lewat jalur online. Untuk menyalurkan zakat, anda bisa langsung ke laman ini https://sharinghappiness.org/zakat dan pilih zakat sesuai kebutuhan anda.

Di Sharing Happiness, ada banyak metode pembayaran yang bisa dipilih yakni melalui transfer bank pada Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BNI Syariah, Bank BCA, dan Bank BRI. Juga ada pembayaran instan melalui kartu kredit, Mandiri ClcikPay, IB Muamalat, Doku Wallet, dan BRI e-Pay.

ACT: Global Zakat
Agenda kapal kemanusiaan ACT di Bangladesh. (Gambar: ACT)
ACT sering dikenal lewat aksi-aksi kemanusiaannya di negeri-negeri konflik dan bencana. Wajar saja, sebab sejak 2012 lembaga yang berdiri pada tahun 2005 ini resmi bertranformasi menjadi lembaga kemanusiaan global dengan jangkauan yang lebih luas. Wilayah kerjanya meliputi kawasan Asia tenggara, Asia Selatan, Indocina, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa Timur.

Untuk itulah bagi yang bersimpati dengan kondisi konflik di manapun, tampaknya paling pas untuk berdonasi maupun menyalurkan zakatnya di lembaga ini. Meski tentu saja penyalurannya banyak pula di dalam negeri. ACT membuka layanan zakat fitrah yang bisa diakses melalui https://globalzakat.id/#zakat-fitrah. Anda mesti masuk sebagai pengguna untuk menyalurkan zakat.

Ada banyak pilihan metode pembayaran, yakni melalui DOKU Wallet, e-Pay BRI, Dompetku, CIMB Clicks, IB Muamalat, T-Cash, Mandiri Clickpay, iPaymu, XL Tunai, Danamon Online Banking, PayPal, dan Go-Pay. ACT juga menerima transfer antar bank melalui Mandiri, Mandiri Syariah, Bank Muamalat, CIMB Niaga, BNI Syariah, dan virtual account lewat BNI Syariah dan Permata Bank.

Penutup

Sebetulnya masih banyak lembaga lainnya yang membuka penyaluran lewat jalur online seperti itu, cuma karena keterbatasan tempat menyebabkan tak bisa ditulis semuanya. Aplikasi yang mengintegrasikan lembaga itu pun ada banyak sekali, asal pintar-pintar memilih mana aplikasi yang amanah mana yang tidak.

Pada akhirnya pilihan ada di tangan anda, mau menyalurkan kemana atau lewat cara apa. Kalau saran saya, ya lebih baik disalurkan ke lembaga di dekat rumah saja. Sebab manfaatnya bisa dirasakan oleh lingkungan anda sendiri, yang mungkin saja banyak orang yang kurang beruntung yang luput dari kebaikan-kebaikan anda selama ini.

Tapi kalau anda sibuk sekali, ya apa boleh buat. Layanan zakat online tadi diciptakan untuk orang-orang seperti anda. Sebab kemanapun penyalurannya dan bagaimanapun caranya, yang penting kewajiban zakat bisa ditunaikan dengan baik. Selamat berlebaran.

11 Juni 2018

Asus VivoBook A407 Untuk Pembuatan Konten Yang Semakin Paten

Dunia digital bergerak begitu cepat. Kebutuhan akan konten terus berkembang pesat. Mereka yang berkelindan di dalamnya mesti ikut melesat. Sebab tertinggal di belakang, bukan cuma tak akan tercatat, namun rugi berat. Ya, bloger, youtuber, dan secara umum kreator konten mesti beradaptasi secara kilat.

Asus VivoBook A407. (Gambar: Asus)
Bloger yang hanya berkutat pada tulisan bagus, akan tertinggal dengan mereka yang memiliki keahlian tambahan di bidang fotografi. Mereka yang memiliki keduanya, kadang dilangkahi oleh mereka yang punya nilai tambah skill ilustrasi. Semuanya pun sering tertinggal dari mereka yang memiliki tambahan kemahiran di dunia videografi.

Ya, dunia digital membutuhkan kreator konten yang fasih segalanya. Meski masih membutuhkan bloger yang fasih menulis, tapi kebutuhannya tetap tak terbatas disini saja. Sebagai contoh, teori akan post engagement social media yang bakal meningkat apabila diberikan gambar, ternyata sudah usang dan berganti dengan post yang memakai video sebagai medianya. Kini semakin banyak orang nongkrong di YouTube dibandingkan di depan artikel panjang di platform Blogger dengan aktivitas membacanya. Ya, bukan salah dunia literasi yang kurang diminati, tetapi kemenarikan antara video dibanding tulisan yang tak bisa dielakkan begitu saja.


Maka bloger mesti beradaptasi. Sudah pasti ada hambatan untuk menyusul kecepatan perkembangan ini. Salah satunya alat perang yang kurang mumpuni. Saya sendiri memakai komputer desktop untuk menulis, membuat ilustrasi, mengedit video, serta terhubung dengan internet untuk berkomunikasi. Pada mulanya saya merasakan tak ada masalah sama sekali. Beragam konten, baik menulis kolom di media daring, replacement content, berkontribusi pada media komunitas, hingga blog dan kanal YouTube sendiri terurusi dengan rapi. Sampai suatu ketika, sebuah agenda ke luar kota membuat sikap mengandalkan komputer desktop tak sama lagi.

Saat itu sebuah tugas datang, dengan tenggat waktu yang tak bisa diperpanjang. Namun ke luar kota pun merupakan kebutuhan yang tak bisa dihadang. Alat tempur berupa komputer desktop tentu tak bisa dijinjing dengan gampang. Tugas-tugas pun pada akhirnya tak bisa dikerjakan hingga tenggat waktu menjelang. Dengan terpaksa, beberapa kerjasama pada akhirnya dihentikan hingga sekarang. Sebetulnya masih terus terngiang di pikiran, tapi ini sudah kepalang. Saya hanya berpikir agar masalah tersebut tidak terulang.

Laptop Asus A407 dirilis pada bulan April 2018. (Gambar: Asus)
Sampai pada hari Kamis, 19 April 2018 waktu itu, Asus merilis dua laptop barunya di tanah air secara resmi. Asus VivoBook A407UA dan VivoBook A407UB adalah nama kedua laptop ini. Keduanya dibedakan oleh kartu grafis, dimana VivoBook A407UB memakai NVIDIA GeForce MX110 dengan GDDR5 VRAM berkapasitas 2GB yang lebih mumpuni dibanding satunya lagi. VivoBook A407UA memakai Intel HD Graphics 520 yang sudah terintegrasi. Meski keduanya layak dipinang, tapi sejak saat itu sebetulnya saya lebih memilih VivoBook A407UB disebabkan faktor kartu grafis tadi.

Kalau tanpa melihat kartu grafis bagaimana? Apakah kedua VivoBook A407 masih layak dicoba? Mari kita simak saja beberapa fiturnya.

Tiga fitur utama dari Asus VivoBook A407. (Gambar: Ilustrasi pribadi, gambar laptop: https://www.asus.com/id)

Hal pertama yang membuat VivoBook A407 ini menarik adalah soal beratnya yang hanya 1,5 kg saja. Bobot seberat ini buat saya tak mengganggu mobilitas ketika bekerja. Bahkan ukuran lebarnya hanya seukuran penggaris standar 30 cm, dengan ketebalan yang tak melebihi buku 200 halaman, dan sangat mudah untuk masuk ke tas ransel yang saya punya.

Bobot ini sangat penting, sebab terkait dengan kenyamanan dalam mobilitas. Saya, dan mungkin saja semua kreator konten sepakat, bobot laptop yang berat bakal sangat mengganggu rutinitas. Dengan dimensi yang dimiliki VivoBook A407 ini, wajar jika didaulat sebagai laptop yang pas. Ya, pas untuk kreator konten yang selalu menginspirasi dan tak ingin terhambat dalam bermobilitas.

Laptop Asus VivoBook A407 tampak samping. (Gambar: Asus)

Laptop Asus VivoBook A407 tampak samping dan dalam kondisi ditutup. (Gambar: Asus)

Sejak tahun 2017 layar pada laptop Asus selalu dibekali dengan fitur NanoEdge Display, dan selalu jadi sales-point utama. NanoEdge Display ini memungkinkan sebuah layar laptop tidak akan menghasilkan refleksi cahaya yang mengganggu penggunanya. Anti-glare, begitu Bahasa Inggris secara umum menyebutnya.
Laptop Asus VivoBook A407 tampak depan. (Gambar: Asus)
Sebetulnya NanoEdge Display bukan cuma berurusan pada anti-glare, pendaran refleksi cahaya, maupun sales-point laptop Asus yang utama. Namun ia berhubungan dengan segala macam tampilan yang memungkinkan saya, selaku pengguna, enak melihat layarnya.

Makanya, pada VivoBook A407 inilah NanoEdge Display juga diterapkan. Misalnya untuk soal screen-to-body ratio yang mencapai 73,8% sehingga menyisakan bezel tipis 7,1 mm, VivoBook A407 memberikan tampilan yang nyaman. Laptop ini pun punya lebar layar 14 inci, dengan LED backlit HD 1366x768p, frame rate 60Hz, serta 45% NTSC, yang ditopang oleh teknologi Asus Splendid untuk kecerahan layar yang aman.

Mode layar pada Asus VivoBook A407. (Sumber: https://www.asus.com/id)
Bagi kreator konten yang tidak selalu berhubungan dengan urusan saturasi warna, persentase 45% pada NTSC layar VivoBook A407 tadi tak akan dipermasalahkan. Sebagai gantinya, pengurangan persentase tadi berimbas pada bertambah lebarnya sudut pandang layar yang mencapai 178°, yang menjadikan pandangan terhadap layar semakin menyenangkan.

Pada Windows 10 yang terinstal di laptop premium, ada fitur masuk dan pembuka layar yang disebut Windows Hello, yang bisa dibuka dengan sidik jari maupun pindaian retina mata. Ya, fitur ini hanya ada di laptop premium saja. Untung saja meski bukan termasuk laptop premium, VivoBook A407 punya pemindai sidik jari yang terletak di touchpad bagian sudut kanan atasnya. Jadi VivoBook A407 bisa mengaktifkan fitur Windows Hello, yang bakal meningkatkan keamanan laptop naik beberapa anak tangga.

Fitur fingerprint pada VivoBook A407 membuat laptop jadi aman. (Gambar: Asus)

Kemanan laptop bagi kreator konten tentu sangat penting, mengingat banyak data-data di dalamnya. Ditambah lagi mereka yang gemar bekerja di luar ruangan, dimana keamanan perangkat sangat rentan disalahgunakan oleh siapa saja.

Tiga fitur dalam VivoBook A407 tadi ditunjang oleh dapur pacu Intel® Core™ i3 6006U dengan prosesor 2.0 GHz kecepatannya. Ada RAM sebesar 4GB yang bisa ditambahi hingga 8GB sebab ada satu soket SO-DIMM yang kosong disampingnya. Satu hal yang menarik lagi dari VivoBook A407 adalah keberadaan harddisk berkecepatan 5400 RPM dengan kapasitas 1TB, yang bakal membuat penyimpanan data jadi lebih lega.

Yang lebih menyenangkan, dengan beragam spesifikasi menawan dan fitur yang rupawan, VivoBook A407 dibanderol dengan harga yang berkawan. VivoBook A407UA dibanderol dengan harga Rp5.799.000 sementara VivoBook A407UB Rp6.499.000 pada saat perilisan. Nah, buat yang ingin meminang salah satu atau keduanya, tentu sudah siap dengan budget yang mesti disiapkan. Sebab kalau tidak, laptop yang bisa menunjang pembuatan konten bakal selamanya menjadi laptop impian yang tak pernah menjadi kenyataan. Kalau begitu, bukan mustahil kejadian pilu yang terdahulu bakal terulang terus-terusan.

7 Juni 2018

4 Ponsel Sejutaan Yang Pas Buat Hadiah Lebaran

Keberadaan ponsel pintar hampir menjadi barang primer di era milenial ini. Namun ada saja orang-orang yang dekat dengan kita belum memiliki benda ajaib yang satu ini. Seperti contohnya orang tua kita. Mereka punya ponsel namun menginstal WhatsApp saja tidak support. Ada pula adik atau keponakan kita yang sudah waktunya dikenalkan dengan dunia internet lewat gawai.

Kalau sedang mencari saat yang tepat untuk membelikan mereka ponsel, lebaran menjadi momentum pas. Waktu dimana silaturahim lebih terbuka serta ada THR yang bisa dimanfaatkan. Cuma masalah lain kemudian muncul, yakni pilihan ponsel yang bagus sekaligus tidak menguras kantong. Ya paling tidak, jatah THR kita masih ada separuhnya.


Orang tua, adik, ponakan, atau saudara yang baru saja mengenal ponsel pintar secara umum tergolong kelas level-entry, pemula. Maka ponsel yang cocok untuk mereka adalah ponsel di kisaran angka sejutaan, dibawah Rp1,5 juta tapi diatas Rp1 juta pas. Mengapa demikian? Ponsel yang dibawah sejuta biasanya cenderung banyak masalah, ringkih, bahkan acapkali bukan teman belajar yang baik. Kalau diatas Rp1,5 juta tentu cukup menguras kantong, 'kan?

Langsung saja ini dia deretan ponsel dengan harga sejutaan yang pas buat hadiah lebaran. Check this out!

Advan i6

Ponsel ini dirilis pada April 2018 kemarin. Advan i6 mengusung tajuk FullView Display yang banyak dipakai oleh ponsel kelas mid-range sampai flagship. Dengan bentang layar tipe HD IPS dengan lebar 5,5 inci dan rasio 18:9, Advan i6 berani bertarung di kelas entri level.

Dapur pacu Advan i6 pun cukup bagus, sebab dibekali dengan MediaTek MT6750T octa-core 1.5GHz. Lewat chipset yang ditopang oleh RAM 2GB dan memori 16GB ini, Advan i6 dibekali dengan fitur yang menjadi sales point-nya, yakni Face ID. Ya memang cukup layak jika dibeli di harga Rp1.499.000.

Meizu M6

Meizu M6 boleh dibilang ponsel low-budget dengan spesifikasi yang cukup komplit. Sebab ditilik dari dapur pacu, ponsel ini sudah didukung dengan chipset MediaTek MT6750 octa-core 1,5GHz yang ditopang pula oleh RAM 2GB dan memori 16GB.

Layarnya 5,2 inci dengan jenis HD 1280 x 720, dan satu-satunya yang membuat ponsel ini cukup terkenal adalah harganya yang Rp1.299.000 dan dijual flash sale seharga Rp999.000, sehingga disebut Redmi 5a killer.

Redmi 5a

Ponsel ini merupakan ponsel fenomenal dari Xiaomi di tahun 2018. Meski dirilis pada akhir tahun 2017, hype-nya masih bergema hingga tahun berikutnya. Alasannya cukup simpel, Xiaomi mematok harga ponsel dengan fitur hampir memasuki kelas mid-range ini di angka Rp999.000.

Spesifikasinya lebih dari cukup untuk kelas entry-level, yakni chipset Snapdragon 425, RAM 2Gb dan memori 16GB, layar 5 HD inci, serta kamera 13 MP. Spesifikasi ini sebetulnya layak kalau dibanderol di angka Rp1,5 juta. Makanya kalau di pasaran harganya Rp1,3 juta, ya sudah ambil saja, sebab harga pembaruan resminya saat ini sudah di angka Rp1.099.000.

Zenfone Live L1

Punya spesifikasi yang mirip dengan Xiaomi Redmi 5a, Asus Zenfone Live L1 sedikit lebih unggul di layar yang sudah kekinian. Dengan bentuk ramping, Zenfone Live L1 memiliki layar HD 5,5 inci dengan rasio 18:9.

Sebetulnya ponsel ini punya kans sebagai Redmi 5a killer, namun harganya yang sedikit berbeda membuat ponsel ini punya kelas tersendiri. Dan tentu saja sangat worth it buat jadi hadiah lebaran. Asus membanderolnya dengan harga Rp1.299.000, tapi flash sale. He-he-he.

Sudah ketemu dengan ponsel yang dicari? Jadi, mau pilih yang mana?

5 Juni 2018

Fenomenalnya Asus ROG Phone Jadi Ponsel Dengan Clockspeed Tertinggi

Sehari sebelum Computex dimulai, Asus mengenalkan lini terbaru dari divisi Republic of Gamers-nya. Kali ini bukan soal laptop gaming seperti yang sudah sering dibahas. Acara yang dihelat di Taiwan pada Senin (4/6/2018) ini, mengungkapkan sebuah ponsel yang khusus dibuat Asus untuk para gamer. Namanya Asus ROG Phone.

Saat melihat detail spesifikasinya, kita bakal melihat kembali ponsel gaming yang pernah dibuat, yang pernah membuat kita takjub saking canggihnya, kini jadi biasa-biasa saja bahkan medioker. Asus seperti membuat standar baru untuk ponsel gaming tahun 2018 ini. Ya seolah-olah pabrikan Taiwan ini ingin menunjukkan kalau mereka mau, ya mereka juga bisa, dan mereka tidak tanggung-tanggung membuatnya.


Saat ini, untuk ponsel yang dikhususkan gaming memang masih terbatas. Kalau tidak menunjuk Razor Phone, Nubia Red Magic, ya paling Xiaomi Black Shark. Tentu saja ponsel flagship Apple, Samsung, Huawei, dan lainnya bisa memainkan game mobile dengan kebutuhan spesifikasi tinggi dengan lancar. Sayangnya mereka tidak dibuat secara khusus untuk gaming, hanya kebetulan spesifikasi yang dimiliki bisa memainkan game dengan kebutuhan spesifikasi tinggi. Tapi tentu saja beda di feel-nya atau user experience-nya.

Asus ROG Phone ini hampir melompati pakem mobile gaming. Pakem yang sudah terpatri sejak lama adalah mobile gaming bisa dimainkan dimana saja namun dengan kualitas gambar dan tingkat kesulitan mirip seperti game di komputer biasa. Lompatan Asus ROG Phone seperti apa yang hampir melampaui pakem?

Sejak lini Republic of Gamers hadir pada 2006, laptop merek Asus dengan embel-embel ROG senantiasa hadir dengan desain yang tak biasa. Kala laptop biasa hadir dengan desain ringan, lurus, ramping, dan sesekali tampil mengilap mewah, tidak dengan laptop ROG. Desain laptop ROG tampil dengan menampilkan desain garis-garis tegas dengan pilihan warna orange maupun merah. Kesan garang senantiasa muncul dari desain laptop tersebut. Bahkan banyak aksesoris tambahan yang membuat laptop, tidak lagi memiliki desain umum sebuah laptop. Desain ini pun diadopsi oleh ROG Phone.

Di bagian belakang ada logo ROG yang cukup mencolok. Kalau ponselnya dalam posisi nyala, logo ini bakal menyala dan memendarkan cahaya warna RGB yang bisa diatur. Dibawah logo ada tulisan Republic of Gamers. Kamera dan finger print dibingkai dengan bentuk jajaran genjang yang mengesankan garis tegas. Dan ada satu lagi yang berbeda di sebelah logo tadi, yakni keberadaan lubang-lubang yang mirip speaker. Nah, ini bukan speaker tetapi sistem pendingin yang disebut Vapor-Chamber System.

Vapor-Chamber System ini bahkan ditunjang dengan aksesoris eksternal yang disertakan dalam kotak pembelian. Ya semacam kipas yang kemudian dikoneksikan ke USB Type-C yang disediakan di samping ponsel. Aksesoris ini dinamakan AeroActive Cooler. Ketika aksesoris ini dipasang, ponsel ini jadinya semakin bertambah besar. Dan ternyata ini bukan yang terakhir.


Asus memberikan TwinView Dock, yang dari namanya aksesoris ini memberikan tampilan ganda. Tapi bukan menggandakan tampilan sebagaimana cermin, tetapi kita bisa menjalankan aktivitas di ponsel tanpa harus ketinggalan dalam permainan. Ponsel tetap menjalankan permainan, dan lewat TwinView Dock pengguna bisa menjalankan aplikasi lain di ponsel tanpa gangguan. Pastinya, dua layar bakal membuat ponsel ini mirip Nokia Communicator jaman dulu tetapi dua kali lebih besar.


Aksesoris selanjutnya ada Mobile Desktop Dock yang mampu menghubungkan ponsel dengan TV, sehingga pengalaman bermain game bisa melalui layar TV maupun komputer. Mobile Desktop Dock memiliki colokan USB Type-C, USB A, RJ 45 Ethernet, colokan display, dan sebuah soket 3.5mm untuk mik dan earphone. Lewat aksesoris ini, pengguna bisa mengganti panel pengendali di ponsel dengan keyboard di komputer. Iya, kita bisa bermain game ponsel di komputer lengkap dengan pengaturan keyboard-nya. Kurang mantap apa lagi?


Terakhir, ada Asus WiGig Dock yang membuat ROG Phone jadi punya kontrol tambahan di kedua sisinya. Aksesoris ini pun bisa menyambungkan ponsel dengan televisi maupun komputer dengan koneksi Wi-Fi 802.11 ac.


Aksesoris yang dijual terpisah itulah yang membuat Asus ROG Phone hampir melampaui pakem mobility gaming. Ya, hampir. Sebab pada kenyataannya, aksesoris itu masih bisa membuat ROG Phone tetap disebut mobile, sebab keseluruhan aksesoris itu bisa dibawa-bawa secara ringkas.

Display dan Spesifikasi

Asus ROG Phone punya layar AMOLED 6 inci dengan aspek rasio 18:9 yang mampu merespon sentuhan dalam 1 ms. Sayangnya, layar ini masih kalah untuk urusan refresh rate dibandingkan Razer Phone yang sudah 120Hz. Asus berdalih refresh rate ROG Phone yang hanya 90Hz ini diklaim tidak jauh berbeda dengan angka milik Razer itu. Apalagi mata manusia tidak mampu membedakan antara 120Hz dan 90Hz. Bisa aja elu Sus...

Dapur pacu yang dipakai memang sama dengan ponsel flagship yang lain, yakni memakai chipset Snapdragon 845 octa-core, Adreno 630. Namun kalau chipset SD845 di ponsel lain hanya mentok di angka clockspeed 2,8GHz, Asus melakukan overclocking sehingga ROG Phone memiliki clockspeed 2,96GHz. Wow 'kan? Bakalan ngebut banget, apalagi ditunjang dengan RAM 8GB dan memori internal 128GB atau 512GB.

Baterai yang dipasang Asus di ROG Phone merupakan kelas monster dengan 4000mAh yang didukung oleh teknologi HyperCharge yang mampu mengisi baterai sebanyak 60% dalam waktu 33 menit saja. Baterai sebesar ini diklaim Asus mampu menjalankan game dengan koneksi Wi-Fi hingga 7 jam lamanya. Kalau dirasa kurang, silakan pasang aksesoris TwinView Dock yang juga memiliki baterai sebesar 6000mAh.

Berapakah harganya? Sayangnya Asus belum membuka harga untuk ROG Phone. Kabarnya masih dibawah harga Porsche Design yang di kisaran Rp20 jutaan. Berarti ROG Phone bakal dibanderol di Rp15 jutaan kali ya. Entahlah, nanti saja bagian ini bakal diperbarui ketika sudah ada harga resminya dan sukur kalau dipasarkan di Indonesia. Emangnya mau beli? Ya enggak ada rencana juga sih.

Inilah spesifikasi lengkap Asus ROG Phone

Spesifikasi Detail
Prosesor Exclusive 2.96GHz octa-core
Qualcomm Snapdragon 845 Mobile Platform
Grafis Qualcomm Adreno 630
Layar 6.0“ 18:9 (2160x1080) AMOLED
90Hz refresh rate with 1ms pixel response time
108.6% DCI-P3 color gamut and 10000:1 contrast ratio
10-point multi-touch (supports Glove Touch)
Discrete image processing chip supports HDR
Memori LPDDR4X 8GB RAM
Penyimpanan UFS 2.1, 128GB / 512GB
Sensor Accelerometer, e-compass, proximity sensor, Hall sensor,
ambient-light sensor, fingerprint sensor, gyroscope,
2 x ultrasonic AirTriggers
Wireless 802.11a/b/g/n/ac/ad 2x2 MIMO
Wi-Fi Direct and WiGig 802.11ad
wireless display support
Bluetooth 5.0 and NFC
GPS Supports GPS, aGPS, Glonass, BeiDou
Side I/O ASUS HyperCharge direct charging
Custom USB-C supports USB 3.1 Gen 1, DP 1.4,
fast charging (15W)
Bottom I/O USB-C supports USB 2.0, fast charging (20W),
Direct Charge, 3.5mm headphone jack
Kamera Belakang: 12MP + 8MP (120° wide-angle)
Depan: 8MP
Audio Dual front-facing stereo speakers with smart amplifier
24-bit/192KHz Hi-Res Audio
DTS Headphone:X 7.1 virtual surround-sound
Qualcomm aptX High-definition Bluetooth® wireless audio
Baterai 4.000mAh
Dimensi 158.8 x 76.2 x 8.6mm
Berat 200g

4 Juni 2018

Menginstal Google Camera di Xiaomi Mi A1 Tanpa Repot

Mi A1 merupakan ponsel Xiaomi seri Mi satu-satunya yang beredar resmi di Indonesia. Ponsel Xiaomi lainnya yang masuk lewat jalur resmi hanya seri Redmi. Kalau ada yang bertanya mengapa bisa begitu, silakan tanya kepada Xiaomi secara langsung. Artikel ini tidak membahas masalah tersebut.

Xiaomi Mi A1 merupakan ponsel mid-range dengan chipset Snapdragon 625 octa-core dengan clockspeed di angka 2.0 GHz. Dukungan RAM 4GB dengan memori 64GB membuat ponsel ini cukup ngebut dibawa bermain game dan multimedia. Dibanderol di angka Rp3 jutaan dan kini turun di Rp2,7 jutaan, Mi A1 hingga saat ini masih cukup layak. Apalagi buat mereka yang enggak suka-suka amat dengan kustomisasi Android ala MIUI.

Baca juga:



Sewaktu dibeli, Mi A1 masih mengandalkan stock Android 7.0. Beberapa bulan kemudian, ada notifikasi pembaruan Android 8.0 yang pacth security-nya terus diperbarui pula setiap bulan. Ya, inilah untungnya ponsel dengan tajuk Android One.

Sayangnya meski dilabeli dengan nama Android One, Mi A1 tidak serta merta mendapatkan fasilitas terbaik dari Google. Misalnya setiap ada fitur baru, pengguna Mi A1 jarang mendapatkannya. Bahkan untuk Google Camera yang notabene sudah dirilis Google sejak 2014 silam, pengguna Mi A1 belum mendapatkannya di ponsel mereka. Padahal Google Camera ini terkenal bagus untuk mengambil gambar dan video, juga ada fitur bokeh yang presisi, HDR, panorama, serta photo sphere yang mampu mengambil foto dengan sudut 360 derajat.


Dengan banyaknya ulasan positif soal Google Camera, banyak dari pengguna Mi A1 yang ingin memasangnya. Sayangnya, sejak dulu cara untuk memasang Mi A1 adalah dengan cara root. Ya memang sih, ponsel Xiaomi sudah terbiasa di-root dan diperbolehkan oleh pabrikan asal China ini. Sayangnya ini bukanlah ponsel Xiaomi biasa. Sebab apabila pengguna Mi A1 melakukan root, ponsel ini tidak akan lagi mendapatkan pembaruan dari Google. Sayang banget.

Kalaupun penasaran dengan mencarinya di Play Store, kita tak akan menemukan aplikasi ini. Google menyembunyikannya dari hasil pencarian. Jika kebetulan ada yang membagikan pranala Google Camera di Play Store secara langsung, bakalan ada tanda kalau perangkat yang dimiliki tidak kompatibel. Iya, sih kompatibelnya dengan ponsel ber-chipset Snapdragon seri 800-an. Nah, bagaimana sih caranya memasang Google Camera tanpa root dan tanpa repot sama sekali? Yuk, ikuti caranya berikut ini.

  1. Silakan unduh aplikasi Google Camera dengan ponsel Mi A1 anda di APKMirror.
  2. Kalau sudah diunduh, cari filenya di aplikasi unduhan di ponsel anda.
  3. Sebelum melakukan instalasi, pastikan kalau anda sudah mengijinkan ponsel untuk menginstal sumber diluar PlayStore.
  4. Instal saja seperti biasa, dan selesai.

Google Camera memiliki tampilan yang sangat sederhana. Untuk tombol pilihannya, cuma tersedia Video, Camera, Lens Blur, Panorama, dan Photo Sphere. Pengaturannya pun tak banyak, hanya ada timer, grid, HDR, flash, dan pilihan kamera depan atau belakang. Ya, simpel. Google Camera sesimpel kegiatan memotret yang hanya mencari obyek dan menekan tombol rana saja. Sisanya biarkan kecerdasan Google Camera bekerja dan kemampuan sensor dalam membaca cahaya.

Sebagai contoh, berikut saya sertakan hasil foto bokeh menggunakan Google Camera:

Hasil bokeh pada kondisi sore hari terkena backlight.
Hasil foto pada siang hari, dengan cahaya yang cukup.
Obyek fokus yang lebih dekat, bokehnya lebih bagus.