Cara Mengganti Jenis Iklan yang Dilihat di Facebook

Facebook sering memunculkan iklan di beranda penggunanya. Postingan berupa iklan ini akan ditandai dengan 'sponsored' di bawah akun pengunggahnya. Kalau dulu kita tak pernah tahu mengapa iklan ini bisa muncul, sekarang Facebook memberitahukannya.

Ada fitur baru dari facebook yang bernama "Why am I seeing this ad?" atau "Mengapa saya melihat iklan ini?". Eh, baiklah fitur ini sebetulnya sudah ada sejak empat tahun silam. Namun Facebook memperbaruinya pada 11 Juli 2019.


Sejak empat tahun silam, fitur "Why am I seeing this ad?" ini hanya memunculkan dua garis besar terkait iklan yang muncul. Pertama, terkait peta demografi pengguna Facebook sendiri, misalnya lokasi pekerjaan, jenis kelamin, pendidikan, dan lain sebagainya. Kedua, situs-situs yang pernah dikunjungi diluar Facebook. Nah, buat yang belum tahu, Facebook memang memata-matai aktivitas kita di internet.

Pembaruan terhadap fitur "Why am I seeing this ad?" tersebut memberi penjelasan lebih spesifik mengapa iklan tersebut muncul di beranda pengguna. Alasannya lebih detil mengapa kita menjadi target dari iklan tersebut. Singkat kata, Facebook membuka hasil pembacaannya terhadap penggunanya.

Hasil pembacaan algoritma Facebook terhadap pengguna ini akan dibuka setelah kita menggunakan fitur "Why am I seeing this ad?" tersebut. Disitu bakal terlihat kalau kita berminat pada bidang A, B, X, Y, dan seterusnya. Kemudian Facebook juga menjelaskan kalau hasil pembacaan itu datang darimana. Datanya bisa diambil dari klik suka terhadap fanpage maupun situs yang dikunjungi.

Memangnya Facebook sebaik itu?

Menurut saya ini kabar yang cukup baik. Sebab Facebook mengupayakan sebuah transparansi terhadap bagaimana mereka bekerja dan menggunakan data penggunanya. Akan tetapi apakah Facebook juga tidak diuntungkan dari perubahan mekanisme pembacaan iklan ini? Oh, tentu saja Pulgoso! Facebook jelas diuntungkan dengan pembaruan "Why am I seeing this ad?" ini.

Pembaruan ini bakal membuat pengguna yang memahami akan mengubah preferensi iklannya. Dia akan mengganti minatnya dengan sebenar-benarnya minat yang disukainya. Atau opsi pengguna lainnya, dia bakal menghilangkan agar iklan itu tak muncul lagi. Yang berarti iklan itu memang tak disukainya.

Dari dua opsi itu saja, Facebook mendapatkan penargetan lebih baik. Pertama buat orang yang ingin mengganti preferensi iklan kepada hal-hal yang disukainya saja. Maka Facebook mendapatkan target lebih detil dari pengguna semacam ini. Artinya pengiklan pun senang sebab konversinya bakalan semakin baik.

Kalau untuk pengguna jenis kedua, Facebook juga bisa mengetahui kalau iklan yang disuguhkan ternyata tidak disukai. Itu berarti Facebook bisa menggantinya dengan iklan yang lebih disukai. Jika iklan tersebut tidak disukai lagi, Facebook akan mencoba dengan iklan yang lain sampai ada iklan yang diklik orang tersebut. Ya, Facebook selalu menang.


Jadi kalau pembaruan "Why am I seeing this ad?" tadi dianggap lebih berpihak kepada pengguna, maaf anda salah.

Untuk mengetahui bagaimana fitur ini bisa dipergunakan, silakan anda rujuk video berikut.



Cara Mengubah Preferensi Iklan

Sekarang Facebook menyediakan menu Ad Preferences yang bisa diakses di https://www.facebook.com/ads/preferences. Di sini anda bisa mengetahui ketertarikan anda terhadap berbagai hal yang berhasil direkam oleh Facebook sejak pertama kali anda memiliki akun.

Misalnya anda pernah mengklik fanpage tentang 5 Minutes Craft, maka di laman ini akan muncul ketertarikan tentang Do it Yourself (DIY) di menu Hobi dan aktivitas. Begitu juga dengan hal-hal yang lain. Ada yang langsung memunculkan fanpage resmi, ada juga fanpage yang tercipta secara otomatis dari Facebook sendiri.

Pada masing-masing minat tadi, ada logo 'x' atau tanda silang kalau dibuka di komputer. Namun kalau melalui smartphone, tombol silang ini tidak ada. Yang ada hanyalah simbol titik tiga yang bisa diklik.

Klik tanda silang untuk menhilangkan minat di preferensi iklan Facebook.


Untuk mengubah preferensi iklan, silakan klik tanda silang tadi untuk menghilangkan minat tersebut. Kalau di smartphone, silakan klik titik tiga tersebut dan pilih 'remove'. Kalau mau banyak preferensi yang hilang, silakan hapus semuanya saja. Tapi apakah betul-betul tak ada fanpage yang kita sukai?

Kalaupun preferensi tadi dihapus semuanya, Facebook tetap memunculkan iklan. Sebab apa yang kita unggah, apa yang pernah diklik, grup apa yang sering dikomentari, dan apa yang pernah dibagikan oleh penggunanya selalu diketahui oleh Facebook. Dan aktivitas tersebut akan memunculkan preferensi baru dan tentu saja bakal menghadirkan iklan yang baru.

Ya, tak ada cara untuk menghilangkan iklan di Facebook. Lhah Facebook itu berbayar kok. Cuma alat pembayarannya bukan memakai uang, tetapi memakai data pribadi kita untuk dipergunakan sebagai target iklan.

Atasi Mata Kering dengan Insto Dry Eyes

Buat yang pernah mengalami mata kering, pasti tahu betapa tidak nyamannya gangguan mata yang satu ini. Meski sumber sakitnya di bagian depan, tapi keseluruhan kepala rasanya ikut-ikutan sakit juga.

Mata kering merupakan kondisi dimana mata tidak mendapatkan lubrikasi yang normal. Kondisi ini menyebabkan mata sangat rentan terganggu oleh benda asing dari luar. Dalam istilah kedokteran, mata kering disebut keratoconjunctivitis sicca.

Secara fisik, mata kering bisa tampak sebab biasanya bola mata menjadi berwarna kemerah-merahan. Selain warna bola mata yang sedikit berubah, mata kering juga bisa tampak sembab. Hal ini dikarenakan kelenjar air mata merespon mata yang kering itu dengan menghasilkan lebih banyak air mata.

Untuk yang tidak memiliki gejala fisik seperti diatas, mata kering juga memiliki banyak gejala lain yang tidak tampak. Beberapa gejalanya seperti mata pegel, perih, dan sepet. Gejala ini disebabkan oleh banyak faktor.

bye bye mata kering

Faktor Penyebab Mata Kering

Sepengalaman saya, faktor yang menyebabkan mata kering sangat banyak. Sebab meskipun memiliki kelopak yang berguna untuk melindungi, namun mata tidak serta merta aman setiap saat. Hal ini disebabkan fungsi mata sendiri sebagai organ penglihatan yang hanya diistirahatkan ketika tidur. Saat mata dibawa beraktivitas, potensinya untuk terganggu oleh banyak hal sangat besar.

Saya sendiri pernah mengalami mata kering semacam ini. Aktivitas saya sebagai pekerja sosial cukup menumbuhkan potensi terserang gejala-gejala mata kering diatas. Sebab selain banyak beraktivitas diluar ruangan, berurusan dengan entri data di depan komputer dan smartphone juga hampir sama durasinya.

Pada mulanya saya tak terlalu menghiraukan ketika mata lelah. Karena bisa jadi hal tersebut disebabkan karena saya berkendara cukup lama menuju ke wilayah dampingan. Untuk mengatasinya kadang-kadang hanya dikompres dengan air hangat saja agar otot-otot mata kembali normal. Tindakan ini kadang berhasil, namun lebih sering gagal. Kalau gagal malah jadi perih, karena mata kemasukan air.

Kalau mengingat-ingat jalan menuju lokasi dampingan saya yang penuh debu, karena ada sebagian yang masih belum diaspal, sebagian lagi jalannya rusak, dan hampir separuh lagi berupa jalan sawah yang masih berupa tanah, memang sangat mungkin menjadi penyebab mengapa mata terasa perih-perih gitu. Bahkan ketika menemui jalan yang tak berdebu sama sekali, terpaan angin sawah di musim kemarau yang dingin seperti sekarang cukup membuat mata perih juga.


Gejala ini ditambah akibat seringnya saya beraktivitas di depan komputer. Baik karena melakukan entri tugas pekerjaan, maupun aktivitas menjadi bloger. Aktivitas ini kerap saya lakukan hingga larut malam karena siangnya mesti ke lapangan. Mungkin ini yang menyebabkan mata pegel.

Kalaupun tidak di depan komputer, aktivitas saya yang lain ya seperti orang-orang pada umumnya. Misalnya mengunjungi media sosial, berselancar di situs-situs informasi, dan utamanya bermain game. Semuanya dilakukan melalui smartphone.

Rutinitas saya bersama smartphone cukup intens. Apalagi sekarang ketika tugas entri data di pekerjaan bisa menggunakan smartphone. Sebelum amanah pekerjaan pun, smartphone sudah menjadi sarana digital yang jauh lebih sering dibuka daripada komputer. Setelah saya tahu, kebiasaan ini ternyata yang menjadi penyebab mengapa mata sepet.

Kalau beraktivitas di rumah, mata perih semakin tidak menemukan kesembuhannya. Sebab ada pendingin ruangan di rumah agar anak saya merasa nyaman. Kenyamanan anak tentu kebahagiaan saya. Tetapi masalahnya, saya tidak nyaman dengan hawa dingin dari AC.

Kalau bertemu AC, kalau bisa dimatikan, ya lebih bagus. Namun adakalanya demi kepentingan bersama, saya yang mesti jauh-jauh dengan benda yang satu ini. Paling tidak, jauh dari hembusan anginnya secara langsung. Sebab meski tidak langsung masuk angin, hembusan AC membuat mata perih.

Faktor-faktor seperti debu jalanan, sering berkendara, lama di depan komputer dan smartphone, terkena AC, memang menjadi beberapa faktor penyebab mata kering. Faktor lainnya juga sangat mungkin menyebabkannya, seperti terlalu lama membaca buku, terkena hembusan hair dryer, atau apapun saja aktivitas yang membuat mata jarang berkedip. Tetapi ada juga faktor internal seperti gangguan hormon maupun efek samping dari obat-obatan yang menyebabkan mata kering.

Selain itu usia juga memiliki pengaruh yang cukup signifikan. Semakin tua usia seseorang, maka potensi terkena mata keringnya cukup besar. Hal ini disebabkan kelenjar air mata yang dimilikinya mengalami penurunan produksi air mata seiring menuanya usia.


Solusi Mengatasi Mata Kering

Saya sering disarankan oleh istri untuk mengurangi durasi di depan layar komputer dan menatap smartphone. Tujuannya sangat baik, sebab berguna mengurangi gejala mata kering. Namun kedua hal tersebut terkait pekerjaan saya untuk mengentri data dan hobi saya sebagai bloger.

Banyak yang menyarankan juga agar banyak memakan ikan laut, sebab sumber makanan tersebut mengandung banyak omega-3. Kandungan tersebut bermanfaat buat menyehatkan mata dan mengurangi mata kering. Untunglah saya gemar makan ikan laut, apalagi dibakar, dan lebih senang lagi kalau ditraktir.

Mereka tidak menyarankan saya untuk meninggalkan rokok. Sebab saya memang tidak merokok. Tetapi saya sudah sebisa mungkin menghindari orang-orang yang merokok, agar tidak menjadi perokok pasif.

Faktor-faktor yang menyebabkan mata kering diatas sebisa mungkin saya hindari. Tetapi adakalanya terpaksa karena tuntutan pekerjaan atau kebutuhan hobi. Untuk itulah terakhir yang saya lakukan adalah menggunakan obat tetes mata.

Untuk obat tetes mata, saya memakai Insto dari Combiphar. Merek yang satu ini sudah menjadi langganan setia apabila mata tiba-tiba merah karena beberapa sebab. Namun kali ini ada yang unik dari Insto.

Saya sempat bingung saat bermaksud mengambil Insto dari rak obat-obatan di toko ritel. Sebab disitu Insto terdiri dari dua macam. Pertama ada Insto dengan kemasan berwarna hijau bergradasi ke putih. Kemudian yang kedua ada Insto dengan kemasan hijau bergradasi ke putih lalu biru di bagian bawahnya. Setelah saya amati dengan seksama, keduanya berbeda. Insto yang pertama bertuliskan Insto Regular, sementara yang kedua bertuliskan Insto Dry Eyes.

Saya pun mengambil yang kedua, Insto Dry Eyes. Sebab peruntukkannya memang berbeda dibandingkan yang reguler. Insto Dry Eyes diperuntukkan khusus buat mengurangi gejala mata kering seperti yang telah disebutkan diatas. Obat tetes mata ini mengandung Hydroxypropyl methylcellulose, sebuah zat yang memiliki kandungan yang mirip dengan air mata.

Oh iya, sekadar informasi saja, air mata yang berfungsi melumasi bola mata itu mengandung tiga hal besar, yakni lemak, lendir, dan air. Fungsi air mata sendiri selain memberikan pelumas agar mata tidak kekeringan, juga bisa mengusir bakteri jahat dari mata. Nah, Insto Dry Eyes ini dibuat semirip mungkin dengan air mata. Singkatnya obat tetes mata ini merupakan air mata buatan.

Buat yang baru pertama kali mencoba Insto Dry Eyes, rasa di matanya sedikit berbeda dengan Insto reguler atau Insto sebelumnya. Kalau dulu, bahkan obat tetes mata apapun bakal memunculkan rasa pahit di tenggorokan. Nah, Insto Dry Eyes ini enggak. Tetes mata yang ini hanya menimbulkan sensasi adem, dan selang beberapa saat gejala mata kering pun berangsur-angsur menghilang.

bye mata kering
Kini Insto Dry Eyes menjadi bawaan wajib.
Itulah mengapa, saat ini Insto Dry Eyes menjadi bawaan wajib ketika saya beraktivitas. Sebetulnya saya berharap saya tak pernah menggunakannya. Tetapi daripada nanti mata kering ini menjadi semakin parah lebih baik mencegahnya terlebih dulu. Bye, mata kering!

Tentang Pemblokiran Smartphone Black Market yang Wajib Diketahui

Google pernah melakukan survey tentang apa saja yang dipertimbangkan konsumen Indonesia sebelum membeli smartphone. Hasilnya menunjukkan kalau kecepatan menjadi prioritas pertama sebelum konsumen membeli smartphone. Disusul kemudian oleh baterai, memori, dan terakhir barulah kamera.

Survey yang dipaparkan oleh Google kepada media pada Mei 2019 tersebut mengambil responden sebanyak 2.000 orang dengan usia diatas 18 tahun. Responden tersebut dipilih karena baru saja membeli smartphone baru dalam tiga bulan terakhir. Selain itu, data yang dipakai Google juga diambil dari Google Search, YouTube, dan lembaga riset Canalys pada kuartal IV tahun 2018.


Artinya apa sih? Dengan beberapa alasan konsumen dalam membeli smartphone diatas, darimana smartphone itu berasal bukan jadi pertimbangan utama. Apakah smartphone itu masuk ke Indonesia melalui jalur resmi atau melalui jalur impor langsung, tidak terlalu diperhatikan oleh calon konsumen. Yang berkembang di tengah-tengah konsumen itu adalah smartphone itu garansinya terbagi dua. Ada yang bergaransi resmi, ada juga yang bergaransi distributor.

Menurut pengalaman saya juga, konsumen memang tak terlalu peduli soal resmi atau tidak garansi yang dimiliki sebuah smartphone. Yang mereka butuhkan adalah apakah smartphone yang mereka cari ada di toko atau tidak. Kalau ada, harganya cocok, ya dibungkus. Mungkin perhatian terhadap ini ada, tapi perhatiannya tidak begitu besar dan kalah oleh kebutuhan dalam membeli smartphone yang diincarnya.

Itulah mengapa bisnis smartphone yang kerap disebut smartphone black market ini muncul. Hal ini sejalan dengan konsep hukum ekonomi dimana ada permintaan maka disitu akan selalu ada yang memberikan penawaran. Apalagi smartphone black market ini biasanya memiliki harga yang lebih murah daripada yang bergaransi resmi.

Mengapa smartphone black market bisa berharga lebih murah? Karena mereka hanya membayar biaya masuk saja. Itupun kalau membayar biaya masuk. Bagaimana kalau smartphone tersebut hasil selundupan. Sementara yang bergaransi resmi harus memenuhi kewajiban membayar pajak, mengikuti aturan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri), dan lain-lain yang membuat harganya terkatrol naik. Menurut berbagai informasi, negara dirugikan sebesar Rp2,8 triliun per tahun gara-gara masuknya smartphone black market ini.

Nah kali ini santer terdengar kabar kalau pemerintah akan melakukan pemblokiran smartphone black market. Ada tiga kementerian yang terlibat, yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan. Mereka sedang merampungkan aturannya agar rencana pemblokiran ini bisa segera dilaksanakan tanpa merugikan banyak pihak.

Tiga kementerian ini akan melakukan tugas yang berbeda. Kemenkominfo bakal memberlakukan regulasi yang mengatur IMEI (International Mobile Equipment Identity) alias nomor identitas khusus yang dikeluarkan oleh GSMA (Global System Mobile Association untuk setiap keping SIM (Subscriber Identity Module). Melalui aturan ini Kominfo bakal memaksa provider telekomunikasi untuk melakukan pengawasan terhadap IMEI yang terhubung dengan kartu SIM yang mereka keluarkan. Apabila tidak terdaftar di data base maka smartphone tersebut akan diblokir.

Sementara itu, Kemenperin yang selama ini sudah mengatur soal TKDN, akan diminta juga mengeluarkan aturan yang senada sesuai dengan kapasitasnya. Sementara Kemendag bakal diposisikan sebagai pengawas pasar untuk mengawasi masihkah smartphone black market ini beredar setelah ada aturannya.

Cuma banyak isu-isu yang cukup membuat panik pengguna smartphone black market saat ini. Kalau diblokir, tentu mereka bakal rugi. Sementara mereka pun membeli di toko yang terbuka dan tidak sembunyi-sembunyi. Maksudnya kalaupun dilarang, ya seharusnya ada pembinaan khusus agar toko itu tidak menjual smartphone black market.

Makanya ada beberapa poin yang saya coba rangkum dari berbagai sumber terkait isu semacam ini.

1Apabila aturannya sudah jadi, smartphone yang diblokir hanya yang beredar di pasar saja. Kalau yang sudah diaktifkan bersama dengan kartu SIM, atau dengan kata lain sudah dipergunakan oleh masyarakat, itu tidak akan diblokir.
2Istilah pemblokiran terhadap smartphone ini bukan berarti smartphone tersebut mati total. Hanya saja fungsinya untuk menangkap sinyal provider akan ditutup. Saat ini mesin DIRBS (device identification, registration, and blocking system) yang dipergunakan untuk mendeteksi IMEI dan memblokir smartphone-nya sudah sampai di Indonesia. Meskipun diblokir, smartphone tersebut masih bisa dipergunakan normal untuk berinternet, namun dengan jaringan Wi-Fi.
3Pembelian smartphone dari luar negeri tidak akan bisa dipasangkan dengan kartu SIM lokal. Artinya smartphone tersebut nasibnya bakal sama dengan smartphone black market. Hal ini secara tidak langsung tentu bakal mengganggu kunjungan wisatawan dari luar negeri. Sebab smartphone mereka bakal terdeteksi sebagai smartphone black market karena IMEI-nya tidak terdaftar.
4Investasi untuk alat identifikasi perangkat atau EIR (Equipment Identity Register) yang harus dimiliki oleh provider masih simpang siur. Apakah alat yang tidak murah itu harus disediakan oleh pemerintah ataukah provider itu melakukan investasi sendiri. Ini yang masih menjadi bahan diskusi.
5Pemerintah sedang menyiapkan aturannya mengenai pendaftaran smartphone black market. Artinya ketika anda menginginkan smartphone diluar negeri yang belum masuk ke Indonesia, bisa mendaftarkan smartphone tersebut dengan mekanisme tertentu. Sehingga tetap bisa dipergunakan sebagaimana biasa.
6Tanggal 17 Agustus 2019 dianggap sebagai dimulainya waktu pemblokiran. Ternyata itu kurang tepat. Yang benar adalah pemerintah, yakni Kemkominfo, Kemendag, dan Kemenperin bakal menandatangani peraturan masing-masing pada tanggal tersebut. Jangka waktu pelaksanaan aturan tersebut masih sangat tentatif dan belum ada yang mengetahuinya apakah sebulan kemudian, enam bulan kemudian, atau setahun kemudian.

Beberapa poin di artikel ini sudah saya perbarui. Saya ucapkan terima kasih kepada Ario Pratomo dan Wisnu Kumoro yang sudah mewawancarai Plt. Humas Kemkominfo, Ferdinandus Setu, sehingga ada kejelasan terkait pemblokiran smartphone black market ini.

Itulah beberapa poin yang perlu diketahui terkait wacana pemblokiran smartphone black market. Semuanya masih belum final sebab aturannya masih dirumuskan. Kalau aturan itu sudah disahkan, halaman ini akan saya perbarui. Terima kasih, semoga teman-teman berbahagia selalu.

Pengalaman Ikut Reksa Dana Modal Rp10.000 di Bukalapak

Tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, tempat dimana saya bekerja tidak memberikan tunjangan hari raya (THR). Tentu saja setiap tahunnya anak dan istri di rumah merasakan kesedihan yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya pula. Sedih bukan karena tidak mau bersyukur dan merasa tidak cukup, tetapi perasaan melihat pekerja di bidang lain menerima tunjangan itu membuat rasa itu hadir begitu saja.

Soal gaji setiap bulan, untuk hidup di kota kecil Indramayu, kami merasa cukup. Sudah pun gaji diatas UMR, apatah lagi ketika melihat ke tempat kerja lain banyak yang masih memberikan gaji dibawah ketentuan. Rasa syukur itu selalu membuncah. Namun tentu saja THR berbeda. Ia merupakan manifestasi perhatian pemberi kerja kepada pekerjanya, meskipun statusnya tenaga kontrak, di hari raya.

Beberapa hari setelah hari raya Idul Fitri, istri memberikan ide agar menyisihkan uang harian sebesar Rp5.000 hingga Rp10.000. Ia pun membuat celengan dari kardus bekas minuman ringan. Pinggirannya diberi selotip dan bagian atasnya dilubangi untuk memasukkan uang kertas. Dan bagian paling uniknya adalah idenya untuk memberi nama celengan tersebut sebagai 'celengan THR'.

Idenya adalah celengan tersebut dipergunakan sebagai tabungan, yang hanya dibuka ketika hari raya tiba. Ia tak mau mengetahui isinya berapa, yang jelas saya harus menggunakan uang tersebut untuk diberikan kepadanya sebagai THR. Berapapun besarnya, judulnya adalah THR. Kalau dihitung-hitung, jika saya menabung lima hari sebesar Rp10.000, maka dengan asumsi setahun adalah 300 hari, dibagi 5, maka hingga hari raya tiba kira-kira celengan itu akan berisi Rp.600.000. Memangnya uang segitu cukup untuk THR? Ya cukup lah untuk meramaikan meja dengan aneka ragam hidangan atau membeli dua baju takwa.

Sialnya, saya orang yang paling tidak bisa menabung di celengan. Ada saja tindakan jahil untuk mengorek tabungan tersebut. Apalagi celengan kali ini berbahan kardus. Dengan sekali sobek, selotip pembungkusnya pun melebar dan menunjukkan lembaran uang didalamnya. Seminggu menabung, uang didalamnya ternyata sudah berjumlah Rp85.000. Nominal yang lebih dari cukup untuk membeli kuota internet. Dan 'celengan THR' itu hanya berumur seminggu saja.

Saya pun merasa bersalah dengan tindakan mencongkel celengan kardus tersebut. Rasa bersalah ini yang membawa saya mencari alternatif menabung agar terhindar dari pencongkelan celengan demi kebutuhan yang sebetulnya dipaksakan. Rasa bersalah itulah yang kemudian membawa saya memutuskan untuk mendaftar reksa dana saat berselancar mencari kebutuhan kamera di Bukalapak.


Reksa dana merupakan sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal atau investor. Dana yang telah terkumpul itu nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi, ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito. Jadi ketika kita mendaftar lalu menyetorkan sejumlah uang ke reksa dana, kita disebut sebagai investor.

Masalahnya, saya menganggap kalau mendaftar reksa dana membutuhkan banyak modal. Jadi meski ingin ikut-ikutan menjadi investor reksa dana sejak lama, saya selalu mengurungkan niat. Hingga ketidaksengajaan itu hadir dan menemukan jalannya. Sebab ikut berinvestasi di reksa dana ternyata bisa dengan modal Rp10.000 saja. Caranya bagaimana?

1Silakan buka aplikasi Bukalapak di smartphone anda. Kemudian pilih semua kategori dan carilah menu Pinjaman dan Investasi. Di menu inilah Bukalapak menempatkan reksa dana. Namanya BukaReksa dengan logo kombinasi antara Rp+ dan grafik menanjak.
2Untuk yang pertama kali mengenal reksa dana, ada simulasi untuk mengetahui sikap, pengetahuan, dan kebutuhan anda dalam berinvestasi. Setelah uji wawasan reksa dana selesai, anda akan ditawarkan lagi untuk mengisi kuesioner untuk mengisi profil resiko agar tidak salah pilih dalam membeli produk.
3Sebelum membeli produk reksa dana, silakan daftarkan diri anda terlebih dahulu untuk memiliki akun reksa dana. Akun ini merupakan sebentuk KYC (know your customer) kalau di bank. Siapkan KTP, dan isi seluruh formulir yang tersedia. Kalau sudah aplikasi akan meminta anda untuk menunggu dua hari bursa untuk mengetahui apakah akun anda diterima atau ditolak.
4Sebelum aplikasi itu disetujui, anda bisa membeli reksa dana di menu produk. Silakan pilih produk yang, menurut saya, memiliki grafik bagus. Grafik ini muncul di samping nama produk yang akan dibeli. Sekadar informasi, saya membeli Reksa Dana Syariah Mandiri Bukareksa dengan nilai NAB Rp1.100-an per unit. Minimal pembelian adalah Rp10.000. Sehingga ketika saya membayar sebesar Rp25.000 hasil cashback pembelian rekening listrik, saya mendapatkan 22,4 unit NAB. Nah, NAB ini merupakan singkatan dari nilai aktiva bersih alias jumlah unit yang dikelola oleh manajer investasi atas produk reksa dana kita.
5Silakan beli reksa dana yang diinginkan. Proses ini sama seperti kita membeli barang di Bukalapak seperti biasanya. Pembelian ini akan diproses dua hari bursa. Jadi setelah pembelian, anda tidak akan langsung bisa melihat profil reksa dana anda di Bukalapak. Setelah pembelian berhasil, akan ada notifikasi yang muncul dari aplikasi Bukalapak. Setelahnya anda baru bisa melihat profil akun anda, dimana Bukalapak membuatnya dengan animasi tanaman yang cukup menarik.

Portofolio investasi di Bukalapak nanti tampilannya seperti ini.

Sebetulnya sangat tidak disarankan untuk memulainya dengan nominal Rp10.000 saja. Alangkah lebih baik, anda membeli paket yang disediakan. Misalnya ada paket reksa dana dengan beberapa produk dengan pembelian minimal Rp500.000. Sebab selain tumbuhnya lebih cepat, pemotongan saldo mengendap sebesar Rp10.000 tidak akan begitu berpengaruh terhadap nominal yang bisa diambil.

Mengikuti reksa dana tentu saja tidak bisa dipergunakan untuk kebutuhan mendadak. Itulah kenapa model tabungan semacam ini hanya diperuntukkan buat kebutuhan jangka panjang. Bahkan profilnya cenderung beresiko meskipun kita mengambil resiko paling rendah sekalipun. Sebab produk yang kita pilih tadi merupakan sebuah usaha yang memiliki kemungkinan (meskipun sedikit) untuk pailit.

Tetapi begitulah resikonya. Dan menurut saya resikonya cukup sepadan, sebab uang tersebut akan bertambah. Semakin besar kita menaruh uang, maka semakin besar pula resikonya. Tetapi peluang untuk cepat mendapatkan untung juga semakin besar.

Dengan mengikuti reksa dana ini, mudah-mudahan saya bisa memberikan THR kepada kepada keluarga.

Tentang Better Ads Standards dan Imbasnya pada Publisher Adsense

Buat yang membuka dasbor Google Adsense sekarang, pasti ada yang bertanya-tanya perihal kemunculan notifikasi Better Ads Standards Global. Notifikasi ini kemudian diikuti pemberitahuan tentang standar iklan yang lebih baik yang mulai berlaku pada 9 Juli 2019. Mulai tanggal tersebut maka iklan yang tidak memenuhi standar tidak akan muncul dan terlihat oleh pengguna.


Apa itu Better Ads Standards?

Pada mulanya ada sebuah koalisi yang terdiri dari 128 perusahaan biro iklan. Mereka ini membuat sebuah standar tentang iklan yang muncul di internet, baik situs mobile maupun desktop. Standar ini mengatur tentang iklan mana yang akan muncul dan iklan mana yang tidak bisa muncul di peramban atau aplikasi pengguna situs. Penerapan standar ini sebelumnya diawali oleh sebuah penelitian.

Penelitian yang mendasari Better Ads Standards ini dilakukan di Eropa dan Amerika Utara (Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko). Ada 66.000 pengguna internet yang dijadikan sampel. Mereka diberikan berbagai macam iklan, mulai dari iklan banner biasa, iklan video, sampai iklan pop-up dengan waktu mundur. Penelitian ini berguna untuk meneliti tentang persepsi pengguna internet sebuah iklan.

Kesimpulan dari penelitian tersebut menghasilkan persepsi terhadap berbagai jenis iklan yang muncul di situs mobile dan situs desktop. Untuk situs mobile sendiri ada 8 jenis iklan yang kurang diminati bahkan cenderung mengganggu pengalaman menggunakan situs. Iklan tersebut antara lain: iklan pop-up, iklan yang muncul sebelum situs dibuka, iklan yang memenuhi 30% halaman situs, animasi flash, iklan yang muncul setelah situs dibuka dengan hitung mundur untuk ditutup, iklan bergulir yang memenuhi seluruh halaman, iklan besar yang menempel, dan iklan video bersuara yang berjalan secara otomatis.

Kemudian kesimpulan penelitian terhadap iklan pada situs desktop menghasilkan empat jenis iklan yang juga cenderung mengganggu. Iklan tersebut diantaranya: iklan pop-up, iklan video bersuara yang berjalan secara otomatis, iklan yang muncul sebelum situs dibuka dengan hitung mundur, dan iklan banner besar yang menempel. Iklan-iklan tersebut akhirnya diputuskan tidak memenuhi standar.


Hasil lain dari penelitian tersebut membuktikan juga kalau persepsi pengguna di Amerika dan Eropa tersebut ternyata sama atas sebuah iklan. Sehingga koalisi merumuskan bahwa persepsi yang sama pun akan ditunjukkan oleh pengguna lain secara global. Untuk itulah pada Januari 2019, koalisi memutuskan kalau standar tersebut harus mulai diterapkan. Dan tanggal pastinya sudah dirumuskan seperti diatas.

Imbasnya Bagi Publisher Adsense

Bersama Google Ads, Adsense merupakan ekosistem periklanan dari Google. Adsense yang menempatkan iklan, Google Ads yang menampung dan mencari pengiklan. Google sendiri merupakan anggota dari koalisi yang akan mematuhi Better Ads Standards. Sehingga sebagai produk layanan dari Google, baik Adsense maupun Google Ads tentu saja mengikuti standar tersebut.

Sebagai bagian dari ekosistem periklanan Google, publisher Adsense tentu wajar apabila bertanya-tanya tentang standar ini. Namun kalau dipikir-pikir, Adsense sendiri sebetulnya cukup lama menerapkan standar ini terhadap para publisher Adsense. Cuma ada beberapa publisher yang mengambil kesempatan dengan mengakali kode iklan untuk ditempel pada jenis iklan-iklan yang mengganggu, misalnya pada iklan besar yang menempel diam di halaman situs (sticky ads).

Untuk mengatasi publisher yang kurang memenuhi standar itulah, Google akhirnya mengambil momentum penerapan standar itu dengan melakukan bersih-bersih iklan melalui Chrome. Iklan yang tidak memenuhi standar tidak akan muncul di halaman yang sedang dibuka pengguna. Para publisher bisa melihat apakah iklan di situs mereka memenuhi standar atau tidak dengan mengunjungi Ad Experience Report. Tapi laporan ini baru efektif setelah tanggal 9 Juli 2019.

Nah, sebelum situsnya tidak bisa menampilkan iklan pada peramban sejuta umat Chrome, dipersilakan untuk mengulas sendiri di situsnya. Masih ada atau tidak ke-12 jenis iklan yang mengganggu tersebut. Kalau ada, ya tentu sangat disarankan agar segera dicopot agar situs tidak mendapatkan hukuman dari Google.

Buat saya sendiri, penerapan standar ini cukup fair. Artinya bakal ada persaingan yang sehat, sebab bakal tercipta publisher yang mematuhi penempatan iklan sesuai dengan standar. Jadi kalaupun bisa lolos dari patroli Adsense, kali ini Chrome pun ikut menyaring untuk membuat pengguna internet lebih nyaman.

Kalau pihak pengiklan dan publisher sudah memfokuskan agar pengunjung situs tidak terganggu dengan iklan yang mengganggu, ya masa sih tega buat memasang Adblocks, hehehe.

Cara Memasang Facebook Messenger di Blog

Pernahkah anda melihat situs-situs besar yang melayani konsumennya dengan plugin aplikasi chatting? Keberadaan aplikasi chatting ini tentu memudahkan bagi konsumen maupun calon konsumen untuk menghubungi pengelola situs. Sang empunya situs pun diuntungkan karena pelayanan terhadap calon konsumen dan konsumen lama terjaga dengan baik. Sehingga ada hubungan timbal balik dua arah yang saling menguntungkan.

Pada banyak situs besar, yang dipasang memang plugin aplikasi chatting yang kurang familiar bagi blogger seperti saya. Kalaupun bisa dicari cara-caranya di Google untuk pemasangan aplikasi tersebut, persyaratan dasar pun tidak bisa terpenuhi. Sebab biasanya aplikasi tersebut selain berbayar, juga hanya berjalan pada hosting mandiri baik dengan platform dari Wordpress, Drupal, Joomla maupun lainnya. Bagaimana dengan para pemakai platform Blogger?


Ya jangan berkecil hati terlebih dulu. Meskipun hanya memakai hosting gratis, domain gratis, dan memakai platform Blogger, anda tetap bisa memiliki tampilan seperti situs profesional yang memiliki plugin aplikasi chatting. Caranya bisa dengan memakai aplikasi chatting milik Facebook, yakni Facebook Messenger.

Aplikasi chatting yang dimiliki Facebook itu akan tampil di sudut kanan bawah dan memunculkan sapaan ketika sebuah laman dikunjungi. Istimewanya lagi, anda tidak perlu repot-repot berkunjung ke aplikasi pihak ketiga lainnya untuk membuka pesan yang dikirim pengunjung lewat aplikasi tersebut. Karena pesan itu akan masuk ke inbox pesan dari Fanpage yang dikaitkan. Kenapa tak direpotkan? Karena Facebook merupakan aplikasi yang sering dibuka, baik lewat komputer apalagi lewat smartphone.

Berikut ini cara memasang Facebook Messenger di blog:

1 Sebelum berlanjut ke cara membuatnya, pastikan dulu anda memiliki Fanpage Facebook. Cara membuat fanpage sudah banyak sekali bertebaran, termasuk di blog ini. Kalau sudah punya, silakan kunjungi situs facebook dengan komputer anda. Ingat ya, dengan komputer bukan melalui smartphone atau versi mobile.
2 Kalau situs Facebook sudah dikunjungi, silakan pergi ke fanpage yang sudah anda miliki. Lalu ke menu Pengaturan yang ada di bagian kanan atas, kemudian klik Platform Messenger yang ada di deretan menu sebelah kiri. Ada enam submenu lagi.


3 Pada submenu Pengaturan Umum, silakan masukkan domain blog anda secara lengkap, misalnya https://www.doel.web.id pada kolom yang tersedia di 'Domain dalam Daftar Putih'. Klik simpan hingga muncul keterangan 'Berhasil disimpan'.
4 Pada submenu Plugin Obrolan Pelanggan, klik 'Menyiapkan'. Anda akan diarahkan ke beberapa tahap tampilan pop-up. Tampilan yang pertama merupakan keterangan persiapan. Setelah klik 'selanjutnya', atur bahasa yang anda pergunakan. Saya mengaturnya kedalam Bahasa Indonesia. Kalau anda mau, sapaan "Hi! How can we help you?" bisa diganti sesuka anda. Setelah diganti, jangan lupa tekan 'Simpan'.


5 Selanjutnya adalah pengaturan warna balon percakapan yang bisa diganti-ganti sesuka hati anda juga. Untuk bagian ini saya memilih warna khas alami Facebook, yakni biru.


6 Pada tahap terakhir, masukkan kembali domain blog yang akan dipasangi Facebook Messenger ini. Klik simpan. Kemudian anda bisa memilih centang pada opsi instal. Saya memilih menginstal sendiri. Terakhir, anda tinggal menyalin kode snippet yang telah disediakan.


7 Selanjutnya silakan ke platform Blogger untuk menaruh kode snippet tadi. Buka menu Tema dan klik Edit HTML. Taruhlah kode snippet tadi di bawah kode <body> atau diatas </body>. Kalau diatas </body> ada </b:if> ya taruhlah diatas kode itu. Biasanya akan muncul kesalahan karena kode dari Facebook tidak memakai tanda petik pada attributin=setup_tool. Silakan kasih tanda petik pada kode tersebut sehingga menjadi attribution="setup_tool".

Silakan lihat hasilnya seperti apa. Kalau langkah-langkahnya sudah ditempuh, anda sudah berhasil. Sehingga anda bakal melihat di sudut kanan bawah dari blog anda akan muncul logo Facebook Messenger. Aplikasi ini biasanya tidak muncul pada homepage, namun hanya keluar ketika anda mengunjungi postingan. Pada template tertentu seperti yang saya pakai, Facebook Messenger hanya muncul kadang-kadang saja kalau dikunjungi melalui smartphone. Saya belum tahu penyebabnya.

Memasang Facebook Messenger di blog mudah 'kan? Silakan pertimbangkan kembali apakah blog anda membutuhkan aplikasi semacam ini. Pasalnya kode-kode semacam ini bisa menyumbang beratnya loading blog anda karena memanggil javascript dari tempat lain.

4 Update dalam Ketentuan Layanan Facebook yang Perlu Diketahui

"Idih, banyak iklan bener sih Facebook ini?"

Mungkin banyak yang bertanya semacam itu. Facebook memang membanjiri layanannya dengan iklan. Ada iklan di bawah unggahan tautan, diantara jeda video, dan yang paling sering biasanya postingan dengan tulisan 'sponsored' di beranda Facebook.

Satu hal lain yang kerap ditanyakan adalah mengapa status atau postingan yang telah diunggah tiba-tiba hilang. Facebook memang kerap membabat unggahan siapapun, bahkan hingga akun yang mengunggahnya. Mungkin masih segar di ingatan ketika akun Abu Janda Al-Boliwudi disikat karena dianggap memiliki lalu-lintas yang tidak normal.

Lalu-lintas yang tidak normal yang dialami oleh akun Abu Janda merujuk pada sebuah kejadian dimana akun-akun palsu membanjiri akun tersebut dengan like, komentar, maupun share. Ketidaknormalan ini disebabkan akun tersebut hanya berasal dari beberapa IP Address yang sama. Ini merupakan pelanggaran bagi Ketentuan Layanan Facebook.

Nah, sebelum misuh-misuh atau menuduh Facebook melakukan konspirasi, silakan bertanya pada diri sendiri: sudahkah membaca Ketentuan Layanan Facebook? Ya, Term of Service kata orang Inggris, semestinya dibaca terlebih dahulu sebelum menggunakan layanan. Sehingga selain mengetahui apa saja yang diatur, diperbolehkan, dan dilarang, pengguna juga memahami kalau layanan tersebut memiliki tujuan tertentu.


Akhir Juni ini, Facebook sudah menyiapkan draft Ketentuan Layanan yang akan berlaku pada 31 Juli 2019 mendatang. Pada periode sosialisasi ini Facebook berharap agar sebagai pengguna layanannya, kita membaca ketentuan yang sudah diatur mereka.

Sebenarnya suka-suka Facebook juga sih mau apa terhadap platform miliknya. Karena Facebook juga berbisnis dengan data yang kita unggah dan dengan perilaku yang kita lakukan didalam platformnya, maka perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg ini harus membuat tata aturan yang kemudian disandingkan dengan hukum positif yang berlaku secara global.

Jadi biar tidak misuh-misuh lagi, dan bertanya 'saya salah apa?', sebaiknya perlu diketahui apa saja yang diatur dalam Ketentuan Layanan Facebook. Kalau tidak memiliki waktu banyak untuk mempelajarinya, sesuai informasi yang disediakan newsroom.facebook.com maka saya ringkas menjadi empat hal yang diperbarui dalam ketentuan tersebut.

1. Facebook memperjelas bagaimana mereka mendapatkan uang.

Ya, kita tahu kalau menggunakan Facebook itu gratis. Tetapi sejatinya tidak betul-betul gratis, sebab kita membayarnya dengan memberikan data pribadi, aktivitas, dan minat, sehingga mereka bisa memberikan iklan yang relevan.

Meski dalam beberapa kasus data kita bisa dipanen oleh pihak ketiga, tapi Facebook juga berurusan dengan hukum yang berlaku atas kelalaiannya. Dan ini diatur juga dalam ketentuan yang lain. Disini Facebook menjelaskan kalau kita semua yang memakai Facebook memang dipergunakan untuk 'dijual' kepada para pengiklan.

Anda akan paham hal ini kalau memosisikan diri sebagai pengiklan di Facebook. Di platform Ads Manager, Facebook akan memberikan rincian secara global tentang data yang sudah dikumpulkan dari mulai lokasi, jenis kelamin, pendidikan, minat, dan lain-lain. Dengan begitu, pengiklan akan memilih mana dari pengguna Facebook yang kira-kira sesuai dan akan membeli produknya.

2. Facebook merinci tentang konten yang dihapus.

Pernah enggak ketika konten anda, baik status maupun postingan hasil share, tiba-tiba dihapus oleh Facebook? Apakah Facebook memberikan penjelasan mengapa konten tersebut dihapus? Ya, tidak. Facebook tidak menjelaskannya.

Dalam pembaruan ketentuan kali ini, Facebook akan menjelaskan yang terjadi kenapa konten anda dihapus. Dalam beberapa waktu kemarin, Facebook sudah mencobanya. Dan saya pikir ini sangat baik, sebab kita bisa tahu apakah keputusan Facebook itu salah atau memang sudah tepat. Kalau keputusannya salah, kita pun bisa mengajukan banding dan menyanggah kalau penghapusan itu tidak tepat.

3. Facebook meminta izin untuk menggunakan properti intelektual kita.

Ketika anda mendaftar di Facebook, bahkan secara umum di internet, maka konten yang telah diunggah itu akan tersebar kemana-mana. Namun yang perlu dicatat adalah konten tersebut masih tetap milik anda. Misalnya konten blog anda dimuat di blog lain. Itu tidak masalah selama ada pencantuman sumber yang jelas.

Facebook pun seperti itu. Ketika sebuah konten diunggah di Facebook, maka konten tersebut bebas dipergunakan oleh Facebook dimanapun. Anda tetap sebagai empunya konten tersebut selama anda belum menghapusnya. Salah satu contoh penggunaan properti anda adalah ketika Facebook mengklaim anda menyukai layanan tertentu dalam konten bersponsor, misalnya "Tomi, Alex, Warjo, dan 3 teman lainnya menyukai DOEL web id". Nah, Facebook menggunakan properti yang melekat pada Tomi, Alex, dan Warjo.

4. Apa yang terjadi ketika kita menghapus konten di Facebook?

Facebook bakal tetap menyimpan konten yang dihapus tersebut di server-nya selama 90 hari setelah konten itu dihapus oleh pengguna. Namun perlu dicatat, Facebook tidak akan memperlihatkan konten tersebut kepada publik. Ini semacam cookies bagi konten yang diunggah di layanan Facebook.

Menurut saya, ini berfungsi barangkali sebagai sarana penyelidikan bagi tindak pelanggaran UU ITE. Jadi yang perlu diketahui bagi para pelapor maupun advokatnya, proses permintaan barang bukti yang telah dihapus sebelum di-screenshot bisa diperoleh dari Facebook. Asal sesuai durasi yang sudah ditentukan. Maka sekali lagi berhati-hatilah mengunggah konten. Meskipun bisa dihapus, tapi tetap bisa dilacak. CMIIW.

Buat yang memperhatikan Ketentuan Layanan Facebook ini, memang tidak akan menemukan hal baru yang diatur. Semuanya merupakan aturan lama yang sudah hadir sejak lama. Namun kalau dicermati, Facebook memberikan rincian pada ketentuan layanannya kali ini, sehingga perkara teknis yang kerap dipertanyakan sudah dijabarkan dalam halaman update tersebut.

Kapankah Mendapat Penghasilan Layak dari Blog di Indonesia?

Saya yakin artikel dengan judul senada sudah banyak yang menulisnya. Tema tentang berapa penghasilan bloger (Inggris: blogger) di Indonesia memang menjadi bahasan yang menarik sekaligus sensitif. Menariknya karena banyak yang ingin tahu, tetapi menyinggung persoalan uang itu cenderung sensitif untuk kultur Indonesia.

Penghasilan bloger kerap ditanyakan oleh orang luar yang sebetulnya tidak tahu-menahu tentang dunia bloger. Mereka ingin menelisik sebab melihat betapa rajinnya para bloger dalam mengunggah tulisan di blog mereka. Dalam pikiran mereka, apakah ada bayaran dengan melakukan aktivitas semacam itu sebab apa yang dilakukannya jelas membutuhkan biaya.

Hal yang sama juga kerap ditanyakan oleh orang yang akan, ingin, dan sedang menjadi bloger. Barisan bloger yang baru beberapa bulan saja memiliki blog, biasanya masuk kedalam golongan ini. Bloger yang sudah lama namun tak kunjung mencicipi gurihnya uang dari bloger juga sama. Mereka acap bertanya, apakah kedepan penghasilan sebagai bloger bakal menjanjikan atau hanya buang-buang waktu dan modal saja?

Nah, jawaban untuk keduanya tentu bisa dijabarkan dengan penjelasan yang berbeda. Saya biasa menjelaskan kalau menjadi bloger adalah soal hobi. Kalaupun mendapatkan penghasilan dari hobi itu, ya kembali lagi pada rejeki masing-masing.

Yang agak rumit penjelasannya tentu kepada bloger yang baru beberapa bulan saja memiliki blog. Pertanyaan tentang berapa penghasilan ketika blognya sudah dipasangi Adsense, bakal mendapat fee seberapa besar dari sponsored content, dan lain-lain. Semuanya seolah-olah tentang penghasilan.

Orang-orang semacam ini masuk ke dunia blog sepertinya karena membaca banyak penjelasan kalau aktivitas ngeblog berkorelasi positif dengan uang. Ya tidak salah juga. Tetapi sangat tidak tepat.

Teman-teman bloger yang baru memiliki blog itu banyak yang pada akhirnya frustasi karena blognya tidak kunjung mendapat penghasilan. Ia sepertinya sudah melakukan banyak cara agar penghasilan di blognya bisa dianggap layak sebagai penghasilan pada bidang profesi lain. Ya sepertinya sudah melakukan banyak cara. Namun bisa jadi itu cara yang salah.

Dalam beberapa forum yang saya ikuti, mendapat persetujuan dari Adsense merupakan prestasi buat teman-teman bloger yang tadi. Screenshot email dari Google yang memberikan ucapan selamat diunggah dimana-mana. Ya tidak salah juga, tapi kalau mau memonetisasi blog, ucapan selamat itu hanyalah pintu masuk yang bahkan isi rumahnya juga belum terlihat.

penghasilan_blogger_di_indonesia

Kelak ketika kode Adsense itu diunggah, merekapun bakal terkaget-kaget dengan dasbor Adsense yang biasanya tidak beranjak dari angka $0,01 atau bahkan $0. Dan untuk mencapai withdraw yang mencapai $100 itu harus menunggu hingga bertahun-tahun. Disinilah letak kesabaran bloger pemula itu diuji.

Lantas kapankah bisa mendapatkan penghasilan yang layak dari ngeblog?

Jujur saja, perihal kapan ini saya tidak bisa menjawabnya dengan pasti. Namun kalau baru memulai blog dalam beberapa bulan saja kemudian mengeluhkan blognya tidak mendapatkan penghasilan, sebaiknya berhentilah saja.

Monetisasi blog memang dibutuhkan untuk menunjang operasional blog, seperti membeli kuota internet, menyumbang listrik di rumah, biaya kopi dan cemilan, dan yang jelas upah berpikir untuk membuat artikel. Ya realistis saja, semua membutuhkannya. Apalagi buat bloger yang memakai hosting dan domain berbayar, biayanya sudah harus dikeluarkan di awal.

Menurut beberapa bloger senior seperti PanduanIM, Solusik, MarxManroe, dan lain-lain, ada beberapa hal yang perlu direncanakan agar blog yang dibuat bisa menghasilkan. Dan beberapa poin dibawah ini tentu saja tidak berlaku buat anda yang hanya menjadi pemburu-lomba, hobi menulis semata, atau membuat blog sebagai identitas komunitas dan tidak dimaksudkan untuk monetisasi.

Secara ringkas, ada tiga hal yang menentukan, yakni konten, traffic, dan jenis monetisasi yang dipilih.

Satu fokus konten atau gado-gado?

Fokus terhadap konten tertentu atau sering diistilahkan dengan niche kerap membuat gamang bloger. Saya juga sering gamang sebab keinginan untuk berpindah ke konten wisata, film, hingga politik sering melambai-lambai.

Namun saya menyadari, hal yang paling dekat dengan saya adalah smartphone. Sebab saya membantu mengelola sebuah bisnis penjualan smartphone, aksesoris dan gawai lainnya di Indramayu. Orang-orang pun kerap bertanya perihal digital, misalnya bagaimana membuka blokiran Facebook, membuat akun di marketplace dan lainnya pada saya, meski mereka tahu saya ‘hanya’ lulusan pendidikan bahasa.

Itulah mengapa saya memutuskan untuk membuat konten dan fokus pada niche teknologi. Kondisi itu yang menggiring saya pada akhirnya sedikit menekuni pembaruan informasi tentang gawai di tanah air, media sosial, maupun dunia informasi dan teknologi secara umum.

Nah, layangkan pertanyaan berikut: kondisi apakah yang ‘memaksa’ anda untuk membuat blog? Lalu jawaban itulah yang seharusnya dipakai untuk dasar dalam menentukan fokus niche. Kalau blog yang dibuat terlanjur gado-gado, dikhawatirkan Google kebingungan dalam menentukan tema apa sebetulnya blog anda. Ini akan berpengaruh kedalam traffic blog tersebut.

Kualitas konten juga sangat menentukan. Misalnya terkait dengan seberapa ‘daging’ konten yang anda buat. Lalu seberapa banyak kata yang diproduksi. Kabarnya, Google hanya suka apabila sebuah konten memiliki lebih dari 900 kata dengan isi yang berbobot.

Traffic harian blog anda berapa?

Untuk melihat traffic secara lebih akurat, ada beberapa cara yang dipakai. Anda bisa memakai Google Analytics, Google Search Console, Histat, Bing Webmaster, maupun Facebook Piksel. Tidak disarankan untuk memakai menu statistik pada dasbor Blogger untuk melihat statistik.

Silakan hubungkan salah satu atau beberapa tool tersebut dengan blog anda. Silakan tunggu beberapa hari untuk melihat grafik yang ditunjukkan atas performa blog anda. Berapakah traffic hariannya setelah diukur dengan salah satu dari tools tersebut? Sudahkah mencapai 1000 pengguna perhari?

Traffic ini merupakan sebuah refleksi untuk mengukur sejauh mana pertanyaan tentang kelayakan penghasilan yang bakal didapat. Kalau blog mendapat traffic masih 100 hingga 200 pengguna, ya jangan berharap lebih.

Untuk meningkatkan traffic, satu-satunya cara yang paling efektif adalah mengunggah konten setiap hari dengan satu titik fokus niche. Apabila melenceng sekali dua kali sih tidak masalah. Hal ini terkait dengan algoritma Google yang akan membaca blog anda.

Algoritma Google akan membaca konten pada blog anda. Misalnya kebanyakan kontennya tentang wisata, maka Google akan merekomendasikan blog anda apabila ada seseorang yang mencari kata kunci tentang wisata di Google Search. Keterlihatan dan jumlah klik yang didapat dari aktivitas ini bisa dilihat di Google Search Console. Atau kalau ingin mengetahui pencarian di Bing, silakan kunjungi Bing Webmaster. Ya ini bahasan tentang SEO.

Pada intinya, seberapa besar traffic yang blog anda dapatkan akan menentukan besaran penghasilan yang akan diperoleh.

Monetisasi yang kadang membuat tidak nyaman

Ada cukup banyak jenis monetisasi agar blog menghasilkan uang. Yang paling populer tentu saja Adsense. Periklanan dari Google ini cukup banyak dipakai oleh bloger. Soal penghasilan, balik lagi ke seberapa besar traffic yang didapatkan oleh blog. Traffic yang tinggi juga kalau penempatan iklannya tidak bagus, penghasilannya juga tidak akan bagus.

Bloger yang bergiat di komunitas bloger tertentu banyak yang mendapatkan job dari content placement maupun link placement. Khusus untuk link placement, harganya mulai mengalami kerusakan, menurut saya. Sebab ada beberapa situs jasa yang membayar blog dengan tarif bahkan hingga Rp30.000-an per post. Sialnya, banyak juga yang mengambil job tersebut.

Mengapa monetisasi kadang membuat tidak nyaman? Pertama dari sisi tampilan dan loading blog. Tampilan blog pasti terganggu karena iklan banner yang menempel dimana-mana. Apalagi kalau saya memakai iklan otomatis. Adsense menempatkannya sesuka hati asalkan pengiklan senang. Mohon maaf ya buat yang terganggu.

Iklan juga membuat blog jadi sedikit lambat. Sebab ada pemanggilan javascript dari pihak ketiga yang membuat loading jadi berat. Tentu loading blog yang berat membuat pengunjung tidak nyaman.

Hal ini diperparah dengan keberadaan content placement yang kadang disembunyikan sebagus apapun dengan bahasa sehalus apapun tetap terlihat kalau itu sponsored post. Ya pembaca ‘kan sudah pintar dan paham soal begini. Sialnya, konten titipan ini kadang membuat blog jadi gado-gado dan semacam etalase di marketplace. Sekali lagi, mohon maaf kalau blog ini juga membuat tidak nyaman.

Tetapi itulah monetisasi. Pilihan-pilihan yang diambil tentu akan menuai konsekuensi tersendiri.

Sekarang mari kita berhitung penghasilan yang bisa didapatkan apabila seorang bloger dengan traffic 1000 pengguna perhari. Dari Adsense sendiri, ia bisa mendapatkan hingga $30 perbulan. Kalau rajin membangun jaringan, sebulan pun ia bisa mendapat sponsored post dua hingga tiga kali dengan rata-rata Rp200.000. Kalau ia memilih cuma dua monetisasi saja, mari dihitung.

Adsense $30Rp424.000,00
Sponsor Rp200.000 x 3Rp600.000,00
TOTALRp1.024.000,00

Silakan disimpulkan apakah jumlah sebesar itu sudah bisa disebut layak? Kalau belum tentu masih banyak cara lain yang bisa dilakukan, misalnya menulis di situs lain, menjual produk, atau mengikuti program afiliasi. Dan penting untuk dicatat, jumlah sponsor dan penghasilan Adsense itu bisa saja naik, tapi lebih mungkin lagi bisa turun. Jadi asumsi penghasilan sebesar itu berpotensi besar untuk turun.

Jadi kalau nominal itu belum bisa disebut layak, maka cara yang harus ditempuh adalah meningkatkan kualitas konten, meningkatkan traffic, dan menambah teknik monetisasi. Yang perlu diingat adalah aktivitas ngeblog merupakan proses jangka panjang yang hasilnya tidak bisa dilihat dalam sekejap mata. Ya, mirip-mirip dengan investasi.

Mudahnya Keliling Kota dengan Airport Shuttle Bus Bandara

Halo, teman-teman. Pada artikel ini, saya sedikit curhat tentang kondisi Bandara Kertajati, dan betapa gembiranya ketika mendengar kabar bandara ini akan ramai lagi. Satu hal pula yang ingin saya harapkan adalah tersedianya airport shuttle bus sebagai transportasi yang terintegrasi. Untuk mengetahui apa itu airport shuttle bus, simak selanjutnya hanya di situs ini.

Sebagai warga Indramayu, saya menyambut gembira atas pengalihan penerbangan domestik dari Bandar Udara Husein Sastranegara Bandung ke Bandar Udara Kertajati Majalengka. Bandara yang menelan biaya Rp2,6 triliun itu memang sempat kosong karena alasan ekonomis yang dikeluhkan dari perusahaan maskapai.

Warga Bandung yang terbiasa bepergian keluar kota dengan transportasi udara pastinya kecewa. Kekecewaan ini sudah banyak direkam oleh media massa. Bahkan penulis kondang, Tere Liye, yang juga tinggal di Bandung mengeluhkan hal yang sama di fanpage Facebook-nya.

Sebagian warga Bandung ini akan mengalami shock, kata pengamat Ekonomi dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti. Namun kondisi itu akan hilang dengan sendirinya ketika waktu berjalan dua hingga tiga tahun kemudian. Selain mereka mampu melakukan recovery secara mandiri, pemerintah pun mulai membangun transportasi yang terintegrasi di Bandara Kertajati.

Bandara Kertajati. (Foto: merdeka.com)

Infrastruktur sudah mulai dibangun seperti jalan tol Cisumdawu yang menghubungkan Bandung dengan wilayah Bandara Kertajati. Infrastruktur kereta api pun mulai direncanakan untuk segera dibangun agar Bandung ke bandara yang memiliki luas 3200 hektar itu bisa terhubung secara efisien.

Dengan beragam kebijakan yang mengintegrasikan Bandara Kertajati agar mudah diakses inilah yang membuat saya cukup bergembira. Jarak rumah tinggal saya ke bandara ini memang tak terbilang dekat juga, yakni sekitar 55 kilometer. Namun ketika bandaranya lebih dekat, opsi untuk naik transportasi udara bisa terbuka lebih lebar.

Berharap Seperti Soekarno-Hatta

Di negeri ini, integrasi transportasi yang terbilang paling lengkap memang ada di Bandara Soekarno-Hatta. Di tempat ini, kita bisa naik pesawat terbang dari berbagai daerah, kemudian bisa keliling Jakarta dengan transportasi darat apapun. Kita bisa memilih kereta, bus, ataupun minibus dan mobil kecil. Semuanya terintegrasi dengan bandara tersebut.

Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: id.wikipedia.org)

Kalau memilih kereta, tentu keuntungannya harga tiket lebih murah. Sayangnya, transportasi ini tidak bisa menjamah banyak tempat. Sehingga kita tidak memiliki opsi yang banyak. Lain halnya kalau menggunakan mobil kecil. Kita bisa menjamah banyak tempat, namun harga tiketnya tentu lebih mahal.

Armada bus Bigbird. (Foto: bluebirdgroup.com/charter-bus)

Untuk merencanakan perjalanan, kalau memungkinkan pilihlah airport shuttle bus. Dengan fasilitas transportasi ini, tempat yang dijangkau lebih banyak namun harga tiketnya lebih murah. Shuttle bus ini melayani rute dari Bandara Soekarno-Hatta ke tempat-tempat strategis di Jakarta seperti Stasiun Gambir dan Blok M.

Saya ambil contoh armada shuttle bus-nya Bluebird, yakni Big Bird. Shuttle bus ini melayani rute dari bandara ke Jatinegara, Bekasi Barat, Blok M, Thamrin City, Kalibata, Tanah Abang, Jakarta Kota, dan Stasiun Gambir. Ya meski lokasi bandara ini berada di Tangerang, tapi integrasi transportasi memang membawa penumpang dari dan ke Jakarta yang lebih banyak. Dan ini tentu realistis.

Untuk rute tersebut diatas, Big Bird mematok harga tiket Rp40.000 saja per orang. Kalau kita membelinya melalui Traveloka bahkan hanya Rp39.000 saja per orang. Harga ini tentu jauh lebih murah daripada menggunakan mobil pribadi yang bisa mencapai diatas Rp150.000.


Layanan Big Bird Airport Shuttle memang baru diresmikan pada bulan Mei 2017. Namun meski belum seumur jagung, perusahaan yang berada dibalik Big Bird ini sudah malang-melintang di industri transportasi sejak tahun 1972. Meski sempat dilanda kemelut saat moda transportasi berbasis aplikasi hadir, nyatanya 47 tahun perusahaan ini tetap tegar dan terus berinovasi hingga tetap bertengger sebagai perusahaan transportasi bonafit di Indonesia.

Makanya ketika layanan airport shuttle ini dihadirkan, banyak pihak yang cukup antusias menyambutnya. Sebab selain bisa menjangkau lokasi strategis dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta, layanan Big Bird ini memiliki keistimewaan lain seperti waktu keberangkatan dan pick-up hingga tengah malam, tempat drop-off dan jemput yang jelas, bebas antrean di bandara, harga di tiket yang sudah final, juga banyak fasilitas yang menunjang kenyamanan penumpang.

Buat yang berencana menggunakan layanan yang kerap disebut Big Bird JAC (Jabodetabek Airport Connection), silakan kunjungi saja situs atau aplikasi Traveloka di Play Store atau App Store kalau belum diunduh. Di situs tersebut kita bisa melihat-lihat lebih jauh tentang Big Bird, opsi yang ditawarkan, dan yang penting bisa secara langsung memesannya melalui tombol yang disediakan.

Nah, saya berharap Bandara Kertajati juga bisa memiliki fasilitas yang sama seperti diatas. Sebab kata Prie GS dalam bukunya ‘Menjual Diri’, kita harus memiliki kemampuan dalam menguasai ruang. Penguasaan ruang ini penting agar kita tidak kaget dengan hal-hal mewah yang mungkin sudah sering dilakoni orang-orang Jakarta. Ya seperti keliling kota dengan bus yang nyaman dengan rute yang jelas seperti Big Bird ini.

Makanya ketika Bandara Kertajati ini hadir, penguasaan ruang buat saya pribadi bakal bertambah dua poin. Poin pertama adalah semakin sering berkunjung ke bandara sehingga paham apa yang mesti dilakukan kalau suatu saat naik pesawat terbang. Dan poin kedua, bisa merasakan kenyamanan bus Big Bird Airport Shuttle dari Bandara Kertajati ke Terminal Indramayu.

Tips Memulai Channel YouTube: Dari Elemen Video Hingga Alat Rekam

Sebetulnya tips untuk memulai channel YouTube pertama kali ini ditujukan bukan untuk siapa-siapa, melainkan saya sendiri. Saya yang mulai menyadari bahwa harga kuota yang semakin murah, fasilitas internet yang semakin banyak, dan koneksi yang juga semakin bertambah kencang, membuat konten video semakin banyak ditonton. Alhasil platform semacam YouTube cukup masif dikunjungi.

Diluar Adsense-nya yang menggiurkan, YouTube menjadi platform berbagi video yang cukup mudah, baik dari segi algoritmanya maupun antar-mukanya. Saya tak perlu pusing memikirkan SEO layaknya di blog ini, dan cara mengatur video di platformnya juga tak perlu mengambil kursus dengan spesifikasi tertentu.


Ya, menjadi YouTuber sukses memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Atta Halilintar, Ria Ricis, Raditya Dika, Arief Muhammad, dan YouTuber lainnya memang pada mulanya adalah orang-orang yang viral. Momentum popularitas itu dilanjutkannya dengan membuat konten-konten yang menarik bagi subscriber-nya. Dan tentu saja tanpa kreativitas dan motivasi yang konsisten, sepertinya mustahil bagi mereka untuk mencapai jutaan subscribers seperti saat ini.

Pada akhirnya banyak juga yang tergiur untuk bisa seperti mereka. Padahal segmentasi mereka dengan orang biasa seperti saya tentu saja berbeda. Kalau mereka masuk televisi, rating acara apapun yang mereka masuki biasanya naik, begitupun ketika masuk channel YouTube. Nah kalau orang biasa, ada value yang mesti dikejar sehingga pengguna YouTube paling tidak merasa terbantu dengan informasi yang disajikan. Dan nilai itu yang seharusnya menjadi motivasi.

Hanya saja dalam membuat channel YouTube pertama kali, motivasi saja tidaklah cukup. Ada beberapa tahapan yang mungkin panjang bagi sebagian orang, tetapi mungkin biasa saja bagi orang lain. Apa saja hal-hal yang diperlukan dalam memulai channel YouTube?

1. Motivasi

Motivasi memang harus menjadi urutan pertama. Rasa-rasanya hampir tidak ada orang yang secara tidak sengaja menjadi YouTuber. Ia pasti memiliki motivasi. Bisa jadi seorang pelajar SMA ingin memiliki prestasi sehingga mudah diterima di universitas, makanya ia termotivasi untuk memiliki 10.000 subscribers di YouTube.

Ada lagi yang motivasinya tergiur dengan nominal uang yang kabarnya cukup besar di platfrom ini. Mulai dari Adsense yang aduhai, sponsored content yang bernilai besar, hingga acara offline yang membuatnya potensial jadi populer dan berlimpah materi. YouTube memang membuka kesempatan untuk itu.

Semua motivasi tak ada yang salah. Yang salah adalah ketika motivasi itu mengubah seseorang yang baik menjadi seseorang yang menghalalkan segala cara.

Tips: Pakailah motivasi yang long-lasting alias awet dan bertahan lama. Menempatkan uang sebagai motivasi tentu sah-sah saja, akan tetapi tidak selamanya bisnis Adsense akan selalu bagus. Membuat video yang bermanfaat; seperti tutorial membuat tempe, cara menanam biji kurma, dan lainnya; merupakan sebuah motivasi dalam membuat video yang bisa awet. Manfaat akan selamanya menjadi manfaat.

2. Ilmu

Saya bersyukur pernah bekerja di televisi ibukota meskipun setahun. Setelahnya saya pulang dan bergiat di dunia jurnalistik lokal, sebelum akhirnya berlabuh di dunia sosial. Kedua pekerjaan lama itu membuat saya masih suka dengan dunia tulis-menulis, fotografi, shooting dan editing video.

Saya pun sedikit mengerti elemen-elemen apa yang mesti ada pada sebuah video. Untuk istilahnya, silakan merujuk pada kamus broadcasting. Sebagai praktisi, yakinlah bahwa mempraktikkannya jauh lebih penting daripada tahu istilah untuk menyebutnya. Tetapi tentu saja tahu istilah seperti opening scene, opening bumper, taping, voice overstock shot dan lainnya tetap penting juga.

Sebelum mengenal elemen dalam pembuatan video, ilmu yang mesti dikuasai adalah cara menggunakan kamera. Ya kamera sih apa saja, bisa kamera smartphone, handycam, mirrorless, maupun DSLR. Tapi cara dan seni menggunakannya tentu terpisah dari bagaimana memilikinya.

Setelah mengetahui dan paham menggunakan kamera, silakan memahami pula bagaimana editing video. Proses editing ini merupakan proses post-production dalam pembuatan video. Artinya jika dirunut ilmunya, maka cara memakai kamera menempati posisi pertama, memahami cara dan seni membuat video di tempat kedua, dan terakhir editing video.

Tips: Saya yakin, sebagian besar orang-orang yang terjun di dunia blogging dan vlogging bukanlah orang yang secara akademis bersekolah atau kuliah di jurusan komunikasi atau broadcasting. Makanya, proses menuntut ilmu mesti terus dilakukan untuk memahami ilmu per-YouTube-an ini. Belilah buku tentang dasar-dasar membuat video atau videografi, bagaimana editing video, dan semacamnya. Kalau sudah beli, ya tinggal dibaca, dipahami, dan dipraktikkan.

3. Alat

Soal praktik, setiap orang mesti memegang alat yang diperlukan. Kalau mau paham videografi, ya mesti terus-menerus praktik dengan kamera sungguhan, bukan hanya membaca teorinya di buku saja. Nah perihal kamera ini merupakan kamera smartphone, handycam, mirrorless, DSLR, itu soal kualitas hasil. Yang penting adalah bagaimana memahami konsep blocking (menempatkan objek di mata lensa) dan mengoperasikan alatnya terlebih dulu.


Kalaupun semua orang tidak memiliki kamera yang bagus, paling tidak pada hari ini hampir semua orang memiliki smartphone dengan fitur video. Artinya pergunakanlah itu terlebih dahulu sebelum melangkah ke kamera yang belum dimiliki. Teruslah belajar menggunakannya alih-alih tidak memulai ketika tidak memiliki kamera yang bagus.

Pada smartphone itupun bisa dipergunakan aplikasi untuk mengedit video secara sederhana. Mengapa aplikasi di smartphone? Ya karena pada smartphone (Android) banyak tersedia aplikasi yang bisa dipergunakan secara gratis, dan kalaupun berbayar biasanya murah. Aplikasi tersebut tidak seperti software komputer yang harga belinya bisa sama dengan harga smartphone flagship.

Apabila sudah memiliki kamera atau handycam, smartphone juga tetap diperlukan sebagai alat rekam cadangan. Ya barangkali suara yang direkam oleh kamera tersebut tidak maksimal. Lebih baik lagi membeli mic lavalier atau mic tembak agar suaranya lebih baik.

Tips: Kalau belum mampu membeli kamera yang bagus, saran saya sih jangan sampai mengambil kredit konsumtif. Sebab ketika kamera itu kurang produktif, maka cicilannya akan mengambil porsi konsumsi harian lainnya yang mungkin lebih penting. Menabunglah jika memang punya niat untuk membeli kamera. Hal yang sama pun bisa dilakukan apabila tidak memiliki komputer yang baik untuk melakukan editing video.

4. Komitmen dan konsistensi

Untuk mencapai bilangan jutaan, tentu harus dimulai dari bilangan satu terlebih dahulu. Untuk menghitung satu hingga jutaan itu membutuhkan waktu dan tenaga. Tenaga ini biasanya mengendur seiring tubuh yang lelah. Ketika lelah menerpa, istirahatlah sambil menguatkan kembali komitmen agar bisa mencapai bilangan jutaan. Proses lelah, istirahat, penguatan komitmen, dan kembali menghitung ini membutuhkan konsistensi agar prosesnya tidak ambruk di tengah jalan.

Nah seperti itulah kira-kira yang dibutuhkan dalam mencapai subsribers yang banyak. Jutaan subscribers tentu selalu dimulai dengan satu subscriber. Asal kita punya komitmen dan konsistensi yang baik dalam mencapainya.

Tips: Komitmen dan konsisten itu ya tipsnya, hehe

Penutup

Itulah menurut saya tips yang diperlukan untuk memulai channel YouTube pertama kali. Tips ini, sekali lagi, sebetulnya bukan untuk siapa-siapa melainkan saya sendiri. Saya yang kerap lupa, tidak termotivasi, gagal untuk berkomitmen, dan konsisten dengan keburukan itu harus selalu diingatkan. Dan pengingat yang baik adalah dengan tulisan. Mudah-mudahan dengan tulisan ini, sayapun termotivasi sehingga channel yang saya miliki bisa berkembang.

Oh, iya buat yang mau mampir dan mau mutual-an di platform YouTube, silakan subsrcibe ya channel saya http://www.youtube.com/c/BangDoel :)