9 Desember 2018

Snapdragon 855 dan Soal Chipset Yang Perlu Anda Ketahui

Maui menjadi saksi atas peluncuran Snapdragon 855. Sebuah chipset yang digadang-gadang akan menjadi chipset terbaik di tahun 2019. Chipset yang akan menambah kecanggihan pada smartphone anda.


Qualcomm, yang menjadi produsen Snapdragon 855, lewat acara yang bertajuk Qualcomm Snapdragon Tech Summit 2018 tersebut, mengklaim ada peningkatan yang signifikan dibandingkan pendahulunya, Snapdragon 845.

Namun sebelum jauh beranjak ke Snapdragon 855, sudahkah anda mampu menjelaskan mengapa pada smartphone, otaknya disebut chipset atau system on chip, sementara pada laptop atau PC, otaknya disebut prosesor?

Buat yang sudah bisa menjawabnya, sebaiknya tiga paragraf dibawah ini di-skip saja.

Pada komputer, ada yang disebut dengan motherboard. Papan sirkuit ini menjadi tempat bagi bermukimnya beragam komponen seperti prosesor, RAM, harddisk, VGA, soundcard, dan lain-lain. Seluruh komponen penting dalam satu motherboard itu bisa diganti untuk meningkatkan kinerja komputer. Semua komponen hampir seluruhnya dibuat secara terpisah.

Sayangnya, pada smartphone tidak berlaku adanya keterpisahan ini. Smartphone juga memiliki papan sirkuit yang mungkin mirip dengan motherboard pada komputer. Namun komponen yang ada pada komputer tadi disatukan oleh chipset.

Jadi ketika anda mendengar istilah chipset, maka benda yang kini hanya seukuran kuku jari tangan ini memuat bermacam-macam komponen.

Nah, sekarang langsung saja ke Snapdragon 855.

Chipset terbaru Qualcomm ini terdiri atas beberapa komponen, diantaranya CPU octa-core tiga kluster, GPU Adreno 640, dual 14-bit Spectra 380 ISP, serta modem X24 LTE dan X50. Semuanya dibuat dengan proses fabrikasi 7nm, dan tentu saja setiap komponen tersebut memiliki fungsinya masing-masing.



CPU octa-core tiga kluster ini merupakan terobosan terbaru dari Qualcomm. Pasalnya, Snapdragon 845 hanya terdiri atas dua kluster saja. Hal ini membuat operasional komputasi berjalan 45% lebih cepat dibandingkan pendahulunya itu.

GPU drenoo 640 merupakan komponen grafis yang menjalankan komputasi untuk pekerjaan yang berhubungan dengan tampilan, seperti gambar dan video. Adreno 640 juga yang berjasa agar game yang anda mainkan tampil smooth.

Adreno 640 ini diklaim mengalami peningkatan sebesar 20% dibandingkan pendahulunya.

Untuk pemroses foto dan video yang berasal dari luar, Snapdragon 855 memiliki Spectra 380 ISP. Seperti kepanjangannya, yakni Image Signal Processor, Spectra ini yang mampu merekam gambar dan video. Inovasi yang dilakukan Qualcomm, membuat Adreno versi ini mampu merekam video 4k HDR pada 60fps. Uniknya lagi, pada video resolusi tinggi ini, ada segmentasi objek yang berarti videonya bisa dibuat bokeh dan tambahan fitur lain secara real time.

Untuk menunjang komunikasi, Snapdragon 855 dibekali modem X24 yang mampu meningkatkan koneksi data hingga 2 Gbps. Sementara itu, yang membuat banyak orang takjub dengan chipset ini adalah keberadaan modem X50 yang mampu meramban di jaringan 5G yang berarti kecepatan koneksi datanya bisa mencapai 5 Gbps.

Ada lagi komponen 4x 16bit, 2133MHz LPDDR4X. Komponen ini sering disebut RAM.

Semua komponen pada Snapdragon 855 tadi bekerja secara simultan dan bersama-sama didalam sebuah smartphone. Mereka tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Setidaknya begitulah kira-kira apa yang disebut dengan chipset.

Lantas apakah setiap chipset bakal memiliki komponen seperti itu? Tidak setiap chipset begitu, Pulgoso.

Setiap chipset dari masing-masing pabrikan berbeda-beda. Kebetulan Snapdragon dari Qualcomm ini adalah pemimpin pasar yang digunakan oleh kira-kira 40-an% smartphone di seluruh dunia. Sisanya dibagi-bagi kedalam beberapa merek lain seperti Mediatek, Hisilicon, Apple, Spreadtrum, dan lainnya.

Meski tidak setiap chipset begitu, tetapi secara umum ya kurang kebih begitu. Maksudnya, secara umum sebuah chipset akan mengandung CPU, GPU, RAM, memori dan modem. Jadi chipset memang bukanlah prosesor pada smartphone, namun prosesor hanya satu bagian dari chipset.

Setiap pabrikan memiliki ciri dan tipe yang berbeda-beda. Namun setiap smartphone baru, pastilah didukung oleh chipset keluaran baru dari produsennya juga. Jadi kalau ada yang membeli smartphone lama, meskipun RAM besar dan memorinya besar, namun bisa jadi chipsetnya keluaran lama yang hanya memiliki prosesor quad-core.

Apakah dalam membeli smartphone mesti memperhatikan chipsetnya? Bisa ya bisa juga tidak. Sebab chipset kadang bukan segalanya. User experience kerap menjadi pilihan banyak orang dibandingkan sekedar performa chipset nan cepat dan gesit.

3 Desember 2018

Bocoran Fitur Pencarian Facebook Yang Penting Untuk Bisnis Anda

Fitur pencarian Facebook selama ini sungguh mistis, sebab tidak banyak yang tahu bagaimana cara kerjanya. Terlebih buat yang terbiasa dengan mesin pencari Google dan Bing yang bisa dioptimasi dengan teknik SEO, fitur dari Facebook teramat tersembunyi.


Untunglah, dengan beberapa skandal transparansi data pengguna yang menyeret Facebook, akhirnya media sosial dengan pengguna terbesar di dunia ini buka suara terkait fitur pencarian tersebut. Adalah Yee Lee selaku Product Manager Facebook yang menjelaskan perihal fitur pencarian ini. Secara singkat, fitur pencarian ini tidak sama dengan mesin pencari yang dimiliki oleh Google.

"Fitur pencarian Facebook didasarkan atas aktivitas pada komunitas, termasuk popularitas atau apapun saja yang anda cari dan bagaimana hal yang dicari itu diunggah," kata Lee dalam Newsroom Facebook.

Singkatnya, Facebook membuat hasil pencarian dalam fitur ini berdasarkan aktivitas pengguna sendiri dan komunitas jejaringnya di Facebook. Jadi kalau ada sesuatu terjadi diluar platform Facebook, tentu saja tidak akan ada pengaruhnya sama sekali pada hasil pencarian tersebut.

Sederhananya begini, anda adalah pemenang kompetisi game PUBG Mobile level kelurahan. Semua orang di kelurahan tersebut mengetahuinya dengan jelas bahwa setiap babak anda selalu mendapatkan Chicken Dinner dengan gemilang. Namun selama tidak ada yang mengunggahnya di Facebook, atau jaringan teman anda tidak melakukannya, maka nama anda sebagai pemenang PUBG Mobile tidak akan muncul.

Namun anda coba mengingat-ingat, ternyata Anita, anak Pak RT Oding yang cantik, ternyata mengunggahnya di Facebook. Ia menulis di status beserta foto saat anda mendapatkan uang pembinaan sebagai hadiah lomba tersebut. Dan tentu saja anda bertanya, mengapa seteklah dicari di Facebook, hasilnya tidak muncul?Masalah ini disebabkan anda mungkin belum berteman dengan Anita, atau Anita hanya membagikannya dengan pengguna lain selain anda.

Dalam hal ini Facebook senantiasa melindungi privasi Anita, atau pengguna lain yang tidak ingin informasi di dalam akun Facebooknya terpapar di publik. Lee melanjutkan bahwa Facebook telah menghabiskan delapan bulan memperbaiki dan memohon maaf atas bocornya akun pengguna melalui beberapa skandal, terutama Cambridge Analytica. Jadi dalam penerapan fitur pencarian pun, Facebook menyaring hasilnya agar yang sudah mengatur pencariannya dengan pengaturan tertutup tidak ikut muncul dalam hasil pencarian.

Yang patut dicatat adalah Facebook tidak memungkinkan pengguna melakukan pengaturan agar akunnya atau halaman bisnisnya muncul di urutan pertama hasil pencarian. Yee Lee menegaskan tidak bisa. Cuma Yee Lee menyarankan agar akun maupun halaman bisnis pengguna muncul di urutan pertama, maka yang harus dilakukan adalah meningkatkan engagement dan selalu aktif di Facebook.

Engagement secara singkat merupakan sebuah komunikasi dua arah. Kalaupun akun anda aktif, mengunggah gambar, tautan, dan statu setiap hari, belum tentu engagement-nya bagus. Engagement ini diukur ketika unggahan yang anda buat direspon balik oleh followers. Semakin banyak responnya dalam setiap unggahan, maka semakin tinggi pula engagement-nya. Jadi jelas ya, di dalam Facebook, engagement adalah kunci.

28 November 2018

Alasan Penting Harus Upgrade ke Sandisk Ultra Dual Drive USB 3.1 Type C

Anda pernah mengalami masalah dalam memindahkan file dari smartphone ke komputer? Jika pernah, anda tidak sendirian.

Transfer file dari smartphone ke komputer memang sangat diperlukan. Smartphone merupakan senjata andalan kala memotret kegiatan dan menerima kiriman dokumen. Sayangnya ketika foto dan dokumen tadi harus disusun dan disunting ulang, smartphone bukanlah rekan kerja yang baik. Bentang layarnya yang membatasi gerak jemari, membuat foto dan dokumen itu mesti dipindahkan ke komputer agar kegiatan menyunting lebih leluasa.

sandisk_dual_drive_ultra_type_c

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memindahkan file dari smartphone ke komputer ini. Untuk foto, anda bisa mengandalkan Google Photos. Setelah sesi pemotretan selesai, anda bisa melakukan pencadangan (backup) foto-foto tersebut dan apabila diperlukan penyuntingan maupun disisipkan sebagai laporan kegiatan, foto tadi bisa diunduh melalui komputer di rumah. Backup ini bisa dilakukan dengan cloud storage yang lain seperti Google Drive, Dropbox, Box, One Drive, dan lainnya. Cuma kalau untuk foto, memang lebih nyaman melalui Google Photos.

Untuk perkara dokumen yang diterima di smartphone, biasanya ada dua cara pengiriman, yakni melalui WhatsApp dan e-mail. Kalau yang ini jauh lebih gampang lagi. Untuk dokumen yang dikirimkan tadi, anda bisa membukanya terlebih dahulu melalui aplikasi yang disediakan. Kalau memungkinkan langsung disunting, ya suntinglah melalui smartphone. Cuma kalau kurang nyaman dalam melakukan penyuntingan, karena bahan yang disunting banyak misalnya, maka bukalah WhatsApp melalui WhatsApp versi desktop atau jika dikirim lewat e-mail maka bukalah e-mail tersebut di komputer. Buka saja pesan yang terdapat kiriman dokumen tadi, silakan sunting, dan masalahpun selesai.

Ada lagi cara untuk memindahkan file dari smartphone ke komputer. Anda tahu file manager? Ya, biasanya pada smartphone dengan sistem operasi hasil kostumisasi Android 6.0 keatas, file manager-nya sudah mendukung koneksi langsung dengan komputer.

Anda tinggal mengetikkan kode FTP (File Transfer Protocol) yang disediakan oleh file manager smartphone tadi di tab address pada file manager komputer. Ada pula yang tidak menggunakan file manager komputer, namun memakai peramban di komputer seperti Chrome, Edge, maupun Firefox. Pada intinya sama, yakni menghubungkan kedua perangkat melalui satu jaringan FTP, sehingga memungkinkan proses transfer data bisa dilakukan.

Masalah Koneksi

Ketiga cara tersebut memang terdengar cukup menyenangkan, efektif, efisien, dan modern. Namun semua kesan itu hilang secara tiba-tiba ketika pengumpulan laporan bulanan kemarin disaat printer di rumah sedang mogok dan saya mesti mencetaknya di rental komputer langganan.

Yang saya ingat adalah file untuk laporan tersebut sudah saya amankan di Google Drive. Saya memang selalu membawa flashdisk, namun benda yang satu ini kerap saya format karena menjadi pembawa virus. Flashdisk ini saya bawa hanya sebagai jaga-jaga barangkali ada file yang mesti saya salin dari komputer orang lain.

Saat agenda pencetakan akan dimulai, file itu saya unduh dari Google Drive dan bisa tersimpan di penyimpanan internal smartphone. Satu langkah telah berhasil. Namun rasa was-was pun mulai merasuk, sebab saya menyadari kalau belum menemukan cara untuk memindahkan file itu ke komputer agar bisa dicetak.

Saya bertanya ke penjaga rental, juga ke pelanggan yang hadir disitu, apakah diantara mereka ada yang membawa kabel OTG (On The Go). Beberapa diantaranya memang membawa kabel tersebut. Namun interface-nya menggunakan USB Micro B, sementara port di smartphone saya menggunakan USB Type C. ~Ora mashoook pak Eko!

Smartphone yang menggunakan USB Type C sebetulnya bisa lebih cepat dalam melakukan transfer data dan pengisian daya. Meskipun alasan saya untuk upgrade smartphone bukan itu, namun fitur Type C tentu saja sudah termasuk didalamnya. Sehingga saya tidak memahami masalah ini sebelumnya.

Sekedar informasi, kebanyakan smartphone masih memakai port USB Micro B alias Micro USB, maka kabel OTG yang banyak tersedia pun kabel OTG dengan interface Micro USB.

Kabel OTG sendiri sebetulnya merupakan kabel konverter yang mampu menghubungkan antara dua interface yang berbeda, misalnya dari flashdisk yang memiliki interface USB Type A ke port Micro USB di smartphone. Penggunaan kabel OTG lumrah dipakai untuk melakukan transfer file dari smartphone ke flashdisk atau sebaliknya.

Untuk yang belum terlalu memahami yang mana USB Type A, USB Micro B, maupun USB Type C, semoga gambar ini bisa membantu.

sandisk_dual_drive_ultra_type_c

Kembali ke cerita pencetakan laporan saya tadi. Saat tidak ada yang memiliki kabel OTG dengan interface USB Type C, maka buntulah jalan yang saya tempuh untuk mencetak file ini. Printer di rental itu bukanlah printer canggih yang bisa menerima file secara nirkabel. Juga tak ada bluetooth dongle agar file ini bisa dikirim melalui bluetooth. Satu-satunya yang tersedia hanyalah pembaca kartu micro-SD. Dan saya merupakan orang yang anti terhadap penyimpanan tambahan di smartphone berupa micro-SD. Inilah alasan mengapa saya tidak menggunakan Micro SD. Sementara itu tenggat pengumpulan laporan pun menemui titik akhir.

Waktupun beranjak senja, yang berarti saatnya laporan bulanan itu semestinya sudah sampai di meja kerja koordinator program. Namun saya masih panik di samping operator rental yang sibuk melayani tugas dari pelanggan lainnya.

Pada akhirnya sayapun pulang, untuk menyalin file tersebut di flashdisk, dan mencetaknya di rental yang sama. Esoknya, laporan pun saya serahkan. Ya, tentu saja saya mendapat ‘reward’ berupa teguran lisan.

Kejadian tersebut memang yang pertama kali saya alami. Masalah memindahkan file dari smartphone ke komputer maupun sebaliknya memang sepele. Namun kalau menyangkut tugas dari pekerjaan dimana nafkah keluarga digantungkan, hal tersebut bukan lagi hal yang sepele. Saya mesti mencari jalan agar kejadian yang sama tidak terulang.

Pencarian pun Dimulai

Saya pernah mendengar ada istilah dual drive untuk menyebut flashdisk yang memiliki dua interface. Namun nasibnya sama serupa kabel OTG diatas, kebanyakan dual drive hanya memiliki interface USB Type A dan Micro USB. Sementara yang saya cari, sebelah interface-nya mesti USB Type C agar bisa saya pakai di smartphone yang saya miliki. Karena keberadaannya masih jarang, saya menebak dual drive dengan USB Type C ini bakalan memiliki harga yang cukup tinggi.

Saya pun mencarinya di BukaLapak. Di marketplace besutan Achmad Zaky ini, dual drive dengan interface USB Type C pun tidak banyak tersedia. Ada beberapa pelapak yang menjualnya, diantara yang sedikit itu banyak yang tak mencantumkan garansi keaslian. Akhirnya saya memutuskan untuk mengunjungi SanDisk Official Store di BukaMall BukaLapak.

sandisk_dual_drive_ultra_type_c

BukaMall merupakan salah satu fitur di aplikasi BukaLapak dimana jenama-jenama besar menjual produknya secara langsung. Karena dijual oleh pemilik jenamanya langsung, maka keaslian, kualitas, dan jaminan garansinya langsung dijamin oleh mereka. Di BukaMall pun bukan cuma jenama penjual gadget saja, ada banyak jenama yang memajang produknya disini. Untuk itulah, buat anda yang ragu-ragu dengan keaslian produk yang dijual oleh pelapak yang jumlahnya sangat banyak, maka sangat disarankan untuk membeli melalui fitur ini.

Inilah alasan mengapa SanDisk Official Store yang akhirnya dipilih. Akun pelapak ini merupakan akun yang terverifikasi resmi SanDisk di Bukalapak, sehingga jaminan keaslian untuk produk yang anda beli bakal dijamin secara langsung. Dari pelapak ini, saya membeli flashdisk dengan judul SanDisk OTG 16GB Type-C USB Dual Drive 3.1 TYPE C. Nama barang yang dijual ini menunjukkan kalau perangkat ini berfungsi sebagai OTG, kapasitasnya 16 GB, memakai USB Type A dengan versi 3.1, dan USB Type C.

Benar dugaan saya, untuk kapasitas 16 GB saja harga normalnya Rp145.000,00. Sementara dual drive Micro USB dengan kapasitas 32 GB, yang notabene dua kali lipat kapasitasnya, memiliki harga dibawahnya.

Dual drive yang hanya tersedia versi 16 GB saja di SanDisk Official Store tersebut akhirnya masuk keranjang pada hari Minggu, 18 November 2018. Tersebab SanDisk adalah pelapak resmi yang memiliki karyawan yang libur pada hari Minggu, menyebabkan barang baru diproses pada keesokan harinya, Senin tanggal 19 November 2018. Dan tanpa drama apapun, flashdisk ini sampai di rumah saya setelah dua hari kemudian, yakni pada Rabu tanggal 21 November 2018.

Berkenalan dengan SanDisk Dual Drive 

Tampak dari kemasannya, SanDisk Dual Drive Type C ini dikemas seperti biasa. Hanya berupa karton tebal dengan jenama SanDisk yang kecil, keterangan kapasitas dan dukungan perangkat lunak, stiker hologram jaminan keaslian dari distributor Astrindo, lalu flashdisk-nya dibungkus oleh plastik yang rapat dan sisi-sisinya dijepit oleh karton tersebut. Ya, kemasan yang biasa diterapkan pada flashdisk maupun perangkat elektronik kecil lainnya.


sandisk_dual_drive_ultra_type_c

Bentuk flahsdisk SanDisk Dual Drive Type C ini cukup unik. Sebab terdiri atas dua macam lapisan yang melindungi bodinya. Lapisan pertama terbuat dari metal, dengan bertuliskan SanDisk di sisi yang terlebar, dan memiliki lubang untuk memasang gantungan di bagian bawahnya. Lalu lapisan kedua terbuat dari plastik dengan pola rangka kubus kecil yang sepertinya berguna agar tidak licin ketika dipegang.

sandisk_dual_drive_ultra_type_c

Pada bagian sisi atasnya ada tombol geser yang apabila digeser ke kiri bakal memunculkan interface USB Type C. Ketika tombol ini digeser ke arah sebaliknya, maka interface USB Type A versi 3.1 bakal muncul dari dalamnya. Tombol geser ini memiliki kunci (lebih tepatnya mekanisme penahan), sehingga tidak membuatnya bergeser tanpa kendali. Kedua interface tersebut tidak akan muncul ketika tombol geser tadi diletakkan di tengah dan terkunci.

Soal tombol geser ini, SanDisk tidak menjelaskan sama sekali ketahanannya. Sehingga anda tak akan tahu tombol ini bisa digeser kanan-kiri berapa kali sehingga bisa diketahui ketahanannya berapa lama. Saya sendiri belum menemukan referensi yang tepat soal ketahanan tombol geser ini. Atau SanDisk menganggapnya tak begitu penting, sehingga kerusakan pada tombol geser tidak dianggap mengganggu dan tidak masuk kedalam klaim garansi?

Ukuran bodi flashdisk ini pun tak terlalu kecil. Meski begitu, ia tak terlalu besar juga sebagai perangkat penyimpanan. Sebagai perbandingan, silakan dilihat antara flashdisk ini dengan korek api gas.

sandisk_dual_drive_ultra_type_c

Lupakan sejenak soal ukuran dan ketahanan tombol geser tadi. Saatnya mencoba flashdisk ini ke smartphone. Banyak yang menyarankan sebelum membeli atau menggunakan flashdisk dari SanDisk, alangkah lebih baik lagi menginstal SanDisk Memory Zone. Aplikasi ini bisa didapatkan di Play Store. "Thank me later," kata mereka.

Terima Kasih untuk SanDisk Memory Zone

Betul saja, saat interface USB Type C itu dimasukkan ke port USB Type C di smartphone, SanDisk Memory Zone langsung menanggapinya dengan pop-up agar secara default flashdisk ini dibuka dengan aplikasi tersebut.

sandisk_dual_drive_ultra_type_c

Hal lain yang saya suka dari SanDisk Memory Zone adalah tampilannya yang sederhana, dengan tombol-tombol yang cukup besar. Dan ada tombol favorit yang selalu saya pakai di SanDisk Memory Zone, yakni tombol ‘Mulai’ pada fitur “Bersihkan Media WhatsApp”. Fitur ini tampil dengan warna biru muda atau turquoise yang kontras dengan latar belakang gelap yang menyelimuti tampilan keseluruhan aplikasi ini.

sandisk_dual_drive_ultra_type_c

Sepertinya SanDisk melakukannya dengan sengaja. Mereka tahu kalau banyak orang yang ingin membersihkan media WhatsApp agar memori smartphone kembali lega. Sebab anda pun tahu bagaimana riuhnya aplikasi percakapan yang satu ini dengan kiriman file-nya yang sering tak penting yang membuat memori smartphone selalu penuh.

Meski ada opsi penghapusan agar memori smartphone lebih lega, SanDisk Memory Zone pun menyediakan opsi pencadangan terhadap kumpulan file yang bakal dihapus itu. Pencadangan ini pun diutamakan melalui flashdisk SanDisk Dual Drive Type C, namun aplikasi ini pun tetap memberikan pilihan lain untuk mencadangkannya di cloud storage.

Ngomong-ngomong soal cloud storage, SanDisk Memory Zone memiliki pengaturan agar Google Drive, Box, Dropbox, maupun One Drive, bisa diatur dalam dari satu tempat. Anda tinggal login ke masing-masing cloud storage tadi melalui SanDisk Memory Zone, lalu dari aplikasi ini anda bisa mencadangkan data tanpa harus masuk ke aplikasi cloud storage itu satu-persatu. Ya semuanya benar-benar di dalam satu tampilan aplikasi. Anda tinggal memilih mau mencadangkan data ke cloud storage yang mana. Jadi kesannya, anda memiliki satu aplikasi namun cloud storage-nya sangat besar, karena gabungan dari beberapa layanan cloud storage itu. Efektif ‘kan?

Performa SanDisk Dual Drive di Perangkat Saya

Kembali ke SanDisk Dual Drive Type C yang sudah dicolokkan ke smartphone tadi, saya sudah mencoba untuk melakukan transfer file sebesar 2,27 GB dan sukses ditransfer dalam waktu 4 menit 44 detik. Kalau melihat spesifikasinya yang mencapai kecepatan transfer hingga 130 MB/s, maka waktu yang dicapai oleh transfer tadi tentu saja tidak mencapai spesifikasi maksimalnya. Kalau dihitung, kecepatan transfer tadi hanya mencapai 8 MB/s.

Berikut video ketika flashdisk tersebut diuji kecepatan transfernya di smartphone:


Setelah puas mengujinya di smartphone, flashdisk ini pun diuji dengan aplikasi USB Flash Benchmark di komputer. Hasilnya ada peningkatan dibandingkan kecepatan transfer di smartphone. Flashdisk ini memiliki kecepatan transfer sebesar 12,13 MB/s (write) dan 29,29 MB/s (read). Sekedar informasi, write berarti ada data yang dipindah dari flashdisk ke komputer atau sebaliknya. Sementara read berarti data di flashdisk hanya dibaca saja oleh komputer tanpa dipindah.

sandisk_dual_drive_ultra_type_c
Keterangan spesifikasi yang menyebutkan “hingga 130 MB/s” diatas sebetulnya tidak salah. Kecepatan tersebut dimungkinkan ketika performa perangkat, baik smartphone maupun komputer, merupakan perangkat yang terbaik dan prosesornya tidak sedang mengerjakan tugas lain alias multitasking. Sementara itu smartphone saya hanya memakai chipset Snapdragon 625 octa-core dengan clockspeed 2.0 dan RAM 4 GB. Itupun recent apps-nya belum bersih sempurna. Lalu komputer saya pun bernasib serupa, meski clockspeed-nya mencapai 2,8 GHz dan RAM 4 GB, namun hanya mengandalkan prosesor dual-core keluaran lima tahun silam. Jadi kecepatan transfer flashdisk ini saya maklumi.

Satu kelemahan flashdisk SanDisk Dual Drive Type C ini adalah panas yang akan muncul setelah beberapa menit perangkat dipergunakan. Sebetulnya flashdisk lain pun sama saja, cuma mereka dilapisi oleh plastik sehingga panas itu tidak dirasakan diluar. Atau jangan-jangan ini justru menjadi kelebihan flashdisk ini, dimana panas yang dikeluarkan diluar bakal membuat flashdisk ini awet dari sisi ketahanan jeroan. Nah, soal ini biar waktu yang menjawabnya.

Apakah menurut anda flashdisk ini senilai dengan harganya? Atau justru kemahalan? Soal ini tentu sangat tergantung dari kebutuhan anda terhadap flashdisk SanDisk Dual Drive Type C. Bagi saya yang dihadapkan kepada pilihan kemudahan dalam bekerja, jalan karir, dan pastinya nasib keluarga, tentu harga Rp145.000,00 bukanlah apa-apa.

Akhir kata, itulah review saya terhadap SanDisk Dual Drive Type C 16 GB yang belum lama ini saya beli dari BukaLapak. Untuk review gadget lain dari Bukalapak, anda pun bisa membacanya di BukaReview di Blog Bukalapak pada tautan tadi.

19 November 2018

Cara Transfer JSECoin ke Exchange untuk Menghasilkan Uang

Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu bagi penambang JSECoin tiba juga. Aset kripto ini akhirnya melewati masa ICO dan telah hadir di dua exchange untuk diperdagangkan, IDEX dan Latoken. Sayangnya, beberapa orang mengalami kesulitan untuk menjadikan aset JSECoin-nya bernilai di dua exchange itu.


Kesulitan ini lumrah dialami ketika seseorang memang baru mengenal cryptocurrency exchange atau perdagangan aset kripto, sebab membutuhkan kode-kode tertentu yang mesti ditempatkan di format tertentu yang masih asing. Kode ini diambil dari mana dan harus diletakkan dimana agar transfer JSECoin atau aset kripto pada umumnya berjalan secara benar, agaknya masih menjadi kegamangan bagi mereka.


Untuk itulah artikel ini dibuat agar saya dan anda bisa belajar bersama-sama melakukan perdagangan aset kripto sehingga monetisasi blog yang selama ini dilakukan bisa berhasil. Baiklah langsung saja berikut ini alur yang bisa ditempuh agar aset kripto itu bernilai.

  1. Melakukan login seperti biasa ke platform JSECoin di https://platform.jsecoin.com.
  2. Pada halaman pertama anda bakal melihat tampilan dasbor yang menunjukkan riwayat penambangan JSECoin.
  3. Silakan ke halaman funds, dimana JSECoin telah memperbaruinya dengan perkiraan konversi saldo JSECoin ke dollar. Dibawahnya pun ada rate JSECoin yang dibandingkan dengan aset kripto lainnya dari dua exchange yang resmi bekerjasama dengan JSECoin.
  4. Langsung saja, untuk mengirim aset kripto ke exchange, silakan pilih tombol Withdraw yang ada di samping tombol Deposit. Sebagai catatan, di awal JSECoin hanya membatasi transfer 2000 JSE per hari. Anda bisa mengubahnya.
  5. Setelah tombol Withdraw tadi diklik, maka muncul pop-up yang menampilkan kolom transfer. Silakan masukkan jumlah yang akan ditransfer. Sistem akan menguranginya dengan fee transfer sebesar 118 JSE. Lalu masukkan pula alamat yang akan ditransfer.
  6. Alamat yang akan ditransfer ini ibarat nomor rekening tujuan, salah dalam memasukkan satu angka saja bisa mengakibatkan salah transfer. Karena kita akan memperdagangkan aset kripto di exchange, maka alamat ini mesti diambil dari alamat yang disediakan oleh exchange. Untuk itu silakan buka Latoken maupun IDEX.
  7. Baik IDEX maupun Latoken, sebetulnya hampir sama, hanya berbeda interface saja. Kebetulan saya lebih menyukai Latoken, karena interface-nya lebih mudah.
  8. Silakan login seperti biasa, atau kalau belum punya akun Latoken, silakan mendaftar. Saya pikir pendaftarannya sama saja dengan jenis pendaftaran layanan internet yang lain. Kalau sudah berhasil, silakan masuk ke bagian Wallet. Di bagian ini akan ditampilkan beragam aset kripto. Kalau kita tak punya simpanan disini, maka seluruh aset kripto ini menunjukkan nominal 0.
  9. Pergunakan fitur pencarian untuk mencari JSECoin. Kalau sudah ketemu, di ujung sebelah kanan ada dua macam tombol, yakni tombol Deposit dan tombol Send. Tombol Send dipergunakan untuk mengirim aset kripto ke tempat lain, sementara tombol Deposit sebaliknya, yakni memasukkan aset kripto dari luar ke Latoken. Nah, sudah tahu 'kan mesti memilih yang mana?
  10. Setelah tombol Deposit itu diklik, sebuah barcode besar bakal muncul. Kalau tidak memakai scanning barcode, abaikan saja, dan pilih JSE Deposit Address yang berisi 42 kode unik untuk kita salin. Ingat ya salin baik-baik dan jangan kurang satu angka pun.
  11. Kalau sudah mendapatkan alamat tersebut, silakan balik lagi ke langkah ke-5. Lalu masukkan alamat yang disalin dari Latoken tersebut. Klik Send.
  12. Silakan menunggu saja sampai aset atau token yang dikirimkan tadi sampai ke Latoken. Prosesnya sebentar saja.
  13. Untuk mengetahui apakah aset yang dikirimkan telah sampai, silakan cek kembali di Wallet yang ada di Latoken. Kalau sudah sampai, ya sudah selamat anda bisa melakukan perdagangan aset di Latoken.
  14. Apabila dirasa aset layak jual, silakan klik Send yang ada disamping Deposit di kolom Wallet JSECoin yang ada di Latoken.
  15. Sayangnya, Latoken belum bisa mengirimkannya secara langsung ke rekening bank kita. Untuk itu silakan daftar saja ke exchange yang ada di dalam negeri seperti Indodax maupun Coinone. Sayangnya, exchange lokal masih belum mendukung perdagangan JSECoin, untuk itu saat di Latoken, konversilah JSECoin ke Bitcoin maupun Ethereum. Kalau sudah silakan transfer ke kedua exchange lokal itu. Caranya pun sama dengan pengiriman dari platform JSECoin ke Latoken tadi.
  16. Selesai.
Ada satu pertanyaan dari Kang Maman di artikel saya sebelumnya, yakni bagaimana kalau JSECoin yang dimiliki ada di MyEtherWallet, atau sudah terlanjur ditransfer kesana? Jawabannya sebetulnya tidak simpel, sebab MyEtherWallet bukanlah exchange sehingga kita membutuhkan banyak cara untuk sekedar melihat jumlah saldo dan transaksi saja, terlebih untuk mengirimkannya ke tempat lain.

MyEtherWallet sebetulnya semacam generator untuk membuat alamat transfer aset kripto. Namun MyEtherWallet bukanlah tempat penyimpanan, sehingga untuk mengetahui transaksi memakai alamat yang telah dibuat itu, anda masih membutuhkan etherscan.io. Oh iya, JSECoin bisa masuk ke MyEtherWallet disebabkan kripto ini memakai sistem ERC20 yang notabene masih saudara kandung kripto Ethereum.

Meski bisa dikonversi, banyak yang memilih langsung mentransfer dalam bentuk JSECoin saja, sehingga di penyimpanan MyEtherWallet bukan berupa Ethereum tapi JSECoin.

Langsung saja, buat yang terlanjur mengirimkan token JSECoin ke MyEtherWallet dan mengalami kesulitan untuk melakukan transfer token dari MyEtherWallet ke exchange, simak caranya berikut ini.
  1. Saat pertama kali memiliki akun di MyEtherWallet, anda pasti diminta memasukkan password dan mengklik Create New Wallet. Kemudian sebuah file, yang mana merupakan file jenis JSON, bakal tersimpan di folder download di komputer anda. File ini jangan sampai hilang!
  2. Silakan lihat alamat wallet anda di file ini. Caranya, klik kanan file JSON tadi, kemudian bukalah dengan Wordpad, Spreadsheet, maupun Notepad dari komputer anda. Disitu ada kode-kode JSON, dan pilihlah 42 angka dan huruf setelah 'address' dan 'titik dua'. Itu adalah kode wallet anda. Kode ini dipergunakan untuk menerima token. Kira-kira gambarnya seperti dibawah ini.
  3. Untuk mengirimkan token keluar, silakan akses laman berikut https://www.myetherwallet.com/#send-transaction lalu pilihlah poin Keystore/JSON File.
  4. Pada opsi ini anda akan diberikan pilihan untuk mengunggah kembali file JSON yang telah tersimpan di komputer sebagaimana langkah ke-1. Klik Select Wallet File, dan cari file yang dimaksud. File ini memiliki nama yang dimulai dari UTC. Kalau sudah ketemu, tampillah kolom password yang harus diisi sebagaimana password yang anda masukkan saat membuat wallet di MyEtherWallet. Lalu klik Unlock.
  5. Sistem akan membawa anda ke halaman transfer. Silakan masukkan alamat deposit dari exchange yang dituju untuk melakukan transfer, lalu tulis berapa jumlah token yang dikirim, lalu Generate Transaction.
  6. Ya sudah begitu saja, tinggal menunggu token itu sampai. Untuk mengecek keberhasilan transfer ini, anda bisa ke etherscan.io dan masukkan alamat wallet anda.
Demikian cara transfer JSECoin, apabila anda memiliki cara yang lain, silakan tulis di kolom komentar. Cara ini sebetulnya bisa diaplikasikan untuk transfer aset kripto yang lainnya.

18 November 2018

Asus Zenfone Max Pro M2: Suksesor Yang Siap Adu Pamor

Netijen pengamat gajet cukup dikejutkan dengan unggahan media sosial Asus Indonesia. Di unggahan tersebut tampak kartun Zenny yang menginjak seekor kucing.

Buat yang belum tahu, Zenny merupakan maskot Zenfone, sebuah lini produksi Asus yang menggarap smartphone. Sebetulnya ya biasa saja kalau Zenny ini menginjak kucing, macan, bahkan kecebong ataupun kampret. Sekali lagi, biasa saja. Namun ada caption jeritan si kucing dengan bunyi "MI-AUUU".


Netijen pun bersyak-wasangka kalau gambar yang diunggah Asus di Facebook, Twitter, dan Instagram itu, merupakan sebuah tantangan baru terhadap Xiaomi. Kedua jenama ini memang pernah adu kesaktian lewat Zenfone Max Pro M1 dan Redmi Note 5.


Mungkin ada yang bertanya, siapakah yang menang dari kedua smartphone itu? Kalau ada persaingan harga dan spesifikasi dari dua atau lebih produsen smartphone, maka tentu yang menang adalah konsumen.

Selama ini pilihan smartphone dengan harga dan spesifikasi yang terjangkau masih dimiliki Xiaomi. Oleh karenanya, publik pun selalu bertepuk tangan ketika jenama lain mengekor terinspirasi dari tren yang diciptakan Xiaomi ini.

Suksesor baru smartphone Asus

Demi melanjutkan suksesnya Zenfone Max Pro M1, Asus pun membawa suksesor pesaing Redmi Note 5 itu ke Indonesia. Kabar ini bisa dikonfirmasi dengan mengunjungi situs P3DN Kemenperin.

Pada situs daftar perangkat teruji TKDN itu, Asus memiliki dua perangkat baru. Banyak pihak menduga, kalau keduanya merupakan Asus Zenfone Max Pro M2 dan Asus Zenfone Max M2.

Suksesor Zenfone Max Pro M1 tentu saja Zenfone Max Pro M2. Oleh karenanya, tampak dari berbagai bocoran, spesifikasi suksesornya ini lebih tinggi dengan mengusung desain kekinian.

Dapur pacu Max Pro M2 ditenagai oleh Snapdragon 660. Pilihan RAM 4 GB dan 6 GB dengan kapasitas penyimpanan 64 GB dan 128 GB diduga untuk menguatkan imaji kalau ini adalah smartphone gaming.

Di bagian depan, menurut bocoran dari XDA Developers, Zenfone Max Pro M2 mengusung poni yang mainstream, dengan kedua ujung poninya sedikit meruncing. Poni ini bisa ditemui di Asus Zenfone 5 dan Zenfone 5Z. Poni itu akan menghuni bagian atas layar FHD+ dengan bentang 6 inci full view. Belum diketahui panel apa yang dipakai oleh smartphone ini.

Pada gambar yang 'dibocorkan' Asus melalui katalog perangkat di Google Play Console, selain mengungkap poni, juga menampilkan Android yang bakal dipakai di Zenfone Max Pro M2. Ini melanjutkan kesuksesan Zenfone Max Pro M1 yang terkatrol lumayan ketika memakai Android murni 8.1. Iya, memang sih tetap menggunakan Zen UI, tapi kustomisasinya tidak ala tampilan khas Asus itu. Pokoknya Android murni, persis dengan yang dipakai pendahulunya.

Sementara itu, smartphone kedua, Zenfone Max M2 pun mengalami upgrade sehingga chipset yang dipakainya sama dengan Zenfone Max Pro M1. Jadi, selamat tinggal Sapdragon 430.

Pesaing Redmi Note 6 Pro dan Mi 8 Lite

Xiaomi Indonesia sudah merilis bersamaan antara Redmi Note 6 Pro dan Mi 8 Lite. Keduanya sudah mengaspal di jalanan pasar smartphone tanah air. Hype-nya memang tak setinggi Redmi Note 5. Ada apakah gerangan?

Ada kemungkinan karena Redmi Note 6 Pro ibarat Redmi Note 5 yang diber poni. Sebab keduanya memakai chipset yang sama.

Celah ini yang berupaya dimasuki Asus dengan menggeber Zenfone Max Pro M2 untuk tidak lagi bersaing dengan suksesor Redmi Note 5, yakni Redmi Note 6 Pro. Sehingga Zenfone Max Pro M2 mengalami upgrade kompetitor meski dengan lawan yang berstatus 'lite', Mi 8 Lite. Mi 8 adalah seri flagship, sehingga meski dibumbui Lite, kesan flagship itu masih terasa. 1-0 untuk Asus.

Makanya persaingan dengan Redmi Note 6 Pro, Asus serahkan pada adik Zenfone Max Pro M2, yaitu Zenfone Max M2. Sebab sama-sama memakai chipset Snapdragon 636.

Kalau antusiasme Zenfone Max Pro M2 sebesar Zenfone Max Pro M1, maka skor antara Asus dan Xiaomi bisa berubah 2-0.

Namun apabila produk yang dirilis kemudian hanya difokuskan untuk bersaing, tanpa mengindahkan stok di pasar, kesiapan software, serta hanya mengejar murah saja, ya siap-siap panen hujatan. Sebab hashtag pelaku #LebihMendingZenfone masih kalah militan dibanding #MendingXiaomi.

Apapun itu, sampai jumpa di tanggal 11 Desember nanti.

13 November 2018

Lasso: Upaya Facebook Saingi Tik Tok dan Cara Mengunduhnya

Awal November 2018, aplikasi video pendek asal Cina, Tik Tok, mengangkangi Facebook, Instagram, Snapchat, dan YouTube untuk jumlah unduhan di internet. Tik Tok mengungguli aplikasi 'senior' yang duluan populer tersebut berdasarkan perhitungan dari SensorTower. Situs pendata terkemuka ini menyatakan Tik Tok mencapai angka unduh sebesar 3,81 juta.

Angka unduhan Tik Tok tersebut merupakan gabungan dari jumlah unduhan di Play Store dan App Store. Sementara total jumlah unduhan Facebook 'hanya' 3,53 juta sehingga menempati urutan kedua dibawah aplikasi besutan ByteDance itu. Angka unduhan Tik Tok ini memperlihatkan pesatnya pertumbuhan aplikasi yang sempat mendapat julukan aplikasi goblok dari warganet Indonesia ini. Pertumbuhannya mencapai 237 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2017.

Membanjirnya pengguna Tik Tok yang notabene penyuka video pendek dan lip-sync, yang dipenuhi oleh kaum remaja akhirnya memikat Facebook jua. Aplikasi yang memiliki pengguna terbesar ini menurut beberapa media cukup kesulitan untuk menambah pengguna di kalangan remaja. Banyak laporan menyatakan kalau Facebook malah kehilangan pengguna di usia muda (di bawah 25 tahun) sekitar dua juta orang.

Kelompok usia ini lebih memilih Instagram dan Snapchat. Kalau di tanah air, kabarnya malah beralih ke Twitter, sebab Facebook katanya menjadi sarang hoax dan hate speech. Singkat cerita, Facebook betul-betul kehilangan pengguna dari kelompok ini karena bosan terhadap Facebook. Sialnya lagi, kalangan yang baru mengenal internet, yang banyak dihuni remaja tanggung, malah menjadi pengguna Tik Tok.


Inilah yang kemudian membuat Facebook merilis Lasso, aplikasi video pendek yang tak bisa disangkal memiliki banyak kemiripan dengan Tik Tok. Harapannya kalangan muda yang tertarik ke Snapchat, dan kalangan yang gemar video pendek berpindah ke aplikasi di bawah Facebook ini. Lasso menjadi aplikasi kesekian kalinya yang terpisah dari Facebook dan berupaya menyasar segmentasi tertentu.

Lantas bagaimana cara mengunduh Lasso?

Saat dirilis, Lasso tidak dikenalkan secara bombastis oleh Facebook. Bahkan rilis media dari Facebook pun tak ada. Hanya sebuah twit dari inisiator Facebook Marketplace, Bowen Pan, lewat akunnya @bowenpan yang mengunggah dua tautan untuk mengunduh Lasso di Play Store dan App Store. Twit ini pun kemudian di-retweet oleh Product Manager Facebook, Andy Huang, di akunnya @ahuang7.



Buat yang ada di Indonesia dan berminat untuk mengunduh Lasso, tampaknya harus banyak bersabar. Sebab menurut Bowen Pan, Lasso baru tersedia untuk pengguna Android di Amerika Serikat saja. Jadi buat yang mengklik tautan yang diselipkan Bowen itu, bakal muncul keterangan di Play Store dengan tulisan 'Item ini tidak tersedia di negara Anda' dengan huruf merah dan didahului simbol tanda seru di dalam segitiga alias simbol peringatan. Untuk pengguna iOS sepertinya tidak menemui masalah ini.

Namun tentu ada cara yang mujarab untuk bisa menikmati Lasso meskipun tidak tinggal di Amerika Serikat. Yak betul, caranya dengan memakai VPN. Melalui VPN anda bisa mengakses server 'palsu' dari negara yang terdaftar. Jadi dengan aplikasi ini, anda bisa mengakses internet seolah-olah berada di negara tersebut. Untuk kasus Lasso, silakan atur VPN agar berada di Amerika Serikat.

Setelah VPN diatur ke server Amerika Serikat, maka jangan terburu-buru masuk ke Play Store atau mengklik tautan yang diberikan Bowen tadi. Biasanya Play Store masih menyimpan cache regional semula, sehingga keterangan itu masih tetap muncul. Makanya bersihkan data terlebih dahulu. Caranya bisa masuk ke menu pengaturan aplikasi dan hapus cache dan hapus data juga sekalian. Kalau ini sudah dilakukan, silakan masuk ke tautan yang diberikan Bowen itu. Unduh. Instal. Selesai.

Cara Menggunakan Lasso

Saat baru pertama kali membuka Lasso, anda bakal dihadapkan ke tampilan login dengan dua pilihan yakni login dengan Instagram dan Facebook. Silakan pilih salah satu saja. Setelahnya Lasso betul-betul mengingatkan kita akan Tik Tok dengan segala desain, tampilan, dan keunikannya. Cuma karena dirilis pertama kali di Amerika Serikat, maka kebanyakan penggunanya bukanlah orang-orang bermata sipit yang menjadi penghuni negeri asal Tik Tok.


Di bagian pembuatan video pun Lasso mencontek Tik Tok. Jadi kalau sudah terbiasa dengan Tik Tok, ya pastinya bakal mudah saja untuk menggunakan Lasso. Atau malah tak usah pindah platform sama sekali. Keduanya hanya memiliki beda yang sedikit saja, terutama di interface alias tampilan antar muka. Tapi sedikit saja bedanya. Sebab kedua aplikasi secara garis besar hampir sama, antara memilih backsound, merekam, dan mengunggahnya dengan tanda pagar tertentu yang mengelompokkan video tersebut juga sama. Durasi videonya pun sama-sama 15 detik.

Perbedaannya, Lasso memberikan pilihan untuk mengunggahnya di story Facebook, buat yang login dengan Facebook, dan insta story buat yang login dengan Instagram. Saya rasa inilah yang menjadi daya tarik bagi Lasso, yakni terintegrasi dengan aplikasi populer lainnya. Sementara Tik Tok hanya bisa mengunggah tautan secara langsung ke Twitter saja.

Satu catatan buat pengguna Lasso yang tadi sudah mengunduh dengan VPN, untuk membuka Lasso lagi pastikan VPN-nya jangan dimatikan. Sebab penggunaan server regional ini tetap berlaku bukan hanya saat mengunduhnya saja. Kalau VPN-nya tidak aktif, beranda lasso yang berisi video-video rekomendasi, video populer, dan akun-akun yang populer tidak akan muncul.

Demikian tentang Lasso, apakah anda menginginkannya segera dirilis untuk regional Indonesia? Silakan tulis pendapat anda di kolom komentar ya. Terima kasih.

11 November 2018

Saat Pocophone Membandingkan Diri Dengan OnePlus 6T

Dari gedung serbaguna Pier 36 di New York City pada Senin (29/11/2018), OnePlus merilis secara global smartphone flagship teranyarnya, OnePlus 6T. Pabrikan asal Cina ini cukup digemari oleh publik di Eropa dan Amerika tersebab mampu menghadirkan ponsel premium dengan harga minimalis.

Harga yang minimum dengan spesifikasi minimalis memang bukan domain OnePlus semata. Itulah kenapa ketika OnePlus merilis OnePlus 6T di India sehari setelah event New York itu, kompetitor utamanya langsung 'pasang tanduk'. Pesaing dengan segmentasi harga minimalis dan spesifikasi maksimalis di India dimiliki Poco F1 atau Pocophone kalau disini.


Troll pun diciptakan oleh Poco F1. Tajuknya 'Do The Ma+h' dengan simbol '+' yang dibaca 't', sehingga kurang lebih artinya 'ayo dihitung'. Simbol '+' dengan warna merah pun merupakan logo OnePlus. Sehingga semakin terang benderang pesan dari troll ini buat siapa.

Aktualisasi dari troll ini, pihak Poco F1 langsung merangsek ke KDJW Stadium di New Delhi saat OnePlus 6T dirilis. Mereka membagi-bagikan kalkulator kepada pengunjung sebagai bagian dari penyebaran pesan 'do the ma+h' tadi.



Di media sosial, Poco F1 menjelaskan maknanya. ‘Do the math’ dan kalkulator merupakan pesan agar pecinta gajet mampu menghitung mana yang lebih menawarkan harga terjangkau dengan spesifikasi bagus. Ya tentu, troll tadi berupaya memberikan citra agar Poco F1 lebih unggul dibanding OnePlus 6T. Tapi apa iya begitu? Nanti dulu.

Kegelisahan Poco F1 wabil khusus bapaknya, Xiaomi, di India cukup beralasan. Pasalnya, pada kuartal kedua tahun 2018 ini, OnePlus telah mengungguli Samsung dan Apple di negara tersebut. Keunggulan ini terletak pada pangsa pasar smartphone premium yang dicatat oleh Counterpoint Research, dimana OnePlus mendapat angka 40 %, Samsung 34 %, dan Apple 14 %. Pertumbuhan OnePlus di pasar premium melejit sebesar 446 %.

Itulah mengapa OnePlus 6T harus diantisipasi kedatangannya oleh kompetitor. Ya kebetulan Poco F1 yang langsung membuka ruang seteru. Lantas Apple dan Samsung, seperti biasa, sok kalem saja.

OnePlus 6T hadir sebagai upgrade dari OnePlus 5T yang dirilis November 2017. Meskipun tidak banyak perbedaan dengan OnePlus 6 yang telah dirilis Mei lalu, nyatanya OnePlus 6T menjadi unggulan dari pabrikan yang satu almamater dengan Oppo dan Vivo ini. Smartphone ini hadir dengan chipset versi tertinggi buatan Qualcomm, yakni Snapdragon 845.

Chipset dengan fabrikasi 10nm tersebut bukan satu-satunya penanda bahwa OnePlus 6T merupakan smartphone flagship. Tampak dari luar pun, layar dengan ukuran 6,41 inci langsung terlihat kejernihannya sebab memakai panel AMOLED. Panel ini memungkinkan OnePlus 6T dipasangi In Display Fingerpint Sensor.

Layar tersebut dilindungi oleh kaca yang terbuat dari Corning Gorilla Glass 6, yang notabene versi tertinggi dari produsen kaca pelindung layar smartphone yang paling banyak dipakai. Oh iya, ada poni kecil yang manis yang disebut waterdrop notch di atas layar tersebut.

Sentuhan kaca pun bukan hanya di bagian depan saja, di bodi belakang pun diberi sentuhan yang sama. Sehingga kilaunya asli, bukan kilau imitasi dari plastik. Buat yang khawatir dengan ringkihnya bodi kaca tadi, OnePlus memasang frame metal pada tepiannya sehingga kesan kokoh tetap didapat ketika dipegang.

Untuk konfigurasi kamera sendiri, OnePlus 6T punya dua kamera utama dengan resolusi 16 megapiksel dengan f/1.7 dan 20 megapiksel dengan bukaan yang sama. Keduanya sudah memiliki fitur penstabil gambar (OIS) untuk mencegah foto blur akibat sedikit goncangan tangan. Sementara di bagian depan, yang ditempatkan di dalam poni kecil itu, terdapat kamera dengan resolusi 16 megapiksel dengan bukaan f/2.0.

Untuk perekaman video sendiri, kamera belakang OnePlus 6T mampu merekam gambar hingga 2160 piksel dengan frame rate 60 fps. Sementara pada kamera depan hanya sanggup merekam dengan resolusi 1080 piksel dengan frame rate 30 fps. Kamera depan dan belakang sudah dipasangi fitur penstabil gambar elektronik (gyro-EIS). Buat yang suka slow motion, OnePlus 6T sudah bisa melakukannya, namun hanya terbatas pada 1080 piksel pada 240 fps dan 720 piksel pada 480 fps.

OnePlus 6T beroperasi dengan Android 9.0 atau Android Pie dengan kustomisasi OxygenOS ala OnePlus. Catu daya untuk keseluruhan pengoperasian smartphone ini dipasangi baterai sebesar 3700 mAh.

Dengan pilihan warna Mirror Black dan Midnight Black, OnePlus 6T dijual dengan harga yang bervariasi. Harga terendah dimulai dari OnePlus 6T dengan RAM 6 GB dan penyimpanan 128 GB yang dibanderol di angka USD549 atau setara dengan Rp8,3 juta. Sementara itu untuk versi 8 GB RAM dan penyimpanan 128 GB dibanderol dengan harga USD579 dollar atau setara dengan Rp8,8 juta. Terakhir, varian harga yang paling tinggi dipegang varian RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB dengan harga USD629 dollar atau setara dengan Rp 9,5 juta.

Buat yang punya duit dan ingin meminang OnePlus 6T, sayangnya tidak ada cara lain selain mengimpornya. Atau tunggu saja beberapa pekan lagi, sebab bakal banyak yang menjualnya di marketplace lokal. Sebab smartphone ini tidak resmi dijual di Indonesia. Pernah resmi sih, tapi hengkang akibat penguasaan pasar yang kecil.

Untuk itulah harga diatas bakal lebih mahal lagi barang lima ratusan ribu hingga satu juta rupiah kalau smartphone ini dijual di tanah air. Tapi kalau ada perbandingan harga resmi antara OnePlus 6T dengan Poco F1, ya memang kalau pakainya kalkulator, Poco F1 bakalan menang. Tapi monmaap nih, hari gini masih melakukan komparasi pakai kalkulator? Memangnya tak ada Google?

3 November 2018

Inilah Akibat Mengabaikan Update Algoritma Google Broad Core

Google melakukan pembaruan algoritmanya ratusan kali dalam setahun. Ada pembaruan mayor dan adapula pembaruan minor. Yang mayor seperti Google Panda dan Google Penguin. Pembaruan mayor ini sangat berimbas pada hasil pencarian. Sehingga memperhatikan perubahan demi perubahan algoritma Google adalah kewajiban bagi pegiat internet, siapapun dan kapanpun.

Nah, kesalahan saya adalah tidak mengikuti pembaruan ini dalam tiga bulan terakhir. Sebenarnya, para suhu SEO di tanah air telah berbincang-bincang di pelbagai forum internet tentang adanya pembaruan algoritma yang disebut 'broad core' ini. Kesalahan saya adalah tidak menyimaknya, mengikutinya, dan menerapkannya di blog yang saya miliki. Alhasil ada penurunan pengunjung blog selama tiga bulan yang cukup signifikan dibandingkan biasanya.


Pembaruan 'broad core' ini telah dirilis sejak 1 Agustus 2018 lalu. Ya, tiga bulan kemarin sejak artikel ini dibuat. Dan selama tiga bulan itu, jumlah pengunjung blog semakin menurun, dan sekarang stagnan di angka setengahnya saja. Tapi tentu tidak ada kata terlambat untuk memulai.

Pembaruan 'Medic' Core

Algoritma 'broad core' ini disebut juga dengan 'Medic' core. Sebab saat pertama kali dirilis, banyak situs yang membahas tentang kesehatan mengalami perubahan pada jumlah kunjungan mereka. Perubahan ini terjadi persis setelah pembaruan algoritma tersebut.

Namun Google sendiri mengonfirmasi kalau pembaruan ini berimbas secara global. Maksud Google, semua niche situs (bukan hanya kesehatan), segala bahasa, dan di regional manapun, akan terkena imbasnya. Tapi pihak Google merinci kalau yang terkena imbas adalah situs YMYL. YMYL adalah Your Money Your Life, maksudnya situs yang membahas tentang uang dan kegiatan manusia. Google merinci situs-situs YMYL:
  • Situs yang membutuhkan pendaftaran dengan menggunakan KTP, SIM, rekening bank, dan lainnya yang memungkinkan adanya pencurian data pribadi.
  • Situs yang memfasilitasi transaksi moneter dan keuangan.
  • Situs yang memberikan informasi yang bisa berimbas pada kesehatan manusia secara langsung.
  • Situs yang memberikan nasehat tentang keputusan-keputusan dalam kehidupan, seperti situs parenting, situs jual-beli rumah, kendaraan, dan lainnya.
  • Situs yang memberikan nasehat keuangan, kebahagiaan, serta konsultasi hukum.
Situs atau blog dengan bahasan diatas bakal mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi memang bisa positif ataupun negatif atas dampak yang ditimbulkan dari pembaruan algoritma ini. Dan sebagaimana sudah disebut, kalau mengalami penurunan pengunjung situs yang bersumber dari Google, berarti itu imbas negatif dari pembaruan ini. Kalau terjadi sebaliknya, ya berarti positif.

Kabar buruk dari pembaruan algoritma 'medic' core adalah tidak ada yang bisa dilakukan setelah terkena imbas. Seperti misalnya blog saya yang mengalami penurunan pengunjung, ya tak ada yang bisa dilakukan. Misalnya merubah templatenya, menurunkan beberapa widget, atau apapun saja. Tidak ada, kata Google.

Namun seperti juga kalimat saya pada ujung paragraf ketiga, bahwa tak ada kata terlambat untuk memulai. Ada postingan-potingan lanjutan yang bisa diunggah yang ramah terhadap algoritma ini. Apa itu?

Menurut beberapa pakar SEO di luar negeri yang saya rangkum dari searchengineland.com, pembaruan ini mengedepankan hasil pencarian dari situs yang dianggap E-A-T. Tiga kata tersebut merupakan kependekan dari expertise, authoritativeness, dan trustworthiness.

Expertise, authoritativeness, dan trustworthiness kalau dibahasa Indonesiakan menjadi kepakaran, otoritatif, dan kepercayaan. Sehingga makna secara harfiahnya berarti situs yang bakal dimunculkan oleh Google di halaman pertama adalah situs yang dibuat atau ditulis oleh para pakar di bidangnya, yang memiliki wewenang imliah untuk menjelaskan, dan telah dipercaya oleh publik untuk berbicara itu.

Kepakaran dalam menulis artikel memang tidak menjadi domain profesor-doktor di bidangnya. Sebab hal ini bisa didapatkan ketika seseorang konsisten mengungkapkan gagasannya di internet tentang satu bidang. Sehingga konsistensi ini yang membuatnya kemudian memiliki otoritas untuk berbicara sampai akhirnya gagasan-gagasannya dipercaya oleh publik internet alias netizen. Begitu kira-kira.

Jadi selain kontennya matang, daging semua, sebuah situs mesti konsisten dalam mengupas satu hal. Inilah yang menjadi inti dari algoritma baru dari Google. Loh, bukannya ini sudah lama diterapkan oleh Google? Ada sedikit perbedaan.

Kita mengetahui bahwa Google senantiasa mengubah algoritmanya, minor maupun mayor. Konten adalah raja, konteks adalah ratu, dan artikel yang ramah SEO, adalah kunci dari artikel yang kemudian berada di halaman pertama Google. Namun algoritma kali ini memiliki satu hal lain yang berbeda dari pembaruan sebelumnya, yakni tindak lanjut.

Situs-situs YMYL adalah situs tentang keputusan, yakni keputusan untuk membeli atau tidak, mematuhi nasehat atau tidak, dan seterusnya. Maka fungsi algoritma 'medic' ini adalah merayapi artikel mana yang bakal menghasilkan lead yang bagus, untuk kemudian mengganjarnya dengan page one. Makanya para pakar SEO itu menyimpulkannya kedalam situs yang E-A-T. Sebab situs yang mengandung E-A-T adalah situs yang mampu mempengaruhi pembaca untuk melakukan tindak-lanjut.

Lalu apakah blog anda sudah begitu? Yuk, benahi sama-sama.