21 September 2018

Mi TV 4A, Televisi Pintar Pertama Xiaomi di Indonesia

Asian Games 2018 telah berakhir. Itu berarti, televisi bakal kembali ke habitatnya seperti semula. Acara sinetron, gosip, komedi slapstick, dan produk jurnalistik yang berat sebelah bakal memenuhi layar kaca lagi.

Ajang empat tahunan itu memang tak bisa dibandingkan dengan tayangan televisi biasa. Tayangan telanjang dada prestasi Jonatan Christie di cabang bulutangkis memang tak bisa disepadankan dengan sinetron berjudul ‘Anakku Anak Suamiku, Tapi Bukan Anakku’ dan semacamnya. Tapi seharusnya penonton televisi berhak memilih tayangan yang menurutnya baik.


Sialnya model hiburan televisi kerap saling mengimitasi antara stasiun televisi satu dengan yang lain. Sehingga penonton tak memiliki banyak pilihan terhadap keberadaan acara tersebut. Dalam banyak kasus, televisi akhirnya difungsikan sebagai pengobat sepi di ruang tunggu klinik maupun pengusir kantuk di kala jadwal ronda.

Apalagi setelah penetrasi smartphone yang semakin gila-gilaan dan koneksi internet yang terus berkembang. Televisi akhirnya kehilangan pamor. Hidupnya bak kerakap tumbuh di batu. Hidup tak berkembang, namun tak jua tumbang.

Pada acara-acara penting di televisi, yang dulu pernah dinikmati dengan khusyuk, sekarang tidak lagi. Sebagai contoh event Asian Games kemarin. Lini masa Twitter maupun beranda Facebook, kerap menggambarkan hal yang sama. Beberapa kata kunci pun kerap menjadi trending topic.

Apa yang bisa kita simpulkan dari sini? Ya, penonton televisi, khususnya di Indonesia, tidak pernah melepaskan tangannya dari smartphone meskipun acara televisi itu penting pake banget. Mereka ingin menjadi orang pertama yang memberi kabar di media sosial, menganalisisnya, dan saling berinteraksi atas kabar tersebut dengan jejaringnya masing-masing.

Jika anda tidak menyimpulkan hal demikian, ya tidak masalah. Tetapi kesimpulan tersebut justru dipakai oleh tim riset Xiaomi untuk meyakinkan divisi pemasarannya agar memasukkan televisi pintar ke Indonesia.

Maka masuklah Xiaomi Mi TV 4A 32” ke Indonesia pada Rabu (5/9/2018) lalu. Televisi pintar ini dikenalkan bersamaan dengan Redmi 6 dan Redmi 6A yang merupakan penerus dari Redmi 5A. Meski secara global telah dikenalkan pada tahun kemarin, namun Mi TV merupakan televisi pintar milik Xiaomi yang pertama di Indonesia.

Xiaomi memang piawai dalam hal demikian. Ia melakukan filter terhadap barang mana yang semestinya diproduksi untuk regional tertentu, dan mana yang semestinya tidak. Dan melakukan rekayasa soal kapan masuknya. Metode ini menyebabkan sampai hari ini mereka pun belum memasukkan flagship-nya ke Indonesia. Mungkin.

Loh, bukannya Pocophone F1 itu flagship? Iya, tapi flagship chipset-nya doang.

Tidak masuknya flagship ini pun biasanya berdasarkan kesimpulan riset. Di India, menurut Business Today, Xiaomi mengkhawatirkan ponsel flagship-nya terlalu mahal. Hal yang sama bisa saja terjadi dan menjadi alasan mengapa Xiaomi tak kunjung memasukkan flagship-nya ke tanah air. India dan Indonesia dipandang memiliki kemiripan satu sama lain dalam kacamata Xiaomi. Sama-sama kere?

Lain smartphone flagship, lain pula televisi pintar. Banyak yang bilang harga yang ditawarkan untuk televisi ini sangat affordable, khas Xiaomi lah. Inilah mungkin kode huruf A yang nyempil setelah angka 4 pada Mi TV 4A. Ya, A untuk Affordable.

Harga yang cukup affordable inilah kemudian yang membuat Xiaomi berani memasukkan Mi TV ini. Sebab dari daftar komparasi harga televisi pintar yang sudah ada, Mi TV menduduki posisi harga terendah untuk spesifikasi serupa.

Tapi bukankah setiap seri televisi dari beragam merek punya keunikan sendiri yang membuatnya kadang tidak apple to apple kalau dibandingkan? Makanya lebih baik mencari kesamaan dari deretan televisi tadi. Apa yang membuatnya, paling tidak bisa sedikit saja, bisa membuat penonton televisi menaruh smartphone-nya saat menonton? Jawabannya adalah konten yang bejibun banyaknya.

Mi TV 4A sendiri membekali diri dengan 700.000 jam konten yang terdiri dari beragam genre yang bisa dinikmati penggunanya. Konten itu berasal dari 12 penyedia layanan video-on-demand (VOD) lokal dan global, seperti Hooq, Catchplay, dan Iflix. Waduh, kalau satu judul konten saja durasinya 1,5 jam, maka sudah ada 470.000-an konten. Konten sebanyak itu, bagaimana mencarinya?

Mi TV ini dilengkapi dengan desain antarmuka Xiaomi PatchWall yang memang dirancang untuk memudahkan pencarian konten. Kalau masih merasa repot dengan ketak-ketik, anda tinggal mengambil remote dan mengaktifkan fitur Google Voice Search, lalu menyebutkan judul kontennya saja. Ya memang semudah itu, namanya juga tipi pinter.

Remote yang dimaksud pun bukan smartphone Xiaomi yang memiliki IR blaster, tapi ini remote betulan. Istimewanya remote ini adalah tombolnya yang sederhana dan cuma berjumlah 12 biji. Jadi tidak dipusingkan dengan salah pilih tombol karena terlalu banyak. Untuk pengoperasian Google Voice Search tadi, remote ini memakai bluetooth untuk mengoneksikannya ke televisi.

Selain fitur pencarian tersebut, secara umum Mi TV 4A menggunakan Android TV yang memungkinkan pengguna juga bisa menginstal game dari Play Store, menonton Youtube, serta menonton konten lainnya dengan Chromecast yang sudah built-in. Lumayan komplit sih emang. Tapi kalau melihat dapur pacunya, ya jangan berharap bisa main PUBG apalagi Fortnite secara langsung.

Dari sisi dapur pacu, Mi TV 4A dibekali dengan chipset Amlogic Cortex A53 quad-core dengan arsitektur 64 bit, dengan dukungan grafis Mali-450. Chipset ini didukung oleh RAM 1 GB dan memori internal 8 GB eMMC.

Hari gini, masih pake RAM 1 GB dan memori 8 GB? Eh, mas, ngapunten ini cuma tipi.

Dari sisi tampilan, Mi TV 4A memakai panel HD LED beresolusi 1366x768p dengan bentang layar 32 inci. Bezelnya tipis, cuma 12 mm dengan kedalaman 10 mm. Bezel ini terbuat dari plastik yang sama dengan bodi belakangnya.

Di bagian belakang, ada tiga lubang HDMI, dua lubang USB 2.0, lubang kabel Ethernet, jack input audio, lubang earphone, serta lubang antena. Untuk koneksi wireless, televisi ini mendukung Wi-Fi dan Bluetooth 4.2.

Sekali lagi, Xiaomi membanderol televisi ini dengan harga yang cukup affordable. Ini bahasa halus dari murah meski enggak pake banget. Harganya Rp2 juta dapat kembalian seribu perak. Harga yang disebut-sebut merusak harga pasar televisi pintar, sebab merek lain dibanderol jauh diatasnya, padahal spesifikasinya serupa.

Mi TV 4A bakal hadir pada 20 September 2018 di situs mi.com dan tanggal 29 September 2018 di Authorized Mi Store. Sementara buat yang melakukan pemesanan, pre-order-nya sudah dibuka sehari setelah acara launching.

Apakah bakal menjadi televisi gaib? Sebab price-to-spec-nya yang menggiurkan. Bisa jadi begitu. Tapi beginilah cara jualan Xiaomi, dari mulai smartphone dan kini televisi, Xiaomi selalu memberikan harga yang murah sebetulnya. Sebetulnya apa? Sebetulnya mengandung iklan. He-he-he. Apakah sistem operasi PatchWall itupun bakal ditaruh iklan? Nah, itu yang belum dijelaskan Xiaomi. Mudah-mudahan tidak.

19 September 2018

Hobi Traveling dan Penyuka Gadget Wajib Punya Kalibre Predator Echo

Satu hal yang menjadi alasan dari kebiasaan membuka ponsel di pagi hari beberapa saat setelah bangun tidur, adalah kabar baik biasanya bersumber dari sana. Seperti pada pagi itu, sebuah direct message di Twitter mengabarkan hal yang cukup menggembirakan. Saya memenangkan giveaway dari travel bloger kenamaan mbak Mariza lewat akun Twitter-nya @IamMariza.


Kegembiraan itu sangat beralasan, sebab DM Twitter itu menjelaskan bahwa saya mendapatkan hadiah utama: backpack Kalibre Predator Echo. Sedikit tidak percaya pada mulanya, sebab tak pernah sekalipun saya menang giveaway di media sosial. Hikss...kasihan, ya. Apalagi peserta yang ikut di giveaway tersebut lebih dari 1000 orang.

Pagi yang menggembirakan itu pun disusul tiga hari kemudian setelah tas tersebut datang. Sebuah tas punggung yang hitam, kokoh, dan elegan langsung tampak dari balik plastik pembungkus paket yang dibawa petugas logistik. Tampak di sudut atas, tulisan tangan nama pengirim dan penerima disertai pesan 'Happy Traveling!' meyakinkan saya bahwa inilah tas yang dimaksud.

Ya, dibalik plastik itu merupakan Kalibre Predator Echo. Sebuah tas punggung yang diproyeksikan sebagai tas untuk traveling, dimana pelakunya membutuhkan banyak gadget untuk dibawa serta. Tas yang dibuat oleh pabrikan asal Hongkong ini memiliki ciri khas cangkang di bagian luarnya untuk melindungi isi di dalamnya. Cangkang ini merupakan ciri khas dari Kalibre seri Predator yang telah dirilis sebelumnya.

Cangkang tadi tentu dibuat bukan tanpa fungsi. Sebab setelah saya lihat-lihat postur tasnya, cangkang ini menjaganya tetap bertahan dengan bentuknya, sehingga isi di bagian dalamnya terjaga dari benturan dan perubahan bentuk. Jadi kalau membawa gadget, cangkang ini melindunginya dari benturan. Pun kalau membawa dokumen, maka kertas-kertas di dalamnya tidak mudah terlipat dan kusut. Sehingga apa yang ada di dalamnya betul-betul aman. Ya, berkat cangkang.

Di bagian atas ada kompartemen untuk wadah kacamata. Bukan cuma resleting dan kantong saja, tapi memang disediakan wadah kacamata di dalamnya yang bisa dicopot dari kantongnya. Sedikit turun ke bawah, Kalibre menyediakan ruang untuk tempat selang minuman buat yang sering kehausan ketika bepergian. Jadi wadah airnya ditaruh di dalam tas, kemudian melalui selang, anda bisa meminumnya langsung tanpa membuka isi tas.

Di bagian bawah, Kalibre menaruh rain cover yang akan menjadi penyelamat isi tas anda ketika musim hujan tiba.

Sementara itu di bagian belakang, Kalibre membuat Air Flow Back System. Sistem ini merupakan sebuah desain ergonomis yang memungkinkan sirkulasi udara tetap mengalir diantara punggung anda dan bagian belakang tas.

Resleting yang dipergunakan sebagai pintu masuk berada di sisi luar yang agak masuk ke dalam dari tas. Selain resletingnya mendukung pemasangan gembok, posisinya juga memungkinkan untuk disebut juga desain anti-maling.

Tas ini memang berbeda dari tas pada umumnya yang memiliki banyak kantong di luar. Sementara tas ini hanya punya satu kompartemen saja yang bisa diakses dari resleting tadi. Kompartemen utama ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama yang menempel dengan cangkang adalah kompartemen untuk tempat apa saja, bisa baju, sepatu, snack, minuman, dan lain-lain. Sementara kompartemen kedua menempel dengan bagian belakang tas, yang bisa diisi dengan gadget, seperti laptop, tablet, ponsel, flashdisk, dan pena.

Untuk lebih jelasnya, anda bisa melihat-lihat tas Kalibre di video berikut:


Untuk harganya, saat ini Kalibre membanderol Predator Echo di harga Rp725.000. Anda bisa mendapatkannya di toko-toko Kalibre resmi yang bisa dilihat disini, maupun di marketplace. Harga segini memang worthed untuk tas yang memberikan kenyamanan dan keamanan dalam satu tempat. Soal anda suka atau tidak, tentu soal selera.

12 September 2018

Membuat Keamanan Berlapis Untuk Akun Facebook

Banyak kasus tentang seseorang yang kehilangan akses atas akun Facebook-nya. Kalau akun Facebook yang dibuat bukan untuk tujuan serius, misalnya hanya bersilaturahmi dengan teman-teman, kehilangan semacam ini memang bisa diatasi dengan membuat lagi akun yang baru.

Namun banyak yang membuat Facebook untuk menjadi aset digital, misalnya membangun merek, jualan online, maupun untuk tujuan politik. Maka kehilangan akun Facebook merupakan petaka yang sangat disesalkan untuk terjadi. Sebab kehilangan Facebook yang bukan disebabkan oleh lupa password, cenderung petaka yang meribetkan.

Diluar sana, memang banyak orang jahat yang berupaya memanfaatkan akun Facebook anda untuk tujuan buruk, misalnya menipu. Mereka akan berupaya memancing anda agar melakukan login di laman situs yang mirip Facebook. Padahal form login tersebut merupakan sebuah 'alat rekam' untuk mendapatkan akses username dan password Facebook anda. Ya, para ahli menyebutnya phising.

Untuk mengamankan akun dari kejadian tersebut, sebetulnya Facebook telah menyiapkan caranya. Salah satu cara untuk meningkatkan keamanan akun adalah dengan cara membuat autentikasi dua-faktor atau two-factor authentication alias 2FA.

Cara yang sama sebetulnya banyak dilakukan oleh situs lain. Biasanya situs-situs yang berhubungan dengan aset penting baik berupa data pribadi, dokumen penting, maupun aset digital seperti mata uang kripto. Nah, kebetulan di Facebook pun tersedia 2FA ini.

Dua-faktor autentikasi di Facebook ini pun memakai Google Authenticator. Aplikasi dari Google ini semacam generator yang akan memunculkan kode-kode acak sebanyak enam digit setiap kali dilakukan login pada situs yang terdaftar.

Misalnya anda mendaftarkan akses login untuk situs Facebook, maka setiap kali anda login dan memasukkan username serta password seperti biasa, anda akan diminta oleh Facebook untuk memasukkan enam digit angka yang ada di aplikasi Google Authenticator ini.

Sepintas terdengar ribet, apalagi kalau anda melakukan login di ponsel. Sebab ketika anda membuka Facebook untuk melakukannya, pada waktu yang sama anda pun harus membuka Google Authenticator untuk menengok enam digit angka yang disediakan. Masalah pun akan muncul ketika ponsel anda punya RAM 1 GB, atau ponsel yang kerap mesti melakukan reload aplikasi ketika masuk ke recent apps.

Namun percayalah cara ini merupakan cara yang ampuh untuk mencegah diambilnya akun Facebook anda oleh orang lain. Ibaratnya begini, anda memiliki rumah yang kuncinya diambil orang. Namun pintu rumah anda memiliki gembok rahasia yang kuncinya masih tetap dipegang anda. Dengan begitu mustahil ada orang yang masuk tanpa izin ke rumah anda 'kan?

Bagaimana membuat 2FA di Facebook?

Pertama kali yang mesti dilakukan adalah perbarui aplikasi Facebook anda. Silakan ke Play Store untuk melakukan pembaruan. Sambil melihat dan memperbarui aplikasi Facebook, silakan cari aplikasi Google Authenticator di Play Store. Logonya menyerupai huruf G dan berwarna abu-abu, lebih jelasnya silakan lihat gambar diatas.

Setelah Facebook diperbarui, silakan login sebagaimana biasanya. Kalau anda mengakses Facebook dari peramban seperti Chrome, Mozilla, Opera dan lainnya di komputer, silakan ke tanda segitiga ke bawah yang ada di sudut kanan atas. Kalau diklik, maka akan muncul sederet pilihan ke bawah. Lalu pilih saja Pengaturan.

Setelah laman Pengaturan terbuka, cari menu 'Keamanan dan Login Info' yang ada di sebelah kiri lalu 'Gunakan Autentikasi Dua-Faktor'. Anda bisa langsung melakukan klik pada tombol 'Mulai' yang akan mengarahkan anda kepada pop-up yang memunculkan dua macam alat autentikasi, yakni SMS dan Aplikasi Autentikasi (pilihannya dua yakni Google Authenticator dan Duo Mobile).

Untuk yang memilih SMS, silakan masukkan nomor telepon yang bisa dikirimi SMS. Dari nomor itu, Facebook akan mengirim kode tertentu setiap kali login dilakukan. Sepengalaman saya, cara ini tergantung dengan operator yang dipakai, ada yang telat, dan ada yang lancar-lancar saja. Daripada terganggu, makanya pilih saja dengan aplikasi.

Buat yang memilih Aplikasi Autentikasi, saya lebih menyarankan Google Authenticator. Kalau memilih Aplikasi Autentikasi akan dilanjutkan dengan tampilan pop-up berupa barcode dan 24 huruf kode yang mesti dimasukkan ke aplikasi Google Authenticator. Makanya aktifkan saja pemindai barcode agar lebih mudah. Dan selesai. Kalau disitu ada tanda nonaktifkan 2FA, berarti aplikasi pihak ketiga untuk keamanan Facebook tadi sudah aktif.

Untuk pemasangan 2FA di ponsel Android, silakan simak tutorialnya di video berikut ini.

9 September 2018

4 Alasan Mengapa Huawei Nova 3i Wajib Dipinang

Akhir Agustus kemarin, ada teman yang meminta rekomendasi guna membeli ponsel baru. Jujur agak riskan sebetulnya kalau ada permintaan semacam ini. Pasalnya selepas itu biasanya saya dituduh tiga hal: pertama buzzer ponsel, kedua jadi sales lepas, dan ketiga mendapat fee gede.

Untuk orang-orang yang menuduh itu, biasanya saya meminta balik ke mereka untuk membaca blog saja, atau searching di Google untuk mendapatkan rekomendasi yang lebih banyak dan mungkin lebih baik. Namun kali ini tidak, ia tetap ngotot untuk meminta rekomendasi dari saya secara langsung.

Maka saya pun menjawab dengan yakin bahwa ia mesti membeli Huawei P20 Pro. Sebuah ponsel flagship yang sukar dicari kelemahannya, karena ya memang terlalu banyak kelebihannya. Ibarat kata, kalau ada seseorang membeli Huawei P20 Pro, maka ia membeli kamera DSLR namun bonusnya ponsel dengan performa jempolan. Menang banyak lah pokoknya.

Teman saya kemudian bertanya, "Berapa harganya?"


Ketika saya menjawabnya dengan angka Rp12 juta, ia tertawa masam. Saya pun memahami, mungkin ia tak menganggarkan budget sedemikian besar. Lantas saya memberikan tawaran kepadanya kalau ada ponsel Huawei lain yang mirip, namun dibanderol dengan harga sepertiganya saja dari Huawei P20 Pro.

"Sebentar, kamu bukan sedang menjadi buzzer 'kan? Atau mendadak sales dan sedang mencari fee yang besar dari sales Huawei?" Ya, kekhawatiran saya atas tiga tuduhan itu dilontarkannya dalam satu tarikan nafas. Bikin kzl.

Saya tiba-tiba ingin mundur saja dari perekomendasi ponsel yang tidak ada honornya ini. Lebih baik langsung saja membantu saudara yang punya toko ponsel di tengah kota Indramayu. Fee-nya jelas meski tak besar, ya kalau mau lebih besar lagi meski siap didandani jadi maskot dan berjoged. Tetapi entah malaikat dari mana yang membisikkan saya untuk tenang dan tetap meladeninya.

Akhirnya saya pun menjelaskan mengapa dari Huawei P20 Pro lantas berpindah ke produk Huawei lagi. Sebuah nama yang tidak begitu terdengar gaungnya di tanah air, tak sering disebut-sebut oleh netizen, apalagi di kota saya yang balihonya saja tak pernah kelihatan. Maka wajar jika teman saya ini bertanya mengapa Huawei?

Huawei Menjadi Urutan Kedua di Dunia

Akhir Juli, sebuah data yang dirilis International Data Corporation (IDC) menempatkan Huawei di posisi kedua sebagai merek ponsel terlaris secara global. Iya, global. Data pada kuartal kedua tahun 2018 tersebut mencatat pabrikan Cina ini mengapalkan 54,2 juta unit ponsel atau setara dengan 15,8 % pangsa pasar global.

Meski ditilik di pasar Indonesia, Huawei memang belum masuk lima besar. Namun pelan tapi pasti, pasar lokal biasanya tak akan berbeda jauh dengan pasar global. Ini cuma soal waktu. Sebab apa yang dilakukan Huawei memang selazimnya perusahaan teknologi, yakni melakukan riset dan pengembangan tanpa henti.

Anggaran riset dan pengembangan Huawei mencapai USD 13,3 miliar pada 2017. Budget sebesar ini menempati urutan keenam dan menempati urutan kedua diantara pabrikan pembuat ponsel lainnya. Besarnya anggaran ini membuat fasilitas riset Huawei berada di berbagai kota besar dunia, seperti Berlin untuk riset jaringan 5G, San Fransisco untuk riset desain UX, London untuk pusat analisa data, Moskow untuk riset algoritma, dan Paris untuk pusat desain estetika.

Apakah anggaran riset memegang peranan yang begitu penting? Iya. Setidaknya setiap produk baru yang diluncurkannya bakal membawa teknologi baru pada perangkat. Ia bukan semata melakukan imitasi dari produk yang sudah beredar di pasaran maupun yang sedang tren. Seperti apa contohnya?

Sebagai contohnya, saya memberikan penjelasan pada ponsel yang disebutkan harganya sepertiga dari Huawei P20 Pro diatas. Karena kalau memakai penjelasan dengan Huawei P20 Pro, tentu tak aneh 'kan? Wajar lah ponsel mahal, makanya bagus. Gitu.

Ya, namanya Huawei Nova 3i. Ponsel ini memang belum lama dirilis di tanah air, yakni pada akhir Juli 2018. Harganya dibanderol di angka Rp4,2 juta. Ada empat hal mengapa ponsel ini cocok untuk dijadikan contoh betapa Huawei tidak sia-sia menganggarkan budget besar dalam risetnya.

Desain Membanggakan dan Bukan Contekan


Huawei Nova 3i memakai layar IPS LCD dengan lebar 6,3 inci dengan rasio 19,5:9. Bezelnya tipis yang kalau dirasiokan sebesar 82,2 % dan memiliki poni diatasnya. Untuk yang khawatir benturan, layar ini telah dilapisi pelindung Gorilla Glass 4.

Yang memikat dari Huawei Nova 3i adalah bodi bagian belakangnya. Bodi ini dilapisi kaca yang membuatnya mengkilap dan terkesan mewah. Huawei membawa dua varian warna untuk tanah air, yakni warna black dan iris purple. Khusus untuk iris purple, desain warna yang sama ditemukan pula pada Huawei P20 Pro dengan sebutan twilight.

Baik twilight maupun iris purple merupakan sebuah inovasi Huawei dalam mendesain bodi belakang ponsel. Pada iris purple Huawei Nova 3i, pertemuan warna biru dengan warna ungu menjadikan bagian belakang ponsel ini sangat cantik. Makanya pola gradasi semacam ini menjadi trend setter baru di industri ponsel. Huawei menjadi pelopor, dan disinilah kita paham mengapa riset menjadi sangat penting. Setidaknya kalau dibawa nongkrong, orang-orang tidak melihat ponsel anda sebagai contekan.


Empat Kamera, Lensa Aspherical, dan Canggih


Huawei Nova 3i memiliki empat kamera. Yang pertama berada di depan dengan konfigurasi 24 megapiksel dan 2 megapiksel. Kamera dengan resolusi besar bertugas untuk melakukan perekaman detail, sementara yang beresolusi kecil itu bertugas menghasilkan efek buram pada latar belakang alias bokeh.

Kamera bagian belakang pun begitu. Ada konfigurasi dua kamera dengan resolusi masing-masing 16 megapiksel dan 2 megapiksel. Mekanismenya sama seperti kamera depan, yakni yang resolusinya besar untuk merekam detail, yang kecil untuk membuat bokeh. Namun ada yang menarik disini, yakni ada tulisan ASPH dibawah kamera belakang tadi.

ASPH ini merupakan singkatan dari lensa aspherical. Saya sudah pernah membahasnya pada artikel sebelumnya. Singkatnya, lensa aspherical merupakan perbaikan dari lensa spherical yang banyak dipakai di kamera manapun. Lensa aspherical memiliki dimensi yang lebih tipis dari lensa spherical, namun memiliki fungsi mengurangi dispersi yang signifikan. Dispersi adalah perubahan dari warna putih ke warna pelangi seperti peristiwa pada prisma cahaya.

Pada kamera Huawei Nova 3i ini pun ada kecerdasan buatan (AI) yang mampu memisah-misahkan citra objek dan menggabungkannya kembali untuk mendapatkan hasil foto terbaik. Huawei menyebutnya multichannel image recognition. Keren 'kan?


Dapur Pacu Yang Kuat dengan Memori Jumbo


Hasil riset Huawei pun menghasilkan in-house chipset yakni Kirin. Untuk Huawei Nova 3i sendiri memakai Kirin 710 dengan prosesor octa-core berkecepatan 2,2 GHz, grafis Mali-G51 MP4, dan untuk di Indonesia hanya tersedia varian RAM 4 GB dan memori internal 128 GB.

Untuk chipset sendiri, Kirin 710 merupakan chipset yang cukup kuat di kelasnya. Performa chipset ini mengungguli chipset dari Huawei P20 Lite yang memakai Kirin 659. Kalau dibandingkan dengan chipset lain, Kirin 710 lebih unggul beberapa hal jika dibandingkan dengan Snapdragon 660, misalnya untuk kecepatan unduh dan kecepatan proses maksimal prosesor.

Memori internal sebesar 128 GB tentu membuat kapasitas perangkat menjadi lega. Sepengalaman saya, jarang yang menghabiskan memori sebanyak itu apabila menggunakan ponselnya buat kebutuhan fotografi dan videografi semata. Cuma lain soal apabila dipergunakan untuk mengoleksi game high-end pada satu perangkat.


Ada GPU Turbo untuk Pengalaman Gaming Lebih Baik


Selain chipset yang kuat untuk berurusan dengan fotografi dan multitasking, Huawei Nova 3i pun jago untuk diajak urusan gaming. Apalagi Huawei sendiri sedang mengembangkan GPU Turbo yang telah dipakai di beberapa ponsel Huawei dan anaknya, Honor.

Nah, ini satu lagi bukti kalau anggaran riset Huawei itu berguna banget buat pengembangan perangkatnya sendiri. Dan tentu saja penggunanya bakal dimanjakan dengan peningkatan-peningkatan software yang ada di perangkatnya.

GPU Turbo ini menjadi bukti sahih atas hasil riset Huawei sekaligus menandakan Huawei Nova 3i cocok untuk siapapun yang hobi bermain game. GPU Turbo, sesuai namanya, bertugas meningkatkan performa grafis (GPU) sehingga gambar yang dihasilkan lebih halus dan lancar. Penggunaan daya ketika perangkat mengaktifkan GPU Turbo pun lebih irit 30 %.

Empat kelebihan itu saya sampaikan kepada teman saya yang berniat membeli ponsel tadi. Namun ada satu hal yang ia tanyakan lagi pada saya.

"Kalau Huawei begitu hebat, mengapa gaungnya jarang terdengar di Indonesia?"

"Ya kalau kamu tahu jaringan telekomunikasi di Indonesia, niscaya tak ada pertanyaan ini. Huawei sudah hadir disini sejak 18 tahun silam, bro. Bisa dibayangkan berapa tower yang sudah mereka bangun, modem yang mereka buat, dan manfaat dari itu semua."

Ia pun mengangguk. Entah anggukan paham, atau hanya alasan agar ia bisa segera pergi.

Demikian artikel tentang kelebihan Huawei Nova 3i ini. Ponsel ini memang layak untuk menjadi ponsel baru anda di tahun 2018. Jika ada yang kurang dari ponsel ini atau ada yang ditanyakan, silakan paparkan di kolom komentar, dan saya akan menjawab semampunya. Terima kasih.

Untuk versi lain dari ulasan mengenai spesifikasi Huawei Nova 3i, silakan kunjungi tulisan saya di Mojok.co.

------
Tulisan ini diikutsertakan pada Oom Boy Punya Gawe Berhadiah Huawei

7 September 2018

Kemudahan Transaksi Menggunakan Mandiri Online

Bank Mandiri merupakan bank terbesar di Indonesia dalam hal aset, pinjaman, dan deposito. Bank yang didirikan pada 2 Oktober 1998 ini merupakan hasil restrukturisasi perbankan oleh pemerintah waktu itu.

Restrukturisasi ini menghasilkan merger Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) ke dalam satu bank yang hingga kini anda kenal dengan Bank Mandiri.

Seiring perjalanan waktu, Bank Mandiri terus meningkatkan layanan kepada nasabah. Diantara layanan yang terus dikembangkan adalah tools untuk kemudahan transaksi nasabah. Dulu pernah ada Mandiri Internet dan Mandiri Mobile. Kini seiring perkembangan zaman, layanan itu diperbarui dengan menghadirkan Mandiri Online.

Mandiri Online merupakan layanan yang memberi kemudahan transaksi bagi nasabah Bank Mandiri. Layanan ini sebetulnya integrasi antara Mandiri Internet dengan Mandiri Mobile, namun dengan wajah baru yang memberikan pengalaman baru bagi penggunanya.

Mandiri Online hadir sejak Maret 2017 silam. Kalau diselaraskan dengan perkembangan gawai dan penetrasi internet yang hadir sejak beberapa tahun sebelumnya, anda boleh bilang inovasi Bank Mandiri ini telat. Tapi betulkah demikian?

kemudahan-transaksi-menggunakan-mandiri-online

Mandiri Online sebetulnya sebuah substitusi dari dua layanan yang sudah ada sebelumnya. Pihak Bank Mandiri sepertinya tidak ingin terburu-buru sebab memastikan keamanan aplikasi di zaman canggih ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Fakta tentang canggihnya para peretas, penyebaran virus yang menjangkiti perangkat Android, sampai isu pencurian data, sepertinya menjadi faktor mengapa Bank Mandiri seperti wait and see dalam merilis aplikasi Mandiri Online.

Pada layanan Mandiri Online, pengguna bisa memilih untuk mengaksesnya melalui Mandiri Online Web serta Mandiri Online Apps. Dua hal yang sedikit berbeda, namun sama-sama memiliki user interface (UI) yang menawan. Kalau sudah mencobanya, niscaya anda pun bakal menyadari kalau user experience (UX) pun semenawan UI-nya.

Mandiri Online adalah bicara tentang integrasi. Anda bisa menyamakannya dengan layanan media sosial yang berseliweran dimana-mana. Misalnya di fasilitas komentar sebuah situs berita, tombol menyukai di sebuah blog, maupun fasilitas membagikan di bawah tayangan video. Semua fasilitas media sosial yang sama itu bakal merujuk pada akun anda sendiri, selama anda pernah login pada peramban tersebut.

Nah, anggaplah peramban itu adalah Mandiri Online Web maupun Mandiri Online App, akun media sosial itu adalah data login anda di Mandiri Online, dan artikel, laman blog, serta video yang ditonton tadi merupakan aneka ragam layanan yang tersedia di Mandiri Online. Maka anda bisa melakukan transaksi tanpa harus memasukkan data login berkali-kali. Ya, sebab semuanya terintegrasi.

Apakah itu berarti aman? Kalau anda bertanya demikian, tentu saya pun boleh bertanya balik, apakah selama ini anda pernah diretas setelah berkomentar di laman berita? Apabila jawabannya tidak, ya memang demikian pun dengan Mandiri Online.

Mandiri Online telah dibuat sedemikian rupa agar menjadi fasilitas transaksi finansial yang aman bagi nasabah Bank Mandiri. Mandiri Online telah memiliki mekanisme otentikasi baru yang membuat keamanan penggunaan aplikasi menjadi berlapis-lapis.

Faktor otentikasi berlapis ini menjadikan transaksi bayar belanja online, listrik, kartu kredit, pulsa, top-up e-cash dan e-money, maupun sekedar transfer ke berbagai rekening jadi aman dan mudah. Semuanya terintegrasi dalam satu aplikasi dan satu akses login yang sama.

kemudahan-transaksi-menggunakan-mandiri-online

Cara Mendaftar ke Mandiri Online

Sebelum melangkah lebih jauh, apakah anda merupakan nasabah Bank Mandiri? Jika jawabannya 'ya', tentu anda paham tentang Mandiri Internet dan Mandiri Mobile. Nah, Mandiri Online ini merupakan pembaruan dari kedua layanan nirkabel lama milik Bank Mandiri tadi.

Apabila anda ingin menggunakan Mandiri Online, pastikan bahwa anda merupakan pengguna Mandiri Internet Aktif dan juga merupakan pengguna SMS Banking yang terdaftar untuk transaksi.

Kalau dua-duanya belum ada, silakan melakukan pendaftaran diri untuk mengaktifkan Mandiri Online di cabang Bank Mandiri terdekat dengan membawa identitas yang masih berlaku, buku tabungan, dan kartu debit Bank Mandiri.

Anda akan mendapatkan MPIN yang dipergunakan untuk aktivasi Mandiri Online App. Setelah aplikasi ini aktif, anda bisa mengaktifkan otentikasi untuk bisa mengakses Mandiri Online Web.

Perbedaan Mandiri Online Web dan Mandiri Online App hanya pada perambannya saja. Mandiri Online Web harus diakses menggunakan peramban seperti Google Chrome, Mozzila, Opera, dan lainnya, sementara Mandiri Online App menggunakan aplikasi secara langsung.

Oh iya, Mandiri Online App ini tidak bisa saya berikan tampilannya disini. Sebab fiturnya mampu mematikan fungsi screenshot pada smartphone saya secara default. Ya sebetulnya bisa diakali sih, cuma apa yang seharusnya tidak dilakukan, ya sebaiknya memang seperti itu. Untung saja ada contoh tangkapan layar aplikasinya seperti gambar di tiga paragraf di bawah ini.

Aplikasi Mandiri Online App ini bisa didapatkan di Play Store untuk platform Android maupun App Store untuk platform iOS. Sementara itu Mandiri Online Web bisa langsung diakses dengan mengunjungi https://bankmandiri.co.id/mandiri-online.

Manfaat dari Kemudahan Transaksi Menggunakan Mandiri Online

Zaman sekarang segalanya hampir nirkabel. Untuk menelepon tak lagi membutuhkan uluran kabel antena nan mengular panjang, untuk menyimak video juga yang dibutuhkan hanyalah baterai nan kuat sejam-dua jam kemudian. Dan beberapa kemudahan lainnya yang diperoleh dari teknologi.

Mekanisme elektronik itu pada akhirnya menular ke kehidupan manusia, yang pada akhirnya menuntut serba instan. Kini belanja pun tinggal menyentuh layar smartphone, lalu melakukan pembayaran dengan fasilitas nirkabel Mandiri Online. Semua menjadi mudah.


Sehingga kebutuhan-kebutuhan hidup dan mencari penghidupan di zaman yang seba mudah ini semestinya bisa lebih dimudahkan. Untuk bloger seperti saya, Mandiri Online cukup banyak membantu. Sebab pembelian kuota internet, menerima pembayaran dari klien, maupun membeli kebutuhan yang menopang pekerjaan menjadi lebih mudah.

Ini sesuai dengan cita-cita banyak orang untuk jadi mandiri, mengangkat dengan tangan sendiri dan berdiri diatas kaki sendiri. Untuk itu, efektivitas dan efisiensi seperti yang dilakukan Mandiri Online ini mesti menjadi ruh bagi setiap pekerjaan untuk memudahkan kehidupan orang lain.

Mandiri Online telah banyak memberikan kemudahan sejak dirilis oleh Bank Mandiri pada 2017 silam. Oleh karenanya, fasilitas ini mesti dimanfaatkan oleh siapapun yang ingin aktivitasnya nyaman, aman , dan diberi kemudahan.

Makanya siapapun anda, yuk menabung di Bank Mandiri dan segera manfaatkan kemudahan bertransaksi menggunakan Mandiri Online. Jangan sampai, kompetitor anda sedang melakukan meet-up bisnis dengan kliennya, anda masih mengantri untuk bertransaksi di teller.

Sebagai penutup, yuk mari simak ilustrasi tentang kemudahan transaksi menggunakan Mandiri Online dari salah satu TVC yang dibintangi oleh aktor dan aktris favorit saya.

4 September 2018

Cara Mengatasi Cryptojacking, Penyebab Ponsel Lemot dan Baterai Boros

Cryptojacking merupakan sebuah teknik peretasan yang membuat peretasnya mendapatkan cryptocurrency. Teknik ini memakai ponsel berbasis Android milik orang lain secara berkelompok. Dan karena sumber daya ponsel tidak bagus untuk proses menambang, maka ponsel yang terkena cryptojacking menjadi lemot, panas, dan baterainya menjadi boros.

Sebetulnya cryptojacking pun menjangkiti komputer berbasis Windows, namun sudah tersedia banyak pembaruan software untuk menangkalnya. Sehingga yang cukup banyak dibicarakan adalah cryptojacking yang menjangkiti ponsel, karena mulai terdeteksinya belum terlalu lama. Dan siapa tahu ada diantara anda yang ponselnya mengalami gejala seperti yang disebutkan diatas.


Cryptojacking sendiri berasal dari dua kata, yakni cryptocurrency dan hijacking. Kalau diartikan kata-perkata, maka mulai dari hijacking sendiri adalah pembajakan. Sementara cryptocurrency adalah mata uang digital. Singkatnya cryptojacking adalah pembajakan perangkat untuk mendapatkan mata uang digital. Maka berdasarkan kegiatannya yang mengambil alih perangkat orang lain (membajak), aktivitas cryptojacking merupakan aktivitas yang ilegal.

Teknik cryptojacking menjadi jalan yang menguntungkan bagi peretas dibandingkan dengan menyebarkan virus Ransomware. Kalau Ransomware, banyak pemilik komputer yang tidak membayar setelah komputernya terjangkit, sementara melalui cryptojacking setiap komputer yang terjangkit bakal memberikan keuntungan bagi peretas. Apalagi harga software cryptojacking hanya sekitar $30 di dark web, dan penggunaannya pun terbilang mudah. Makanya banyak peretas yang memakai cryptojacking untuk menghasilkan keuntungan.

Setidaknya ada tiga cara untuk mengawali cryptojacking. Cara yang pertama dengan mengirim email alias surat elektronik (surel) kepada para calon korban. Email yang menarik minat orang untuk melakukan klik ini biasanya disebar secara massal. Semakin banyak email yang disebar, semakin banyak peluang yang melakukan klik. Email ini berisi tautan yang berisi kode yang mampu menjalankan software cryptomining dengan sekali klik. Ya, teknik ini lazim disebut phising.

Cara kedua adalah dengan memasukkan script ke dalam situs ataupun banner iklan yang disebar ke beragam situs. Sekali korban melakukan klik, maka script tersebut akan melakukan instalasi cryptomining di dalam perangkat. Tidak ada software atau kode yang tersimpan di dalam perangkat korban, karena instalasi cryptomining itu terjadi sekali klik saja saat korban mengunjungi situs tersebut.

Email maupun situs yang disusupi kode cryptomining biasanya mengandung konten dewasa. Hal ini memang trik klasik untuk phising, namun sering berhasil. Sehingga kalau anda kerap menerima email berisi konten dewasa, atau sering berkunjung ke situs-situs anu, sebaiknya berhati-hatilah karena disitulah scripts jahat bersemayam.

Cara yang terakhir adalah menyusupkannya ke aplikasi yang tidak resmi. Cara ini merupakan turunan dari cara kedua. Perbedaannya terletak pada cara mengunjungi situsnya saja. Yang pertama melalui browser, sementara ini langsung melalui aplikasi. Aplikasi yang pernah terdeteksi disusupi script cryptomining adalah Bug Smasher.

Apabila ponsel sudah terjangkit, bagaimana cara mengatasi cryptojacking?

Kabar buruknya, tidak ada cara yang instan untuk mengatasi masalah cryptojacking. Pasalnya antivirus saat ini belum mampu mendeteksi keberadaan cryptomining yang melakukan kegiatannya di background sistem operasi.

Yang terdeteksi adalah perangkat tiba-tiba mengirimkan sinyal lambatnya performa perangkat, atau bisa jadi adanya peringatan tentang penggunaan baterai yang boros. Secara fisik, penggunaan ponsel yang berlebihan pun membuat bodi ponsel menjadi panas karena pekerjaan chipset yang melampaui batas.

Kalau ponsel sudah menunjukkan tanda-tanda terserang cryptojacking, hal yang pertama dilakukan adalah menutup tab browser yang diduga membawa cryptomining script. Lalu membersihkan browser sebersih mungkin. Bersihkan browser dari segala macam ekstensi mencurigakan dan bersihkan pula cache, cookies dan historinya.

Untuk melakukan pembersihan ini silakan ke menu setting di browser anda. Setiap browser memiliki pengaturan yang sedikit berbeda. Namun secara umum, mencopot ekstensi dan membersihkan histori di setiap browser sama saja hanya sedikit berbeda di tahapannya.

Kalau anda punya keahlian dalam mendeteksi jaringan, silakan pantau URL yang sedang tertaut dengan perangkat. Kalau ada URL yang mencurigakan, silakan putuskan, hapus, dan blokir dari jaringan perangkat anda.

Tindakan Preventif

Agar tidak lagi menjadi korban cryptojacking, pastikan anda mengunjungi situs yang relatif aman dan terpercaya. Ada beberapa situs, termasuk situs ini, yang memang menambang cryptocurrency, namun tidak membahayakan perangkat dan tidak pula membuatnya jadi lambat dan boros baterai. Karena situs ini memakai script dari JSECoin, silakan baca penjelasannya disini.

Kemudian anda pun mesti mewaspadai dengan kehadiran email yang mencurigakan. Biasanya email ini masuk ke folder spam, karena layanan email yang sekarang sudah cukup canggih sehingga bisa mendeteksi email yang mencurigakan. Jangan pernah melakukan klik terhadap URL atau tautan yang diberikan. Hilangkan rasa penasaran anda terhadap hal ini.

Berikan izin Android anda untuk melarang aplikasi yang tidak bersumber dari PlayStore. Sebab aplikasi yang terindikasi menyimpan script cryptomining hadir melalui APK yang tidak resmi, bahkan berasal dari sumber yang mencurigakan.

3 September 2018

Review Boya BY-M1, Mikrofon Clip-On Murah Meriah

Boya BY-M1 merupakan mikrofon lavalier atau lazim disebut clip-on karena penggunaannya kerap dipasang dengan cara dijepit memakai klip. Mikrofon Boya jenis ini cukup populer di kalangan kreator konten karena instalasinya mudah, dan mungkin karena harganya murah.

Boya BY-M1 dibuat oleh Boya Audo Equipment Co., Ltd. Perusahaan ini berbasis di Shenzhen, Guangdong, Cina. Boya BY-M1 sendiri dirilis sudah cukup lama, yakni pada tahun 2014 silam. Mikrofon ini mulai terkenal dua tahun kemudian setelah banyak kreator konten memakainya di video YouTube.



Boya BY-M1 memiliki spesifikasi keluaran impedansi di <1000 Ω, mampu meredam kebisingan hingga >74 dB, dan frekuensi yang mampu ditanggapi berkisar 65 Hz hingga 18 KHz. Mikrofon ini terdiri atas kepala mikrofon yang bisa dibungkus oleh busa peredam angin, badan mikrofon yang terdiri dari tombol dan wadah memasang baterai berjenis LR44, konektor 3,5mm yang bisa diubah ke 1/4 inci dengan adaptor yang disertakan dalam paket pembelian.

Mikrofon, wadah baterai, dan konektor 3,5 mm dihubungkan oleh kabel sepanjang 6 meter. Panjangnya kabel ini memang cukup diperlukan ketika dilakukan perekaman di luar ruangan yang membutuhkan jarak antara alat perekam dan mikrofonnya. Namun apabila hal ini tak diperlukan, biarlah tergulung sejak pembelian saja.

Saya menemukan Boya BY-M1 ketika melakukan pencarian di BukaLapak untuk kategori mikrofon digital. Alasan pertama mikrofon ini dibeli karena budget saya betul-betul terbatas. Setelah beberapa pembelian tertentu, sisa budget saya di BukaDompet hanya tersisa Rp200.000. Ya iyalah kalau ada budget sejuta saja, pasti bukan ini yang dipilih. He-he-he.

Bagaimana hasil perekamannya?

Kata orang bilang, ada harga ada rupa. Begitupun dengan Boya BY-M1. Harganya yang 'cuma' Rp170-ribuan tentu tak bisa dibandingkan dengan mic shotgun dengan harga ratusan ribu hingga jutaan.

Ketika memakai Boya ini, hasilnya seperti terdengar bunyi deru angin sedikit. Ini mungkin disebabkan impedansi yang dihasilkan alat perekamnya kurang maksimal. Ya, saya memakai smartphone untuk merekam. Tetapi apabila dibandingkan dengan mikrofon bawaannya, suara yang dihasilkan dengan Boya sedikit lebih baik, meski tidak dikatakan jernih, tetapi ya memang lebih baik.

Lantas apakah Boya BY-M1 layak untuk dibeli? Sebetulnya tergantung kebutuhan dan budget. Kalau kebutuhannya hanya untuk live-streaming, mikrofon ini bisa diandalkan. Kalau anda memang membutuhkan mikrofon untuk kebutuhan yang lebih tinggi dari sekedar live-streaming di media sosial, alangkah lebih baik mikrofon ini tak usah dibeli. Cuma kalau budget-nya terbatas, seperti saya, mau apa?

Oh iya, simak nih proses unboxing-nya di video berikut ini:

30 Agustus 2018

Belajar dari Narman untuk #BukaInspirasi di BukaLapak

Apa yang terlintas di pikiran anda ketika mendengar kata 'badui'?

Badui secara umum merupakan suku bangsa pengembara di jazirah Arab. Segala hal yang tersebut sebagai badui, teridentifikasi ke dalam komunitas yang memegang teguh adat istiadat leluhurnya.

Istilah badui yang sama pun dinisbatkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia kepada sebuah suku di pedalaman Lebak, Banten. Nama suku itu kerap disebut sebagai Urang Kanekes alias Orang Kanekes menurut Bahasa Indonesia.

Kanekes merupakan nama desa yang dihuni oleh suku tersebut. Desa Kanekes masuk ke dalam teritori Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten, dan berjarak 152 km dari Jakarta. Desa ini terdiri dari 65 kampung yang terdiri atas dua macam suku Badui, yakni Badui Luar dan Badui dalam.

Kanekes dihuni oleh sekitar 11.700 jiwa yang mendiami dataran perbukitan dengan ketinggian 300 hingga 600 meter diatas permukaan laut. Hal menarik dari suku ini adalah tentang komitmennya dalam menjaga kearifan lokal, sehingga adat, budaya, dan alam sekitar disana masih sangat asri dan terawat.

Oleh karena alamnya yang asri dan kearifan lokal yang terjaga dengan baik, Desa Kanekes telah menjadi tujuan wisata budaya adat, sehingga banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Setiap pengunjung yang masuk ke kawasan ini mesti mematuhi aturan yang berlaku. Salah satu yang mungkin mencolok bagi kaum modern seperti kita adalah adanya larangan untuk membawa masuk benda-benda elektronik seperti pengeras suara, radio, tape, sampai tidak boleh membawa bungkus makanan berupa plastik dan kertas.

Selain alam dan kearifan lokal yang bisa dinikmati sebagai wisata itu, masyarakat Kanekes memiliki keterampilan dalam memproduksi kerajinan tangan yang fungsional dan bernilai ekonomis. Namun tidak semua orang berkesempatan berkunjung ke Kanekes.

Disinilah perumusan masalah yang mesti dipecahkan. Bisakah orang yang tidak berkunjung, bisa mendapatkan 'merchandise' asli khas Kanekes?

Seorang pemuda Badui bernama Narman Alchimin menjawabnya, "Bisa."


Narman merupakan penduduk asli Desa Kanekes, tepatnya Kampung Marengo yang merupakan kawasan suku Badui Luar. Ia memiliki cita-cita sederhana, yakni agar para perajin, yang merupakan salah satu penjaga adat istiadat Badui, memiliki kesinambungan hidup. Salah satu caranya ya dengan menjual hasil karya tersebut.

Kalau cuma mengandalkan pengunjung yang datang ke Desa Kanekes saja, agaknya penjualan itu bakalan tidak optimal. Namun untunglah, seorang pengunjung menyarankan Narman belajar internet, media sosial, dan marketplace.

Disinilah tantangan itu dimulai. Narman berhadapan dengan keterbatasan yang tidak memungkinkan dirinya untuk go online layaknya jutaan UMKM di Indonesia. Desa Kanekes harus tetap menjaga dirinya dan terjaga kelestariannya apapun yang terjadi. Maka tak ada toleransi untuk dibangun tower telekomunikasi, meskipun demi terpasarkannya hasil kerajinan suku Badui dengan mudah.

Maka Narman mengatasi keterbatasan itu dengan kakinya. Ia berjalan sejauh 3 kilometer ke wilayah Ciboleger. Jarak sejauh ini ia tempuh selama sejam. Jika dikalkulasi, rata-rata Narman menempuh 6 kilometer dan memakan 2 jam perjalanan jalan kaki. Dan itu dilakukannya setiap hari.


Apa yang Narman lakukan? Ia melakukan hal yang untuk ukuran kita sangat mudah, yakni mencari tempat yang terjangkau sinyal telekomunikasi. Tempat paling dekat ya cuma berada di Ciboleger tadi.

Rutinitas Narman ini dilakukan agar komitmennya terhadap adat Badui tetap terjaga, dan para penjaga adat tersebut tetap memiliki hidup yang berkesinambungan. Ia go online lewat Bukalapak. Melalui akunnya Baduy Craft, Narman mempromosikan segala macam kerajinan orang Kanekes terhadap orang luar.

Setelah tantangan sinyal teratasi, Narman punya tantangan lain yang tidak kalah melelahkan buat kita yang melihatnya. Ketika ada orang yang bertanya ketersediaan stok, memesan barang, maupun bernegosiasi harga, Narman mesti kembali ke Kanekes untuk memastikan jawabannya. Sehingga rute yang ditempuh tadi bisa semakin panjang dan melelahkan.

Narman menginspirasi kita semua meski melalui video berdurasi 3 menit 52 detik di akun Youtube Bukalapak. Ia tetap menjaga komitmen komunitas, mengatasi keterbatasan, dan memenuhi cita-citanya.


Mungkin diluar sana pun banyak Narman lainnya yang belum terekspos. Banyak dari mereka yang menjadi alasan dari 85 juta kunjungan situs Bukalapak setiap bulannya dan pembukuan transaksi lebih dari Rp50 miliar setiap hari.

Bukalapak memang terbuka dan prospektif. Ada puluhan ribu pengusaha mikro hingga besar yang berada di situs marketplace yang didirikan oleh Achmad Zaky ini. Namun kesuksesan itu selalu tergantung pada bagaimana seseorang membuka inspirasinya, menunaikan cita-citanya, komitmen terhadap visinya, dan kerja keras dalam mengatasi hambatan yang muncul. Ya, seperti Narman.

Eh, sebentar, dari tadi ngobrol soal Bukalapak sudah tahu 'kan Bukalapak ini apa? Lalu, sudah tahu belum kalau ada PROMO MERDEKA DARI MAHAL di Bukalapak? Ya sudah cepat kunjungi link ini.


--***--


*Gambar adalah screenshot dari video Mendobrak Keterbatasan (Kisah Narman - Pelapak Suku Baduy Luar) | BukaKisah

21 Agustus 2018

Mudahnya Berkirim Email Mirip Agen Rahasia

Sebelum Ethan Hunt menyambut misi yang mustahil, selalu ada pesan yang setelah dibaca bakal menghancurkan dirinya sendiri secara otomatis. Adegan yang selalu ada dalam film Mission Impossible ini ternyata bisa ditiru di alam nyata.

Sepintas memang terdengar 'mission impossible' ketika mendengar sebuah pesan bisa menghancurkan dirinya sendiri. Sebab ini membutuhkan akses terhadap perangkat keras yang dipakai oleh penerima pesan. Atau paling tidak, pengirim pesan memiliki akses terhadap perangkat penerima pesan. Rumit ya?


Makanya daripada sibuk memikirkan untuk 'meledakkan' perangkat penerima pesan sebagaimana adegan dalam film yang dibintangi Tom Cruise itu, alangkah lebih baik meniru konsep yang dipakainya. Ya, konsep utama dalam adegan itu adalah bagaimana caranya agar pesan yang sudah dibaca oleh penerima tidak bisa dibaca lagi oleh orang lain. Itulah mengapa pesannya dihancurkan.

Hal ini sangat bermanfaat apabila anda menginginkan pesan itu tidak disebarkan kemana-mana, baik dalam bentuk cetak maupun digital. Dan ini pun termasuk juga anda tidak mengizinkan pesan itu dibaca lagi oleh orang lain. Makanya opsi untuk menghapus pesan tersebut diambil.

Terkesan canggih dan sulit dilakukan ya. Bagaimana melakukannya apabila yang kita miliki hanyalah akun Gmail? Kabar baiknya, mulai 17 Agustus 2018 kemarin, Gmail bisa melakukannya.

Mode Rahasia pada Gmail

Ada fitur baru dari Gmail yang disebut dengan 'confidential mode' alias mode rahasia. Untuk mengaktifkannya sangat mudah, anda tidak perlu mengunduh apapun. Yang perlu dilakukan adalah cukup mengklik satu tombol saja saat membuat email. Dan ini bakal membawa anda kepada dua jenis pengaturan terhadap mode rahasia.

Pengaturan yang pertama adalah pengaturan masa kadaluarsa. Paling cepat masa kadaluarsanya adalah 24 jam, kemudian seminggu, sebulan, tiga bulan, dan lima tahun. Pengaturan kedua adalah pengaturan password alias kata kunci. Sayangnya, fitur kata kunci ini belum tersedia untuk Indonesia. Hal ini bisa terlihat ketika anda diminta memasukkan nomor telepon untuk mengatur kata kunci lewat SMS, disitu tidak ada pilihan kode telepon Indonesia.

Jadi yang bisa dilakukan hanyalah membuat pesan itu kadaluarsa. Sementara itu ketika fitur mode rahasia ini diaktifkan, secara default pesan tadi tidak akan bisa diteruskan (forward), copy/paste, diunduh, ataupun dicetak oleh si penerima. Jadi setelah dibaca, pesan itu bakal menunggu kadaluarsa saja untuk kemudian kontennya hilang dari badan email penerima.


Masa kadaluarsa ini bisa dipercepat. Anda tinggal masuk ke folder 'Sent' di sisi kiri Gmail anda, kemudian cari pesan mode rahasia yang dikirimkan tadi, lalu buka saja. Di bagian bawahnya ada tulisan content expires, lalu di sebelah kanannya ada tulisan 'remove access'. Klik di bagian 'Remove access' ini lalu pesan itu akan kadaluarsa secara instan. Tulisan 'remove access' bakal berganti dengan 'Renew access' Ini berarti penerima tidak akan bisa membaca badan email meski masa berlakunya belum habis.

Apabila anda menginginkan 'Remove access' tadi dibatalkan, tinggal klik saja di bagian 'Renew access'. Opsi ini akan mengembalikan masa kadaluarsa seperti semula. Bagaimana, mudah ya?

Masih Belum Aman

Ya tentu saja cara ini tetap masih belum aman, sebab penerima masih bisa melakukan tangkapan layar alias screenshot pada email tadi. Kalau sudah di screenshot, tentu siapapun bisa dengan mudah melipatgandakan dan menyebarkannya kembali.

Karena memang pembuatan mode rahasia ini bukan ditujukan untuk mencegah penyebaran kembali. Akan tetapi, kata Google, pembuatan mode rahasia dalam Gmail bertujuan agar mencegah ketidaksengajaan fatal yang timbul terhadap pesan-pesan penting dan rahasia.

Namun ketidakamanan ini justru bukan terletak pada fitur ini sendiri, akan tetapi secara default berkirim email lewat Gmail memang tidak aman. Dalam artian Google tidak melakukan enkripsi pesan sebagaimana ditemukan pada WhatsApp. Hal ini disebabkan juga, email itu tidak benar-benar hilang meski tidak bisa lagi dibaca oleh penerima.

Email yang tadi hilang tetap berada di folder Sent pengirim dan Google bisa membacanya apabila dibutuhkan. Dan pesan itu akan tetap berada di sana, selamanya. Lantas bagaimana kalau Gmail anda dijebol peretas?

Penggunaan SMS untuk mengatur password itu juga bukanlah pilihan yang bijak. Meskipun di awal pendaftaran Gmail kita diminta nomor telepon untuk kebutuhan verifikasi, tetapi pengaturan password pesan mode rahasia ini bisa menggunakan nomer apa saja, termasuk pengirim yang tidak mendaftarkan nomor teleponnya ke Google. Pendaftaran nomor untuk pengiriman password tadi memungkinkan Google untuk menggunakannya tanpa sepengetahuan pemilik nomor.

Kritik terhadap keamanan yang diterapkan Google dalam mode rahasia ini disampaikan oleh EFF (Electronic Frontier Foundation), sebuah lembaga nirlaba pemerhati kemananan digital berbasis di Amerika Serikat.

Cuma kalau mau memakainya dan saat ini belum ada pilihan lain, ya apa boleh buat. Setidaknya itulah cara untuk membuat email ala agen rahasia. Selamat mencoba.

Sumber: Google