Tips Memulai Channel YouTube: Dari Elemen Video Hingga Alat Rekam

Sebetulnya tips untuk memulai channel YouTube pertama kali ini ditujukan bukan untuk siapa-siapa, melainkan saya sendiri. Saya yang mulai menyadari bahwa harga kuota yang semakin murah, fasilitas internet yang semakin banyak, dan koneksi yang juga semakin bertambah kencang, membuat konten video semakin banyak ditonton. Alhasil platform semacam YouTube cukup masif dikunjungi.

Diluar Adsense-nya yang menggiurkan, YouTube menjadi platform berbagi video yang cukup mudah, baik dari segi algoritmanya maupun antar-mukanya. Saya tak perlu pusing memikirkan SEO layaknya di blog ini, dan cara mengatur video di platformnya juga tak perlu mengambil kursus dengan spesifikasi tertentu.


Ya, menjadi YouTuber sukses memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Atta Halilintar, Ria Ricis, Raditya Dika, Arief Muhammad, dan YouTuber lainnya memang pada mulanya adalah orang-orang yang viral. Momentum popularitas itu dilanjutkannya dengan membuat konten-konten yang menarik bagi subscriber-nya. Dan tentu saja tanpa kreativitas dan motivasi yang konsisten, sepertinya mustahil bagi mereka untuk mencapai jutaan subscribers seperti saat ini.

Pada akhirnya banyak juga yang tergiur untuk bisa seperti mereka. Padahal segmentasi mereka dengan orang biasa seperti saya tentu saja berbeda. Kalau mereka masuk televisi, rating acara apapun yang mereka masuki biasanya naik, begitupun ketika masuk channel YouTube. Nah kalau orang biasa, ada value yang mesti dikejar sehingga pengguna YouTube paling tidak merasa terbantu dengan informasi yang disajikan. Dan nilai itu yang seharusnya menjadi motivasi.

Hanya saja dalam membuat channel YouTube pertama kali, motivasi saja tidaklah cukup. Ada beberapa tahapan yang mungkin panjang bagi sebagian orang, tetapi mungkin biasa saja bagi orang lain. Apa saja hal-hal yang diperlukan dalam memulai channel YouTube?

1. Motivasi

Motivasi memang harus menjadi urutan pertama. Rasa-rasanya hampir tidak ada orang yang secara tidak sengaja menjadi YouTuber. Ia pasti memiliki motivasi. Bisa jadi seorang pelajar SMA ingin memiliki prestasi sehingga mudah diterima di universitas, makanya ia termotivasi untuk memiliki 10.000 subscribers di YouTube.

Ada lagi yang motivasinya tergiur dengan nominal uang yang kabarnya cukup besar di platfrom ini. Mulai dari Adsense yang aduhai, sponsored content yang bernilai besar, hingga acara offline yang membuatnya potensial jadi populer dan berlimpah materi. YouTube memang membuka kesempatan untuk itu.

Semua motivasi tak ada yang salah. Yang salah adalah ketika motivasi itu mengubah seseorang yang baik menjadi seseorang yang menghalalkan segala cara.

Tips: Pakailah motivasi yang long-lasting alias awet dan bertahan lama. Menempatkan uang sebagai motivasi tentu sah-sah saja, akan tetapi tidak selamanya bisnis Adsense akan selalu bagus. Membuat video yang bermanfaat; seperti tutorial membuat tempe, cara menanam biji kurma, dan lainnya; merupakan sebuah motivasi dalam membuat video yang bisa awet. Manfaat akan selamanya menjadi manfaat.

2. Ilmu

Saya bersyukur pernah bekerja di televisi ibukota meskipun setahun. Setelahnya saya pulang dan bergiat di dunia jurnalistik lokal, sebelum akhirnya berlabuh di dunia sosial. Kedua pekerjaan lama itu membuat saya masih suka dengan dunia tulis-menulis, fotografi, shooting dan editing video.

Saya pun sedikit mengerti elemen-elemen apa yang mesti ada pada sebuah video. Untuk istilahnya, silakan merujuk pada kamus broadcasting. Sebagai praktisi, yakinlah bahwa mempraktikkannya jauh lebih penting daripada tahu istilah untuk menyebutnya. Tetapi tentu saja tahu istilah seperti opening scene, opening bumper, taping, voice overstock shot dan lainnya tetap penting juga.

Sebelum mengenal elemen dalam pembuatan video, ilmu yang mesti dikuasai adalah cara menggunakan kamera. Ya kamera sih apa saja, bisa kamera smartphone, handycam, mirrorless, maupun DSLR. Tapi cara dan seni menggunakannya tentu terpisah dari bagaimana memilikinya.

Setelah mengetahui dan paham menggunakan kamera, silakan memahami pula bagaimana editing video. Proses editing ini merupakan proses post-production dalam pembuatan video. Artinya jika dirunut ilmunya, maka cara memakai kamera menempati posisi pertama, memahami cara dan seni membuat video di tempat kedua, dan terakhir editing video.

Tips: Saya yakin, sebagian besar orang-orang yang terjun di dunia blogging dan vlogging bukanlah orang yang secara akademis bersekolah atau kuliah di jurusan komunikasi atau broadcasting. Makanya, proses menuntut ilmu mesti terus dilakukan untuk memahami ilmu per-YouTube-an ini. Belilah buku tentang dasar-dasar membuat video atau videografi, bagaimana editing video, dan semacamnya. Kalau sudah beli, ya tinggal dibaca, dipahami, dan dipraktikkan.

3. Alat

Soal praktik, setiap orang mesti memegang alat yang diperlukan. Kalau mau paham videografi, ya mesti terus-menerus praktik dengan kamera sungguhan, bukan hanya membaca teorinya di buku saja. Nah perihal kamera ini merupakan kamera smartphone, handycam, mirrorless, DSLR, itu soal kualitas hasil. Yang penting adalah bagaimana memahami konsep blocking (menempatkan objek di mata lensa) dan mengoperasikan alatnya terlebih dulu.


Kalaupun semua orang tidak memiliki kamera yang bagus, paling tidak pada hari ini hampir semua orang memiliki smartphone dengan fitur video. Artinya pergunakanlah itu terlebih dahulu sebelum melangkah ke kamera yang belum dimiliki. Teruslah belajar menggunakannya alih-alih tidak memulai ketika tidak memiliki kamera yang bagus.

Pada smartphone itupun bisa dipergunakan aplikasi untuk mengedit video secara sederhana. Mengapa aplikasi di smartphone? Ya karena pada smartphone (Android) banyak tersedia aplikasi yang bisa dipergunakan secara gratis, dan kalaupun berbayar biasanya murah. Aplikasi tersebut tidak seperti software komputer yang harga belinya bisa sama dengan harga smartphone flagship.

Apabila sudah memiliki kamera atau handycam, smartphone juga tetap diperlukan sebagai alat rekam cadangan. Ya barangkali suara yang direkam oleh kamera tersebut tidak maksimal. Lebih baik lagi membeli mic lavalier atau mic tembak agar suaranya lebih baik.

Tips: Kalau belum mampu membeli kamera yang bagus, saran saya sih jangan sampai mengambil kredit konsumtif. Sebab ketika kamera itu kurang produktif, maka cicilannya akan mengambil porsi konsumsi harian lainnya yang mungkin lebih penting. Menabunglah jika memang punya niat untuk membeli kamera. Hal yang sama pun bisa dilakukan apabila tidak memiliki komputer yang baik untuk melakukan editing video.

4. Komitmen dan konsistensi

Untuk mencapai bilangan jutaan, tentu harus dimulai dari bilangan satu terlebih dahulu. Untuk menghitung satu hingga jutaan itu membutuhkan waktu dan tenaga. Tenaga ini biasanya mengendur seiring tubuh yang lelah. Ketika lelah menerpa, istirahatlah sambil menguatkan kembali komitmen agar bisa mencapai bilangan jutaan. Proses lelah, istirahat, penguatan komitmen, dan kembali menghitung ini membutuhkan konsistensi agar prosesnya tidak ambruk di tengah jalan.

Nah seperti itulah kira-kira yang dibutuhkan dalam mencapai subsribers yang banyak. Jutaan subscribers tentu selalu dimulai dengan satu subscriber. Asal kita punya komitmen dan konsistensi yang baik dalam mencapainya.

Tips: Komitmen dan konsisten itu ya tipsnya, hehe

Penutup

Itulah menurut saya tips yang diperlukan untuk memulai channel YouTube pertama kali. Tips ini, sekali lagi, sebetulnya bukan untuk siapa-siapa melainkan saya sendiri. Saya yang kerap lupa, tidak termotivasi, gagal untuk berkomitmen, dan konsisten dengan keburukan itu harus selalu diingatkan. Dan pengingat yang baik adalah dengan tulisan. Mudah-mudahan dengan tulisan ini, sayapun termotivasi sehingga channel yang saya miliki bisa berkembang.

Oh, iya buat yang mau mampir dan mau mutual-an di platform YouTube, silakan subsrcibe ya channel saya http://www.youtube.com/c/BangDoel :)

Ringkasan Huawei vs Amerika Serikat Untuk Pemula

Sedikit dari sisi politik, saya telah menulis persoalan Huawei versus Amerika Serikat dalam artikel Huawei, Android, dan Politik Ala Trump. Cuma diluar sana, terutama para pengguna Huawei (dan Honor) kerap bertanya-tanya masalah perang dagang ini dan imbasnya pada smartphone mereka.

Sebetulnya kalau saja membaca runut di media massa, persoalan ini cukup terang. Cuma media massa jarang menempatkannya dalam satu artikel utuh. Kadang artikel tersebut terpisah-pisah dan lebih sering lagi disertai clickbait yang menyesatkan. Hal ini diperparah dengan budaya literasi yang cukup rendah diantara kita.

Sebagaimana diketahui, huru-hara Huawei ini bermula dari ditandatanganinya sebuah aturan dagang yang disebut Huawei Entity List oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada pertengahan Mei 2019. Aturan ini menyebutkan secara detail bahwa perusahaan Amerika Serikat tidak boleh bekerja sama dengan perusahaan Huawei dan 68 anak usahanya. Itu artinya Google, Facebook, Intel, dan kawan-kawannya yang notabene perusahaan Amerika dilarang melakukan kerjasama dengan Huawei.



Huawei Entity List

Aturan 'Entity List' yang dibuat oleh Biro Keamanan Industri, Departemen Perdagangan Amerika Serikat ini dimunculkan dengan alasan bisnis Huawei mengandung ancaman terhadap keamanan nasional Amerika Serikat. Aturan dengan nomor 190513445–9445–01 tersebut memiliki sifat yang tidak berlaku surut. Artinya, segala macam perangkat Huawei yang sudah dan sedang diproduksi tidak akan terpengaruh oleh aturan tersebut.

Segala macam perangkat Huawei yang sudah dan sedang diproduksi tidak akan terpengaruh oleh aturan entity list. Hanya perangkat yang akan diproduksi pasca-entity list saja yang terpengaruh.


Jadi kalau anda memiliki smartphone Huawei sebelum aturan ini berlaku, maka semua perusahaan Amerika Serikat yang bekerjasama dalam pembuatan smartphone tersebut tetap ada. Google, Facebook, dan segala macamnya akan tetap ada dan memberikan pembaruan terhadap smartphone tersebut sesuai kerjasama di awal.

Hal yang sama pun berlaku untuk smartphone yang sudah 'terlanjur' diproduksi meskipun belum dikapalkan ke pasar. Jadi perlu dicatat kalau semua smartphone Huawei saat artikel ini ditulis masih memiliki kerjasama dengan perusahaan Amerika Serikat.

Entity list tersebut ditunda penerapannya oleh Amerika hingga 90 hari sejak ditandatangani. Yang artinya Huawei memiliki waktu lebih panjang untuk menyiapkan langkah selanjutnya dalam memproduksi perangkat selanjutnya.

Huawei memiliki dua masalah pokok yang terkait dengan pembuatan perangkat selanjutnya. Pertama, masalah itu muncul setelah ARM memutus kontrak setelah mematuhi entity list. Pasalnya chipset in-house milik Huawei, yakni HiSilicon Kirin, memakai desain arsitektur chipset yang lisensinya dimiliki oleh ARM.

ARM sebetulnya perusahaan asal Inggris, dimiliki oleh perusahaan Jepang, Softbank, namun mereka memiliki kantor di Amerika Serikat yang dipergunakan untuk mendesain arsitektur chipset dan mendapat lisensinya juga di negeri Paman Sam. Jadi mau tak mau, ARM mengikuti prosedur dagang yang dijalankan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Untunglah informasi terbaru menyatakan kalau Huawei tetap bisa memproduksi HiSilicon Kirin. Sebab chipset in-house ini sudah memiliki lisensi sendiri yang merupakan pengembangan dari desain ARM. Bahkan Huawei sudah memiliki stok chipset untuk 12 bulan untuk menghadapi kondisi semacam ini yang sebelumnya sudah diprediksi.

Lantas, mengapa Huawei juga tidak bisa memasang Android dan aplikasi milik Google di perangkat produksi terbarunya pasca entity list?

Hongmeng OS dan Ark OS: Android versi Huawei

Sistem operasi Android sebagaimana diketahui merupakan milik Google. Anak usaha dari Alphabet tersebut menjalin kerjasama dengan Huawei untuk penyediaan update sistem operasi tersebut dan aplikasi yang menyertainya seperti Play Store dan lain-lain. Google merupakan perusahaan Amerika Serikat, sehingga ketika ada aturan dagang dalam negeri, ya mau tak mau Google mesti patuh.


Konsekuensi dari pemutusan kontrak akibat entity list antara Google dan Huawei akan berakibat pada tidak tersedianya pembaruan terhadap sistem operasi Android pada perangkat Huawei. Namun sekali lagi, hal ini hanya berlaku bagi perangkat baru Huawei yang diproduksi setelah entity list berlaku. Jadi buat pemilik smartphone Huawei, atau anda mau membeli Huawei yang sudah ada di pasar sekarang, tentu saja masih mendapat 'perhatian' dari Google.

Loh, bukankah Android sendiri merupakan open-source? Android merupakan open-source, namun untuk mendapatkan pembaruan keamanan dan fitur baru, sebuah perusahaan produsen perangkat mesti menjalin kerjasama dengan Google. Jadi ketika putus dari Google, Huawei mesti memikirkan langkah untuk menggantikan Android atau memberikan update secara mandiri tanpa Google di smartphone mereka nantinya.

Kabarnya, sejak 2012, Huawei sudah memiliki rencana untuk membuat software pengganti Android. Saat itu, di sebuah villa di kota Shenzhen, para petinggi Huawei berkumpul untuk membicarakan Android yang saat itu baru mulai bersinar. Pertemuan yang disebut 'lakeside talks' dan dipimpin Ren Zhengfei tersebut menghasilkan keputusan bahwa Huawei mesti memiliki sistem operasi lain sebagai cadangan manakala terjadi apa-apa terhadap hubungan Huawei dan umumnya China dengan pemerintah Amerika Serikat.

Tujuh tahun kemudian masalahnya pun ternyata hadir, dan sistem operasi ala Huawei yang siap menggantikan Android juga sudah siap meluncur. Hal ini diketahui saat Huawei mendaftarkan nama Huawei Hongmeng OS di China dan Ark OS di Uni Eropa.

Hongmeng dan Ark merupakan dua entitas yang sama, hanya beda sebutan saja untuk dua wilayah yang berbeda. Keduanya merupakan software buatan Huawei yang berfungsi sebagai sistem operasi yang dipergunakan di smartphone dan perangkat mobile lainnya. Kabar yang beredar, Huawei sudah mengapalkan sejuta perangkat dengan sistem operasi tersebut.

Huawei Hongmeng dan Ark sejatinya merupakan sistem operasi berbasis Android. Loh, kok? Iya, sudah disebut di awal bahwa Android merupakan open-source atau sebutan resminya adalah Android Open Source Project (AOSP). Siapapun bisa membuat sistem operasi dengan basis dasar Android, namun tentu saja tak akan mendapatkan update apapun dari Google. Artinya setelah membuat Hongmeng dan Ark, Huawei mesti membuat sendiri pembaruan untuk perangkatnya secara berkelanjutan.

Cuma ada opini negatif yang menyertai perilisan Hongmeng dan Ark. Pasalnya menurut pengamat perdagangan Amerika, Kevin J. Wolf, sebagaimana dikutip dari ArsTechnica (11/06), Huawei tetap tak bisa memakai AOSP. Sebab entity list selalu berkaitan dengan aturan ekspor yang menyatakan bahwa aturan itu mengikat bukan hanya terkait produksi, tetapi juga rantai pasokan komponen kemanapun, baik perangkat keras maupun lunak. ARM, yang notabene perusahaan Inggris itu, sudah terganjal masalah ini. Dan AOSP meski memiliki sifat open-source tetap memiliki rantai lisensi ke Google.

Kendati begitu, status open-source pada AOSP dianggap telah menghilangkan statusnya sebagai entitas perdagangan. Itulah sebabnya Huawei berani memakai rancangan tersebut untuk Hongmeng dan Ark.

Penutup

Pada akhirnya membeli Huawei (dan Honor) atau tidak hanyalah pilihan. Banyak yang beranggapan kalau Huawei hanya memakai Android murni dengan konsep AOSP seperti Hongmeng dan Ark merupakan sebuah langkah bagus. Sebab smartphone tidak memiliki banyak bloatware yang memenuhi memori.

Namun untuk masalah keamanan seperti menyebarnya virus Trojan yang biasa menjangkiti software asal China cukup mengkhawatirkan atas dirilisnya Hongmeng dan Ark ini. Hal ini pun sudah diwanti-wanti Google. Namun apakah peringatan Google ini hanyalah sebuah sinyal kalau independennya Huawei bakal mengancam bisnis Google? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Cara Mengatur Lokasi Pencarian Google

Buat yang sering menggunakan kata kunci, misalnya "restoran dekat sini", "toko pancing dekat sini", "dokter kandungan dekat sini", dan kata-kata "dekat sini" lainnya pasti mengetahui kalau hasil pencarian akan berbeda tergantung dengan lokasinya.


Pada pencarian dengan kata kunci "restoran dekat sini" yang dilakukan di Jakarta, tentu akan menghasilkan sisipan Google Maps dengan pointer ke Pizza Hut, McD, Hanamasa, D'Cost, dan lainnya. Namun hasilnya tentu akan berbeda apabila pencarian tersebut dilakukan ketika pengguna berada di Indramayu. Deretan restoran waralaba tersebut tidak akan muncul.

Hasil pencarian semacam ini sebetulnya sudah lama. Cuma Google baru mempopulerkannya mulai awal tahun 2018 dengan mengiklankannya di televisi. Sebelumnya Google telah melakukan penyempurnaan terhadap algoritma Google yang memunculkan istilah local search. Ya, pencarian lokal yang bertujuan agar hasil pencarian di laman Google lebih relevan.

Sebetulnya bukan hanya terkait bisnis lokal yang dimunculkan ketika pengguna menggunakan kata kunci "dekat sini" saja, akan tetapi seluruh laman pencarian Google akan memunculkan hasil yang berbeda-beda sesuai dengan lokasi pengguna. Misalnya kata kunci "konter murah" akan memunculkan hasil yang berbeda apabila dilakukan di lokasi yang berbeda juga.

Salah satu yang terkecoh dengan algoritma ini adalah peserta lomba SEO. Sebab biasanya, para peserta lomba SEO akan mencari kata kunci yang dilombakan dengan peramban yang sudah bersih dari cache dan cookies. Akan tetapi kedua hal itu tetap akan 'menipu' apabila antara peserta lomba dengan juri lomba berada di lokasi yang berbeda. Misalnya peserta lombanya di Bandung, sementara jurinya (biasanya) di Jakarta.

Untuk menyamakan lokasi agar hasil pencariannya sama, pencari kata kunci tidak bisa memakai fitur incognito pada Chrome. Incognito mode pada Chrome hanya menghilangkan history, cookies, dan pengisian otomatis form di situs tertentu. Lokasi pengguna akan tetap terlacak oleh Google.

Mengatur Lokasi Pencarian di Smartphone

Untuk pengguna smartphone, agar hasil pencarian berbasis lokasi bisa diatur, caranya bisa dengan mengakali GPS. Saya sudah menulis artikel tentang cara mengatur share location palsu di Whatsapp, dan cara untuk mengatur hasil pencarian Google di smartphone kira-kira sama saja. Caranya dengan menginstal aplikasi untuk mengatur lokasi palsu. Aplikasi yang saya pakai adalah FakeGPS Go Location Spoofer versi gratis.

Langkah 1: Silakan instal aplikasi FakeGPS atau sejenisnya. Apabila versi gratis, aplikasi ini akan menawarkan iklan dan harus anda terima kalau tak mau membayar untuk versi berbayar. Lalu enable mock locations yang mengharuskan anda memasuki mode developer dari smartphone anda.


Langkah 2: Cari kota di peta yang disediakan pada FakeGPS, lalu klik dua kali untuk menaruh pin. Sebaiknya pilihlah kota yang jauh berbeda dari lokasi anda sekarang untuk mengujicoba. Biarlah aplikasi ini berjalan di background, jangan dimatikan. Silakan lakukan pencarian di Google, misalnya "restoran dekat sini", dan anda bisa melihat kalau hasilnya akan menunjukkan kota dimana pin pada aplikasi FakeGPS ditaruh.

Mengatur Lokasi Pencarian di Google Chrome Desktop

Mengatur lokasi pencarian di komputer sedikit lebih sulit dibandingkan di smartphone. Apabila tidak ada aplikasi GPS yang terinstal, Google akan mengaitkan IP Address dengan hasil pencarian. Nah mengubah IP Address ini sering tidak berhasil dalam mengubah hasil pencarian Google. Makanya di-skip saja.

Untuk mengatur lokasi pencarian tanpa penggunanya berada di lokasi tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan fitur Google Chrome sendiri yang disebut DevTools alias Developer Tools.

Langkah 1: Klik Ctrl + Shift + I atau ada tipe lain yang menggunakan Ctrl + Shift + P. Bisa juga dengan mengunjungi titik tiga di ujung sebelah kanan Chrome, pilih More Tools, kemudian Developers Tools. Cara lainnya yakni klik kanan pada bidang kosong di Chrome. Intinya sama, yakni memunculkan mode inspect element atau mode developers pada Chrome.

Langkah 2: Pada mode tersebut, silakan cari menu Sensors yang lokasinya berdampingan dengan Console, What's News, Search, dan Animations.


Langkah 3: Pada menu Sensors, silakan klik no override pada bagian Geolocations, lalu pada scroll bar yang muncul pilihlah kota yang anda maksudkan. Apabila kota yang anda tuju tidak ada, maka pilihlah menu Manage di samping no override tadi.


Langkah 4: Pada menu Manage tadi, silakan lakukan input kota yang belum ada. Saya mencoba Jakarta Utara. Untuk mencari latitude dan longitude-nya, Google saja "latitude longitude + nama kota".


Langkah 5: Silakan kembali ke menu Sensors > Geolocations tadi dan sekarang pilih kota Jakarta untuk mengatur lokasi penggunaan Google Chrome. Lalu tutup menu Developer Tools.

Dengan cara tersebut, anda bisa mengatur lokasi pencarian dimanapun. Saya sudah mencobanya dengan mengetikkan kata kunci "batagor dekat sini". Komputer yang saya pergunakan menunjukkan lokasi Bandung, sebab jaringan internetnya memiliki IP Adress disana. Maka yang muncul adalah sematan peta Bandung dengan pin mengarah pada aneka ragam tempat makan batagor di Bandung.

Hasil pencarian "batagor dekat sini" ketika lokasi berada di Bandung.

Setelah lokasi saya atur ke Jakarta, hasilnya tentu saja berbeda. Sematan Google Maps yang muncul pun merupakan peta Jakarta. Kalau sudah begini artinya anda berhasil mengubah lokasi penggunaan Chrome. Silakan lakukan eksperimen dengan pencarian lain, atau bahkan fitur yang lainnya.

Hasil pencarian "btagor dekat sini" dengan lokasi Jakarta.

Tenang, ini legal kok. Saya mengambilnya justru dari situs Developers Google.

Facebook Cryptocurrency Calibra: Hal-hal Penting yang Perlu Diketahui

Cryptocurrency alias mata uang kripto mungkin terus ditekan oleh para petinggi keuangan global. Imbasnya, harga mata uang kripto sempat menurun cukup tajam ketika ditukar ke dollar. Banyak spekulan yang bangkrut akibat fenomena ini. Namun ada sekelompok orang yang masih percaya bahwa mata uang kripto merupakan sebuah langkah bagus dalam melakukan transaksi keuangan. Salah satu kelompok tersebut adalah Facebook.

Sudah cukup lama Facebook mengungkap hasrat ingin memiliki mekanisme pembayaran tersendiri. Hal ini diketahui ketika media sosial dengan pengguna lebih dari 2 miliar ini mencoba pembayaran yang bisa langsung dilakukan melalui Facebook Messenger. Fitur yang pernah meluncur beberapa waktu setelah Facebook membuat fitur Facebook Marketplace ini, hingga sekarang masih belum diglobalkan seperti layanannya yang lain. Ada faktor yang menghambatnya.

Salah satu faktor yang menghambat pembayaran secara langsung antara pembeli dengan penjual di Facebook Marketplace adalah tidak semua dari pelaku transaksi memiliki kartu kredit. Bagi banyak orang, kartu kredit merupakan barang mewah. Alasan lainnya tentang isu kepemilikan kartu kredit adalah persoalan agama. Diluar itu, ada kemungkinan penggunaan kartu kredit ini dipandang tidak praktis. Makanya salah satu cara agar pembayaran dalam Facebook Marketplace bisa direalisasi yakni dengan menggunakan mata uang digital dengan teknologi blockchain yang lazim disebut cryptocurrency.


Resmi: Calibra

Dengan latar belakang itulah, Facebook akhirnya merilis Calibra. Sebuah mata uang digital yang namanya diambil dari lembaga finansial milik Facebook yang bernama Libra Network. Calibra bakal bisa dipergunakan oleh pengguna Facebook Messenger dan Whatsapp pada tahun 2020. Saat ini, Facebook sedang menyiapkan infrastrukturnya terlebih dulu.

Jenis mata uang yang akan dipakai oleh Facebook adalah stablecoin. Jenis mata uang ini merupakan mata uang kripto yang dibuat untuk meminimalisir dinamika perubahan harga atas permintaan maupun penawaran mata uang tersebut. Facebook sendiri sudah menyiapkan mata uang fiat atau konvensional sebesar $1 miliar untuk menjaga agar mata uang kripto ini tetap stabil. Melalui jaringannya pula, Facebook bekerjasama dengan banyak negara untuk melakukan penerimaan terhadap bergulirnya mata uang kripto tersebut.

Ketika sudah diaplikasikan, Calibra bakal membuat Facebook menjadi jaringan dompet digital yang mungkin saja paling besar di jagat ini. Sebab penggunanya berasal dari pengguna yang memakai Messenger dan WhatsApp.

Pengguna aktif Facebook sendiri sudah mencapai 2,2 miliar, namun tidak semua pengguna Facebook juga memakai Messenger dan Whatsapp. WhatsApp memiliki pengguna sebesar 1,5 miliar, sementara Messenger sedikit berada dibawahnya sebesar 1,3 miliar. Kalau mengasumsikan pengguna WhatsApp memakai Messenger, tetapi tidak semua pengguna Messenger memakai WhatsApp maka bisa dikatakan potensi transaksi dengan Calibra akan dipergunakan oleh 1,3 miliar pengguna.

Kira-kira beginilah penampakan antar-muka Calibra nanti di aplikasi Messenger maupun WhatsApp.
Facebook juga sedang mengajak beberapa lembaga keuangan swasta secara global untuk meninjau program mata uang kripto ini. Informasinya, Facebook meminta masing-masing perusahaan yang diajak untuk membayar $10 juta agar mereka nanti bisa ikut menikmati manfaat mata uang kripto tersebut. Penyebaran mata uang kripto ini memungkinkan Facebook bisa terhindar dari aturan yang melarang lembaga atau personal untuk memegang uang terlalu banyak.


Facebook sejak lama serius menggarap mata uang kripto ini. Visi dari Mark Zuckerberg yang pelan tapi pasti siap direalisasikan ini pasti akan berimbas kepada pengguna media sosial secara keseluruhan. Lantas, apa saja imbas yang bakal dirasakan oleh pengguna Facebook? Berikut ini beberapa diantaranya:

1. Tidak ada lagi biaya transfer.

Facebook akan meniadakan biaya transfer apabila penggunanya memakai mata uang kripto ini. Ada beberapa bonus juga yang bakal diterapkan ketika para pengguna mendaftar ke platform mata uang kripto. Layanan lainnya, Facebook akan memasang ATM secara fisik sehingga pengguna bisa menukar uang konvensional mereka ke mata uang kripto.

2. Pembayaran terintegrasi dengan akun.

Sistem mata uang kripto memang sangat anonim. Seseorang bisa saja tidak terlacak oleh aparat hukum ketika melakukan kejahatan apabila proses transfer yang mereka pergunakan memakai mata uang kripto. Namun Facebook sepertinya bakal mengintegrasikan mata uang kripto ini dengan akun Facebook masing-masing. Sehingga sifat anonimitas yang mengekor pada mata uang kripto bisa dihilangkan.

3. Kesetaraan mata uang.

Buat yang sering menemui ganjalan ketika membeli barang di luar negeri, tentu paham persoalan nilai tukar yang berbeda antara rupiah dengan dollar menjadi ganjalan yang cukup memberatkan. Konversi yang kemudian bisa melambung tinggi, belum ditambah adanya ongkos kirim membuat belanja di luar negeri seperti sebuah tindakan yang mewah. Namun dengan mata uang kripto, persoalan nilai konversi ini mungkin bisa dihindari. Dengan mata uang kripto, seseorang bisa melakukan bisnis antar negara, seolah-olah ia memiliki cabang dan rekening bank di luar negeri.

4. Merambah ke yang lain.

Saat mata uang kripto dirilis, Facebook sudah menyiapkan kebijakan bagi karyawannya untuk membuat pilihan dibayar dengan mata uang kripto atau uang biasa. Saat kondisi seperti itu, karyawan Facebook mungkin telah menerapkan aspek digital kedalam kehidupan mereka, termasuk penerimaan upah. Hal ini bisa jadi bakal berimbas ke entitas bisnis lain yang bakal menerapkan opsi pembayaran yang sama. Freelancer mungkin bisa memulainya.

Untuk membaca white paper atau mengetahui lebih lanjut tentang rencana Facebook dalam merilis Calibra silakan ke https://libra.org.

Mobile-First Indexing, Cara Baru Menentukan Page One Google

Setiap hari, Google Analytics mencatat ada 80 % lebih pengunjung blog ini yang memakai sistem operasi Android. Artinya, mereka mengunjungi blog ini menggunakan smartphone. Sebab analisis tersebut mencatat pula bahwa Windows hanya dipakai oleh kurang dari 15 % saja.

Google mencatat ini menjadi fenomena umum, bahwa smartphone alias mobile device lebih banyak dipergunakan dalam mengakses internet. Artinya apa?


Google sudah menjalankan strategi untuk beradaptasi dengan perilaku pengunjung yang memakai smartphone itu sejak 21 April 2015. Pada tanggal tersebut, Google secara resmi merilis algoritma yang memeringkat situs di mesin pencarinya berdasarkan responsivitas tampilan situs tersebut dalam beradaptasi di berbagai perangkat. Jadi, situs yang baik menurut Google bukan semata bisa dimuat di desktop saja, akan tetapi ia juga tampil dengan baik di perangkat mobile.

Pada saat itu banyak yang berbenah. Mulai dari pemilik blog dan situs hingga pembuat template untuk menyesuaikan dengan algoritma ini. Saat itu memang belum hadir istilah AMP alias Accelerated Mobile Pages. Bahkan sampai saat ini, AMP hanya merupakan opsi terhadap tampilan sebuah situs. Ya mau AMP silakan, mau non-AMP juga silakan. Akan tetapi berbeda halnya dengan situs yang mobile-friendly. Karena Google betul-betul mewajibkan setiap pemilik situs untuk segera beradaptasi dengan perangkat mobile.


Sebelumnya, Google membuat halaman sendiri untuk submit-URL para pemilik situs. Dengan mengirimkan URL tersebut ke Google, harapannya setiap postingan baru bisa cepat terindeks, kemudian muncul di halaman pencarian Google, dan mendulang traffic. Sejak 2018, halaman ini tidak difungsikan lagi. Google memindahkannya ke halaman 'Google Search Console' secara terpadu pada sub-menu 'Inspeksi URL'.

Pada sub-menu inilah bisa ditemukan adanya perbedaan dengan submit URL sebelumnya. Disini sebuah halaman yang dicek apakah sudah diindeks Google atau belum, akan secara otomatis dicek mobile usability-nya.

Smartphone Googlebot

Namun akhir-akhir ini ada yang berbeda. Google menggunakan 'Smartphone Googlebot' untuk merayapi halaman baru yang akan diindeks. Oh iya, sebetulnya bukan akhir-akhir ini, sebab perayapan tersebut sudah dilakukan sejak halaman Submit URL tidak lagi berfungsi.

Buat yang belum memahami apa itu Googlebot, pada halaman resminya Google telah menjelaskan:

Googlebot is Google’s web crawling bot (sometimes also called a “spider”). Crawling is the process by which Googlebot discovers new and updated pages to be added to the Google index.

Googlebot sebetulnya merupakan software yang diciptakan Google untuk merayapi setiap halaman baru dari sebuah situs atau halaman lama yang mengalami pembaruan, kemudian mengindeksnya, dan menampilkannya dalam bentuk hasil pencarian. Adapun posisi hasil perayapan ini pada halaman pencarian tersebut biasa disebut SERP atau Search Engine Result Pages. Sementara saha untuk menyesuaikan agar halaman situs mendapat posisi yang baik di halaman pencarian Google disebut SEO alias Search Engine Optimization.

Penggunaan 'Smartphone Googlebot' ini menjadi awal dari munculnya mobile-first indexing yang akan berlaku efektif pada 1 Juli 2019. Mulai tanggal itu, setiap indeks yang diminta akan diindeks oleh Google melalui 'Smartphone Googlebot' dan menempatkan hasil indeks tersebut di halaman pencarian berdasarkan tampilan mobile version.

Loh, bukannya sudah lama hal tersebut berlaku? Iya, sudah lama, tetapi pada saat itu algoritmanya masih menghitung hasil indeks tampilan desktop pada sebuah situs. Sekarang mobile friendly akan diprioritaskan muncul di halaman pencarian. Dan setelah diuji coba sejak 4 November 2016, mobile-first indexing ini akan berlaku secara default untuk halaman baru. Jadi apa yang mesti kita lakukan?

  1. Silakan uji URL blog ke halaman Pengujian Situs Mobile-Friendly. Di halaman ini anda bisa memasukkan URL ke dalam kolom yang disediakan, lalu klik tombol 'uji URL' yang berwarna kuning emas dibawahnya. Apabila hasilnya 'Halaman ini mobile-friendly' maka blog anda baik-baik saja dan tak perlu mengganti template.
  2. Lakukan pergantian jika sekiranya template blog anda tidak responsif. Template kekinian biasanya sudah responsif, apalagi template yang dibuat oleh para pembuat template seperti Mas Sugeng, Arlina Design, Kompi Ajaib, dan lain-lain. Namun apabila anda menemukan template atau mobile-friendly anda tidak bermasalah, namun banyak sumber daya yang tidak dimuat, biasanya itu terjadi pada iklan Adsense, silakan diperbaiki sesuai keterangan yang muncul.
  3. Fokuskan konten pada tampilan mobile. Hal ini kerap memunculkan sebuah dilema. Pasalnya, kita ingin konten pada blog tampil secara baik, misalnya dengan mengunggah gambar dengan resolusi yang baik sehingga tidak pecah. Begitupun dengan tampilan video yang penyematannya sudah diatur secara baik di situs desktop. Sayangnya alih-alih gambar tidak pecah, justru lambat dimuat dan mengakibatkan blog menjadi gagal page one. Pun dengan video yang biasanya kerap tidak pas posisinya kala dilihat melalui tampilan mobile.
  4. Rajinlah mengunjungi Google Search Console dan inspeksi setiap URL baru atau URL lama yang diperbarui disini. Harapannya, anda segera mengetahui apabila ada masalah terkait indeks URL yang dilakukan Google.

Demikian informasi yang bisa disampaikan, apabila ada tambahan, monggo ditulis saja di kolom komentar. Terima kasih.

Pentingnya Landing Page Buat Mendukung Halaman Google My Business

Banyak pemilik bisnis yang cukup tercerahkan untuk memuat halaman bisnisnya di Google My Business. Berkah bagi salah satu layanan Google, yakni Google Maps, sebab semakin banyak tempat yang terisi tanpa harus menunggu penambahan dari Local Guides. Namun sayangnya, upaya untuk mengenalkan bisnis di Google itu kebanyakan terhenti setelah mengunggah informasi dan upload kode verifikasi.


Para pemilik bisnis memang sering kerepotan dalam mengurus Google My Business. Padahal notifikasi untuk mengatur jam operasional usaha, menyapa pelanggan, dan mengubah informasi yang perlu diperbarui, sering dimunculkan Google di smartphone pemilik bisnis. Namun ya itu tadi, kesibukan dalam mengurus usaha menjadikan halaman Google My Business tadi terabaikan.

Halaman bisnis di media sosial lebih diutamakan daripada Google My Business. Entah karena dirasa lebih mudah dalam mengoperasikan, atau malah karena Google Search jarang dikunjungi orang dibandingkan Facebook, Instagram, maupun Twitter. Padahal antara Google My Business dengan media sosial jelas berbeda. Makanya keduanya mesti berjalan dan harus dioperasikan secara rutin pada waktu bersamaan.


Google My Business hanya diperhatikan ketika pertama kali dibuat, dan merasa bangga ketika halaman bisnis itu muncul sebagai peta di sudut kanan halaman Google Search. Selepas itu ya sudah. Padahal yang utama adalah bagaimana melihat data statistik kunjungan dan perilaku pengunjung tersebut. Data ini biasanya masuk ke email dan selalu tersedia di dasbor halaman Google My Business. Tapi ya bagaimana mau melihat statistik, lha wong halaman Google My Business-nya saja tak lagi ditengok.

Nah, kalau anda sudah insaf dan kembali teringat dengan halaman Google My Business. Silakan login ke halaman Google My Business masing-masing. Lihatlah bagaimana statistiknya, bagaimana kinerjanya, dan apa yang mesti diperbaiki. Kalau Google My Business itu sudah diperbaiki, saya ada sedikit kabar buruk.

Kabar buruk ini terkait dengan posisi halaman Google My Business itu sendiri mesin pencari. Sebab menurut sebuah survey, 56 % pengunjung Google Search lebih mempercayai situs bisnis daripada halaman Google My Business. Angka kepercayaan terhadap halaman Google My Business hanya sekitar 36 %. Yang lebih sedikit lagi kepercayaan terhadap halaman direktori, hanya 12 %. Penelitian ini dilakukan oleh BrightLocal kepada 500 konsumen di Amerika Serikat. Artinya apa?

Dalam mencari data terkait sebuah bisnis, konsumen yang disurvey itu lebih mempercayai akurasi dari situs bisnis tersebut daripada data yang tersaji di halaman Google My Business. Bahkan hasil surveynya menunjukkan sebelum konsumen itu memilih sebuah layanan bisnis, mereka mengunjungi situs bisnis tersebut terlebih dahulu. Angka yang ditunjukkan dalam survey tersebut mencapai 72 %.

Sementara itu konsumen yang disurvey hanya menggunakan halaman Google My Business sebagai data awal saja. Angka survey yang ditunjukkan sebesar 62 %. Ya itu cuma data awal saja, sebab untuk mencari data yang akurat, mereka lebih memercayai situs bisnis yang ada di halaman pencarian.

Landing Page untuk Bisnis

Untuk itulah diperlukan sinergi antara halaman Google My Business dengan situs bisnis. Anda bisa menggunakan landing page yang sederhana untuk membuat situs bisnis ini. Basisnya bisa dari blogspot yang gratis atau self-hosting yang berbayar. Btw, anda tahu 'kan landing page?

Landing page itu sama saja situs biasa, cuma artikelnya lebih sedikit dan hanya berisi data-data terkait bisnis yang ditawarkan. Landing page harus diisi data wajib seperti alamat dan nomor kontak bisnis. Isian yang lain bisa ditambahi foto-foto, testimoni pelanggan, dan legalitas. Kalau anda punya kreativitas, bisa juga ditambahi artikel pendukung agar situs landing page ini mudah ditemukan Google.

Saya pernah membuat landing page untuk usaha saya. Berikut tautannya: Air Minum Isi Ulang Indramayu.

Nah, kalau sudah memiliki landing page, jangan lupa diperbarui terus ya, bosque. Jangan sampai nasibnya sama seperti Google My Business. Harus terus ada pembaruan data apabila ada perubahan. Sebab, misalnya, kalau nomor kontak bisnis yang dicantumkan gagal ditelepon, maka calon konsumen yang dijaring lewat Google ini bakal kabur.

Btw, buat di sekitaran Indramayu yang mau dibuatkan landing page bisnis, boleh kontak-kontak ya. Tenang, free of charge selama memakai layanan gratis. Cuma kalau memakai layanan self-hosting ya tentu enggak gratis. Hehe...

Canon EOS M100: Kamera Untuk Konten Kreator Pemula

Akhir Agustus 2018 silam, kebutuhan untuk membuat konten berupa video akhirnya terpenuhi dengan kehadiran Canon EOS M100. Pemilihan kamera ini sebetulnya lebih banyak disebabkan karena satu hal: budget. Dan karena cukup banyaknya kegiatan lain, aktivitas membuat konten sampai me-review kamera ini pun terbengkalai dan baru sekarang terealisasi. Selamat membaca.


Canon EOS M100 memang melanjutkan ciri khas EOS M10 yang kini sudah mengalami discontinue. Ciri khas yang paling menonjol adalah ia didaulat sebagai kamera low-budget dibandingkan kamera Canon seri yang lainnya. Meski begitu, sebagai penerus ia memiliki beragam pembaruan yang menempatkannya sebagai kamera kekinian.

EOS M100 dan EOS M10 masih sama-sama memiliki ciri khas layar touchscreen yang bisa diputar 180 derajat. Sebagai kamera pas-pasan, Canon pun tetap tak memasang hot shoe di bagian atas M100 sama halnya pada pendahulunya. Satu hal ini yang pada akhirnya membuat saya sedikit menyesal membeli EOS M100. Ya, sedikit saja, karena ketika melihat kemampuannya dalam merekam video, rasa penyesalan itu sedikit pudar.

Canon memberikan peningkatan pada prosesor EOS M100, yakni DIGIC 7. Sehingga kamera ini lebih bagus dalam menghasilkan gambar, lebih terang ketika low-light, dan tentu saja performa auto-fokusnya lebih cepat dan lebih baik.

EOS M10 dan M100 juga sama-sama masih memakai sensor APS-C CMOS, namun Canon membenamkan resolusi 24,2 megapiksel pada M100. Sekadar catatan, resolusi ini dipakai pula oleh kamera Canon EOS 80D yang harga bodinya saja bisa tiga kali lipat M100. Sementara EOS M10 hanya memakai sensor dengan resolusi 18 megapiksel, sama seperti kamera senior yang sudah jadul.

Saat dipakai, dapur pacu ini memang hanya sebuah tulisan diatas kertas. Pengaturan mode kamera yang mengadopsi ragam pencahayaan membuat segala kemungkinan bisa terjadi. Ketika diatas kertas auto-fokusnya cepat, tapi ketika cahaya yang menimpa objek sangat temaram, fokusnya malah tidak ketemu.






Pengalaman Pemakaian

Sebagai pemula, saya cukup sadar diri untuk menyerahkan sepenuhnya kepada mode otomatis, sehingga baik foto maupun video bakal tampil sesuai dengan kemampuan EOS M100 sendiri. Dan beberapa kali pilihan ini tidak salah juga.

Banyaknya pengaturan ISO berkat prosesor DIGIC 7, dari 100 hingga 12800 yang bisa dinaikkan pula hingga 25600, pada EOS M100 ini tidak banyak saya pakai. Sebab normalnya, kamera mengatur ISO 200 hingga 800 pada setiap jepretan foto dan perekaman video.

Yang paling sering dipakai dan bermanfaat menurut saya adalah keberadaan Dual Pixel AF System. Sebab sistem auto-fokus ini menghasilkan 24 juta phase detection yang merata ke area frame hingga 80 %. Sistem ini sangat bermanfaat sebab menghasilkan auto-fokus yang cepat. Cuma ya itu tadi, kalau ndilalah-nya pengaturannya tidak otomatis dan ketemu dengan pencahaayan yang temaram, auto-fokus ini suka enggak jelas.

Sebutan low-budget yang tersemat pada EOS M100 pun terlihat pada dukungan pembuatan video. Ia hanya mentok di resolusi Full HD, belum sampai pada taraf 4K. Untungnya kamera ini bisa merekam hingga 60 fps. Banyaknya frame yang dihasilkan M100 ini lebih banyak dua kali lipat daripada yang dihasilkan oleh M10. Makanya hasil videonya tentu lebih smooth, ya tentu perbandingannya juga dengan pendahulunya itu.

Desain dan Penyimpanan

Bentuk mirrorless memang dibuat seramping mungkin daripada DSLR biasa. Sayangnya, rampingnya mirrorless menjadi kelemahan dari sisi desain bagi para penggunanya. Itulah kenapa EOS M6 dibuat memiliki desain pegangan yang serupa DSLR. Dan, lagi-lagi, sebagai kamera low-budget, kita mesti menerima desain yang rata dari EOS M100.

Untuk mengatasi kamera yang rentan sekali jatuh, saran saya manfaatkan sebaik mungkin strap yang ada. Buat yang tidak nyaman mengalungkan strap di leher, gulunglah tali kamera itu sehingga menyerupai gelang di tangan kanan. Jangan sekali-kali melepas strap ini dan hanya memegang kameranya saja. Ya kecuali anda seorang sultan yang tak mempermasalahkan rusaknya sebuah kamera seharga Rp6 juta.

Desain layar 3 inci yang bisa diputar balik ke depan tentu sangat bemanfaat ketika selfie melakukan talking perform saat pembuatan video sendirian. Saya bisa melihat secara langsung hasil perekaman meski tanpa bantuan orang lain. Ya, hal yang sama pun berguna ketika pemotretan.

Beberapa konektivitas wireless masih dipertahankan pada M100 persis seperti pendahulunya. Ditambah lagi pada EOS M100 ada tombol koneksi Wi-Fi yang bisa langsung menghubungkan folder memori kamera dengan smartphone yang sudah terinstal aplikasi Camera Connect. Jadi buat yang kerap khawatir SD Card-nya terpapar virus dari komputer, saatnya berbahagia. Dengan hanya mengklik tombol tersebut, mengatur perangkat yang terhubung, dan menyalakan aplikasi tersebut di smartphone, transfer data tanpa kabel sudah bisa berjalan. Syaratnya, keduanya berjalan pada jaringan Wi-Fi yang sama.

Saya menghindari transfer data dengan bluetooth apalagi NFC, sebab waktu yang dibutuhkan lebih lama apalagi yang ditransfer merupakan file video.

Kesimpulan Akhir

Sebagai kamera pemula untuk konten kreator, EOS M100 sangat bisa diandalkan. Cuma untuk perekaman video, suaranya bisa dibilang cukup namun belum baik. Hal ini disebabkan kamera ini hanya menggunakan mic internal tanpa bisa dipasangi mic eksternal sebab ketiadaan hot shoe dan port untuk memasang mic-nya.

Ya sebetulnya sih suara stereo yang dihasilkan mic internal ini sudah cukup, cuma untuk mengantisipasi suara yang tidak maksimal, sebaiknya anda membeli perekam tambahan. Saya menyiasatinya dengan membeli Boya Lavalier.

Overall, performanya cukup mengesankan ketika dipakai dalam pembuatan video. Kesan ini mungkin saja hanya saya yang mengalaminya, sebab hanya terbiasa menggunakan smartphone dalam melakukan perekaman video. Cuma dengan konsep yang dipakai pada kamera DSLR dan mirrorless yakni ‘what you see is what you get’, rasanya Canon EOS M100 dengan segala kelemahannya cukup memenuhi konsep tersebut.

Untuk contoh hasil videonya, anda bisa melihat di kanal YouTube saya (subscribe ya :p):



Berikut ini beberapa hasil foto yang berhasil dijepret (Mungkin akan diperbaharui seiring frekuensi pemakaiannya meningkat):





Huawei, Android, dan Politik ala Trump

Huawei merupakan nama yang diperhitungkan di industri teknologi global. Pabrikan asal China ini merangsek ke Amerika dan Eropa dengan keunggulan teknologi perangkat komunikasinya. Kalau ditotal, ada 70 cabang industri yang memproduksi berbagai macam dukungan terhadap keberlangsungan nama Huawei. Namun tentu yang saya dan anda kenal barangkali hanya smartphone, baik dengan nama Huawei maupun Honor.


Smartphone Huawei, termasuk Honor didalamnya, mendapatkan pangsa pasar yang cukup tinggi secara global. Pada kuartal pertama tahun 2019, mereka mengapalkan setidaknya 59,1 juta smartphone atau menguasai setidaknya 17% pangsa pasar dunia. Hal ini menandakan Huawei tumbuh sekitar 50% dibanding kuartal yang sama pada tahun lalu yang hanya mengapalkan 39,3 juta perangkat saja. Dengan jumlah sebesar ini, Huawei memposisikan diri sebagai runner-up penguasa pasar menguntit Samsung yang ada di puncak klasemen.

Besarnya nama Huawei di industri telekomunikasi secara umum tentu merupakan angin yang segar bagi China. Pabrikan yang berasal dari negeri tirai bambu ini tentu menjadi salah satu perlambang bagi digdayanya ekonomi negara tersebut. Namun semakin tinggi pohon tumbuh, maka angin yang bertiup tentu lebih kencang. Begitulah yang terjadi dengan Huawei.

Ekonomi China yang semakin meraksasa, membuat pemimpin di negerinya sejajar dengan pimpinan negara besar lainnya. Salah satu pemimpin tersebut adalah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Pada 1 Desember 2018 lalu, Xi Jinping dan Donald Trump terlibat pertemuan bilateral dengan mengambil momentum G20 di Buenos Aires, Argentina. Hasil dari pertemuan tersebut adalah sebuah kesepakatan 'gencatan senjata' dari perang dagang antara China dan AS yang selama ini terjadi.

Sayangnya, pertemuan tersebut kemudian dicederai oleh penangkapan Meng Wanzhou, kepala bidang keuangan Huawei sekaligus putri tertua Ren Zhengfei, di Kanada saat transit di Bandara Vancouver. Buat yang belum tahu, Ren Zhengfei adalah pendiri dan CEO Huawei. Penangkapan yang dilakukan otoritas Kanada tersebut merupakan permintaan AS karena Wanzhou dituduh melanggar sanksi terhadap Iran.

Dua bulan kemudian masalah tersebut membesar. Departemen Kehakiman AS mendakwa Meng dan juga Huawei telah menyesatkan pihak bank dan pemerintah AS atas bisnis mereka di Iran. Selain dakwaan tersebut, mereka dituduh menghalangi upaya penegakkan hukum dan melakukan percobaan untuk mencuri rahasia perdagangan yang terkait dengan alat robotik yang dikembangkan T-Mobile bernama Tappy. Huawei dan Meng membantah tuduhan tadi.

Tappy merupakan sebuah tiruan jari tangan manusia yang bisa menyentuh layar smartphone dengan cepat untuk uji responsivitas. Huawei bermaksud membelinya dari T-Mobile, namun ditolak sebab khawatir teknologi ini bakal dipergunakan untuk menyaingi T-Mobile sendiri. Sayangnya salah satu karyawan Huawei diduga menyelundupkan Tappy ke China. Namun fakta persidangan mengungkap kalau karyawan itu beraksi sendirian, tanpa menyeret Huawei.

Hanya saja bukti lanjutan menuntun kepada keberadaan skema internal Huawei yang memberikan iming-iming bonus kepada karyawan di AS. Bonus ini akan diberikan manakala karyawan tersebut mendapatkan informasi dagang perusahaan lain. Ya, mirip-mirip pencurian. Dan bisa ditebak, Huawei membantahnya dengan keras.

Gelombang tantangan bagi Huawei pun berlanjut saat jaringan 5G mulai diterapkan. Jaringan yang menjanjikan kecepatan unduh yang lebih cepat 10 hingga 20 kali lipat dari sekarang ini membuat pemerintah AS merasa khawatir. Kekhawatiran ini dipicu aturan dalam negeri China yang menyatakan kalau perusahaan China tidak boleh menolak permintaan bantuan dari pemerintahnya dalam upaya pengumpulan informasi intelijen.

Meski Ren Zhengfei membantahnya, tak bisa dipungkiri kalau China dibawah Xi Jinping memang terkesan otoriter. Apalagi beberapa kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah yang berbasis Partai Komunis China itu mengharuskan petinggi perusahaan mematuhi komitmen moral dan sosial negara. Sehingga imbasnya, banyak petinggi perusahaan yang merangkap juga sebagai anggota Partai Komunis.

Trump Larang Google dan Perusahaan Lain Bekerjasama dengan Huawei

Singkat cerita, basis kekhawatiran diatas yang dibumbui dengan beberapa rangkain peristiwa yang mengekor membuat Presiden AS, Donald Trump akhirnya mengeluarkan aturan yang cukup mengejutkan dalam lanjutan perang dagang ini. Trump menandatangani aturan kalau perusahaan AS tidak boleh bekerjasama dengan Huawei. Aturan yang dieksekusi oleh Departemen Perdagangan AS ini bahkan secara detail menyebut 68 sub-usaha Huawei juga masuk kedalamnya atau disebut juga 'Entity List'.

Dampak dari pelarangan bisnis perusahaan AS oleh Trump ini memang cukup memukul, tak cuma Huawei, tapi juga industri teknologi AS sendiri yang mayoritas berbasis di Silicon Valley. Fakta kalau industri ini terpukul adalah turunnya saham perusahaan-perusahaan di California tersebut. Sebabnya ada potensi pendapatan yang bakal hilang hingga US$11 miliar atau Rp159 triliun. Pendapatan itu merupakan hasil dari pembayaran yang biasa dilakukan Huawei karena membeli hardware dari Intel, Infineon, Qualcomm, Qorvo, Micron Technology, Western Digital, Broadcom, dan Xilinx, serta software dari Microsoft dan Google.

Ini pun belum dihitung kalau China melakukan aksi balas dendam. Salah satu yang bakal terpengaruh dengan aksi China atas perlindungannya terhadap Huawei mungkin akan memengaruhi Apple. Pasalnya, pabrikan smartphone kebanggaan AS ini merakit perangkatnya di China yang dikenal punya tenaga kerja yang jauh lebih murah dibandingkan di AS. Kalau dipindah pabrik perakitannya, kemungkinan bakal memakan waktu lama dan tentu bakal berdampak naiknya harga Apple.

Trump mungkin tidak paham kalau aturan yang sedianya menuruti kekhawatiran akan spionase dari Huawei ini berdampak serius bagi industri dalam negerinya. Pasalnya rantai ketergantungan antara Huawei dan perusahaan AS sudah berlangsung cukup lama dan saling menguntungkan. Kalangan industrialis AS pun sempat mengatakan kalau Trump memang bodoh. Ia tidak memahami persoalan ini.

Latar belakang ekonomi Trump berbasis pengusaha properti. Ia pun lebih mirip dengan makelar properti yang menunggu harga tanah naik kemudian menjualnya, atau sebaliknya, ketika tanah berharga murah ia membelinya. Ia juga hanya paham industri media dan hiburan. Makanya rantai industri terutama industri teknologi semacam ini tidak masuk di kepalanya.

Nah, bagaimana dengan Huawei sendiri?

Huawei ternyata sudah mengantisipasinya jauh-jauh hari sebelum memanasnya perang dagang antara China dengan AS. Salah satunya mereka sudah menyetok chipset dari Silicon Valley untuk keperluan 12 bulan kedepan. Mereka mungkin terpukul dengan bakal hilangnya beberapa layanan mayor dari Google yang biasanya ada di smartphone.

Aturan Trump diatas mengatur larangan bagi perusahaan AS untuk bekerjasama dengan Huawei. Makanya Alphabet, induk dari Google, masuk didalamnya. Ini berarti Huawei tak bisa lagi memasang GMail, Google Search, Google Maps, Play Store, dan layanan Google lainnya. Aturan tersebut akan berlaku bagi smartphone yang akan diproduksi. Kalau yang sudah diproduksi, layanan tersebut masih bisa berjalan di smartphone Huawei, cuma tidak akan mendapatkan update dari Google.

Untuk Android sendiri, tampaknya Huawei masih tetap mempertahankannya. Hal ini dikarenakan Huawei masih belum berhasil mengembangkan sistem operasinya sendiri diluar ekosistem Android. Dan kedepan Huawei pun masih bisa memakai Android, karena sistem operasi ini bersifat open-source yang berbasis komunitas yang bisa diperoleh oleh siapapun. Ya cuma tadi, layanan Google yang lain tak boleh dipakai.

Nah, bagaimana buat anda yang berencana membeli smartphone Huawei maupun Honor? Ya tak masalah, sebab smartphone yang telah diproduksi masih tetap mendapatkan layanan Google sebagaimana mestinya. Tentu menjadi berbeda kalau anda berniat membeli Honor 20 yang akan dirilis beberapa hari kedepan di London, Inggris. Kita nantikan kejutan apa yang diberikan Huawei.

Asuransi Kendaraan MSIG, Berkendara Tanpa Cemas

Asuransi Kendaraan MSIG, Berkendara Tanpa Cemas - Rasa cemas dalam berkendara merupakan hal yang dialami oleh hampir setiap orang. Kecemasan ini merupakan hal yang wajar terjadi mengingat jalanan menyimpan beragam kemungkinan. Namun rasa cemas yang berlebihan dalam berkendara tentu tidak baik, sebab bisa mengganggu konsentrasi. Bagaimana mengatasi rasa cemas berkendara ini?

asuransi-kendaraan-msig-berkendara-tanpa-cemas

Banyak orang yang pada akhirnya memilih menggunakan transportasi umum, seperti kereta api, bus, hingga pesawat terbang, dibandingkan mengendarai mobil atau kendaraan pribadi. Hal ini mungkin bisa jadi pilihan yang baik mengingat ketika rasa cemas itu muncul, ia cenderung mengganggu. Hanya saja banyak orang yang memerlukan kendaraan pribadinya sesampai di daerah tujuan. Ini situasi yang dilematis.

Fenomena orang-orang mengendarai mobil maupun kendaraannya sendiri secara masif sering terlihat ketika arus mudik dan arus balik saat lebaran. Kalau jujur memilih, mereka tentu memilih menggunakan transportasi umum, agar perjalanannya lebih nyaman. Namun pilihan itu diurungkan, sebab kendaraan tersebut diperlukan di daerah tujuannya untuk bersilaturahmi. Dan rasa cemas lain juga bisa muncul sebab ada kekhawatiran kendaraan yang ditinggalkan menjadi sasaran tindak kriminal. Selain itu, membawa kendaraan sendiri cenderung menghemat biaya perjalanan.

Akhirnya rasa cemas itupun berupaya dihilangkan habis-habisan. Meskipun setiap tahunnya jumlah korban akibat arus mudik selalu banyak, dari luka ringan, cacat, hingga kehilangan nyawa, tapi demi beberapa alasan yang telah diuraikan, banyak orang tetap berkendara ke kampung halaman mereka. Rasa cemas itu terus dipupus sejak meniatkan diri dalam menyiapkan kendaraan hingga sepanjang jalan. Mudik harus tetap berjalan, meski berkendara dengan rasa cemas yang selalu berkelindan.

Pernahkan anda bertanya kepada mereka yang berkendara dengan resiko yang cukup tinggi, baik mereka yang pekerjaan sehari-harinya berkendara di jalan maupun yang menempuh arus mudik setahun sekali? Apakah mereka memiliki rasa cemas ketika berkendara? Jawabannya iya, tentu saja mereka cemas. Tapi rasa cemas itu ternyata bisa diminimalisir dengan beberapa hal.

Untuk mereka yang setiap harinya berkendara di jalan raya, seperti sopir bus maupun driver ojek online, rasa cemas itu seumpama ombak di laut. Mereka kemudian berperan menjadi para peselancar. Apabila baru pertama kali melihat ombak di laut, mungkin saja rasa takut itu muncul. Namun ketika sudah terbiasa, malah mereka berharap selalu ada ombak yang bisa meluncurkan papan selancar mereka dengan baik. Ya, ala bisa karena biasa.

Lain halnya dengan mereka yang menempuh arus mudik. Jalur yang biasa mereka tempuh mungkin hanya dilewati tiga atau empat kali dalam setahun. Kalau dibilang biasa melintasi jalur tersebut, rasanya tidak juga. Namun motivasi mereka untuk berlebaran, bersilaturahmi, dan berkumpul dengan keluarga di kampung halaman bisa memupus rasa cemas itu. Meskipun pupus rasa cemas itu, tetap saja masih terus tersisa. Kecemasan bisa menghampiri sebab bisa jadi mobil yang dikendarainya tergores, penyok, maupun mesinnya rusak akibat benturan.

Makanya ada satu lagi cara preventif yang bisa meminimalisir rasa cemas dalam berkendara. Anda bisa membeli asuransi kendaraan agar kendaraan yang dikendarai bisa terproteksi dengan baik. Sebab proteksi ini penting, karena di jalanan segala kemungkinan bisa terjadi. Bisa jadi mobil anda terserempet mobil lain, dan sangat mungkin pula terserempet oleh motor karena betapa masifnya pemotor saat jalur sibuk seperti arus mudik.

Salah satu asuransi yang bisa anda pilih adalah MSIG. Anda bisa beli asuransi mobil di MSIG sebab proteksinya lengkap, cara pembeliannya mudah, dan tentu saja metode klaimnya simpel dan cepat. Asuransi MSIG pun bisa menjadi pilihan karena kemudahan dan kenyamanannya dalam berasuransi, sebab memberikan opsi layanan online yang sangat memudahkan kliennya sehingga disebut MSIG Online. Apa sih MSIG Online itu?

asuransi-kendaraan-msig-berkendara-tanpa-cemas

MSIG Online merupakan bagian dari PT. Asuransi MSIG Indonesia, sebuah konsorsium perusahaan asuransi yang paling besar di Indonesia, MS & AD. Gabungan perusahaan ini telah memiliki pengalaman di tanah air, sebab telah beroperasi setidaknya selama 40 tahun. MSIG Indonesia juga dinaungi oleh MSIG Asia yang jaringannya berpusat di Jepang. Jadi secara kemapanan dalam mendampingi kliennya, MSIG telah memiliki pengalaman yang cukup panjang dan stabil selama puluhan tahun.

Ada tiga tipe untuk proteksi dari MSIG untuk anda dan sekeluarga kala berkendara. Berikut ini asuransi yang ditawarkan MSIG:
  1. Asuransi Perjalanan. Asuransi MSIG yang satu ini merupakan asuransi yang memproteksi perjalanan anda ke dalam negeri maupun ke luar negeri. Jenis proteksinya melindungi diri dan keluarga anda ketika melakukan perjalanan.
  2. Asuransi Kendaraan Bermotor. Asuransi MSIG yang ini melakukan proteksi kendaraan bermotor anda. Sehingga anda bisa lebih nyaman dan aman dalam berkendara tanpa dihantui rasa cemas sebagaimana telah disinggung diatas. Proteksinya melindungi kendaraan anda dari kerusakan ketika berkendara, kecelakaan pribadi, kecelakaan yang melibatkan orang lain, dan beragam kemungkinan lain yang terjadi di perjalanan anda.
  3. Asuransi Mudik Aman. Asuransi ini sangat cocok bagi anda yang sebentar lagi akan melakukan perjalanan menuju kampung halaman atau lebih populer dikenal dengan nama mudik. Asuransi MSIG ini hampir sama fungsinya dengan asuransi jiwa, sebab memberikan proteksi ketika (mudah-mudahan tidak) anda meninggal dunia, kecelakaan yang mengakibatkan cacat, hingga biaya perawatan di rumah sakit akibat kecelakaan. Selain itu ada manfaat tambahan dari asuransi ini, yakni bantuan biaya pemakaman dan bantuan perlindungan terhadap kebakaran di rumah yang ditinggalkan (hanya berlaku untuk paket keluarga).
Nah, sedemikian komplitnya MSIG menawarkan produknya untuk anda. Hal ini dilakukan MSIG agar dengan asuransi kendaraan MSIG, anda bisa berkendara tanpa cemas. Anda berminat untuk menjadi bagian dan merasakan manfaat dari MSIG?

Review: Asus VivoBook X505Z, Performa Puas Meski Budget Terbatas

Asus cukup spartan dalam merilis laptop. Dalam setahun, empat hingga lima kali pabrikan asal Taiwan ini mengenalkan laptop terbaru mereka dari berbagai seri. VivoBook, ZenBook, TUF, hingga ROG silih berganti membombardir pasar Indonesia.


Apakah konsumen kebingungan dengan banyaknya laptop maupun notebook Asus? Sepertinya tidak, sebab masing-masing seri dan tipenya menggarap segmen tersendiri. Konsumen jadi punya banyak pilihan dalam membeli laptopnya, tinggal disesuaikan antara kebutuhan dan budget saja.

Untuk konsumen yang membutuhkan laptop untuk penggunaan sehari-hari seperti mengetik, berinternet, maupun desain grafis yang ringan, Asus juga punya banyak pilihan. Kebetulan, beberapa minggu lalu, Asus mengirimkan Asus VivoBook X505Z.

Laptop ini dikirim Asus sebagai hadiah lomba yang dibesut oleh Asus dan Blogger Borneo dalam mengulas Asus VivoBook Pro F570. Saya mendapatkan juara kedua, dan laptop itulah hadiahnya. Dan hanya kurang dari sepekan saja, laptop itupun tiba di rumah.

Beragam kesibukan cukup mendera saya, sehingga ulasan laptop ini belum bisa langsung dikerjakan. Meski begitu, ditengah kesibukan tersebut, saya memang mengandalkan laptop hadiah tersebut untuk sekalian diuji-pakai. Hasilnya saya ceritakan di artikel ini.

Asus VivoBook X505Z sepertinya memang dibuat khusus untuk mereka yang hanya menggunakan laptop sebagai sarana mengerjakan tugas menggunakan Microsoft Office, berselancar dengan peramban Chrome, maupun memutar video dengan beragam aplikasi multimedia.

Beberapa tugas dasar itu memang bisa ditingkatkan. Misalnya ketika dibutuhkan penyuntingan gambar bahkan diharuskan membuatnya sendiri di aplikasi seperti Corel Draw maupun Adobe Photoshop, Asus VivoBook X505Z cukup tangguh menjalankannya. Cuma jangan meminta lebih.

Jika anda membeli laptop ini dan bakal banyak menghabiskan waktu dengan aplikasi desain grafis, semoga bisa dipikirkan kembali. Sebab bukannya tidak bisa, akan tetapi laptop ini memiliki respon yang cukup lambat terutama ketika membuka aplikasi pertama kali dan menyimpannya.

Aplikasi untuk menyunting video pun bernasib serupa. Saya mencoba dengan aplikasi yang tergolong ringan, Filmora. Hasilnya sama saja, responnya tak begitu membanggakan. Ada beberapa jeda ketika video disunting, terlebih rasa lambat itu hadir ketika dilakukan proses rendering untuk mengekspor hasilnya.

Lantas, apakah perlu dibatalkan saja jika anda punya niat untuk membeli laptop ini? Saya pikir jangan dulu, sebab ada beberapa keistimewaan dari laptop ini yang mungkin tidak dipunyai laptop lain di rentang harga yang sama. Pun dengan adanya peluang upgrade yang bisa dilakukan untuk meningkatkan performa laptop ini.

Asus VivoBook X505Z memakai prosesor AMD Ryzen 3 2200U dengan clockspeed di angka 2,5 GHz yang bisa overclock hingga 3,4 GHz. Kartu grafisnya dipercayakan kepada AMD Radeon Vega 3.

Kapasitas penyimpanan Asus VivoBook X505Z dipercayakan pada hardisk SATA 1 TB dengan kecepatan 5400 rpm. Nah, tadi disinggung ada potensi upgrade untuk meningkatkan performa, yakni ada slot kosong untuk dipasangi SSD M.2 agar respon dalam membuka aplikasi bisa lebih cepat.

Upgrade selanjutnya pun bisa dilakukan sebab Asus VivoBook X505Z memiliki slot kosong untuk memasang RAM tambahan. Secara default, Asus hanya memberikan RAM sebesar 4 GB saja untuk menopang performa laptop. Jadi kalau anda melakukan upgrade ini, performanya bakal semakin meningkat.

Saat dilakukan benchmarking, Asus VivoBook X505Z mendapatkan skor 641 di Cinebench. Lalu CPUZ mencatat skor 219 untuk single threads dan 926 untuk multi threads. Skor ini sedikit diatas Intel Core i5 3470.



Keunggulan dapur pacu yang cukup tangguh untuk menopang aktivitas sehari-hari ditunjang pula dengan tampilan luar Asus VivoBook X505Z yang elegan. Meski berbahan plastik, Asus memberikan finishing serupa pola yang menyerupai metal di sekitar touchpad. Pola titik melingkar dengan fokus pada dua sentral mengapit tulisan Sonic Master menjadi pola dasar yang mewarnai keyboard.


Selalu ada satu hal yang membuat saya kurang suka dengan keyboard pada laptop Asus adalah keberadaan tombol power yang berdekatan dengan tombol delete. Bahkan ia menempati posisi tombol delete buat yang terbiasa dengan keyboard konvensional. Alpanya backlit juga membuat keyboard yang sebetulnya enak dipakai ini jadi punya nilai minus. Ya memang kalau ada LED backlit-nya harganya jadi naik sih.

Hal menarik lain adalah pada layar 15,6 inci yang dimiliki Asus VivoBook X505Z ini, yakni tidak membuat laptop ini memiliki ukuran yang lebar. Keunggulan ini disebabkan fitur NanoEdge display yang membuat layar memiliki bezel yang tipis. Di cover depannya pun, ada pola mirip bunga yang berfungsi sebagai anti-fingerprint-magnet. Bukan alat canggih sih, cuma pola grip yang membuat sidik jari tidak membekas.



Overall, dengan bobot tanpa charger yang hanya 1,68 kg, Asus VivoBook X505Z layak dinobatkan sebagai laptop yang wajib anda pilih di rentang harga Rp6,4 juta. Apabila anda memiliki budget lebih, Asus VivoBook X505Z yang lebih tinggi bisa dipinang juga, yakni mulai Rp8 juta hingga Rp11,3 juta.

Di dalam paket pembelian, sudah tersedia charger, Windows 10 pre-install, dan tas punggung. Berminat?