21 Mei 2018

Menambang Cryptocurrency dengan Google Chrome

Pernahkah terbayang kalau Google Chrome yang sering dipakai di komputer kita ternyata bisa menghasilkan sesuatu? Maksudnya, ketika kita berselancar di Google Chrome sebagaimana biasa, namun peramban internet ini menghasilkan materi buat kita. Ya, ternyata bisa.

Sejak beberapa tahun terakhir ini, mata uang digital atau yang sering disebut cryptocurrency cukup meramaikan dunia internet. Banyak orang berbondong-bondong menambang mata uang ini dengan beragam variannya. Mata uang yang tidak terkait dengan Bank Dunia (World Bank) dan Lembaga Moneter Internasional (IMF) tersebut masif beredar dengan perdagangannya sendiri.

Cryptocurrency sendiri 'dilahirkan' oleh Satoshi Nakamoto. Nama Satoshi Nakamoto ini sebetulnya bukanlah merujuk pada seseorang tertentu, namun pada sebuah personal maupun grup yang tidak diketahui identitasnya. Bagaimana cryptocurrency ini terbentuk dan bagaimana prosesnya, silakan googling sendiri.

Lantas apa hubungan antara Google Chrome dengan cryptocurrency? Jawabannya baik-baik saja. He-he-he. Sebab pasti banyak yang berpikir kalau menambang cryptocurrency membutuhkan sumber daya komputer yang mewah, selain tentu saja biaya listrik dan internet yang mesti diperhitungkan. Sehingga ketika disodorkan cryptocurrency mining alias menambang aset digital ini dengan peramban Google Chrome, mungkin ada yang merasa aneh. Tapi memang begitulah yang terjadi saat ini: Google Chrome bisa dipakai untuk menambang cryptocurrency.



Bagaimana caranya?

Ada banyak cara yang bisa dipakai, tapi saya akan menjelaskan dua saja disini. Ada dua cryptocurrency yang bakal ditambang, yang pertama Bitcoin dan kedua namanya JSECoin. Nah, khusus JSECoin ini statusnya masih Pre-ICO, yang katanya bakal resmi ICO pada Juli 2018. Ada yang bertanya ICO itu apa? ICO itu mirip IPO dalam perusahaan. Kalau IPO berarti pelepasan saham agar dibeli oleh publik, kalau ICO melepas digital aset berupa coin untuk dibeli oleh publik juga.

Keuntungan menambang JSECoin adalah penambangnya masih sedikit, sehingga sehari kita bisa mendapatkan hingga 20 JSE. Sekedar informasi, 1 JSE bakal diupayakan setara dengan USD 1. Menggiurkan. Tapi ya begitu, kita belum bisa menukarkannya dengan apapun sebab statusnya masih Pre-ICO.

Menambang Bitcoin dengan Google Chrome

Penambangan bitcoin dengan Google Chrome disini menggunakan ekstensi. Ada banyak ekstensi yang sudah diblokir dan tak lagi muncul di Chrome Webstore, tapi tidak dengan CryptoTab.

Untuk mengambil ekstensi ini silakan berkunjung ke Chrome Webstore kemudian cari CryptoTab, atau bisa langsung kesini saja. Ikuti saja petunjuk instalasinya.

Setelah CryptoTab terpasang di sudut atas kanan Chrome, maka warnanya kuning. Namun apabila warnanya berubah menjadi abu-abu, silakan klik kanan di logo tersebut dan pilih tiga varian penggunaan CPU. Kalau tidak mau aktivitas browsing-nya sedikit melambat, pakai yang low, dengan konsekuensi penambangan pun akan memakan proses yang lambat.

Karena CryptoTab ini sifatnya menumpang di Chrome, ya mesti legowo kalau hasil penambangannya tidak sebagus melalui aplikasi yang memakai komputer dengan grafis tingkat tinggi. CryptoTab bisa dipindahkan ke wallet Bitcoin kalau hasilnya sudah BTC 0,0004.

Menambang JSECoin dengan Google Chrome

Penambangan JSECoin disini melalui platform website. Ada dua macam proses penambangan JSECoin, yang pertama dan diutamakan ketika kita memiliki situs. Situs ini dipasangi java script yang menambang cryptocurrency dari pengunjung situs. Itulah mengapa namanya JSECoin, JSE merupakan kependekkan dari Java Script Embedded.

Cara kedua adalah dengan mengunjungi platformnya di platform.jsecoin.com. Kemudian silakan mendaftar buat yang belum punya akun di JSECoin.

Di sebelah kiri ada deretan menu platform. Untuk memulai menambang JSECoin melalui situs, silakan klik di bagian Publisher dengan logo grafik dengan anak panah. Disitu disediakan pengaturan situs dan java script yang mesti dipasang di menu html situs kita. Kalau untunk mining langsung menggunakan Google Chrome, silakan klik Mining dengan logo piala.

Untuk menambang JSECoin dengan Chrome secara langsung, pastikan tab yang dipergunakan untuk menambang ini dalam kondisi terus digunakan atau berada di bagian depan. Kalau kita buka tab lainnya, kemudian tab yang ini tertutup, maka aktivitas penambangan akan menurun dan terhenti.

Cara yang biasa saya pergunakan untuk mengakalinya adalah dengan membuka dua Google Chrome. Satu Chrome yang pertama dipakai khusus untuk menambang, sementara Chrome yang kedua dipakai untuk browsing seperti biasa. Jadi aktivitas browsing dan mining tidak saling mengganggu.

Penutup

Cryptocurrency adalah aset digital yang kontroversial. Sehingga aktivitas dengan mata uang yang satu ini cukup beresiko. Namun karena semakin banyaknya mata uang ini dijualbelikan maupun dipergunakan untuk alat tukar seperti mata uang konvensional, maka ikut-ikutan menambang pun tak ada salahnya.

19 Mei 2018

Samsung Galaxy A6 dan A6 Plus Untuk Mereka Yang Masih Setengah-Setengah

Sampai saat ini, brand yang paling woles dalam menyikapi perang antar ponsel adalah Samsung. Ya tentu diatas Samsung masih ada langit, eh maksudnya Apple. Saat yang lain mainan hestek #mending-mendingan, Samsung ibarat Thanos dalam menghadapi Avengers. Kalem banget. Setidaknya hal ini terungkap dalam perilisan Galaxy A6 dan A6 Plus di Bali pada Senin (7/8/2018) lalu.


Dengan entengnya, Samsung mengatakan kalau kompetisi itu baik. Ketika banyak brand berkompetisi, itu berarti konsumen lebih banyak pilihan. Samsung seperti mengajarkan kalau membangun loyalitas bukanlah dengan perang harga seperti yang terjadi saat ini. Loyalitas berdasarkan harga bakal luntur ketika ada brand lain yang berani memberi harga lebih murah dengan spesifikasi mirip. Itulah mengapa Samsung santai saja membanderol Galaxy A6 dengan Rp3.799.000 dan Rp4.899.000 untuk A6 Plus.

Samsung tak tertarik ikut-ikutan perang hestek, pasang harga bersaing, serta membuat gimmick flash sale. Padahal kalau mau dilakukan komparasi, harga sebesar itu untuk spesifikasi kedua ponsel barunya tentu dirasa cukup mahal buat kantong kismin macam saya. Tapi ya dasarnya brand lagi berjaya, Samsung bergeming. Apalagi market share globalnya menurut IDC masih 18,4%, hanya 1% dibawah Apple pada kuartal 4 tahun 2017 lalu. Ditambah lagi, kalau berbicara Indonesia, Samsung berjaya di angka 31,8%, jauh meninggalkan Oppo yang berada dibawahnya dengan 22,9%.

Spesifikasi Galaxy A6 dan A6 Plus terbilang standar-standar saja untuk harga semewah itu. Sales point dari kedua ponsel ini bisa dilihat dalam tabel berikut ini.


Keduanya memang memakai layar andalan Samsung, yakni Super AMOLED yang terang, cahayanya alami dan stabil, sedikit tipis sehingga tidak membuat tebal ponsel, dan tidak menyedot daya yang signifikan. Ya memang cuma Samsung yang bisa begini. Ponsel bukan-flagship tapi dipakaikan layar Super AMOLED. Perbedaan kedua layarnya terletak pada ukuran serta kualitas saja. Galaxy A6 memakai layar HD+ dengan ukuran 5,6 inci sementara A6 Plus memiliki layar FHD+ dengan ukuran 6,0 inci.

Samsung memasang Bixby Vision, yang sudah dipakai pada flagship mereka sejak Galaxy S8. Bixby Vision ini merupakan rangkaian kecerdasan buatan milik Samsung. Ya, disebut rangkaian karena teknologi Bixby yang diterapkan tidak semuanya, hanya satu fitur saja. Bixby Vision berfungsi untuk menjalankan augmented reality ketika sebuah kamera menangkap obyek. Jadi ketika kamera mengenai obyek, Bixby akan melakukan identifikasi terhadap obyek tersebut, baik memunculkan informasi yang diminta, maupun melakukan pembelian melalui e-commerce yang bekerjasama dengan Samsung.

Galaxy A6 dan A6 Plus diperuntukkan juga buat mereka yang gemar selfie. Ini bisa dilihat dari ukuran resolusi kamera depan keduanya yang cukup besar. Secara rinci, A6 memiliki kamera belakang beresolusi 16MP dengan f1.7, dan kamera depan 16MP dengan f1.9. A6 Plus memakai dual-camera dengan resolusi 16MP bukaan f1.7 dan 5MP dengan bukaan f1.9, sementara kamera depan lebih besar lagi, yakni 24MP dengan bukaan f1.9.

Dapur Pacu

Dapur pacu Galaxy A6 dan A6 Plus memang tak ditonjolkan begitu rupa. Minder, kali ya? Kayaknya enggak, sih. Samsung terbiasa mencantumkan ukuran clockspeed prosesornya, serta ukuran RAM dan memori saja pada situs dan sales point-nya. A6 memiliki RAM 3GB dengan memori 32GB, dan A6 Plus punya RAM 4GB dengan memori 32GB. Dari beberapa sumber diketahui chipset A6 dibekali dengan Exynos 7870, sementara A6 Plus memakai Snapdragon 450. Keduanya bakal menjalankan Android 8.0 Oreo.

Kedua ponsel ini memakai chipset dari pabrikan yang berbeda bukanlah tanpa sebab. Meski sama-sama memakai proses fabrikasi 14nm FinFET dan sama-sama octa-core, Exynos 7870 belum mendukung keberadaan kamera ganda. Ditambah pula clockspeed chipset ini terbatas di angka 1,6GHz. Sedikit berbeda dengan Snapdragon 450 yang sudah mendukung kamera ganda dan kecepatan prosesnya bisa mencapai 1,8GHz.

Untuk urusan baterai, Samsung merupakan brand yang paling pelit untuk memberikan catu daya yang jumbo. Kalau berbicara kualitas baterai, tentu banyak yang menyodorkan rekam jejak kasus Samsung Galaxy Note 7. Alhasil, pembeli galaxy A6 harus puas dengan catu daya sebesar 3000mAh, dan A6 Plus dengan 3500mAh.

Hal yang menarik lainnya adalah buat siapakah Samsung merilis Galaxy A6 dan A6 Plus ini? Sementara pasar ponsel sedang ramai perang harga, wualah Samsung kok woles saja dengan ponselnya sendiri tanpa peduli itu semua.

Galaxy A6 dan A6 Plus dibuat untuk mereka yang ingin mencicipi ponsel flagship, tapi kantongnya masih mid-range terendah. Sebab mid-range yang berada diatasnya bakal memilih galaxy A8 atau A8 Plus yang punya fitur anti air dan secara umum spesifikasinya lebih bagus, meski bukan flagship. Tapi Samsung menarik minat calon pembeli A6 dan A6 Plus dengan iming-iming nilai tambah seperti Bixby Vision diatas, dan tentu saja nama besar yang dimiliki brand ini.

Jadi, Galaxy A6 dan A6 Plus ini dirilis untuk menyasar konsumen kelas menengah yang masih setengah-setengah. Ya, setengah pertama adalah kantongnya yang belum sampai pada kelas flagship, setengah satu lagi adalah harapannya untuk menenteng gawai premium.

Artikel ini pernah dipublikasikan di Mojok.co

10 Mei 2018

10 Hal Baru dari Google I/O 2018 Yang Perlu Diketahui

Google I/O setiap tahunnya selalu memberi kejutan. Ada saja hal baru yang dimunculkan dari event tahunan yang diadakan raksasa teknologi ini. Perwakilan developer dari penjuru dunia yang diundang pun senantiasa memberikan tepuk tangan, ketika Sundar Pichai menyampaikan poin demi poin keberhasilan dan rencana pengembangan Google di bidang teknologi. Lantas apa hal baru dari Google di tahun 2018 ini?

Sekedar informasi, Google I/O adalah sebuah konferensi tahunan para developer teknologi yang bekerjasama dengan Google. Tujuan khusus acara ini sebagai wahana 'etalase' capaian-capaian Google di bidang teknologi. Meski masih banyak proyek yang dirahasiakan Google, pada acara ini sebuah batasan antara konsumen dengan teknologi miliknya seolah-olah dibuat menghilang.


Pada I/O kali ini, Google mengumumkan beberapa hal, diantaranya peningkatan aplikasi yang memudahkan pekerjaan, Android P, hingga layanan taksi dari Waymo. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat satu persatu.

1. Gmail yang lebih cerdas

Siapa yang sudah mencoba tampilan terbaru dari layanan surat elektronik alias email dari Google, yakni Gmail? Google memberikan kejutan dengan tampilan Gmail yang dirombak habis-habisan, lebih ringan dan lebih baik dalam mengorganisir pesan masuk.

Kejutan soal Gmail ternyata tak berhenti disini. Kalau sejak lama layanan email ini bisa memprediksi alamat tujuan, kini pengirim bakal dimudahkan dengan keberadaan Gmail yang semakin pintar. Sebagaimana dipresentasikan Sundar Pichai, Gmail mampu memberikan saran, bukan lagi kata perkata, tapi keseluruhan frase yang bakal dipakai ketika mengetik email. Hal ini berkat machine learning yang dimiliki Gmail, yang mempelajari pengguna melalui user history. Sabar, mungkin Juni bakal hadir update-nya di Gmail masing-masing.

2. Fitur AI pada Google Photos

Fitur kecerdasan buatan alias artificial intelligent (AI) dipakai Google untuk menambahkan fitur menarik pada Google Photos. Aplikasi penyimpanan foto milik Google ini bakal bisa melakukan banyak hal terhadap foto-foto kita yang disimpan disana. Salah satunya adalah melakukan restorasi warna pada sebuah foto lawas. Jadi kalau kita menemukan foto lawas hitam putih, serahkan pada Google Photos untuk diwarnai. Dan, voila, foto hitam putih tadi memiliki warna berkat fitur AI pada Google Photos.

3. Suara Google Assistant yang semakin banyak dan canggih

Kamu tahu nama suara yang muncul pada Google Assistant? Namanya Holly. Dan Holly ini sebetulnya merupakan sebuah rekaman asli, yang dimunculkan untuk setiap kata per kata dari teks yang muncul di aplikasi.

Google mengumumkan pembaruan untuk suara pada Google Assistant ini. Sehingga bakal ada enam suara yang menggunakan teknologi WaveNet sehingga suara tersebut menjadi lebih realistis, tidak lagi terdengar seperti robot. Oh ya, kabarnya Google Assistant pun bakal mendukung 30 bahasa yang berbeda hingga akhir 2018.

Ada fitur lain juga dari Google Assistant, yakni percakapan di aplikasi ini lebih alami. Maksudnya, kita bisa langsung bertanya pada Google Assistant dengan cara yang sama ketika kita bertanya pada manusia. Kalau dulu, Google Assitant hanya mencerna satu persatu perintah, kini bisa dilakukan hanya dengan satu kalimat perintah meskipun agak panjang.

Kabar baik untuk para orangtua, Google Asistant pun bisa menjadi salah satu tempat belajar anak-anak dalam bertata-krama. Fitur yang disebut "Pretty Please" ini akan menjawab pertanyaan yang diajukan secara sopan santun dengan cara yang sopan pula.

4. Saking canggihnya, Google Assistant bakal diberikan perangkat sendiri

Smart Displays bakal dirilis Google pada Juli ini. Perangkat ini memuat Google Asistant dengan tampilannya sendiri yang sedikit berbeda dengan versi ponsel.

5. Google Duplex

Lagi-lagi masih terkait dengan Google Assistant. Tapi kali ini perannya cukup kompleks, yakni Google Assistant akan membantu seseorang melakukan telepon, membuat janji, menjadwal janji tersebut, dan betul-betul menghubungkannya dengan pihak lain yang terkait. Ya tentu saja semuanya atas permintaan pengguna.

Ini lompatan besar yang dilakukan Google dengan Google Assistant. Oleh karenanya, Google masih berupaya keras menyempurnakan aplikasi ini agar bisa dipakai dengan baik. Sebab ada dua pihak yang kelak terlibat, yakni pengguna biasa dan pengguna bisnis. Fitur 'sempalan' Google Assistant ini disebut dengan Google Duplex.

6. Pembaruan pada Google News

Google News kini lebih berfokus pada kualitas jurnalisme. Yup, berkualitas menurut Google tentu berbeda dengan perkiraan kita. Kualitas yang dimaksud adalah yang didasarkan pada minat dan ketertarikan kita akan sesuatu. Dimana interest-based ini telah 'dibaca' oleh Google sebelumnya lewat penjelajahan kita di internet.

Berita-berita yang dimunculkan pun bukan hanya pada tema yang sering dikunjungi saja, tapi berita lokal pun akan mendapat porsi yang lebih banyak. Ada juga opsi untuk berlangganan berita berbayar.

7. Android P

Salah satu pembaruan yang paling ditunggu adalah pembaruan Android yang kini memasuki versi 9.0 alias Android P. Meski belum diberi nama, sejumlah ponsel sudah mendapatkan Android P versi beta.

Secara umum Android P merombak versi sebelumnya dari sisi tampilan, konsumsi daya, dan penggunaan ponsel. Ya, Android P intinya bakal semakin cerdas, semakin cantik, dan semakin memanusiakan penggunanya dibanding pendahulunya. Untuk bahasan lebih lengkap, insya Allah akan saya tulis nanti setelah Android P dirilis secara resmi.

8. Google Maps yang semakin banyak fitur

Google memberikan pembaruan bagi Google Maps, diantaranya restoran mana yang sedang tren. Kemudian restoran atau tempat mana yang paling disukai berdasarkan sejarah pemberian rating kita pada tempat tersebut atau tempat sejenisnya.

9. Computer Vision juga fitur baru dari Google Maps

Computer Vision ini sebetulnya menjadi fitur lain dari Google Maps, namun dibikin poin lagi karena bahasannya lebih luas dari sekedar aplikasi peta. Jadi Computer Vision merupakan fitur yang memfungsikan kamera ponsel dan menjadikannya tersambung dengan Google Maps lewat augmented reality. Paham 'kan?

Lewat fitur ini, pengguna ponsel bisa melihat penunjuk arah dalam Google Maps bekerja secara langsung pada jalan yang sedang dilewati secara real-time. Ya nanti bakal ada tanda panah, panah belok, dan lainnya ketika kamera terarah pada jalan tersebut.

10. Waymo bakal go public di Amerika

Waymo adalah layanan taksi tanpa sopir yang dipakai di kantor Google. Google bakal merilisnya segera di Phoenix, Arizona. Penumpang bisa memesan taksi yang tanpa seorang pun duduk di kursi kemudi ini untuk perjalanan jarak dekat.

Mau lebih jelas tentang Google I/O? Silakan lihat video rekaman konferensinya di bawah ini. Durasinya lumayan, ada tiga jam lebih.



Fitur apa yang paling membuatmu terpukau? Silakan tulis pendapatmu di kolom komentar ya.

7 Mei 2018

Qlapa.com, Rumah Besar Produk Asli Perajin Nusantara

Ada rasa galau yang tersirat di air mukanya. Ia terpekur diantara pahat, bilah kayu, dan pelitur yang teronggok sembarang di ruang kerja, yang lebih tepat disebut gudang di belakang rumahnya. Kegalauan itu memang hanya disebabkan sebuah pesan pendek. Hanya, pesan itu ibarat pisau yang memutus tali tempat ia menggantungkan hidup.


Aku menatapnya dalam-dalam. Sebuah tatapan antara rasa kasihan dan keinginan untuk memotivasi dalam jiwa yang diam. Ya, ia hanya terdiam. Sebab pesan itu sama persis dengan buruh yang melihat pabriknya tak lagi beroperasi. Ia merasa onggokan kayu itu tak akan berubah menjadi benda seni yang bernilai tinggi. Sebab ia bukanlah maestro layaknya Jeff Koons maupun Patricia Piccinini.

Di tengah ketermenungan itu, aku memahami kalau ia hanyalah anak kampung. Beberapa hal yang diketahuinya hanyalah pergi ke hutan tepi pantai nun belasan kilometer jauhnya, kemudian pulang membawa kayu-kayu berkualitas jempolan. Bersama kayu-kayu itu, ia mengurung diri di 'ruang kerja' berhari-hari. Orang-orang hanya mendengar bunyi tak-tok-tak-tok. Dua-tiga hari kemudian, ia terlihat di belakang rumahnya sedang menjemur topeng kayu, patung, maupun ornamen khas Jawa yang sering digunakan sebagai hiasan di restoran maupun hotel.

"Mas Aban, mohon maaf kami beralih jenis usaha. Semoga sukses," demikian kira-kira pesan singkat yang kubaca di ponsel kawanku ini.

Pesan tersebut berasal dari pengepul yang biasa menerima hasil karyanya. Peralihan jenis usaha, secara otomatis membuat kawanku-yang-pemahat ini harus kehilangan jalur pasarnya. Sementara itu, kampungku, bahkan kotaku, bukanlah destinasi idaman wisatawan. Daerah kami hanya perlintasan, dan itupun sudah digeser habis-habisan oleh jalan tol Cimanuk-Palimanan. Apa yang tersisa untuk usaha yang banyak disebut oleh para ahli pemberdayaan serta kalangan milenial sebagai industri kreatif ini?

Semangat untuk memasarkan secara mandiri mendadak muncul, ketika seorang kawan lain menggebu-gebu seperti baru keluar dari ruang pelatihan sales obat kuat.

"Bung," aku bilang, "Tahu apa kau soal algoritma Facebook? Berapa modal iklan yang kamu punya untuk mem-push barang kawan kita ini?"



Qlapa.com

Ia pun bingung dengan argumenku yang mungkin menohok. Tapi ia tak hilang akal, ditutupnya aplikasi Facebook dan dibukanya Google dengan sisa kuota internet yang masih ada. Sebuah perbuatan yang menurutku sia-sia, sebab ia mengetik 'produk handmade unik di Indonesia'. Apa hubungannya dengan pemasaran pahatan kayu itu?

Dari dua teratas hasil pencarian di Google muncul dua judul tautan serupa, yakni Qlapa. Hasil yang pertama merupakan aplikasi yang berasal dari Google Play, dan kedua berasal dari domain Qlapa.com. Yang membuat kawanku sudah merasa memenangkan argumen adalah pada judul tautan itu tersirat kalau Qlapa merupakan marketplace. Entah betul atau tidak, sebab kuota kawanku ini habis. Aban hanya tersenyum, dan aku pun pamit pulang.

Di rumah, aku punya banyak kesempatan untuk mencari tahu soal Qlapa. Platform Qlapa ini masuk kedalam irisan antara marketplace dan e-commerce. Dibilang marketplace, Qlapa tidak serta merta membebaskan setiap pedagang berjualan di situsnya. Ada semacam proposal yang mensyaratkan alamat surel, nomor ponsel, akun media sosial atau situs yang bisa diganti dengan mengirimkan foto-foto barang. Registrasi penjual semacam ini mirip ecommerce.

Setelah proposal itu diajukan, Qlapa akan memastikan apakah calon penjual ini bisa menjajakan barangnya atau tidak. Qlapa menerapkan klausul yang cukup ketat. Yang paling utama adalah hanya produsen yang boleh berjualan disini, ia paham seluk-beluk barang yang diproduksi dan dijualnya, barangnya bukan barang impor, bekas, maupun ilegal apalagi melanggar hak cipta.

Qlapa membuka diri untuk seluruh insan kreatif yang memiliki produk khas Nusantara, yang selama ini belum menemukan pasarnya. Apabila kurang fasih mengoperasikan situs, biarkan Qlapa yang mengerjakannya. Jika barang terjual, Qlapa akan melaporkannya melalui surel dan memotong 20% dari hasil penjualan. Kalau tak ada penjualan, Qlapa bakal bertindak selaku etalase gratis. Ya, tanpa ada biaya apapun.

Keuntungan Bagi Konsumen

Pencarian untuk pangsa pasar kawanku-yang-pemahat terlupakan sejenak. Tampilan situs Qlapa yang menggiurkan membuatku lupa dengan misi itu, sebab barang-barang yang biasanya ditemui di tempat-tempat wisata tampil berjejer rapi dengan kelompok kategorinya masing-masing.

Qlapa ini seumpama rumah besar, yang menampung seluruh perajin di Indonesia. Lalu situs Qlapa.com ibarat lemari kaca yang ada di depan rumah tersebut, yang memajang hasil karya terbaik mereka. Sebab Qlapa hanya menerima yang berkualitas. Dari mulai kebutuhan wanita, pria, anak-anak, dekorasi rumah, kuliner, perawatan kecantikan, hingga kebutuhan untuk hadiah spesial.

Semua produk itu buatan tangan, sebab Qlapa disebut sebagai rumahnya produk handmade Indonesia. Qlapa menjadi situs yang unik karena sebutan semacam ini. Buatan tangan berbeda sama sekali dengan buatan pabrik. Ia membutuhkan ketelitian, keterampilan, dan ketahanan perajin untuk mencipta sebuah produk. Meski begitu, setiap produknya tak akan sama satu dengan yang lain. Ia bakal menjadi produk yang unik dan eksklusif. Disinilah keunggulan Qlapa.

Dalam klausul penjualan, Qlapa menggaransi hanya berurusan dengan produsen. Selain barangnya unik dan eksklusif, ini berarti Qlapa mampu memberikan harga yang murah kepada konsumen. Sebab barang tersebut berasal dari tangan pertama bukan reseller.

Ya, Qlapa memang lengkap bahkan untuk urusan teman sarapan pagiku: kopi. Kopi arabika khas Mandailing yang dijual Halokoffi menyita perhatianku dari sekian banyak jenis kopi yang ada. Isi 100 gram kopi ini dijual di harga Rp29.900. Sebuah harga yang cukup bersaing.



Saya melakukan proses pembelian tanpa signup, dan terlihat setiap transfer bank untuk membayar ditujukan ke akun PT. Qlapa Kreasi Bangsa. Sebuah metode pembayaran yang menjamin kedua pihak, baik penjual maupun pembeli untuk bertransaksi secara aman.

Saya mengambil kesimpulan kalau Qlapa merupakan tempat untuk berbagai pihak, terutama mereka yang selama ini kerap mencari referensi belanja produk handmade ala Nusantara. Qlapa bukan sekedar etalase, karena ia adalah rumah bagi perajin dan produknya. Qlapa menyediakan pangsa pasar khusus yang selama ini jarang dilirik. Qlapa menyediakan ceruk pasar yang dibutuhkan oleh perajin seperti kawanku-yang-pemahat.

Aku pun kembali teringat kawanku-yang-pemahat.

Pagi sekali, aku mampir ke rumahnya sembari membawa tiga sachet kopi lengkap dengan sebungkus blengep. Ada kabar gembira yang ingin kusampaikan. Namun sebelum kuketuk pintunya, ibunya muncul dengan wajah sendu. Ia memberi kabar pilu.

"Seusai subuh, Aban ikut pamannya ke pelabuhan," ucap ibunya, lirih.

Pelabuhan memang memiliki makna yang luas. Namun disini, kata itu memiliki satu kemungkinan, apalagi diucapkan seorang ibu dengan mata yang sembap. Pelabuhan adalah tempat awal untuk mengarungi Laut Jawa menuju Kalimantan. Di pulau Borneo itu, kawanku-yang-pemahat bakal bergerak ke Entikong diam-diam. Ia menelusup ke jiran demi ribuan gelondongan kayu yang kali ini tak akan dipahatnya.


5 Mei 2018

Xiaomi Itu Komunis? Baca Faktanya Dulu

Fenomena Xiaomi yang mematok harga murah untuk setiap ponselnya, ternyata diidentikkan dengan paham komunisme. Paham ini berpandangan bahwa meraup keuntungan yang besar dianggap sebagai tindakan yang tidak adil. Begitulah kabar yang beredar sejak akhir April 2018 lalu, sebab ada yang menuliskannya secara khusus di Facebook, kemudian viral.

CEO Xiaomi, Lei Jun, dalam peluncuran Xiaomi Mi 6X, di China pada akhir April kemarin menegaskan pola bisnis Xiaomi itu. Xiaomi akan terus menjual perangkat kerasnya (ponsel pintar, IoT, serta produk gaya hidup) dengan hanya menarget untung sebesar 5% saja. Itu sudah maksimal. Harga yang dipatok ini disebut oleh Xiaomi sebagai 'harga yang jujur'. Ya, karena memang dijual segitu pun sudah dapat untung, ya sudah. Begitu kira-kira.

Tapi apakah Xiaomi menerapkan paham komunisme?
Kalau begitu, apakah para MiFans adalah antek-antek komunis?
Apakah saya yang memakai Mi A1 pun auto-komunis?

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu tentu saja sah untuk ditanyakan. Bahkan mungkin sifatnya wajib untuk ditanyakan. Sebab jangan sampai karena menenteng Redmi Note 5 sama hukumnya dengan memakai kaos palu arit: haram dan wajib untuk dipersekusi. Ngeri.


Dalam membaca Xiaomi, setidaknya ada dua konteks entitas yang mesti dipisahkan sementara. Pertama, entitas Xiaomi sebagai merek asal China yang notabene memang negara komunis. Sebagai merek yang berasal dari sana, maka wajar saja nama 'xiaomi' mirip-mirip dengan slogan Communist Party of China. Ada lagi maskot kelinci Xiaomi yang sering memakai topi dengan tanda bintang merah di depannya. Ya namanya juga merek China, tentu jadi aneh kalau namanya Bhinneka, misalnya, dengan maskot burung garuda.

Entitas kedua adalah Xiaomi sebagai lembaga bisnis. Sebagai entitas bisnis, Xiaomi tentu mesti meraup untung sebab mekanismenya ia bukanlah lembaga sosial yang dikelola oleh negara. Apalagi pabrikan asal China ini bakal melakukan penawaran saham ke publik (IPO). IPO ini ditengarai sedang merangkak ke angka $100 miliar, sehingga menjadi yang terbesar setelah IPO Alibaba pada 2014 silam yang 'hanya' sebesar $25 miliar.

Saat IPO inilah semua mata pada akhirnya mengulik Xiaomi. Mulai dari model bisnis mereka, hingga hasil akhir berupa laporan keuangan. Dari sini terungkap kalau keuntungan Xiaomi pada 2017 kemarin berasal dari layanan internet, berupa aplikasi, game, serta iklan, yang bersumber dari penggunaan MIUI. Margin kotornya sebesar 60%.

Angka itu jelas cukup jauh dibandingkan sumbangan margin kotor penjualan ponsel pintar yang hanya mencapai 8,8%. Kita tentu mengetahui mengapa penjualan ponsel pintar tidak memberikan laba yang siginifikan. Sebab keuntungan Xiaomi bukan berasal dari sini.

Xiaomi juga tidak melulu jualan ponsel pintar di bidang hardware, sebab ada IoT, hingga talenan pun dijual Xiaomi. Ya serius, talenan buat memasak. Pada intinya, IPO yang sedang ditawarkan Xiaomi tentu mesti meyakinkan investor agar membeli saham mereka. Kalau begini, masa iya Xiaomi masih memberikan gimmick kalau mereka hanya mengambil untung dengan margin 5%?

Sampai disini, masih yakin Xiaomi menerapkan pola komunisme?

Mi Pop

Mi Pop pertama di Indonesia sudah terlaksana pada 5 Mei 2018. Event yang menjadi ajang berkumpulnya MiFans sekitar Jakarta itu rencananya juga akan digelar di kota yang lain di tanah air. Nah, tahun ini India sudah lebih dulu melakukan Mi Pop. Anda tahu isinya apa? Yup, perkenalan Mi Music dan Mi Video.

Kayaknya biasa saja deh, itu kan kaya Spotify sama Netflix.

Layanan Mi Music dan Mi Video memang mirip sama kedua aplikasi diatas, akan tetapi keduanya tersambung dengan bahasan kali ini. Kedua aplikasi ini berjalan dalam platform sistem operasi MIUI dalam ponsel Xiaomi kecuali Mi A1. Artinya semakin banyak ponsel Xiaomi digunakan, semakin banyak pula potensi kedua aplikasi tersebut dipakai.

Xiaomi melakukan pelacakan terhadap aktivitas kita di internet. Dengan cara itu, Xiaomi kemudian menghadirkan aplikasi semacam Mi Music dan Mi Video diatas, atau aplikasi apapun di internet dimana aplikasi tersebut masih buatan Xiaomi. Xiaomi mendapatkan dua hal: data pengguna di internet dan aplikasinya terinstal. Setelah aplikasi itu diinstal, Xiaomi pun memberikan iklan tertarget sebab data perilaku pengguna sudah didapatkan. Semuanya dilakukan di dalam ponsel Xiaomi. Apakah semuanya legal? Ya tentu saja. Cara seperti ini sudah dilakukan oleh Google maupun Facebook.

Hal-hal semacam itu diungkapkan dalam proposal IPO Xiaomi. Proposal itu setidaknya berisi tentang cepatnya perkembangan Xiaomi dalam melakukan penetrasi di bidang mobile payment, e-commerce, media sosial, dan layanan berbasis video. Itu semua bakal terlaksana dan sukses apabila Xiaomi sudah punya banyak pengguna. Saat ini, pengguna aktif MIUI sudah ada 190 juta.

Ada dua data untuk menguatkan pendapat diatas.

Sejak tahun 2015, pendapatan Xiaomi berkutat pada dua hal, yakni berasal dari ponsel pintar dan dari layanan internet. Uniknya, angka kedua pendapatan ini tidak terpaut begitu jauh meskipun tahun terus berganti. Silakan intip data di bawah ini.

Pendapatan Xiaomi dari penjualan ponsel pintar dan layanan internet. Sumber: Bloomberg.


Begitu juga dengan keuntungan penjualan ponsel dengan pendapatan yang bersumber dari pengguna. Nilainya tidak terpaut begitu jauh dari tahun ke tahun. Artinya, ketika Xiaomi menjual ponsel dengan harga yang rendah, mereka bisa menutupi 'celah' tersebut dengan menggenjot keuntungan di layanan internet.

Komparasi pendapatan Xiaomi yang berasal dari penjualan ponsel dan pendapatan dari pengguna MIUI. Sumber: Bloomberg.


Itu berarti semakin banyak ponsel Xiaomi terjual, semakin tinggi pula profit yang didapatkan Xiaomi meskipun harga ponselnya sendiri sering dibilang tidak masuk akal. Kalau keuntungan terus didapatkan dengan menjual ponsel yang murah, kenapa harus dijual dengan harga yang mahal? Lalu mengapa masih disebut komunis? Ya, embuh.


Sumber:

  1. https://www.bloomberg.com/view/articles/2018-05-03/xiaomi-is-more-like-facebook-than-apple
  2. https://www.phonearena.com/news/Xiaomi-best-value-for-money-phones_id104389
  3. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180503202811-185-295543/xiaomi-rilis-layanan-pesaing-spotify-dan-netflix
  4. https://www.bloomberg.com/news/articles/2018-05-03/in-ipo-letter-xiaomi-ceo-explains-innovation-at-honest-prices

3 Mei 2018

Mending Asus Zenfone Max Pro M1 atau Xiaomi Redmi Note 5?

Dua tahun belakangan ini, Asus tampaknya cukup sempoyongan untuk bersaing dengan merek ponsel lain. Pabrikan asal Taiwan ini tampak mencari momentum untuk bangkit mengejar ketertinggalan. Dan saat itu akhirnya tiba. Asus merilis Zenfone Max Pro M1 di India dan Indonesia pada 23 April 2018 secara bersamaan. Ponsel ini disebut-sebut bakal mengatrol Asus kembali ke panggung persaingan.

Sebelumnya, seri Zenfone M1 sudah mbrojol terlebih dulu dengan Zenfone Max Plus M1 yang memakai dapur pacu Mediatek. Sayangnya, respon pasar masih embuh sama ponsel yang dibanderol dengan harga sekitar Rp2,7 juta itu. Entah Asus gagal membaca pasar, atau ponsel ini hanya sekedar tes pasar sebelum pada akhirnya Zenfone Max Pro M1 hadir.

Zenfone Max Pro M1 hadir tidak sendirian. Selain varian Zenfone Max M1, hadir pula Zenfone 5Q yang secara global disebut sebagai Zenfone 5 Lite. Tapi sorotan fokus tampaknya lebih terarah pada Zenfone Max Pro M1. Sebabnya jelas, setelah diserang dari darat dan udara oleh berbagai merek, Asus akhirnya berani ngegas berkat ponsel yang satu ini.


Akun media sosial Asus sering diisi dengan komentar 'setrikaan'. Ya, tentu saja komentar semacam ini hadir disebabkan 'kesalahan' masa lalu Asus yang memakai chipset Intel. Tampaknya, netijen yang berkomentar semacam itu ibarat seseorang yang gagal move on ketika mantannya jalan dengan orang lain. Tapi Asus tidak bisa berkelit ketika komentar yang datang dibanjiri dengan tanda pagar #MendingXiaomi.

Sebabnya tanda pagar semacam itu diiringi dengan komparasi spesifikasi yang membuat (admin) Asus mati kutu. Apalagi baru-baru ini ketika pabrikan asal China itu merilis Redmi Note 5. Dengan didukung chipset Snapdragon 636, RAM 3 GB, dan Memori 32 GB, Redmi Note 5 dibanderol dengan harga Rp2,5 juta. Banyak yang yakin merek lain tidak bisa menyaingi banderol tersebut, namun tidak dengan admin medsos Asus yang kali ini berani ngegas dan membuka ruang engagement (baca: berantem antar fans).

Keberanian itu pun baru diketahui setelah Asus merilis Zenfone Max Pro M1. Ponsel yang hadir dengan spesifikasi yang mirip dengan Redmi Note 5 ini memang berulang kali dalam event rilis itu dibandingkan dengan Vivo V9, Samsung Galaxy A8, serta Oppo F7 yang sudah dirilis lebih dahulu. Nah, perbandingannya kog sama tiga ponsel itu, jangan-jangan Asus main drama? Hingga pada akhirnya pada satu slide, Zenfone Max Pro M1 ini berani head to head dengan Redmi Note 5. Siapa yang menang?


#LebihMendingZenfone

Tanda pagar inilah yang menjadi pilihan Asus untuk menantang #MendingXiaomi. Kehadiran Zenfone Max Pro M1 membuat Asus jauh lebih pede untuk bertarung di ponsel kelas menengah yang disebut-sebut dikuasai oleh Xiaomi.

Zenfone Max Pro M1 hadir dengan chipset kekinian Snapdragon 636 yang dibuat dengan fabrikasi 14nm, CPU Kryo 260, dan GPU Adreno 509. Chipset ini dibuat dengan arsitektur yang mirip dengan Snapdragon seri 800, chipset yang dipakai oleh ponsel kelas flagship. Jadi pengaruhnya terhadap ponsel tentu selain lebih powerful, juga lebih irit konsumsi daya.

Layar Zenfone Max Pro M1 dibuat lebih besar, yakni 6 inci full view Full HD+. Namun tenang saja layar sebesar ini dibalut dalam body yang sama dengan 5,5 inci. Layar yang lebar ini membuat sensor sidik jari harus mengalah ke belakang menemani dual camera yang diletakkan membujur ke bawah mirip, eh maaf, terinspirasi dari iPhone X. Dual camera-nya sendiri beresolusi 13MP dan 16MP dengan bukaan hingga f2.0. Sementara kamera depan cukup dibekali dengan resolusi 5MP saja, karena ponsel ini tidak dibuat untuk segmen selfie.

Yang paling menarik dari Zenfone Max Pro M1 ini tentu saja kapasitas catu daya yang jumbo. Asus membenamkan baterai sebesar 5000mAh pada Zenfone Max Pro M1. Tapi kehadiran Snapdragon 636 tentu mengubah penilaian sebelumnya. Asus menjamin Zenfone Max Pro M1 ini bisa dipakai untuk bermain Mobile Legend hingga 11 jam lebih atau game biasa selama 12 jam. Dan untuk mengisi baterai sebesar ini hanya perlu waktu hingga 2 jam 30 menit saja. Ini jauh lebih cepat dibandingkan Zenfone 4 Max Pro dengan Snapdragon 425 yang harus memakan waktu charging hingga hampir 4 jam.

Kejutan lain yang dibawa Zenfone Max Pro M1 adalah ini pertama kalinya ponsel Asus tidak memakai ZenUI, sebuah kustomisasi Asus terhadap Android. Ponsel ini memakai Android 8.1 murni alias Android stock.

Lalu, sudahkah membandingkan spesifikasinya dengan Redmi Note 5? Ya, spesifikasinya memang hampir sama kecuali dari sisi baterai. Bagaimana dengan harganya?

Zenfone Max Pro M1 memang layak disebut best-budget saat ini. Sebab dua varian lagi, yakni RAM 4GB dan memori 64 GB dibanderol dengan harga Rp2,8 juta, dan varian tertinggi RAM 6 GB serta memori 64 GB dibanderol dengan harga Rp3,3 juta, bisa dibilang harga yang menggiurkan untuk merek ponsel ternama. Ini tentu cukup untuk ngegas di media sosial dengan tanda pagar #LebihMendingZenfone 'kan?

Atau anda tergolong mereka yang enggak peduli dengan tanda pagar itu dan memilih untuk bersorak gembira dengan perang harga ponsel tanah air? Yak sip, kita ternyata punya persamaan. Yakni kita memang sama-sama kismin.

---
Artikel ini pernah dipublikasikan di Mojok.co

2 Mei 2018

Usulan Nama Android P Dari Warganet Indonesia Yang Wajib Didengar Google

Android P sedang masuk dalam tahap uji coba oleh para pengembang. Perilisan secara resmi Android versi 9 ini memang masih membutuhkan waktu, setidaknya menantikan umpan balik dari para pengembang yang sudah mengujicoba itu. Yang menarik dari setiap dirilisnya sistem operasi smarpthone milik Google ini adalah soal penamaan.

Sejak pertama kali dirilis, penamaan Android memang sedikit absurd. Ia tidak mengikuti nomor versi yang linier dengan abjad. Itulah sebabnya mengapa Android 9.0 sudah jatuh pada abjad P, dimana seharusnya masih berkutat pada abjad I.

Untuk menyegarkan ingatan, mari melafalkan Android versi 1.0 dengan nama Alpha, lalu Android Beta (1.1), Android Cupcake (versi 1.5), Android Donut (versi 1.6), Android Eclair (versi 2.0 - 2.1), Android Froyo (versi 2.2 - 2.2.3), Android Gingerbeard (versi 2.3 - 2.3.7), Android Honeycomb (versi 3.0 - 3.2.6), Android Ice Cream Sandwich (versi 4.0 - 4.0.4), Android Jelly Bean (versi 4.1 - 4.3.1), Android KitKat (versi 4.4 - 4.4.4), Android Lollipop (versi 5.5 - 5.1.1), Android Marshmallow (versi 6.0 - 6.0.1), Android Nougat (versi 7.0 - 7.1.2), Andoid Oreo (versi 8.0 - 8.1), Android P (versi 9).


Tebak-tebakan hingga usulan soal nama setiap versi Android pun selalu menjadi bahasan yang menarik. Pun begitu dengan huruf P dalam Android versi 9 ini. Ada banyak usulan yang berseliweran di internet soal usulan nama Android paling update ini. Dari luar negeri ada usulan untuk memberinya nama petit four, pound cake, pastille, popsicle, pancake, profiterole, puff pastry, serta pecan pie. Ya, semuanya makanan luar negeri sebab diusulkan oleh warganet mancanegara.

Lantas bagaimana dengan warganet Indonesia? Sebagai warganet yang punya rasa nasionalisme tinggi, tentu saja ingin salah satu makanan manisnya diabadikan oleh Google sebagai nama Android. Itulah mengapa ada banyak usulan soal penamaan Android versi 9 ini. Salah satunya dimulai oleh Sobat Hape.

Akun Twitter dari kanal YouTube pengulas gawai kenamaan di tanah air ini memulai usulan yang di-mention langsung ke akun Twitter Google. Ia mengusulkan agar huruf 'P' dalam Android P dinamai sebagai 'pancong'. Ya, kue berbahan dasar tepung beras, santan, dan parutan kelapa yang dimasak dalam cetakan khusus berbentuk setengah lonjong, kemudian ditaburi gula pasir ini menjadi nama yang diusulkan. Agar Google mendengar usulannya, followers-nya pun diminta untuk melakukan retweet kicauan tersebut. Sampai tulisan ini dibuat, sudah ada 897 retweet, 140 komentar, dan 128 suka.



Yang menarik tentu saja komentar warganet lain yang mengikuti kicauan Sobat Hape tersebut. Mereka punya versi masing-masing untuk huruf P dari Android P. Ada yang memberi nama dengan peyeum, jadinya Android Peyeum. Ada lagi pukis, pisang goreng, putu, pancong, piscok, pais, dan palubutung. Dari sederet nama tadi, ada yang belum diketahui? Silakan googling saja, pasti cukup untuk membuat ngiler.

Keunggulan Android P

Ada beberapa peningkatan yang dilakukan Google untuk Android versi 9 ini, berikut beberapa diantaranya:

1. Mendukung poni.

Saat sebagian besar ponsel Android berponi, Google pun membuat dukungan langsung untuk ponsel-ponsel tersebut. Sebab memang bezel yang semakin tipis bakal membuat sensor-sensor di bagian depan tersisih namun tak bisa dipindah. Poni pun menjadi pilihan meski harus menjalani ledekan 'mirip iPhone X'.

Namun karena sifatnya masih ujicoba, dukungan Android P terhadap poni ini masih berupa simulator yang bisa dimunculkan pada ponsel tanpa poni.

2. Peta dalam ruangan yang presisi dengan RTT.

Semakin banyaknya penggunaan Wi-Fi pada banyak tempat di dunia ini menjadikan Google meningkatkan akurasi lokasinya pada sistem operasi ponselnya. Peningkatan pun dilakukan pada Android P, yakni pelacakan lokasi pada ponsel yang berada di dalam ruangan.

Hal ini memungkinkan dengan bantuan Wi-Fi Round-Trip-Time (RTT). Google menjalankan fitur yang ada pada jaringan LAN 802.11mc tersebut untuk membuat peta dalam ruangan lebih presisi. Sehingga tampilan perangkat dalam Google Maps bisa terlacak lebih akurat. Meski begitu, apakah fitur dari Android P ini bakal digunakan atau tidak tergantung penggunanya.

3. Notifikasi yang lebih baik.

Sejak Android Nougat, Google sudah memberikan notifikasi yang cukup canggih. Salah satunya adalah membalas pesan langsung dari notifikasi tanpa harus membuka aplikasi percakapan. Dalam Android P, fitur semacam ini lebih ditingkatkan. Notifikasi dalam versi yang baru bisa langsung melihat attachment maupun sticker apabila pengirim mengirimkannya.

Notifikasi semacam ini sebetulnya sudah ada dalam Google Allo, dan tampaknya Google ingin semua aplikasi percakapan dalam Android P bisa memiliki fiturnya.

4. Multi kamera.

Saat ini baru Nokia 8 saja yang sudah mendukung keberadaan multi kamera. Maksudnya kamera depan dan belakang hidup semua dan tampil dalam satu layar. Kelak dalam Android P, semua ponsel bisa mendukung fitur semacam ini. Ya, meski terkadang penggunanya pun gagal paham fitur semacam ini digunakan untuk apa.

5. Peningkatan keamanan perangkat.

Ada cukup banyak peningkatan keamanan dan privasi pada Android P. Salah satunya adalah pembatasan pada sensor, kamera, dan mikrofon apabila aplikasi yang memakainya dalam kondisi pasif. Untuk mengamankan aplikasi, Google pun memberikan fitur pengamanan aplikasi dengan sidik jari dalam Android P.

Ya, saat ini pengguna Android secara umum masih menunggu dan harus puas dengan sistem operasi yang ada di ponselnya masing-masing. Soal nama Android P pun menjadi hak penuh Google, sebab petingginya tidak dipilih melalui pemilihan umum. Tapi tentu saja kita tidak menginginkan nama Android P seperti usulan warganet di bawah ini. Bukan apa-apa, pekerjaan lembaga sensor bakal lebih berat kalau ada liputan soal Android P.