15 Desember 2018

Bagaimana Cara Menghasilkan Uang Melalui Video Facebook?

Saat ini video di Facebook sudah dikelompokkan kedalam tempat tersendiri yang disebut Facebook Watch. Ya, Facebook Watch merupakan YouTube-nya Facebook. Apa yang bakal ditemukan di YouTube, bakal ditemukan pula disini. Sebab persamaan antara YouTube dan Facebook Watch adalah sama-sama sebagai platform media sosial berbasis video.


Perbedaannya, Facebook Watch masih terintegrasi dengan aplikasi Facebook mobile maupun di situs Facebook. Pihak Facebook sendiri menginginkan kalau platform media sosial ini menjadi ekosistem tersendiri di internet. Artinya segala sesuatu yang ada di dalamnya tak akan dijauhkan dari situs Facebook. Sementara itu YouTube terpisah sejak awal dari Google. Sebab ekosistem Google adalah ekosistem internet, yang melepaskan setiap aplikasinya untuk tumbuh dan berkembang dengan pasarnya sendiri.

Lantas, bisakah seseorang menghasilkan uang dari Facebook Watch sebagaimana para YouTuber menghasilkan uang dari Adsense? Jawabannya cukup menyenangkan: bisa. Namun sebelum anda girang dan segera membuat video pertama kali di Facebook Watch, marilah simak paragraf demi paragraf di artikel ini hingga habis.

Facebook Watch dirilis pada 10 Agustus 2017 dan hanya bisa diakses oleh para pengguna Facebook di Amerika Serikat saja. Lantas 19 hari kemudian, Facebook Watch dirilis secara global sehingga pengguna Facebook di Indonesia bisa melakukan update aplikasi Facebook mereka dan mendapati ada tombol Facebook Watch di dalamnya.

Setahun berlalu, Facebook Watch pun terus berkembang. Menurut data yang disampaikan Facebook Watch, mereka memiliki 75 juta pengunjung harian. Jumlah pengunjung tersebut rata-rata menghabiskan lebih dari 20 menit perhari dalam menonton video di Facebook Watch.

Jumlah ini tentu saja melebihi jumlah pengunjung yang ada di YouTube. Sebab platform berbagi video milik Google tersebut hanya memiliki 1,9 milyar kunjungan bulanan atau 63 juta pengunjung harian. Hanya saja, Facebook kalah pada durasi tonton dibandingkan YouTube. Saat pengguna Facebook Watch hanya menghabiskan beberapa menit saja, pengunjung YouTube rata-rata menonton video di platform tersebut selama 40 menit.

Hal ini disebabkan YouTube lebih banyak memiliki kreator dibandingkan Facebook Watch. Kreator dengan jumlah pelanggan atau subscriber-nya yang banyak menjadi minat banyak pengguna YouTube untuk terus berkunjung. Semakin banyak subscriber, semakin banyak view, tentu semakin banyak dollar yang masuk ke kreator tersebut. Perihal monetisasi inilah yang membuat YouTube masih menjadi idaman banyak orang untuk mendulang uang. Makanya Facebook Watch pun berupaya melakukan imitasi.

Kalau di YouTube ada YouTube Studio maka di Facebook Watch ada Creator Content. Fungsi dari Creator Content memang serupa YouTube Studio, yakni melihat statistik video yang pernah diunggah di Page yang dikelola (kalau di YouTube sih channel) dan yang paling penting adalah melihat apakah sudah bisa dipasangi Ad Breaks. Nama ini bisa disepadankan dengan Adsense for YouTube.

Ad Breaks merupakan iklan yang akan muncul di video anda. Iklan ini bakal memotong jalannya video di awal maupun tengah, sehingga dinamakan ad breaks atau jeda iklan.

Untuk bisa dipasangi Ad Breaks agar video-video yang diunggah di Page bisa menghasilkan uang, tentu ada syaratnya. Syaratnya ternyata tidak lebih ringan dari yang terpampang di YouTube Partnership Program (YPP). Ada lima syarat yang mesti dipenuhi agar video di Page bisa dipasang Ad Breaks:


  1. Syarat pertama tentu saja punya Page atau halaman, jadi bukan akun Facebook biasa.
  2. Page yang anda kelola sudah memiliki paling sedikit 10.000 pengikut.
  3. Dalam dua bulan atau hitungan 60 hari, ada 30.000 kali penayangan dengan durasi masing-masing minimal satu menit pada video yang durasinya 3 menit.
  4. Page telah mematuhi syarat dan ketentuan yang diatur Facebook secara umum.
  5. Facebook Watch dengan Ad Breaks-nya telah hadir di negara anda. Kabar baiknya, buat yang tinggal di Indonesia, Facebook Watch dan Ad Breaks sudah bisa berjalan.

Kalau soal berapa dollar yang bakal diraup, saya sendiri belum tahu. Di Indonesia pun belum banyak yang berbagi kisah sukses di platform Facebook Watch. Ya maklum sih, namanya juga platform baru. Yang mau mencoba mengalihkan video-videonya di YouTube, boleh dicoba ya asal jangan reupload punya kreator lain. Hmmmm....

13 Desember 2018

Tips Untuk Tidak Khawatir Meski Mobil Terendam Banjir

Puluhan wilayah di Jakarta akan kembali digenangi banjir. Kota besar lainnya dengan pola pembangunan yang serupa ibukota itupun akan bernasib sama. Prediksi yang dimuat di berbagai media itu akan semakin nyata apabila curah hujan terus meningkat intensitasnya.

Mobil mogok akibat terendam banjir. (Gambar: Shutterstock.com)
Salah satu pihak yang sering khawatir ketika banjir datang adalah para pemilik mobil. Hal ini disebabkan genangan banjir bukan benda yang ramah terhadap mesin mobil. Alih-alih air menjadi pembersih bodi mobil, masuknya air kedalam mesin akan menimbulkan malapetaka.

Mesin mobil akan mati karena banyak komponen yang tidak berjalan apabila dalam kondisi basah. Di dalam mesin mobil pun ada sistem kelistrikan, yang apabila dalam kondisi basah, potensi konsleting sistem ini sangat tinggi.

Kekhawatiran ini lumrah terjadi, sebab mengingat harga mobil yang cukup mahal. Nilai mobil ini rasanya tidak sepadan dengan abainya pemilik mobil atas hadirnya bencana alam yang telah diprediksi sebelumnya seperti banjir ini. Makanya, sebelum semuanya terlambat, sangat disarankan agar anda memproteksi mobil dengan asuransi.

Berbicara soal asuransi, banyak anggapan asuransi mobil hanya manis di awal. Alurnya kemudian, pemegang polis dengan rajinnya membayar premi per periode. Namun ketika ada masalah, klaim asuransi kendaraan ini cukup meribetkan. Anggapan ini mungkin ada benarnya, mengingat banyak orang diluar sana yang terkendala saat proses klaim. Namun benarkah demikian?

Pernahkah anda bertanya pada mereka yang mengalami keribetan tadi, atau klaimnya ditolak tadi dengan enam pertanyaan berikut? Pertama, apakah polisnya masih aktif? Kedua, apakah asuransinya memang memproteksi klausul yang diklaim itu? Ketiga, apakah pengajuan klaimnya tepat waktu? Keempat, apakah dokumennya lengkap? Kelima, apakah tidak ada masalah hukum pada klausul yang diklaim tersebut? Keenam, apakah lokasi kejadian masih berada pada zona kontrak?

Jika salah satu saja dari enam pertanyaan itu jawabannya tidak, maka tentu saja klaim yang diajukan bakal ditolak. Jadi masalah yang muncul sebetulnya bukan ribet, tapi memang klaimnya tidak diterima karena beberapa alasan tadi. Sebab semua hal membutuhkan bukti, begitupun dengan proses klaim asuransi mobil.

“Tapi ‘kan tetap saja ribet?”

Pertanyaan itu kerap diajukan karena orang-orang yang mengajukan klaim asuransi biasanya sedang dalam kondisi panik, terburu-buru, dan emosional. Sebab bisa jadi kejadian yang menimpa mobil mereka terjadi pada perjalanan bisnis. Ada pula kejadian yang membutuhkan klaim asuransi terjadi pada mobil kesayangan mereka. Pokoknya macam-macamlah kejadiannya. Untuk itulah banyak yang ingin agar proses mengurus klaim asuransi bisa dilakukan semudah diundang dan mengirim pesan di WhatsApp Group alumni sekolah.

Kalau masih belum tahu ada yang bisa mengurus klaim asuransi semudah mengirim WhatsApp, sepertinya belum mendengar Futuready. Di Futuready anda bisa mengajukan klaim melalui WhatsApp ke nomor 0811-9884-918. Iya, semudah itu. Meski begitu, ada cara lain untuk melapor, yakni telepon ke nomor (021) 2188-4918, lalu memakai fitur chat di situs Futuready.com, dan mengirim email ke ke nasabah@Futuready.com atau klaim@Futuready.com.

Futuready akan menjamin anda mendapatkan bengkel rekanan terbaik dan terdekat, apabila klaim tersebut diajukan tepat waktu dan dokumennya lengkap. Proses klaim ini harus dilakukan maksimal 3x24 jam setelah kejadian, dan apabila kejadian terjadi diluar jam kerja Futuready, maka ada tambahan waktu sebanyak 2 hari.

Apakah proses klaimnya bakal ribet juga? Nah, untuk menjawab ini kembali lagi pada perjanjian kontrak asuransi yang telah ditandatangani di awal pendaftaran. Sebab hal ini selalu menjadi penentu bagi diterima atau tidaknya klaim yang anda ajukan. Di Futuready, anda cukup mensertakan salinan polis asuransi, salinan SIM, salinan STNK, dan surat keterangan dari kepolisian jika mobil mengalami kecelakaan.

“Ya udah deh ya, saya mau ikut asuransi Futuready saja,”

Eits, mohon maaf Futuready bukanlah produk asuransi. Tapi, apabila anda ingin membeli polis asuransi, maka Futuready lah tempatnya. Mengapa demikian?

Ketika anda ke situs Futuready di futuready.com, maka anda bisa memilih dan memilah mana asuransi yang sesuai dengan kebutuhan anda, pun sesuai dengan budget yang anda miliki. Ya, disini anda bisa membandingkan dari beragam asuransi yang ada. Untuk asuransi mobil sendiri, Futuready menyediakan puluhan perusahaan asuransi yang bisa anda pilih.
Banyak pilihan di situs Futuready.com.
Futuready merupakan supermarket online yang khusus menjual asuransi. Sehingga sebagaimana sifat online marketplace, anda tidak harus bertemu langsung untuk melakukan transaksi. Ketika anda mendaftar asuransi mobil, maka cukup mengirim foto mobil saja, lalu membayar polis pertama hanya melalui transfer bank, minimarket, maupun kartu kredit. Setelah proses selesai, polis pun bakal langsung aktif.

Futuready akan mengurus semuanya secara efektif, praktis, sesuai dengan kebutuhan anda, dan pastinya aman. Soal keamanan, bisnis Futuready telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan No. KEP-518/NB.1/2015 tanggal 18 Juni 2015. Jadi tak usah khawatir. Pun dengan profesionalitas pengelolaan bisnisnya, sebab Futuready berada di bawah perusahaan Belanda, AEGON, yang notabene merupakan perusahaan asuransi kelas dunia.

Sekarang, masih mengkhawatirkan mobil ketika menghadapi musim penghujan yang dibarengi banjir? Kalau masih khawatir, perbanyaklah berdoa, dan sebagai ikhtiar serahkan saja proteksinya melalui Futuready.

9 Desember 2018

Snapdragon 855 dan Soal Chipset Yang Perlu Anda Ketahui

Maui menjadi saksi atas peluncuran Snapdragon 855. Sebuah chipset yang digadang-gadang akan menjadi chipset terbaik di tahun 2019. Chipset yang akan menambah kecanggihan pada smartphone anda.


Qualcomm, yang menjadi produsen Snapdragon 855, lewat acara yang bertajuk Qualcomm Snapdragon Tech Summit 2018 tersebut, mengklaim ada peningkatan yang signifikan dibandingkan pendahulunya, Snapdragon 845.

Namun sebelum jauh beranjak ke Snapdragon 855, sudahkah anda mampu menjelaskan mengapa pada smartphone, otaknya disebut chipset atau system on chip, sementara pada laptop atau PC, otaknya disebut prosesor?

Buat yang sudah bisa menjawabnya, sebaiknya tiga paragraf dibawah ini di-skip saja.

Pada komputer, ada yang disebut dengan motherboard. Papan sirkuit ini menjadi tempat bagi bermukimnya beragam komponen seperti prosesor, RAM, harddisk, VGA, soundcard, dan lain-lain. Seluruh komponen penting dalam satu motherboard itu bisa diganti untuk meningkatkan kinerja komputer. Semua komponen hampir seluruhnya dibuat secara terpisah.

Sayangnya, pada smartphone tidak berlaku adanya keterpisahan ini. Smartphone juga memiliki papan sirkuit yang mungkin mirip dengan motherboard pada komputer. Namun komponen yang ada pada komputer tadi disatukan oleh chipset.

Jadi ketika anda mendengar istilah chipset, maka benda yang kini hanya seukuran kuku jari tangan ini memuat bermacam-macam komponen.

Nah, sekarang langsung saja ke Snapdragon 855.

Chipset terbaru Qualcomm ini terdiri atas beberapa komponen, diantaranya CPU octa-core tiga kluster, GPU Adreno 640, dual 14-bit Spectra 380 ISP, serta modem X24 LTE dan X50. Semuanya dibuat dengan proses fabrikasi 7nm, dan tentu saja setiap komponen tersebut memiliki fungsinya masing-masing.



CPU octa-core tiga kluster ini merupakan terobosan terbaru dari Qualcomm. Pasalnya, Snapdragon 845 hanya terdiri atas dua kluster saja. Hal ini membuat operasional komputasi berjalan 45% lebih cepat dibandingkan pendahulunya itu.

GPU drenoo 640 merupakan komponen grafis yang menjalankan komputasi untuk pekerjaan yang berhubungan dengan tampilan, seperti gambar dan video. Adreno 640 juga yang berjasa agar game yang anda mainkan tampil smooth.

Adreno 640 ini diklaim mengalami peningkatan sebesar 20% dibandingkan pendahulunya.

Untuk pemroses foto dan video yang berasal dari luar, Snapdragon 855 memiliki Spectra 380 ISP. Seperti kepanjangannya, yakni Image Signal Processor, Spectra ini yang mampu merekam gambar dan video. Inovasi yang dilakukan Qualcomm, membuat Adreno versi ini mampu merekam video 4k HDR pada 60fps. Uniknya lagi, pada video resolusi tinggi ini, ada segmentasi objek yang berarti videonya bisa dibuat bokeh dan tambahan fitur lain secara real time.

Untuk menunjang komunikasi, Snapdragon 855 dibekali modem X24 yang mampu meningkatkan koneksi data hingga 2 Gbps. Sementara itu, yang membuat banyak orang takjub dengan chipset ini adalah keberadaan modem X50 yang mampu meramban di jaringan 5G yang berarti kecepatan koneksi datanya bisa mencapai 5 Gbps.

Ada lagi komponen 4x 16bit, 2133MHz LPDDR4X. Komponen ini sering disebut RAM.

Semua komponen pada Snapdragon 855 tadi bekerja secara simultan dan bersama-sama didalam sebuah smartphone. Mereka tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Setidaknya begitulah kira-kira apa yang disebut dengan chipset.

Lantas apakah setiap chipset bakal memiliki komponen seperti itu? Tidak setiap chipset begitu, Pulgoso.

Setiap chipset dari masing-masing pabrikan berbeda-beda. Kebetulan Snapdragon dari Qualcomm ini adalah pemimpin pasar yang digunakan oleh kira-kira 40-an% smartphone di seluruh dunia. Sisanya dibagi-bagi kedalam beberapa merek lain seperti Mediatek, Hisilicon, Apple, Spreadtrum, dan lainnya.

Meski tidak setiap chipset begitu, tetapi secara umum ya kurang kebih begitu. Maksudnya, secara umum sebuah chipset akan mengandung CPU, GPU, RAM, memori dan modem. Jadi chipset memang bukanlah prosesor pada smartphone, namun prosesor hanya satu bagian dari chipset.

Setiap pabrikan memiliki ciri dan tipe yang berbeda-beda. Namun setiap smartphone baru, pastilah didukung oleh chipset keluaran baru dari produsennya juga. Jadi kalau ada yang membeli smartphone lama, meskipun RAM besar dan memorinya besar, namun bisa jadi chipsetnya keluaran lama yang hanya memiliki prosesor quad-core.

Apakah dalam membeli smartphone mesti memperhatikan chipsetnya? Bisa ya bisa juga tidak. Sebab chipset kadang bukan segalanya. User experience kerap menjadi pilihan banyak orang dibandingkan sekedar performa chipset nan cepat dan gesit.

3 Desember 2018

Bocoran Fitur Pencarian Facebook Yang Penting Untuk Bisnis Anda

Fitur pencarian Facebook selama ini sungguh mistis, sebab tidak banyak yang tahu bagaimana cara kerjanya. Terlebih buat yang terbiasa dengan mesin pencari Google dan Bing yang bisa dioptimasi dengan teknik SEO, fitur dari Facebook teramat tersembunyi.


Untunglah, dengan beberapa skandal transparansi data pengguna yang menyeret Facebook, akhirnya media sosial dengan pengguna terbesar di dunia ini buka suara terkait fitur pencarian tersebut. Adalah Yee Lee selaku Product Manager Facebook yang menjelaskan perihal fitur pencarian ini. Secara singkat, fitur pencarian ini tidak sama dengan mesin pencari yang dimiliki oleh Google.

"Fitur pencarian Facebook didasarkan atas aktivitas pada komunitas, termasuk popularitas atau apapun saja yang anda cari dan bagaimana hal yang dicari itu diunggah," kata Lee dalam Newsroom Facebook.

Singkatnya, Facebook membuat hasil pencarian dalam fitur ini berdasarkan aktivitas pengguna sendiri dan komunitas jejaringnya di Facebook. Jadi kalau ada sesuatu terjadi diluar platform Facebook, tentu saja tidak akan ada pengaruhnya sama sekali pada hasil pencarian tersebut.

Sederhananya begini, anda adalah pemenang kompetisi game PUBG Mobile level kelurahan. Semua orang di kelurahan tersebut mengetahuinya dengan jelas bahwa setiap babak anda selalu mendapatkan Chicken Dinner dengan gemilang. Namun selama tidak ada yang mengunggahnya di Facebook, atau jaringan teman anda tidak melakukannya, maka nama anda sebagai pemenang PUBG Mobile tidak akan muncul.

Namun anda coba mengingat-ingat, ternyata Anita, anak Pak RT Oding yang cantik, ternyata mengunggahnya di Facebook. Ia menulis di status beserta foto saat anda mendapatkan uang pembinaan sebagai hadiah lomba tersebut. Dan tentu saja anda bertanya, mengapa seteklah dicari di Facebook, hasilnya tidak muncul?Masalah ini disebabkan anda mungkin belum berteman dengan Anita, atau Anita hanya membagikannya dengan pengguna lain selain anda.

Dalam hal ini Facebook senantiasa melindungi privasi Anita, atau pengguna lain yang tidak ingin informasi di dalam akun Facebooknya terpapar di publik. Lee melanjutkan bahwa Facebook telah menghabiskan delapan bulan memperbaiki dan memohon maaf atas bocornya akun pengguna melalui beberapa skandal, terutama Cambridge Analytica. Jadi dalam penerapan fitur pencarian pun, Facebook menyaring hasilnya agar yang sudah mengatur pencariannya dengan pengaturan tertutup tidak ikut muncul dalam hasil pencarian.

Yang patut dicatat adalah Facebook tidak memungkinkan pengguna melakukan pengaturan agar akunnya atau halaman bisnisnya muncul di urutan pertama hasil pencarian. Yee Lee menegaskan tidak bisa. Cuma Yee Lee menyarankan agar akun maupun halaman bisnis pengguna muncul di urutan pertama, maka yang harus dilakukan adalah meningkatkan engagement dan selalu aktif di Facebook.

Engagement secara singkat merupakan sebuah komunikasi dua arah. Kalaupun akun anda aktif, mengunggah gambar, tautan, dan statu setiap hari, belum tentu engagement-nya bagus. Engagement ini diukur ketika unggahan yang anda buat direspon balik oleh followers. Semakin banyak responnya dalam setiap unggahan, maka semakin tinggi pula engagement-nya. Jadi jelas ya, di dalam Facebook, engagement adalah kunci.

28 November 2018

Alasan Penting Harus Upgrade ke Sandisk Ultra Dual Drive USB 3.1 Type C

Anda pernah mengalami masalah dalam memindahkan file dari smartphone ke komputer? Jika pernah, anda tidak sendirian.

Transfer file dari smartphone ke komputer memang sangat diperlukan. Smartphone merupakan senjata andalan kala memotret kegiatan dan menerima kiriman dokumen. Sayangnya ketika foto dan dokumen tadi harus disusun dan disunting ulang, smartphone bukanlah rekan kerja yang baik. Bentang layarnya yang membatasi gerak jemari, membuat foto dan dokumen itu mesti dipindahkan ke komputer agar kegiatan menyunting lebih leluasa.

sandisk_dual_drive_ultra_type_c

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memindahkan file dari smartphone ke komputer ini. Untuk foto, anda bisa mengandalkan Google Photos. Setelah sesi pemotretan selesai, anda bisa melakukan pencadangan (backup) foto-foto tersebut dan apabila diperlukan penyuntingan maupun disisipkan sebagai laporan kegiatan, foto tadi bisa diunduh melalui komputer di rumah. Backup ini bisa dilakukan dengan cloud storage yang lain seperti Google Drive, Dropbox, Box, One Drive, dan lainnya. Cuma kalau untuk foto, memang lebih nyaman melalui Google Photos.

Untuk perkara dokumen yang diterima di smartphone, biasanya ada dua cara pengiriman, yakni melalui WhatsApp dan e-mail. Kalau yang ini jauh lebih gampang lagi. Untuk dokumen yang dikirimkan tadi, anda bisa membukanya terlebih dahulu melalui aplikasi yang disediakan. Kalau memungkinkan langsung disunting, ya suntinglah melalui smartphone. Cuma kalau kurang nyaman dalam melakukan penyuntingan, karena bahan yang disunting banyak misalnya, maka bukalah WhatsApp melalui WhatsApp versi desktop atau jika dikirim lewat e-mail maka bukalah e-mail tersebut di komputer. Buka saja pesan yang terdapat kiriman dokumen tadi, silakan sunting, dan masalahpun selesai.

Ada lagi cara untuk memindahkan file dari smartphone ke komputer. Anda tahu file manager? Ya, biasanya pada smartphone dengan sistem operasi hasil kostumisasi Android 6.0 keatas, file manager-nya sudah mendukung koneksi langsung dengan komputer.

Anda tinggal mengetikkan kode FTP (File Transfer Protocol) yang disediakan oleh file manager smartphone tadi di tab address pada file manager komputer. Ada pula yang tidak menggunakan file manager komputer, namun memakai peramban di komputer seperti Chrome, Edge, maupun Firefox. Pada intinya sama, yakni menghubungkan kedua perangkat melalui satu jaringan FTP, sehingga memungkinkan proses transfer data bisa dilakukan.

Masalah Koneksi

Ketiga cara tersebut memang terdengar cukup menyenangkan, efektif, efisien, dan modern. Namun buat saya semua kesan itu hilang secara tiba-tiba ketika pengumpulan laporan bulanan kemarin disaat printer di rumah sedang mogok dan saya mesti mencetaknya di rental komputer langganan.

Yang saya ingat adalah file untuk laporan tersebut sudah saya amankan di Google Drive. Saya memang selalu membawa flashdisk, namun benda yang satu ini kerap saya format karena menjadi pembawa virus. Flashdisk ini saya bawa hanya sebagai jaga-jaga barangkali ada file yang mesti saya salin dari komputer orang lain.

Saat agenda pencetakan akan dimulai, file itu saya unduh dari Google Drive dan bisa tersimpan di penyimpanan internal smartphone. Satu langkah telah berhasil. Namun rasa was-was pun mulai merasuk, sebab saya menyadari kalau belum menemukan cara untuk memindahkan file itu ke komputer agar bisa dicetak.

Saya bertanya ke penjaga rental, juga ke pelanggan yang hadir disitu, apakah diantara mereka ada yang membawa kabel OTG (On The Go). Beberapa diantaranya memang membawa kabel tersebut. Namun interface-nya menggunakan USB Micro B, sementara port di smartphone saya menggunakan USB Type C. ~Ora mashoook pak Eko!

Smartphone yang menggunakan USB Type C sebetulnya bisa lebih cepat dalam melakukan transfer data dan pengisian daya. Meskipun alasan saya untuk upgrade smartphone bukan itu, namun fitur Type C tentu saja sudah termasuk didalamnya. Sehingga saya tidak memahami masalah ini sebelumnya.

Sekedar informasi, kebanyakan smartphone masih memakai port USB Micro B alias Micro USB, maka kabel OTG yang banyak tersedia pun kabel OTG dengan interface Micro USB.

Kabel OTG sendiri sebetulnya merupakan kabel konverter yang mampu menghubungkan antara dua interface yang berbeda, misalnya dari flashdisk yang memiliki interface USB Type A ke port Micro USB di smartphone. Penggunaan kabel OTG lumrah dipakai untuk melakukan transfer file dari smartphone ke flashdisk atau sebaliknya.

Untuk yang belum terlalu memahami yang mana USB Type A, USB Micro B, maupun USB Type C, semoga gambar ini bisa membantu.

sandisk_dual_drive_ultra_type_c

Kembali ke cerita pencetakan laporan saya tadi. Saat tidak ada yang memiliki kabel OTG dengan interface USB Type C, maka buntulah jalan yang saya tempuh untuk mencetak file ini. Printer di rental itu bukanlah printer canggih yang bisa menerima file secara nirkabel. Juga tak ada bluetooth dongle agar file ini bisa dikirim melalui bluetooth. Satu-satunya yang tersedia hanyalah pembaca kartu micro-SD. Dan saya merupakan orang yang anti terhadap penyimpanan tambahan di smartphone berupa micro-SD. Inilah alasan mengapa saya tidak menggunakan Micro SD. Sementara itu tenggat pengumpulan laporan pun menemui titik akhir.

Waktupun beranjak senja, yang berarti saatnya laporan bulanan itu semestinya sudah sampai di meja kerja koordinator program. Namun saya masih panik di samping operator rental yang sibuk melayani tugas dari pelanggan lainnya.

Pada akhirnya sayapun pulang, untuk menyalin file tersebut di flashdisk, dan mencetaknya di rental yang sama. Esoknya, laporan pun saya serahkan. Ya, tentu saja saya mendapat ‘reward’ berupa teguran lisan.

Kejadian tersebut memang yang pertama kali saya alami. Masalah memindahkan file dari smartphone ke komputer maupun sebaliknya memang sepele. Namun kalau menyangkut tugas dari pekerjaan dimana nafkah keluarga digantungkan, hal tersebut bukan lagi hal yang sepele. Saya mesti mencari jalan agar kejadian yang sama tidak terulang.

Pencarian pun Dimulai

Saya pernah mendengar ada istilah dual drive untuk menyebut flashdisk yang memiliki dua interface. Namun nasibnya sama serupa kabel OTG diatas, kebanyakan dual drive hanya memiliki interface USB Type A dan Micro USB. Sementara yang saya cari, sebelah interface-nya mesti USB Type C agar bisa saya pakai di smartphone yang saya miliki. Karena keberadaannya masih jarang, saya menebak dual drive dengan USB Type C ini bakalan memiliki harga yang cukup tinggi.

Saya pun mencarinya di BukaLapak. Di marketplace besutan Achmad Zaky ini, dual drive dengan interface USB Type C pun tidak banyak tersedia. Ada beberapa pelapak yang menjualnya, diantara yang sedikit itu banyak yang tak mencantumkan garansi keaslian. Akhirnya saya memutuskan untuk mengunjungi SanDisk Official Store di BukaMall BukaLapak.

sandisk_dual_drive_ultra_type_c

BukaMall merupakan salah satu fitur di aplikasi BukaLapak dimana jenama-jenama besar menjual produknya secara langsung. Karena dijual oleh pemilik jenamanya langsung, maka keaslian, kualitas, dan jaminan garansinya langsung dijamin oleh mereka. Di BukaMall pun bukan cuma jenama penjual gadget saja, ada banyak jenama yang memajang produknya disini. Untuk itulah, buat anda yang ragu-ragu dengan keaslian produk yang dijual oleh pelapak yang jumlahnya sangat banyak, maka sangat disarankan untuk membeli melalui fitur ini.

Inilah alasan mengapa SanDisk Official Store yang akhirnya dipilih. Akun pelapak ini merupakan akun yang terverifikasi resmi SanDisk di Bukalapak, sehingga jaminan keaslian untuk produk yang anda beli bakal dijamin secara langsung. Dari pelapak ini, saya membeli flashdisk dengan judul SanDisk OTG 16GB Type-C USB Dual Drive 3.1 TYPE C. Nama barang yang dijual ini menunjukkan kalau perangkat ini berfungsi sebagai OTG, kapasitasnya 16 GB, memakai USB Type A dengan versi 3.1, dan USB Type C.

Benar dugaan saya, untuk kapasitas 16 GB saja harga normalnya Rp145.000,00. Sementara dual drive Micro USB dengan kapasitas 32 GB, yang notabene dua kali lipat kapasitasnya, memiliki harga dibawahnya.

Dual drive yang hanya tersedia versi 16 GB saja di SanDisk Official Store tersebut akhirnya masuk keranjang pada hari Minggu, 18 November 2018. Tersebab SanDisk adalah pelapak resmi yang memiliki karyawan yang libur pada hari Minggu, menyebabkan barang baru diproses pada keesokan harinya, Senin tanggal 19 November 2018. Dan tanpa drama apapun, flashdisk ini sampai di rumah saya setelah dua hari kemudian, yakni pada Rabu tanggal 21 November 2018.

Berkenalan dengan SanDisk Dual Drive 

Tampak dari kemasannya, SanDisk Dual Drive Type C ini dikemas seperti biasa. Hanya berupa karton tebal dengan jenama SanDisk yang kecil, keterangan kapasitas dan dukungan perangkat lunak, stiker hologram jaminan keaslian dari distributor Astrindo, lalu flashdisk-nya dibungkus oleh plastik yang rapat dan sisi-sisinya dijepit oleh karton tersebut. Ya, kemasan yang biasa diterapkan pada flashdisk maupun perangkat elektronik kecil lainnya.


sandisk_dual_drive_ultra_type_c

Bentuk flahsdisk SanDisk Dual Drive Type C ini cukup unik. Sebab terdiri atas dua macam lapisan yang melindungi bodinya. Lapisan pertama terbuat dari metal, dengan bertuliskan SanDisk di sisi yang terlebar, dan memiliki lubang untuk memasang gantungan di bagian bawahnya. Lalu lapisan kedua terbuat dari plastik dengan pola rangka kubus kecil yang sepertinya berguna agar tidak licin ketika dipegang.

sandisk_dual_drive_ultra_type_c

Pada bagian sisi atasnya ada tombol geser yang apabila digeser ke kiri bakal memunculkan interface USB Type C. Ketika tombol ini digeser ke arah sebaliknya, maka interface USB Type A versi 3.1 bakal muncul dari dalamnya. Tombol geser ini memiliki kunci (lebih tepatnya mekanisme penahan), sehingga tidak membuatnya bergeser tanpa kendali. Kedua interface tersebut tidak akan muncul ketika tombol geser tadi diletakkan di tengah dan terkunci.

Soal tombol geser ini, SanDisk tidak menjelaskan sama sekali ketahanannya. Sehingga anda tak akan tahu tombol ini bisa digeser kanan-kiri berapa kali sehingga bisa diketahui ketahanannya berapa lama. Saya sendiri belum menemukan referensi yang tepat soal ketahanan tombol geser ini. Atau SanDisk menganggapnya tak begitu penting, sehingga kerusakan pada tombol geser tidak dianggap mengganggu dan tidak masuk kedalam klaim garansi?

Ukuran bodi flashdisk ini pun tak terlalu kecil. Meski begitu, ia tak terlalu besar juga sebagai perangkat penyimpanan. Sebagai perbandingan, silakan dilihat antara flashdisk ini dengan korek api gas.

sandisk_dual_drive_ultra_type_c

Lupakan sejenak soal ukuran dan ketahanan tombol geser tadi. Saatnya mencoba flashdisk ini ke smartphone. Banyak yang menyarankan sebelum membeli atau menggunakan flashdisk dari SanDisk, alangkah lebih baik lagi menginstal SanDisk Memory Zone. Aplikasi ini bisa didapatkan di Play Store. "Thank me later," kata mereka.

Terima Kasih untuk SanDisk Memory Zone

Betul saja, saat interface USB Type C itu dimasukkan ke port USB Type C di smartphone, SanDisk Memory Zone langsung menanggapinya dengan pop-up agar secara default flashdisk ini dibuka dengan aplikasi tersebut.

sandisk_dual_drive_ultra_type_c

Hal lain yang saya suka dari SanDisk Memory Zone adalah tampilannya yang sederhana, dengan tombol-tombol yang cukup besar. Dan ada tombol favorit yang selalu saya pakai di SanDisk Memory Zone, yakni tombol ‘Mulai’ pada fitur “Bersihkan Media WhatsApp”. Fitur ini tampil dengan warna biru muda atau turquoise yang kontras dengan latar belakang gelap yang menyelimuti tampilan keseluruhan aplikasi ini.

sandisk_dual_drive_ultra_type_c

Sepertinya SanDisk melakukannya dengan sengaja. Mereka tahu kalau banyak orang yang ingin membersihkan media WhatsApp agar memori smartphone kembali lega. Sebab anda pun tahu bagaimana riuhnya aplikasi percakapan yang satu ini dengan kiriman file-nya yang sering tak penting yang membuat memori smartphone selalu penuh.

Meski ada opsi penghapusan agar memori smartphone lebih lega, SanDisk Memory Zone pun menyediakan opsi pencadangan terhadap kumpulan file yang bakal dihapus itu. Pencadangan ini pun diutamakan melalui flashdisk SanDisk Dual Drive Type C, namun aplikasi ini pun tetap memberikan pilihan lain untuk mencadangkannya di cloud storage.

Ngomong-ngomong soal cloud storage, SanDisk Memory Zone memiliki pengaturan agar Google Drive, Box, Dropbox, maupun One Drive, bisa diatur dalam dari satu tempat. Anda tinggal login ke masing-masing cloud storage tadi melalui SanDisk Memory Zone, lalu dari aplikasi ini anda bisa mencadangkan data tanpa harus masuk ke aplikasi cloud storage itu satu-persatu. Ya semuanya benar-benar di dalam satu tampilan aplikasi. Anda tinggal memilih mau mencadangkan data ke cloud storage yang mana. Jadi kesannya, anda memiliki satu aplikasi namun cloud storage-nya sangat besar, karena gabungan dari beberapa layanan cloud storage itu. Efektif ‘kan?

Performa SanDisk Dual Drive di Perangkat Saya

Kembali ke SanDisk Dual Drive Type C yang sudah dicolokkan ke smartphone tadi, saya sudah mencoba untuk melakukan transfer file sebesar 2,27 GB dan sukses ditransfer dalam waktu 4 menit 44 detik. Kalau melihat spesifikasinya yang mencapai kecepatan transfer hingga 130 MB/s, maka waktu yang dicapai oleh transfer tadi tentu saja tidak mencapai spesifikasi maksimalnya. Kalau dihitung, kecepatan transfer tadi hanya mencapai 8 MB/s.

Berikut video ketika flashdisk tersebut diuji kecepatan transfernya di smartphone:


Setelah puas mengujinya di smartphone, flashdisk ini pun diuji dengan aplikasi USB Flash Benchmark di komputer. Hasilnya ada peningkatan dibandingkan kecepatan transfer di smartphone. Flashdisk ini memiliki kecepatan transfer sebesar 12,13 MB/s (write) dan 29,29 MB/s (read). Sekedar informasi, write berarti ada data yang dipindah dari flashdisk ke komputer atau sebaliknya. Sementara read berarti data di flashdisk hanya dibaca saja oleh komputer tanpa dipindah.

sandisk_dual_drive_ultra_type_c
Keterangan spesifikasi yang menyebutkan “hingga 130 MB/s” diatas sebetulnya tidak salah. Kecepatan tersebut dimungkinkan ketika performa perangkat, baik smartphone maupun komputer, merupakan perangkat yang terbaik dan prosesornya tidak sedang mengerjakan tugas lain alias multitasking. Sementara itu smartphone saya hanya memakai chipset Snapdragon 625 octa-core dengan clockspeed 2.0 dan RAM 4 GB. Itupun recent apps-nya belum bersih sempurna. Lalu komputer saya pun bernasib serupa, meski clockspeed-nya mencapai 2,8 GHz dan RAM 4 GB, namun hanya mengandalkan prosesor dual-core keluaran lima tahun silam. Jadi kecepatan transfer flashdisk ini saya maklumi.

Satu kelemahan flashdisk SanDisk Dual Drive Type C ini adalah panas yang akan muncul setelah beberapa menit perangkat dipergunakan. Sebetulnya flashdisk lain pun sama saja, cuma mereka dilapisi oleh plastik sehingga panas itu tidak dirasakan diluar. Atau jangan-jangan ini justru menjadi kelebihan flashdisk ini, dimana panas yang dikeluarkan diluar bakal membuat flashdisk ini awet dari sisi ketahanan jeroan. Nah, soal ini biar waktu yang menjawabnya.

Apakah menurut anda flashdisk ini senilai dengan harganya? Atau justru kemahalan? Soal ini tentu sangat tergantung dari kebutuhan anda terhadap flashdisk SanDisk Dual Drive Type C. Bagi saya yang dihadapkan kepada pilihan kemudahan dalam bekerja, jalan karir, dan pastinya nasib keluarga, tentu harga Rp145.000,00 bukanlah apa-apa.

Akhir kata, itulah review saya terhadap SanDisk Dual Drive Type C 16 GB yang belum lama ini saya beli dari BukaLapak. Untuk review gadget lain dari Bukalapak, anda pun bisa membacanya di BukaReview di Blog Bukalapak pada tautan tadi.

19 November 2018

Cara Transfer JSECoin ke Exchange untuk Menghasilkan Uang

Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu bagi penambang JSECoin tiba juga. Aset kripto ini akhirnya melewati masa ICO dan telah hadir di dua exchange untuk diperdagangkan, IDEX dan Latoken. Sayangnya, beberapa orang mengalami kesulitan untuk menjadikan aset JSECoin-nya bernilai di dua exchange itu.


Kesulitan ini lumrah dialami ketika seseorang memang baru mengenal cryptocurrency exchange atau perdagangan aset kripto, sebab membutuhkan kode-kode tertentu yang mesti ditempatkan di format tertentu yang masih asing. Kode ini diambil dari mana dan harus diletakkan dimana agar transfer JSECoin atau aset kripto pada umumnya berjalan secara benar, agaknya masih menjadi kegamangan bagi mereka.


Untuk itulah artikel ini dibuat agar saya dan anda bisa belajar bersama-sama melakukan perdagangan aset kripto sehingga monetisasi blog yang selama ini dilakukan bisa berhasil. Baiklah langsung saja berikut ini alur yang bisa ditempuh agar aset kripto itu bernilai.

  1. Melakukan login seperti biasa ke platform JSECoin di https://platform.jsecoin.com.
  2. Pada halaman pertama anda bakal melihat tampilan dasbor yang menunjukkan riwayat penambangan JSECoin.
  3. Silakan ke halaman funds, dimana JSECoin telah memperbaruinya dengan perkiraan konversi saldo JSECoin ke dollar. Dibawahnya pun ada rate JSECoin yang dibandingkan dengan aset kripto lainnya dari dua exchange yang resmi bekerjasama dengan JSECoin.
  4. Langsung saja, untuk mengirim aset kripto ke exchange, silakan pilih tombol Withdraw yang ada di samping tombol Deposit. Sebagai catatan, di awal JSECoin hanya membatasi transfer 2000 JSE per hari. Anda bisa mengubahnya.
  5. Setelah tombol Withdraw tadi diklik, maka muncul pop-up yang menampilkan kolom transfer. Silakan masukkan jumlah yang akan ditransfer. Sistem akan menguranginya dengan fee transfer sebesar 118 JSE. Lalu masukkan pula alamat yang akan ditransfer.
  6. Alamat yang akan ditransfer ini ibarat nomor rekening tujuan, salah dalam memasukkan satu angka saja bisa mengakibatkan salah transfer. Karena kita akan memperdagangkan aset kripto di exchange, maka alamat ini mesti diambil dari alamat yang disediakan oleh exchange. Untuk itu silakan buka Latoken maupun IDEX.
  7. Baik IDEX maupun Latoken, sebetulnya hampir sama, hanya berbeda interface saja. Kebetulan saya lebih menyukai Latoken, karena interface-nya lebih mudah.
  8. Silakan login seperti biasa, atau kalau belum punya akun Latoken, silakan mendaftar. Saya pikir pendaftarannya sama saja dengan jenis pendaftaran layanan internet yang lain. Kalau sudah berhasil, silakan masuk ke bagian Wallet. Di bagian ini akan ditampilkan beragam aset kripto. Kalau kita tak punya simpanan disini, maka seluruh aset kripto ini menunjukkan nominal 0.
  9. Pergunakan fitur pencarian untuk mencari JSECoin. Kalau sudah ketemu, di ujung sebelah kanan ada dua macam tombol, yakni tombol Deposit dan tombol Send. Tombol Send dipergunakan untuk mengirim aset kripto ke tempat lain, sementara tombol Deposit sebaliknya, yakni memasukkan aset kripto dari luar ke Latoken. Nah, sudah tahu 'kan mesti memilih yang mana?
  10. Setelah tombol Deposit itu diklik, sebuah barcode besar bakal muncul. Kalau tidak memakai scanning barcode, abaikan saja, dan pilih JSE Deposit Address yang berisi 42 kode unik untuk kita salin. Ingat ya salin baik-baik dan jangan kurang satu angka pun.
  11. Kalau sudah mendapatkan alamat tersebut, silakan balik lagi ke langkah ke-5. Lalu masukkan alamat yang disalin dari Latoken tersebut. Klik Send.
  12. Silakan menunggu saja sampai aset atau token yang dikirimkan tadi sampai ke Latoken. Prosesnya sebentar saja.
  13. Untuk mengetahui apakah aset yang dikirimkan telah sampai, silakan cek kembali di Wallet yang ada di Latoken. Kalau sudah sampai, ya sudah selamat anda bisa melakukan perdagangan aset di Latoken.
  14. Apabila dirasa aset layak jual, silakan klik Send yang ada disamping Deposit di kolom Wallet JSECoin yang ada di Latoken.
  15. Sayangnya, Latoken belum bisa mengirimkannya secara langsung ke rekening bank kita. Untuk itu silakan daftar saja ke exchange yang ada di dalam negeri seperti Indodax maupun Coinone. Sayangnya, exchange lokal masih belum mendukung perdagangan JSECoin, untuk itu saat di Latoken, konversilah JSECoin ke Bitcoin maupun Ethereum. Kalau sudah silakan transfer ke kedua exchange lokal itu. Caranya pun sama dengan pengiriman dari platform JSECoin ke Latoken tadi.
  16. Selesai.
Ada satu pertanyaan dari Kang Maman di artikel saya sebelumnya, yakni bagaimana kalau JSECoin yang dimiliki ada di MyEtherWallet, atau sudah terlanjur ditransfer kesana? Jawabannya sebetulnya tidak simpel, sebab MyEtherWallet bukanlah exchange sehingga kita membutuhkan banyak cara untuk sekedar melihat jumlah saldo dan transaksi saja, terlebih untuk mengirimkannya ke tempat lain.

MyEtherWallet sebetulnya semacam generator untuk membuat alamat transfer aset kripto. Namun MyEtherWallet bukanlah tempat penyimpanan, sehingga untuk mengetahui transaksi memakai alamat yang telah dibuat itu, anda masih membutuhkan etherscan.io. Oh iya, JSECoin bisa masuk ke MyEtherWallet disebabkan kripto ini memakai sistem ERC20 yang notabene masih saudara kandung kripto Ethereum.

Meski bisa dikonversi, banyak yang memilih langsung mentransfer dalam bentuk JSECoin saja, sehingga di penyimpanan MyEtherWallet bukan berupa Ethereum tapi JSECoin.

Langsung saja, buat yang terlanjur mengirimkan token JSECoin ke MyEtherWallet dan mengalami kesulitan untuk melakukan transfer token dari MyEtherWallet ke exchange, simak caranya berikut ini.
  1. Saat pertama kali memiliki akun di MyEtherWallet, anda pasti diminta memasukkan password dan mengklik Create New Wallet. Kemudian sebuah file, yang mana merupakan file jenis JSON, bakal tersimpan di folder download di komputer anda. File ini jangan sampai hilang!
  2. Silakan lihat alamat wallet anda di file ini. Caranya, klik kanan file JSON tadi, kemudian bukalah dengan Wordpad, Spreadsheet, maupun Notepad dari komputer anda. Disitu ada kode-kode JSON, dan pilihlah 42 angka dan huruf setelah 'address' dan 'titik dua'. Itu adalah kode wallet anda. Kode ini dipergunakan untuk menerima token. Kira-kira gambarnya seperti dibawah ini.
  3. Untuk mengirimkan token keluar, silakan akses laman berikut https://www.myetherwallet.com/#send-transaction lalu pilihlah poin Keystore/JSON File.
  4. Pada opsi ini anda akan diberikan pilihan untuk mengunggah kembali file JSON yang telah tersimpan di komputer sebagaimana langkah ke-1. Klik Select Wallet File, dan cari file yang dimaksud. File ini memiliki nama yang dimulai dari UTC. Kalau sudah ketemu, tampillah kolom password yang harus diisi sebagaimana password yang anda masukkan saat membuat wallet di MyEtherWallet. Lalu klik Unlock.
  5. Sistem akan membawa anda ke halaman transfer. Silakan masukkan alamat deposit dari exchange yang dituju untuk melakukan transfer, lalu tulis berapa jumlah token yang dikirim, lalu Generate Transaction.
  6. Ya sudah begitu saja, tinggal menunggu token itu sampai. Untuk mengecek keberhasilan transfer ini, anda bisa ke etherscan.io dan masukkan alamat wallet anda.
Demikian cara transfer JSECoin, apabila anda memiliki cara yang lain, silakan tulis di kolom komentar. Cara ini sebetulnya bisa diaplikasikan untuk transfer aset kripto yang lainnya.

18 November 2018

Asus Zenfone Max Pro M2: Suksesor Yang Siap Adu Pamor

Netijen pengamat gajet cukup dikejutkan dengan unggahan media sosial Asus Indonesia. Di unggahan tersebut tampak kartun Zenny yang menginjak seekor kucing.

Buat yang belum tahu, Zenny merupakan maskot Zenfone, sebuah lini produksi Asus yang menggarap smartphone. Sebetulnya ya biasa saja kalau Zenny ini menginjak kucing, macan, bahkan kecebong ataupun kampret. Sekali lagi, biasa saja. Namun ada caption jeritan si kucing dengan bunyi "MI-AUUU".


Netijen pun bersyak-wasangka kalau gambar yang diunggah Asus di Facebook, Twitter, dan Instagram itu, merupakan sebuah tantangan baru terhadap Xiaomi. Kedua jenama ini memang pernah adu kesaktian lewat Zenfone Max Pro M1 dan Redmi Note 5.


Mungkin ada yang bertanya, siapakah yang menang dari kedua smartphone itu? Kalau ada persaingan harga dan spesifikasi dari dua atau lebih produsen smartphone, maka tentu yang menang adalah konsumen.

Selama ini pilihan smartphone dengan harga dan spesifikasi yang terjangkau masih dimiliki Xiaomi. Oleh karenanya, publik pun selalu bertepuk tangan ketika jenama lain mengekor terinspirasi dari tren yang diciptakan Xiaomi ini.

Suksesor baru smartphone Asus

Demi melanjutkan suksesnya Zenfone Max Pro M1, Asus pun membawa suksesor pesaing Redmi Note 5 itu ke Indonesia. Kabar ini bisa dikonfirmasi dengan mengunjungi situs P3DN Kemenperin.

Pada situs daftar perangkat teruji TKDN itu, Asus memiliki dua perangkat baru. Banyak pihak menduga, kalau keduanya merupakan Asus Zenfone Max Pro M2 dan Asus Zenfone Max M2.

Suksesor Zenfone Max Pro M1 tentu saja Zenfone Max Pro M2. Oleh karenanya, tampak dari berbagai bocoran, spesifikasi suksesornya ini lebih tinggi dengan mengusung desain kekinian.

Dapur pacu Max Pro M2 ditenagai oleh Snapdragon 660. Pilihan RAM 4 GB dan 6 GB dengan kapasitas penyimpanan 64 GB dan 128 GB diduga untuk menguatkan imaji kalau ini adalah smartphone gaming.

Di bagian depan, menurut bocoran dari XDA Developers, Zenfone Max Pro M2 mengusung poni yang mainstream, dengan kedua ujung poninya sedikit meruncing. Poni ini bisa ditemui di Asus Zenfone 5 dan Zenfone 5Z. Poni itu akan menghuni bagian atas layar FHD+ dengan bentang 6 inci full view. Belum diketahui panel apa yang dipakai oleh smartphone ini.

Pada gambar yang 'dibocorkan' Asus melalui katalog perangkat di Google Play Console, selain mengungkap poni, juga menampilkan Android yang bakal dipakai di Zenfone Max Pro M2. Ini melanjutkan kesuksesan Zenfone Max Pro M1 yang terkatrol lumayan ketika memakai Android murni 8.1. Iya, memang sih tetap menggunakan Zen UI, tapi kustomisasinya tidak ala tampilan khas Asus itu. Pokoknya Android murni, persis dengan yang dipakai pendahulunya.

Sementara itu, smartphone kedua, Zenfone Max M2 pun mengalami upgrade sehingga chipset yang dipakainya sama dengan Zenfone Max Pro M1. Jadi, selamat tinggal Sapdragon 430.

Pesaing Redmi Note 6 Pro dan Mi 8 Lite

Xiaomi Indonesia sudah merilis bersamaan antara Redmi Note 6 Pro dan Mi 8 Lite. Keduanya sudah mengaspal di jalanan pasar smartphone tanah air. Hype-nya memang tak setinggi Redmi Note 5. Ada apakah gerangan?

Ada kemungkinan karena Redmi Note 6 Pro ibarat Redmi Note 5 yang diber poni. Sebab keduanya memakai chipset yang sama.

Celah ini yang berupaya dimasuki Asus dengan menggeber Zenfone Max Pro M2 untuk tidak lagi bersaing dengan suksesor Redmi Note 5, yakni Redmi Note 6 Pro. Sehingga Zenfone Max Pro M2 mengalami upgrade kompetitor meski dengan lawan yang berstatus 'lite', Mi 8 Lite. Mi 8 adalah seri flagship, sehingga meski dibumbui Lite, kesan flagship itu masih terasa. 1-0 untuk Asus.

Makanya persaingan dengan Redmi Note 6 Pro, Asus serahkan pada adik Zenfone Max Pro M2, yaitu Zenfone Max M2. Sebab sama-sama memakai chipset Snapdragon 636.

Kalau antusiasme Zenfone Max Pro M2 sebesar Zenfone Max Pro M1, maka skor antara Asus dan Xiaomi bisa berubah 2-0.

Namun apabila produk yang dirilis kemudian hanya difokuskan untuk bersaing, tanpa mengindahkan stok di pasar, kesiapan software, serta hanya mengejar murah saja, ya siap-siap panen hujatan. Sebab hashtag pelaku #LebihMendingZenfone masih kalah militan dibanding #MendingXiaomi.

Apapun itu, sampai jumpa di tanggal 11 Desember nanti.

13 November 2018

Lasso: Upaya Facebook Saingi Tik Tok dan Cara Mengunduhnya

Awal November 2018, aplikasi video pendek asal Cina, Tik Tok, mengangkangi Facebook, Instagram, Snapchat, dan YouTube untuk jumlah unduhan di internet. Tik Tok mengungguli aplikasi 'senior' yang duluan populer tersebut berdasarkan perhitungan dari SensorTower. Situs pendata terkemuka ini menyatakan Tik Tok mencapai angka unduh sebesar 3,81 juta.

Angka unduhan Tik Tok tersebut merupakan gabungan dari jumlah unduhan di Play Store dan App Store. Sementara total jumlah unduhan Facebook 'hanya' 3,53 juta sehingga menempati urutan kedua dibawah aplikasi besutan ByteDance itu. Angka unduhan Tik Tok ini memperlihatkan pesatnya pertumbuhan aplikasi yang sempat mendapat julukan aplikasi goblok dari warganet Indonesia ini. Pertumbuhannya mencapai 237 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2017.

Membanjirnya pengguna Tik Tok yang notabene penyuka video pendek dan lip-sync, yang dipenuhi oleh kaum remaja akhirnya memikat Facebook jua. Aplikasi yang memiliki pengguna terbesar ini menurut beberapa media cukup kesulitan untuk menambah pengguna di kalangan remaja. Banyak laporan menyatakan kalau Facebook malah kehilangan pengguna di usia muda (di bawah 25 tahun) sekitar dua juta orang.

Kelompok usia ini lebih memilih Instagram dan Snapchat. Kalau di tanah air, kabarnya malah beralih ke Twitter, sebab Facebook katanya menjadi sarang hoax dan hate speech. Singkat cerita, Facebook betul-betul kehilangan pengguna dari kelompok ini karena bosan terhadap Facebook. Sialnya lagi, kalangan yang baru mengenal internet, yang banyak dihuni remaja tanggung, malah menjadi pengguna Tik Tok.


Inilah yang kemudian membuat Facebook merilis Lasso, aplikasi video pendek yang tak bisa disangkal memiliki banyak kemiripan dengan Tik Tok. Harapannya kalangan muda yang tertarik ke Snapchat, dan kalangan yang gemar video pendek berpindah ke aplikasi di bawah Facebook ini. Lasso menjadi aplikasi kesekian kalinya yang terpisah dari Facebook dan berupaya menyasar segmentasi tertentu.

Lantas bagaimana cara mengunduh Lasso?

Saat dirilis, Lasso tidak dikenalkan secara bombastis oleh Facebook. Bahkan rilis media dari Facebook pun tak ada. Hanya sebuah twit dari inisiator Facebook Marketplace, Bowen Pan, lewat akunnya @bowenpan yang mengunggah dua tautan untuk mengunduh Lasso di Play Store dan App Store. Twit ini pun kemudian di-retweet oleh Product Manager Facebook, Andy Huang, di akunnya @ahuang7.



Buat yang ada di Indonesia dan berminat untuk mengunduh Lasso, tampaknya harus banyak bersabar. Sebab menurut Bowen Pan, Lasso baru tersedia untuk pengguna Android di Amerika Serikat saja. Jadi buat yang mengklik tautan yang diselipkan Bowen itu, bakal muncul keterangan di Play Store dengan tulisan 'Item ini tidak tersedia di negara Anda' dengan huruf merah dan didahului simbol tanda seru di dalam segitiga alias simbol peringatan. Untuk pengguna iOS sepertinya tidak menemui masalah ini.

Namun tentu ada cara yang mujarab untuk bisa menikmati Lasso meskipun tidak tinggal di Amerika Serikat. Yak betul, caranya dengan memakai VPN. Melalui VPN anda bisa mengakses server 'palsu' dari negara yang terdaftar. Jadi dengan aplikasi ini, anda bisa mengakses internet seolah-olah berada di negara tersebut. Untuk kasus Lasso, silakan atur VPN agar berada di Amerika Serikat.

Setelah VPN diatur ke server Amerika Serikat, maka jangan terburu-buru masuk ke Play Store atau mengklik tautan yang diberikan Bowen tadi. Biasanya Play Store masih menyimpan cache regional semula, sehingga keterangan itu masih tetap muncul. Makanya bersihkan data terlebih dahulu. Caranya bisa masuk ke menu pengaturan aplikasi dan hapus cache dan hapus data juga sekalian. Kalau ini sudah dilakukan, silakan masuk ke tautan yang diberikan Bowen itu. Unduh. Instal. Selesai.

Cara Menggunakan Lasso

Saat baru pertama kali membuka Lasso, anda bakal dihadapkan ke tampilan login dengan dua pilihan yakni login dengan Instagram dan Facebook. Silakan pilih salah satu saja. Setelahnya Lasso betul-betul mengingatkan kita akan Tik Tok dengan segala desain, tampilan, dan keunikannya. Cuma karena dirilis pertama kali di Amerika Serikat, maka kebanyakan penggunanya bukanlah orang-orang bermata sipit yang menjadi penghuni negeri asal Tik Tok.


Di bagian pembuatan video pun Lasso mencontek Tik Tok. Jadi kalau sudah terbiasa dengan Tik Tok, ya pastinya bakal mudah saja untuk menggunakan Lasso. Atau malah tak usah pindah platform sama sekali. Keduanya hanya memiliki beda yang sedikit saja, terutama di interface alias tampilan antar muka. Tapi sedikit saja bedanya. Sebab kedua aplikasi secara garis besar hampir sama, antara memilih backsound, merekam, dan mengunggahnya dengan tanda pagar tertentu yang mengelompokkan video tersebut juga sama. Durasi videonya pun sama-sama 15 detik.

Perbedaannya, Lasso memberikan pilihan untuk mengunggahnya di story Facebook, buat yang login dengan Facebook, dan insta story buat yang login dengan Instagram. Saya rasa inilah yang menjadi daya tarik bagi Lasso, yakni terintegrasi dengan aplikasi populer lainnya. Sementara Tik Tok hanya bisa mengunggah tautan secara langsung ke Twitter saja.

Satu catatan buat pengguna Lasso yang tadi sudah mengunduh dengan VPN, untuk membuka Lasso lagi pastikan VPN-nya jangan dimatikan. Sebab penggunaan server regional ini tetap berlaku bukan hanya saat mengunduhnya saja. Kalau VPN-nya tidak aktif, beranda lasso yang berisi video-video rekomendasi, video populer, dan akun-akun yang populer tidak akan muncul.

Demikian tentang Lasso, apakah anda menginginkannya segera dirilis untuk regional Indonesia? Silakan tulis pendapat anda di kolom komentar ya. Terima kasih.