20 April 2018

5 Youtuber Jahil yang Menuai Karma

Kreativitas memang tidak terbatas, namun semestinya harus tahu batas. Begitu kira-kira nasehat yang mesti dipegang oleh para konten kreator termasuk para pemilik kanal Youtube atau yang sering disebut dengan Youtuber. Meski setiap hari dituntut untuk menghasilkan kreasi yang baru, namun kreativitas itu seharusnya tidak melanggar norma-norma di tengah masyarakat, termasuk norma hukum.


Kadang-kadang antara daya kreativitas dan keinginan untuk memperbanyak penonton menjadi tujuan yang berbeda tipis. Sehingga ada saja ulah para konten kreator di Youtube itu yang bandel dan tetap melanggar norma-norma yang ada demi memenuhinya. Beberapa diantaranya berisikan prank atau video mengerjai seseorang, ada pula yang perbuatannya dalam rekaman video itu harus berurusan dengan hukum secara langsung. Apa saja videonya, dan siapa saja Youtuber tersebut? Yuk, mari disimak sebagian diantaranya.

1. Merampok galeri seni (2015).

Trollstation saat beraksi. Sumber: Youtube.

Trollstation cukup dikenal dengan video-video prank mereka. Ya namanya juga troll station (stasiun keisengan). Kanal Youtube yang dikelola oleh lima pria yang bermukim di Inggris, yakni Daniel Jarvis, Ebenezer Mensah, Helder Gomes, Endrit Ferizolli, dan Danh Van Lee, ini satu ketika harus berurusan dengan pihak berwajib. Mereka didakwa melakukan perampokan galeri seni di London.

Sebetulnya perampokan galeri seni itu hanya sebuah prank semata, namun tidak bagi para korban yang berada di tempat. Ada yang jatuh pingsan, banyak lagi yang ketakutan karena ulah Trollstation ini. Suasana ketika mereka merampok memang bukan main-main seperti akting yang mereka lakukan. Inilah yang kemudian menyeret anggota Trollstation yang terlibat tersebut dipenjara selama belasan minggu.

2. Menendang perempuan (2015).

Salah apa perempuan ini ditendang kakinya? Sumber: Youtube.

Entah apa yang ada dalam pikiran Mario Garcia Montealegre, seorang Youtube prankster asal Spanyol, yang menendang seorang perempuan di jalan. Perempuan itu terjatuh setelah ditendang kakinya oleh Mario di wilayah Avenida Diagonal, Barcelona.

Videonya sendiri viral sejak tahun 2015. Namun perempuan yang ditutupi identitasnya tersebut mengaku tidak bisa berangkat ke tempat kerjanya karena kakinya sakit setelah kejadian tersebut. Kakinya sakit selama beberapa bulan.

Mario pun menyerahkan diri ke polisi setelah berbagai hujatan di akun media sosial pribadinya. Youtuber ini pun akhirnya disidang. Proses pengadilannya sendiri memakan waktu hingga tiga tahun lamanya.

Tiga tahun kemudian, Mario dinyatakan bersalah. Tahun 2018 ini pengadilan menjatuhkan vonis sanksi bagi Mario, yakni membayar uang kompensasi senilai Rp1 milyar lebih kepada perempuan yang ditendang kakinya itu.

3. Menahan peluru dengan buku tipis (2018).

Monalisa dan Pedro. Sumber: Youtube.

Sepasang Youtuber asal Minnesota, Amerika Serikat, yakni Pedro dan Monalisa dikenal dengan video-video prank-nya. Hampir setiap hari mereka hadir dengan prank terbaru. Namun satu ketika, berharap ingin dapat penonton yang lebih banyak, Youtuber ini ingin membuat video yang cukup berbahaya. Pedro memiliki ide agar Monalisa menembak dirinya dengan pistol Desert Eagle kaliber 50 milimeter.

Triknya sederhana, yakni Monalisa menembak dan Pedro menahan peluru itu dengan buku setebal 3,8 sentimeter di dadanya. Buku itu disangka Pedro mampu menahan terjangan peluru yang dilesakkan dari jarak 3 meter. Namun kenyataan berkata lain, peluru itu lurus menembus buku tersebut dan bersarang di dada Pedro. Pria ini pun tewas seketika.

Monalisa meski mempertanggungjawabkan hilangnya nyawa suaminya sendiri. Dia yang sedang hamil meski menanggung beban hukuman sendirian karena niat ingin memperbanyak penonton di kanal Youtube mereka. Monalisa dijatuhi hukuman tahanan rumah selama tiga bulan dan wajib lapor selama 10 tahun.

4. Mengatakan makanan sebagai sampah dan terkontaminasi (2018).


Cody Roeder saat di restoran In-N-Out. Sumber: Youtube.

Jaringan retail hamburger In-N-Out Burger menggugat seorang Youtuber Cody Roeder. Pasalnya pemilik kanal Troll Munchies ini melakukan prank seolah-olah dirinya adalah pimpinan dari jaringan restoran cepat saji tersebut.

Roeder, dalam video aktingnya itu, berpura-pura sebagai pimpinan yang melakukan inspeksi ke jaringannya di bilangan Van Nuys. Beberapa pekerja ada yang percaya dengan ulah Roeder. Mereka kemudian memberikan apa yang Roeder mau, yakni mencicipi burger keju dan kentang goreng sebagai sebuah tes. Lantas Roeder menyebut makanan tersebut sebagai 'sampah'. Roeder pun pergi setelah pegawai restoran tersebut memanggil polisi.

Ternyata itu tidak cukup, sebab pada keesokan harinya Youtuber ini melakukan hal yang serupa di jaringan In-N-Out yang lain di daerah Burbank. Kali ini ia mengatakan kalau makanan disitu telah terkontaminasi. Lebih lanjut, Roeder mengambil burger pelanggan dan melemparkannya ke lantai sembari mengatakan, "Ini sampah".

Atas ulah Roeder ini, In-N-Out pun mengambil jalur hukum. Mereka merasa dirugikan atas ulah yang dibuat Youtuber ini dengan video prank-nya. Untuk itulah gugatan senilai $25,000 pun dilayangkan. Silakan bayar Roeder, atau penjara menantimu.

5. Oreo berisi pasta gigi (2018).

Kanghua Ren. Sumber: Youtube.

Seorang Youtuber asal Spanyol, Kanghua Ren, dalam kanal Youtube ReSet miliknya harus rela dipetisi 125.000 orang setelah videonya ditayangkan. Video dalam kanal yang memiliki pelanggan 1 juta lebih itu berisikan sebuah prank menggunakan Oreo yang bukan berisi krim susu, tapi pasta gigi. Prank ini memiliki objek seorang tuna wisma.

Dalam video yang sebetulnya sudah beredar sejak 2017 itu kini sudah dihapus. Namun masih banyak media yang menyimpannya, dan berisikan tentang Ren yang pertama-tama menawarkan sebuah bantuan, kemudian memberikan sedikit uang kepada sang tuna wisma. Sebagai kelanjutan dari 'kebaikan' tersebut, Ren akhirnya memberikan biskuit prank terhadap sang tuna wisma.

Video itupun viral, menuai gugatan dalam bentuk petisi, dan menyebabkan pihak kepolisian turun tangan melakukan investigasi. Sebelum polisi menginvestigasi, sebetulnya Ren kembali kepada tuna wisma itu dan meminta agar ia tak bercerita apapun sembari memberikannya uang sejumlah Rp4 juta. Namun polisi tetap melakukan penyelidikan, dan didapati kalau tuna wisma itu sempat sakit dan muntah selama lima menit setelah mengonsumsi biskuit-pasta gigi tersebut.

Ren sempat ditahan namun dilepaskan lagi dengan uang jaminan senilai Rp34 juta. Namun keputusan hukumnya belum final, sehingga Ren memiliki potensi untuk dipenjara selama dua tahun dan membayar denda hingga ratusan juta.

Video dari para Youtuber itu sebagian besar sudah dihapus dari kanal mereka, namun banyak pihak yang masih menyimpannya dan mengunggahnya ulang. Sebetulnya masih ada banyak video prank yang mengakibatkan orang lain celaka, namun lima kasus diatas cukup populer hingga saat ini.

Ada satu pelajaran yang mesti dipahami dari setiap orang, bukan hanya untuk Youtuber dan konten kreator saja, yakni bahwa kreativitas bukanlah ajang untuk mempermalukan diri sendiri apalagi orang lain. Sebab imbasnya bisa fatal, yakni masuk penjara bahkan nyawa bisa melayang.

19 April 2018

Asus Zenfone Max Pro M1, Smartphone Gaming Yang Lebih Hemat Daya

Setelah melakukan sedikit drama di media sosial, Asus akhirnya mengungkapkan sendiri ponsel terbarunya. Hal ini bukan saja dikarenakan pengumuman kerjasamanya dengan Lazada Indonesia, akan tetapi ada upaya untuk mengurangi kebisingan perilisan smartphone sebelah. Ya, Asus akhirnya membuka diri kalau tanggal 23 April 2018 nanti bakal merilis Zenfone Max Pro M1.

Zenfone Max Pro M1.

Penggemar Zenfone tentu saja agak kecewa dengan keputusan Asus yang tidak mengenalkan edisi Zenfone 5 ke pasar Indonesia. Alih-alih memboyong tiga tipe Zenfone 5, pabrikan Taiwan ini malah merilis Zenfone Max Pro M1 yang sebetulnya merupakan peningkatan dari Zenfone Max Plus M1. Apa saja peningkatannya?

Kembali ke Snapdragon

Sebelumnya, Zenfone Max Plus M1 memakai MediaTek MT6750T berjenis octa-core dengan GPU dari Mali-T860MP2. Asus kini memasang Snapdragon 636 yang notabene merupakan chipset terbaru kelas mid-range dari Qualcomm pada Zenfone Max Pro M1. Soal Snapdragon 636 ini sudah sedikit saya jelaskan di artikel tempo hari. Ya, penggunaan Snapdragon 636 ini sudah resmi disebutkan oleh Asus.

Berdasarkan bocoran yang dirilis oleh GSM Arena, Asus Zenfone Max Pro M1 ditopang juga oleh RAM hingga 6 GB dengan daya simpan 64 GB. Chipset yang mumpuni dengan RAM yang besar memang dibutuhkan oleh smartphone yang dijuluki sebagai #GameChanger ini.

Sayangnya buat yang kadung suka dengan ZenUI, Asus Zenfone Max Pro M1 bakal memakai stock Android 8.0 alias Oreo. Ini bakal menjadi perangkat Asus yang pertama yang tidak memakai ZenUI. Katanya hal ini dibutuhkan untuk mendongkrak performa hingga dua kali. Loh, memangnya ZenUI membuat smartphone jadi lambat? Hmmmm...

Zenfone Max Pro M1 ini diklaim lebih hemat daya dibanding seri Max pendahulunya. Sebab dengan memakai catu daya sebesar 5000mAh, pemakaian Snapdragon 636 yang dibuat dengan proses teknologi 14nm FinFET memungkinkan konsumsi daya menjadi lebih tahan lama. Kabar baiknya, dengan arsitektur chipset begini, Zenfone Max Pro M1 bakal mendukung fast charging, loh. Baterainya gede, didukung pula sama isi daya yang cepat. Nikmat manakah lagi yang kamu dustakan, Zenfans?

Body dan Display

Body Asus Zenfone Max Pro M1 tidak lagi mengadopsi pendahulunya di seri Max, seperti Zenfone 4 Max Pro, Zenfone 4 Max, termasuk Zenfone Max Plus M1, sebab desainnya mengadopsi desain iPhone 7 dengan desain kamera membujur kebawah menyerupai iPhone X. Ya, hampir semua smartphone kekinian memang begini desainnya, dan jangan menyebutnya sebagai mencontek ya, tapi terinspirasi. He-he-he. Untunglah Zenfone Max Pro M1 ini enggak memiliki poni.

Yang menarik lagi dari Zenfone Max Pro M1 adalah layarnya yang sudah kekinian dengan rasio 18:9. Layarnya pun cukup besar dengan bentang sebesar 6 inci, namun bodynya tidak ikut melebar. Body Zenfone Max Pro M1 kira-kira sebesar Zenfone 4 Max Pro yang memiliki bentang 5,5 inci. Hal ini disebabkan bezel yang sangat tipis dengan mengembalikan finger print ke belakang setelah menempatkannya di depan pada seri Zenfone 4.

Harga dan Ketersediaan

Asus sendiri mengungkapkan sedikit tentang Zenfone Max Pro M1 ini. Untuk di Indonesia, hal ini sepertinya dilakukan untuk sedikit menghambat riuhnya perilisan merek sebelah. Meskipun sebetulnya, pengungkapan ini dilakukan setelah Asus Indonesia bekerjasama dengan Lazada untuk memasarkan perangkatnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Asus di India dengan menggandeng e-commerce FlipKart.

Direktur Regional ASUS Asia Tenggara, Benjamin Yeh, berpose bersama Co CEO Lazada Indonesia Duri Granziol sesaat setelah penandatanganan kerjasama penjualan Asus Zenfone Max Pro M1 pada Rabu (18/04). Sumber: Asus PR.

Ya, bau-baunya Asus bakal menggelar flash sale untuk Zenfone Max Pro M1 ini. Klaim smartphone dengan performa menawan namun dilego dengan harga yang terjangkau memang bisa ditempuh dengan cara penjualan demikian. Sebab ada pemangkasan biaya distribusi, penjualan, dan promosi. Hal ini memang sudah sering dilakukan oleh merek 'padi kecil' dan 'buah apel', namun untuk merek yang punya jaringan distribusi besar seperti Asus, langkah untuk melakukan flash sale tentu agak gimana gitu.

Apapun itu, kita tunggu saja tanggal 23 April 2018 dimana Asus bakal merilis Zenfone Max Pro M1 di Indonesia dan India secara bersama-sama. Ya, kalau penjualannya flash sale, tentu selain meski menyiapkan budget, ketersediaan kuota juga penting. Ini perlu dilakukan agar budget yang dikeluarkan lebih hemat, sebab barang flash sale (biasanya) bakal dijual lebih mahal di pasar offline.

Berikut spesifikasi Zenfone Max Pro M1:


18 April 2018

Xiaomi Redmi Note 5, Yang Terbaik Akhirnya Dirilis

Lenggak-lenggok Shania, Ayana, Gracia, beserta kawan-kawannya dalam grup vokal JKT48 meramaikan panggung peluncuran Xiaomi Redmi Note 5, di Jakarta 18 April 2018. Generasi terbaru Redmi yang sebelumnya telah dirilis di beberapa negara kini resmi hadir di Indonesia. Ya, Redmi yang ini memang menyandang status terbaik.


Spesifikasi Redmi Note 5 langsung disandingkan secara linier dengan smartphone yang belum lama dirilis pula. Ada Samsung A8, Oppo F7, dan Vivo V9, yang dibandingkan dengan Redmi Note 5. Tim marketing Xiaomi ingin memberikan standar baru kalau smartphone dengan spesifikasi 'segini' semestinya dijual 'segini'.

Ada pepatah yang bilang kalau ingin hebat, bertarunglah dengan yang paling hebat diantara kamu. Xiaomi menerapkannya dengan baik, atau setidaknya bisa dianggap cukup berhasil. Sebab setelah membandingkan dengan tiga smartphone yang baru dirilis itu, Xiaomi membandingkan Redmi Note 5 dengan Samsung S9 dan iPhone X.

Sepintas strategi ini dianggap cukup mumpuni untuk memeriahkan presentasi, tapi ya tentu menjadi tidak adil apabila membandingkan sesuatu hanya dengan beberapa item yang dianggap unggul saja. Ya, cuma dianggap unggul. Karena banyak yang paham kalau RAM iPhone X dengan RAM pada smartphone lain, tentu perbandingannya bukan soal angka. Begitupun dengan sisi positif lain yang dimiliki Samsung S9, misalnya dengan layar AMOLED yang aduhai jernihnya.

Perbandingan-perbandingan itu sudah bagus, tapi kalau dipikir-pikir lagi ya jelas kurang adil. Seolah-olah (atau memang betul) perbandingan itu cuma gimmick belaka yang berasal dari tim marketing. Pertanyaannya kemudian, apakah kehebatan Redmi Note 5 cuma sekedar gimmick belaka?


Dapur Pacu

Redmi Note 5 adalah smartphone pertama yang dipasangi chipset Snapdragon 636. Sebuah chipset baru yang harganya lebih rendah dibandingkan 660, tapi lebih kuat dibandingkan dengan 625 dan 630. Jadi perpaduan performa yang tinggi dan harga yang lebih hemat ini diharapkan bisa menyukseskan penjualan perangkat.

Snapdragon 636 dengan CPU Kryo 260 memiliki kinerja lebih tinggi 50%, hemat daya sebesar 40%, serta durabilitas yang baik dibandingkan dengan Snapdragon di bawahnya. Mikroarsitektur Kryo yang dibuat pada 14nm FinFET ini biasanya dimiliki oleh Snapdragon seri 800. Jadi ya wajar saja Xiaomi menganggapnya sebagai chipset yang memiliki DNA flagship.

Redmi Note 5 pun memakai RAM dengan tipe LPDDR4X, dimana smartphone biasa memakai tipe LPDDR3 yang cukup menguras daya. Paduan antara CPU dan RAM dalam chipset Snapdragon 636 ini yang membuat baterai 4000mAh bakal lebih tahan lama dibandingkan seri Redmi Note lain yang bercatu daya sama. Apakah ini pun sekedar gimmick?

Hasil benchmark dari AnTuTu memunculkan angka yang cukup 'wow' pada Redmi Note 5 ini. Resminya, Redmi Note 5 memiliki skor sebesar 116,693. Ini skor yang melesat jauh dibandingkan Xiaomi Mi A1 yang hanya pada kisaran 80,000-an. Padahal Xiaomi Mi A1 sudah memakai Snapdragon 625. Absurd 'kan? Saat dimana definisi Mi adalah ponsel premium dari Xiaomi, sementara Redmi berada di level bawahnya. Tapi semakin hari, batasan level itu semakin tipis. Atau memang Xiaomi bermaksud meninggikan level Mi-nya? Maka pantas Mi A1 kini 'disuntik mati'. He-he-he.

Body dan Kamera

Ada yang bernafas lega sebab Redmi Note 5 tidak memakai poni. Eits, jangan senang dulu. Meski tidak memakai poni, letak kamera membujur ke bawah pun tetap mengadopsi desain yang itu. Dengan layar 5,99 inci dan aspek rasio 18:9, Redmi Note 5 sebetulnya agak terasa panjang, sebab bagian dahi dan dagunya tidak setipis di pinggir kanan-kiri.

Redmi Note 5 mengadopsi dual-camera yang memadukan antara kamera 12 MP (f/1.9, 1.4 μm) dengan 5 MP (f/2.0, 1.12 μm). Sementara itu kamera depan punya besaran sensor 13 MP yang mampu merekam hingga 30fps dengan kualitas 1080p. Ya, kamera depan punya megapiksel yang lebih besar, sehingga Redmi Note 5 ini pun ingin menyasar mereka yang suka swafoto.

Harga dan Ketersediaan

Redmi Note 5 punya dua tipe dengan harga yang berbeda. Pertama, tipe RAM 3GB dan memori 32GB dibanderol Rp2.499.000. Kedua, tipe RAM 4GB dan memori 64GB dibanderol dengan harga Rp2.999.000.

Sayangnya, buat yang agak kurang suka dengan pilihan belanja online di Lazada, tampaknya tidak punya pilihan lain. Sebab Xiaomi sudah tekan kontrak pemasaran dengan Lazada untuk memasarkan Redmi Note 5A. Kalau sudah begini biasanya cukup memakan waktu untuk sampai di konter-konter terdekat dengan rumah kamu.

Lantas, benarkah Redmi Note 5 merupakan smartphone yang terbaik dilihat dari sisi spesifikasi dan harganya. Ya belum tentu juga.

15 April 2018

Smartphone Asus, Snapdragon 636, dan Mengapa Ini Penting?

Kabar yang hilir mudik di media sosial tentang bakal dirilisnya smartphone terbaru Asus cukup menyita perhatian saya. Pasalnya, enggak biasanya akun media sosial resmi pabrikan komputer asal Taiwan ini melakukan serangan terbuka. Kepada siapa? Tentu terhadap kompetitornya yang sudah lebih dulu tampil di panggung pasar smartphone Indonesia.

Saat menampilkan pengumuman di akun media sosialnya, Asus menulis bahwa mereka bakal merilis Zenfone baru tanpa mengganggu acara TV. Ya, that's just savage. Anda tahu 'kan siapa yang disindir? Lalu beberapa hari kemudian si adminnya mengunggah status lagi yang berisi sindiran terhadap merek sebelah yang sering dijual dalam kondisi tanpa garansi resmi. Beberapa komentar pun menyerang status ini, namun entah adminnya yang berganti, atau justru Asus sedang percaya diri dengan smartphone yang bakal dirilisnya?

Asus Zenfone 5 Max (M1) ZB555KL. Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=YbAKX5Mry_s

Ada beberapa kata kunci yang diungkapkan oleh Country Marketing Manager Asus Indonesia, Galip Fu, soal smartphone Asus yang bakal dirilis ini. Kata kunci yang pertama adalah Snapdragon 636. Chipset ini memang chipset yang baru dari Qualcomm, yang memiliki performa 40% lebih baik dibandingkan pendahulunya Snapdragon 630. Kata kunci selanjutnya adalah smartphone ini merupakan seri Zenfone Max.

Snapdragon 636 dibuat dengan teknologi pabrikan 14nm, sama dengan Snapdragon seri 600 lainnya. Perbedaannya dengan yang lain terletak pada posisi Snapdragon 636 yang sepertinya dibuat untuk budget-smartphone yang menang spesifikasi tapi irit di dompet. Makanya 'pasien' pertama dari chipset ini adalah si anu yang sering dikenal dengan produk budget-smartphone-nya, yang juga bakal dirilis di tanah air pertengahan April 2018 ini.

Spesifikasi Snapdragon 636 memang terbilang cukup gahar, hampir menyamai Snapdragon 660 yang berada di kasta tertinggi Snapdragon seri 600. Perbedaan mencolok dengan Snapdragon 660 adalah pada clock frequency dari Kyro cores dan GPU. Snapdragon 660 mampu berjalan pada frekuensi puncak di angka 2,2 GHz, sementara Snapdragon 636 hanya mampu di angka 1,8 GHz saja. GPU pada Snapdragon 660 bisa dipasangi Adreno 512, sementara Snapdragon 636 hanya bisa sampai Adreno 509.

Dapur pacu ini kemudian berpengaruh pada performa yang sedikit tergambar dalam angka benchmark. Skor Antutu rata-rata untuk Snapdragon 660 mencapai 118000 dan Geekbench single core 1600 dan multi cores 5800. Sementara itu, Snapdragon 636 mentok di skor Antutu 110000, serta Geekbench single core 1329 dan multi cores 4859. Kalau melihat skor Antutu segitu, Snapdragon 636 bisa disandingkan dengan Mediatek Helio P10 yang dipakai ponsel khusus selfie yang sebentar lagi dirilis resmi di tanah air.

Zenfone 5 Yang Manakah? Atau...

Ya, intinya kalau dilihat dari kata kunci Snapdragon 636, smartphone terbaru Asus ini bakal bersaing di lini harga namun dari sisi spesifikasi pun tidak memalukan. Hanya saja, apa sih smartphone yang bakal dirilis ini? Smartphone Asus terbaru yang memakai Snapdragon 636 hanyalah Asus Zenfone 5 ZE620KL. Ya, kalau dilihat chipset-nya memang Zenfone tipe ini, hanya saja dilihat dari segi baterai, ZE620KL hanya memiliki catu daya sebesar 3300mAh, jauh dari seri Zenfone Max yang punya kapasitas diatas 4000mAh.

Asus Zenfone 5 ZE620KL dibanderol dengan harga TWD 11,990, resmi. Harga yang dipatok di pasaran Asia itu jika dirupiahkan mencapai Rp5,5 juta. Harga sebesar itu menurut saya cukup over-price, sebab merek sebelah dengan spesifikasi yang sama, bisa membanderol perangkatnya di bawah itu. Lagipula Zenfone 5 ZE620KL bukanlah seri Zenfone Max.

Zenfone 5 seri Max pun Asus membuatnya, yakni Asus Zenfone Max (M1) ZB555KL. Anggap saja ini pembaruan dari Zenfone Max Plus (M1) ZB570TL yang berprosesor MediaTek. Sayangnya, Asus Zenfone Max (M1) ZB555KL tidak memakai Snapdragon 636 tapi Snapdragon 425 serupa dengan Asus Zenfone 4 Max Pro, cuma beda tampilan. Harganya pun berada di kisaran Rp3,1 juta.

Lantas apakah Asus bakal menurunkan harga dari Zenfone 5 ZE620KL? Apakah Asus malah memilih melakukan upgrade Asus Zenfone Max (M1) ZB555KL dari sisi chipset? Jawaban ini patut ditunggu, sebab posisi Asus di pasar smartphone Indonesia layak didongkrak lagi oleh produk baru yang lebih menggigit. Posisi Asus sebagai pemain lama bakal cukup menentukan peta persaingan smartphone di Indonesia. Kita nantikan jawabannya pada 23 April mendatang.

Ps. Artikel ini kemungkinan bakal diupdate setelah 23 April nanti.

14 April 2018

Oppo F7, Buat Mereka Yang Cari Kamera dan Performa

Oppo F7 merupakan suksesor F5 yang hadir dengan begitu banyak pembaruan spesifikasi. Satu-satunya yang lebih mudah terlihat adalah pembaruan tampilan, dimana F7 mengadopsi model layar berponi. Ya, mirip yang itu. Spesifikasi yang ditawarkan memang tidak main-main, bahkan setelah dilakukan benchmarking, skornya cukup mewah. Memangnya bagaimana sih dapur pacunya, dan berapakah skornya?


Tampilan

Sebelum masuk kepada dapur pacu, Oppo F7 pun sebetulnya menarik untuk ditengok dari sisi tampilan. F7 mengadopsi tampilan glossy, yang alih-alih meniru material kaca namun cukup memudahkan bekas sidik jari menempel. Untunglah build quality ponsel ini sangat baik, sehingga tampilan glossy yang sebetulnya mirip ponsel China murahan menjadi tidak terlihat.

F7 mengadopsi tampilan merek sebelah dengan memakai poni di layar bagian atas. Layar yang cukup lebar dengan ukuran 6,23 inci bisa dibilang sangat kekinian, karena rasionya sudah 19:9. Ukuran layar yang sedemikian besar ini menghuni lebar body yang berdimensi 7,5 inci. Artinya F7 masih bisa dioperasikan dengan satu tangan, meskipun kurang direkomendasikan buat mereka yang bertangan mungil.


Dapur Pacu

MediaTek Helio P60 octa-core dengan clockspeed di angka 2,0GHz membuat Oppo F7 layak disegani di kelasnya. Spesifikasi chipset ini didukung pula dengan grafis ARM Mali-G72 MP3 800MHz, serta pilihan RAM dan ROM antara 4GB/64GB atau 6GB/128GB.

Chipset tersebut sama dengan yang dipakai Oppo R15. Chipset ini mampu mengoperasikan AI yang digunakan F7 dalam menghasilkan pemindaian wajah serta kamera HDR. Dua hal yang betul-betul menjadi andalan dari Oppo F7. Sayangnya Helio P60 belum bisa mendukung fast charging, jadi baterai yang 3400mAh hanya bisa diisi secara standar.

Oppo F7 memakai Android 8.0 dengan kostumisasi ColorOS 5.0. Preferensi atas sistem operasi ini memang sesuai dengan selera, ada yang suka dan ada pula yang tidak. Satu yang sedikit mengganggu dari ColorOS ini, yakni ketika muncul notifikasi, pada Android umum cukup disapu ke kiri atau ke kanan lalu hilang secara otomatis. Pada sistem operasi milik Oppo ini, notifikasi yang telah disapu ini akan muncul tombol 'delete' yang sebetulnya tidak perlu.

Kalau untuk benchmarking sendiri, Oppo F7 terbilang cukup memuaskan. Pasalnya dibandingkan dengan beberapa merek sebelah, Oppo F7 bisa unggul dari sisi skor, baik di Antutu maupun Geekbench. Untuk Antutu, F7 mendapatkan poin 130.000 sementara Vivo V9 yang memakai Snapdragon 626 hanya mendapat 90.000. Skor di Geekbench pun hasilnya serupa, F7 mendapat 1533, Vivo V9 mendapat 946. Angka F7 ini ditempel ketat oleh Samsung Galaxy A8+ dan Xiaomi Redmi Note 5 Pro.

Kamera


Pada sisi ini, siapa yang hendak meragukan Oppo? Spesifikasi kamera memang menjadi andalan pabrikan asal negeri tirai bambu ini. Terlebih spesifikasi pada kamera depan, yang mana Oppo memang mengkhususkan diri sebagai penyedia ponsel selfie.

F7 memakai kamera depan dengan kapasitas 25 MP bukaan f/2.2 serta kamera belakang 16 MP bukaan f/1.8. Ya, tak ada kamera ganda pada F7. Meski demikian, pemakaian AI untuk hasil foto yang lebih baik layak diacungi jempol dibandingkan gimmick dual-camera.

AI atau Artificial Intelligence yang diterjemahkan sebagai kecerdasan buatan berfungi untuk memecah layer foto dalam sekali jepretan, kemudian memilah dan memilihnya untuk menghasilkan satu foto sealamiah mungkin. Algoritma dalam AI ini memang beberapa tingkat lebih baik dibandingkan software beautification pada umumnya.

Harga

Oppo membanderol F7 di rentang harga yang cukup tinggi untuk ponsel mid-range yang setingkat dibawah flagship. Hanya saja dengan beberapa penawaran yang cukup menggiurkan dari sisi performa dapur pacu dan kehandalan kamera, harga Oppo F7 terbilang masuk akal. Celetukan overprice hanya buat mereka yang kadung menjadi fans merek sebelah, yang mana kalau harga Oppo F7 diturunkan pun mereka tidak akan membelinya.

Jadi buat siapakah Oppo F7? Ya tentu saja buat mereka yang niat beli dan punya uang sebesar Rp4.199.000.

13 April 2018

Fiksinya Usia 40 Tahun, Faktualnya Kebahagiaan Keluarga

Life begins at forty merupakan sebuah judul buku yang ditulis psikolog Amerika Serikat, Walter Pitkin, pada 1932. Namun frase ini banyak dipakai untuk menggambarkan citra faktual tentang kondisi manusia setelah usia 40 tahun. Usia dimana kisah hidup seseorang akan betul-betul berbeda dan menentukan hingga akhir hayatnya. Saya pun punya cerita sendiri.

Tiga tahun silam, saya baru mendapat kesempatan mengenal kakak ipar lebih dekat. Setelah rumahnya dijual, ia pindah ke kompleks perumahan yang sama dengan kami. Kedekatan rumah ini membuat kami lebih sering saling berkunjung. Dari situlah kemudian saya mengenal lebih dekat dengan kakak laki-laki tertua dari istri ini.

Ia merupakan mantan pekerja tambang, yang sudah wira-wiri di beberapa daerah tambang di Indonesia. Jabatan terakhirnya di tambang tersebut adalah mandor, sampai pemutusan kontrak tambang terjadi dan mengubah jalan hidupnya di usianya yang waktu itu 40 tahun kurang beberapa bulan.

Jalan hidup yang berbeda mesti dilaluinya demi dapur tetap ngebul. Ia pernah menjajakan kue di sekolah-sekolah. Istrinya pun mesti memutar otak agar ada tambahan penghasilan untuk cicilan rumah yang masih menyisa tujuh tahun lagi, dan lebih utama lagi untuk biaya sekolah ketiga anaknya. Sayangnya, kebutuhan dengan pemasukan rumah tangganya tetap tak seimbang.

Beban pikiran pun menggelayuti kakak, yang berujung membuatnya tumbang disebabkan komplikasi penyakit jantung. Di sebuah pagi yang tenang, seusai menunaikan kewajibannya mengantarkan anak kedua dan bungsunya ke sekolah, kakak ipar pergi untuk selamanya. Ya, ia wafat di usia 46 tahun dan meninggalkan istri dan ketiga anaknya yang masih belum mandiri tanpa bekal apapun. Hati saya selalu terenyuh apabila mengingat ini semua.

Persiapan Sebelum Usia 40 Datang


Di usia saya yang keberapapun, menjaga agar mereka tetap bahagia adalah sebuah takdir yang harus diupayakan.


Usia saya kini telah menginjak 32 lebih, yang berarti ada waktu sekitar 8 tahun untuk menghadapi dua kemungkinan pada usia 40 tahun: karir membaik atau kehidupan menurun drastis. Saya selalu berharap yang terbaik, namun setidaknya selalu ada persiapan sebelum yang terburuk itu datang. Satu-satunya harapan adalah keluarga kecil kami tetap berbahagia, apapun yang terjadi.

Ada tiga hal yang saya dan istri saya persiapkan untuk menghadapinya, yakni menabung, mulai berinvestasi, dan daftar asuransi. Ketiga hal ini sedang kami persiapkan betul-betul agar life at forty bisa lebih baik. Hanya saja, darimana memulainya?


Di beranda Facebook kebetulan ada seorang teman yang membagikan artikel tentang Commonwealth Life. Tawarannya cukup menarik sebagai asuransi terbaik dengan unit link yang bervariasi. Dari beberapa jenis, saya lebih tertarik dengan Danatra Cendekia. Pilihan kedua jatuh pada Comm Term sebagai asuransi jiwa, meski mata pun melirik sedikit pada Investra Link yang merupakan gabungan antara investasi terbaik dan asuransi jiwa.

Manfaat asuransi sendiri bagi saya adalah sebagai wujud pendisiplinan finansial. Sebab untuk orang yang kurang disiplin pada hal-hal yang rutin seperti saya, tagihan asuransi yang bersifat ‘memaksa’ membuat saya mesti mengatur prioritas pengeluaran.

Bayangan tentang usia 40 tahun memang masih fiksi di otak saya, namun keyakinan dengan apa yang saya rencanakan dan mulai saya lakukan kemarin dan saat ini akan menjadikannya faktual. Lantas mengapa ini penting saya tuliskan? Sebab saya membiarkannya menjadi jejak digital, agar siapapun bisa menagihnya kalau saja anak dan istri saya hidupnya tidak lebih baik setelah saya menginjak usia 40 tahun.

12 April 2018

Fakta Mengejutkan Dibalik Pencurian Data Pengguna Facebook

Ada 1,09 juta pengguna Facebook di Indonesia yang datanya diambil oleh Cambridge Analytica. Angka yang memang jauh lebih kecil dibandingkan 70,6 juta pengguna di Amerika Serikat yang menjadi sasaran utama. Hanya saja angka itu menempati urutan ketiga setelah Filipina dengan 1,17 pengguna.

Istilah 'pencurian data' kemudian mengemuka, dan Cambdridge Analyica menjadi tersangka utama. Mark Zuckerberg pun diminta bertanggungjawab atas bocornya data itu. Apa lacur, klien Cambdrige Analytica sudah terpilih menjadi presiden dan 87 juta pengguna Facebook yang diambil datanya hanya mendapatkan kompensasi permintaan maaf.


Agar skandal ini tidak terjadi lagi, Facebook pun memberikan sayembara yang ditujukan kepada siapapun. Tujuan sayembara ini guna menemukan celah keamanan situs Facebook yang bisa dipergunakan untuk memanen data dari aplikasi pihak ketiga. Hadiahnya mewah, US$40,000 atau setara dengan Rp500 juta lebih. Pertanyaan yang perlu diajukan, apakah sebenarnya yang terjadi antara data pengguna, Facebook, dan aplikasi pihak ketiga?

Dalam Kebijakan Data Facebook yang direvisi pada 29 September 2019, Facebook secara terbuka menginformasikan bahwa ada banyak data pengguna yang mereka ambil. Beberapa diantaranya adalah kontak pribadi, informasi perangkat, jaringan seluler, peramban internet, informasi pembayaran, dan layanan pihak ketiga yang tersambung ke Facebook. Selain itu, tentu saja interaksi pengguna di media sosial ini tercatat dengan baik.

Lebih lanjut, Facebook pun memberikan penjelasan bagaimana data pengguna diatas dipergunakan. Data itu diolah oleh algoritma Facebook untuk membantu dalam pengembangan aplikasi yang lebih memahami penggunanya. Maksudnya Facebook bakal lebih terfokus pada pemahaman terhadap data pengguna itu untuk menampilkan tampilan media sosial yang paling mendekati kepribadian penggunanya. Yang paling siginifikan, tentu saja pemahaman Facebook terhadap pengguna adalah dalam menampilkan iklan yang betul-betul tertarget.

Pengguna Yang Menyetujui Semuanya

Siapapun bisa berkilah kalau informasi yang diunggah dalam akun Facebook-nya bukan untuk konsumsi publik. Ada banyak orang yang menganggap kalau unggahan informasi itu seringkali dilakukan secara acak. Misalnya ia ikut grup tertentu, kemudian masuk ke dalam aplikasi tertentu, dan lain waktu membagikan artikel tertentu yang memang terpisah satu sama lain terutama dari segi waktu. Yang tidak disadari adalah Facebook mencatatnya sebagai sebuah kesatuan, sebab setiap akun pengguna punya Facebook ID yang unik. Dan yang paling ironis, pengguna sebetulnya menyetujui ini semua.

Sebelum 'Buat Akun' ada ketentuan yang jarang dibaca.

Ya, pengguna yang menyetujui keberadaan kebijakan ini. Ibarat orang ingin buang air, ia sering tak bisa memilih akan model toilet yang jongkok atau duduk. Pada Facebook pun demikian. Pengguna tak disuguhkan kalau tidak mencentang Term & Condition ia tetap bisa menggunakan Facebook meski dengan opsi tertentu. Sialnya lagi, pengguna pun mencentangnya tanpa membaca Term & Condition itu kemudian di lain waktu marah-marah datanya dicuri.

Aplikasi yang dibuat Cambdridge Analytica pun demikian adanya. 'This is Your Digital Life' memanen data pengguna karena pemakai aplikasi tersebut menyetujuinya. Tes-tes kepribadian yang menarik, membuat banyak orang ingin mencoba. Setiap pengguna yang telah mencoba aplikasi tersebut akan memberikan akses agar aplikasi tersebut mengunggah hasil tesnya di beranda Facebook pengguna. Inilah yang membuat aplikasi tersebut digunakan banyak orang. Sebelumnya, tentu saja pengguna 'dipaksa' menyetujui Term & Condition aplikasi ini agar secepat mungkin bisa menggunakannya. Dipaksa atau tidak, fakta yang tak bisa dibantah adalah pengguna tetap menyetujuinya.

Begitu juga dengan konektivitas aplikasi pihak ketiga.

Nah, pengguna yang sepakat dengan layanan aplikasi, mengapa atmosfer Amerika Serikat jadi panas? Kesalahan (kalau boleh disebut kesalahan) Cambridge Analytica adalah menjadi alat konsultan politik yang memenangkan Donald Trump. Presiden Amerika Serikat ke-45 ini memang lemah secara keterpilihan, ditambah pula haters-nya cukup banyak. Jadilah Cambridge Analytica dihajar habis-habisan, dan Facebook ikut terkena getahnya dengan bukti Mark Zuckerberg menjadi bulan-bulanan para Senator.

Pengguna Yang Akhirnya Memilih

Sejak masih dalam tahap beta, Mark Zuckerberg sudah mengumpulkan data pemakai sosial medianya yang saat itu hanya warga kampus Harvard saja. Ya, saat itu pun kejadiannya sama, orang-orang yang tertarik dengan Facemash (embrio Facebook) tertarik dengan model media sosial yang ditawarkan dan mengabaikan imbas dari pengumpulan data yang dilakukan Mark. Tabiat ini pun dibawa dalam model bisnis Facebook saat ini, yakni mengumpulkan data sebanyak mungkin dan memanfaatkannya untuk meraup keuntungan.

Untuk membesarkan ekosistem Facebook, para pengembang pun diundang untuk memasang aplikasinya di Facebook atau memasang plugin Facebook di situs mereka. Dan tujuannya sama, saling memanfaatkan data pengguna. Kini pilihan dikembalikan kepada pengguna Facebook, apakah akan tetap menggunakan Facebook atau meninggalkan Facebook. Saya pilih jalan tengah: tetap memakai Facebook tapi tidak mengunggah identitas penting di media sosial ini.

25 Maret 2018

Honor Rilis Tiga Smartphone, Si Pemberani Menantang Xiaomi

Honor merilis tiga smartphone-nya secara resmi di Indonesia. Honor 9 Lite, Honor 7X, dan Honor View 10 memang bukan barang baru, tapi mereka baru resmi ada di pasar Indonesia. Acara resmi peluncurannya sendiri pada 27 Maret 2018, namun sebelumnya Honor sudah bergerilya dengan menjaring penggemar, menebar rilis di media, serta beriklan di media sosial secara simultan dan cukup agresif. Di China, Honor sudah mengangkangi Xiaomi dari sisi market share, apakah bakal terulang di Indonesia?


Pasca dipecah sebagai anak Huawei, Honor memiliki kebijakan untuk bergerilya sendiri di pasar smartphone. Strategi penetrasi pasar Honor memang mirip Xiaomi, yakni berfokus di jalur daring. Adapun ketika menurut Sino Market Research, Honor memuncaki pasar daring China pada tahun 2017 dengan menjual 54,5 juta perangkat dan meraup penerimaan CNY78,9 juta dan mengalahkan Xiaomi di posisi kedua dengan 50,9 juta perangkat dan penerimaan CNY63,7 juta, tentu ada yang istimewa dari Honor yang patut ditelisik.

Hasil di China pada 2017 itu bisa saja diabaikan, sebab kondisi pasar Indonesia sedikit berbeda dengan China. Terlebih kalau Xiaomi dan Honor disandingkan, tentu tidak imbang. Xiaomi merupakan pemain lama dibanding Honor di tanah air ini. Jadi dari sisi fans dan popularitas Xiaomi lebih unggul dibandingkan Honor. Tapi, cobalah tengok tiga smartphone yang dibawa Honor ke Indonesia 27 Maret 2018 ini.

Honor View 10

Honor View 10 merupakan smartphone flagship dari Honor. Sejak dirilis pada Januari 2018, Honor View 10 sudah menggebrak ajang Consumer Electronic Show 2018 dengan menyandang best smartphone. Sorotan positif terhadap smartphone ini ditujukan pada keberadaan Kirin 970 yang sudah mendukung Artificial Intelligence (AI). Chipset ini setara dengan Snapdragon 845 dan Exynos 9810 yang dipakai Samsung Galaxy S9+.

Berikut spesifikasi lengkap dari Honor View 10


Chipset
CPU
GPU
RAM dan Memori
Layar
Kamera
Dimensi
Baterai
Harga
HiSilicon Kirin 970
Octa-core (4x2.4 GHz Cortex-A73 & 4x1.8 GHz Cortex-A53)
Mali-G72 MP12
6 GB dan 128 GB
5,9 inci, rasio 18:9
Belakang 16 MP (f/1.8) + 20 MP, Depan 13 MP (f/2.0)
157 x 75 x 7 mm, 172 gram
3750 mAh
Rp7.299.000


Honor 7X

Honor 7X dibuat untuk menyasar kelas menengah yang mungkin saja budget-nya hanya untuk membeli smartphone di kisaran harga Rp3 jutaan. Beberapa review menyatakan smartphone ini layak dibeli di rentang harga itu. Kerangka body yang solid dengan layar yang jernih membuat Honor 7X seperti smartphone flagship saja.

Berikut spesifikasi Honor 7X


Chipset
CPU
GPU
RAM dan Memori
Layar
Kamera
Dimensi
Baterai
Harga
HiSilicon Kirin 659
Octa-core (4x2.36 GHz Cortex-A53 & 4x1.7 GHz Cortex-A53)
Mali-T830 MP2
4 GB dan 64 GB
5,9 inci, rasio 18:9
Belakang 16 MP (f/2.2) + 2 MP, Depan 8 MP (f/2.0)
156.5 x 75.3 x 7.6 mm, 165 gram
3340 mAh
Rp3.499.000


Honor 9 Lite

Ya, sepertinya Honor 9 Lite ini yang bakal menjadi perbincangan banyak orang di Indonesia. Honor 9 Lite menjadi budget smartphone yang punya keunggulan memiliki empat kamera. Di rentang harga Rp2 jutaan, adakah yang berani memberi sebanyak itu?

Berikut spesifikasi Honor 9 Lite


Chipset
CPU
GPU
RAM dan Memori
Layar
Kamera
Dimensi
Baterai
Harga
HiSilicon Kirin 659
Octa-core (4x2.36 GHz Cortex-A53 & 4x1.7 GHz Cortex-A53)
Mali-T830 MP2
3 GB dan 32 GB
5,6 inci, rasio 18:9
Belakang 13 MP + 2 MP, Depan 13 MP + 2 MP
151 x 71.9 x 7.6 mm, 149 gram
3000 mAh
Rp2.499.000


Apakah Tiga Smartphone Honor itu Layak untuk dibeli?

Untuk kamu yang nggak suka dengan MIUI pada Xiaomi, dan nggak suka dengan Android Stock pada Mi A1, maka Honor layak menjadi pilihan dengan EMUI-nya. Namun ada satu keunggulan dari Honor yang layak dipertimbangkan selanjutnya, yakni keberadaan chipset Kirin.

Kirin ini merupakan chipset yang diproduksi HiSilicon, sebuah anak perusahaan Huawei. Apa artinya? Ini berarti Honor sebagai anak dari Huawei tentu tahu persis luar-dalam dari chipset buatannya sendiri. Sehingga jualan performa dapur pacu oleh Honor bukan cuma gimmick semata. Hal ini mirip dengan Samsung dengan Exynos-nya yang sudah teruji pada Galaxy seri flagship. Hmm... jadi tidak sabar untuk meminang Honor.

24 Maret 2018

Vivo V9, Smartphone Flagship Vivo Terbaru Rasa iPhone X

Vivo V9 merupakan flagship terbaru dari Vivo. Ia hadir dengan layar kekinian berasio 19:9 dengan poni di bagian atas layaknya iPhone X. Meski balihonya sudah hadir di awal Maret, dan secara internasional sudah dirilis, Vivo V9 bakal resmi dirilis pada 29 Maret 2018 mendatang. Tenang, buat yang tidak diundang ke tempat rilisnya di kawasan Candi Borobudur sana, Vivo sudah mem-block 12 stasiun televisi untuk menayangkan acara ini. Seistimewa apakah Vivo V9 ini?

Vivo, juga saudara jauhnya Oppo, memang dikenal sebagai brand yang cukup royal dalam belanja iklan. Sehingga tidak mengherankan apabila televisi menjadi media yang dipilih untuk mengenalkan perangkat flagship-nya ini. Artis-artis papan atas tanah air seperti Agnes Monica (eh, maaf yang ini katanya sudah go international), Afgansyah Reza, maudy Ayunda, Tulus, Prilly Latuconsina, Al Ghazali, Gigi, Via Vallen, dan Yura Yunita juga turut meramaikan acara ini. Sepertinya hendak mengulang acara peluncuran Vivo V7+ tahun kemarin.


Ya sudahlah, tak usah membayangkan acaranya seperti apa. Pasalnya berkaca pada acara peluncuran Vivo V7+, acara tersebut seperti bukan acara peluncuran sebuah gadget. Apakah peluncuran Vivo V9 ini akan sedikit berbeda? Kog saya pesimis ya. Makanya untuk mengetahui seperti apa Vivo V9 ini, ya kurang tepat kalau sekedar melihat acara itu. Yuk kita cari tahu sama-sama seperti apa Vivo V9.

Body dan Layar

Vivo V9 tak bisa menyangkal kalau desainnya mengadopsi iPhone X. Adopsi desain ini terlihat dari poni yang terselip di bagian atas layar serta balutan aluminum di bagian belakang yang juga dilapisi aksen kaca yang membuatnya berkilau. Tak berhenti disitu saja, penempatan kamera ganda pun mirip dengan iPhone X, yakni ditempatkan membujur dari atas kebawah. Nyontek? Bukan. Frase yang tepat mungkin 'terinspirasi' dan 'memahami tren pasar'.

Desain itu membalut body sepanjang 15 cm dan lebar 7,5 cm dengan berat 150 gram. Layar yang diusung Vivo V9 sudah kekinian, yakni rasio 19:9 dengan ukuran 6,3 inci berjenis Full HD+ (2280×1080 piksel). Rasio layar terhadap body sebesar 85,2%, sehingga dengan layar sebesar itu tak membuat Vivo V9 jadi sulit digenggam.

Ya satu lagi, teknologi face unlock yang dimiliki iPhone X pun sudah bisa dinikmati di Vivo V9 ini. Betul-betul Vivo rasa iPhone X.

Performa dan Baterai

Yang membuat berat hati untuk menyebutkan Vivo V9 ini sebagai flagship adalah soal chipset yang dipasang Vivo di sini. Untuk pasar Indonesia, Vivo V9 hanya memakai Snapdragon 450 octa-core 1,8 GHz, sebuah chipset yang berada dua tingkat seri di bawah flagship.

Untuk mendukung performa, Vivo V9 ditunjang dengan RAM 4 GB dan daya simpan 64 GB yang cukup untuk dibawa multitasking seharian. Eits, seharian? Dengan baterai 3260 mAh agaknya nggak sehari-semalam juga ya kalau dipakai multimedia dan game yang cukup berat.

Kamera

Satu hal yang menjadi andalan Vivo dan membuat pabrikan asal China ini cukup berjaya di Indonesia adalah kehandalan kameranya. Kamera belakang ganda yang berkapasitas 16 MP dan 5 MP dengan bukaan f/2.0, serta kamera depan 24 MP dengan bukaan f/2.0 bakal totalitas mendukung pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk menghasilkan hasil foto yang ciamik di Vivo V9.

Pada beberapa Vivo seri V sebelumnya, kehandalan kamera Vivo memang layak diperhitungkan. Meski Super HDR belum dibenamkan pada Vivo V9, dan hanya hadir di Vivo Apex, hasil kamera Vivo V9 cukup bagus. Tapi meski menyandang slogan Perfect Shot, Perfect View, mohon maaf, tak sebagus iPhone X.

Harga

Sebelum dirilis resmi di Indonesia, saya menebak harga Vivo V9 ini berada di angka Rp4.999.000. Harga ini sedikit diatas harga di India yang dibanderol di harga ₹22,990 yang jika disetarakan dengan rupiah di kurs ₹1=Rp212 maka akan didapat hasil Rp4.873.832. Eits, ternyata harga resminya jauh lebih murah, yakni Rp3.999.000. Ya itu kan beda chipset, keules.

Apakah harga segitu masih tergolong mahal? Terlebih dengan pilihan spesifikasi yang ditawarkan, brand lain memang bisa memberikan harga yang lebih rendah. Tapi tentu saja preferensi setiap orang berbeda-beda. Apalagi Vivo V9 ini mirip iPhone X dengan low-budget, sebab jika meminang produk Apple itu budget yang dirogoh tentu bakal mencapai empat kali lipat.

Tertarik dengan Vivo V9? Kabarnya perangkatnya bakal tersedia di gerai Vivo seluruh Indonesia pada 2 April 2018. Sementara itu, pre-order-nya sudah dimulai sejak kemarin, dan tentu saja ada beragam tawaran yang menarik.

20 Maret 2018

Cara Menghapus Akun Palsu di Facebook

Kemudahan registrasi Facebook yang tidak menyertakan identitas resmi membuka ruang anonimitas. Ruang yang bisa diisi dengan orang-orang tanpa nama dan identitas palsu. Akun Facebook yang anonim ini lazim disebut akun palsu. Akun palsu banyak diisi oleh para pemalu, namun tidak sedikit pula diisi oleh para pengganggu.

Akun palsu para pemalu seringkali tidak terlampau mengganggu. Hanya saja, siapapun pasti bertanya-tanya siapakah dibelakangnya. Yang mesti disoal adalah akun palsu yang kerap mengganggu. Ia sering menebar spam, berkata seenak sendiri. Sebab dalam pikiran akun palsu ini, tak akan ada yang bakal tahu siapa dibelakangnya. Ini sering ditemui di grup-grup Facebook, sebab lazim dipakai para buzzer untuk mendongkrak sebuah isu.


Pertanyaannya kemudian, semengganggu apakah mereka? Kalau menurutmu akun-akun palsu itu tidak mengganggu, ya biarkan saja mereka berkreasi. Nah, kalau menurutmu mereka tampak mengganggu ada baiknya kita ikuti bersama tentang cara menghapus akun palsu di Facebook berikut ini.

Sebelum beranjak ke cara menghapus akun palsu tersebut, ada baiknya kita memahami bersama bahwa cara ini memiliki disclaimer, yakni tidak 100% berhasil. Bahkan tingkat keberhasilannya hanya 50% saja. Mengapa demikian? Ya karena kita bukan admin Facebook yang punya kewenangan penuh untuk menghapus sebuah akun.
Jadi, mau melanjutkan membaca artikel ini sampai tuntas? Yuk.

Pastikan Akun Facebook Sendiri Sudah OK

Akun palsu yang mengganggu bisa diibaratkan terduga pelaku kriminal. Untuk melaporkannya ke pihak berwajib, posisi pelapor mesti bersih dari sengketa hukum pidana. Sebab cara menghapus akun palsu di Facebook --kecuali dengan cara diretas dan tentu ini sangat sulit-- hanyalah dengan cara melaporkannya ke admin Facebook.

Posisi akun Facebook yang aman, tenteram, dan dianggap legal menurut aturan Facebook adalah yang sudah lolos verifikasi identitas. Seperti apa sih verifikasi ini? Pernahkah kamu dimintai salinan identitas oleh Facebook? Permintaan ini mampir di email. Jika email untuk mendaftar Facebook tak pernah dibuka, maka permintaan ini mungkin tak pernah diketahui. Ketika tak diketahui dalam waktu tiga hari, Facebook bakal menerapkan suspend atas akun kita.

Pada posisi suspend itu, kita tak bisa mengakses akun Facebook, namun disodori dengan kolom isian file .jpeg untuk salinan identitas kita, baik berupa KTP, SIM, maupun Paspor. Kalau file yang dikirimkan diterima oleh Facebook, maka media sosial ini akan meminta pemilik akun untuk mengubah nama sesuai dengan nama di identitas atau setidaknya mendekati. Kalau nama sebelum dimintai identitas itu sudah sesuai, ya sudah tidak akan diapa-apakan oleh Facebook.

Kalau permintaan identitas itu belum diterima dari Facebook, ya santai saja, sebab Facebook tidak mencurigai akun kamu sebagai akun palsu atau melihat nama akun kamu sudah sesuai dengan kenyataannya.

Kini berlanjut ke cara yang menjadi pembahasan artikel ini.

1. Kunjungi profil akun Facebook yang palsu tersebut.
2. Cari bulatan dengan tiga titik di dalamnya, lalu klik.


3. Setelah itu akan muncul pop-up yang berisikan beberapa pilihan, pilih Laporkan.

4. Facebook pun bakal memberikan opsi lanjutan, klik Laporkan profil ini.


5. Kemudian pilih Ini akun palsu, setelah muncul opsi selanjutnya.


6. Terakhir, pilih Kirimkan ke Facebook untuk Ditinjau.


Sampai disini, kita hanya bisa menunggu apakah Facebook menghapus akun tersebut, atau tidak. Kalau beruntung, maka Facebook akan mengirimkan pemberitahuan di pesan masuk dukungan yang berisikan akun yang kita laporkan itu telah dihapus. Kalau tidak dihapus, Facebook bakal 'memaksa' akun tersebut memakai nama asli sesuai dengan identitas resminya.

Ini contoh pesan masuk dukungan untuk profil yang sudah dihapus oleh Facebook setelah kita laporkan.

Ya, sudah saya bilang kalau cara ini tidak benar-benar berhasil 100%. Namun dengan cara ini akun-akun anonim sedikit berkurang, sebab kalau tidak dihapus ya mereka bakal memakai nama sesuai dengan identitas resmi masing-masing.

Sebelum ditutup, ada satu lagi agar tingkat keberhasilan pelaporan ini meningkat. Selain akun kita sendiri sudah sesuai dengan aturan Facebook, menjadi pelaku Facebook Ads adalah cara lain agar pelaporan ini punya kemungkinan berhasil yang baik. Selamat mencoba ya, dan tetap pakai akun asli. *thumbs up*