30 November 2016

Cara Promosi Online Yang Efektif


Pada kuartal pertama tahun 2016, sebuah aplikasi pencatat penayangan iklan, Adstensity, mencatat sebuah produk rokok telah menghabiskan biaya hingga Rp 611 miliar untuk memasang iklan di televisi. Menyusul di bawahnya, perusahaan rokok lagi telah menghabiskan biaya sekitar Rp 459 miliar di bidang yang sama. Dan angka-angka yang kurang lebih sama besarnya dari jenis industri yang lain ketika menghabiskan dana untuk iklan di televisi.

Angka sebesar itu memang logis untuk menembus megahnya ekosistem iklan di televisi. Karena selain efektif penyampaian pesannya, juga daya jangkau televisi yang sangat luas. Oleh karena itu, jika anda tak punya dana miliaran untuk melakukan promosi, sebaiknya pikirkan lagi untuk menargetkan calon konsumen yang bersumber dari pemirsa televisi.



Promosi di internet

Untunglah saat ini ada cara promosi yang efektif, yakni melalui internet. Orang-orang biasa menyebutnya promosi online, ada juga yang mengistilahkan internet marketing, dan macam-macam sebutan yang lain. Tapi pada intinya, internet digunakan sebagai jalan untuk menjaring calon konsumen lewat pengenalan produknya dengan tujuan mendapatkan keuntungan finansial.

Sayangnya, ada begitu banyak oknum yang secara berlebihan memanfaatkan efektifitas beriklan di internet ini dengan memasang beragam iklan yang sangat mengganggu. Sebut saja iklan pop-up, banner yang menutupi konten, juga iklan banner yang memiliki gambar asusila dan nir-sopan. Akhirnya semakin banyak pengguna internet yang merasa terganggu dan memasang semacam pemblokir iklan di peramban internetnya.

Pada bulan Maret 2016 lalu, menurut Techinasia, Indonesia menempati urutan ketiga pemakai pemblokir iklan terbanyak di dunia setelah Cina dan India. Ada 38 juta pengguna aktif yang memakai pemblokir iklan di Indonesia. Sementara itu, Kompas merilis bahwa pengguna aktif internet di negeri ini mencapai 132 juta orang pada 2016. Jadi kita sudah kehilangan sekitar 34 persen calon konsumen ketika memakai metode konvensional.

Perilaku Konsumen

Pemblokir iklan merupakan penghambat di satu sisi, sementara ada sisi lain yang juga tak boleh diabaikan. Pengguna internet di Indonesia lebih banyak menghabiskan waktunya di media sosial ketimbang berselancar mencari informasi secara langsung lewat situs-situs penyedia konten. Youtube, Facebook, Twitter, Instagram, Path, dan lain-lain menjadi sarana mereka berinteraksi satu sama lain dan cara mereka dalam memanfaatkan fasilitas internet.

Itu berarti untuk urusan produk, mereka lebih mempercayai referensi secara langsung dari orang-orang terdekat dibanding iklan konvensional. Karena mereka yakin tak ada iklan yang tidak membaguskan produknya sendiri. Untuk itu, peran serta mouth-to-mouth promotion dan konten-konten yang bertebaran di media sosial dari orang-orang dekat itulah yang cenderung lebih efektif untuk saat ini dalam mempromosikan sebuah produk.

Tapi teman terdekat pun tak selalu mampu menjadi referensi yang pas dan menjangkau banyak orang. Sehingga jika kita ingin benar-benar mengenalkan produk kita lewat cara yang satu ini, ada kesulitan tersendiri yang bakal ditemui. Kalau di Facebook ada perubahan algoritma yang merenggut --ciee merenggut-- jangkauan banyak akun dan fanpage. Hal yang sama pun terjadi dengan Instagram, 'saudara muda' Facebook. Jadi?

Jadi kita memang mesti mencari fanpage yang jumlah like-nya banyak, atau selebgram yang follower-nya bejibun untuk melakukan endorsement terhadap produk kita. Tapi, biayanya seringkali cukup menguras kantong. Atau kalau nggak begitu, kita main keroyokan. Satu produk di-endorse banyak orang. Dari banyak orang tadi, kita mesti memilih ceruk pemilik akun yang khusus membuat konten-konten yang sejalan dengan produk kita.

Coba kita ulangi lagi beberapa kata kunci diatas, yakni 'banyak orang' dan 'konten yang sejalan'. Berapa waktu yang bakal dibutuhkan untuk mencari orang-orang dengan spesifikasi tertentu di jagat internet saat ini? Pun kalau sudah ketemu, bagaimana melakukan monitoring atas kinerja mereka, kemudian yang terakhir bagaimana membiayai mereka? Apakah kita harus melakukan transfer ke rekening mereka satu-persatu? Rempong, ciyyn.....!

Inilah Solusinya



Kalau memang benar-benar repot, lebih baik serahkan saja kepada SociaBuzz. Kita hanya menuliskan apa yang ingin dipromosikan ke SociaBuzz, dan tunggu sejenak karena para social media influencer yang tergabung dalam platform ini bakal mendapatkan email secara serentak jika ada kampanye baru. Jika mereka tertarik, maka akan banyak penawaran proposal yang masuk ke dasbor advertiser kita di SociaBuzz. Kita berhak memilih mereka berdasarkan kebutuhan.

Lupakan pula tentang repotnya mengatur budget. Karena lewat SociaBuzz, kita hanya perlu mengatur biaya promosi di awal dan menyesuaikannya dengan kondisi finansial anda. Untuk pembayaran, biar SociaBuzz yang mengaturnya lewat Escrow SociaBuzz. Anda tak perlu membayar influencer itu satu-persatu. Kalau batal? Tenang, dana yang telah disetorkan bakal dikembalikan utuh tanpa potongan.

Coba simak dulu video berikut ini:


Para influencer SociaBuzz jika telah sepakat dengan penawaran yang kita berikan akan melakukan potingan di blog-nya masing-masing. Mereka tak akan menghapusnya, karena selain mematuhi komitmen dengan SociaBuzz, menghapus konten dari blog pun merupakan kerugian. Ya iya lah, sudah susah payah membuat konten masa iya mau menghilangkannya begitu saja? Jadi tenang saja, konten tentang produk kita bakal selamanya tayang di internet.

Jadi, masih mencari-cari cara promosi online yang efektif? Kalau ada yang mudah, cepat, aman, dan nyaman seperti SociaBuzz, buat apa masih mencari yang lain? Di sini, bahkan dengan biaya Rp.50.000,- saja sudah bisa melakukan promosi. Apalagi daya jangkau yang didapatkan bisa lebih personal dalam menyasar pengguna internet.



Sumber
  1. https://id.techinasia.com/pengguna-ad-blocker-di-indonesia-terbanyak-ketiga-di-dunia
  2. http://tekno.kompas.com/read/2016/10/24/15064727/2016.pengguna.internet.di.indonesia.capai.132.juta.

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon