15 Desember 2016

2 Langkah Agar Data tetap Aman, Meski Smartphone Berpindah Tangan


Membeli smartphone yang baru memang menjadi rutinitas sebagian orang. Entah tergiur dengan produk baru, smartphone yang lama sudah tidak mendukung pekerjaan, ataupun mendapat hadiah, memang menjadi alasan bagi beberapa orang untuk mengganti smartphone-nya. Lantas, apa yang terjadi dengan smartphone yang lama?

Banyak orang mungkin lebih memilih untuk menjualnya kembali. Meski harga yang ditawarkan sudah pasti jatuh, namun mendapatkan uang tunai jelas lebih menguntungkan daripada menyimpannya di lemari. Namun alih-alih mendapatkan keuntungan, bisa jadi memberikan smartphone bekas kepada orang lain justru menimbulkan masalah yang baru. Ya, bukankah ketika data-data pribadi kita jatuh ke tangan orang lain merupakan masalah? Tapi, apakah data yang sudah kita hapus bisa dimunculkan lagi?


Mengenal Sistem Penyimpanan Data

Dalam dunia komputer, kita mengenal istilah data recovery. Software-nya pun melimpah ruah di internet. Saya biasa pakai Recuva untuk mengembalikan data-data yang sudah terhapus secara permanen. Dan jika berbicara penyimpanan data di sistem Android, maka jawaban untuk soal mengembalikan data tersebut tentu saja: bisa banget.

Pada dasarnya ketika kita menghapus sebuah tombol 'delete', sebuah data tidak benar-benar hilang dari alat penyimpanan seperti harddisk, SSD, flash disk, maupun memory card. Ia masih tersimpan disana, tidak terbaca oleh sistem yang bekerja, dan dimunculkan dalam bentuk tanda 'free space'. Itulah mengapa, umur sebuah perangkat penyimpanan tergantung salah satunya dari seberapa sering penggunanya melakukan simpan-hapus.

Pada saat kita akan menjual smartphone, langkah yang akan dilakukan biasanya mengoperasikan 'restore to factory setting' alias 'kembali ke pengaturan pabrik/pengaturan awal' dengan opsi menghapus data yang telah disimpan. Ini dilakukan dengan harapan agar data-data yang pernah disimpan benar-benar terhapus dan smartphone kembali seperti saat baru keluar dari pabrik, kecuali fisiknya tentu saja.

Sayangnya, cara ini masih memudahkan orang lain untuk iseng pada data-data kita. Ya itu tadi, banyak software yang tersedia di internet untuk memunculkan kembali data yang telah dihapus. Bahkan ketika data tersebut dihapus melalui 'kembali ke pengaturan awal'.

Enkripsi Data

Nah, kabar kurang baiknya, tak ada cara yang benar-benar mudah untuk menghapus data-data tersebut. Kecuali kita melakukan enkripsi atas data-data itu. Jadi sebelum kita melakukan factory reset, lakukan enkripsi agar tak ada orang yang menggunakannya lagi. Ya, kecuali perangkat kita jatuh ke tangan orang yang mampu mendekripsi data yang sudah dienkripsi tersebut. Tapi kemampuan ini jarang dimiliki, bukan?

Untuk melakukan enkripsi, silakan ke menu Setting > Security, lalu sedikit gulir ke bawah dan tekan tombol 'Encrypt phone'. Setelah terenkripsi, silakan lakukan factory reset dan pergi ke gerai ponsel terdekat untuk menjual smartphone kita. Sayangnya lagi, cara enkripsi ini hanya bisa dilakukan untuk smartphone dengan sistem operasi Android Marshmallow dan Nougat.

Lantas yang Android-nya di bawah itu harus bagaimana?

Artikel ini sebenarnya layak diberi disclaimer: tidak benar-benar menyelesaikan masalah. Karena cara ini hanya upaya untuk meminimalisir penyalahgunaan data yang tidak diinginkan oleh orang lain. Jadi bukan cara menghapus data yang benar dan efektif tidak bisa digunakan lagi oleh orang lain. Tapi setidaknya ada cara satu lagi yang bisa dilakukan untuk meminimalisir penyalahgunaan dari orang jahil.

Membuat Folder Semu dan Acak

Kita bisa membuat tumpukan data-data dalam sebuah folder atau beberapa folder. Simpan beberapa folder dengan judul music, film, foto, dokumen, dan terserah. Maksudnya memang terserah apapun namanya. Kemudian isi masing-masing folder tersebut secara acak. Isi dengan folder lagi dengan cara acak lagi. Lakukan hal yang sama hingga beberapa lapis pengacakan. Lalu isi folder yang terakhir dengan data-data yang sebenarnya. Jika data kita berisi dengan video, masukkan di folder dokumen, dan seterusnya.

Setelah langkah tersebut dilakukan, lakukan penghapusan dengan factory reset. Dengan cara ini, orang yang berupaya mengembalikan data yang telah kita hapus akan sedikit kesulitan untuk menemukan data yang diinginkannya. Iya, sedikit kesulitan. Karena inilah cara yang benar-benar bisa dilakukan untuk meminimalisir penyalahgunaan data dari smartphone yang akan kita pindah-tangankan.

Jadi langkah yang benar-benar bisa dilakukan agar data pribadi kita tidak disalahgunakan, yakni jangan simpan data pribadi kita di ruang digital. Ibaratnya, jangan bermain api jika tak ingin kebakaran. Selain berdoa, ya memang itu saja sih caranya. Atau jika kamu punya cara yang lain silakan bagikan saja di kolom komentar ya. Terima kasih.

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon