29 Desember 2016

5 Resolusi Tahun Baru Agar Semakin Aman di Internet


Resolusi untuk tahun baru 2017 berbeda-beda bagi setiap orang. Namun secara garis besar ada kesamaan dari setiap resolusi yang dikumandangkan setiap tahunnya. Ya, semua orang ingin hidup yang lebih baik di tahun depan, sembari mengevaluasi hal-hal yang telah terjadi dan sudah dicapai di tahun-tahun sebelumnya.

Jika kamu belum punya resolusi untuk dikumandangkan, atau resolusimu sudah terlalu mainstream, bagaimana jika salah satunya dikhususkan saja pada resolusi tentang teknologi informasi. Karena telah diketahui bersama, ada beberapa peristiwa, yang menurut catatan saya, hal-hal negatif cukup banyak terjadi di tahun 2016. Seperti munculnya banyak situs phising siapalihat[dot]com dan kawan-kawannya, serangan DDoS, meledaknya smartphone, 'pencurian' data pengguna oleh pemilik jejaring sosial, dan lainnya.


Mengapa resolusi semacam ini penting? Beberapa teman di jejaring sosial saya telah menjadi korban dari phising semacam itu. Ia tidak mengalami kerugian materiil, namun hanya malu sebab postingan spam-nya tersebar dimana-mana. Lalu siapa sangka terjadi pada kita di tahun depan? Atau kamu pernah jadi korban dan di tahun depan menjadi korban lagi dengan teknik yang berbeda? Ya, siapa tahu. Mudah-mudahan sih tidak. Makanya, yuk buat resolusi agar kejadian ini tak kita alami. Daftar berikut ini saya adaptasi dari situs Wired.

1. Punya Password Manager


Ya, mungkin seperti kebanyakan orang pada umumnya, saya punya banyak akun media sosial. Akun di Instagram, Facebook, Google, Twitter, LinkedIn, Path, dan masih banyak lagi. Kadang, kita pun memilih jalan pintas dengan memakai username dan password yang sama untuk seluruh akun tersebut. Kata Mark Zuckerberg, ini jelas tidak bagus.

Pilihan keduanya tentu saja dengan menggunakan satu username dan satu password untuk masing-masing akun tersebut. Sayangnya, kita jadi memiliki keterbatasan untuk mengingat semua data login tersebut. Padahal semua akun tersebut merupakan aset kita di internet. Untuk itulah, alternatif paling baik dari semuanya adalah memakai password manager.

Password manager memang cara terakhir agar data login kita di internet di bisa diakses dalam satu wadah. Ibarat kartu ATM, maka kita menggunakan kartu yang berbeda untuk setiap banknya. Bagaimana jika dompetnya hilang, atau dalam kasus ini password manager yang dipakai pun diretas? Ya, memang itu resiko dan pernah terjadi. Tapi disimpan di tempat aman dengan resiko tertentu, jauh lebih baik dibanding kita melupakan data login aset internet yang sudah dibangun sekian lama.

Pilihan password manager cukup banyak, tinggal disesuaikan dengan kemampuan dan kenyamanan saja. Untuk yang berbayar, ada LastPass dan 1Password. Sementara untuk yang gratis, ada Dashlane, KeePassX, dan Sticky Password.

2. Aktivasi Dua Lapis Otentifikasi Keamanan


Kini beberapa jejaring sosial telah mengaktifkan fitur keamanan berlapis. Jadi meskipun seseorang memiliki data login kita, jika fitur pengamanan akun ini diaktivasi, maka ia tetap tak akan bisa masuk. Silakan masuk ke pengaturan keamanan masing-masing jejaring sosial, pasti menyediakan fitur login semacam ini.

Secara umum, kita akan diarahkan untuk mengisi ke beberapa kontak konfirmasi, yakni email dan nomor ponsel. Jadi ketika ada orang yang login dengan akun kita, sistem akan memberitahukan kode konfirmasi, dan orang yang masuk tadi masih belum bisa masuk ke akun kita sebelum memasukkan kode konfirmasi tadi.

3. Membuat Backup Data


Saat ini sedang musim penyimpanan cloud. Kamu bisa mencobanya di Google Drive maupun DropBox. Penyimpanan semacam ini sangat berguna ketika kita kehilangan penyimpan data fisik, baik itu karena rusak, terkena virus, maupun terhapus secara tak sengaja. Jadi dengan data login yang sudah diatur di password manager diatas, kita bisa mengakses penyimpanan cloud tadi ketika hal-hal yang tak diinginkan terjadi.

Sayangnya, untuk penyimpanan cloud yang berkapasitas besar, banyak pengelola layanan mematok tarif yang cukup mahal. Untuk itu, ada baiknya mencadangkan data-data yang penting saja di penyimpanan cloud ini. Namun jika data pentingnya terlalu banyak, dan daripada mengakses data cloud yang membutuhkan kuota internet tambahan, mending menabung untuk beli Solid State Drive (SSD).

4. Berlangganan dan tahu cara memakai VPN


Resolusi yang selanjutnya bisa dipertimbangkan untuk tahun 2017 adalah kita memahami Virtual Private Networks (VPN) dan mampu berlangganan. Sebab pemegang layanan VPN biasanya mematok tarif bulanan maupun tahunan. Sepenting apakah sehingga kita mesti berlangganan VPN?

VPN sederhananya adalah jalur aman ketika kita memakai internet. Jadi penting atau tidak VPN ini tergantung dari seberapa sering kita menggunakan internet di 'zona yang tidak aman'. Jadi kalau hanya enam bulan sekali berada di jaringan internet yang tidak aman untuk data login dan keamanan perangkat komputer atau smartphone kita, maka tak ada pentingnya berlangganan VPN.

5. Hanya Menggunakan Aplikasi Percakapan Yang Mendukung Fitur End-to-End Encrypted


Resolusi ini jelas tidak mudah. Ketika kita memilih sebuah aplikasi percakapan, maka pilihannya tentu jatuh pada banyakan mana penggunanya diantara orang-orang yang kita kenal. Jadi bukan karena apakah fitur dari aplikasi tersebut bagus atau tidak, dan tentu saja aman.

Tapi mengapa percakapan harus dienkripsi? Untuk mempermudah permisalan, kamu pernah menonton film Windtalkers? Windtalkers adalah sebuah film yang dibintangi Nicholas Cage dan dirilis tahun 2002. Disitu terjadi 'penyadapan' alat komunikasi yang dipakai tentara Amerika Serikat oleh tentara Jepang. Kekalahan demi kekalahan Amerika disebabkan karena Jepang tahu pola serangannya. Sehingga kode itu pun diubah dengan memakai sandi yang diambil dari bahasa suku Navajo. Dan Jepang pun akhirnya kesulitan untuk menerjemahkan sandi-sandi tersebut.

Enkripsi end-to-end dimaksudkan agar hanya pemberi pesan dan penerima saja yang mengetahui pesan tersebut. Kita bisa menemukannya di WhatsApp dan Signal. Jadi pihak penyadap yang berada di tengah-tengah akan menemukan pesan yang dienkripsi saja. Pesan yang dienkripsi tidak bisa terbaca kecuali melalui keterampilan khusus lagi. Ya, semacam pembaca sandi suku Navajo itu.

Jadi itulah beberapa resolusi yang bisa kita utarakan di tahun yang baru nanti. Resolusi itu dimaksudkan agar kita bisa lebih berhati-hati dan meningkatkan keamanan dalam berinternet.

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

2 comments

wah penjelasannya sangat terperinci dan jelas sekali mas, saya jadi mengerti resolusi apa yang akan saya lakukan ditahun depan. sukses terus mas..

Siap mas... resolusinya boleh tuh ditambah biar punya akun Adsense hehe

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon