7 Januari 2017

Berpotensi Hoax, 5 Status Facebook Ini Tidak Seharusnya Kamu Bagikan


Dalam media sosial seperti Facebook, kita semacam dituntut untuk membagikan apa yang kita tahu dan apa yang kita punya kepada jejaring pertemanan kita. Sebagian orang bisa menjaga dirinya dari perbuatan semacam ini. Tapi sebagian lagi mungkin tidak bisa.

Dan hidup tak selalu berada pada kisaran hitam putih. Maksudnya diantara dua kutub pengguna Facebook itu, ada kelompok tengah yang kadang terbawa pada kelompok yang selalu membagikan semuanya, dan ada pula yang tetap menjaga diri seperlunya. Sepertinya, kelompok inilah yang paling besar jumlahnya dibanding kelompok yang lain.


Buat kamu yang berada di tengah-tengah itu, dan menginginkan agar hidupnya tenteram seperti kelompok yang tetap tenang di Facebook, agaknya beberapa postingan di Facebook ini mesti kamu hindari. Benar apalagi salah, sebaiknya postingan ini dihindari dulu. Yuk, kita simak jenis postingan apa saja sih yang sebaiknya kamu hindari apalagi sampai membagikannya.

Ketik amiin, like, dan share jika kamu peduli
The legend

Jika kamu pernah bertanya postingan legend apakah yang ada di Facebook? Ya postingan semacam inilah yang menjadi jawaranya. Tak kurang ada begitu banyak olok-olok yang menyertai postingan semacam ini. Namun masih banyak saja postingan semacam ini beredar dan kita pun tahu jumlah like dan komentarnya pasti membuatmu miris.

Logikanya, nggak ada hubungannya antara kepedulian dengan like maupun share sebuah gambar anonim. Iya, rata-rata gambar yang digunakan untuk memancing engagement dari postingan semacam ini memakai gambar dari antah berantah. Seorang nenek tua renta yang mengenaskan, seorang anak kecil yang menjadi korban bencana, maupun manusia penyandang cacat yang dijadikan gambar dari postingan semacam ini. Apakah dijelaskan mereka itu siapa? Tidak 'kan? Lalu, untuk tujuan apa kepedulian itu?

Jawaban yang pasti adalah postingan semacam ini adalah like-farming. Banyak yang sudah membahas soal ini. Namun ironisnya, masih banyak saja yang selalu terjebak pada postingan yang sama.

1 share = Rp.1.000,-
Memangnya Facebook badan amal?

Pernah menemukan sebuah postingan dengan teknik meminta donasi? Modelnya mirip seperti poin pertama, dan tujuannya sama, namun gayanya berbeda. Kali ini sudah berani membawa-bawa kegiatan donasi. Jadi setiap like, komentar, dan share akan dihargai sejumlah nominal tertentu. Dan sialnya siapa yang mengabaikan dihitung sebagai sosok yang pelit. Donasinya kemudian dihitung dari jumlah like, komentar, dan share yang dihimpun oeh postingan tersebut. Lantas siapa yang akan membayar? Facebook?

Memang ada banyak juga yang melakukan penggalangan dana dengan cara seperti ini. Misalnya seorang anak yang apabila sebuah postingannya mendapatkan 1.000 likes, maka ayahnya akan memberinya hadiah. Tapi postingan semacam itu nyata, ada pemostingnya, dan ada pula orang yang siap membayar donasi tersebut.

Like, komentar, dan bagikan agar kesempatanmu jadi pemenang semakin besar
Silakan tanya sendiri sama Oppo

Kamu mau mobil keluaran terbaru? Tentu saja, kalau punya uang. Sayangnya tidak semua orang punya uang yang cukup untuk mendapatkannya, namun jalan satu-satunya untuk memiliki sesuatu yang mahal itu cuma dengan undian. Inilah celah yang dimanfaatkan pendulang like itu.

Mereka membuat semacam undian berhadiah. Setiap yang mengikuti undian, akan diminta untuk like postingan dan fanpage tertentu, kemudian komentar warna atau jenis barang, dan terakhir membagikannya di beranda masing-masing. Engagement postingan ini sudah meningkat pesat sekali, ditambah jumlah like di fanpage pun melesat. Tapi apakah undian ini benar, sementara tak ada pengumuman apapun dari vendor yang bersangkutan? Silakan nilai sendiri.

Cepat sebelum dihapus Facebook
Postingan ini masih eksis hingga sekarang.

Jika kamu menemukan kata-kata seperti 'Lihat segera video ini sebelum Facebook menghapusnya', atau 'video ini mengungkap fakta, cepat simpan sebelum diblokir Facebook', maka pastikan bahwa postingan semacam ini hanya pancingan belaka. Karena setelah kita berburuk sangka pada Facebook, kita pun tahu video itu masih berada disana, tidak ada penghapusan sama sekali.

Coba lihat kembali Ketentuan Layanan Facebook, apabila postingan itu melanggar ketentuan Facebook, tanpa ada imbuhan kalimat pancingan itu, Facebook bakal menghapusnya sendiri. Mungkin penghapusan itu sudah dilakukan jauh sebelum kita melihat postingan tersebut.

Ketik angka 1, kemudian share, dan lihat apa yang akan terjadi
Apa yang terjadi? Ya nggak ada.

Saya sangat miris kalau postingan semacam ini masih banyak yang like dan share saja. Sebuah gambar .jpeg tak akan bergerak bahkan ketika kita mengetik seribu angka 1. Pun dengan gambar .gif yang meskipun bisa bergerak, tapi cara menggerakkannya bukan dengan cara seperti itu.

Dari kelima jenis postingan itu, beberapa diantaranya mengandung hoax, seperti undian berhadiah. Dan hanya mengandung potensi hoax saja seperti postingan 'cepat sebelum dihapus oleh Facebook'. Pastinya, mereka semua adalah pendulang klik atau click-farming dengan tujuan tertentu.

Akhir kata, terima kasih sudah membaca keseluruhan artikel ini. Apabila menemukan metode lain untuk memancing click dan engagement yang tidak normal dan terkesan membodohi, saya akan memperbaharui artikel ini.

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

5 comments

wah iya nih mas belakangan emang banyak hoax semacam itu, padahal tujuan nya gak jelas sama sekali, mending share blog ini tujuannya jelas

Sayangnya masih banyak yang termakan pancingan ya, kita doakan semoga dapet hidayah :)

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Engagement-nya jadi tinggi memang postingan kayak gitu, soalnya kita-kita yang nggak ikut-ikutan juga kebawa-bawa lihat. Kalo kepancing ikut-ikutan lagi, ya tambah banyak 'korbannya' :)

Sering banget lihat yang kayak gini di timeline. Biasanya temen sih yg ngelike atau ngomentarin. Tapi tetap aja, ikut gregetan juga😂

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon