6 Januari 2017

Project Valerie, Laptop Pertama Dengan Tiga Monitor


Computer Electronic Show (CES) memang sering mengungkap kejutan. Pada tahun 2017 ini, salah satu kejutan itu datang dari produsen laptop khusus gaming, Razer, yang mengenalkan produk terbarunya. Tak hanya baru, tapi yang pertama. Sebab laptop yang bertajuk Project Valerie ini punya tiga buah monitor dalam satu perangkat.


Sebenarnya, apa sih hebatnya sebuah perangkat komputer dengan tiga buah monitor? Ini 'kan sebenarnya bukan teknologi yang pertama banget. Bahkan mungkin bisa dibilang bukan teknologi baru. Kalau kamu pernah masuk ke studio-studio grafis, markas editor televisi, atau ruang-ruang kreatif lainnya, mereka menggunakan layar monitor yang lebih dari satu. Ketiga monitor itu merupakan sambungan, bukan sekedar duplikasi saja.

Dalam melakukan edit video, kita akan disuguhkan dengan panjangnya timeline editor. Dan tentu dengan satu monitor saja, kita akan disibukkan dengan tarik ulur, zoom-in zoom-out, demi menemukan timer yang pas untuk melakukan split, trim, maupun penambahan efek. Namun dengan adanya bantuan dari perangkat CPU yang mendukung penambahan monitor tadi, tentu proses editor tadi bisa lebih terbantu.

Sayangnya, kita tentu tahu kelemahan CPU atau komputer desktop. Ya, tidak praktis. Untuk menyambungkan tiga layar itu juga bukan persoalan yang praktis. Sebab kita membutuhkan motherboard yang mendukung untuk pemasangan tak cuma satu VGA. Ditambah pula beberapa adaptor guna menyambungkan ketiga monitor tadi. Lalu, bagaimana jika kita memerlukan perangkat CPU tadi untuk dibawa mobile? Ya, laptop solusinya.


Itulah sebabnya, meski teknologi komputer dengan layar tiga tadi bukan yang pertama, upaya Razer untuk menghadirkan laptop dengan tiga buah monitor patut diapresiasi. Dan di arena CES 2017 ini pun perusahaan yang berbasis di Carlsbad, California, Amerika Serikat mendapat sambutan yang cukup baik atas peluncuran Project Valerie.

Spesifikasi

Kabar kurang baiknya, Project Valerie ini, sesuai namanya, masih berupa proyek. Artinya, perangkat yang dikenalkan di CES 2017 kemarin tersebut masih berupa prototype. Namun menurut situs resminya, laptop ini didukung NVIDIA® GeForce® GTX 1080. Kartu grafis yang sering dipakai laptop kelas atas itu akan menjadi dapur pacu bagi tiga buah layar 4K selebar 17 inci. Dan ditambah lagi dengan teknologi NVIDIA Surround View yang berjalan di layar 11520 x 2160p. Dengan laptop ini, edit video dan aktivitas gaming bakal makin moncer.

Resiko yang ditimbulkan dari kehadiran dua layar tambahan ini tentu saja membuat Project Valerie akan lebih berat dari laptop biasa. Apalagi dibandingkan dengan pendahulunya, Blade Pro dan Blade Stealth. Namun meski Project Valerie punya tiga buah monitor, ternyata ketebalannya tidak lebih tebal dibanding rata-rata laptop gaming lainnya.


Lantas apa harapan kamu dengan laptop semacam ini? Tertarik untuk meminangnya juga? Kalau begitu, harapan kita mungkin sama, yakni agar laptop ini secepatnya dipasarkan dan harganya tak lebih mahal dari laptop gaming Asus ROG GL552JX-DM356D maupun Lenovo Y700 TOUCH. Meski perbandingan ini tak masuk di akal, tapi ya beginilah yang namanya harapan.

UPDATE

Kabar mengejutkan kemudian datang dari arena CES 2017 kemarin dan tentu saja menyangkut perangkat mutakhir dari Razer ini. Project Valerie dicuri orang. Tak hanya laptop dengan tiga layar ini saja, namun pencuri mengambil pula Project Ariana, sebuah proyektor Chrome yang mampu menampilkan grafis menakjubkan.

Untuk itu dalam situs resminya, Razer memberikan pengumuman barangsiapa yang bisa memberikan informasi perihal siapa yang mengambil kedua perangkat yang masih protoype tersebut akan diberi imbalan USD 25,000 atau setara dengan Rp.300 jutaan.

Razer tentu saja berang, sebab ini bukan saja menyangkut dua pencurian perangkat, namun mereka mencium adanya mata-mata industri dalam kejadian ini.

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon