12 April 2017

Alasan Membeli Smartphone Yang Sebaiknya Dihindari


Pabrikan smartphone setiap tahun memunculkan perangkat yang baru. Bahkan dalam hitungan bulan pun ada saja produk baru yang dilepas ke pasaran. Sukses atau tidak smartphone tersebut nantinya kadang seperti untung-untungan saja, kecuali bagi perangkat flagship.

Serius atau tidak, untung-untungan atau dengan perhitungan yang matang, merilis sebuah smartphone yang baru biasanya didahului dengan promosi apapun bentuknya. Dari promosi inilah orang-orang pun tergoda untuk 'menggadaikan' rasionalitasnya demi sebuah gengsi akan kepemilikan smartphone baru. Dan gengsi adalah fanatisme dalam bentuk lain. Orang-orang yang fanatik sering melepas rasionalitasnya demi mempertahankan sebuah argumen, pun dengan fanatik atas smartphone.

Sebuah gerai ponsel di India (Gambar: livemint.com)

Terus, nggak usah beli smartphone baru gitu? Ya nggak begitu juga. Maksud artikel ini adalah adanya promo-promo tertentu yang seringkali mengakali kita agar menjauh dari rasionalitas dalam menghabiskan uang. Ada yang bilang bahwa beberapa brand pabrikan smartphone menerapkan marekting sampah untuk memasarkan produknya. Tak perlu dijelaskan lebih lanjut soal 'sampah' tersebut, yang jelas beberapa poin berikut ini semoga bermanfaat menjadi pertimbangan.

1. Tergiur "Laku Jutaan Unit Dalam Hitungan Menit"

Mungkin ada benarnya jika sebuah brand telah laku sekian unit dalam hitungan menit. Ini pernah terjadi pada Xiaomi tiga tahun silam. Dan orang-orang menyebutnya sebagai hunger marketing, sebuah strategi pemasaran yang menggambarkan bahwa produknya memang dibutuhkan oleh pasar. Padahal ya angka itu mungkin benar, tapi apakah penjualan itu di satu tempat saja atau terjadi secara global? Dan mengapa Xiaomi hanya melakukannya saat pertama kali muncul dan kini tidak melakukannya lagi?

Katakanlah pada saat itu pabrikan asal China tersebut memang benar laku segitu banyak dalam 1 menit, tapi apakah itu penting jadi pertimbangan dalam membeli smartphone? Sebab bagus atau tidaknya sebuah smartphone tidak tergantung dari banyaknya pembeli atau banyaknya pengguna.

2. Laporan Penjualan Dalam Satu atau Beberapa Periode Penjualan

Poin ini memang mirip dengan poin sebelumnya, akan tetapi poin ini bisa jadi tidak masuk dalam materi promosi. Biasanya laporan semacam ini akan 'diserahkan' pada pihak ketiga. Ya memang mirip-mirip dengan event pilkada dimana hasil survey akan menguntungkan salah satu calon, tentu saja calon yang membayar. Tapi apakah pihak ketiga dalam pelaporan itu dibayar? Saya kira tidak.

Laporan penjualan yang bagus sebaiknya dicoret dari poin pertimbangan untuk membeli smartphone. Sebabnya hampir sama dengan poin pertama diatas. Orang-orang yang secara bersama-sama membeli sebuah smartphone belum tentu bahwa smartphone itu memang bagus, terutama bagus buat kita.

3. Pemilik Gerai Ponsel Sedikit Memaksamu Untuk Membeli Brand Tertentu

Kalau kamu ingin membeli smartphone A, namun pemilik gerai ponsel mengarahkan agar kamu membeli smartphone B, maka batalkan membeli smartphone di tempat itu. Tips ini pun sebaiknya kita lakukan ketika membeli barang elektronik lain.

Gerai ponsel yang sedikit memaksamu untuk membeli brand tertentu, meski dengan iming-iming rayuan spesifikasi yang mumpuni dan membanding-bandingkan dengan brand lainnya pada akhirnya mirip orang yang merayumu untuk jadi pacarnya. Ia akan membagus-baguskan dirinya agar kamu pun jatuh cinta. Kalau sudah cinta, bahkan kopi tanpa gula pun akan terasa manis. Percayalah.

4. Tergoda Spesifikasi Permukaan

Pernah nggak kamu tergoda banget dengan sebuah smartphone yang menawarkan spesifikasi kamera 20 MP? Wuih gede banget 'kan? Sebab tergodanya karena ia menawarkan harga yang sama atau bahkan lebih murah dibandingkan dengan smartphone yang kamera ukuran pikselnya lebih kecil. Padahal coba saja tanyakan dibuat di pabrikan manakah sensor maupun lensa dari kamera yang pikselnya besar itu? Jika jawabannya nihil atau tak disertakan dalam daftar spesifikasi di brosur bahkan box kemasannya, maka inilah yang saya sebut dengan spesifikasi permukaan.

Spesifikasi permukaan ini hanya diungkapkan demi menarik minat calon pembeli. Dan bukan cuma kamera saja, bisa jadi spesifikasi yang lain, misalnya baterai dengan mAH besar, atau daya simpan yang luber.

Empat poin diatas memang bukan segalanya, sebab bisa jadi ada faktor-faktor lain yang menggoda kita untuk menghamburkan uang demi sebuah gengsi akan smartphone baru. Gengsi boleh, tapi rasionalitas tetap harus dijaga. Oleh karenanya, dalam membeli smartphone baru, lakukanlah riset kecil-kecilan, baca baik-baik spesifikasinya, dan telitilah spesifikasi yang ditawarkan tersebut. Jika sudah selesai, silakan cocokkan dengan kemampuan penggunaan dan isi kantong.

Hallo! Tentang saya bisa dibaca disini. Untuk menghubungi pun bisa ke email ini.

12 comments

kalo saya pribadi sih lebih kepada pengendalain diri saja mas, maklum untuk bisa memiliki ponsel android aja saya butuh waktu lama untuk bisa membelinya. Jadi kalo buat saya sekalipun ada promosi dengan menawarkan spesifikasi dan fitur ponsel yang menggiurkan Insya Allah gak tergoda, yah karena keadaan juga, gak mungkin kan kalo saya memaksakan kehendak sementara nanti kebutuhan primer malah terabaiakan

Ijin follow blognya ah biar gak ketinggalan info-info terbaru dari blog Bang Doel :)

jadi inget ceramahnya almarhum Zaenudin MZ, 'pengendalian diri', mantap kang.

Siap kang, matur nuwun (y)

yang pastinya harus dilihat kualitasnya ya mas, salam kenal

Betul mas, riset kecil2an dulu biar tau. Salam kenal.

Jika Gerai Ponsel bernada Memaksa Untuk Membeli Brand Tertentu, saya hanya bilang " uang saya nggak cukup tante, kalau boleh kurangnya bisa ngutang" ....simpelkan?

Biasanya mereka juga menawarkan harga yang sama dengan smartphone incaran kita.

Kalau saya poin no 1 sama no 2 tidak saya pikirin bang karena saya ga terlalu mengikuti trend,bodo amat sudah terjual berapa unit.
Paling saya cari informasi mengenai spesifikasi hp yang saya pingin.Kalau sudah tahu intinya baru deh berangkat ke konter (kalau punya duit)

nah ini pembeli yang sudah level expert nih :)

sangat setuju.. semua karena GENGSI, padahal manfaatnya nihil.

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik dan jangan nitip backlink karena bakal terdeteksi spam by default... Thanks.
EmoticonEmoticon