6 Februari 2018

5 Alasan Smartphone Kamu Tak Butuh MicroSD


Kondisi low-storage di smartphone memang menyebalkan. Ini berarti pengguna mesti memindahkan data-data yang sudah tersimpan ke tempat lain. Maka pilihan yang biasanya diambil adalah menambahkan MicroSD agar penyimpanan di smartphone itu bertambah. Tapi sudah tepatkah pilihan ini?


Sebetulnya ada alasan mengapa semakin bagus dan mahal sebuah smartphone maka daya simpan internalnya pun akan diperbesar. Ini berarti smartphone itu tidak membutuhkan penyimpanan eksternal dalam bentuk MicroSD.

MicroSD / Sumber: Unsplash.com/Tom Purfon

Produsen smartphone memahami kalau penambahan MicroSD bukan pilihan yang tepat, namun demi meluaskan pilihan-pilihan pengguna yang mungkin saja mengharapkan smartphone-nya punya daya simpan besar, slot MicroSD pun dibuat.

Pilihan menambahkan external storage sering dipilih buat pengguna middle-entry smartphone yang dalam waktu bersamaan menggunakan game yang menguras memori serta foto dan video dengan resolusi tinggi.

Nah, sayangnya keberadaan MicroSD sebetulnya bukan pilihan yang tepat. Mengapa tidak tepat? Beberapa alasan berikut ini semoga membantu menjawab pertanyaan tersebut.

1. Ketahanan MicroSD sering menjadi mitos

Ada produsen MicroSD yang menjamin garansi seumur hidup apabila barang produksinya itu mengalami kerusakan. MicroSD yang rusak itu tidak diservis, tapi diganti dengan unit yang baru. Ini berarti data-data yang tersimpan disana bakal menjadi sampah seiring MicroSD tersebut dibuang.

Saat ini belum ada penelitian tentang seberapa panjang umur sebuah MicroSD. Namun berdasarkan pengalaman, menyimpan data-data penting di MicroSD bukanlah pilihan yang tepat. Pasalnya, berdasarkan pengalaman, data di dalam MicroSD itu sering tidak utuh. Istilahnya data itu mengalami corrupt.

2. MicroSD bisa melambatkan kinerja smartphone

Salah satu alasan mengapa produsen smartphone middle-end hingga flagship memberikan internal storage atau built-in storage yang lebih besar adalah keberadaan MicroSD yang akan memperlambat kinerja smartphone. Mungkin pada smartphone dengan prosesor kelas wahid, kelambatan itu tidak begitu terasa. Namun bakal terasa apabila smartphone itu merupakan jenis low-end.

Coba saja memindahkan instalasi aplikasi ke external storage. Uji cara ini terhadap aplikasi yang membutuhkan grafis dan memori yang baik, dan lihat apa yang terjadi. Selain grafisnya mengalami patah-patah, gerakannya pun sering lambat merespon. Sekali lagi, ini bisa terjadi pada smartphone low-end hingga middle-entry.

3. Penggunaan MicroSD cukup terbatas

Pilihan menggunakan MicroSD tentu saja sebagai alternatif penyimpanan ketika penyimpanan internal sudah penuh. Namun sayangnya, alternatif ini pun tak bisa menggantikan sepenuhnya fungsi internal storage.

Misalnya pengguna yang ingin merekam video dengan resolusi Full-HD hingga 4K. Resolusi ini akan tersimpan dengan baik di penyimpanan apapun, baik internal maupun eksternal, tapi khusus yang disimpan di MicroSD, hasil perekaman itu tak akan sempurna. Salah satunya ditemukan sedikit patah-patah pada gambarnya.

Apakah kondisi yang sama berlaku pula pada pengambilan foto? Seringnya iya.

4. Apakah MicroSD di smartphone asli?

Dalam dunia smartphone dikenal istilah black market, refurbished, dan rekondisi. Hampir tidak ditemukan barang KW. Misalnya smartphone merek A yang baru, tapi ternyata palsu. Sebab biasanya selain jalur distribusinya jelas, juga bisa dengan mudah dideteksi kalau smartphone itu asli atau palsu.

Sayangnya pada MicroSD tidak semudah itu. Pengguna sering kesulitan membedakan antara MicroSD palsu dengan yang asli. Karena kemasan yang palsu betul-betul dibuat semirip mungkin dengan yang asli.

5. Tersedia banyak pilihan cloud storage

Koneksi internet yang semakin hari semakin bagus, membuat pilihan berpindah ke cloud storage sebagai alternatif backup file semakin tepat. Pasalnya selain data pengguna pun aman, backup semacam ini banyak disediakan secara gratis.

Misalnya di Google Drive, meski kapasitas gratisnya hanya sampai 2 GB saja. Tapi kalau menjadi Local Guides, Google Drive akan memberikan tambahan penyimpanan hingga 15 GB. Jadi total ada 17 GB.

Produsen smartphone pun banyak yang memberikan bundling cloud storage di produk terbarunya. Meski sebagiannya hanyalah gimmick marketing belaka, namun cloud storage menjadi alternatif yang baik buat mereka yang ingin datanya tetap aman, tapi tetap nyaman dalam penggunaan smartphone.

Admin di beberapa blog. Kunjungi personal blognya di Doel.web.id. Untuk menghubungi saya bisa ke email ini.

4 comments

Iya nih, sekarang cloud jadi tempat penyimpanan utama, aman dan gak bikin hp berat.

Iya, meskipun butuh data buat lihat file sendiri, tapi nggak mengganggu kinerja hape.

seakrang masih dijadikan pertimbangan smartphone punya slot microsd

iya barangkali butuh data tambahan, mau nggak mau produsen mesti membuat pilihan.

Silakan tinggalkan komentar ya, tapi jangan pakai anonim biar bisa dikunjungi balik...
EmoticonEmoticon